Soal Gereja Santa Clara, FAPB Bekasi: Cabut Rekomendasi, Bukan Verikasi Ulang!

BEKASI (Jurnalislam.com) – FKUB Kota Bekasi yang diketuai oleh Abdul Manan dan Sekretaris Hasnul Kholid Pasaribu, mengeluarkan surat rekomendasi pendirian Gereja Katolik Paroki Santa Clara Bekasi Utara dengan nomor 109/REK.FKUB/1V/2015. Rekomendasi tersebut dikeluarkan setelah mempelajari surat yang diajukan oleh panitia pembangunan Gereja dan laporan hasil verifikasi dukungan warga.

Sementara tokoh ulama dan masyarakat Bekasi Utara seperti KH. Ishomudin Muchtar menolak keras pendirian gereja Katolik Paroki Santa Clara Bekasi Utara.

Buktinya pada hari Senin, 10 Agustus 2015, para tokoh dari berbagai elemen dan masyarakat Bekasi Utara turun melakukan demonstrasi guna memprotes rekomendasi yang dikeluarkan oleh FKUB tersebut.

Demonstrasi kekecewaan masyarakat Kota Bekasi pun pecah dan nyaris bentrok dengan aparat hingga akhirnya para demonstran melumpuhkan jalur utama A. Yani.

Kendati demikian, Walikota Bekasi dan Muspida tidak bergeming dengan kemarahan dan kekecewaan masyarakat Bekasi. Mereka hanya mempersilahkan verifikasi ulang dan menjadikan status quo selama dalam verifikasi.

Tentu yang diverifikasi adalah data yang sudah dianggap sah dan meyakinkan oleh mereka! Lain halnya jika keputusannya, pihak gereja diminta mengajukan kembali syarat-syarat pendirian gereja dari nol?

Maka, Front Anti Pemurtadan Bekasi (FAPB) berpendapat bahwa:

1. FKUB telah melakukan kesalahan mengeluarkan rekomendasi pendirian Gereja Santa Clara Bekasi Utara tanpa melibatkan tokoh-tokoh dan masyarakat kota Bekasi pada saat verifikasi hingga akhirnya mereka terpaksa berdemonstrasi di depan kantor Walikota Bekasi.

2. FKUB dalam mengeluarkan rekomendasi memaksakan diri dan tidak mengindahkan perasaan masyarakat muslim Bekasi, khususnya masyarakat muslim Bekasi Utara yang terganggu dengan adanya pendirian Gereja Santa Clara Bekasi Utara.

3. Sikap FKUB berkeras seolah telah berpijak pada aturan normatif dengan tanpa mempertimbangkan kearifan dan nilai budaya masyarakat Bekasi yang relijius yang peka terhadap masalah gereja dapat memicu keresahan dan melukai kenyamanan hidup masyarakat kota Bekasi.

4. Seharusnya Walikota Bekasi dan Muspida mendorong FKUB untuk mencabut rekomendasi pendirian Gereja Paroki Santa Clara Bekasi Utara nomor 109/REK.FKUB/1V/2015.

Bukan dengan verifikasi ulang!

Bekasi, 10/8/2015 Abu Al-Iz, Lc. (Ketua FAPB)

 

Sumber: Pers Rilis FAPB | Editor: Irfan | Jurnalislam

Lomba Baca Sirah Rasulullah Warnai Gelaran Islamic Book Fair Malang

MALANG (Jurnalislam.com) – Demi mempopulerkan kisah-kisah keteladanan Rosulullah Muhammad SAW, penerbit buku-buku Siroh Rasulullah, Sigma Daya Insani mengadakan lomba "Baca Sirah Rasulullah" dalam gelaran Islamic Book Fair Malang di aula Skodam Brawijaya Jalan Raya Tugu No 1 Malang, Senin (7/3/2016).

"Kita berkomitmen untuk mengenalkan keteladanan Rasul Muhammad SAW, makanya kita adakan lomba ini untuk tingkat TK/PAUD dan SD," terang Hilda, supervisor Sigma Daya Insani kepada Jurnalislam.

Lebih lanjut Hilda berharap tercapainya misi satu anak satu buku sirah. “Sehingga setiap anak bisa mencintai Rosulullah saw. Barang siapa mencintai Rosulullah maka kelak dia akan bertemu dan berkumpul dengan beliau di surge," kata Hilda mengutip sebuah hadist.

Sementara itu, Anas Farhan peserta dari SD Islam Al Um Malang mengungkapkan kegembiraannya meski belum menang sebagai juara lomba kali ini.

"Seneng..semangat, karena hanya dua orang dari SD saya," ucap Anas murid kelas 2.

Hasil lomba kali ini langsung dibacakan setelah panitia membatasi 22 peserta tampil, karena waktu yang diberikan hanya dua setengah jam.

Untuk juara 1 kategori tingkat TK/PAUD di raih Silfia dari TK Restu Malang, sementara untuk kategori tingkat SD diraih Sahwa dari SD Islam Al Um Malang.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

 

Dibangun Dekat Pesantren, FUI Kota Bekasi Wajarkan Umat Islam Tolak Gereja Santa Clara

BEKASI (Jurnalislam) – Ketua Forum Umat Islam (FUI) Kota Bekasi, ustadz Bernard Abdul Jabar mewajarkan pembangunan Gereja Santa Clara ditolak keras warga Bekasi. Sebab, Gereja yang disebut-sebut akan menjadi gereja terbesar di Asia Tenggara itu akan dibangun di dekat sebuah pesantren di Bekasi Utara.

“Yang kedua, menyangkut kearifan lokal, Bekasi sebagian besar penduduknya muslim. Dan yang ketiga, izinnya masih bermasalah, penipuan tanda tangan, pemalsuan KTP dan sebagainya,” ungkap ustadz Bernard kepada wartawan, Senin (7/2/2016).

Ia juga membantah keterkaitan aksi ribuan umat Islam itu dengan HUT Kota Bekasi dan pertemuan OKI di Jakarta.

“Ini adalah murni perjuangan kita untuk menolak izin pembangunan Gereja Santa Clara, gak ada sangkut pautnya dengan HUT Kota bekasi itu masih lama, apa lagi pertemuan OKI, pertemuan OKI kan di Jakarta, gak ada hubungannya sama sekali,” tegasnya.

Dalam aksi itu, umat Islam mencabut papan IMB dan menyegel lokasi didirikannya gereja Santa Clara. Selain mendesak pemkot Bekasi untuk mencabut izin pendiriannya, umat Islam juga meminta Walikota untuk bertaubat karena mengizinkan pendirian gereja tersebut.

Reporter: Zul | Editor: Irfan | Jurnalislam

Izinkan Gereja Santa Clara, Umat Islam Bekasi Minta Walikota Bertaubat

BEKASI (Jurnalislam) – Ribuan umat Islam Bekasi yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Umat Islam Bekasi mendatangi kantor Wali Kota Bekasi Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Senin (7/2/2016). Mereka menolak  pembangunan Gereja Santa Clara di Kelurahan Harapan Baru, Bekasi Utara.

Mewakili massa umat Islam, tokoh masyarakat Bekasi KH Qosim Nursehah meminta Walikota Bekasi untuk bertaubat karena telah memberi izin pembangunan Gereja yang disebut-sebut akan menjadi gereja terbesar di Asia Tenggara itu.

“Saudara Walikota Bekasi jika anda mengaku muslim bertobatlah kepada Allah SWT selagi pintu tobat masih terbuka, bertobatlah kepada Allah SWT. Jika kamu tidak bertobat, siksa neraka buatmu, kita doakan saudara Pepen ini diberi taufik dan hidayah, sehingga bertobat sekaligus mencabut izin Gereja Santa Clara,” ujarnya.

Aksi yang dimulai sejak pagi itu juga diwarnai dengan pencabutan papan IMB dan penyegelan lokasi didirikannya gereja tersebut.

Reporter: Zul | Editor: Irfan | Jurnalislam

Bendung Gerakan LGBT, HTI Bima Gelar Mudzakarah Tokoh Umat

BIMA (Jurnalislam.com) – Menyikapi eksistensi Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) kian berani menampakkan diri ke publik khususnya di Bima, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Bima mengadakan Mudzakarah Tokoh Umat, pada Ahad (6/3/2016) di Aula Kantor Yayasan Islam, Jln Soekarno-Hatta Kota Bima.

Sejumlah narasumber dari tokoh medis, tokoh agama dan aparat pemerintahan hadir dalam acara bertema Membendung Bahaya LGBT ini dan dibuka oleh Wakil Walikota Bima.

Ketua Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Bima, Ustadz Muhammad Ayyubi mengatakan, kegiatan digelar sebagai bentuk kepedulian dan atensi HTI sebagai wakil elemen masyarakat. Selain itu, ingin menyampaikan bahwa LGBT ternyata ada disini, disekitar masyarakat mengancam moral generasi.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin mendorong pemerintah bersikap tegas lagi terhadap keberadaan LGBT,” katanya sebagaimana dilansir Kahaba.

Ditegaskan ustadz Ayyubi, seluruh ahli kesehatan sepakat jika LGBT merupakan penyakit dan penyimpangan perilaku yang membahayakan. Dalam aspek kesehatan, sebuah data merilis ada 50 ribu orang terinveksi HIV Tahun 2010. Dua pertiga dari jumlah itu merupakan LGBT. Data Tahun 2010 ini naik 20 persen bila dibandingkan pada tahun 2008.

“LGBT saat ini bukan lagi perilaku individu melainkan sudah menjadi sebuah gerakan global yang terorganisir,” ungkapnya.

Gerakannya kata dia, melalui berbagai cara. Seperti masuk melalui jalur akademik, lahirnya lembaga pro LGBT, propaganda lewat advokasi, konsultasi, film, aksi lapangan, seni, dan media massa.

“Kampanye dilakukan secara massif dengan dukungan dana dari asing. Mereka sering menggunakan HAM sebagai tameng. Tujuannya agar negara mengakui keberadaan mereka,” terangnya.

Sementara Wakil Walikota Bima, H A Rahman dalam sambutannya menegaskan bahwa semua agama sepakat menolak eksistensi LGBT. Justru Ia heran di negara mayoritas Islam malah diterima. Padahal LGBT merupakan penyakit.

“Mereka harus kita sadarkan. Keluarga kita harus diberikan penyadaran. Jangan sampai turun adzab. Apalagi negara kita menganut demokrasi yang sering kebablasan,” paparnya.

Menurutnya, memang harus ada kelompok dan segolongan orang yang mengingatkan bahaya LGBT. Sebab, sudah banyak contoh laknat Allah terhadap pelaku LGBT. Seperti zaman Nabi Luth dan zaman kekinian di Italya.

“Sisa penggalian arkeolog memperlihatkan bukti azab tersebut sebagai pelajaran bagi manusia,” ujarnya.

Kampanye LGBT dinilainya begitu massif bahkan melalui smarphone dan android tanpa disadari. Karena itu, Ia mengajak masyarakat agar peduli dan membangun ketahanan rumah tangga serta keluarga. Peran tokoh agama juga diharapkan untuk memberi pencerahan kepada masyarakat.

“Kita tidak benci orangnya, tetapi kita membenci tindakan dan penyimpangan perilakunya. Kita sepakat mereka ini punya penyakit dab harus diobati,” tandasnya.

Reporter: Sirath | Editor: Ally Muhamma Abduh | Jurnalislam

 

Taliban Targetkan Komandan Arbaki di Takhar, 4 Milisi Tewas

TAKHAR (Jurnalislam.com) – Sedikitnya empat milisi Arbaki tewas dalam pertempuran sengit di provinsi Takhar utara Afghanistan, menurut laporan Al-Emarah News, Ahad (06/03/2016).

Dikatakan pertempuran pecah di distrik Darqad provinsi Takhar Ahad pagi dan berlangsung selama tiga jam di mana empat musuh tewas dan komandan mereka, Raza, dalam kondisi kritis karena terluka. Sebuah kendaraan musuh ditembak dan dihancurkan dalam operasi itu.

Sejumlah musuh berhasil melarikan diri setelah berjam-jam pertempuran, sementara daerah sepenuhnya di tangan Mujahidin sekarang.

Tiga Mujahidin dilaporkan telah terluka dalam pertempuran hari Ahad.

Semetara pos pemeriksaan polisi yang terletak di daerah Tangano Godar distrik Nawa berada di bawah serangan Mujahidin pada pukul 01:00 pagi waktu setempat hari Ahad di tengah operasi militer tahunan 'Azm' yang sedang berlangsung.

Serangan menggunakan senjata berat dan ringan tersebut berlangsung selama dua jam. Akibatnya  pos benar-benar dikuasai dan pasukan bersenjata bayaran terpaksa melarikan diri dan meninggalkan mayat 8 kawannya.

2 senapan mesin PKM, peluncur RPG, 2 senapan AK, senapan mesin peluncur granat dan sejumlah besar peralatan militer lainnya disita.

Pasukan bala bantuan yang datang mendekati tkp juga terlibat dalam pertempuran jarak dekat, dan kemungkinan besar musuh menderita kerugian lebih banyak.

 

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam

Mujahidin Suriah Gempur Basis Komunis YPG di Aleppo dengan 70 Roket Lebih

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR), sebuah kelompok pemantauan perang yang berbasis di Inggris, mengatakan pada hari Ahad (06/03/2016) lebih dari 70 roket dan mortir ditembakkan oleh faksi faksi jihad Suriah, termasuk Jabhah Nusrah ke basis YPG di Aleppo, lansir Aljazeera Ahad.

Kantor berita SANA yang dikelola rezim Suriah mengatakan bahwa serangan hari Ahad, menewaskan 9  orang dan melukai sedikitnya 40 orang, terjadi di Sheikh Maqsud, yang telah diserang selama beberapa hari.

Sedikitnya 135 orang tewas dalam pekan pertama gencatan senjata di Suriah di wilayah yang masuk lingkup perjanjian Washington dan Moskow dan 552 orang tewas di daerah yang tidak tercakup oleh gencatan senjata, menurut sebuah kelompok pemantau SOHR.

Seluruh afiliasi Al Qaeda seperti Jabhah Nusrah dan sekutunya dikecualikan dari gencatan senjata oleh AS dan Rusia.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

ECR dan Warung Ikhlas Kembali Gelar Baksos di Lokasi Longsor Karanganyar

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Tim Emergency And Crisis Response (ECR) bersama Warung Murah dan Warung Ikhlas "Melangkah Dengan Sedekah" kembali mengadakan Aksi Peduli Sesama kepada korban bencana tanah longsor di Dusun Pengkok dan Dusun Pondok Desa Beruk Jatioso Karanganyar, Ahad (6/3/2016).

"Kami memang telah dua kali ini terjun ke tempat ini, yang pertama pada tanggal 21 di bulan lalu dan yang kedua hari ini," ungkap Joko Kebab, ketua Warung Ikhlas.

"Tujuan kami satu, berbagi untuk berdakwah ke sesama" tambahnya.

Bencana tanah longsor yang terjadi satu bulan lalu itu mengakibatkan 3 Dusun terisolir karena kedua jembatan yang menghubungkan ke tiga Dusun tersebut hilang terkena longsoran tanah.

ECR mengelar pelayanan pengobatan massal dengan metode Thibun Nabawi dan medis, sedangkan Warung Murah dan Warung Ikhlas membagikan 500 nasi bungkus.

Terputusnya akses menuju lokasi sempat membuat tim harus berjalan kaki sepanjang setengah kilometer.

"Baksos kali ini membuat kami agak repot, karena jembatan putus sehingga kami harus meninggalkan mobil kami dan berjalan kaki kurang lebih 400 meter baru kita dinaikan mobil pick-up punya penduduk yang masih terjebak di lokasi," ungkap M. Ridwan ketua ECR.

"Pada Baksos kali ini kami hanya bisa melayani kurang lebih 82 pasien medis, sebab sulitnya medan sehingga waktu banyak terbuang di perjalanan," imbuhnya.

Perwakilan warga mengumumkan kedatangan tim melalui pengeras suara masjid. Puluhan warga pun berbondong-bondong mendatangi pos lokasi baksos.

"Maturnuwun atas kehadiran bapak-bapak dan ibu-ibu semua semoga menjadi amal jariyah bagi panjengan semua," tutur H. Sutarno Takmir Masjid setempat.

"Mohon maaf kalau dalam penyambutan kurang berkenan, semoga tidak kapok di lain hari," tambah guru bahasa jawa di SMPN 1 Tawangmangu itu.

Baksos yang dibantu tiga dokter tersebut berlangsung hingga Ashar. Tim pun bergegas kembali karena hujan lebat mengguyur di lokasi yang dikhawatirkan akses kembali tertutup longsoran susulan.

Reporter: Riyanto | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Tutupi Pemberitaan Eksekusi Mumtaz Qadri, Kantor-kantor Media Pakistan Diserang Massa

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Para pengunjuk rasa pada hari Jumat (04/03/2016) menyerang kantor beberapa surat kabar Pakistan dan saluran televisi untuk memprotes kegagalan media meliput pemakaman mantan komando polisi yang dihukum mati awal pekan ini karena membunuh gubernur Punjab, Anadolu Agency melaporkan, Ahad (06/03/2016).

Pada tahun 2011, Malik Mumtaz Hussain Qadri, seorang anggota pasukan polisi elit, menembak Salman Taseer seorang politisi liberal, gubernur provinsi Punjab di timur laut Pakistan saat itu, di ibukota Islamabad. 

Qadri menembak Taseer 28 kali setelah Tasser melindungi seorang penghujat Nabi Muhammad Saw.

Pada hari Selasa (01/03/2016), Qadri dieksekusi di sebuah penjara dengan keamanan tinggi, eksekusi tersebut memicu protes di seluruh negeri, sehingga pemakamannya di Rawalpindi dihadiri oleh sekitar 500.000 orang lebih.

Qadri dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan anti-teror pada bulan Oktober 2011. Menyusul upaya mengajukan banding yang ditolak oleh pengadilan yang lebih tinggi pada tahun 2015.

Kebanyakan media Pakistan, terutama saluran televise lokal mengabaikan siaran pemakaman Qadri dan protes masyarakat yang terkait peristiwa tersebut, namun diliput dari dekat oleh media internasional.

Kurangnya liputan lokal dilaporkan karena perintah yang dikeluarkan oleh otoritas pengawas media Pakistan, yang meyakini bahwa liputan pemakaman bisa memicu kekerasan.

Massa yang marah pada hari Jumat menyerang kantor Aaj TV dan Abb Takk TV di Karachi dan Faisalabad, sementara wartawan di Press Club of Hyderabad dipukuli dan kendaraan yang diparkir di luar dihancurkan.

Di Lahore, juga, massa bersenjata tongkat menyerang wartawan – melukai beberapa dari mereka – sementara kendaraan satelit milik Express dan Dunya TV hancur.

Uni Federal Jurnalis Pakistan (Pakistan’s Federal Union of Journalists-PFUJ), sebuah kelompok payung dari beberapa organisasi media, mengutuk serangan di hari Jumat tersebut, dengan alasan bahwa wartawan tidak bisa disalahkan untuk "sensor" Negara.

Setelah Perdana Menteri Nawaz Sharif memerintahkan tindakan tegas akan diambil terhadap penyerang, polisi dikerahkan di luar klub pers dan kantor-kantor surat kabar dan saluran televisi di seluruh negeri.

Pakistan adalah salah satu negara paling berbahaya di dunia bagi wartawan. Sejak tahun 2000, sekitar 100 wartawan telah tewas – banyak dari mereka dibunuh di provinsi Baluchistan, di mana pemberontak separatis mengkritik liputan konflik media.

Penghujatan adalah masalah yang sangat sensitif di Pakistan, di mana dalam beberapa tahun terakhir banyak dari mereka yang dituduh melakukan pelanggaran tersebut telah digantung oleh massa yang marah – baik Muslim maupun non-Muslim.

Kelompok-kelompok HAM mengatakan hukuman bagi penghujat harus di hapus, dengan alasan  karena mereka mengatakan hukum itu sering dimanfaatkan untuk menargetkan kelompok tertentu.

Namun para pendukung hukum mengatakan perlu untuk mencegah orang melaksanakan eksekusi hukum dengan tangan mereka sendiri.

Pada tahun 2014, beberapa orang Kristen secara terbuka digantung oleh massa di Lahore karena telah membuat komentar menghina Nabi Muhammad Saw.

Saat ini, hampir 600 kasus dugaan penghujatan tertunda dalam sistem pengadilan Pakistan.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Mesir dan Perancis Gelar Latihan Militer Bersama di Mediterania

KAIRO (Jurnalislam.com) – Mesir dan Perancis pada hari Ahad 06/03/2016) mulai melakukan latihan perang bersama di Mediterania di mana pesawat tempur Rafale Prancis yang dibeli oleh Kairo tahun lalu ikut ambil bagian, kata tentara Mesir, World Bulletin melaporkan Ahad.

Latihan militer dan angkatan laut Ramses 2016 diadakan di lepas pantai kota Mediterania, Alexandria, dan diperkirakan berlangsung selama beberapa hari, militer mengatakan pada halaman Facebook-nya.

Paris mengumumkan manuver Selasa tersebut dan mengatakan kapal induk Perancis Charles de Gaulle, yang digunakan untuk meluncurkan serangan udara di Suriah dan Irak, juga akan ambil bagian.

Latihan ini ditujukan untuk "berbagi keahlian kami dengan militer Mesir … salah satu mitra utama kami di Timur Tengah," kata kementerian pertahanan Prancis pada saat itu.

Tentara Mesir mengatakan sebuah kapal multi-misi Prancis yang dibeli oleh Kairo tahun lalu juga akan ambil bagian dalam latihan bersama dengan jet tempur Rafale dan pesawat tempur F-16.

Pada 2015, Kairo menandatangani kesepakatan miliaran euro untuk membeli 24 pesawat tempur Rafale dari Perancis, yang enam diantaranya telah dikirim.

Pada tanggal 19 Desember, pembawa Charles de Gaulle mengambil komando di Teluk dalam kontingen angkatan laut yang beroperasi sebagai bagian dari koalisi internasional.  

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam