Taliban: Komandan Pos Militer Musuh dan 14 Pasukannya Bergabung ke Imarah Islam

FARAH (Jurnalislam.com) – Seorang komandan pos pemeriksaan militer bernama Abdullah, bersama dengan 14 anak buahnya di dekat pusat kabupaten Parchaman melakukan serangan terhadap pos pemeriksaan lainnya pada Rabu (23/03/2016), menewaskan 2 orang bersenjata dan melukai 4 lainnya, Al Emarah News melaporkan, Kamis (24/03/2016).

Kelompok itu tiba di kabupaten Farah Rod pagi ini dan menyerah kepada Mujahidin di daerah Dazo, membawa senapan mesin PKM, peluncur RPG, 12 senapan dan sejumlah besar peralatan lainnya.

Mujahidin menyambut mereka dan mengirimnya ke lokasi yang aman.

Laporan juga datang dari distrik Dehrawod mengatakan bahwa bentrokan berat telah berlangsung melawan pasukan ANA (Afghanistan National Army)  dan polisi di daerah Murchi sejak Rabu malam.

Pertempuran yang menggunakan senjata berat dan ringan sejauh ini telah menewaskan dan melukai 15 pasukan ANA sementara APC, truk pickup dan truk militer Kamaz telah hancur, pejabat mengatakan menambahkan bahwa sejumlah senjata juga telah disita dan jalan utama Tarinkot-Dehrawod masih diblokir untuk musuh.

Rincian lebih lanjut tentang situasi akan diperbarui kemudian.

 

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

Oposisi Moderat: Putaran Pertama Pembicaraan Damai Tanpa Hasil karena Ulah Rezim

JENEWA (Jurnalislam.com) – Pembicaraan damai di Jenewa untuk menyelesaikan krisis Suriah tidak membuat kemajuan apapun karena ulah delegasi rezim Suriah, perwakilan oposisi Suriah mengatakan, lansir Anadolu Agency, Kamis (24/03/2016).

"Kami belum benar-benar mencapai apa-apa pada pembicaraan ini, karena rezim dan timnya ada di sini," Salim al-Muslat, juru bicara Komite Tinggi Negosiasi oposisi, mengatakan kepada Anadolu Agency di Jenewa, Kamis.

Putaran pertama pembicaraan damai di Jenewa, yang dimulai pada tanggal 14 Maret, berakhir tanpa hasil, Kamis. Putaran berikutnya diharapkan mulai pada awal April.

Al-Muslat mengatakan rezim tidak menganggap pembicaraan damai tersebut secara serius dan hanya membuang-buang waktu di Jenewa.

"Jenewa bukan tempat untuk membahas dataran tinggi Golan dan isu-isu lain yang tidak berkaitan dengan negosiasi Suriah. Kami mencoba untuk menyelamatkan rakyat Suriah dari bom barel tetapi mereka malah ingin berbicara tentang isu-isu non-logis," katanya.

"Orang-orang sudah sekarat di Suriah setiap hari. Teror menghantam negara-negara tetangga, Ankara, Istanbul, Brussels. Sudah cukup! Kita tidak boleh kehilangan nyawa lagi di Suriah, di Turki dan negara-negara lain," tambahnya.

Al-Muslat mengatakan banyak warga Suriah di Turki tetapi mereka harus kembali ke Suriah suatu hari nanti.

"Turki membuka hati untuk para pengungsi," katanya.

"Dua masalah harus dibicarakan dalam pertemuan itu: kendala yang rezim letakkan terhadap proses di Jenewa dan tahanan (di Suriah), terutama perempuan dan anak-anak," katanya.

Al-Muslat juga mengatakan Kerry telah berjanji untuk membawa isu tahanan untuk agenda di Moskow.

Dia mengatakan rezim Assad menahan hampir 500.000 tahanan.

Al-Muslat mengatakan Assad tidak boleh berperan dalam masa depan dan pada proses transisi Suriah.

"Jika dia tetap ada, orang akan terus mati. Suriah tidak ingin melihat lebih banyak kematian dan teror. Ini adalah waktu bagi Assad untuk pergi," katanya.

Bulan lalu, Rusia dan AS setuju atas perjanjian penghentian perperangan di Suriah, yang membuka jalan bagi kelanjutan pembicaraan; Namun, itu hanya berlaku selama dua minggu, menurut oposisi moderat Suriah.

Rezim Assad, yang didukung oleh komunis Rusia dan milisi sekte Syiah Hizbullah Lebanon, telah turut campur atas serangan berlanjut di Suriah dari udara dan darat.

Pada bulan Juni 2012, konferensi Jenewa tentang Suriah telah menyerukan pembentukan sebuah pemerintahan transisi, menjaga gencatan senjata, pembebasan tahanan dan memberikan bantuan kemanusiaan ke daerah-daerah yang terkepung.

Suriah telah terkunci dalam perang global yang kejam sejak awal 2011 ketika rezim Assad membantai protes warga dengan kebrutalan tak terduga.

Sejak itu, lebih dari 250.000 orang telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya menjadi pengungsi, menurut hitungan PBB.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Didanai Asing? CIIA: Momen BNPT Untuk Berani Transparan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Adanya dugaan aliran dana asing untuk Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Densus 88 dinilai sebagai momentum BNPT dan Densus 88 untuk berani transparan. Hal tersebut diungkapkan Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya kepada Jurnalislam, Kamis (25/3/2016).

"Yang pasti BNPT dan Densus mendapatkan jatah anggaran dari APBN, dan jika saat ini BNPT dan Densus pada posisi subyek yang dicurigai oleh masyarakat sebagai kepanjangan tangan dari kepentingan asing (Amerika cs) maka menurut hemat saya inilah momentum tepat bagi BNPT dan Densus untuk berani transparan,” katanya.

“Publik yang akan menilai, silahkan BNPT dan Densus tunjukkan transparasi dan akuntanbilitas kinerja dan anggaran yang mereka pakai,” sambungnya.

Dia menilai, rakyat juga perlu tahu jika disana ada hibah dari asing. Jangan sampai kedaulatan negara terkait isu keamanan disetir begitu saja oleh asing melalui bantuan hibah dana atau teknologi.

Selain itu, BNPT juga perlu menjelaskan perlunya transparasi terkait strategi pola kontra terorisme yang digunakan. Apakah mengacu kepada petunjuk yang disodorkan pihak asing atau produk asli pemerintah Indonesia.

“Jadi sangat wajar jika publik menilai upaya kontra terorisme sangat berkabut dan potensi menyimpan persoalan karena sebab utamanya diantaranya adalah tidak adanya transparasi, akuntanbilitas dan evaluasi komprehensif terhadap kinerja BNPT dan Densus,” tandasnya.

Lebih lanjut Harits mengungkapkan, dalam kurun 10 tahun terakhir sudah lebih dari 120 orang tewas dengan status ekstra judicial killing, 40 orang lebih salah tangkap, dan 80% lebih orang yang ditangkap mengalamai penyiksaan. “Apakah ini kinerja yang dianggap sukses? Sementara semua itu juga tidak serta merta menghentikan aksi terorisme," pungkasnya.

Reporter: Findra | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Warga Inggris Ditangkap atas Tweet Islamophobia Pasca Serangan Brussels

LONDON (Jurnalislam.com) – Seorang pria Inggris yang memicu kemarahan di Twitter dengan pesannya tentang menghadapi seorang wanita Muslim selama serangan Brussels telah ditangkap karena dicurigai menghasut kebencian rasial, kata polisi London, World Bulletin melaporkan Kamis (24/03/2016).

"Saya mengkonfrontasi seorang wanita Muslim kemarin di Croydon. Saya memintanya untuk menjelaskan tentang Brussels. Dia mengatakan 'Tidak ada hubungannya dengan saya'. Sebuah jawaban bermulut manis," kata pria tersebut, yang disebut oleh media Inggris sebagai eksekutif humas Matthew Doyle, dalam tweet yang diposting pada Rabu.

Pesan itu beredar, dan mendorong reaksi marah serta pesan mengejek memparodikan tweet-nya.

Doyle membela diri di beberapa tweet berikutnya mengatakan ia "marah dan emosi", sekaligus tampak mencaci maki dalam pesan yang mengatakan: "Siapa yang peduli jika saya menghina beberapa towelhead (manusia berkepala handuk-surban)??"

Dalam tweet lain pada akun @MatthewDoyle31, ia menulis: "Inggris adalah untuk orang Inggris dan mereka yang menerima mata uang kita serta perilaku yang layak dan intoleransi Islam mengancam  bangsa kita."

Seorang juru bicara polisi mengatakan: "Seorang pria 46 tahun ditangkap di alamat rumahnya di Croydon pada Rabu 23 Maret karena dicurigai menghasut kebencian rasial di media sosial".

"Dia dibawa ke kantor polisi London selatan, di mana ia masih tetap dalam tahanan," katanya.

Doyle, 46, dari Croydon di London selatan, merinci insiden itu dalam sebuah wawancara dengan surat kabar The Daily Telegraph mengatakan bahwa wanita yang dijelaskan dalam tweet-nya berkulit putih, warga Negara Inggris dan mengenakan jilbab.

"Saya hanya berkata: 'Maaf, bisakah saya bertanya tentang apa yang Anda pikir tentang insiden di Brussels'?" jelasnya.

"Aku bukan saudagar-kanan, aku bukan corong untuk setiap jenis rasisme atau radikalisme.

"Jika saya xenophobia saya tidak akan tinggal di London," tambahnya.

Di antara banjir reaksi atas pesan asli orang itu, satu tweeter menulis: "Apa hubungannya seorang wanita Muslim di Croydon dengan peristiwa mengerikan di Belgia, bodoh?"

Yang lain mengatakan: "Apakah ada yang menyapa Anda di jalan-jalan Croydon setelah penembakan Breivik di Norwegia?"

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

Judi Cap Jie Kie dan Togel Muncul Lagi di Boyolali

BOYOLALI (Jurnalislam.com) – Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) menemukan Judi Togel dan Cap Jie Kie. Perjudian yang marak di Solo Raya 15 tahun silam itu kini muncul di Sonolayu, Boyolali.

Rabu (23/3/2016) sore, aksi spontan anggota LUIS di sebuah rumah warga Desa Klayutan Kecamatan Nogosari Kabupaten Boyolali itu berhasil menyita barang bukti berupa uang Rp 181.000, beberapa kertas ramalan (paito) cap Jie Kie, 1 buah HP berwarna hitam dan kertas bukti pembelian Cap jie Kie serta beberapa rekapan undian Cap Jie Kie. Namun 2 orang pelaku melarikan diri.

Judi Cap Jie Kie itu berpusat di Sonoloyo Boyolali. Bukti itu diketahui dari SMS dalam HP yang ditinggal pelaku yang menyebut banda judi Cap Jie Kit tersebut atas nama Mahkota Manajemen di Sonoloyo Boyolali.

Temuan tersebut dilaporkn ke Polsek Nogosari Boyolali diterima IPTU Zaenuddin untuk diproses lebih lanjut.

"Kita berharap kepada Kapolda Jateng lebih serius menangani kasus judi di wilayah hukum Jawa Tengah karena sudah banyak yang ditindak namun para penjudi tak pernah jera, baik judi yang online atau yang bukan online," ucap humas LUIS, Endro Sudarsono.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Irak Mulai Luncurkan Operasi Militer untuk Rebut Mosul dari IS

IRAK (Jurnalislam.com) – Operasi Militer untuk merebut kembali Mosul dari kelompok Islamic State (IS) telah dimulai Kamis pagi, kata pemerintah Irak, lansir World Bulletin Kamis (24/03/2016).

Jaringan Media perang Kementerian Pertahanan Irak mengumumkan bahwa pasukan di bawah kendali Joint Mosul Command telah memulai tahap pertama Conquest Operation.

Beberapa desa di sekitar kota Mosul dilaporkan telah direbut kembali dari IS.

Irak berada dalam kondisi konflik yang berkelanjutan sejak pertengahan 2014, ketika IS menguasai Mosul – kota kedua terbesar di negara itu – dan menyatakan khalifah secara sepihak di sebagian wilayah Irak dan Suriah.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Hakim PBB: Karadiz Terbukti Bersalah atas Pembantaian Kaum Muslim dan Kejahatan Perang di Bosnia

DEN HAAG (Jurnalislam.com) – Mantan pemimpin Serbia Bosnia Radovan Karadzic pada hari Kamis (24/03/2016) dinyatakan bersalah melakukan genosida atas pembantaian kaum Muslim di Srebrenica dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan selama perang tahun 1990-an di wilayah bekas Yugoslavia, Aljazeera melaporkan Kamis.

Hakim PBB di pengadilan internasional di Den Haag mengatakan Karadzic bersalah atas 10 dari 11 dakwaan yang diajukan terhadap dirinya selama persidangan lima tahun, dan ia dijatuhi hukuman 40 tahun penjara.

Karadzic, 70 tahun, adalah pemimpin peringkat tertinggi yang dihukum di depan pengadilan PBB atas perang dua dekade yang lalu di mana 100.000 orang tewas dibantai saat tentara saingan menyerang Bosnia dengan latar belakang agama.

Ketua Hakim O-Gon Kwon mengatakan Karadzic adalah pidana yang bertanggung jawab atas pembunuhan, menyerang warga sipil, dan teror selama 44-bulan pengepungan ibukota Bosnia, Sarajevo yang mematikan saat perang tahun 1992 hingga 1995.

Karadzic menggunakan strategi intimidasi dan penembakan menargetkan warga sipil kota sebagai cara memajukan tujuan politiknya, kata Kwon.

Pengacara Karadzic, Peter Robinson, mengatakan kliennya "heran" dengan putusan tersebut.

"Presiden Karadzic kecewa, dia tidak merasa secara hukum bertanggung jawab atas kejahatan tersebut. Tidak ada yang benar-benar menang dalam pengadilan hari ini," kata Robinson.

Karadzic akan mengajukan banding, sebuah proses yang bisa memakan waktu hingga tiga tahun, katanya.

Satko Mujagic, seorang mantan tahanan yang ditahan oleh pasukan Serbia selama lebih dari 200 hari, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Karadzic bertanggung jawab untuk "pembersihan umat Islam dan pertumpahan darah".

"Saya sangat senang bahwa orang ini akhirnya mendapat apa yang pantas dia dapat," katanya.

Mujagic mengatakan putusan pengadilan juga harus memiliki efek yang lebih luas di Bosnia Serbia, Muslim, dan Kroasia.

"Jujur, saya berharap hukuman ini akan berarti sesuatu bagi orang-orang di Bosnia, karena banyak orang menyangkal apa yang telah terjadi. Orang menyangkal kejahatan perang. Saya harap ini berarti sesuatu untuk rekonsiliasi di negara ini," kata Mujagic.

Sekitar 100 korban berkumpul di luar pengadilan PBB saat hakim membacakan vonis atas beberapa kekejaman terburuk yang dilakukan di Eropa sejak Perang Dunia II.

Salah satu spanduk berbunyi: "Srebrenica, kita mengingat 8372 korban genosida."

Karadzic telah lama mendalangi pembantaian 1995 setelah pasukan Serbia merebut "daerah aman" Srebrenica PBB di Bosnia timur.

Reporter Al Jazeera Emma Hayward, melaporkan dari Den Haag, mengatakan rasa sakit korban belum hilang, tetapi menambahkan ada rasa lega di antara keluarga dan korban setelah putusan pengadilan tersebut.

"Ketika kami mendengar tentang Srebrenica, kami mendengar tentang laki-laki dan anak laki-laki yang diambil dari keluarga mereka dan dibunuh secara sistematis," kata Hayward.

Karadzic, seorang psikiater, muncul sebagai pemimpin politik Serbia Bosnia sesaat sebelum Yugoslavia mulai hancur dalam serangkaian perang di tahun 1991. Pemimpin militernya, Jenderal Ratko Mladic, masih diadili atas tuduhan yang sama.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Disomasi, Dr Fidiansjah Malah Doakan LBH Jakarta dan Pengidap LGBT

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Lembaga Hukum (LBH) Jakarta melayangkan somasi kepada DR. dr. Fidiansjah terkait pernyataannya homoseksual merupakan penyakit jiwa. Menanggapi somasi tersebut, dr. Fidiansjah justru malah balik mendoakan balik kaum homoseksual dan meminta maaf atas pemberian informasi yang benar.

“Permohonan maaf yang kami sampaikan tentu sebagaimana yang mereka juga tuntut, lalu permintaan maaf saya lakukan. Tentu minta maaf bukan sesuatu hal yang menunjukkan mereka benar. Dan permohonan ini sebagai bentuk keberadaban dari manusia yang bertatakrama sebagai mana budi luhur di dalam berbangsa dan bernegara,” terangnya dalam konferensi pers di Sekretariat Gerakan Indonesia Beradab (GIB) Jl. H. Sa’abun No. 20 Warung Jati, Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (23/03/2016), Rabu (23/3/2016).

Ia juga mendoakan LBH Jakarta, “Kami doakan LBH Jakarta qq Saudari Veronica Koman agar senantiasa dalam keadaan sehat wal afiat. Dan semoga Tuhan yang Maha Memberi Petunjuk akan membuka pintu hati nurani LBH Jakarta qq Saudari Veronica Koman untuk senantiasa berbuat baik,” ujarnya.

Fidiansjah juga mendoakan orang-orang yang mengalami musibah, cobaan, dan masalah di bidang seksualitas dalam beragam bentuk, antara lain yang biasa diistilahkan LGBT.

“Insya Allah dengan ikhtiar yang optimal dan saling bekerja sama, bahu-membahu, tolong-menolong untuk membantu mereka, adalah bisa mendapat kesembuhan dengan izin AllahSubhanahu Wata’ala, Tuhan Yang Maha Kuasa dan Berkehendak atas segala sesuatu,” ujarnya.

Konferensi pers itu dihadiri Presidium GIB, Dr. Bagus Riyono, MA; Guru Besar Psikologi, Prof. Dadang Hawari; tim LITBANG GIB, Ihshan Gumilar, MA; dan Ketua PAHAM, Dr. Heru Susetyo.

Prof Dr. Dadang Hawari mengapresiasi sikap Dr Fidiansjah, “Ini luar biasa, bukannya mengkritik balik ini malah memberi maaf. Permasalahnnya kaum LGBT ini ber-Tuhan tidak, suka macetnya kan disitu. Jangan bicara soal agama, kita bicara ilmiah saja. Agama kan ilmiah juga,” tegas Prof Dadang.

Seperti diketahui, Pernyataan Dr. Fidiansjah itu disampaikan pada acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang tayang pada Selasa (16/2/2016) lalu. Pengacara LBH Jakarta, Veronica Kauman menganggap pernyataan Dr. Fidiansjah tersebut tidak mengutip Pedoman Penggologan dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ) dengan benar.

Reporter: Irfan Yusuf | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Masih Beroperasi, Karaoke King Star Kembali Didemo Umat Islam Karanganyar

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) –  Ratusan massa umat Islam dari FUIK (Forum Umat Islam Karanganyar) dan KONAS (Komunitas Amar Ma'ruf Nahi Munkar Solo Raya) kembali mendatangi King Star Karaoke di Puri Kahuripan RW VIII Jaten Karanganyar, Jawa Tengah. Umat Islam sangat diresahkan dengan keberadaan karaoke yang sudah berkali-kali didemo itu.

"Kami sangat jengkel atas tindakan management King star Karaoke yang nekat aja buka, maka kami juga nekat mendatangkan ratusan laskar guna menekan King Star Karaoke," kata Sekjen FUIK Mulyono.

Ketua KONAS Abu Daud mengatakan, warga sekitar agar waspada atas adanya oknum aparat yang membackingi tempat-tempat kemasiatan tersebut. "Karena malaikat maut bisa datang kapan saja jangan sampai kita mati ketika kita dalam posisi melindungi kemaksiatan, karena itu mati dalam kondisi belumur dosa," tegasnya.

"Kita seharusnya malu, sebab di Karanganyar ini banyak mencetak kader-kader Da'i yang hafal Alqur'an akan tetapi juga menjamur kemaksiatan," tambahnya.

Massa juga memasang spanduk yang menyatakan penyegelan dan penutupan tempat tersebut. Selain itu, FUIK juga memberikan beberapa poin pernyataan sikap yang diantaranya:

1. Segera mencabut izin Operasi Karaoke KING STAR GRAVISTA GROUP di Karanganyar.
2. Melakukan pengawasan dan Supervisi terhadap karaoke KING STAR GAVISTA GROUP, karena sejak awal izinnya dengan menggunakan cara-cara suap, teror dan intimidasi.
3.Meninta kepada Aparat Pemerintah maupun yang berwenang untuk ikut serta dalam memberantas kemaksiatan.
4.Kepada Pihak terkait agar bersama-sama menjaga Kondisivitas iklim sejuk keamanan dan kenyamanan demi terciptanya Karanganyar yang benar-benar TENTERAM (Tenang, Teduh, Rapi Aman dan Makmur)
Setelah Aksi di Karaoke King Star usai masa yang terdiri dari Jama'ah Ansharusy Syariah, FKAM, FUIT, LUIS Solo, Sapala Kamufisa Isykarima Karangpandan, KONAS Solo Raya tersebut bergerak menuju ke rumah makan GREENYU di utara Kolam Renang Intan Pari Karanganyar yang di duga juga sebagai ajang kemaksiatan yang berkedok Rumah Makan. Di tempat tersebut masa juga kembali memperingatkan kepada aparat untuk mengawasi tempat tersebut.

Sementara itu, di hadapan masa dan wartawan Kapolsek Tasikmadu AKP Sodikin berjanji akan senantiasa berada di garda depan untuk mencegah kekhawatiran tempat karaoke tersebut dijadikan tempat maksiat.

Reporter: Riyanto, Fairuz | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

 

ALMANAR Grebek Bandar Miras, 25 Dus Miras Disita

CIREBON (Jurnalislam.com) – Aliansi Masyarakat Amar Maruf Nahi Munkar (ALMANAR) menggrebeg sebuah rumah penjual miras di Jalan Menara Suradinaya Utara Kelurahan Pekiringan Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Rabu (23/3/2016). Rumah milik  Abah Lili (50) yang sudah berkali-kali digrebek aparat kepolisian itu letaknya tak jauh dari Mapolsek Utara Barat (Utbar) Kota Cirebon.

Awalnya Abah Lili mengelak menyembunyikan minuman, tapi anggota ormas dan petugas kepolisian masuk dan memeriksa rumah milik Abah Lili menemukan sedikitnya 25 dus miras berbagai jenis di lantai 2 rumahnya.

Massa ALMANAR kemudian menumpahkan isi dalam botol tersebut di halaman rumah Abah Lili. Total sekitar 24 dus ditumpahkan oleh massa ormas, sisanya satu dus diserahkan kepada polisi untuk dijadikan bukti pelanggaran pemilik miras.

Menurut koordinator Almanar, Andi Mulya kepada awak media mengatakan bahwa pihaknya meminta sejumlah instansi terkait untuk lebih serius lagi memerangi miras karena miras adalah pintu masuk segala bentuk kemaksiatan dan kejahatan yang lainnya. “Efeknya fatal, bisa merusak, hukumannya gak boleh ringan, ini harus diproses,”ujarnya.

Kapolres Cirebon Kota AKBP H Eko Sulistyo Basuki melalui Kapolsek Utbar Kompol Nana Suryana SH didampingi Panit I Reskrim Iptu Tarsiman SH mengatakan bahwa pihaknya akan segera memanggil dan melakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan untuk selanjutnya berkasnya akan diajukan ke pengadilan.

“Ini kita proses, pelaku ini sudah target lama, sering kita razia, bahkan sebelumnya sudah kita ajukan dan sudah divonis di pengadilan,” katanya.

Sementara itu tim dakwah ALMANAR, Abu Usamah mengimbau pemkot Cirebon untuk merubah perda miras yang ada saat ini dengan larangan Khamr.

"Kepada Pemkot & DPRD Kota Cirebon: rubahlah undang – undang miras yang ada sekarang ganti dengan aturan/ hukum Khomer yang terdapat didalam Kitab Suci Al Qur'an & Hadist Nabi Saw,bila kalian ingin selamat di dunia dan diakhirat kelak," ujarnya.

Reporter: Yusuf | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam