Oposisi Moderat Suriah Adakan Pertemuan di Riyadh

SURIAH (Jurnalislam.com) – Kelompok payung oposisi utama moderat Suriah bertemu di ibukota Saudi pada hari Senin saat Washington dan Moskow bekerja untuk mengamankan gencatan senjata.

"Ada pertemuan," Monzer Makhous, juru bicara Komite Negosiasi Tinggi (HNC), mengatakan di Riyadh, World Bulletin melaporkan, Senin (22/02/2016).

Pertemuan diperkirakan akan terus berlanjut selama dua atau tiga hari untuk membahas perkembangan sejak kelompok itu memutuskan untuk menghadiri pembicaraan damai di Jenewa bulan lalu, kata Makhous.

Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Kekuatan dunia, yang mendorong penghentian perang Suriah hampir lima tahun, berharap untuk melihat gencatan senjata berlaku Jumat lalu namun masih berjuang untuk persetujuan persyaratan.

Mereka mengusulkan gencatan senjata juga termasuk diperluasnya akses kemanusiaan, dalam upaya membuka jalan bagi perundingan perdamaian yang dipimpin PBB terus berlanjut.

Pembicaraan runtuh awal bulan ini dan dijadwalkan berlanjut lagi Kamis, tetapi utusan PBB Suriah Staffan de Mistura telah mengakui bahwa jadwal saat ini tidak lagi realistis.

Pada akhir pekan, oposisi mengatakan akan menyetujui gencatan senjata hanya jika para pendukung rezim Moskow dan Teheran menghentikan serangan mereka.

Kepala HNC Riad Hijab mengatakan setiap gencatan senjata harus dicapai "dengan mediasi internasional dan dengan jaminan yang mewajibkan Rusia, Iran dan milisi Syiah serta tentara bayaran mereka menghentikan pertempuran".

Rusia, salah satu arsitek gencatan senjata yang diusulkan, sedang melakukan serangan udara dalam mendukung rezim Nushairiyyah Bashar al-Assad, yang juga didukung oleh Republik Syiah Iran.

HNC dibentuk pada bulan Desember ketika faksi oposisi moderat Suriah utama datang bersama-sama di Riyadh untuk negosiasiyang belum pernah terjadi sebelumnya, setelah berbulan-bulan upaya mediasi Arab.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

AS dan Rusia Sepakati Gencatan Senjata Perang Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – AS dan Rusia telah mencapai kesepakatan rencana penghentian perperangan antara rezim pemerintah Assad dan kelompok oposisi moderat Suriah, World Bulletin melaporkan, Senin (22/02/2016).

Usulan yang disepakati Senin itu menyerukan semua pihak untuk menandatangani kesepakatan pada tengah hari Jumat 26 Februari dan menghentikan permusuhan mulai tengah malam hari berikutnya.

Editor diplomatik Al Jazeera, James Bays, melaporkan dari New York, bahwa sumber-sumber tingkat tinggi dari sejumlah negara telah mengkonfirmasi tercapainya kesepakatan antara Rusia dan AS.

"Memang mereka masih harus mendapatkan agar semua pihak yang bertikai menandatangani kesepakatan itu tetapi sudah ada negosiasi tentang bagaimana rencana ini akan bekerja," kata Bays.

"Saya mengerti Menteri Luar Negeri AS John Kerry akan mengumumkan kesepakatan itu dalam waktu dekat."

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri AS mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Moskow untuk "mengembangkan prosedur" untuk memastikan agar mereka ang mematuhi kesepakatan itu tidak diserang oleh angkatan bersenjata Rusia atau koalisi pimpinan AS.

"Amerika Serikat dan Federasi Rusia bersama-sama memanggil semua pihak Suriah, negara-negara regional dan kelompok lain dalam masyarakat internasional untuk mendukung penghentian segera kekerasan dan pertumpahan darah di Suriah," kata pernyataan itu.

AS dan Rusia adalah co-chair (wakil pimpinan) dari gugus tugas internasional yang bekerja menuju pengurangan konflik.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyambut baik rancangan kesepakatan dan berharap langkah itu akan menjadi langkah pertama menuju gencatan senjata abadi.

Perkembangan ini bisa membuka jalan bagi pembicaraan lebih lanjut dan kemungkinan gencatan senjata antara pemberontak dan pemerintah Suriah pimpinan Presiden Bashar al-Assad.

Kesepakatan itu tidak termasuk kelompok  afiliasi Al qaeda, Jabhah Nusrah dan lainnya serta Islamic State (IS).

Analis politik senior Al Jazeera Marwan Bishara mengatakan langkah tersebut mencerminkan tekad Rusia dan Amerika Serikat untuk memaksa perubahan di tanah di Suriah.

"Sekarang ada keinginan di pihak Rusia dan Amerika untuk mengupayakan hal ini … Saya pikir orang Amerika cukup muak dan mereka benar-benar menginginkan sesuatu beberapa minggu lalu," kata Bishara.

"Moskow kehabisan target di Suriah dan mengetahui dengan sangat baik bahwa mereka tidak dapat melanjutkan permainan lama yang sama yang dimulai pada 30 September tanpa hasil yang nyata."

"Apakah rencana itu bekerja atau tidak di dart pada akhir bulan masih harus dilihat."

Sebagian faksi perlawanan yang terlibat dalam proses perdamaian Jenewa cenderung mematuhi kesepakatan, kemungkinan Rusia akan memaksa Assad untuk mematuhinya juga, kata Bishara.

Perang Global Suriah mulai lima tahun lalu pada Maret 2011 diawali protes damai terhadap kekuasaan Assad yang brutal.

Konflik telah menewaskan sedikitnya lebih dari 470.000 orang tewas dan jutaan lainnya mengungsi.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Massa Umat Islam Tolak Pembangunan RS Sekar Kamulyan Kuningan

KUNINGAN (Jurnalislam.com) – Ratusan warga Kuningan bersama ormas Islam berunjuk rasa menolak pembangunan Rumah Sakit Sekar Kamulyan di Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Senin (22/2/2016).

Massa mendatangi kantor Bupati Kuningan guna meminta kejelasan Bupati atas rencana pembangunan Rumah Sakit Sekar Kamulyan di Kelurahan Cipari Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan. Massa juga menyampaikan penolakannya atas pembangunan Rumah Sakit tersebut.

“Massa Ormas Islam sempat geram dengan respon para pejabat di lingkungan pendopo Bupati Kabupaten Kuningan, karena terkesan tidak tegas menolak rencana pembangunan Rumah Sakit yang rencananya terbesar se-Jawa Barat itu,” Koordinator Umum Aliansi Masyarakat Nahi Munkar  ALMANAR), Ustadz Marwi dalam rilisnya kepada jurnalislam.com, pada Selasa (23/2/2016).

Menurut ALMANAR, warga masyarakat Muslim Kabupaten Kuningan pada umumnya merasa tidak nyaman dengan rencana pembangunan Rumah Sakit yang akan dibangun oleh kalangan non-Muslim itu. Protes masyrakat Kuningan didukung oleh sejumlah ormas Islam di antaranya, GARDAH (Gerakan Pagar Aqidah), FPI (Front Pembela Islam), GPK (Gerakan Pemuda Ka'bah), GAMAS (Gerakan Masyarakat Anti Maksiat), ALMANAR, JAS (Jamaah Anshorusy Syariah), Gapas , dan lain-lain.

“Penolakan dilakukan warga masyarakat bersama ormas-ormas Islam Kabupaten Kuningan menjadi bukti tingginya kekhawatiran masyarakat Muslim dengan potensi gerakan pemurtadan melalui pembangunan Rumah Sakit,” ucapnya.

ALMANAR berpendapat, pemberiaan izin pembangunan RS Sekar Kamulyan akan mengganggu kondusifitas di Kabupaten Kuningan khususnya dan wilayah Jawa Barat pada umumnya. Menurutnya, Pemda Kuningan seharusnya peka dan tanggap dengan persoalan tersebut. Karena, lanjutnya, sudah menjadi rahasia umum jika pengadaan fasilitas kesehatan dan pendidikan oleh pihak Kristen/Katolik seringkali dijadikan modus pendekatan dan tempat pemurtadan.

“Fakta didaerah lain sangat jelas menunjukan hal itu dan mereka dikenal ulet untuk menempuh berbagai dalih,modus bahkan tak segan dan tak malu untuk mempermainkan perjanjian serta persyaratan jika seandainya diberi peluang persyaratan. Cukuplah ini menjadi pelajaran bagi kaum Muslimin.” tegas Ustadz Sarwi.

ALMANAR menegaskan, pihaknya akan menggalang penolakan lebih besar bila tuntutan pembatalan pembangunan RS Sekar Kamulyaan tidak dipenuhi.

Reporter: Yusuf | Editor:  Zarqawi | Jurnalislam

 

Komandan Arbaki Terkenal Kejam Tewas Bersama 3 Pasukannya dalam Serangan Istisyhad Taliban

 

PARWAN (Jurnalislam.com) – Seorang komandan Arbaki terkenal jahat, Mushtaq dan tiga Arbakis lainnya tewas dalam operasi syahid di provinsi Parwan utara, menurut laporan Al-Emarah News, Senin (22/02/20160

Mohammad Rosool, penduduk provinsi Paktia melakukan serangan pada Senin pagi di distrik Syagard provinsi Parwan dengan rompi penuh bahan peledak, membunuh Mushtaq, sasaran utama, asistennya dan Naqibullah, komandan lain dan melukai puluhan orang bersenjata lainnya.

Target adalah salah satu komandan paling buas dan brutal yang terlibat dalam serangkaian kejahatan yang manusiawi mulai dari intimidasi, pemerasan, perampokan, pembunuhan dan sebagainya.

Kemudian sebanyak 13 aparat dan pengawal gubernur tewas ketika Mujahidin melakukan serangan senjata berat ke arah staf gubernur di ibukota provinsi Baghlan utara Senin pagi.

Dalam laporan lain dari Baghlan, Mujahidin Imarah Islam merebut pos musuh di distrik Pol-e-Hisar provinsi Baghlan Senin pagi, menguasai8 senapan Kalashnikov, 1 roket-granat, 1 PK, sebuah senapan mesin berat dan banyak amunisi. Namun, tidak ditentukan berapa banyak tentara musuh yang menderita korban jiwa dalam baku tembak berikutnya.

Selain itu, pejuang Mujahidin menewaskan empat tentara boneka dan menghancurkan tank lapis baja di distrik Polo Khomri kemarin malam.

 

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam

 

Faksi Palestina Peringatkan ‘Bencana Kemanusiaan’ di Gaza

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Faksi Palestina di Jalur Gaza telah memperingatkan bencana kemanusiaan di wilayah Palestina, yang telah menderita di bawah blokade Israel selama 10 tahun, World Bulletin melaporkan, Senin (22/02/2016).

Dalam sebuah pernyataan hari Senin, faksi-faksi mengatakan bahwa situasi ekonomi dan kemanusiaan di daerah pesisir pantai telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Situasi kemanusiaan yang memburuk telah menyebabkan naiknya tingkat kemiskinan, pengangguran hingga menyebabkan kematian," kata pernyataan itu.

Zionis telah memberlakukan blokade yang melumpuhkan Jalur Gaza setelah Hamas menguasai pemerintahan di Gaza 10 tahun yang lalu.

Bulan lalu, Euro-Med Monitor, pembela Hak Asasi Manusia yang berbasis di Jenewa mengatakan blokade Israel telah menyebabkan 43 persen dari 1,9 juta penduduk Gaza menjadi pengangguran.

Menurut LSM, 40 persen dari penduduk Gaza berada di bawah garis kemiskinan dan 60 persen lainnya tidak memiiki makanan.

Akibat blokade zionis di pesisir pantai dan di darat lima puluh lima persen dari warga Palestina di Gaza menderita depresi klinis dan 40 persen menerima air hanya 5-8 jam setiap tiga hari karena pasokan listrik yang tak mencukupi, tambahnya.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Komunitas Muslim AS Tantang Donald Trump Berdebat

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Sebuah kelompok Muslim terkemuka pada hari Ahad (21/02/2016) menantang presiden terdepan Partai Republik Donald Trump untuk debat, setelah komentar beruntun nya yang kontroversial tentang Muslim, lansir World Bulletin, Senin (22/02/2016).

 "Sejak Anda mengumumkan pencalonan untuk Kepresidenan Amerika Serikat, Anda telah mengkambinghitamkan kaum Muslim Amerika dan kelompok minoritas lainnya atas semua penyakit yang dirasakan Amerika," Muslim Public Affairs Council (MPAC) menulis dalam sebuah surat kepada tim kampanye Trump , menurut sebuah rilis berita.

Organisasi kebijakan publik juga menuduh Trump dan pendukungnya merasa "ketakutan atas segala yang berbeda dari mereka."

Trump diserang pada hari Jumat setelah mengulangi kisah hoax-nya tentang Jenderal AS John Pershing mengeksekusi tahanan Muslim di Filipina dengan peluru yang dicelupkan ke dalam darah babi."

"Anda mengandalkan kampanye ketakutan dan kebohongan melalui media sosial sebagai bahan bakar kebencian dan perpecahan di negara kita," surat itu meneruskan. "Yah, kita juga punya berita untuk Anda:  Kami tidak bisa diganggu lagi. Kami tidak akan lagi menjadi karung tinju Anda."

Dalam surat tersebut, kelompok menantang Trump untuk berdebat melawan perwakilan dari komunitas Muslim Amerika mengenai isu-isu yang ia angkat tentang Islam dan Muslim

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Jenderal Pasukan Yaman Tewas Ditembak di Aden

YAMAN (Jurnalislam.com) – Seorang pria bersenjata membunuh seorang perwira senior tentara Yaman di Aden pada Senin, saat pertempuran di kota pelabuhan selatan yang merupakan markas pemerintah yang didukung Saudi tidak menunjukkan ada jeda, kata sumber-sumber militer, Al Arabiya News Channel melaporkan, Senin (22/02/2016).

Pria bersenjata, yang mengendarai sepeda motor, menewaskan Jenderal Abedrabbo Hussein saat ia meninggalkan rumahnya di distrik Sheikh Othman, kata sumber-sumber.

Hussein adalah komandan Brigade Infanteri 15 yang beroperasi di provinsi Abyan, barat Aden, di mana Al-Qaeda telah mengendalikan beberapa kota besar dalam beberapa pekan terakhir.

Pemerintah Presiden Abedrabbo Mansour Hadi yang diakui secara internasional menyatakan bahwa Aden menjadi ibukota sementara negara itu Maret lalu, setelah pemberontak Syiah Houthi dan sekutunya mengusir mereka keluar dari Sanaa dan banyak wilayah di utara Yaman.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Soal Nabi Palsu, Ansharusyariah Jatim Imbau Umat Islam Berpegang Teguh pada Al Qur’an dan Sunnah

MALANG (Ansharusyariah.com) – Amir Jamaah Ansharusy Syariah Jawa Timur, Ustadz Hamzah Baya mengimbau umat Islam untuk berpegang teguh kepada Al Qur’an dan Sunnah guna terhindar dari berbagai macam aliran sesat. Pernyataan itu disampaikan menanggapi kasus nabi palsu asal Jombang yang mengaku sebagai Nabi Isa.

Ustadz Hamzah menegaskan, orang yang mengaku sebagai Nabi akan membuat pelakunya keluar dari Islam. Sebab, nabi terakhir umat manusia adalah Nabi Muhammad SAW.

“Orang yang mengaku Nabi Isa ini jika dia muslim maka akan mengeluarkannya dari Islam dan kelak akan mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah SWT. Apalgi orang tersebut juga mengganti syahadat,” terangnya kepada Jurnalisam, Ahad (21/2/2016).

Oleh sebab itu, ustadz Hamzah mengimbau kaum muslimin untuk selalu berpegang teguh kepada Al Qur'an dan Sunnah. “Supaya di dunia mendapatkan perlindungan dari Allah dan kelak d akhirat dimasukan ke dalam surga Allah Subhanahuwataalla,” pungkasnya.

Reporter: Maksum | Editor: Ally | Jurnalislam

Pernyataan Sikap ANNAS Bekasi Raya

BEKASI (Jurnalislam.com) – Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Bekasi Raya, Ustadz Nasrullah S.Psi menyampaikan pernyataan sikapnya usai dilantik.

Pernyataan sikap tersebut dibacakan di hadapan jamaah yang hadir dalam deklarasi ANNAS Bekasi Raya, di masjid Nurul Islam, Islamic Center Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Ahad (21/2/2016). Berikut ini pernyataan sikap ANNAS Bekasi Raya.

PERNYATAAN SIKAP
ALIANSI NASIONAL ANTI SYIAH (ANNAS)
WILAYAH JAWA BARAT DAERAH BEKASI RAYA

 

Kami pengurus Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS)
Wilayah Jawa Barat Daerah Bekasi Raya menyatakan sikap:

Pertama, ANNAS Wilayah Jawa Barat Daerah Bekasi Raya mengajak Para Ulama dan Tokoh, Para Pejuang Islam dan Ummat Islam, serta siapa pun yang peduli akan Keutuhan NKRI, baik secara perorangan maupun organisasi untuk bersatu mencegah berkembangnya paham syiah di Bekasi Raya dan sekitarnya demi menjaga keutuhan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kedua, ANNAS Wilayah Jawa Barat Daerah Bekasi Raya siap bekerjasama dengan siapapun dan pihak manapun yang memiliki pandangan dan sikap yang sama terhadap bahaya keberadaan paham syiah di Indonesia.

Ketiga, ANNAS Wilayah Jawa Barat Daerah Bekasi Raya siap bekerjasama dengan pemerintah, TNI, POLRI, penegak hukum dan institusi negara lainnya dalam membentengi masyarakat, bangsa dan negara dari bahaya paham syiah.

Keempat, ANNAS Wilayah Jawa Barat Daerah Bekasi Raya siap berjuang untuk Islam dan ummat Islam serta bangsa dan negara Indonesia dalam membentengi ummat Islam dan masyarakat luas dengan cara mensosialisasikan fakta-fakta tentang: Syiah bukan Islam, bahaya syiah terhadap ummat, dan bahaya syiah terhadap keutuhan NKRI.

Kelima, ANNAS Wilayah Jawa Barat Daerah Bekasi Raya bertekad membersihkan seluruh wilayah Bekasi Raya dan sekitarnya dari paham syiah dalam segala bentuknya.

Keenam, ANNAS Wilayah Jawa Barat Daerah Bekasi Raya akan selalu mengedepankan kemaslahatan ummat, bangsa dan negara dalam segala aktifitasnya

Ketujuh, ANNAS Wilayah Jawa Barat Daerah Bekasi Raya akan terus berperan dalam menyatukan kekuatan ummat dan seluruh komponen masyarakat dalam membela dan menegakkan kebenaran yang dilandaskan kepada Alqur’an dan As Sunnah, bagi keselamatan agama, ummat, bangsa dan negara.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan secara terbuka, sebagai saksi di hadapan Alloh dan hanya mengharap ridho Alloh subhanahu wata’ala.

Bekasi, 12 Jumadil Awwal 1437 H/21 Februari 2016 M,
Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Wilayah Jawa Barat Daerah Bekasi Raya

Nasrullah, S.Psi

Ketua

Sumber: ANNAS | Editor: Ally | Jurnalislam

MUI Kota Bima: Jika LGBT Terus Dibela, Kita Tinggal Menunggu Azab

BIMA (Jurnalislam.com) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bima, Drs. H. Saleh Ismail menilai fenomena LGBT di Indonesia sudah sangat meresahkan. Menurutnya, jika kaum LGBT diberi kebebasan maka Indonesia tinggal menunggu azab dari Alah SWT.

“Fenomena LGBT hari ini sudah sangat meresahkan, secara nalar saja orang pun sudah bisa mengetahui sisi keharaman hal tersebut apalagi dari sisi agama, makanya kaum Nabi Luth dulu di azab oleh Allah,” terangnya kepada Jurnalislam, Ahad (21/2/2016).

Apalagi, lanjutnya, saat ini para pelaku LGBT justru malah dibela. “Kalau hal-hal seperti itu sudah marak terjadi, dan ada sebagian orang yang terus membela kemaksiatan itu, maka kita tinggal menunggu datangnya azab, karena kita sudah melanggar ketentuan dari Allah,” jelasnya.

Haji Saleh menyayangkan sikap pemerintah yang lamban dalam menyikapi fenomena LGBT.

“Seharusnya pihak pemerintah juga harus cepat menyikapi adanya hal-hal semacam ini, apapun alasannya kita tidak boleh melanggar ajaran Islam dalam segala hal, karena kalau hal-hal seperti ini saja hari ini terus dibiarkan maka akan seperti apa ke depannya nanti,” katanya.

“Ini bukan hanya tugas ulama, masyarakat, tetapi penguasa yang hari ini memiliki wewenang dan otoritas untuk menghentikan mereka dari perbuatan munkar itu,”  pungkasnya.

Reporter: Sirath | Editor: Ally | Jurnalislam