Milisi Syiah Houthi Siap Pembicaraan Damai Baru dengan Pemerintah Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Kelompok pemberontak Syiah Houthi Yaman siap terlibat dalam putaran baru pembicaraan dengan pemerintah Yaman untuk mengakhiri konflik dua tahun di negara itu, sumber Yaman mengatakan.

"Houthi telah mengatakan kepada (utusan PBB Esmail) Ould Shaikh bahwa mereka telah setuju untuk mengambil bagian dalam negosiasi," kata salah satu sumber Yaman kepada Anadolu Agency pada hari Ahad (20/03/2016).

Menurut sumber yang sama, pembicaraan diharapkan akan diselenggarakan akhir bulan ini atau awal April di Kuwait.

Wakil Menteri Luar Negeri Kuwait Khaled al-Jarallah mengatakan pada hari Jumat bahwa negaranya "siap dan bersedia" menjadi tuan rumah pembicaraan untuk mencari solusi damai atas konflik.

"Kuwait sebelumnya telah menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah konsultasi perdamaian Yaman dan masih siap untuk melakukannya," kata al-Jarallah.

Langkah itu diambil saat pasukan yang setia kepada Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi mengaku telah menguasai distrik Harib di provinsi Maarib di timur Yaman.

Pada hari Ahad, Nasser al-Qahtani, seorang pejabat Yaman, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pasukan pro-Hadi telah "membebaskan" kabupaten menyusul pertempuran dengan milisi Houthi.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Pantau Pelanggaran Israel, Jordania Pasang Kamera Pengawas di Masjid Al Aqsha

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Jordan mengatakan pada hari Ahad bahwa mereka akan menempatkan kamera keamanan di beberapa titik di kompleks Masjid Al-Aqsha Yerusalem dalam beberapa hari mendatang untuk memonitor setiap "pelanggaran" Israel, World Bulletin melaporkan, Ahad (20/03/2016).

Pihak yang dipercaya atau "Wakaf" Yordania yang mengelola situs – yang menjadi rumah bagi kubah emas terkenal Dome of the Rock dan Masjid Al-Aqsha – kemudian mengeluh bahwa polisi Israel menghalangi mereka memasang kamera.

Sebuah "kantor pusat kontrol" akan dibentuk untuk memantau video dari kamera pemantau di sekitar bangunan, kata Menteri Urusan Islam Yordania Hayel Daoud.

Rekaman itu akan disiarkan online untuk "mendokumentasikan semua pelanggaran dan agresi Israel", katanya dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa tidak ada kamera yang akan dipasang di dalam Masjid.

Bentrokan antara pemuda Palestina dan pasukan penjajah Israel meletus di kompleks pada bulan September di tengah kekhawatiran umat Islam bahwa Israel berencana untuk mengubah aturan yang mengatur situs di Yerusalem timur yang dicaplok Israel.

Perlawanan pemuda Al-Aqsha atas agresi pasukan zionis mengawali gelombang Intifadhah ke 3 sejak 1 Oktober.

Masjid Al Aqsha adalah tempat ketiga paling suci dalam Islam setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Al Aqsha di klaim oleh Yahudi sebagai situs Kuil Pertama dan Kedua mereka yang juga merupakan situs Yudaisme.

Berdasarkan aturan lama, orang-orang Yahudi diperbolehkan untuk berkunjung, tapi tidak boleh masuk apalagi berdoa di dalam Masjid Al Aqsha.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

 

Oposisi Moderat Suriah Tolak Penundaan Pembicaraan Damai

Jenewa (Jurnalislam.com) – Oposisi Suriah mengatakan pada hari Ahad, 20 Maret 2016 bahwa mereka menolak penundaan pembicaraan damai babak berikutnya di Jenewa berdasarkan adanya upaya pemerintah untuk menunda pembicaraan damai karena pemilihan parlemen ditetapkan tanggal 13 April, lansir Reuters.

Salim Al-Muslat, juru bicara Komite Negosiasi Tinggi (the High Negotiations Committee-HNC), kepada wartawan di Jenewa: "Kami tidak akan menerima penundaan untuk mengadakan pemilihan tidak sah Kami tidak menerima apa-apa dari Pak (Staffan) de Mistura menyerukan. menunda."

Bashar al-Assad, dengan penuh percaya diri, mempertontonkan momentum pertumbuhannya di medan perang, dan mencanangkan pemilihan parlemen bulan lalu. Pemilu diselenggarakan setiap empat tahun dan yang terakhir adalah pada tahun 2012.

 

Deddy | Reuters | Jurnalislam

Di Semarang, Gabungan Ormas Islam Demo Tuntut Densus 88 Dibubarkan

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Ratusan umat Islam dari gabungan elemen umat Islam di Pantai Utara Jawa Tengah turun ke jalan menuntut pembubaran Densus 88, Ahad (20/3/2016).

Dalam aksi yang berlangsung di Arena Car Free Day Simpang lima itu, beberapa peserta aksi membentangkan beberapa spanduk dan poster yang bertuliskan “Bubarkan Densus 88 !!” , “Densus Memusuhi Umat Islam” , “Muslim Dibunuh, OPM Kafir dibiarkan” . “Densus 88 Tukang Teror” dsb.

“Kita semua nanti akan ditanya oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Apa yang kalian lakukan ketika imam masjid saudara kalian dibawa paksa oleh densus 88 kemudian pulang hanya tinggal nama. Apa yang akan kalian sampaikan ketika kelak bertemu dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ketika ditanya oleh Allah, apakah jawaban kalian??“ kata salah seorang orator, Abu Sumayah.

Sementara itu, Ustadz Oka dalam orasinya menjelaskan, Insya Allah, Ustadz Siyono masuk surga. “Demi Allah, sungguh saat ini hanya beliau (Ustadz Siyono) diantara kita yang Insya Allah di jamin Surga oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Karena Beliau telah berkorban demi kemuliaan Islam. Allahu Akbar !!“ tegasnya.

Ungkapan kemarahan umat Islam kepada Densus 88 juga di ungkapkan oleh Toro, warga yang berada di arena Car Free Day Simpang lima. “Saya marah kepada densus. Tindakan mereka (densus 88) itu sebuah pendzaliman kepada umat Islam. Tangkap pelaku pembunuhnya. Bubarkan densus,” katanya.

Ratusan umat Islam yang beraksi pada hari Ahad (20/3/2016) itu berasal dari Jamaah Ansharusy Syariah, Front Pembela Islam, Hizbut Tahrir, Forum Umat Islam Kendal, Masyarakat Pecinta Syariat Islam Kendal, Mahasiswa Pecinta Islam dan Majelis Taklim Pecinta Rasulullah di Pemalang.

Kontributor: Abu Omar | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Keset Kaki Bertulisan ‘Masjid’ Mirip Lafadz Allah Dikembalikan ke Penjual

BIMA (Jurnalislam.com) – Keset kaki bertuliskan ‘masjid’ namun menyerupai lafadz Allah di masjid Khusnul Khatimah Monginsidi Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat akhirnya dikembalikan kepada penjualnya, Ahad (20/3/2016).

Pemilik toko KK (38) mengaku tidak menyadari adanya unsur lafadz Allah pada dalam keset bertuliskan ‘masjid’ tersebut.

“Saya tidak tahu kalau keset kaki yang bertuliskan masjid itu mengandung unsur tulisan dengan lafadz Allah,” ujarnya.

Ia mengaku keset itu didatangkan dari produsen di luar kota dengan jumlah terbatas. “Keset itu jumlahnya terbatas sekitar sepuluh lembar yang kita datangkan dari luar kota. Karena masyarakat Bima ini adalah mayoritas Islam, maka keset kaki ini secepatnya akan kita kembalikan kepada produsennya agar tidak dijual kembali,” lanjutnya.

Keset tersebut dibeli Asriyadin, pengurus masjid Khusnul Khatimah, dari toko milik KK di di Jln Sultan Hasanuddin Kompleks pertokoan Bima pada Jum’at (4/3/2016).

Reporter: Sirath | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Ditahan Selama 18 Hari, ISAC Sesalkan Polri Tak Urus Jenazah Fonda

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Setelah 18 hari berada di RS Bhayangkara Palu, Sulawesi Tengah, jenazah Fonda Amar Solihin, terduga teroris yang meninggal dalam baku tembak dengan aparat di Poso Pesisir akhir bulan lalu akhirnya dimakamkan di kampung halamannya  Kampung Brengosan, Purwosari, Laweyan, Surakarta, Jum'at (18/3/2016) pagi.

Sebelum dimakamkan, keluarga bersama The Islamic Study and Action Center (ISAC) diperbolehkan melihat kondisi jenazah Fonda. ISAC mengungkapkan beberapa sebagai berikut:

1. Jenazah Fonda masih di dalam kantong jenazah yang berwarna kuning
2. Jenazah dalam keadaan belum dimandikan
3. Jenazah dalam keadaan belum dikafani
4. Menurut kesaksian anggota keluarga Fonda bahwa berdasar keterangan petugas bandara menilai jenazah Fonda belum diformalin
5. Terdapat luka di dahi kanan diduga bekas luka tembak
6. Dua gigi depan atas dan bawah jenazah Fonda rampal
7. Perut dibagian kiri jenazah Fonda sobek, ada bekas jaitan

Menurut anggota keluarga Fonda yang menjemput diperoleh informasi bahwa:
1. Kapolda Sulteng hanya bisa menyerahkan jenazah Fonda di RS Bhayangkara
2. Semua biaya pemulangan jenazah Fonda ditanggung sendiri oleh keluarga
3. Tidak ada pengawalan terhadap ambulan jenazah Fonda baik dari RS Bhayangkara hingga bandara Palu, maupun dari Bandara Juanda Surabaya hingga rumah duka di Solo

Berdasarkan fakta-fakta tersebut, Ketua ISAC HM. Kurniawan BW mengatakan, jenazah Fonda tidak diurus secara wajar sebagaimana mestinya.

“Selama ini, jika ISAC mengambil jenazah baik di RS Bhayangkara Semarang dan RS Bhayangkara Jakarta, maka ketika jenazah akan dipulangkan sudah dalam keadaan dimandikan dan dikafani, siap dimakamkan,” katanya.

Selain ada luka di dahi kanan yang diduga luka tembak, Kurniawan juga menilai sebelum meninggal Fonda mengalami siksaan terlebi dahulu. “Ada Luka akibat benda tumpul di bagian gigi depan dan luka tusukan dibagian perut sebelah kiri,” jelas Kurniawan.

Oleh sebab itu, ISAC meminta Kapolri mengevaluasi kinerja Densus 88 terkait hal-hal diatas dan berharap Densus 88 menghentikan penyidikan terhadap orang yang sudah meninggal.

“Demi pertimbangan kemanusiaan, demi pertimbangan hukum Islam tentang tata cara pemakaman jenazah, demi kepastian hukum pasal 77 KUHP tentang status penghentian penyidikan bagi orang yang meninggal dunia maka terkait perawatan jenazah yang beragama Islam,” ujarnya.

ISAC juga meminta Polri untuk segera memulangkan jenazah yang sudah diakui oleh keluarganya.

“Demi alasan kemanusiaan dengan anggaran 1,9 T untuk Densus 88 dimohon kepada Kapolri untuk mengalokasikan sebagian untuk biaya memandikan, biaya mengkafani dan biaya pemulangan jenazah,” tandasnya.

ISAC berharap Polri bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan tetap menjadi pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat.

Reporter: Riyanto | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

 

Taliban: Pertempuran Sengit di Distrik Nari, 45 Tewas dan 6 Tank Hancur

KUNAR (Jurnalislm.com) – Sedikitnya 27 pasukan boneka tewas dan banyak lainnya terluka dalam bentrokan sengit antara Mujahidin dan musuh di distrik Nari provinsi Kunar, Al Emarah News melaporkan Sabtu (19/03/2016).

Pertempuran berlangsung di distrik Nari ketika Mujahidin mencegat musuh yang sebelumnya dikalahkan di distrik Asmar dan melarikan diri dari Asmar untuk berlindung di distrik Nari.

Mayat 9 pasukan boneka yang tewas dalam pertempuran di distrik Nari tetap berada di lokasi sampai hari Jumat.

Empat tank lapis baja dan dua kendaraan tempur lapis baja juga hancur dalam pertempuran.

Sebanyak 27 pasukan boneka tewas di Nari dengan 15 lainnya juga tewas di distrik Asmar, membuat jumlah pasukan boneka yang tewas dalam konflik di kabupaten Ghazi Abad, Asmar dan Nari menjadi 45.

Mujahidin merebut berbagai jenis senjata dan amunisi milik musuh.

Seorang Mujahid dikatakan menderita luka dalam pertempuran.

Kemudian 2 pos pemeriksaan musuh yang terletak di jalan utama antara daerah Shaflugh dan Charmastan kabupaten Chinartu mendapat serangan terkoordinasi sekitar pukul 10.00 waktu setempat Sabtu malam.

Serangan menggunakan senjata berat dan ringan tersebut mengakibatkan kedua pos berhasil dikuasai, 8 orang bersenjata tewas dan sisanya terpaksa mengungsi.

Sebuah PKM milik musuh, pelontar RPG, 5 senapan dengan 30 magazine dan 2000 putaran serta peralatan lainnya direbut.

 

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

 

AQIM Serang Pabrik Gas Aljazair

ALJAZAIR (Jurnalislam.com) – Al Qaeda cabang Afrika Utara telah mengatakan serangan roket di sebuah pabrik gas di gurun Aljazair selatan dekat kota In-Salah. Serangan roket, yang diarahkan pada fasilitas bersama milik BP-Norwegian Statoil, lansir The Long War Journal, Sabtu (19/03/2016).

Dalam pernyataan yang dirilis secara online dan diterjemahkan oleh SITE Intelligence Group, Al Qaeda di Maghreb Islam (AQIM) mengatakan serangan itu adalah balasan atas "keterlibatan skandal Aljazair dengan Perancis dalam perang melawan Muslim di Mali utara." Mujahidin juga mengatakan sengaja mencoba untuk tidak melukai kehidupan Muslim dengan tidak menggunakan "kemampuan yang lebih kuat" dalam serangan itu, tetapi mengatakan bahwa umat Islam harus tinggal jauh dari fasilitas tersebut di masa depan.

Selain itu, AQIM mengatakan telah mengirim peringatan kepada perusahaan minyak Barat yang beroperasi di Aljazair, menyatakan mereka hanya menargetkan fasilitas dan bukan para pekerja sipil.

"Kami mengumumkan kepada semua perusahaan Barat yang berinvestasi di pabrik gas bahwa kami akan menargetkan Anda dengan cara langsung, dan kami akan menggunakan semua kemampuan kami untuk mencegah Anda dari proyek-proyek yang berbahaya bagi lingkungan kita ini dan ditolak oleh masyarakat kita," kata AQIM dalam pernyataan itu.

Tapi, AQIM mencatat bahwa mereka akan mempertimbangkan keselamatan karyawan dan personil Muslim. "Jika Anda menginginkan keamanan bagi perusahaan dan personil Anda, maka hal itu bisa dinegosiasikan, dengan mempertimbangkan martabat kita dan martabat orang Muslim dan hak-hak mereka," kata pernyataan itu.

AQIM mengatakan bahwa baik BP maupun Statoil telah diperingatkan tentang serangan yang akan datang melalui telepon sebelum meluncurkan roket.

Al Qaeda telah menargetkan fasilitas gas dan minyak di Aljazair di masa lalu. Pada awal 2013, Al Murabitoon, yang dipimpin oleh veteran loyalis al Qaeda Mokhtar Belmokhtar dan kini menjadi bagian dari AQIM, melancarkan serangan pada fasilitas gas Tigantourine dekat Amenas, Aljazair.

Ratusan orang disandera dan 38 orang tewas dalam serangan itu. Operasi dipimpin oleh seorang mujahidin Nigeria, Abdul Rahman al Nigeri.

Dengan serangan roket di Algeria, AQIM sekarang telah melakukan serangan di empat negara yang berbeda dalam rentang seminggu.

Pada tanggal 11 Maret, AQIM menyerang sebuah pos pemeriksaan militer Mali di dekat pusat kota Sevare. Dua hari kemudian, AQIM membunuh 18 target dalam serangan di sebuah resor pantai yang populer di kalangan Barat di selatan Pantai Gading. Dan hanya dua hari lalu, tiga polisi militer Nigeria tewas di dekat perbatasan Niger dengan Mali dan Burkina Faso.

Media setempat mengatakan serangan ini oleh brigade Fulani dari Al Murabitoon.

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Ikhwanul Muslimin Suriah Tolak Deklarasi Daerah Administrasi Komunis PYD

SURIAH (Jurnalislam.com)Ikhwanul Muslimin Suriah pada hari Jumat mengecam deklarasi kelompok komunis PYD satu hari sebelumnya tentang "sistem federal" di daerah Suriah utara yang dikuasai PYD, dan menekankan penolakan setiap upaya untuk "membangun wilayah Suriah", lansir World Bulletin, Sabtu (19/03/2016).

"Apa yang dilakukan para pembajak revolusi Suriah dengan mengambil alih sebagian wilayah Suriah dan menyatakannya sebagai 'sistem federal kita anggap sebagai pelanggaran persatuan dan integritas wilayah Suriah," kata Ikhwanul Muslimin dalam pernyataan.

Kelompok melanjutkan untuk menegaskan bahwa,"Langkah ini didorong oleh kekuatan eksternal yang ingin memecah belah Suriah".

Ikhwanul mendesak rakyat Suriah, termasuk bangsa Kurdi, untuk mempertahankan kesatuan negara mereka dan "mengembalikan pembajakan kehendak milisi nasional Kurdi, yang telah keluar dari luar lingkup revolusi Suriah".

"Suriah adalah negara bersatu," kelompok menekankan. "Dan Suriah tidak akan membiarkan dirinya untuk dilelang atau dibagi."

Ikhwanul melanjutkan dengan mengatakan bahwa bentuk pemerintahan yang diadopsi oleh Suriah adalah untuk rakyat Suriah sendiri.

Ikhwanul menambahkan bahwa, "Kelompok teroris PYD tidak berbeda dari milisi lain yang menyerang Suriah dan tanah air mereka, serta menahan sandera Kurdi untuk mencapai agendanya, seperti yang Daesh lakukan di bagian lain negara itu".

Pada hari Kamis, menyusul pertemuan dua hari para pemimpin Kurdi Suriah di kota utara Rmeilan, PYD yang merupakan afiliasi organisasi teroris komunis PKK di Suriah, menyatakan "sistem federal" di daerah Hasake, Afrin dan Ayn al-Arab yang dipegang PYD.

Seluruh tiga daerah tersebut berada di Suriah utara dekat perbatasan dengan Turki, yang telah berulang kali menyuarakan keprihatinan atas afiliasi PYD dengan PKK, yang saling bertukar informasi dan persenjataan.

Atas permintaan Turki, perwakilan PYD tidak diundang untuk menghadiri pembicaraan yang didukung PBB di Jenewa yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik lima tahun di Suriah.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Adik Syeikh Ayman al Zawahiri Dibebaskan dari Penjara Mesir

MESIR (Jurnalislam.com) – Muhammad al Zawahiri, adik amir al Qaeda, dibebaskan dari penjara Mesir pada 17 Maret. Dia didakwa membentuk faksi jihad yang terkait dengan Al Qaeda dan merencanakan serangan terhadap berbagai sasaran di Mesir, tetapi pengadilan membatalkan tuduhan dan membebaskannya, The Long War Journal melaporkan, Sabtu (19/03/2016).

"Ayah saya telah dibebaskan. Dia sampai di rumah pagi ini (18Maret), "Abdelrahman Zawahiri, putra Muhamad, mengatakan kepada Agence France-Presse dalam sebuah wawancara.

Mujahidin bergembira pada bulan Februari ketika pengadilan Mesir memerintahkan Muhammad dibebaskan. Dalam buletin Al Masra edisi keenam, yang telah diposting online pada 5 Maret, Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) menerbitkan sebuah uraian singkat menyoroti pembebasan Muhammad yang tertunda.

Muhammad al Zawahiri dipenjarakan di Mesir pada tahun 1999, setelah sebelumnya ditahan di Uni Emirat Arab. Selama tahun 1990, ia menjabat sebagai tokoh senior di Jihad Islam Mesir (Egyptian Islamic Jihad-EIJ), yang dipimpin oleh saudaranya dan bergabung dengan Syeikh  Usamah bin Laden sebelum serangan 11 September 2001.

Muhammad dibebaskan dari penjara setelah pemberontakan Mesir pada tahun 2011. Dia dengan cepat menjadi pengacara produktif untuk ideologi jihad al Qaeda. Ia secara terbuka mengecam demokrasi Barat dan mendukung kebajikan al Qaeda saat berkhotbah di Tahrir Square, serta selama penampilannya di program-program televisi dan radio Mesir. Dia juga melakukan wawancara dengan wartawan Barat.

Muhamad mengumpulkan pemeriksaan tambahan menyusul protes di luar Kedutaan Besar AS di Kairo pada 11 September 2012. Sehari sebelumnya, 10 September Syeikh Ayman al Zawahiri merilis sebuah video termasuk klip dakwah Muhammad di Mesir. Amir al Qaeda ini juga menyerukan jihad Libya untuk membalas kematian Abu Yahya al Libi, yang gugur dalam serangan pesawat tak berawak AS pada bulan Juni 2012.

Muhammad dan beberapa mujahidin al Qaeda lainnya membantu menyebarkan protes di luar Kedutaan Besar AS di Kairo hari berikutnya. Acara pro-al Qaeda tersebut menyebabkan dinding kedutaan AS diterobos. Bendera Amerika diturunkan dan diganti dengan panji hitam al Qaeda disertai masyarakat umat Islam meneriakkan, "Obama, Obama, kita semua Usamah (bin Laden)!" Beberapa kelompok al Qaeda, termasuk Anshar al Sharia Libya, menyerang departemen Misi Negara dan Annex CIA di Benghazi, Libya beberapa jam kemudian. Empat orang Amerika, termasuk Duta Besar AS Christopher Stevens, tewas dalam serangan itu.

Pada Januari 2013, Muhammad memimpin protes di luar Kedutaan Besar Prancis di Kairo. Spanduk Syeikh Usamah bin Laden dan Syeikh Ayman al Zawahiri dikibarkan di luar kedutaan saat pengunjuk rasa keberatan dengan intervensi Prancis di Mali. Adik Zawahiri ini berulang kali mengancam Perancis dan Barat selama unjuk rasa.

Meskipun menyatakan dukungannya untuk al Qaeda secara terang-terangan, Muhammad mengaku ia tidak benar-benar menjadi anggota organisasi pimpinan Syeikh Ayman al Zawahiri.

Bukti yang dikumpulkan oleh para pejabat intelijen Barat mengatakan cerita yang berbeda. Namun para pejabat intelijen AS menghubungkannya dengan mujahidin  di seluruh jaringan internasional Al Qaeda, dan ia dilaporkan membantu mujahidin Mesir menghubungi kakaknya. Salah satu pengikutnya juga gugur  dalam serangan terhadap tentara Mali di bulan Mei 2013.

Selama bebas dari penjara, Muhammad adalah seorang pembicara terkemuka di acara-acara yang diselenggarakan oleh Anshar al Sharia Mesir, sebuah organisasi yang menganjurkan penerapan hukum syariah model al Qaeda. Ansar al Sharia Mesir didirikan oleh kawan lama saudara Syeikh Ayman al Zawahiri.

Muhammad kembali ditahan oleh pemerintah Mesir pada bulan Agustus 2013. Dan ia tetap menjadi sumber publikasi  al Qaeda sepanjang tahun.

Pada bulan Oktober 2014, misalnya, AQAP merilis biografi singkat untuk Mustafa Ali (alias Humam al Masri), seorang mujahidin yang bertugas di bagian media AQAP sebelum ia gugur dalam serangan pesawat tak berawak AS di akhir 2013.

Biografi AQAP untuk Ali mengandung catatan menarik tentang penahanannya di Mesir. "Dia menginvestasikan waktunya di penjara dalam mencari pengetahuan dan bertemu dengan para mujahidin berpengalaman seperti Syeikh Muhammad al Zawahiri dan Abdul Hakim Hasaan, semoga Allah melindungi mereka berdua dan membebaskan mereka," menurut terjemahan oleh SITE Intelligence Group.

Muhammad adalah seorang tokoh terkemuka dalam Anshar al Sharia Mesir. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa Mustafa Ali akan ditarik ke Anshar al Syariah di Yaman, di mana al Qaeda pertama kali menggunakan nama  Anshar al Syariah setelah Arab Spring.

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam