Massa Umat Islam Tolak Pembangunan RS Sekar Kamulyan Kuningan

KUNINGAN (Jurnalislam.com) – Ratusan warga Kuningan bersama ormas Islam berunjuk rasa menolak pembangunan Rumah Sakit Sekar Kamulyan di Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Senin (22/2/2016).

Massa mendatangi kantor Bupati Kuningan guna meminta kejelasan Bupati atas rencana pembangunan Rumah Sakit Sekar Kamulyan di Kelurahan Cipari Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan. Massa juga menyampaikan penolakannya atas pembangunan Rumah Sakit tersebut.

“Massa Ormas Islam sempat geram dengan respon para pejabat di lingkungan pendopo Bupati Kabupaten Kuningan, karena terkesan tidak tegas menolak rencana pembangunan Rumah Sakit yang rencananya terbesar se-Jawa Barat itu,” Koordinator Umum Aliansi Masyarakat Nahi Munkar  ALMANAR), Ustadz Marwi dalam rilisnya kepada jurnalislam.com, pada Selasa (23/2/2016).

Menurut ALMANAR, warga masyarakat Muslim Kabupaten Kuningan pada umumnya merasa tidak nyaman dengan rencana pembangunan Rumah Sakit yang akan dibangun oleh kalangan non-Muslim itu. Protes masyrakat Kuningan didukung oleh sejumlah ormas Islam di antaranya, GARDAH (Gerakan Pagar Aqidah), FPI (Front Pembela Islam), GPK (Gerakan Pemuda Ka'bah), GAMAS (Gerakan Masyarakat Anti Maksiat), ALMANAR, JAS (Jamaah Anshorusy Syariah), Gapas , dan lain-lain.

“Penolakan dilakukan warga masyarakat bersama ormas-ormas Islam Kabupaten Kuningan menjadi bukti tingginya kekhawatiran masyarakat Muslim dengan potensi gerakan pemurtadan melalui pembangunan Rumah Sakit,” ucapnya.

ALMANAR berpendapat, pemberiaan izin pembangunan RS Sekar Kamulyan akan mengganggu kondusifitas di Kabupaten Kuningan khususnya dan wilayah Jawa Barat pada umumnya. Menurutnya, Pemda Kuningan seharusnya peka dan tanggap dengan persoalan tersebut. Karena, lanjutnya, sudah menjadi rahasia umum jika pengadaan fasilitas kesehatan dan pendidikan oleh pihak Kristen/Katolik seringkali dijadikan modus pendekatan dan tempat pemurtadan.

“Fakta didaerah lain sangat jelas menunjukan hal itu dan mereka dikenal ulet untuk menempuh berbagai dalih,modus bahkan tak segan dan tak malu untuk mempermainkan perjanjian serta persyaratan jika seandainya diberi peluang persyaratan. Cukuplah ini menjadi pelajaran bagi kaum Muslimin.” tegas Ustadz Sarwi.

ALMANAR menegaskan, pihaknya akan menggalang penolakan lebih besar bila tuntutan pembatalan pembangunan RS Sekar Kamulyaan tidak dipenuhi.

Reporter: Yusuf | Editor:  Zarqawi | Jurnalislam

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.