Fredy Taubat Nasuha Sebelum Dieksekusi, Persis: Semoga Jadi Penebus Dosa

Fredy Budiman
Fredy Budiman

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wakil Ketua Umum Persatuan Islam (Persis), Dr Jeje Zaenudin mengapresiasi pertaubatan Fredy Budiman. Fredy adalah terpidana mati kasus narkoba yang dieksekusi pada Kamis (28/7/2016) kemarin di Pulau Nusakambangan, Cilacap.

“Sebesar apapun dosa seorang hamba di dunia ini jika kemudian ia mati dalam keadaan bertauhid, tidak menyembah tuhan lain selain Allah, maka ia tetap berpeluang mendapat ampunan di akhirat,” katanya kepada Jurnalislam, Jum’at (29/7/2016).

Mantan pimpinan pemuda Persis itu juga mengatakan, kesungguhan pertaubatan Freddy yang diakhiri oleh pengeksekusiannya adalah sebagai bagian dari penebus dosa.

“Jika benar bahwa saudara Fredy Budiman telah bertaubat dengan taubatan nasuha, taubat yang sungguh sungguh dan memenuhi persyaratannya, maka Insya Allah kematiannya dengan ditembak sebagai bagian dari penebus dosanya, sehingga ia terbebas atau setidaknya meringankan azabnya diakhirat,” terang ulama asal Garut itu.

Ustadz Jeje melanjutkan, pelaksanaan hukuman mati dinilai masih sangat efektif membuat penjahat bertaubat kembali kepada agama yang lurus.

“Itu sangat penting serta sangat bermakna bagi orang yang percaya adanya hari akhirat. lain lagi bagi kaum yang kafir pada akhirat, mereka tidak melihat manfaat yang besar dalam hukuman mati,” pungkas Da’i Asia Tenggara itu.

Reporter: Muhammad Fajar | Editor: Ally Muhammad Abduh

Taliban Terus Peroleh Banyak Wilayah di Afghanistan

88d0c881e4f54a98bb19599e67b72a24_18KABUL (Jurnalislam.com) – Pemerintah Afghanistan kembali kehilangan kontrol wilayahnya ke tangan Taliban (Imarah Islam Afghanistan) sejak awal tahun ini, menurut laporan pengawas tinggi pemerintah AS mengenai Afghanistan, Aljazeera melaporkan Jumat (29/07/2016).

Diterbitkan pada hari Jumat oleh Inspektur Jenderal Khusus untuk rekonstruksi Afghanistan (the Special Inspector General for Afghanistan Reconstruction-SIGAR), laporan itu mengatakan bahwa daerah yang semula berada di bawah kendali atau pengaruh pemerintah Afghanistan menurun menjadi 65,6 persen pada akhir Mei dari 70,5 persen tahun lalu, berdasarkan data yang diberikan oleh pasukan AS di Afghanistan.

Komandan pasukan AS di Afghanistan, Jenderal TNI John Nicholson, mengatakan sebagian besar daerah yang dikuasai Taliban adalah pedesaan.

“Mereka percaya mereka akan mampu merebut dan menguasai medan, dan mereka berusaha untuk melakukannya,” kata Nicholson briefing Pentagon melalui video link pada hari Kamis.

Para pejabat Afghanistan mengatakan angka sebenarnya tidak dapat diukur karena perang melawan Taliban masih berlangsung.

“Ini bukan hanya Taliban tetapi banyak kelompok-kelompok perlawanan di Afghanistan yang berjuang untuk mendapatkan wilayah, dan kami bertempur untuk mendorong mereka mundur, jadi kami tidak bisa benar-benar mengukur seberapa banyak daerah yang berada dalam kendali Taliban atau kelompok-kelompok perlawanan lainnya,” General Dawlat Waziri , juru bicara kementerian pertahanan Afghanistan, mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Jumat dari Kabul.

“Namun, kita bisa memastikan bahwa Taliban tampaknya hadir pada sebagian besar di daerah pedesaan, bukan di kota-kota strategis.”

AS telah melatih dan mempersenjatai pasukan Afghanistan sebelum menarik mundur pasukan Amerika dari negara itu, namun Afghanistan tetap kekurangan personil dan persenjataan berat.

Laporan itu mengutip pasukan AS di Afghanistan mengatakan hilangnya kontrol tersebut karena, “Pasukan Afghanistan ditugaskan ke daerah dengan prioritas yang lebih rendah untuk melakukan operasi ofensif, mendapatkan dan mempertahankan inisiatif, memanfaatkan peluang, dan mengkonsolidasikan keuntungan taktis.”

Mengakui bahwa kondisi di Afghanistan tetap genting dan mujahidin Taliban telah memperoleh tanah di beberapa tempat, Presiden AS Barack Obama berencana untuk menyisakan 8.400 tentara Amerika di Afghanistan pada akhir masa jabatannya – meningkat dari rencana sebelumnya, mencerminkan kesulitan yang tergambar akibat kehadiran AS di negara itu.

Obama juga menyetujui memaksa otoritas baru AS untuk mendukung pasukan Afghanistan, sambil memungkinkan penggunaan serangan udara AS yang lebih besar.

Sebelumnya, Nicholson, yang memerintahkan misi Resolute Support yang dipimpin NATO dan misi khusus AS secara terpisah, diizinkan untuk mengambil tindakan terhadap Taliban hanya jika “mereka menimbulkan ancaman langsung kepada pasukan koalisi AS atau jika pasukan Afghanistan menghadapi bencana kegagalan.”

Aturan ini belum diangkat oleh otoritas baru.

Afghanistan tetap menjadi salah satu negara yang neniliki paling banyak ranjau darat di dunia, setelah konflik berlangsung hampir 40 tahun.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Erdogan Kecam Jenderal AS atas Komentarnya Pasca Kudeta

thumbs_b_c_63dd5f5e6714d033e316d1f117a558d8

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Jumat mengecam kepala Central Command AS atas pernyataannya menyusul kudeta 15 Juli yang gagal, lansir Anadolu Agency, Jumat (29/07/2016).

Pada hari Kamis (28/07/2016), berbicara di Aspen Security Forum, sebuah think tank, di Colorado, Jenderal Joseph Votel mengatakan: “Kami sudah pasti memiliki hubungan dengan banyak pemimpin Turki – pemimpin militer pada khususnya.”

“Saya prihatin tentang apa dampaknya pada hubungan tersebut,” katanya.

Votel merujuk kepada beberapa petugas Turki – yang sekarang berada di dalam penjara – karena peran mereka dalam upaya kudeta.

Dia menyuarakan keprihatinan bahwa jangka panjang kudeta dan upaya Ankara untuk membersihkan militer pendukung kudeta akan berdampak pada operasi AS di wilayah tersebut.

“Saya prihatin bahwa itu akan berdampak pada tingkat kerjasama dan kolaborasi yang kita miliki dengan Turki yang terus terang sangat baik,” kata Votel.

Sebagai tanggapan, Erdogan mengecam Votel, mengatakan Jenderal AS tersebut tidak dalam posisi untuk membuat komentar dan mencampuri urusan internal Turki.

“Apakah Anda orang yang memutuskan (penjara) ini? Siapa Anda? Anda harus mengetahui tempat Anda,” kata Erdogan dalam konferensi pers Jumat setelah kunjungan ke Operasi Khusus Departemen Kepolisian di ibukota Ankara, yang diserang berat selama upaya kudeta.

“Bukannya berterima kasih kepada pemerintah (Turki) karena menggagalkan upaya kudeta dan (mempertahankan) pemerintah yang sah, Anda malah berdiri bersama Gulen,” kata Erdogan.

Presiden juga mengecam Washington karena menampung Fetullah Gulen, yang dituduh sebagai dalang dari plot kudeta yang mematikan.

“Gulen sudah ada di negara Anda, Anda membela dia. Ini adalah fakta yang diketahui,” kata Erdogan.

“Anda tidak pernah bisa menipu orang-orang saya. Orang-orang saya tahu siapa yang terlibat dalam plot ini, dan siapa yang menjadi dalang. Dengan pernyataan tersebut, Anda hanya mengungkapkan diri. Turki tidak akan ditipu,” tambahnya.

Turki telah memulangkan sedikitnya 1.684 anggota Angkatan Bersenjata atas peran mereka dalam kudeta yang gagal ketika faksi militer mencoba untuk menggulingkan pemerintah terpilih pada 15 Juli.

Tiga kepala staf militer, termasuk dari angkatan darat, udara dan laut, mempertahankan posisi teratas mereka setelah pertemuan Dewan Agung Militer Kamis.

Pemerintah Turki telah berulang kali mengatakan upaya kudeta yang mematikan, yang menewaskan sedikitnya 246 orang dan melukai lebih dari 2.100 orang lain, dilakukan oleh pengikut Gulen.

Gulen juga dituduh telah lama menyebarkan kampanye untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi lembaga Turki, khususnya militer, polisi, dan pengadilan, dan negara paralel.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Berpisah dengan Al Qaeda, Inilah Rilisan Terjemahan Lengkap Syeikh al Jaulani

IMG-20160728-WA015

JURNALISLAM.COM – Syeikh Abu Muhammad al-Jaulani muncul di kamera untuk pertama kalinya, mengumumkan pisahnya tandzim Jabhah Nusrah dengan Al Qaeda dan juga merubah namanya menjadi Jabhat Fath al Syam, atau pasukan pembebasan Syam yang berjuang untuk kepentingan kaum Muslim Syam, Jihad dan Revolusi rakyat Syam.

Berikut ini adalah rilisan terjemahan lengkap Syeikh Abu Muhammad al Jaulani:

Kepada saudara muslim saya di manapun… kepada orang-orang Suriah yang kami hormati

Assalamualaykum wa rahmatullah wa barakatuh..

Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada saudara kita, komandan al Qaeda global, Dr Syeikh Ayman al-Zawahiri dan wakil nya, terutama Syeikh ahmad hasan abu al khayr, semoga Allah melindungi mereka.

Kami berterima kasih untuk sikap mereka, di mana mereka memberi prioritas pada kepentingan rakyat Syam, jihad mereka, revolusi mereka serta penilaian yang tepat dari manfaat umum jihad, sikap mulia ini akan disimpan dalam sejarah.

Kepemimpinan penuh berkah yang mereka miliki, akan dan tetap menjadi sebuah contoh menempatkan kebutuhan dan kepentingan umat lebih tinggi dari kepentingan kelompok manapun.

Mereka praktis telah melaksanakan kata-kata Syeikh Usamah bin Ladin rahimahullah (semoga Allah merahmatinya).

Ia selalu mengatakan, “kepentingan umat didahulukan lebih dari kepentingan negara manapun; kepentingan negara lebih diutamakan daripada kepentingan jamaah (kelompok) manapun; kepentingan jamaah (kelompok) lebih diutamakan daripada kepentingan individu manapun.”

Kami, pusat komando Jabhah Nusrah, selalu bertindak sesuai dengan manhaj/pedoman umum dan arahan dari pimpinan kami Al Qaeda.

Kewajiban kami adalah melayani masyarakat Syam dan jihad mereka, meringankan berat di pundak rakyat, tanpa mengorbankan atau meruntuhkan keyakinan yang solid, atau melemahkan kelangsungan jihad Syam, yang secara berkelanjutan akan melindungi, menggunakan segala cara Islam untuk membantu dalam pencapaian tujuan tersebut atau berakhir dalam tercapainya tujuan mulia ini ketika kita berniat untuk menjembatani kesenjangan antara faksi-faksi jihad dan diri kita.

Kami berharap dari tubuh kami yang terpadu, yang pusatnya adalah Syariah Islam, menyatukan seluruh rakyat Syam, membebaskan tanah mereka, memberikan kemenangan kepada iman mereka dan menegakkan kesaksian iman mereka .. memenuhi permintaan rakyat Syam untuk mengekspos penipuan masyarakat internasional, para pemimpin AS dan Rusia, pemboman tanpa henti dan mengungsinya kaum Muslim Syam secara massal dengan dalih menargetkan Jabhah Nusrah afiliasi al Qaeda.

Untuk alasan tersebut, kami mendeklarasikan membatalkan seluruh operasi di bawah nama Jabhah Nusrah, menjadi kelompok baru yang beroperasi di bawah nama Jabhat Fath al Syam

Tandzim baru ini tidak memiliki afiliasi terhadap seluruh entitas eksternal

Tandzim baru ini bertujuan untuk memenuhi beberapa hal berikut;

  1. Berjuang menuju pembentukan agama Allah Swt, menegakkan Syariah (hukum) Islam sebagai undang-undang, membangun keadilan di antara semua orang.
  2. Bergerak menuju kesatuan dengan semua kelompok, dalam rangka menyatukan jajaran mujahidin dan membebaskan tanah Syam dari kekuasaan tiran thoghut Bashar dan sekutu-sekutunya. Allah Swt mengatakan, “Dan berpegang teguhlah pada tali agama Allah semua bersama-sama dan jangan berpecah belah (Qs Ali Imran 103).
  3. Melindungi jihad Syam dan menjamin kontinuitas, memanfaatkan segala cara Islam yang sah untuk melakukannya.
  4. Berupaya untuk melayani kaum Muslim, hadir memenuhi kebutuhan sehari-hari dan meringankan kesulitan mereka dalam setiap cara yang mungkin.
  5. Memastikan keamanan, stabilitas, dan kehidupan yang terhormat untuk kaum Muslim dan masyarakat umum.

 

Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta Alam

Saudaramu, Abu Muhammad al Jaulani

 

Deddy | Jurnalislam

 

Zionis Hancurkan 168 Rumah, 740 Warga Termasuk 384 Anak Palestina Kehilangan Tempat Tinggal

TEPI BARAT (Jurnalislam.com) – Sekitar 740 warga Palestina, termasuk 384 anak-anak, kehilangan tempat tinggal selama enam bulan pertama tahun 2016 setelah militer zionis meruntuhkan struktur perumahan mereka di Tepi Barat yang diduduki, menurut angka terbaru, lansir Aljazeera, Kamis (28/07/2016).

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada Rabu, organisasi HAM Israel B’Tselem mengatakan 168 rumah Palestina dihancurkan di Area C antara 1 Januari hingga 30 Juni – lebih banyak dari sepanjang tahun 2015.

Area C, yang mengambil 60 persen wilayah Tepi Barat dan merupakan rumah bagi sekitar 300.000 warga Palestina, berada di bawah kontrol penuh militer, keamanan dan administratif zionis yahudi.

Data terpisah B’Tselem mencatat penghancuran selama dekade terakhir menunjukkan bahwa sebagian besar kerusakan itu dilakukan terhadap masyarakat kecil yang kurang mampu jauh dari pusat kota, di daerah seperti Hebron Hills di Selatan dan Jordan Valley.

“Mereka menargetkan wilayah Palestina yang jarang penduduknya, saat orang-orang di sana tidak memiliki kekuatan politik,” kata juru bicara B’Tselem Sarit Michaeli kepada Al Jazeera.

“Pendudukan Israel ingin mereka pindah ke Area B untuk perluasan pemukiman Area C. Itulah inti dari masalah ini.”

Area B, yang mengambil sekitar 22 persen wilayah Tepi Barat, berada di bawah kendali jajahan Israel, sementara Otoritas Palestina menjalankan urusan sipil.

Israel menduduki Tepi Barat setelah Perang Arab-Israel tahun 1967. Sejak itu, Israel telah membangun 125 permukiman khusus Yahudi di Area C, yang dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional, menurut laporan B’Tselem.

Lebih dari setengah juta warga Yahudi Israel tinggal di pemukiman tersebut di tanah Palestina, dengan rencana lanjutan untuk memperluas pemukiman tersebut.

aec620a4a731424fb6e769e363c03cd7_6

Alaa Tartir, direktur program Jaringan Kebijakan Palestina Al-Shabaka, sebuah think tank independen, mengatakan penghancuran rumah tersebut harus dipahami dalam gambaran yang lebih luas bahwa Israel melakukan penindasan dan taktik pemindahan paksa.

“Ekspansi Teritorial dan aneksasi masih menjadi inti proyek Zionis dan menghancurkan rumah-rumah adalah salah satu alat yang meeka gunakan,” kata Tartir kepada Al Jazeera dari Jenewa, Swiss.

“Dengan setiap rumah yang dihancurkan Israel, perdamaian menjadi lebih sulit dipahami dan tak terjangkau.”

 

AS: Jabhah Nusrah atau Jabhah Fath al-Syam Tetap Menjadi Target

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Departemen Luar Negeri AS mengatakan pada hari Kamis (28/07/2016) bahwa jihadis Jabhah Nusrah atau Jabhah Fath al-Syam tetap menjadi target bagi AS dan pesawat tempur Rusia di Suriah meskipun mereka memutuskan hubungan dengan al-Qaeda dan mengubah namanya menjadi Jabhat Fatah al-Sham, lansir Aljazeera.

Juru bicara Departemen Luar Negeri John Kirby mengatakan pengumuman Jabhah Nusrah mungkin saja hanya sebagai rebranding dan Amerika Serikat akan menilai dengan tindakan, tujuan dan ideologi mereka.

Kirby juga mengatakan aksi kemanusiaan Rusia dan Suriah di sekitar Aleppo pada hari Kamis tampaknya benar-benar menjadi sebuah upaya untuk memaksa evakuasi warga sipil dan penyerahan kelompok jihad.

Sementara itu, Syeikh Abu Muhammad Jaulani membuat pernyataan setelah Al-Qaeda global merestui perpisahan kepada cabangnya di Suriah, Jabhah Nusrah, jika tidak berpisah hal itu bisa mengganggu hubungan dengan organisasi jihad global yang berusaha melestarikan persatuan dan melanjutkan pertempuran di Suriah, dalam sebuah pernyataan audio yang dirilis pada hari Kamis.

IMG-20160728-WA015

“Anda dapat mengorbankan ikatan organisasi dan tandzim ini tanpa ragu-ragu jika mereka bertentangan dengan kesatuan dan perjuangan sebagai satu tubuh,” kata pemimpin al-Qaeda global Syeikh Ayman al-Zawahri dalam sebuah pernyataan audio kepada Jabhah Nusrah.

“Persaudaraan Islam di antara kita lebih kuat daripada afiliasi organisasi … persatuan Anda dan unifikasi lebih penting bagi kami daripada link organisasi.”

Terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat dan Rusia, Jabhah Nusrah dikeluarkan dari pembicaraan gencatan senjata Rusia dan Amerika Serikat di Suriah pada bulan Februari yang juga membahas koordinasi yang lebih erat untuk menargetkan Jabhah Nusrah.

Berbicara sebelum pengumuman hari Kamis, Charles Lister, seorang ahli di Middle East Institute, mengatakan bahwa walaupun oposisi moderat Suriah selalu menuntut Jabhah Nusrah meninggalkan al Qaeda, kekuatan Barat tidak mungkin untuk mengubah penilaian mereka terhadap Jabhah Nusrah.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry telah mengusulkan kerjasama yang lebih erat dengan Rusia melawan Jabhah Nusrah, termasuk berbagi informasi intelijen untuk mengkoordinasikan serangan udara terhadap pasukannya.

Aymenn Jawad Al-Tamimi, seorang peneliti di lembaga think tank AS, Forum Timur Tengah, mengatakan bahwa lepasnya secara formal dengan al-Qaeda dan kemungkinan pembentukan koalisi baru pejuang dengan berkat al-Qaeda bisa dibilang merupakan hasil terburuk dari perspektif AS.

Dia mengatakan,”Upaya menargetkan tokoh jihadis jauh lebih sulit karena mereka akan semakin tertanam dalam perlawanan yang lebih luas.”

“Sebuah koalisi besar antara Jabhah Nusrah dan kelompok lain kemudian akan dengan cepat dan mudah membongkar banyak kelompok yang didukung AS di antara kelompok oposisi Suriah di utara,” tulisnya.

Jabhah Nusrah didirikan tak lama setelah perlawanan terhadap Assad pecah pada tahun 2011.

Mereka diberi sanksi oleh Dewan Keamanan PBB, meskipun di banyak bagian Suriah mereka sering bertempur di sisi yang sama dengan kelompok mainstream yang disukai oleh Washington dan sekutu Arabnya.

Kelompok yang berjuang di bawah bendera Tentara Pembebasan Suriah (FSA) telah membantah koordinasi langsung dengan Jabhah Nusrah, Jabhah Nusrah juga telah memerangi dan menghancurkan beberapa kelompok pemberontak yang didukung Barat (AS dan sekutunya).

Al-Nusra_Front_fighters,_SyriaSetelah menahan diri di hari-hari awal gencatan senjata Februari, Jabhah Nusrah kembali muncul di medan perang saat diplomasi telah dilanggar oleh serangan udara Rusia dan pasukan Nushairiyah Assad, Jabhah Nusrah juga menjadi ujung tombak serangan baru melawan milisi Syiah Iran pro-rezim Assad di dekat Aleppo, komandan Jabhah Nusrah dan oposisi lainnya mengatakan.

Proposal untuk menjauhkan Jabhah Nusrah dari al-Qaeda telah melayang sebelumnya. Tahun lalu, sumber mengatakan kepada Reuters bahwa para pemimpin kelompok itu mempertimbangkan pemutusan hubungan dengan al Qaeda untuk membentuk entitas baru yang didukung oleh beberapa negara-negara Teluk Arab yang berusaha menggulingkan Assad.

 

Amir Jabhah Nusrah Umumkan Berpisah dari Al Qaeda

SURIAH (Jurnalislam.com)Al Jazeera memperoleh video eksklusif, Kamis (28/07/2016) dari Jabhah Nusrah yang mengkonfirmasikan lepasnya tandzim jihad berbasis Suriah dari al-Qaeda.

Abu Muhammad al-Jaulani muncul di kamera untuk pertama kalinya mengumumkan bahwa nama kelompoknya juga telah berubah menjadi Jabhat Fath al Syam, atau pasukan pembebasan al Syam.

“Kami menyatakan penghapusan lengkap semua operasi di bawah nama Jabhah Nusrah, dan pembentukan taandzim baru yang beroperasi di bawah nama Jabhat Fath al-Syam dan menyatakan bahwa organisasi baru ini tidak memiliki afiliasi dengan setiap entitas eksternal,” kata Syeikh Jaulani.

Jabhah Nusrah telah dibubarkan dan faksi jihadnya sekarang akan terus berjuang sebagai Pasukan Penaklukan Damaskus. (baca juga: Berpisah dengan Al Qaeda, Inilah Rilisan Terjemahan Lengkap Syeikh al Jaulani)

Syeikh Jaulani mengatakan langkah terbaru tersebut adalah untuk menghilangkan semua alasan yang dibuat oleh AS dan Rusia untuk mengebom warga sipil di Suriah.

Video dirilis pada hari Kamis setelah laporan sebelumnya bahwa pemimpin al-Qaeda telah menyetujui perpisahan, sehingga mujahidin Jabhah Nusrah bisa berkonsentrasi pada perjuangan mereka melawan rezim Syiah Suriah dan kelompok oposisi lainnya.

Jabhah Nusrah pertama muncul di internet pada awal 2012 untuk bertanggung jawab atas serangan bom syahid di Aleppo dan Damaskus pada pasukan Assad.

Faksi jihad bersenjata lengkap, dengan pejuang yang sangat terlatih, sejak itu mementaskan sejumlah serangan terhadap pasukan rezim Suriah serta kelompok-kelompok bersenjata lainnya di Suriah.

Jabhah Nusrah diberi sanksi oleh Dewan Keamanan PBB dan terdaftar sebagai kelompok teroris menurut Amerika Serikat dan Rusia.

Pada bulan Februari, AS dan Rusia mengeluarkan Jabhah Nusrah dari kesepakatan gencatan senjata yang bertujuan mengakhiri pertempuran di Suriah.

Menanggapi deklarasi Syeikh Jaulani tersebut, Farah al-Atassi, juru bicara Komite Negosiasi Tinggi, blok negosiasi utama oposisi moderat Suriah, mengatakan bahwa masih sangat prematur untuk memprediksi konsekuensi penuh dari perpecahan al-Qaeda.

Namun Atassi menambahkan bahwa dia berharap langkah itu akan menyingkirkan kekuatan seperti Rusia dari alasan mereka untuk pemboman di Suriah.

“Kami melihat dengan lega,” katanya kepada reporter Al Jazeera dari Washington DC, beberapa menit setelah pengumuman Jaulani ini.

“Bagaimanapun ini akan mencerminkan hasil positif karena Rusia melakukan pemboman dan menyerang lingkungan sipil dengan alasan bahwa mereka ingin menyerang Jabhah Nusrah.”

Reporter Al Jazeera Mohamed Jamjoom, melaporkan dari Gaziantep di perbatasan Suriah-Turki sisi Turki, mengatakan reaksi awal anggota oposisi di dalam Suriah berbeda-beda.

“Semua aktivis oposisi yang sudah kita ajak bicara di dalam Suriah mengatakan kepada kami bahwa mereka tidak terkejut dengan pengumuman tersebut, dengan telah memuncaknya spekulasi dalam beberapa hari terakhir bahwa ini akan terjadi,” kata Jamjoom.

“Beberapa mengatakan mereka percaya bahwa pemisahan Jabhah Nusrah secara resmi dari al-Qaeda dan mengubah namanya, serta pembicaraan tentang pemersatu dalam perang di Suriah, itu berarti bahwa AS dan lainnya tidak akan lagi menganggap Jabhah Nusrah sebagai organisasi teroris; dan lebih banyak lagi pendukung internasional akan berada di belakang kelompok itu.”

Namun, ada juga aktivis di Aleppo yang tidak benar-benar percaya tentang hal itu,” tambah Jamjoom.

“Beberapa dari mereka bertanya-tanya apakah ini semacam aksi publisitas untuk mendapatkan lebih banyak dukungan dari masyarakat internasional, dengan banyak yang bertanya-tanya apakah perpisahan ini akan memiliki dampak praktis.”

Kemudian pada hari Kamis, Gedung Putih mengatakan penilaian terhadap Jabhah Nusrah tidak berubah, meskipun ada pengumuman bahwa kelompok itu memutuskan hubungan dengan al-Qaeda.B68IsXOCcAAOmyA

“Terus menjadi keprihatinan yang meningkat tentang kapasitas tumbuh Jabhah Nusrah untuk operasi eksternal yang bisa mengancam Amerika Serikat dan Eropa,” kata juru bicara Gedung Putih Josh Earnest kepada wartawan saat briefing.

Reporter Al Jazeera Rosiland Jordan, melaporkan dari Washington DC, mengatakan Gedung Putih menganggap Jabhah Nusrah sebagai ancaman keamanan bagi AS dan kepentingannya. (baca juga: AS: Jabhah Nusrah atau Jabhat Fatah al-Syam Tetap Menjadi Target)

“Ketika AS membuat keputusan untuk menyatakan Nusrah sebagai organisasi teroris (pada 2014), muncul banyak kritik, terutama yang berasal dari anggota oposisi Suriah yang mengatakan Nusra memiliki pejuang terlatih terbaik yang paling efektif dalam upaya mereka menggulingkan pemerintah Suriah Bashar al-Assad,” kata Jordan.

“Tapi pemerintah AS tidak bergerak, mengatakan bahwa mereka menganggap hubungan de-facto (Jabhah Nusrah) dengan al-Qaeda adalah masalah yang sangat serius.”

 

 

Dinilai Citrakan Negatif, KNPI Tolak Bima dan Dompu Jadi Sampel Penelitian Terorisme

Ketua KNPI Dompu, Putra Taufan
Ketua KNPI Dompu, Putra Taufan

DOMPU (Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Dompu, Putra Taufan menolak daerahnya dijadikan sampel penelitian rancangan undang-undang (RUU) pemberantasan terorisme. Pernyataan itu ia sampaikan menanggapi rencana Panitia Khusus (Pansus) RUU Terorisme DPR RI.

“Sebenarnya, apa yang dilakukan oleh Pansus DPR RI merupakan pencitraan negatif terhadap Bima dan Dompu, maka saya selaku putra dompu menolak hal itu,” katanya kepada Jurnalislam usai acara halal bi halal dan dialog pemuda di gedung KNPI Jalan Bhayangkara Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Dompu-NTB, Kamis (28/7/2016).

Putra mempertanyakan alasan DPR menjadikan Bima dan Dompu sebagai daerah percontohan. Ia menegaskan Bima dan Dompu bukanlah sarang teroris.

“Sebagai ketua KNPI maka kami menolak apabila Bima dan Dompu dijadikan sampel penelitian dalam RUU penanganan terorisme ini, dan saya tegaskan tidak ada orang bima dan dompu yang jadi teroris,” tegasnya.

Lebih jauh Putra menilai, terorisme adalah dampak dari banyaknya persoalan rakyat yang tidak bisa diakomodir oleh negara. “Seperti persoalan ketidakadilan dan banyak persoalan lain,” lanjutnya.

Namun, ia juga tidak menutup kemungkinan terorisme menjadi proyek negara yang akan terus dipelihara selama masih menghasilkan uang.

“Saya berani memberikan sebuah pernyataan dalam tanda kutip bahwa teroris itu di buat buat, terlalu dibesar-besarkan, karena itu menjadi sebuah proyek negara, karena memang di Bima dan Dompu tidak ada teroris,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, wakil Ketua Pansus RUU Terorisme Mayjen TNI (Purn) Supiadin Aris Saputra mengatakan, akan menjadikan Bima sebagai sampel penelitian. Namun dirinya membantah mencap Bima sebagai sarang teroris

”Bima kami jadikan sampel penelitian. Ini bukan berarti Bima sebagai sarang teroris,” katanya, Jumat (22/7/2016) malam dilansir Lombok Pos.

Reporter: Sirath | Editor: Ally Muhammad Abduh

Warga Jagakarsa Tolak Pembangunan Rumah Pasturan

Warga, Tokoh Masyarakat dan Ulama Jagakarsa Mengadukan Penolakan Pembangunan Rumah Pasturan ke Camat Jagakarsa, Kamis (28/7/2016)
Warga, Tokoh Masyarakat dan Ulama Jagakarsa Mengadukan Penolakan Pembangunan Rumah Pasturan ke Camat Jagakarsa, Kamis (28/7/2016)

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ulama dan tokoh masyarakat Jagakarsa mendatangi kantor Kecamatan Jagakarsa, Kamis (28/07/2015). Mereka memprotes pembangunan Rumah Pasturan di Jalan Sirsak, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Mereka juga mempertanyakan surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Kepada Camat Jagakarta, Ketua MUI Jagakarsa, KH Drs Sulaiman Rohimin menyampaikan keresahan warga atas peletakan batu pertama yang melibatkan aparatur negara.

“Apa-apan aparat ada disini, dimana-mana kalo ada pembangunan panggil kuli bangunan, kok ada Kapolsek, Danramil. Kalo ini ada penipuan saya akan bela ummat,” tegasnya.

Kyai Sulaiman menegaskan, larangan pembangunan di arela tanah tersebut telah ada sejak Jokowi menjadi menjadi Gubernur DKI Jakarta.

“Kalo ada orang dateng minta izin yang sama pada tanah yang masih status qou tanya dulu dong, kita masih pada hidup,” cetusnya.

Kyai Sulaiman meminta IMB dicabut. Ia khawatir kristinesasi melanda daerahnya. “Kalau ada rumah Kiai dibangun pasti disana ada pengajian dan sekian lama akan dibangun masjid. Begitu juga rumah Pastur. Bohong kalau gak ada kegiatan keagamaan dan gak menutup kemungkinan dibangun Gereja,” ujarnya.

Menanggapi desakan masyarakat Jagakarsa, Camat Jagakarsa Abdul Khalik berjanji akan menghentikan pembangunan rumah Pasturan tersebut.

“Kalau izin yang menandatangani saya maka pada saat ini pula saya akan cabut, karena yang menandatangani PTSP saya minta waktu paling lambat hari Senin kita akan kasih kabar,” kata Abdul Khalik.

Menurut Abdul Halik, kerukunan umat lebih penting. Oleh karena itu, pihaknya akan berupaya untuk menghentikan pembangunan tersebut.

“Kalau IMB tidak bisa dicabut, minimal pembangunan kita hentikan. Saya berjanji akan tutup tuh jalan akses kelokasi agar mobil yang membawa bahan bangunan tidak bisa masuk,” tukasnya.

Dalam kesempatan itu, masyarakat Jagakarsa juga menyampaikan pernyataan sikap. Berikut selengkapnya:

Kami Dewan Masjid Indonesia (DMI), FPI, MKDN, Kuliah Subuh Minggu, Kuliah Subu Rabu, MUI Jagakarsa, RW Se-Jagakarsa, RT-Sejagakarsa, LMK Jagakarsa, NU, KUHAB

  1. Menolak Gereja, Rumah Pastur, apapun bentuk bangunan untuk tidak dibangun di Jalan Sirsak Harga Mati
  2. Menyatakan dari pihak FKUB (Forum Kerukunan Ummat Beragam) tidak ada lagi pembangunan apapun diwilayah tersebut selamanya yang sudah ber status qou menurut UU dan permohonan 500 warga Jagakarsa.
  3. Meminta izin tersebut dicabut segera dan kami siap memantau 24 jam aktivitas apapun di Paroki kalau tidak dihentikan.

Reporter: Irfan Yusuf | Editor: Ally Muhammad Abduh

Akui Adakan Tarian Striptis, Bima Karaoke Solo Baru Minta Maaf

Audiensi LUIS dan Manajemen Bima Karaoke di Polse Grogol, Sukoharjo, Rabu (27/7/2016) malam.
Audiensi LUIS dan Manajemen Bima Karaoke di Polse Grogol, Sukoharjo, Rabu (27/7/2016) malam.

SOLO (Jurnalislam.com) – Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) melaporkan Bima Karaoke kepada Polres Sukoharjo. Bima Karaoke terbukti menggelar tari striptis (penari telanjang) dan sexy dancer yang tertera dalam pamflet.

Selain itu, LUIS juga membawa bukti video berdurasi 32 detik yang diambil pada 15 Juli 2016. Video tersebut memperlihatkan dua wanita menari diatas panggung dengan pakaian senonok.

Dalam audiensi dengan manajemen Bima Karaoke di Mapolsek Grogol, Sukoharjo, Rabu (27/7/2016) malam, manajemen mengakui acara tersebut merupakan salah satu event di Bima Karaoke.

Nugroho, perwakilan manajemen Bima Karaoke mengakui bahwa tarian setengah telanjang di Bima Karaoke sudah berlangsung sekitar 6 bulan. “Atas nama manajemen Karaoke Bima Saya minta maaf,” tegasnya.

Sebagai jaminan, LUIS minta kepada Bima Karaoke untuk membuat pernyataan pengakuan kesalahan secara tertulis dan berjanji tidak akan mengulangi ijin peruntukannya, maksimal Jumat, 29 Juli 2016.

Kasi Trantip Kecamatan Grogol, Joko, menuturkan, paska kasus bentrok yang menyebabkan meninggalnya anggota TNI AU, Karaoke Bima menjadi perhatiannya. Ia juga mengingatkan bahwa izin operasi tempat hiburan yang diberikan Pemkab Sukoharjo maksimal pada pukul 24.00 WIB. Sementara acara tari striptis itu sebagaimana tertera dalam pamflet, dimulai setiap Hari Rabu pukul 23.00 hingga 02.42 WIB.

Sementara itu Kasat Intelkam Polres Sukoharjo, AKP Teguh mengatakan, pihaknya sudah memperketat perizinan tempat hiburan malam termasuk larangan adanya tarian yang bisa mengarah tindak pidana pornoaksi/pornografi.

Audiensi dihadiri oleh pengurus Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Wakapolsek Grogol Aiptu Daryono, AKP Teguh Kasat Intelkam Polres Sukoharjo, Daryanto dari Kodim Sukoharjo dan Joko dari Kasi Trantib Kecamatan Grogol.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh