Gencatan Senjata? Pesawat Tempur Rusia Serang Pasar di Idlib, 8 Warga Tewas dan 28 Terluka

IDLIB (Jurnalislam.com) – Sedikitnya delapan orang tewas pada hari Rabu (24/02/2016) oleh serangan udara Rusia yang menargetkan pasar di provinsi Idlib barat laut Suriah, menurut sumber local, World Bulletin melaporkan, Rabu.

"Pesawat-pesawat tempur Rusia menyerang sebuah pasar di kota Ariha yang dikuasai mujahidin di Idlib, membunuh delapan orang dan melukai 28 lainnya," Abdel-Karim al-Akhras, seorang pejabat pertahanan sipil setempat, mengatakan kepada Anadolu Agency.

Dia mengatakan serangan itu telah menyebabkan "kerusakan parah" di wilayah yang ditargetkan.

Menurut al-Akhras, upaya penyelamatan korban masih terus dilakukan.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011 ketika rezim Assad membantai protes unjuk rasa dengan serbuan militer tak terduga.

Sejak itu, lebih dari 470.000 orang telah tewas dan lebih dari 10 juta warga Suriah menjadi pengungsi.

Pada hari Senin, AS dan Rusia mengumumkan bahwa rezim Assad dan pasukan oposisi moderat akan menghentikan pertempuran mulai Sabtu tengah malam. Rusia telah melakukan serangan udara terhadap posisi-posisi yang dipegang oleh lawan Assad sejak September lalu.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Syeikh Al Jaulani: Gencatan Senjata adalah Langkah Awal Penyerahan Diri pada Musuh

SURIAH (Jurnalislam.com) – Syeikh Abu Muhammad al Jaulani, Amir Jabhah Nusrah, cabang resmi Al Qaeda di Suriah, telah berulang kali mengecam gencatan senjata oposisi moderat dengan pemerintah rezim Assad atas kesepakatan Washington dan Moskow, lansir The Long War Journal, Selasa (23/02/2016).

Kecaman tersebut disampaikan dihadapan para mujahidin ketika 2 faksi jihad wilayah Damaskus – Anshar al Syariah dan Al Muntasir Billah – bergabung ke Jabhah Nusrah. Dalam sebuah wawancara yang ditayangkan pada bulan Desember, misalnya, ia mengatakan gencatan senjata adalah "langkah pertama menuju penyerahan diri," karena gencatan senjata hanya menguntungkan rezim padahal mujahidin masih memiliki kemampuan untuk melawan.

Syeikh Jaulani mengatakan bahwa maujahidin masih mencapai kemenangan dan membuat keuntungan yang signifikan, sehingga tidak harus berkompromi dengan rezim Assad dan sekutunya. Dia secara khusus menolak gencatan senjata yang telah disepakati dalam wilayah Al Ghouta di pinggiran Damaskus.

Salah satu wartawan yang menghadiri konferensi pers kecil Syeikh Jaulani bertanya kepadanya mengapa Jabhah Nusrah pernah bersedia mematuhi gencatan senjata di tempat lain, seperti di kota yang didominasi mayoritas Syiah Al Fua di provinsi Idlib barat laut. Syeikh Jaulani menjawab dengan mengatakan ia tidak akan terlibat dalam diskusi jika gencatan senjata tersebut tidak dapat diterima dalam aturan Syariat Islam, Syeikh Jaulani mengatakan ada perbedaan gencatan senjata tersebut. Dia secara khusus menyebut Zabadani di barat daya Suriah, dekat perbatasan dengan Lebanon. Warga muslim Sunni telah dikepung oleh pasukan Syiah Nushairiyah di Zabadani yang siap dibantai. Dan sekutu Jabhah Nusrah, Ahrar al Sham, membantu merundingkan gencatan senjata sementara di Zabadani yang terkait dengan pertempuran di Al Fua dan tempat lain.

Pada Oktober 2015, Jabhah Nusrah, Ahrar al Sham dan kelompok ketiga, Ajnad al Sham, menciptakan ruang operasi militer bersama bernama Jund al Malahim (Tentara Epos) untuk menggabungkan upaya militer mereka di pedesaan Damaskus.

Afiliasi Al Qaeda Suriah ini telah menerima loyalitas dari sejumlah faksi jihad sejak akhir tahun lalu. Di bulan September dan Oktober 2015, faksi faksi jihad di bawah ini semuanya telah  resmi bergabung dengan Jabhah Nusrah: Jaish al Muhajirin wal Ansar (JMWA, atau "Tentara Muhajirin dan Anshar"), Katibat al Tawhid wal Jihad (sebuah faksi jihad yang didominasi Uzbek), dan Crimean Jamaat (terutama terdiri dari Krimea Tartar dan mujahidin berbahasa Rusia lainnya).

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

 

 

Taliban: Konvoi Musuh di Char Chino Dihantam Ied, 2 APC Hancur dan 8 Tewas

URUZGAN (jurnalislam.com) – Sebuah konvoi musuh yang melintas melalui wilayah Chumbarak Kabupaten Char Chino pukul 10:00 selasa pagi disergap oleh Mujahidin Imarah Islam dengan IED. Akibatnya 2 APC dan sebuah truk militer Kamaz hancur serta 8 serdadu bersenjata tewas, 9 luka-luka dan sisanya terpaksa mundur, Al Emarah News melaporkan Selasa (23/02/2016).

Kemudian laporan yang datang dari kabupaten Pusht Rod mengatakan bahwa dini hari (Selasa) Mujahidin Imarah Islam melancarkan serangan terkoordinasi pada posisi musuh di daerah Chapel, Mantra dan Belandi serta menargetkan pusat administrasi dengan mortir.

Musuh menderita kerugian yang mematikan dalam serangan yang sedang berlangsung, rincian lebih lanjut akan diperbarui kemudian.

 

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam

Lagi, 2 Faksi Jihad Berbasis di Damaskus Bergabung ke Jabhah Nusrah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Dua faksi jihad yang berbasis di ibukota Suriah Damaskus – Anshar al Syariah dan Al Muntasir Billah – telah bersumpah setia (berbaiat) kepada Syeikh Abu Muhammad al Jaulani, Amir Jabhah Nusrah, lansir The Long War Journal, Selasa (23/02/2016).

Seorang juru bicara untuk dua faksi tersebut mengumumkan kesetiaan mereka dalam sebuah video singkat yang diposting kemarin di salah satu Twitter resmi Jabhah Nusrah. Para mujahidin tampaknya berada di lingkungan Qabun di timur laut Damaskus, di mana gencatan senjata telah menghentikan pertempuran antara mujahidin Suriah dengan pasukan Nushairiyyah Assad dan sekutunya.

Juru bicara mengatakan bahwa para mujahidin dari dua brigade ini telah sepenuhnya masuk ke dalam barisan Jabhah Nusrah dan akan melawan Rusia, Syiah Rafidhi dan atau Nushairiyyah.

Awal bulan ini, lusinan para ulama dan militer di Jund al Aqsa, kelompok lain al Qaeda, juga memutuskan untuk bergabung dengan Jabhah Nusrah. (baca juga: Jund al Aqsa Bergabung dengan Jabhah Nusrah)

Kesetiaan yang ditawarkan oleh Ansar al Syariah dan Al Muntasir Billah yang terbaru dikumpulkan oleh Jabhah Nusrah. Dan itu kemungkinan merupakan  sinyal bahwa cabang al Qaeda berencana meluncurkan operasi gelombang baru di Damaskus. Serangan tersebut konsisten dengan penolakan Syeikh Jaulani terhadap setiap gencatan senjata di atau dekat ibukota.

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

 

Rezim Kabul, China, Pakistan dan AS Undang Taliban Pembicaraan Damai pada Bulan Maret

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Pembicaraan damai langsung antara Afghanistan dan pemimpin Imarah Islam Afghanistan (Taliban) diharapkan dapat berlangsung awal Senin depan, para pemimpin Afghanistan dan para pejabat Amerika Serikat, China dan Pakistan mengatakan pada hari Selasa (23/02/2016), World Bulletin melaporkan.

Pakistan telah setuju untuk menjadi tuan rumah pembicaraan, kata pernyataan bersama Afghanistan dan tiga mitranya di Kelompok Koordinasi Segiempat setelah bertemu di Kabul.

Empat negara "mengundang Taliban dan semua kelompok lain untuk berpartisipasi melalui wakil-wakil mereka yang berwenang di putaran pertama pembicaraan damai langsung dengan pemerintah Afghanistan yang diharapkan berlangsung pada minggu pertama Maret 2016," kata pernyataan itu.

"Pakistan telah menawarkan diri menjadi tuan rumah putaran pembicaraan di Islamabad," tambahnya.

Delegasi dari Afghanistan, China, Amerika Serikat dan Pakistan bertemu di ibukota untuk putaran pembicaraan keempat yang bertujuan membentuk jalan kembali ke proses perdamaian yang baru lahir, yang terganggu oleh pengumuman musim panas lalu bahwa pemimpin Taliban Mullah Omar telah meninggal.

Perwakilan Taliban absen dari proses sampai saat ini.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Afghanistan Salahuddin Rabbani mengatakan kepada para peserta bahwa ia ingin agar pertemuan Kabul menyusun rincian pembicaraan langsung antara pemerintah Afghanistan dan Taliban sebelum akhir Februari.

"Untuk mengakhiri perang dan pertumpahan darah di negara tersebut, pemerintah Afghanistan sekali lagi menyerukan Taliban untuk mengambil bagian dalam pembicaraan damai," tambah Rabbani.

Putaran pertama pembicaraan langsung bersejarah dengan Taliban berlangsung di kota resor Pakistan, Muree, Juli lalu, namun terhenti setelah Taliban mengkonfirmasi kematian Syeikh Mullah Umar.

Prakarsa pembicaraan damai terbaru diusulkan rezim Kabul setelah mujahidin Taliban terus melancarkan Operasi Militer “Azm” hingga musim dingin yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh Afghanistan, menggarisbawahi situasi semakin memburuk lebih dari 14 tahun setelah pasukan multinasional serta pasukan NATO pimpinan AS melakukan agresi militernya.

Putaran pertama berupaya untuk bisa membawa para mujahidin kembali ke meja perundingan dimulai di Islamabad pada bulan Januari, diikuti oleh dua pertemuan lain di Afghanistan dan Pakistan.

Juga pada hari Selasa, Presiden Ashraf Ghani mengumumkan ia mencopot Rabbani sebagai kepala Dewan Perdamaian Tinggi, badan pemerintah yang bertanggung jawab untuk bernegosiasi dengan pemberontak, tanpa menentukan alasan.

Pir Sayyid Ahmad Gailani, pemimpin berpengaruh di Pashtun yang sebagian besar ada di Taliban, akan menggantikanl posisinya.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

Iran Tidak Menganggap Milisi Komunis PYD Teroris

TEHERAN (Jurnalislam.com) – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Hossein Jabari Ansari menolak menyebut kelompok milisi komunis Suriah PYD sebagai sebuah organisasi teroris saat konferensi pers di Teheran, lansir World Bulletin, Selasa (23/02/2016).

PYD dan sayap bersenjatanya YPG, dipandang sebagai organisasi teroris oleh Turki dan dunia Internasional, yang mengatakan kelompok tersebut mendukung rezim Bashar al-Assad serta berada di belakang serangan bom mobil hari Rabu (17/02/2016) di Ankara yang menewaskan 28 orang dan melukai 61 lainnya.

Pada konferensi pers di ibukota Iran Teheran pada Senin, wartawan Anadolu Agency mengajukan pertanyaan: "Apakah Iran secara resmi menerima YPG sebagai organisasi teroris?".

Namun, bukannya memberikan jawaban atas pertanyaan PYD, juru bicara mengatakan: "Iran mengutuk tindakan teroris kejam seperti aksi teroris di Ankara".

Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan hari Kamis bahwa serangan itu dilakukan bersama-sama oleh anggota YPG Suriah dan anggota PKK yang berbasis di Turki.

YPG adalah sayap bersenjata PYD yang mendapatkan dukungan dari AS merupakan cabang di Suriah dari kelompok teroris komunis PKK.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Al Shabaab Ancam Tingkatkan Serangan di Kenya

SOMALIA (Jurnlislam.com) – Pemimpin cabang lokal Al Shabaab di Kenya mengancam lebih banyak serangan di dalam negerinya, pernyataan tersebut dilontarkan di hadapan mujahidin di sebuah kamp pelatihan, menyusul serangan pasukan Kenya bulan lalu di El Adde, Somalia. Al Shabaab adalah lengan resmi Al Qaeda di Afrika Timur. Pemimpinnya, Syeikh Ahmed Iman Ali, juga membahas alasan untuk menargetkan pasukan Kenya di negara tetangga Somalia, lansir The Long War Journal, Selasa (23/02/2016).

"Kita tahu pasti bahwa bencana telah melanda El Adde. Kenya sudah diperingatkan lagi dan lagi dan lagi," kata Syeikh Ali, menurut terjemahan bahasa Inggris dari video yang dirilis oleh Global Islamic Media Foundation (GIMF) Al Qaeda. Ali melanjutkan dengan mengatakan: "Saya katakan kepada Anda, bahwa satu-satunya benda yang saya beli adalah turban saya. Senjata, tas dan seragam saya semuanya adalah rampasan perang (ghonimah) dari pasukan Kenya."

Dia kemudian membahas kejahatan perang yang dilakukan oleh Angkatan Pertahanan Kenya (Kenyan Defence Force-KDF) di Kenya dan Somalia.

"Pertama, saudari (muslimah) kita yang sedang hamil dilemparkan oleh kuffar (murtadin) dari lantai tiga," kata Ali. "Saudari kita yang lain di daerah yang sama juga dilempar dari atas rumah sampai tulang punggungnya patah. Di Mandera, mereka datang dan menculik ibu kami yang memiliki lima anak dan untuk mendukung mereka.”

Mujahidin kemudian mengancam Kenya dengan serangan di masa depan dengan mengatakan Al Shabaab akan memaksa Kenya untuk "mengubah bendera mereka dengan menghapus semua warna kecuali merah sebagai indikasi darah yang akan kita tumpahkan di Kenya." Dia menyimpulkan ancamannya dengan menyatakan "Kenya telah menenggelamkan dirinya ke dalam perang padahal mereka tidak sepenuhnya memahami arti perang."

Dalam video tersebut, Syeikh Ali juga mengarahkan fokus ke keluarga yang dibunuh tentara KDF, juga. "Jika keluarga dari orang yang memiliki senjata nomor 490 ini mencari anak mereka, beritahu mereka bahwa saya sekarang memiliki rampasan perang yang diambil dari dia." Selain itu, ia menyatakan bahwa "Setiap warga Kenya yang telah kehilangan anggota keluarga mereka karena menjadi tentara Kenya yang dikalahkan singa-singa Shabaab harus menghubungi kami."

Dalam membahas El Adde, Syeikh Ali mereferensikan serangan bulan terakhir pada basis Kenya di kota Somalia selatan di mana lebih dari 60 tentara KDF dilaporkan tewas. Shabaab menyebutkan tentara KDF yang tewas berjumlah lebih tinggi dari 100. Hanya beberapa hari kemudian, KDF menarik diri dari El Adde dan Shabaab menguasai kota.

Baca juga:

Somalia Selatan Kembali ke Pangkuan Mujahidin al Shabaab

Al Shabab Rilis Serangan di Basis Militer Kenya, 100 Tentara Salib Tewas, Lainnya Ditangkap

 

 

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

 

ECHR Kutuk Italia atas Penculikan Imam Mesir oleh CIA

ITALIA (Jurnalislam.com) – Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (The European Court of Human Rights-ECHR), pada hari Selasa (23/02/2016) mengutuk Italia atas penculikan CIA tahun 2003 terhadap seorang imam Mesir yang telah diberikan suaka politik oleh otoritas Italia, World Bulletin melaporkan Selasa.

Imam Osama Mustafa Hassan Nasr, lebih dikenal sebagai Abu Omar, "diculik" saat berjalan menyusuri jalan di Milan dan dibawa ke sebuah pangkalan angkatan udara AS di Jerman dan kemudian ke Mesir, katanya, menyatakan bahwa Italia bersalah atas lebih banyak kasus pelanggaran hak asasi manusia.

Kesalahan Italia itu termasuk melanggar larangan penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi atau merendahkan bawah Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia.

"Pengadilan menetapkan bahwa pihak berwenang Italia sadar bahwa pemohon telah menjadi korban dari suatu operasi rendisi luar biasa yang dimulai dengan penculikan di Italia dan dilanjutkan dengan pemindahan ke luar negeri," katanya.

Pengadilan juga memutuskan bahwa prinsip sah 'rahasia negara' jelas telah diterapkan oleh eksekutif Italia dalam rangka memastikan bahwa para pelaku tidak harus bertanggung jawab atas tindakan mereka.

"Penyelidikan dan pengadilan tidak menghukum mereka yang bertanggung jawab, yang pada akhirnya diberikan kekebalan hukum," tambahnya.

Italia membantah terlibat dalam penculikan Abu Omar, yang kini tinggal di Mesir dan juga dihukum in absentia dan dijatuhi hukuman enam tahun oleh pengadilan Italia pada tahun 2013.

Dua puluh tiga orang Amerika, termasuk 22 agen CIA, dihukum in absentia tahun 2009 oleh pengadilan Italia atas penculikan tahun 2003, setelah Abu Omar diterbangkan ke Mesir di mana pengacaranya mengatakan dia disiksa.

Sidang di Italia adalah salah satu yang terbesar di dunia mengikuti Program Washington yang luar biasa kontroversial, yang ditetapkan setelah 11 September 2001 untuk menangkap dan menginterogasi tersangka teror.

Dalam program ini, tersangka dikirim ke negara-negara untuk ditahan, diinterogasi dan mungkin mengalami penyiksaan atau perlakuan buruk.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Perang Suriah Menjadi ‘Multi-sided Proxy War’

SURIAH (Jurnalislam.com) – Perang Suriah telah berubah menjadi konflik proxy multifaset (perang proxy banyak pihak) yang dibentuk oleh jaringan rumit aliansi, penyelidik PBB mengatakan Senin, lansir World Bulletin, Selasa (23/02/2016).

Komisi Internasional Independen tentang Penyelidikan Suriah mengatakan dalam laporan terbaru kejahatan perang yang "merajalela" dalam konflik ini, dan bahwa mereka diperburuk oleh "impunitas terang-terangan".

"Resolusi Dewan Keamanan sebagian besar tetap diabaikan dan tidak diimplementasikan. Kejahatan terhadap kemanusiaan terus dilakukan oleh pasukan rezim pemerintah Assad dan oleh kelompok Islamic State (IS)", isi laporan tersebut.

"Konflik telah menjadi proxy war multi sisi yang dikemudikan dari luar negeri oleh jaringan aliansi yang rumit ", katanya, menambahkan bahwa negara-negara besar "yang seolah-olah mendorong solusi damai untuk perang, sesungguhnya mereka malahan yang terus melakukan eskalasi militer."

Suriah tetap terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim menindak protes unjuk rasa dengan kebrutalan yang tak terduga.

Lebih dari 470.000 korban tewas dan lebih dari 10 juta menjadi pengungsi.

Penyelidik PBB mengatakan pasukan rezim dan sekutunya serta IS "sengaja" menargetkan rumah sakit di daerah yang tidak di bawah kendali mereka, menambahkan bahwa serangan ini "mengakibatkan sedikit atau bahkan hilangnya bantuan medis".

Rezim Assad dan serangan udara Rusia juga terus menyerang pasar, toko roti dan tempat-tempat bantuan kemanusiaan di daerah yang dikuasai oposisi, kata laporan tersebut.

"Serangan ke daerah penduduk berfungsi untuk menakut-nakuti warga sipil, bahkan menghapus jaminan keamanan. Serangan yang mendominasi berita utama ketika terjadi di Eropa, secara tragis merupakan serangan biasa di Suriah", tambahnya.

Komisi itu juga menegaskan kembali permintaan sebelumnya kepada Dewan Keamanan PBB untuk merujuk situasi di Suriah ke Mahkamah Pidana Internasional.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Turki Ragu Gencatan Senjata Suriah dan Ancam Tetap Bombardir Milisi PYD

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki mengatakan mereka tidak optimis tentang pelaksanaan gencatan senjata Suriah yang diumumkan oleh Amerika Serikat dan Rusia, dan mengancam untuk menjaga serangan artileri balasan terhadap pejuang Kurdi Suriah, lansir Aljazeera Selasa (23/02/2016).

"Saya menyambut gencatan senjata ini, tapi tidak terlalu optimis bahwa gencatan itu akan dihormati oleh semua pihak," kata Wakil Perdana Menteri Numan Kurtulmus kepada wartawan di Ankara, Selasa.

Dia memperingatkan bahwa Turki bisa melanjutkan penyerangan terhadap target kelompok bersenjata Unit Perlindungan Rakyat (YPG) Kurdi Suriah di dalam wilayah Suriah, dan "jika perlu" akan terus menyerang balik serangan yang masuk dari negara tetangga bahkan setelah gencatan senjata mulai berlaku pada tanggal 27.

"Turki akan mempertahankan integritas teritorialnya. Itu jelas," Kurtulmus menambahkan, seraya menunjukkan bahwa ia memiliki "reservasi" tentang kelangsungan gencatan senjata karena ia takut Rusia hanya akan melanjutkan pemboman udara di Suriah.

"Kami berharap bahwa tidak akan ada yang mencoba dan melakukan serangan udara dan bahwa tidak ada yang akan membunuh warga sipil selama gencatan senjata."

Turki khawatir dengan kemajuan pasukan YPG di Suriah utara, takut bahwa mereka berusaha menciptakan wilayah otonomi Kurdi di depan pintu Turki.

Ankara menuduh YPG, sayap bersenjata Partai Uni Demokrat Suriah (PYD), menjadi cabang Partai Pekerja Kurdistan (PKK) Suriah terlarang yang telah melakukan operasi bersenjata selama puluhan tahun terhadap negara Turki.

Ankara juga menuduh pasukan Kurdi Suriah bekerja bersama Rusia, yang sangat menentang tujuan strategis utama Ankara untuk mengusir Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Kesepakatan gencatan senjata diumumkan pada hari Senin (22/02/2016) oleh Moskow dan Washington, tetapi tidak berlaku untuk afiliasi Al Qaeda, Jabhah Nusrah dan  lainnya serta kelompok Islamic State (IS). (baca juga: AS dan Rusia Sepakati Gencatan Senjata Perang Suriah)

Pemerintah Suriah mengatakan akan menerima penghentian "operasi tempur" dan akan berkoordinasi dengan Rusia untuk memutuskan kelompok apa yang harus dikeluarkan dari rencana, seperti Jabhah Nusrah dan Islamic State (IS)

Komite Negosiasi Tinggi Oposisi Suriah (The Syrian Opposition High Negotiations Committee-HNC) – kelompok oposisi moderat utama yang terlibat dalam negosiasi – mengatakan akan menerima segala persyaratan, meskipun menyatakan pesimisme bahwa pemerintah Suriah akan menghormati tawar-menawar.

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam