Taliban Akhirnya Tolak Rencana Pembicaraan Damai dengan Rezim Kabul

KABUL (Jurnalislam.com)Imarah Islam Afghanistan (Taliban) pada hari Sabtu (05/03/2016) mengumumkan penolakan mereka untuk berpartisipasi dalam pembicaraan damai yang ditunggu-tunggu dengan rezim Afghanistan akibat tidak dipenuhinya beberapa prasyarat, menurut sebuah pernyataan yang dirilis oleh Imarah Islam, Anadolu Agency melaporkan, Ahad (06/03/2016).

Meskipun pembicaraan damai langsung dijadwalkan berlangsung mulai pekan depan, Taliban mengatakan mereka tidak akan berpartisipasi selama pasukan asing pimpinan AS tetap ada di tanah Afghanistan. (baca juga: Ringkasan Pernyataan Perwakilan Imarah Islam Afghanistan pada Konferensi Doha)

"Imarah Islam Afghanistan sekali lagi menegaskan bahwa kecuali pendudukan Afghanistan berakhir … dan tahanan dibebaskan, negosiasi yang sia-sia dan menyesatkan seperti ini tidak akan berhasil," Taliban menyatakan.

Imarah Islam melanjutkan keputusannya untuk menahan diri mengambil bagian dalam negosiasi langsung karena masih adanya penyebaran berkelanjutan pasukan AS di Afghanistan, serangan udara terus menerus oleh pasukan pimpinan AS, dan ekspansi terbaru operasi militer oleh pemerintah rezim Afghanistan.

Taliban juga menegaskan bahwa mereka telah keluar dari lingkaran sejak Koordinasi Kelompok Segiempat (the Quadrilateral Coordination Group-QCG) – yang terdiri dari AS, China, Pakistan dan Afghanistan – mulai mengadakan pembicaraan awal bulan lalu bertujuan untuk memulai kembali perundingan perdamaian.

"Dari awal, kantor politik Imarah Islam belum pernah diberitahu tentang [perkembangan mengenai] pembicaraan," kata Taliban. (baca juga: Taliban: Tidak Ada Undangan Pembicaraan Damai)

Para pejabat Afghanistan, termasuk Presiden Ashraf Ghani, telah berulang kali mengesampingkan prasyarat yang ditetapkan Taliban untuk pembicaraan damai.

Akhir bulan lalu, QCG mengadakan pertemuan keempat di Kabul untuk mempersiapkan dimulainya kembali pembicaraan langsung antara pemerintah Afghanistan dan Taliban serta Hezbi Islami, yang dipimpin oleh Gulbiddin Hekmatyar.

Pada pertemuan QCG 6 Februari di Islamabad, peserta menyepakati rencana untuk dimulainya kembali pembicaraan, yang ditangguhkan setelah Taliban tahun lalu mengumumkan wafatnya Syeikh Mullah Muhammad Umar.

Pernyataan terbaru Taliban keluar hanya beberapa hari sebelum putaran pertama perundingan tatap muka yang dijadwalkan untuk dimulai di Islamabad.

Baca juga:

Pembicaraan Damai Rezim Kabul dan Taliban Diharapkan pada Akhir Februari

Rezim Kabul, China, Pakistan dan AS Undang Taliban Pembicaraan Damai pada Bulan Maret

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Anshar Dine Lakukan Empat Serangan di Mali

MALI (Jurnalislam.com) – Anshar Dine, sebuah pasukan jihad Tuareg untuk Al Qaeda di Maghreb Islam (AQIM), mengaku melakukan empat serangan baru-baru ini di Mali. Sebagian besar serangan terjadi di bagian utara negara Afrika Barat, tetapi satu serangan terjadi di wilayah Segou yang lebih aman di tengah Mali.

Seperti yang dilansir The Long War Journal Sabtu (05/03/3016), Anshar Dine mengatakan serangan di salah satu pernyataan yang pertama kali dirilis oleh media – Al Rimaah Media – yang kemudian diterjemahkan oleh Kelompok Intelijen SITE.

Di wilayah utara Kidal, Anshar Dine mengaku meledakkan bom rakitan ke arah tiga kendaraan pasukan PBB di dekat Aguelhok, Tesslitnear dan Kidal. Kelompok jihad tersebut juga mengaku menargetkan sebuah kamp militer PBB di Kidal dengan roket.

Lebih jauh ke selatan di wilayah Segou, Anshar Dine mengaku "menyerang sebuah pos pemeriksaan tentara Mali di daerah Macina, mengakibatkan sejumlah tentara tewas dan terluka." Media lokal melaporkan empat mujahidin menyerang sebuah pangkalan polisi di kota, sementara yang lain melaporkan bahwa serangan itu mengakibatkan empat kendaraan rusak dan beberapa diambil. Serangan, yang merupakan salah satu serangan jauh ke selatan tahun ini, kemungkinan dilakukan oleh pasukan Fulani Anshar Dine, Gerakan Pembebasan Macina (the Macina Liberation Movement).

Menurut data yang dikumpulkan oleh The Long War Journal, telah ada setidaknya 40 serangan al-Qaeda di Mali dan Burkina Faso sejak Januari. Sebagian besar terjadi di bagian utara Mali, namun, beberapa terjadi di bagian selatan negara.

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Lagi, Pos Militer Strategis Afghanistan Diserang Taliban, 27 Pasukan Tewas

HELMAND (Jurnalislam.com) – Sebuah pos militer strategis yang terletak di wilayah Shno Gombato desa Balouchano di pinggiran ibukota Lashkar Gah diserang dengan serangan skala besar sekitar pukul 11.30 WIB tadi malam di tengah operasi militer tahunan 'Azm' yang sedang berlangsung, Al Emarah News melaporkan, Sabtu (05/03/2016).

Serangan menggunakan senjata berat dan ringan berlangsung hingga pukul 03:00 waktu setempat hari Sabtu. Sebagai hasilnya seluruh basis diserbu, sisa pasukan musuh melarikan diri meninggalkan mayat 27 orang rekannya.

APC milik musuh, artileri SPG-9, tabung mortir, senapan mesin berat DShK, 9 senapan mesin AS, 16 senapan AS, 2 peluncur RPG, senapan sniper AS, 5 kendaraan penuh amunisi dan sejumlah besar peralatan lainnya disita.

Hanya 2 Mujahidin yang terluka dalam seluruh operasi, segala puji bagi Allah.

Serangan ini terjadi pada malam yang sama dengan saat Mujahidin menyerbu pos pemeriksaan utama lainnya di distrik Nad Ali, menewaskan 9 orang bersenjata dan merebut peralatan militer.

Kemudian laporan juga datang di hari yang sama dari kabupaten Sang-e-Atish mengatakan bahwa konvoi musuh yang tiba di daerah Mubarak Shah sekitar 6 minggu sebelumnya masih berbasis di daerah tersebut dan diserang Mujahidin.

Laporan mengatakan bahwa musuh melancarkan serangan pada posisi Mujahidin kemarin malam, memicu bentrokan berat. Pertempuran dengan senjata berat dan ringan terjadi. APC juga hancur berkeping-keping akibat terkena ranjau darat.

Musuh mundur dari daerah itu setelah 7 orang termasuk komandan batalion Pasukan Reaksi Cepat – Ibrahim – tewas dan 14 orang bersenjata lainnya terluka, pejabat mengatakan menambahkan bahwa 2 Mujahidin juga terluka dalam pertempuran itu.

Rincian lebih lanjut akan diperbarui kemudian.

 

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam

Israel Cegah Delegasi Belgia Memasuki Palestina

GAZA (Jurnalislam.com) – Zionis menolak delegasi enam anggota parlemen Belgia masuk ke Jalur Gaza yang diblokade untuk mengunjungi LSM lokal pada Rabu pekan ini, Palestine News Network  melaporkan, Sabtu (05/03/2016).

Delegasi yang mewakili beberapa partai politik yang berbeda di Belgia, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu bahwa mereka sebelumnya telah mengatur kunjungan dengan Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (the United Nations Relief and Works Agency-UNRWA).

Mereka berharap untuk bertemu dengan organisasi masyarakat sipil dan melakukan observasi lapangan di daerah yang terkepung oleh zionis atas permintaan parlemen Belgia

Setelah ditolak, para anggota parlemen mengkritik kebijakan Israel yang ilegal dan bertentangan dengan konvensi internasional. Mereka juga mengatakan bahwa Israel kemungkinan mencoba menyembunyikan sesuatu, dan mengatakan mereka telah memberitahu pemerintah Belgia atas situasi yang tidak dapat diterima tersebut.

"Israel tidak memiliki hak untuk bertindak sedemikian rupa yang melanggar konvensi internasional," kata anggota parlemen dalam pernyataan mereka.

Awal tahun ini, Belgia menjanjikan € 2.450.000 ($ 2.600.000 = Rp 34.060.000.000) untuk UNRWA "dalam mendukung badan layanan untuk pengungsi Palestina di wilayah Palestina yang dijajah Israel tersebut."

 

Deddy | PNN | Jurnalislam

Pemimpin Oposisi Sudan Syeikh Hassan al-Turabi Wafat

SUDAN (Jurnalislam.com) – Politisi Sudan yang terkenal Hassan al-Turabi, seorang veteran yang membentuk Partai Kongres Populer (the Popular Congress Party-PCP), telah meninggal dunia di Khartoum pada usia 84, Aljazeera melaporkan, Sabtu (05/03/2016).

TV Omdurman yang dikelola negara mengatakan bahwa pemimpin PCP tersebut meninggal pada hari Sabtu di Rumah Sakit Internasional Perawatan Kerajaan (the Royal Care International Hospital) di ibukota Sudan.

Turabi memainkan peran kunci dalam kudeta 1989 yang berhasil mengangkat Presiden Omar al-Bashir.

Al Bashir terjatuh keluar 10 tahun kemudian dan Turabi menjadi salah satu kritikus yang paling sengit, dan membentuk PCP.

Turabi adalah satu-satunya politisi Sudan yang mendukung surat perintah penangkapan Bashir oleh Mahkamah Pidana Internasional (the International Criminal Court-ICC) atas tuduhan kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida atas perilaku rezim saat konflik di Darfur.

Dia ditahan beberapa kali selama karir politiknya, termasuk pada bulan Januari 2009, hanya dua hari setelah ia mendesak Bashir untuk menyerah kepada ICC.

Turabi memperoleh gelar master hukum dari London dan gelar doktor dari Universitas Sorbonne di Paris.

Dia berbicara bahasa Inggris, Perancis dan Jerman dengan lancar serta Arab.

 

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

687 Orang Tewas dalam Seminggu Gencatan Senjata Parsial Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sebanyak 135 orang tewas dalam pekan pertama gencatan senjata di Suriah di wilayah yang masuk lingkup perjanjian penghentian perperangan dan 552 orang tewas di daerah yang tidak tercakup oleh gencatan senjata, menurut sebuah kelompok pemantau, lansir Aljazeera, Sabtu (05/03/3016).

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) mengatakan pada hari Sabtu saja bahwa sedikitnya 45 oposisi moderat, serta 32 warga sipil, termasuk tujuh anak, berada di antara korban tewas.

Kemudian 25 tentara rezim Bashar al-Assad serta 27 pasukan milisi Kurdi Suriah juga tewas.

SOHR yang berbasis di Inggris memonitor perang global lima tahun di negara itu, yang secara keseluruhan telah menewaskan lebih dari 270.000 orang dan mengakibatkan jutaan pengungsi.

Bantuan kemanusiaan pada hari Jumat mencapai daerah dekat ibukota Suriah, Damaskus, di mana pertempuran telah terjadi di antara kelompok oposisi dan pasukan rezim Nushairiyah, dan kelompok oposisi mengatakan tidak cukup bantuan yang mereka dapatkan.

Mengambil keuntungan dari jeda pertempuran, konvoi bantuan makanan dan perlengkapan lainnya untuk 20.000 orang meninggalkan Damaskus menuju distrik Timur Ghouta di timur, kata Jens Laerke, juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan.

PBB memperkirakan bahwa ada hampir 500.000 orang yang hidup di bawah pengepungan rezim, dari total 4,6 juta yang sulit dijangkau dengan bantuan.

Di tempat lain, didukung oleh gencatan senjata, pengunjuk rasa di daerah yang dikuasai oposisi turun ke jalan untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun untuk unjuk rasa menentang rezim di bawah slogan "Revolusi Berlanjut!" , di Aleppo, Damaskus, Deraa dan Homs menyerukan kejatuhan Presiden Assad.

Menteri asing global – dengan hati-hati memuji "kemajuan nyata" gencatan senjata, mengatakan bahwa fokus sekarang adalah meyakinkan semua pihak untuk kembali ke perundingan perdamaian yang ditengahi PBB di Swiss yang sementara ditetapkan untuk Rabu depan.

"Kami ingin cepat kembali ke negosiasi di Jenewa, tapi dua syarat harus dipenuhi: akses bagi semua warga Suriah untuk bantuan kemanusiaan, dan rasa hormat penuh terhadap gencatan senjata," Jean-Marc Ayrault, menteri luar negeri Perancis, mengatakan pada pertemuan di Paris pada hari Jumat yang diadakan untuk membahas gencatan senjata.

 

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

 

AQAP Gelar Tabligh Akbar Ajak Penduduk Mukallah Bergabung dengan Anshar Syariah

YAMAN (Jurnalislam.com) – Media yang dijalankan oleh Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) merilis puluhan gambar baru dari kota Mukallah, ibukota provinsi timur Yaman Hadhramaut. Kota ini penuh dalam kendali AQAP sejak awal April 2015. Foto, terlihat di bawah, menunjukkan mujahidin menyelenggarakan Tabligh Akbar, dalam mengajak dan merekrut masyarakat.

Seperti yang dilansir The Long War Journal Jumat (04/03/2016), AQAP membuka Twitter baru untuk lembaga berita Al Ather pada bulan Januari. Twitter ini dimaksudkan untuk memberitakan pemerintahan Anshar al Syariah, penegakan hukum syariah, dan kegiatan sosial lainnya di daerah penduduk yang dikuasai AQAP sejak tahun lalu. Anshar al Syariah adalah sebuah nama yang digunakan oleh AQAP untuk memperkenalkan diri pada penduduk setempat.

Dengan memberikan  pemahaman tentang pentingnya hukum syariah kepada masyarakat, pemimpin dan anggota AQAP berharap untuk mengajak lebih banyak kaum Muslim.

Pada tanggal 23 Januari, Al Ather mulai menerbitkan foto dan video karya Anshar al Syariah. Media AQAP ini terus menghasilkan konten berkualitas tinggi sejak saat itu, termasuk foto-foto pertemuan di Mukallah.

Secara luas diyakini bahwa al Qaeda adalah organisasi jihad Global yang berfokus pada tegaknya Syariat serta serangan profil tinggi pada musuh-musuh Barat (AS dan sekutunya). Cabang Al Qaeda ini memfokuskan sebagian besar perjuangannya untuk mengobarkan perlawanan di seluruh Afrika dan Timur Tengah. Dan membangun hubungan baik kepada masyarakat muslim dan dukungan rakyat untuk mencapai keberhasilan.

Gambar yang dirilis dari Mukallah tersebut sekarang sudah menjadi pemandangan yang biasa. Acara sejenis telah diselenggarakan di Libya, Suriah dan di tempat lain.

Tujuan Al Qaeda adalah untuk menanamkan Aqidah Islam mereka dalam populasi masyarakat muslim di dunia. AQAP menggunakan peristiwa seperti di Mukallah untuk meyakinkan generasi baru agar percaya bahwa Al Qaeda mewakili dan bagian dari mereka dan Islam.

Ini adalah salah satu penyebab mengapa negara-negara Barat dan sekutu mereka mengalami perang panjang melawan Al Qaeda, karena mereka tidak memahami ini.

Berikut adalah gambar-gambar yang dirilis oleh Al Ather dari acara di Mukallah, yang dimulai awal bulan ini dan berlangsung setidaknya dua hari. Dua dari foto menunjukkan Khalid al Batarfi, seorang veteran al Qaeda yang dibebaskan dari penjara Yaman tahun lalu, memberikan ceramah di layar lebar. Kata-kata "O Aqsha, Kami Datang,” merujuk ke pembebasan Yerusalem (Palestina), dapat dilihat pada banner al Qaeda di panggung utama.

 

Deddy |TLWJ | Jurnalislam

Pengadilan Turki akhirnya Penjarakan Dua Orang atas Kematian Aylan Kurdi

TURKI (Jurnalislam.com) – Dua warga Suriah telah dijatuhi hukuman empat tahun penjara atas kecelakaan perahu yang merenggut hidup balita Suriah, Aylan Kurdi, melambangkan penderitaan pengungsi Suriah yang putus asa ke seluruh dunia, lansir World Bulletin, Jumat (04/03/2016).

September lalu, bocah Kurdi 3 tahun tersebut adalah salah satu dari 14 pengungsi Suriah yang berada di atas perahu, termasuk delapan anak-anak, yang tubuh tak bernyawanya terdampar di pantai dekat resor Bodrum Turki, di provinsi Aegean Mugla Turki, setelah perahu mereka tenggelam dalam perjalanan ke pulau-pulau Aegean di Yunani.

Pengadilan Pidana Tinggi Bodrum menghukum dua warga Suriah, Muwafaqah Alabash dan Asem Alfred, penyelundup migran dalam kecelakaan mematikan dengan tuduhan "menyebabkan kematian karena kelalaian yang disengaja."

Provinsi di Aegean Turki – Canakkale, Balikesir, Izmir, Mugla dan Aydin – adalah titik-titik utama untuk pengungsi yang berangkat ke Uni Eropa, dengan banyaknya pulau-pulau Yunani yang terhampar sepanjang pantai Turki.

Tahun lalu, ratusan ribu pengungsi melakukan perjalanan singkat namun berbahaya untuk mencapai wilayah utara dan barat Eropa dalam mencari kehidupan yang lebih baik.

Dari lebih dari 1,1 juta pengungsi yang tiba di Uni Eropa tahun lalu, lebih dari 850.000 tiba melalui laut ke Yunani dari Turki, menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi (the International Organization for Migration-IOM). Selama tahun ini, 805 orang tewas di Aegean.

Rata-rata dua anak tenggelam setiap hari sejak September 2015 saat keluarga mereka mencoba untuk menyeberangi Laut Tengah bagian timur, dan jumlah kematian anak meningkat, menurut IOM, UNHCR, dan UNICEF.

Sejak September lalu, lebih dari 340 anak-anak, banyak dari mereka bayi dan balita, telah tenggelam di Mediterania timur.

Baca juga:

Erdogan: Dunia Barat Harus Bertanggung Jawab atas Tragedi Aylan Bersaudara

Aylan Kurdi, Balita yang Mengguncang Dunia dalam Kenangan Polisi Turki

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Lagi, Pasukan Israel Hancurkan Puluhan Rumah dan Sekolah Palestina di Tepi Barat

TEPI BARAT (Jurnalislam.com) – Pasukan penjajah Israel menghancurkan puluhan bangunan termasuk sebuah sekolah di utara Tepi Barat pekan ini, menyebabkan 10 keluarga kehilangan tempat tinggal, kata PBB, Jumat (04/03/2016), lansir World Bulletin.

Penghancuran berlangsung pada hari Rabu di Desa Khirbet Tana, selatan Nablus di Tepi Barat utara.

Secara total, 41 bangunan hancur, menggusur 36 warga Palestina termasuk 11 anak-anak, kata badan kemanusiaan PBB dalam sebuah pernyataan.

Zionis secara teratur menghancurkan rumah yang mereka klaim dibangun tanpa izin dari penjajah Israel.

Palestina dan pendukung mengatakan bahwa hampir tidak mungkin bagi mereka untuk mendapatkan izin di bagian Tepi Barat yang berada di bawah kendali penuh penjajah Israel, yang dikenal sebagai Area C, yaitu sekitar 60 persen dari wilayah itu.

Pekan lalu Uni Eropa mengecam pemerintah zionis setelah mereka menghancurkan sebuah sekolah yang didanai oleh pemerintah Perancis.

Nickolay Mladenov, koordinator khusus PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah, mengatakan bulan lalu jumlah penghancuran tersebut meningkat tiga kali lipat sejak awal tahun ini.

"Sejak awal 2016, Israel telah membongkar rata-rata 29 bangunan milik Palestina per minggu, tiga kali lipat rata-rata mingguan di tahun 2015," katanya.

Pasukan Israel membuldoser 15 rumah di Khirbet Tana.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Inilah Serangan Udara Pertama di Benteng Oposisi Moderat Suriah Sejak Gencatan Senjata

SURIAH (Jurnalislam.com) – Benteng utama oposisi di timur ibukota Suriah dihantam setidaknya dua serangan udara pada Jumat (04/03/3016), dalam serangan udara pertama di sana sejak dimulainya gencatan senjata, kata sebuah lembaga monitor, World Bulletin melaporkan Jumat.

"Dua serangan udara menghantam tepi kota Douma di Timur Ghouta dan satu orang tewas," kata Rami Abdel Rahman, kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

Dia mengatakan serangan dilakukan oleh salah satu pesawat rezim Suriah atau Rusia, dan tidak bisa diidentifikasi apakah individu yang tewas adalah warga sipil atau pejuang.

Observatorium juga mengatakan pasukan rezim Syiah Nushairiyah Suriah menembakkan roket dekat dengan kota yang dikuasai oposisi di barat laut Suriah pada hari Jumat dalam perluasan operasi yang terus berlangsung di daerah itu meskipun gencatan senjata sudah dimulai.

Penembakan berat dan serangan roket mendarat di sekitar kota Ghasaniya, yaitu antara perbatasan Turki dan kota yang dikuasai mujahidin Jisr al-Shughour di provinsi Idlib, kata Observatorium. Namun tidak ada berita mengenai korban.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam