Jelang Rayakan Ritual Purim Yahudi, Militer Israel Batasi Warga Palestina ke Masjid Al Aqsha

JERUSALEM (Jurnalislam.com) – Militer Israel pada hari Selasa (22/03/2016) memberlakukan pembatasan masuknya warga Palestina ke flashpoint kompleks Masjid Al-Aqsha Yerusalem Timur – untuk pertama kalinya sejak Oktober tahun lalu – bertepatan dengan hari raya Purim Yahudi mendatang, seorang pejabat Palestina mengatakan.

Sheikh Azzam al-Khatib, direktur jenderal Organisasi Muslim Wakaf dan Urusan Al-Aqsa, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa polisi Israel kini mencegah orang Palestina yang berusia di bawah 50 memasuki masjid.

Pihak penjajah Israel juga telah mengerahkan pasukan polisi tambahan dan penghalang jalan didirikan di dekat gerbang kompleks Masjid.

Pada Senin malam, polisi zionis menangkap 17 warga Palestina setelah aksi balasan ke rumah mereka di pemukiman Yahudi, Yerusalem, dan melarang mereka memasuki kompleks sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Pada hari Selasa, tentara Israel mengumumkan rencana untuk memberlakukan "penutupan umum" di Tepi Barat yang diduduki selama hari ritual Purim Yahudi mendatang.

Menurut pernyataan militer, semua pos pemeriksaan antara Israel dan Tepi Barat akan dikunci, kecuali untuk kasus "kemanusiaan".

Penutupan akan dimulai pada Rabu tengah malam dan berlanjut sampai Sabtu malam, menurut pernyataan itu.

Israeli Radio, sementara itu, melaporkan bahwa perbatasan Erez yang melintas antara Israel dan Jalur Gaza yang diblokade juga akan ditutup dari hari Rabu sampai Jumat.

Penjajah zionis sering memberlakukan pembatasan gerakan warga Palestina, khususnya selama hari ritual Purim Yahudi.

 

Baca juga: Astaghfirullah, Zionis Akan Rayakan Purim Yahudi di Masjid Al Aqsha

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Eropa Siaga Satu Setelah Serangan Bom di Brussels

BELGIA (Jurnalislam.com) – Eropa Barat siaga tinggi pada hari Selasa setelah penyerang meluncurkan serangan kembar di ibukota Belgia, Brussels, dengan bom merobek bandara dan jalur metro bawah tanah. Lebih dari 34 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka – banyak dalam kondisi kritis, lansir Aljazeera, Selasa (22/03/2016).

Jaksa federal Belgia mengatakan kepada media pemerintah bahwa salah satu ledakan di bandara Zaventem "mungkin" adalah serangan bunuh diri.

Polisi akan mencari tersangka atau orang yang merencanakan serangan door-to-door di seluruh Brussels. Menteri dalam negeri mengatakan 600 polisi tambahan dikerahkan.

Walikota Brussels Ivan Mayeur pada konferensi pers. "Kami tidak akan membiarkan siapa pun menyerang nilai-nilai kita dengan cara pengecut."

Cuplikan dari bandara – yang merupakan bandara terbesar di negara itu – menunjukkan orang-orang berlarian dari gedung terminal saat gumpalan asap naik ke langit. Empat belas orang tewas dan lebih dari 90 lainnya terluka dengan jumlah korban terus meningkat.

Semua jalur metro ditutup setelah serangan. Korban terlihat melarikan diri dengan wajah penuh cipratan darah di stasiun Maelbeek pusat. Setidaknya 20 orang tewas dalam ledakan kereta bawah tanah tersebut.

Ian McCafferty, seorang saksi di stasiun, mengatakan ledakan terjadi saat lalu lintas dalam jam sibuk.

"Orang-orang mulai berlarian ketika mereka melihat asap datang," katanya.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Ini 7 Alasan FUIBB Desak Kapolri Bubarkan Densus 88

SERANG (Jurnalislam.com) – Sejumlah perwakilan massa Forum Umat Islam Banten Bersatu (FUIBB) yang terdiri dari tokoh dan ulama Banten mendatangi Mapolda Banten. Kedatangan mereka sebagai salah satu agenda unjuk rasa ratusan massa FUIBB menuntut pembubaran Densus 88.

Dikatakan koordinator FUIBB, Zainal Arifin menyampaikan tujuh poin alasan pembubaran Densus 88 dan menyeru kepada Kapolda Banten untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada Kapolri dan Presiden Republik Indonesia.

Berikut 7 poin tuntutan FUIBB selengkapnya:

1. Bahwa apa yang telah dilakukan oleh Densus 88 Anti Teror di Indonesia telah melampaui batas kewenangan yang ada dengan mengabaikan  prinsip prinsip dasar kemanusiaan serta hak asasi manusia serta  mampu menangkap, memaksa terhadap siapa saja yang diduga sebagai bagian dari kegiatan tertor di Indonesia;

2. Bahwa dalam setiap penindakannya Densus anti terror 88 meninggalkan prinsip mendasar di Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam pelaksanaan penegakan hukum tersebut dilandaskan atas keadilan itu sendiri dan dengan mendasarkan pada ASAS PRADUGA TIDAK BERSALAH, namun yang di perlihatkan di publik adalah sebaliknya, tangkap, siksa dan bunuh;

3. Bahwa apa yang telah dilakukan terhadap warga Muslim di Klaten bernama Siyono jelas  tidak dapat dibenarkan, baik norma hukum, etika demikian terlebih agama, Siyono meninggal setelah ditangkap oleh Densus 88. Pertanyaan mendasar Apa yang menjadi penyebab kematian Siyono ?… mengapa Siyono harus mati? Untuk siapa kematian Siyono?

4. Bahwa apa yang telah dilakukan oleh Densus 88 anti teror terkesan diskriminatif terhadap ummat Islam, begitu cepat dan sigap ketia menyangkut ummat Islam namun terkesan sangat lambat ketika ummat diluar Islam, alih alih menimbulkan rasa aman tetapi apa yang dipertontonkan  justru menimbulkan horor tersendiri dan ketakutan bagi masyarakat di Indonesia.

5. Bahwa kami menduga ada kepentingan terselubung dibalik berbagai aksi yang dipertontonkan oleh Densus Anti Teror 88, untuk siapa ? kepentingan apa ? aksi Densus 88 tersebut.

6. Bahwa apa yang dilakukan Densus 88 Anti Teror sangat jauh  berbeda  dengan apa yang selama ini dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia dalam menangani setiap peristiwa/permasalahan yang ada, dengan mengkedepankan kemanusiaan , etika dan asas praduga tidak bersalah, sehingga pertanyaan kami sangat beralasan Sesungguhnya untuk siapa Densus 88  ini ada dan masyarakat mana yang diuntungkan dengan adanya Densus 88 ini serta pada akhirnya masyarakat Indoesia bertanya siapa dibalik Densus 88 ini?

7. Maka tidak ada kata lain yang lebih tepat bagi Presiden Republik Indonesia dan merupakan langkah yang bijaksana untuk sesegera mungkin membubarkan Densus 88 Anti Teror.

Pernyataan sikap FUIBB tersebut diserah kepada perwakilan Polda Banten, AKBP Asep Kanit Intelijen Polda Banten.

Menanggapi pernyataan tersebut, Asep mengatakan pihaknya berjanji akan menyampaikan tuntutan tersebut kepada Kapolda Banten Boy Rafli Amar dan Kapolri Badroedin Haiti.

Selain itu, pihaknya juga mengucapkan terima kasih karena aksi dilakukan dengan tertib dan damai.

Reporter: Muhammad Fajar Aditya | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

 

Umat Islam Serang Juga Desak Pembubaran Densus 88

SERANG (Jurnalislam.com) – Sejumlah elemen dan ormas Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam Banten Bersatu (FUIBB) berunjuk rasa menuntut pembubaran Densus 88 di depan Alun-alun Kota Serang, Selasa (22/3/2016).

Sebagaimana dilakukan umat Islam di daerah lainnya, massa mendesak pemerintah membubarkan Satuan Elit milik Mabes Polri itu disebabkan berbagai kekejaman yang dilakukan Densus 88 terhadap umat Islam.

"Umat islam didzolimi, baru diduga sudah main tembak, baru diduga sudah main tangkap, sehingga memunculkan korban kemarin di Klaten akibat ulah Densus 88. Mau jadi apa negara ini?" kata Ustadz Nasehudin, salah seorang orator.

Ketua DPW FPI Kota Serang itu menilai, keberadan Densus 88 telah meresahkan umat Islam. Oleh sebab itu, dia mengajak umat Islam untuk berjihad membubarkan Densus 88.

Sementara itu, dari Tim Pembela Muslim (TPM) Agus Rahmat mengatakan, “Hati umat muslim terhenyak melihat kematian Siyono, pada saat diambil masih dalam keadaan sehat walafiat tetapi pada saat dikembalikan sudah menjadi mayat saudara-saudaraku,” tegasnya.

Agus juga mengajak masyarakat Serang untuk selalu membela dan peduli terhadap kaum muslimin yang tertindas oleh Densus 88. “Wajib hukumnya untuk membela, jangan pernah kepalkan tangan kita, jangan pernah busungkan dada kita untuk melawan Allah. Rawe–rawe rantas malang–malang putung kita sepakat satu tubuh satu badan satu akidah,” tandasnya.

Selain itu, perwakilan FPI lainnya KH Ma’mun dalam orasinya mengatakan bahwa agama Islam adalah agama yang damia, tapi tidak diam terhadap kedzaliman. “Umat Islam bisa berjihad!” tegasnya.

Dalam aksinya, ratusan massa umat Islam membawa spanduk berisi kecaman terhadap Densus 88 dan diakhiri dengan audiensi dengan Mapolda Banten.

Reporter: Muhammad Fajar Aditya | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Ledakan Beruntun Hantam Bandara dan Stasiun di Brussels, 34 Tewas dan 100 Lainnya Terluka

BRUSSELS (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 34 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya luka-luka akibat beberapa ledakan di sebuah bandara dan stasiun metro di Brussels pada hari Selasa pagi (22/03/2016), media publik Belgia VRT melaporkan, lansir Anadolu Agency.

Dua ledakan pertama dilaporkan terjadi sekitar pukul 08:00 waktu setempat (07.00GMT), di bandara Zaventem, di mana sedikitnya 14 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka, menurut VRT.

Lebih dari satu jam kemudian, sebuah ledakan menghantam metro Maelbeek, yang terletak dekat lembaga Uni Eropa, menewaskan 20 orang, VRT melaporkan. Laporan awal mengatakan serangan bandara Brussels dilakukan oleh seorang pembom bunuh diri.

JPU Belgia mendesak pers untuk menahan diri berbagi informasi yang bisa membahayakan penyelidikan ledakan.

Serangan terjadi pada jam sibuk di kota, ketika ribuan orang menggunakan transportasi umum. Peringatan teror di Brussels telah diangkat ke tingkat tertinggi, kata media lokal.

Semua stasiun metro ditutup dan penerbangan ke bandara Zaventem dialihkan. Layanan kereta api berkecepatan tinggi Eurostar juga membatalkan semua kereta ke dan dari Brussels, tambahnya.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Taliban Rebut Pangkalan Militer Afghanistan di Kunar

KUNAR (Jurnalislam.com) – Mujahidin Imarah Islam (Taliban) berhasil merebut sebuah basis militer musuh di provinsi Kunar timur Afghanistan, menyebabkan musuh menderita kekalahan telak, menurut laporan Al-Emarah News, Senin (21/03/2016).

Instalasi yang terletak di distrik Ghazi Abad provinsi Kunar tersebut jatuh ke tangan Mujahidin pada hari Ahad malam setelah musuh melakukan perlawanan kecil di mana sedikitnya 13 pasukan boneka tewas.

Mujahidin merebut 10 senjata mesin ringan dan berat beserta amunisi milik musuh dalam operasi.

Juga di hari Ahad, pejuang Mujahidin menyergap konvoi pasokan dan militer musuh di tempat lain di distrik Ghazi Abad provinsi Kunar, menghancurkan tank lapis baja namun jumlah korban yang tewas  dan cedera dari pihak musuh tidak diketahui.

Dalam serangan yang terpisah, Mujahidin dan musuh bentrok di distrik Asmar provinsi Kunar Ahad malam di mana sejumlah musuh menjadi korban. Sebuah tank lapis baja hancur dalam bentrokan.

Kemudian sebuah IED yang ditempatkan di wilayah Bawrheyo di Qalat, ibukota Zabul, di jalan utama yang membentang ke arah Mizana menghantam APC musuh berwarna hijau sekitar pukul 17:00 waktu setempat hari Senin.

Ledakan kuat menghancurkan APC, menewaskan 6 orang bersenjata di dalamnya termasuk kepala polisi sewaan untuk distrik Arghandab, Sakhi Daad.

Di provinsi Ghazni seorang komandan Arbaki terkenal yang diketahui bernama Niko tewas dalam serangan mendadak oleh Mujahidin di distrik Shalgar pada Senin pagi.

Secara terpisah, Mujahidin menyerang instalasi strategis musuh dengan senjata berat di kabupaten Maqur provinsi Ghazni tadi malam, menyebabkan kerusakan struktural tetapi jumlah korban musuh belum diketahui.

 

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

Oposisi Moderat Suriah: Operasi Militer Rusia Tidak Sentuh Markas Islamic State (Wawancara Eksklusif)

JENEWA (Jurnalislam.com) – Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Anadolu Agency, Senin (21/03/2016) Mohamed Alloush, ketua perunding untuk oposisi Moderat Suriah, berbicara tentang taktik penindasan rezim Nushairiyah Assad dan serangan Rusia yang belum pernah menyentuh markas Islamic State (IS) serta kemajuan pembicaraan yang sedang berlangsung di Jenewa.

Mengomentari kemajuan negosiasi, Alloush mengatakan: "Delegasi kami telah bersikap responsif dan proaktif dengan maksud untuk mencapai solusi konflik yang adil, menghentikan pertumpahan darah dan mencapai tujuan revolusi Suriah."

"Dengan pemikiran ini, kami telah menyajikan visi kami dalam tulisan dan perspektif kita pada pelaksanaan resolusi PBB (di Suriah) dengan maksud untuk menciptakan badan transisi yang memiliki otoritas penuh – baik eksekutif dan legislatif – yang mampu menjalankan negara dan mencapai transisi kekuasaan," katanya.

"Tapi rezim Assad tidak menginginkan solusi apapun yang mengarah pada pemenuhan aspirasi rakyat Suriah," tambahnya. "Mereka bersikeras dalam beberapa hal di luar kerangka pembicaraan."

Menurut Alloush, anggota delegasi telah meminta Staffan de Mistura, utusan khusus PBB untuk krisis Suriah, agar menyampaikan permintaan kepada rezim Suriah untuk pembentukan badan transisi dan penulisan konstitusi baru yang harus diikuti oleh transisi kekuasaan de facto.

"Namun rezim memaparkan visi yang sama sekali berbeda dengan kita, sehingga de Mistura focus terhadap 'kesenjangan' antara dua pihak," kata Alloush.

Menurut kepala negosiator, putaran terakhir pembicaraan di Jenewa "terhalang oleh kurangnya pengiriman bantuan kemanusiaan (di Suriah) dan penghentian pemboman Rusia (terhadap posisi oposisi)." Namun sejak itu, "Rusia telah menunjukkan beberapa fleksibilitas dan menarik beberapa pesawatnya (dari Suriah)," ia menambahkan.

"Tapi ketika pemboman Rusia berhenti di beberapa daerah, mereka terus membom ke daerah lain," kata Alloush. "Mereka yang tewas di kota-kota Palmyra dan Raqqa (oleh serangan udara Rusia) adalah warga sipil Suriah, sementara markas IS belum tersentuh."

"Terlebih lagi, rezim menggunakan kelaparan untuk menundukkan penduduk," katanya. "Oleh karena itu kami menyerukan kepada masyarakat internasional untuk menekan Rusia, karena tim rekonsiliasi terdiri dari petugas Rusia dan karena Rusia memainkan peran dalam gencatan senjata zonal, yang didasarkan pada prinsip rekonsiliasi untuk pangan. Ini adalah kejahatan perang, namun rezim masih melakukannya."

Alloush juga mengkritik keputusan rezim untuk mengirimkan petugas Kementerian Luar Negeri untuk pembicaraan di Jenewa.

"Rezim mengirimkan personil Kementerian Luar Negeri – yang tidak memiliki otoritas untuk mengambil keputusan – menunjukkan bahwa mereka tidak ingin mencari solusi, melainkan hanya mengulur waktu untuk mengembalikan keseimbangan kekuasaan yang diubah oleh intervensi Rusia."

Dia menambahkan: "Jika rezim benar-benar menginginkan solusi, mereka akan mengirim petugas keamanan senior."

Alloush lantas menegaskan: "Kami berpartisipasi dalam putaran saat pembicaraan … Sekarang sudah sampai ke PBB. Kami tidak akan tinggal di sini hanya untuk memberikan dokumen, kami di sini untuk mendapatkan jawaban – dan jawaban ini harus datang dari. rezim itu sendiri, bukan dari sekelompok birokrat. "

Sehubungan dengan penarikan sebagian militer Rusia dari Suriah baru-baru ini, negosiator mengatakan: "Intervensi Rusia (di Suriah) adalah tindakan agresi. Intervensi ini menyebabkan puluhan pembantaian, penghancuran sekolah, pusat kesehatan dan rumah sakit, dan mengungsinya puluhan ribu orang. "

Dia menambahkan: "Penarikan sebagian Rusia baru-baru ini disebabkan biaya (intervensi) yang tinggi. Kami percaya bahwa itu hanyalah manuver belaka bukannya penarikan yang sebenarnya. Penarikan total akan menjadi langkah yang sangat positif."

Alloush melanjutkan untuk menunjukkan bahwa rezim masih terus melakukan tindakan agresi di Suriah meskipun kesepakatan penghentian permusuhan sedang berlangsung.

"Pada hari Sabtu, misalnya, rezim melakukan beberapa serangan di daerah yang berbeda – termasuk di pedesaan Damaskus seperti Bala, Al-Marg, Harasta dan Qantara – sambil terus menjatuhkan bom barel di Deraa dan di daerah lain," katanya.

"Pasukan Rezim tetap dimobilisasi di semua bidang," tambahnya. "Mereka tampaknya siap tidak hanya untuk melanggar perjanjian gencatan senjata, tapi untuk menghancurkan total."

Seperti apakah gencatan senjata yang rapuh ini akan terus berlangsung, Alloush mengatakan: "Setiap hari, pimpinan fraksi di lapangan kembali menilai situasi. Mereka memiliki hak untuk menanggapi setiap pelanggaran (gencatan senjata) secara keras dan tegas, mereka berwenang untuk menghentikan rezim membuat kemajuan di daerah strategis. "

Alloush juga berbicara tentang taktik menindas yang telah lama diandalkan rezim Assad.

"Rezim melakukan berbagai taktik menindas terhadap rakyat Suriah," katanya. "Mereka campur tangan dalam semua aspek kehidupan masyarakat. Pernikahan, kelahiran … semuanya perlu persetujuan keamanan"

"Sebagai contoh, jika seseorang ingin menumbuhkan janggut, ia harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari Kementerian Wakaf Agama (the Religious Endowments Ministry), bersama dengan izin dari berbagai direktorat keamanan," tambahnya.

Rabu lalu, Bashar Jaafari, perwakilan rezim di PBB dan anggota tim negosiasi, mengatakan syaratnya untuk duduk berunding dengan Alloush adalah bahwa Alloush harus "meminta maaf" dan "mencukur jenggot" terlebih dahulu.

Alloush, yang juga pemimpin kelompok oposisi Jaysh al-Islam Suriah, merespons pernyataan Jaafari dengan mengatakan: "Kami datang ke sini (ke Jenewa) untuk membela kepentingan rakyat Suriah dan mencoba untuk membantu Suriah yang telah ditahan dan disiksa [oleh rezim] dan juga para pengungsi Suriah di seluruh dunia yang tenggelam di laut."

"Rakyat Suriah adalah orang-orang kami, anak-anak kita," tambahnya. "Kami tidak datang ke sini untuk membela jenggot kami."

"Saya katakan kepada Jaafari dan sejenisnya, penindasan tersebut sudah berakhir. Anda tidak lagi memiliki kekuasaan apapun atas orang-orang Suriah," Alloush menegaskan. "Anda masih dapat memesan budak di bawah otoritas Anda, tapi kami telah memulai masa kebebasan di mana Anda tidak lagi memiliki otoritas."

Alloush menunjuk protes jalanan anti-rezim yang meletus kembali baru-baru ini di beberapa bagian Suriah.

"Tuntutan demonstran 'lebih besar dari sebelumnya, rakyat Suriah ingin rezim digulingkan, mereka mendukung tuntutan delegasi kami di negosiasi ini," katanya.

"Delegasi ini merupakan revolusi Suriah. Kita tidak ingin solusi stop-gap. Kami tidak bernegosiasi untuk proposal menteri ini atau itu – kamu beri saya satu yang ini dan Anda boleh mengambil satu yang itu," tambah Alloush.

"Kami menghadapi sebuah geng kriminal yang selama 50 tahun telah menguasai (memonopoli) negara, pemerintah dan lembaga Suriah," katanya.

Menurut de Mistura, putaran negosiasi saat ini, yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Maret, akan diikuti dengan masa reses seminggu atau sepuluh hari sebelum putaran pembicaraan dua minggu lainnya dimulai.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Zionis Rekrut Yahudi asal Yaman untuk Operasi Rahasia Israel

YAMAN (Jurnalislam.com)Televisi Chenel 2 mengungkapkan, Israel berhasil merekrut 17 yahudi asal Yaman untuk bekerja dalam sejumlah operasi rahasia dengan bantuan deplu Amerika, Infopalestina melaporkan, Senin (21/03/2016).

Dalam berita yang dilansir televisi tersebut terungkap, pesawat yang tadi malam landing di bandara Ben Gorion mengangkut 17 yahudi asal Yaman yang direkrut melalui bantuan departemen luar negeri Amerika untuk dipindahkan ke Israel.

Televisi ini mengatakan, operasi ini sangat rahasia untuk mengevakuasi bangsa Yahudi di Yaman. Ini merupakan keberhasilan koresponden yahudi yang telah berlangsung selama satu tahun yang lalu.

Perekrutan ini, bukan hanya pada orang juga terjadi pada sebagian manuskrip kuno. Termasuk dalam perekrutan ini adalah pendeta Sulaiman dahri yang datang bersama ayah serta anak dan istrinya yang membawa manuskrip kuno yang ditulis 800 tahun lalu di atas kulit binatang.

Dalam kaitan ini, Sharnaky ketua koresponden yahudi yang ikut dalam pesawat tersebut hingga bandara Ben Gorion mengatakan, sejak berdirinya negara Israel pihaknya telah merekrut 51.000 bangsa Yahudi dari Yaman dipindahkan ke Israel. 

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

Erdogan: Turki Ditimpa Gelombang Teror Terbesar dalam Sejarah

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Turki menghadapi salah satu gelombang teror terbesar dan paling berdarah dalam sejarah, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, lansir Anadolu Agency Senin (21/03/2016).

Dalam sebuah konferensi Departemen Kehutanan di Istanbul Senin untuk menandai Hari Kehutanan, Air dan Meteorologi Dunia, Erdogan mengatakan Turki menghadapi serangan dari PKK dan afiliasinya serta Daesh sejak Juli tahun lalu.

Mengenai cara terbaik untuk menangani ancaman terorisme, presiden Turki mengatakan, "Selama bangsa kita terus memperkuat kesatuan, kebersamaan dan solidaritas kita, (kami bisa menang atas terorisme) … ini adalah penangkal terbesar terorisme".

Dia juga meminta perlunya mengembangkan cara-cara baru untuk memerangi terorisme. "Saya percaya kami akan mencapai hasil secepat mungkin dengan mengembangkan metode pertempuran baru terhadap teknik teror baru," katanya.

PKK – juga dipandang sebagai organisasi teroris oleh Internasional melanjutkan kampanye bersenjata 30 tahun terhadap negara Turki sejak Juli 2015.

Sejak itu, lebih dari 300 anggota pasukan keamanan telah tewas dan ribuan teroris PKK tewas dalam operasi di seluruh Turki dan Irak utara.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

22 Milisi Komunis PKK Tewas dalam Operasi di Tenggara Turki

ANKARA (Jurnalislam.com) –  Dua puluh dua milisi komunis PKK tewas di provinsi Mardin, Sirnak dan Hakkari di bagian tenggara Turki, pada hari Ahad, militer Turki mengumumkan Senin (21/03/2016), lansir Anadolu Agency.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Staf Umum Turki, 10 anggota PKK tewas di distrik Nusaybin provinsi Mardin hari Ahad, sehingga jumlah milisi yang tewas di provinsi tersebut meningkat menjadi 42 sejak operasi dimulai.

Di Sirnak, lima PKK tewas pada hari Sabtu, sehingga jumlah yang tewas di provinsi tersebut menjadi 33 sejak operasi dimulai.

Juga, seorang teroris PKK ditangkap di desa Balveren Sirnak, pernyataan tersebut menambahkan.

Di Hakkari, tujuh tewas di distrik Yuksekova, sehingga jumlah total teroris komunis tewas di provinsi tersebut meningkat menjadi 45 sejak operasi dimulai.

Sebuah operasi gabungan counter-terorisme antara Angkatan Bersenjata Turki (TSK) dengan pasukan polisi bertujuan untuk menangkap milisi bersenjata PKK, membersihkan bahan peledak yang ditanam, menutupi parit-parit, dan menghancurkan barikade mengikuti deklarasi jam malam di tenggara Turki pada 14 Maret.

PKK – melanjutkan operasi militer bersenjata selama 30 tahun terhadap negara Turki bulan Juli 2015.

Sejak itu, sekitar 300 anggota pasukan Turki terbunuh, dan ribuan milisi bersenjata PKK telah tewas dalam operasi di seluruh Turki dan Irak utara.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam