Ini Tanggapan Resmi Pesantren Darusy Syahadah Terkait Tudingan BNPT

BOYOLALI (Jurnalislam.com) – Pondok Pesantren Darusy Syahadah, Boyolali, Jawa Tengah, mengeluarkan pernyataan resmi terkait tudingan ‘pesantren radikal’ oleh BNPT. Dalam pernyataannya, Mudir Pondok, Qosdi Ridawanulloh mengaku keberatan atas tudingan tersebut.

Qosdi juga keheranan, sebab hingga saat ini belum ada pihak yang datang untuk berdiskusi dan mengkonfirmasi langsung ke pesantren.

“Entah dengan dasar apa tuduhan tersebut. Yang pasti belum ada yang datang berdialog dan berdiskusi langsung dengan pesantren sebelum munculnya tuduhan tersebut. Yang jelas, pesantren merasa keberatan dengan pernyataan tersebut,” kata Qosdi dalam pernyataannya kepada Jurnalislam, Sabtu (6/2/2016).

Dia menilai tudingan itu merupakan pembunuhan karakter pesantren yang berdampak pada ketakutan umat akan pesantren.

Qosdi menjelaskan, pesantren Darusy Syahadah sejak didirikan pada tahun 1994 berusaha mengajarkan Islam sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW kepada para sahabat. “Islam yang memiliki iman yang kuat, ibadah yang baik, akhlak mulia dan menjadi rahmat bagi semesta alam,” jelas Qosdi yang mengaku mendapat informasi itu dari pemberitaan Jawa Pos edisi Selasa 2 Februari 2016.

Pesantren Darusy Syahadah, lanjut Qosdi, senantiasa berusaha membangun komunikasi dengan segenap elemen bangsa dan berusaha memberi manfaat kepada sesama.

“Ada tidak kurang dari 52 masjid dan musholla di sekitar pesantren menjadi tempat praktek santriwan mengajari anak-anak dan dewasa. Para ustadznya pun banyak memberi ceramah di wilayah Boyolali dan sekitarnya, bekerja sama dengan berbagai ormas Islam dan majelis pengajian,” ungkapnya.

Tak hanya itu, alumni ponpes Darusy Syahadah yang lebih dari seribu orang telah berkiprah di masyarakat dengan berbagai ormas dan lembaga pendidikan Islam. “Dan Alhamdulillah sebagian besar diterima masyarakat. Bahkan setiap tahun, jumlah peminta tenaga wiyata bakti melebihi jumlah alumni yang dikeluarkan,” terang Qosdi.

Qosdi menambahkan, secara berkala Darusy Syahadah mengadakan silaturrahmi dan mengadakan perkumpulan dengan para takmir masjid se-Simo dan sekitarnya. “Hubungan dengan sesama kaum muslimin dari lembaga Muhammadiyah atau NU juga terjalin baik. Demikian pula dengan MUI,” katanya.

Dia menegaskan, selama ini Pesantren Darusy Syahadah berbaur dan diterima dengan baik oleh masyarakat dan kaum muslimin. “Maka jika kemudian ada yang menuduh dengan tuduhan yang tidak layak, maka pesantren meminta bukti dan klarifikasi,” tandasnya.

“Apakah jika dari ribuan alumni, lalu ada satu dua yang berlaku tidak benar bisa kita sebut lembaga tersebut salah? Apakah adil jika ada koruptor alumi perguruan tinggi tertentu kemudian kita katakan bahwa perguruan tinggi tersebut tempat persemaian koruptor?” tegasnya.

Qosdi berharap elemen bangsa ini bisa berlaku adil dalam menilai sesama anak bangsa.

Reporter: Riyanto | Editor: Ally | Jurnalislam

Kemenag Kota Pasuruan Imbau Seluruh Madrasah Cegah Siswa Rayakan VD

PASURUAN (Jurnalislam.com) – Kementerian Agama Kota Pasuruan mengeluarkan Surat Edaran kepada seluruh Madrasah negeri maupun swasta untuk mengantisipasi adanya perayaan hari valentin. Berikut isi Surat Edaran yang diterima Jurnalislam, Jumat (6/2/2016).

Dalam rangka mencegah peserta didik agar tidak terpengaruh oleh kegiatan yang tidak sesuai dengan kearifan lokal dan budaya Indonesia yang dikhawatirkan terjadi pada perayaan Valentine’s Day (Hari Kasih Sayang) yang jatuh pada hari Minggu tanggal 14 Pebruari 2016, bersama ini disampaikan kepada seluruh Kepala Madrasah agar:

  1. Melakukan antisipasi kemungkinan adanya perayaan Valentint’s Day oleh peserta didik yang tidak sesuai dengan nilai moral, religious, dan kultur budaya bangsa Indonesia.
  2. Membat Surat Edaran kepada orang tua/wali murid untuk melakukan pengawasan kepada putra-putrinya agar tidak melakukan hal-hal negatif yang dapat merugikan diri sendiri dan masa depannya.
  3. Memberikan penguatan moral dan pengertian kepada seluruh peserta didik bahwa kasih sayang akan lebih bermakna jika diberikan kepada orang tua, saudara, bapak/ibu guru, teman, tetangga, dan orang yang berjasa di sekitar kita seperti petugas kebersihan, petugas keamanan, pemadam kebakaran, petugas makam, penjaga palang pintu kereta api dan lain-lain.

Reporter: Findra | Editor: Ally | Jurnalislam 

ANNAS: Kelompok Syiah di Indonesia Sedang Terpojok

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Anggota Majelis Penasihat Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Pusat, Amin Mukhtar mengatakan, posisi kelompok Syiah di Indonesia saat ini sedang tidak aman dan terpojok. Sebab, kesadaran akan bahaya Syiah sudah mulai tertanam dalam tubuh umat Islam.

"Syiah hari ini saya sebut anak manja, babarian, baheula mah tarung buku ku buku, aksi debat intelektual, sekarang tidak. Sekarang mah lapor ke Polisi, lapor ke Komnas HAM, itu menunjukkan mereka sadar bahwa posisi mereka sekarang dalam posisi yang tidak aman," katanya dalam Tabligh Akbar yang diselenggarakan Pemuda Persis Kota Tasikmalaya, Jum'at (5/2/2016) di Aulia Hall Center AHC Indihiang depan Polres Kota Tasikmalaya.

Menurutnya, cara seperti itu digunakan kelompok Syiah untuk mencari empati masyarakat bahwa Syiah merupakan kelompok yang terdzalimi.

"Bagi saya, kenapa Syiah harus menggunakan cara seperti ini, memang di saat bangkitnya kesadaran tentang bahaya Syiah di kalangan umat Islam sudah mulai tumbuh, Syiah sudah mulai merasa ketika dengan cara lama tidak bisa akhirnya Syiah mencari aksi yang sifatnya membuat orang menjadi empati bahwa Syiah betul-betul terdzalimi,” paparnya.

Untuk mempertahankan diri, lanjutnya, Syiah juga mencari aliansi atau kelompok yang dianggap kondusif untuk menghindari berhadapan langsung dengan lawannya.

"Nantinya kelompok itulah yang akan maju saat ada persoalan, bukan Syiahnya. Sehingga untuk menghindari persoalan secara langsung. Ini yang saya katakan bahwa Syiah manja dan sangat terpojok,” jelasnya.

Reporter: HBQ | Editor: Ally | Jurnalislam

 

FPI Kota Serang : Radikalisme itu Lahir dari TV Bukan dari Pesantren

SERANG (Jurnalislam.com) – Pernyataan sepihak ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Saud Usman tentang 19 pondok pesantren (ponpes) yang dicap radikal terus menuai kecaman. Ketua FPW FPI Kota Serang, KH Muhammad Nasehuddin menilai pernyataan tersebut salah besar.

“Pejabat pemerintah salah besar jika langsung menuding pondok pesantren bahkan mencap radikal, menurut kami salah besar,” tegas kepada Jurnalislam, Kamis (4/1/2016).

Menurutnya, radikalisme justru muncul dari televisi. “Dari media-media yang selama ini dibiarkan oleh pemerintah tanpa ada pengawasan sedikitpun,” cetusnya.

Naseh menjelaskan, televisi telah mengajarkan kekerasan, mengajarkan ketidaksantunan terhadap orang tua. “Itu semua timbulnya dari TV, bukan dari pondok pesantren, hatta bab dari radikalisme tadi, pemboman, penembakan,” tegasnya.

“Makanya imam besar FPI (Habib Rizieq) mengatakan bahwa jangan kaget jika besok ada anak usia 5 tahun membawa AK-47 ke jalan Thamrin, karena mereka semua sudah diracuni oleh televise,” katanya.

Naseh juga menilai pemerintah salah besar dengan menyalahkan pondok pesantren dan ayat-ayat Al Qur’an sebagai sumber radikalisme. “Saya malah khawatir pemerintah ini murtad semua, karena setelah kita lihat dan kaji langsung ataupun tidak langsung, mereka kaya yang lebih pintar dari Allah,” tegasnya.

“Ayat jihad tidak salah, Al Qur’an pasti benar, justru kelalain mereka sendiri,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Fajar | Jurnalislam

 

19 Pesantren Dituding ‘Radikal’, CIIA: Paradigma BNPT Cacat

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya menilai pernyataan Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Saud Usman tentang pesantren radikal adalah pernyataan yang gegabah. Menurutnya, BNPT harus lebih transparan kepada publik tentang parameter radikal.

"BNPT eloknya transparan kepada publik terlebih khusus kepada para ulama tentang parameter yang digunakan untuk menilai radikal atau tidaknya satu institusi pendidikan seperti pesantren,” kata Harits dalam pernyataannya kepada Jurnalislam pagi ini, Sabtu (6/2/2016).

Harits mengatakan, jangan hanya karena ada alumni dari pesantren tertentu yang tersangkut tindak pidana terorisme kemudian digeneralisir bahwa pesantren tersebut mengajarkan terorisme.

“Tentu ini logika yang cacat, membuat analogi general (qiyas sumuli) yang dasarnya lebih karena tendensi dan kecurigaan,” ujarnya.

Harits mempertanyakan, kenapa logika seperti itu tidak diterapkan BNPT pada kasus tindak pidana yang lain?

“Koruptor yang ketangkap kenapa tidak pernah dipersoalkan dari alumni mana dia kuliah, para pembegal, penipu, pemerkosa, para pejabat yang dzalim mengkhianati amanah rakyat kenapa tidak dipersoalkan dari mana mereka sekolah? Dan dipersoalkan institusi sekolahnya,” terangnya.

Pengamat kontra terorisme ini melihat, paradigma BNPT cacat dalam memetakan persoalan terkait radikalisme dan terorisme. “Paradigma yang tendensius, condong menempatkan umat Islam yang ideologis sebagai ancaman potensial bagi kehidupan sosial politik yang liberal dan sekuler,” tegasnya.

Harits menegaskan, jika tolak ukur dan tujuan BNPT tidak jelas dalam membuat kategorisasi soal radikal dan tidaknya sebuah pesantren, maka sejatinya BNPT sedang membuat daftar permusuhan terhadap umat Islam.

“Alih-alih menyelesaikan persoalan terorisme justru yang terjadi adalah menstimulasi kemarahan dan sikap radikal makin mengkristal dari sekelompok umat Islam yang merasa di dzalimi," pungkasnya.

Reporter: Findra | Editor: Ally | Jurnalislam

Dijaga Ketat Pasukan Zionis, Puluhan Ribu Jamaah terobos Hadiri Shalat Jumat di Al Aqsha

AL QUDS (Jurnalislam.com) – Puluhan ribu warga Palestina masih memenuhi masjid Al-Aqsha hari Jumat (05/02/2016)  untuk menunaikan shalat Jumat walaupun pasukan Israel menerapkan prosedur masuk ketat, Infopalestina melaporkan, Jumat.

Sumber-sumber dari Al-Quds menyebutkan, puluhan unsur militer Israel dan pasukan penjaga perbatasan Israel menyebar di sekitar Al-Aqsha dan kota tua. Meski demikian sekitar 50 ribu warga Palestina tetap menunaikan shalat jumat di ruang utama dan halaman Al-Aqsha.

Khatib Masjid Al-Aqsha, Syekh Muhammad Husain menyebutkan dalam khutbahnya, penjajah Israel berkreasi dengan berbagai macam siksaan terhadap tawanan Palestina, isolasi, pemberian makan paksa yang bertentangan dengan undang-undang internasional dan HAM dan berbagai tindakan kekerasan lainnya.

Ia menyerukan agar Palestina merapatkan dan menyatukan barisan dan usaha untuk menggagalkan rencana penjajah Israel dan membebaskan tawanan Palestina dan mendukung para calon syuhada yang diburu.

Syeikh Husain menegaskan bahwa penyerbuan Yahudi ke masjid Al-Aqsha makin intens dan semakin berani menistakan tempat suci dengan tujuan yahudisasi.

Tepi Barat Masih Terus Bergejolak

Dari Tepi Barat dilaporkan, sejumlah pemuda Palestina terluka siang ini Jumat (5/2) setelah terjadi bentrokan di sejumlah tempat dengan pasukan Israel. di baldah Qabatiah, selatan Jenin dua pemuda terluka akibat tembakan Israel. beberapa warga lainnya di sana sesak nafas oleh tembakan gas air mata.

Bentrokan juga terjadi di Betlehem antara pasukan Israel dan pemuda Palestina di selatan Tepi Barat.

Sementara itu puluhan warga Palestina dan wargaasing mengalami sesak nafas akibat tersedak gas air mata pasukan Israel yang membubarkan unjuk rasa pekanan di Bilain yang menentang pemukiman yahudi dan tembok rasis, seperti tegas Komite Rakyat Anti Tembok di sana, Abdullah Abu Rahmah.

Pengunjuk rasa mengibarkan bendera Palestina dan mendesak tawanan Palestina yang mogok makan Muhammad al-Keq untuk dibebaskan.

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

 

Ribuan Warga Aleppo Selamatkan Diri dari Serangan Brutal Rezim dan Pesawat Tempur Rusia

SURIAH (Jurnalislam.com) – Ribuan warga Suriah terjebak di perbatasan Turki Jumat setelah melarikan diri dari serangan utama rezim Assad yang didukung oleh gempuran pesawat tempur Rusia pada wilayah sipil di dekat Aleppo menghasilkan bencana kemanusiaan baru, World Bulletin melaporkan Jumat (05/02/2016).

Puluhan ribu warga sipil dilaporkan telah bergabung dengan eksodus setelah pertempuran sengit mujahidin Suriah dengan pasukan rezim,  memutus rute pasokan ke kota kedua Suriah.

Negara-negara Barat menuduh rezim Suriah menyabotase perundingan perdamaian dengan serangan militernya, dan Washington telah menuntut Moskow menghentikan operasi militer dalam membantu rezim  Bashar al-Assad.

Dewan Keamanan PBB dijadwalkan bertemu pada Jumat untuk membahas proses perdamaian yang gagal, saat kepala NATO Jens Stoltenberg memperingatkan serangan udara Rusia tersebut "merusak upaya untuk menemukan solusi politik".

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, lembaga monitor berbasis di Inggris yang mengandalkan jaringan sumber di darat, memperkirakan bahwa 40.000 orang telah melarikan diri dari serangan rezim dekat Aleppo.

"Ribuan orang, terutama keluarga dengan perempuan dan anak-anak, sedang menunggu untuk memasuki Turki," kata Direktur Observatorium Rami Abdel Rahman.

Provinsi Aleppo adalah salah satu benteng utama mujahidin  Suriah, yang menghadapi kemungkinan terburuk sejak awal perang tahun 2011.

"Rezim Assad mulai memetik hasil dari operasi militer Rusia dan kemajuan di Aleppo menjadi penting karena selama ini mereka  selalu mengalami kekalahan demi kekalahan dalam dua tahun berturut-turut," kata Abdel Rahman.

Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan hari Kamis bahwa hingga 70.000 orang sedang menuju ke negaranya, dengan 10.000 sudah menunggu di perbatasan.

Turki sudah menjadi tuan rumah dari sekitar 2,5 juta pengungsi Suriah.

Persimpangan perbatasan Turki Oncupinar dekat Kilis, yang menghadap pos perbatasan Suriah Bab al-Salama di utara Aleppo, ditutup pada Jumat pagi, dan tidak ada tanda-tanda pengungsi yang keluar.

Rekaman yang dirilis Kamis oleh aktivis menunjukkan ratusan orang, termasuk banyak anak-anak, menuju perbatasan Turki, beberapa membawa barang-barang mereka di kantong plastik di punggung mereka.

"Kami terusir dari rumah kita karena serangan Rusia, Iran, Bashar dan milisi Syiah Hizbullah," kata seorang anak dalam video. "Kami meminta Recep Tayyip Erdogan (Presiden Turki ) untuk menerima kami ke wilayahnya."

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Erdogan: Tuduhan Rusia, Turki akan Serang Suriah “Menggelikan”

TURKI (Jurnalislam.com) – Presiden Recep Tayyip Erdogan pada hari Jumat (05/02/2016)  mengecam Rusia karena telah menuduh bahwa Turki aktif bersiap untuk menyerang Suriah, hal itu "menggelikan".

"Saya mengatakan bahwa pernyataan Rusia ini menggelikan … Rusialah yang hingga saat ini aktif terlibat dalam invasi ke Suriah," kata Erdogan, seperti dikutip oleh kantor berita yang dikelola negara, Anatolia, Jumat.

Sebelumnya, seorang pejabat senior pemerintah Turki mengatakan pada hari Jumat bahwa Turki tidak merencanakan serangan militer ke Suriah dan perkataan Rusia mengenai tindakan tersebut adalah propaganda.

Erdogan mengatakan Rusia harus bertanggung jawab untuk korban yang telah tewas di Suriah dalam operasi militer (serangan udara), mengatakan agresi Moskow dan rezim Damaskus sama-sama bertanggung jawab untuk 400.000 kematian di sana, Dogan News Agency melaporkan pada hari Jumat.

Berbicara pada konferensi pers bersama dengan timpalannya dari Senegal saat kunjungan kenegaraan ke negara Afrika Barat, Erdogan juga mengatakan Rusia terlibat dalam invasi Suriah dan Rusia berusaha untuk mendirikan sebuah "negara butik" untuk sekutu lamanya Bashar al Assad.

"Turki tidak memiliki rencana atau pikiran melakukan sebuah operasi militer atau serangan darat di Suriah," kata Erdogan kepada Reuters, dan menambahkan Rusia lah yang telah meningkatkan operasi militernya sendiri di Suriah setiap hari,  Rsuaia tidak bekerja mencari solusi.

"Turki adalah bagian dari koalisi, bekerja sama dengan sekutu kami, dan akan terus melakukannya. Seperti yang kita telah berulang kali katakan, Turki tidak akan bertindak secara sepihak, "kata pejabat itu.

Rusia mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka, Turki,  sedang menyiapkan serangan militer ke Suriah, saat sumber militer Suriah mengatakan Aleppo akan segera dikelilingi oleh pasukan pemerintah dengan dukungan udara Rusia.

Turki sebaliknya mengatakan Moskow mencoba mengalihkan perhatian terhadap "kejahatan perangnya" padahal mereka sendiri di Suriah,  Aleppo terancam dengan "pengepungan kelaparan".

Turki mengatakan memiliki hak mengambil langkah-langkah untuk melindungi keamanan.

PBB pada Rabu menangguhkan perundingan perdamaian pertama dalam dua tahun, menghentikan upaya yang dari awal tampaknya ditakdirkan gagal saat perang yang berkecamuk masih berlanjut. Namun Washington mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka berharap akan melanjutkan perundingan pada akhir bulan, dan Rusia mengatakan, pihaknya memperkirakan bahwa paling lambat 25 Februari.

Bantuan diselenggarakan di London untuk mengatasi krisis pengungsi yang tercipta akibat konflik. Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan mereka meningkatkan $ 11.000.000.000 untuk kebutuhan kemanusiaan Suriah selama empat tahun ke depan.

Turki mengatakan pada konferensi hingga 70.000 pengungsi dari Aleppo telah bergerak menuju perbatasan untuk melarikan diri dari serangan brutal pesawat tempur Rusia.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Somalia Selatan Kembali ke Pangkuan Mujahidin al Shabaab

SOMALIA (Jurnalislam.com) – Mujahidin al Shabaab, cabang resmi Al Qaeda di Afrika Timur, telah merebut kembali kontrol beberapa kota di Somalia selatan setelah pasukan koalisi Uni Afrika dan rezim pemerintah mundur, The Long War Journal melaporkan Jumat (05/02/2016).

Mujahidin Shabaab menduduki kembali Marka, yang terletak hanya 45 mil sebelah selatan dari ibukota Somalia Mogadishu, hari ini setelah pasukan Uni Afrika dan Somalia meninggalkan kota.

"Pasukan AMISOM (Misi Uni Afrika di Somalia – African Union Mission in Somali) pindah pada tengah hari kemudian administrasi lokal dan semua pasukan keamanan Somalia lainnya meninggalkan lokasi beberapa menit kemudian – dan kemudian pejuang al-Shabab memasuki kota," seorang warga setempat mengatakan kepada The Associated Press. "Mereka telah mendekati warga di markas distrik."

Shabaab mengangkat benderanya di pusat kota, menuju ke kerumunan, dan mulai patroli, berdasarkan foto-foto yang diperoleh dari Shahada News Agency, sebuah media jihad. Menurut AP, mujahidin Shabaab telah menduduki kantor polisi dan gedung-gedung pemerintah.

Shabaab pernah kehilangan kendali Marka pada bulan Agustus 2012 setelah pasukan salib Kenya menyerbu Somalia selatan dan Uni Afrika dalam menanggapi serangan mujahidin Shabaab di Kenya utara. Saat Shabaab kehilangan kendali pusat populasi besar di Somalia selatan dalam serangan pasukan Salib Kenya dan Uni Afrika, mujahidin tetap mempertahankan kekuatan militernya dan mundur ke daerah pedesaan di negara itu.

Mereka telah merebut kontrol kembali lebih dari sebulan lalu dengan sepenuh hati.

Hari ini penarikan Uni Afrika dari Marka kemungkinan adalah akibat  serangan mujahidn Shabaab pertengahan Januari di pangkalan militer AMISOM di kota El Ade. Mujahidin al Shabaab dari Batalyon Saleh al Nabhani menewaskan puluhan pasukan salib Kenya dan menyita sejumlah besar senjata, amunisi, dan kendaraan dalam kemenangan mereka. Shabaab mengatakan menewaskan lebih dari 100 tentara dalam serangan El Ade dan militer Kenya membisu atas kekalahan telak mereka.

Serangan besar tersebut memiliki efek demoralisasi pada pasukan Uni Afrika, dan militer tidak dapat menghindarkan kerugian tersebut yang terus berlanjut dari waktu ke waktu.

Marka adalah kota besar ketiga di Somalia selatan yang jatuh kepangkuan mujahidin al Shabaab dalam dua pekan terakhir setelah pasukan Uni Afrika mundur begitu saja. Pada tanggal 26 Januari, Shabaab konvoi ke kota-kota El Ade dan Badhadhe setelah pasukan salib Kenya mundur, meninggalkan wilayah.

Shabaab mampu melakukan serangan di kawasan itu meskipun terdapat kehadiran misi Uni Afrika yang besar di Somalia. Mujahidin al Shabaab telah meluncurkan berbagai serangan istisyhad di hotel yang dijaga ketat di Mogadishu tahun ini. Shabaab terus-menerus menargetkan pasukan Uni Afrika di Somalia selatan dan telah membawa kembali beberapa wilayah dalam proses.

Shabaab telah meningkatkan operasi di bagian tengah Somalia dan juga ke negara tetangga Kenya. Pada akhir November, Shabaab mengatakan pasukannya telah mengambil kontrol atas kota Kenya yang berbatasan dengan Somalia.

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Taliban Sapu Bersih Musuh di Distrik Markazi Baghlan

BAGHLAN (Jurnalislam.com) – Laporan yang datang dari provinsi Baghlan utara mengatakan bahwa di tengah serangan Azm yang sedang berlangsung, Mujahidin Imarah Islam melancarkan operasi pembersihan di distrik Markazi Baghlan kemarin, lansir Al Emarah News Jumat (05/02/2016).

Operasi yang masih terus memperoleh keberhasilan sejauh ini telah membersihkan wilyah Kog Chinar, Qaisar Khel, Janda Khel, Arab, Mangal, Nawabad, Khudai Daud Khel dan daerah Joi Kohna serta menyebabkan 15 serdadu bayaran tewas dan 17 lainnya luka-luka.

Mujahidin juga menyita 13 senapan, 4 senjata mesin PKM, RPG launcher, 4 sepeda motor dan sejumlah besar peralatan lain dalam operasi.

Para pejabat yang berhubungan dengan Al Emarah mengatakan bahwa garis depan saat ini sangat dekat dengan Dand-e-Ghori dan In Syaa Allah kedua daerah akan segera terhubung satu sama lain.

Sementara di Helmand pos militer musuh paling strategis yang terletak di Haji Habib Aka Shela wilayah distrik Sangin diserbu oleh Mujahidin Imarah Islam dalam serangan bersenjata selama 3 jam di tengah malam.

Para pejabat mengatakan bahwa 16 pasukan Arbaki tewas dalam operasi sukses tersebut. APC dibakar, 3 senjata mesin AS, 3 peluncur RPG, 10 senapan AS dan sejumlah besar peralatan lainnya disita.

Segala puji bagi Allah saja, tidak ada Mujahidin yang dirugikan dalam pertempuran.

 

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam