Serangan Udara Rezim Suriah Kembali Hantam Rumah Sakit di Daara

DARAA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya tujuh orang warga tewas oleh serangan udara rezim Nushairiyah Suriah di provinsi Daraa barat daya Suriah pada hari Ahad (31/07/2016), menurut sumber pertahanan sipil setempat.

Pesawat-pesawat tempur rezim menyerang sebuah rumah sakit di kota Jasim yang dikuasai oposisi di provinsi ini, kata sumber itu kepada Anadolu Agency.

“Tujuh warga sipil tewas dalam serangan itu,” tambah sumber tersebut tanpa menyebut nama karena pembatasan untuk berbicara kepada media.

Menurut sumber itu, petugas medis dan empat staf medis termasuk di antara mereka yang tewas dalam serangan udara rezim.

“Sepuluh orang lainnya juga terluka,” kata sumber itu, menambahkan bahwa serangan udara telah menyebabkan kerusakan berat di rumah sakit dan bangunan sekitarnya.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Bashar al-Assad menumpas para pengunjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari gerakan Arab Spring – dengan keganasan militer tak terduga.

Sejak itu, lebih dari seperempat juta korban telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya menjadi pengungsi, menurut PBB. Namun Pusat Penelitian Kebijakan Suriah menyebutkan korban tewas akibat konflik enam tahun ini lebih dari 470.000 orang.

 

PBB Undang Rezim Assad untuk Pembicaraan Damai Baru

Bashar-al-Assad-afpSURIAH (Jurnalislam.com) – Wakil PBB untuk Suriah Ramzy Ezzeldin Ramzy pada hari Ahad (31/07/2016) mengundang Damaskus mengikuti pembicaraan damai baru dengan oposisi pada akhir Agustus, dan mendapat respon dari rezim Assad, lansir Al Arabiya News Channel, Ahad.

Pada hari Selasa, utusan khusus badan dunia itu, Staffan de Mistura mengatakan kepada wartawan di Jenewa bahwa ia ingin melanjutkan pembicaraan intra-Suriah putaran ketiga menjelang akhir Agustus setelah dua putaran pembicaraan sebelumnya tahun ini berakhir dengan kegagalan.

De Mistura telah berjuang untuk menjaga proses perdamaian tetap hidup di tengah lonjakan pertempuran antara pasukan rezim Assad dan faksi-faksi jihad serta kelompok oposisi moderat.

“Saya memberitahu menteri dan wakilnya mengenai rencana utusan khusus De Mistura untuk mengadakan pembicaraan antar-Suriah menjelang akhir Agustus,” kata Ramzy setelah bertemu Menteri Luar Negeri Walid Muallem dan wakilnya Faisal Muqdad.

“Saya menjelaskan kepada menteri bahwa kita berniat untuk melanjutkan, dan kami membahas bagaimana agar proses transisi politik yang telah disahkan oleh Dewan Keamanan menjadi lebih kredibel, dan kami bertukar pandangan tentang itu,” kata Ramzy.

Dia mengatakan Muallem menegaskan niat Suriah untuk berpartisipasi dalam pembicaraan ini setelah sebelumnya ditunda.

Muqdad mengatakan rezim Suriah siap melanjutkan perundingan tanpa prasyarat dalam konteks antar-Suriah tanpa campur tangan asing,” kantor berita resmi rezim, SANA, melaporkan perkataan Muqdad.

Pengumuman de Mistura muncul saat oposisi bersenjata menghadapi kesulitan, terutama di utara kota Aleppo dimana pasukan pemerintah mengepung daerah yang dikuasai oposisi.

Sebuah peta rencana perdamaian, yang disahkan pada bulan Desember oleh PBB, menyerukan pembentukan badan transisi, yang seharusnya terjadi pada 1 Agustus, konstitusi baru dan pemilihan Presiden pada pertengahan 2017.

Pembicaraan yang ditengahi PBB mengenai nasib Assad sejauh ini menemui jalan buntu.

Pihak rezim mengesampingkan negosiasi yang berakibat perginya Assad, sementara oposisi utama Komite Tinggi Negosiasi telah mengatakan tidak akan menyetujui kesepakatan jika Assad masih berkuasa, mencalonkan kembali jadi presiden di Suriah.

Sejak Suriah jatuh ke dalam kekacauan pada 2011, lebih dari 470.000 orang tewas dan lebih dari setengah penduduk telah mengungsi.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

 

 

Pasukan SDF Kurdi Dukungan AS Kini Kuasai Sebagian Besar Manbij

Syria Democratic Forces (SDF) fighters man a checkpoint as civilians on pick-up trucks evacuate from the southern districts of Manbij city after the SDF advanced into it in Aleppo Governorate, Syria, July 1, 2016. REUTERS/Rodi Said

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan yang didukung AS kini telah menguasai hampir 70 persen dari Manbij di Suriah utara dari kelompok Islamic State (IS) setelah membuat kemajuan pesat selama dua hari terakhir, kata seorang jurubicara pada hari Ahad (31/07/2016), Al Arabiya News Channel melaporkan Ahad (31/07/2016).

Pasukan Demokratik Suriah (Syria Democratic Forces-SDF) telah mendorong mundur pasukan IS setelah merebut sebagian besar sektor barat, timur dan selatan kota, Sharfan Darwish dari dewan militer Manbij sekutu SDF kepada Reuters di Beirut melalui telepon .

“Mereka sekarang terutama berada di wilayah kota tua dan sebagian wilayah timur laut kota,” tambah Darwish.

SDF, yang mencakup milisi YPG Kurdi dan pasukan Arab yang kuat, meluncurkan serangan hampir dua bulan yang lalu dengan dukungan dari pasukan khusus AS untuk mendorong IS keluar dari basis terakhirnya di perbatasan Suriah-Turki.

Meskipun sedikitnya 2.300 warga sipil telah mampu melarikan diri dari Manbij, ribuan warga masih terjebak di dalam. Kehadiran warga sipil, yang berusaha dicegah kepergiannya oleh pasukan IS, menghambat serangan udara AS, kata sumber-sumber Kurdi.

Upaya menyerbu kota juga diperlambat oleh IS yang menggunakan penembak jitu dan penanaman ranjau, kata sumber-sumber Kurdi.

Kerugian di Manbij ini akan menjadi pukulan besar bagi IS karena merupakan saluran penting untuk transit para pejuang asing dan ketentuan dari perbatasan Turki.

“Inisiatif militer ada di tangan kita dan operasi sedang dilakukan sekarang untuk membebaskan yang tersisa di kota dan sampai saat ini kita terus bergerak maju,” kata Darwish.

Sebelumnya Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) yang berbasis di Inggris mengatakan bahwa SDF, dengan dukungan serangan udara AS, telah menyita banyak bagian timur kota yang terkepung setelah beberapa pekan terakhir maju dengan lambat terutama di sektor barat.

SOHR mengatakan SDF telah menguasai sebuah klinik, sekolah dan bundaran di jantung Manbij timur setelah pertempuran sengit. Tidak ada laporan konfirmasi korban.

Darwish memperkirakan sedikitnya 40.000 sampai 50.000 warga sipil telah melarikan diri sejak operasi dimulai.

Aktivis dan warga mengatakan puluhan warga sipil telah tewas bulan ini dalam serangan udara AS di kota dan di utara dan mengutuk serangan itu, pengawas hak asasi Amnesty International mengecam dan mengatakan bahwa koalisi pimpinan AS harus berbuat lebih banyak untuk mencegah kematian warga sipil.

Manbij terletak di provinsi utara Aleppo, dan merupakan lokasi beberapa pertempuran terpisah antara beberapa pihak yang berperang dalam konflik lima tahun Suriah.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

 

 

8 Pasukan Turki dan 35 Milisi Komunis PKK Tewas dalam Bentrokan di Hakkari

asker-marmarisTURKI (Jurnalislam.com)World Bulletin melaporkan menurut pernyataan yang dikeluarkan Sabtu (30/07/2016), oleh Staf Umum Turki, 35 milisi komunis PKK tewas dalam operasi udara dan darat saat berusaha memasuki zona basis di distrik Yuksekova di provinsi Hakkari.

Operasi untuk menangkap teroris PKK lainnya sedang berlangsung di wilayah tersebut.

Sebelumnya, Milisi Partai Buruh Kurdistan (PKK) yang dilarang tersebut menewaskan delapan tentara Turki dalam serangan di tenggara Turki, media lokal melaporkan pada hari Jumat.

Para prajurit diserang ketika sedang berpatroli di provinsi Hakkari di jalan antara kota Hakkari dan kota Cukurca, kantor berita Dogan melaporkan.

Delapan tentara juga terluka dalam serangan dekat perbatasan dengan Irak utara, kata badan itu.

Pasukan Turki terlibat dalam operasi militer besar-besaran di Hakkari yang menargetkan milisi komunis Kurdi di daerah awal bulan ini.

PKK, yang juga terdaftar sebagai organisasi teroris internasional, melanjutkan kampanye bersenjata 30 tahun terhadap negara Turki bulan Juli 2015.

Sejak itu, hampir 600 personel Turki, termasuk tentara, polisi, dan penjaga desa telah tewas dan lebih dari 5.000 milisi PKK juga tewas dalam operasi di seluruh Turki dan Irak utara.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

Deplu AS: Tidak Ada Permintaan Ekstradisi Fetullah Gulen

178171WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Departemen Luar Negeri AS mengatakan Jumat (29/07/2016) tidak ada update ulasan proses permintaan ekstradisi Turki untuk dalang kudeta Turki, pemimpin Feto Fetullah Gulen, menambahkan bahwa itu bisa menjadi proses yang cukup panjang.

“Kami menerima beberapa materi, Departemen Kehakiman masih menganalisis bahan itu,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri John Kirby saat press briefing dalam menanggapi pertanyaan Anadolu Agency. “Kita akan menghormati proses itu.”

Sementara proses ekstradisi masih terus berjalan, kekhawatiran Menteri Keadilan Turki Bekir Bozdag dan Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu menyatakan bahwa sumber-sumber intelijen yang kredibel memperingatkan pihak berwenang kemungkinan Gulen lari dari AS

Ketika Anadolu Agency bertanya kepada Kirby apakah AS bersama dengan Turki dalam kepedulian yang sama, Kirby mengatakan dia tidak memiliki informasi tentang hal itu.

“Dan benar-benar tidak masalah bagi Departemen Luar Negeri untuk membicarakannya,” tambahnya.

Ketika ditanya lagi oleh Anadolu Agency apakah AS mengambil langkah-langkah keamanan untuk mencegah kemungkinan Gulen melarikan diri, dia tidak membuat komentar lebih lanjut dan mengatakan pertanyaan itu lebih baik diarahkan ke Departemen Kehakiman.

Menurut Departemen Luar Negeri, tim gabungan dari Departemen Luar Negeri dan Departemen Kehakiman sedang mengkaji permintaan ekstradisi Gulen yang dikirim Turki pekan lalu – berdasarkan perjanjian ekstradisi yang ditandatangani antara kedua negara pada tahun 1979.

Artikel kesepuluh dalam perjanjian mengatakan bahwa dalam kasus mendesak, jika Turki atau AS mencurigai siapa pun, negara tuan rumah perlu menangkap tersangka selama 60 hari sampai dokumen ekstradisi diajukan kepada otoritas eksekutif pihak yang diminta (mengekstradisi).

Sementara itu, Departemen Kehakiman mengkonfirmasi Anadolu Agency bahwa dokumen tentang Gulen telah diterima dan bahwa mereka sedang menganalisis dokumen tersebut.

Juru bicara Departemen Kehakiman Peter Carr tidak menanggapi pertanyaan Anadolu Agency tentang kemungkinan pemimpin Feto Gulen melarikan diri dari AS.

Diskusi terjadi hampir 14 hari setelah upaya kudeta yang gagal di Turki pada 15 Juli.

Pemerintah Turki telah berulang kali mengatakan upaya kudeta mematikan, yang menewaskan lebih dari 230 orang dan melukai hampir 2.200 orang lainnya, diselenggarakan oleh pengikut Gulen dan Organisasi Teroris Fetullah (Feto).

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Werner Klauner, Mantan Ekstremis Kanan Jerman, Kini Masuk Islam dengan Nama Ibrahim

ibrahim-werner-klawun (1)

JERMAN (Jurnalislam.com) – Werner Klauner, seorang wakil Partai ekstremis sayap kanan jauh Nasional Demokratik Jerman (National Democratic Party of Germany-NPD) telah memeluk Islam. Klauner sebelumnya dikenal karena memiliki sikap anti-imigrasi dan anti-pengungsi, namun sekarang menjadi pendukung terbesar bagi pengungsi Suriah, Irak dan Afghanistan, lansir World Bulletin, Sabtu (30/07/2016).

Berbicara kepada surat kabar Bild Jerman, Klauner yang sekarang dikenal sebagai Ibrahim mengatakan ia memeluk Islam setelah membaca puisi tentang Islam juga pujian bagi Nabi Muhammad Saw oleh Wolfgang von Goethe dan kemudian mempelajari al Quran sendiri untuk memahami Islam .

Setelah menerima agama Islam, Ibrahim menjelaskan bagaimana ide-ide dan pikirannya benar-benar berubah dan bahwa ia telah memutus hubungan dengan masa lalunya. Dia mengatakan bahwa memutuskan hubungan dengan partainya tidaklah cukup dan bahwa ia mencari perubahan besar untuk pencapaiannya dengan membantu pengungsi.

Saat menerima Islam pada tahun 2014, istri Ibrahim membawa anak-anak mereka dan meninggalkan rumah dan tak lama setelah itu Klauner mengasuh empat pengungsi Suriah berusia antara 18 hingga 30 tahun dan sekarang menganggap mereka sebagai keluarganya sendiri.

Dengan penghasilan 900 euro per bulan pada saat pensiun, mereka sekarang membantu Klauner menunjukkan empati dan kasih sayang yang ia tunjukkan kepada mereka.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

120 Terluka saat Bentrokan Warga Muslim Kashmir dengan Polisi India

indian-army-kashmir-muharram_1KASHMIR (Jurnalislam.com) – Sekitar 120 pengunjuk rasa dan polisi terluka dalam bentrokan Jumat karena pemerintah India berusaha untuk memblokir aksi yang dilakukan oleh kelompok perlawanan Muslim Kashmir yang menentang kekuasaan India, kata para pejabat, World Bulletin melaporkan Sabtu (30/07/2016).

Jam malam terus diberlakukan di sebagian besar wilayah untuk hari Sabtu yang menandakan hari ke-22 berturut-turut.

Sekolah dan bisnis tetap tutup dan layanan internet ditangguhkan, meskipun jaringan seluler sebagian telah diaktifkan.

Kashmir terbagi antara perseteruan India dan Pakistan sejak kedua negara merebut kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1947. Kedua negara mengklaim wilayah itu secara keseluruhan.

Beberapa kelompok perlawanan Muslim Kashmir, termasuk Hizbul Mujahidin, selama beberapa dekade telah berjuang melawan tentara India yang diperkirakan berjumlah 500.000 yang dikerahkan di wilayah yang bergolak itu, menuntut kemerdekaan atau bergabung dengan Pakistan.

Puluhan ribu, sebagian besar penduduk sipil Muslim Kashmir, tewas dalam pertempuran sejak tahun 1989 ketika pejuang bersenjata melakukan perlawanan terhadap kekuasaan India di wilayah Himalaya dimulai.

India secara teratur menuduh Pakistan mempersenjatai dan mengirim pejuang melintasi perbatasan de facto yang dikenal sebagai Garis Kontrol, untuk memulai serangan terhadap pasukannya.

Islamabad membantah tuduhan itu, dan mengatakan bahwa mereka hanya memberikan dukungan diplomatik dan moral bagi perjuangan Muslim Kashmir memperjuangkan hak mereka untuk menentukan nasib sendiri.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Korban Kudeta Turki Dapat Bantuan Dana Pemerintah Hingga $ 59.000

ATTENTION EDITORS - VISUAL COVERAGE OF SCENES OF INJURY OR DEATH - People react as bodies draped in Turkish flags are seen on the ground during an attempted coup in Ankara, Turkey July 16, 2016. REUTERS/Stringer ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. EDITORIAL USE ONLY. NO RESALES. NO ARCHIVES. TURKEY OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES IN TURKEY. TEMPLATE OUT

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki akan membayar kompensasi dan gaji bulanan kepada keluarga korban meninggal dan warga sipil yang menjadi cacat akibat kudeta 15 Juli, Lembaga Jaminan Sosial negara mengumumkan Jumat (29/07/2016).

Sedikitnya 246 orang tewas dan lebih dari 2.100 lainnya terluka selama kudeta gagal yang dilakukan oleh pengikut tokoh berbasis AS, Fetullah Gulen.

Seperti yang dilansir Anadolu Agency, Jumat, Lembaga Jaminan Sosial mengatakan korban dan keluarga mereka akan menerima tunjangan satu kali sekitar 17.719 lira Turki ($ 6000) hingga 177.192 lira Turki ($ 59.000).

Selain itu, keluarga warga sipil yang tewas oleh pasukan selama melawan kudeta akan diberikan hak tenaga kerja di kantor pelayanan publik.

Manfaat kesehatan, tunjangan wali, pinjaman perumahan bebas bunga, bantuan pendidikan, transportasi umum gratis dan diskon untuk listrik dan air juga akan diberikan kepada para korban dan keluarga mereka, katanya.

Selain kompensasi, gaji minimum bulanan 3.203 lira Turki ($ 1062) akan dibayar untuk seumur hidup penerima manfaat.

Warga sipil yang menjadi cacat akan menerima gaji bulanan hampir tiga kali upah minimum negara itu, yang saat ini berjumlah sekitar 1.300 lira Turki ($ 430).

Perdana Menteri Turki baru-baru ini meluncurkan sebuah inisiatif resmi untuk mengumpulkan dana bagi keluarga warga sipil yang menjadi korban kudeta yang gagal. Sebuah kampanye amal untuk membantu korban diluncurkan pada tanggal 25 Juli.

Saat ini, berdasarkan hukum Turki, korban terorisme akan menerima kompensasi. Hak bekerja di kantor pelayanan publik dan gaji juga diberikan kepada mereka yang terkena dampak.

Gulen dituduh telah lama menyebarkan kampanye untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi lembaga Turki, khususnya militer, polisi dan peradilan, dan membentuk negara paralel.

Pemerintah Turki menyalahkan Organisasi Teroris Fetullah (Feto) melakukan upaya kudeta yang mematikan.

 

Rumah Sakit Bersalin di Provinsi Idlib Dibom

idlib-hospital-4IDLIB (Jurnalislam.com) – Salah satu rumah sakit bersalin terbesar di daerah Suriah yang dikuasai mujahidin Suriah dibom, meninggalkan korban yang tidak diketahui jumlahnya, World Bulletin melaporkan Sabtu (30/07/2016).

Save the Children, yang mendukung rumah sakit di Idlib, mengatakan pintu masuk diserang pada Jumat sore.

Foto menunjukkan bagian bangunan yang hancur, meninggalkan tumpukan puing-puing di jalan dan kamar perawatan penuh dengan puing-puing.

Rumah sakit tersebut adalah yang terbesar di daerah dan melahirkan lebih dari 700 bayi setiap bulan.

Tidak ada konfirmasi segera dari pelaku serangan, namun pasukan rezim Bashar al-Assad atau sekutu Rusia dicurigai karena sering melakukan penyerangan terhadap rumah sakit.

Kota Idlib terletak di provinsi yang memiliki nama sama yang hampir sepenuhnya di bawah kendali mujahidin Suriah, termasuk kehadiran kuat kelompok Jabhat al-Nura al-Qaeda.

Jabhah Nusrah mengatakan telah berpisah dari Al Qaeda pada hari Kamis dan merubah nama menjadi Jabhat Fateh al-Sham (Front Penaklukan Syam) yang merupakan upaya untuk menggalang persatuan yang lebih besar dari kelompok perlawanan anti rezim Syiah Nushairyah Assad.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

 

29 Tersangka Anggota Islamic State Ditangkap di Istanbul

thumbs_b_c_002b4bfc6e8528fb0eafc0424de13f83ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Polisi khusus Turki menahan 29 tersangka kelompok Islamic State (IS) di Istanbul pada hari Jumat, dimana 22 dari mereka adalah orang asing, sumber polisi mengatakan kepada Anadolu Agency Sabtu (30/07/2016).

Penangkapan itu dilakukan di distrik Basaksehir, yang terletak di kota pelabuhan sisi Eropa.

Menurut sumber, yang berbicara dengan syarat anonim karena pembatasan berbicara kepada media, orang asing tersebut terutama berasal dari Kirgistan, Uzbekistan dan Turkmenistan.

Para tersangka diyakini merencanakan serangan teror besar di negara itu setelah kudeta 15 Juli yang digagalkan ketika mereka tertangkap oleh polisi.

Tujuh tersangka akan dikirim ke pengadilan, sementara 22 orang asing akan dideportasi, sumber tersebut menambahkan.

Polisi juga menyita beberapa dokumen dan file digital dari tersangka.

 

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam