Pasukan Irak Mulai Lancarkan Operasi Militer untuk Rebut Mosul dari IS

IRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak melancarkan operasi pada Selasa untuk merebut kembali sebuah kota di utara dari IS, sebagai batu loncatan dalam operasi untuk merebut kembali kota utama Mosul sebelum akhir tahun, Aljazeera melaporkan Selasa (20/09/2016).

Puluhan ribu warga sipil diperkirakan terjebak di Sherqat, yang terletak di Sungai Tigris 100 km dari sebelah selatan kota kedua terbesar Irak tersebut. Sherqat telah dikelilingi oleh pasukan Irak dan milisi yang bersekutu dengan pemerintah.

Para pejabat telah memperingatkan munculnya bencana kemanusiaan selama berbulan-bulan, ketika penduduk yang hidup di bawah Islamic State (IS) mengatakan persediaan makanan telah berkurang dan harga-harga melonjak.

“Operasi untuk membebaskan Sherqat dimulai pada pukul 5:30 am [0230 GMT] dari beberapa arah … dengan dukungan pasukan koalisi,” kata juru bicara Komando Operasi Gabungan Yahya Rasool kepada kantor berita AFP.

“Kami membuat kemajuan yang baik. Sherqat merupakan daerah yang penting, kita tidak bisa bergerak di Mosul jika IS masih mengontrol Sherqat.”

Ahmed al-Assadi, juru bicara pasukan paramiliter, mengatakan operasi “Sherqat Dawn (Fajar Sherqat)” bertujuan untuk “mengusir para pasukan IS dari tanah Irak.”

Tentara Irak, didukung oleh polisi setempat dan pejuang suku Sunni, mengambil posisi dari lima arah pada hari Selasa dan maju melalui lima desa, tetapi pada tengah hari mereka masih berada sekitar 13km dari pusat kota, para pejabat mengatakan kepada kantor berita AP.

Ada sedikit perlawanan sejauh ini, selain dari beberapa bom yang ditanam di sepanjang jalan.

Pasukan Irak juga bergerak untuk merebut kembali dua daerah di provinsi barat Anbar, Perdana Menteri Haidar al-Abadi mengatakan dalam pesan televisi dari New York, saat dia menghadiri Sidang Umum PBB.

“Operasi ini membuka jalan untuk membersihkan setiap inci dari tanah Irak dan, In sya Allah, akhirnya akan pembebasan kota Mosul,” katanya.

Abadi telah berulang kali berjanji untuk merebut kembali Mosul pada akhir tahun ini, dan komandan Irak meyakinkan tekanan bisa dimulai akhir Oktober, meskipun masih ada keraguan bahwa pasukan yang diperlukan akan siap.

Para pejabat Irak khawatir belum ada cukup perencanaan tentang bagaimana mengelola Mosul, yang seperti sebuah mosaik terdiri dari berbagai kelompok etnis dan sektarian, jika dan ketika IS telah dikalahkan.

Pertahanan Udara Saudi Sergap Rudal Balistik Milisi Houthi

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Pasukan pertahanan udara Saudi cegat rudal balistik yang diluncurkan oleh pemberontak Syiah Houthi Yaman di selatan Arab Saudi, koalisi yang dipimpin Saudi mengatakan pada hari Senin, lansir World Bulletin Selasa (20/09/2016).

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh kantor berita resmi SPA, koalisi mengatakan rudal yang menargetkan kota selatan, Khamees Mushait – ditembak jatuh pertahanan anti rudal balistik sebelum bisa menyebabkan kerusakan di darat.

Pernyataan itu menambahkan, pasukan Saudi membom lokasi peluncuran rudal sebagai balasan.

Syiah Houthi mengatakan rudal tersebut menargetkan King Khalid Air Base dan telah mencapai target, menurut kantor berita Saba milik Houthi.

Yaman telah dihantam oleh kekacauan sejak akhir 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi dan sekutu mereka menyerbu ibukota Sanaa dan beberapa bagian lain Yaman, memaksa Presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi dan pemerintahnya yang didukung Saudi untuk sementara mengungsi ke Riyadh.

Konflik meningkat pada bulan Maret tahun lalu ketika Arab Saudi dan sekutu Arabnya meluncurkan serangan udara besar-besaran di Yaman untuk membalikkan keuntungan militer Houthi dan memulihkan pemerintahan Hadi.

Faksi Mujahidin Suriah Gagalkan Dua Kali Serangan Pasukan Assad di Aleppo

SURIAH (Jurnalislam.com) – Faksi mujahidin Suriah pada Selasa sore menggagalkan dua upaya pasukan rezim Assad dan milisi Syiah Brigade Palestina al-Quds mencoba untuk maju ke garis depan di Aleppo utara dan barat bertepatan dengan serangan udara yang dilakukan oleh pesawat tempur dan helikopter, ElDorar AlShamia melaporkan Selasa (20/09/2016).

Pertempuran sengit terjadi di garis depan Handarat di timur laut Aleppo saat pasukan Nushairiyah Assad berupaya maju ke posisi mujahidin didukung oleh pesawat tempur, menargetkan daerah dengan rudal stereokimia dan bom cluster, koresponden ElDorar AlShamia menegaskan.

Faksi Perlawanan Suriah (Syrian Resistance factions) mampu mengusir serangan itu dan juga serangan lain di Front Barat, pasar “Souq al-Jabas” Aleppo dan menghancurkan sebuah tank T72 Assad dengan anti-armor, koresponden mengatakan.

Dilaporkan juga bahwa serangan pasukan rezim Assad merenggut nyawa banyak korban sipil di beberapa lingkungan kota Aleppo yang terkepung setelah menargetkan lingkungan “al-Enzarat, Perumahan Hanano, Bab al-Nairab dan Marjah dengan rudal stereokimia dan bom cluster.

60 Target Militer IS Hancur di Suriah Utara

ANKARA (Jurnalislam.com) – Enam puluh target militer kelompok Islamic State (IS) yang terdeteksi di Suriah utara telah hancur dengan 171 putaran tembakan artileri Firtina [badai] howitzer, militer Turki mengatakan Selasa (20/09/2016), lansir Anadolu Agency.

Sebagai bagian dari operasi Perisai Efrat (Euphrates Shield), pasukan koalisi melakukan tiga serangan udara terhadap anggota IS yang terdeteksi di wilayah Bahvurtah, kata Staf Umum Turki dalam sebuah pernyataan.

Tentara mengatakan empat anggota IS dilumpuhkan. Dua bangunan dan dua mortir hancur.

Operasi Perisai Efrat dimulai bulan lalu dan Tentara Pembebasan Suriah, yang didukung oleh Angkatan Bersenjata Turki, mengambil alih kota Jarabulus dari IS.

Total wilayah seluas 900 kilometer persegi (347 mil) telah dibersihkan dari IS di Suriah utara, menurut Angkatan Darat Turki.

Turki mengatakan Operasi Perisai Efrat bertujuan memperkuat keamanan perbatasan, mendukung pasukan koalisi dan menghilangkan ancaman yang ditimbulkan oleh organisasi teror PYD dukungan AS, dan terutama IS.

“Operasi ini sejalan dengan hak negara untuk membela diri sesuai perjanjian internasional dan mandat yang diberikan kepada angkatan bersenjata Turki oleh parlemen pada tahun 2014, yang telah diperpanjang satu tahun lagi di September 2015,” kata pejabat militer.

Rusia Bantah Serang Konvoi Bantuan PBB di Aleppo, AS: Serangan Dilakukan Pesawat Tempur

SURIAH (Jurnalislam.com) – Baik pesawat Rusia maupun Suriah tidak membom sebuah konvoi bantuan di Aleppo Suriah, Moskow mengatakan pada hari Selasa, saat pertempuran meningkat selama serangan yang dikatakan Palang Merah menewaskan sekitar 20 orang, lansir Aljazeera Selasa (20/09/2016).

Palang Merah mengatakan pada hari Selasa sedikitnya 20 orang tewas dalam serangan di truk yang membawa bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan ribuan warga Suriah.

“Pasukan udara Rusia dan Suriah tidak melakukan pemboman terhadap konvoi bantuan PBB di pinggiran barat daya Aleppo,” kata juru bicara kementerian pertahanan Igor Konashenkov dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Rusia.

Pertahanan Sipil Suriah (The Syrian Civil Defence), sebuah kelompok relawan penyelamat yang dikenal sebagai Helm Putih (the White Helmets) yang beroperasi di daerah-daerah yang dikuasai koalisi pejuang Suriah, memposting gambar beberapa kendaraan yang terbakar. Sebuah video menunjukkan bola api besar di langit malam saat ambulans tiba di tempat kejadian.

Rusia meluncurkan operasi pemboman di Suriah untuk mendukung rezim Syiah Bashar al-Assad, dan ada kecurigaan bahwa baik Moskow maupun pasukan Suriah harus bertanggung jawab.

Namun militer Rusia mengatakan rekaman video dari para aktivis di tempat kejadian yang menunjukkan kerusakan pada kendaraan tidak datang dari sebuah serangan udara atau “amunisi apapun.”

Sebaliknya, Konashenkov mengatakan api yang merobek konvoi “secara aneh terjadi pada saat kelompok oposisi yang sama sedang melakukan serangan besar-besaran pada pasukan Assad di Aleppo.”

Washington menyatakan kemarahan atas serangan itu, menekankan bahwa tujuan konvoi ini telah diketahui baik oleh rezim maupun Rusia, tetapi Moskow mengatakan bahwa hanya para oposisi yang mengetahui lokasi itu.

Amerika Serikat mengatakan serangan dilakukan pesawat tempur, namun tidak jelas apakah pesawat Rusia atau Suriah yang menyerang 31-truk konvoi bantuan PBB pada Senin, namun para pejabat menyalahkan Moskow, sekutu utama Presiden rezim Suriah Bashar al-Assad yang diperangi.

“Amerika dengan tegas menyalahkan Rusia, mengatakan mereka tidak mengekang Damaskus,” reporter Al Jazeera Stephanie Dekker melaporkan dari Gaziantep, di perbatasan Suriah.

Konvoi itu bagian dari pengiriman rutin antar-lembaga yang dioperasikan oleh Bulan Sabit Merah Suriah (Syrian Arab Red Crescent).

Insiden mematikan itu terjadi beberapa jam setelah militer Suriah menyatakan mengakhiri gencatan senjata selama seminggu yang ditengahi oleh Moskow dan Washington awal bulan ini dalam upaya mengakhiri perang lima tahun.

PBB sejak itu telah menghentikan semua konvoi bantuan kemanusiaan untuk alasan keamanan.

 

Pasukan India dan Pakistan Baku Tembak di Perbatasan

KASHMIR (Jurnalislam.com) – Pasukan India dan Pakistan terlibat baku tembak di perbatasan yang disengketakan di Kashmir pada hari Selasa, dua hari setelah serangan mematikan di sebuah pangkalan militer yang New Delhi tuduh dilakukan oleh mujahidin yang berbasis di Pakistan, World Bulletin melaporkan, Selasa (20/09/2016).

Juru bicara militer India Kolonel Rajesh Kalia mengatakan telah terjadi “pelanggaran gencatan senjata” dekat Uri, dimana serangan hari Ahad terjadi, tapi tidak memberikan rincian. Uri terletak dekat dengan Garis Kontrol (the Line of Control-LoC) yang membagi wilayah yang disengketakan.

“Tembak menembak terjadi di daerah,” kata seorang perwira polisi senior kepada AFP tanpa menyebut nama.

Secara terpisah, Kalia mengatakan pasukan di daerah yang sama telah memblokir upaya oleh tersangka gerilyawan yang menyeberang LoC ke Kashmir India.

“Sekitar 10 hingga 12 orang berusaha untuk menyusup sektor Uri. Mereka dicegat dan upaya penyusupan digagalkan,” katanya kepada AFP.

India secara teratur menuduh rival nya mempersenjatai dan mengirim gerilyawan melintasi perbatasan yang dijaga militer yang membagi Kashmir antara kedua negara, untuk memulai serangan terhadap pasukannya.

Pelanggaran gencatan senjata 2003 terjadi sesekali. Yang terakhir dilaporkan pada tanggal 6 September tahun ini dan tidak menimbulkan korban.

Tembak menembak hari Selasa itu adalah yang pertama sejak serangan hari Ahad hingga menewaskan 17 tentara India, India mengatakan serangan dilakukan oleh mujahidin Jaish-e-Mohammad yang berbasis di Pakistan.

Kelompok yang sama telah terlibat dalam serangan berani di pangkalan angkatan udara India di Pathankot di negara bagian utara Punjab pada bulan Januari. Serangan itu menyebabkan tujuh tentara tewas dan memupus harapan bangkitnya pembicaraan damai, yang telah beku sejak itu.

Korban tewas akibat serangan hari Ahad dimana orang-orang bersenjata melemparkan granat menyerbu basis, dan Perdana Menteri Narendra Modi telah bersumpah untuk menghukum mereka yang bertanggung jawab.

Modi berjanji selama kampanye pemilihan umum untuk mengambil sikap keras mengenai Kashmir dan menghadapi teguran dari veteran tentara – dan bahkan beberapa pihak di partainya sendiri – untuk aksi militer yang ia lakukan terhadap Pakistan.

Pada hari Ahad, Mendagri Rajnath Singh menuduh Pakistan “mendukung terorisme dan kelompok-kelompok teroris secara berkelanjutan dan langsung” dan menyerukannya untuk diisolasi internasional.

Namun para ahli keamanan mengatakan India tidak memiliki kemampuan militer untuk mengalahkan tetangganya di wilayah Himalaya yang terbagi, yang sudah tegang setelah berminggu-minggu terjadi bentrokan antara polisi dan demonstran yang memprotes kekuasaan India.

Kashmir telah terbagi antara India dan Pakistan sejak akhir pemerintahan Inggris pada tahun 1947. Kedua Negara mengklaim wilayah Himalaya yang disengketakan secara keseluruhan dan telah berjuang dalam dua perang untuk memperebutkannya.

Beberapa kelompok perlawanan muslim Kashmir telah berjuang melawan pasukan India yang diperkirakan berjumlah 500.000 yang dikerahkan di wilayah itu, menuntut kemerdekaan bagi wilayah mayoritas Muslim tersebut atau merger dengan Pakistan.

Puluhan ribu orang tewas dalam pertempuran itu, sebagian besar dari mereka warga sipil.

Proyek Zionis dalam Mengubah Kota Suci Al Quds

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Saat ini terus terjadi upaya-upaya yahudisasi terhadap kota suci al-Quds, tujuannya adalah untuk menghapus keislaman dan kearaban kota suci al-Quds, memburamkan wajahnya yang bersinar. Hal itu dilakukan melalui rencana besar yang dipimpin oleh walikota penjajah Zionis di al-Quds, Neir Barakat, untuk melakukan perubahan-perubahan luas di gerbang utama kota suci al-Quds dari sisi barat, yang dengan rencana itu akan melemparkan tabiat historis kota suci al-Quds dan mengaburkan wajah asli kota suci yang berkarakter Arab dan Islam, pada bulan Agustus lalu Infopalestina merilis beberapa gambar proyek kota, yang rencana akan dibangun oleh zionis di kota Al Quds.

Rencana Zionis ini mengusung tema “Wajah Yerusalem – Kota Modern”. Rencana proyek ini dilaksanakan oleh perusahaan Perencanaan dan Arsitektur Zionis, yang membuat rencana menyeluruh dan rinci terhadap rencana tersebut.

Dari tiga perusahaan internasional, perusahaan Jerman menang dalam pembuatan desain dan perencanaan untuk pemandangan umum gerbang utama tersebut. Yaitu perusahaan “TOVOTK 1”.

Pemerintah kota Zionis di Yerusalem (al-Quds) bertekad untuk melakukan perubahan-perubahan mendasar secara luas di gerbang utama barat kota suci al-Quds dan dirubah menjadi gerbang besar yang luas, yaitu gerbang yang paling besar di negeri tersebut. Petak rencana menyeluruh ini berada di atas area 720 hektar. Di antaranya 211 hektar hanya untuk gerbang utama. Untuk pelaksanaan rencana ini secara keseluruhan menelan biaya 1,4 milyar shekel. Sedang biaya rencana gerbang utama yang 211 hektar sekirat 170 juta shekel.

Neir Barakat dalam pernyataan pers mengatakan, “Dalam tahun-tahun mendatang Yerusalem (al-Quds) akan berubah menjadi pusat bisnis yang maju dan paling modern di negeri ini, yang diselingi proyek-proyek teknologi.. sejarah istimewa bagi Yerusalem.”

Rencana tersebut mencakup pembuatan solusi mendasar bagi jaringan transportasi umum dan menyambungkan kawasan tersebut dengan jaringan kereta ringan dan kereta umum – yang menghubungkan antara kota Tel Aviv dan al-Quds – di samping renovasi dan pengembangan proyek “Nation Building”, pembuatan informasi dan petunjuk menyeluruh untuk pengembangan pemandangan alam, pembangunan proyek-proyek bangunan baru, pembangunan pusat-pusat bisnis besar, hotel-hotel dan gedung-gedung besar, kawasan industri yang beragam tujuan, di mana akan disediakan sekitar 40 ribu lapangan kerja baru. Sebagai ganti dari pendirian pusat-pusat hiburan dan budaya.

Berdasarkan rencana, akan difokuskan pada pemandangan umum gerbang baru kota suci di atas area sekitar 211 hektar. Yang bertujuan untuk menghubungkan wilayah-wilayah tersebut dan sekitarnya satu dengan yang lainnya. Sehingga menjadi semacam unit dan pemandangan umum yang menyatu, yang memudahkan transporasi antara wilayah tersebut bagi masyarakat umum, menjadi unit pelayanan dan perumahan yang konfrehensif di gerbang kota suci, yang terbubung dengan kawasan kampung pemerintahan – gedung-gedung pemerintahan dan parlemen Zionis – di barat al-Quds, yang berdekatan dengan gerbang barat kota suci al-Quds.

Rencana ini bertujuan untuk merger yang sesuai antara masa lalu dan sekarang dengan cara modern untuk kota suci yang memiliki sejarah sepanjang ratusan tahun, tanpa mengabaikan realitas kehidupan pada hari ini.

Dengan melihat secara luas pada desain awal rencana gerbang ini, nampak fokus pada wajah baru al-Quds setelah pendudukan kota suci tersebut, melalui bangunan-bangunan megah yang mengaburkan petunjuk-petunjuk umum di al-Quds dan mendudupi senjarah Islam dan Arab di kota tersebut.

 

Sumber: Infopalestina

Sebuah Kisah Ratu Inggris Elizabeth I dan Dunia Islam yang Terlupakan

Inggris terpecah belah seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya. Negara ini telah berpaling dari Eropa, dan penguasa perempuan Inggris telah mengarahkan pandangannya pada perdagangan dengan Timur. Walaupun terdengar seperti Inggris saat ini, sikap itu juga menggambarkan Inggris di abad ke-16, saat zaman keemasan monarkinya yang paling terkenal, Ratu Elizabeth I.

Salah satu aspek Elizabeth Inggris yang lebih mengejutkan adalah bahwa kebijakan luar negeri dan ekonomi mereka didorong oleh dekatnya aliansi dengan dunia Islam, fakta yang diabaikan hari ini oleh orang-orang yang mendorong retorika populis kedaulatan nasional.

Pada tahun 1570, ketika kaum Protestan Inggris jelas tidak akan kembali ke keyakinan Katolik, Paus mengucilkan Elizabeth dan menyerukan dia untuk melucuti mahkotanya. Katolik Spanyol yang kuat segera melawan Elizabeth, invasi telah dekat. Pedagang Inggris dilarang berdagang dengan pasar Spanyol, Belanda yang kaya. Isolasi ekonomi dan politik mengancam akan menghancurkan negara Protestan yang baru itu.

Elizabeth menanggapi dengan menjangkau dunia Islam. Satu-satunya saingan Spanyol hanyalah Kekaisaran Ottoman, diperintah oleh Sultan Murad III, yang membentang dari Afrika Utara melalui Eropa Timur ke Samudera Hindia. Ottoman telah memerangi Hapsburg selama beberapa dekade, menaklukkan beberapa bagian dari Hongaria. Elizabeth berharap aliansi dengan sultan akan memberikan banyak bantuan yang dibutuhkan menghadapi agresi militer Spanyol, dan memungkinkan pedagangnya memasuki pasar Timur yang menguntungkan. Namun dia juga mengulurkan tangan untuk saingan Ottoman, yaitu Syah Persia dan penguasa Maroko.

Masalahnya adalah bahwa kerajaan Muslim jauh lebih kuat daripada negara kepulauan kecil Elizabeth yang mengambang dalam kabut basah Eropa. Elizabeth ingin menjelajahi aliansi perdagangan baru, tetapi tidak mampu membiayainya. Rencananya adalah untuk mengeksploitasi inovasi baru di bidang komersial – yaitu perusahaan saham gabungan – yang diperkenalkan oleh adiknya, Mary Tudor.

Perusahaan-perusahaan tersebut adalah asosiasi komersial yang dimiliki bersama oleh para pemegang saham. Modal perusahaan digunakan untuk mendanai biaya pelayaran komersial, dan keuntungan – atau kerugiannya – juga akan dibagi. Elizabeth antusias mendukung Muscovy Company, yang berdagang dengan Persia, dan berlanjut untuk menginspirasi pembentukan Turki Perusahaan (the Turkey Company), yang berdagang dengan Ottoman, dan East India Company, yang akhirnya akan menaklukkan India.

Tahun 1580 ia menandatangani perjanjian dagang dengan Ottoman yang akan berlangsung lebih dari 300 tahun, memberi para pedagangnya akses komersial gratis untuk lahan Ottoman. Dia membuat aliansi yang sama dengan Maroko, dengan janji dukungan militer diam-diam untuk melawan Spanyol.

Saat uang telah masuk, Elizabeth mulai menulis surat kepada rekan-rekan Muslimnya, memuji manfaat dari perdagangan timbal balik. Dia menulis sebagai pemohon, menyebut Murad sebagai “penguasa Ottoman yang paling perkasa, satu-satunya dan di atas semuanya, dan raja paling berdaulat di Kekaisaran Timur.” Dia juga memainkan permusuhan mereka terhadap penganut Katolik, menggambarkan Katolik sebagai “penjaga keyakinan Kristen yang paling tak terkalahkan dan paling perkasa terhadap semua jenis penyembahan berhala.”

Umat Protestan menolak penyembahan ikon, dan memuja Allah dengan kalimat-kalimat langsung tanpa perantara, sedangkan umat Katolik menyukai perantara pendeta dan ikon. Dia dengan cekatan mengeksploitasi anggapan Katolik yang menggabungkan Protestan dan Muslim sebagai dua sisi dari satu mata uang yang sama.

Taktik dan siasatnya bekerja. Ribuan pedagang Inggris menyeberangi banyak wilayah yang hari ini menjadi daerah yang tidak boleh dikunjungi, seperti Aleppo di Suriah, dan Mosul di Irak. Mereka jauh lebih aman jika pergi ke daerah tersebut pada saat itu daripada berada di sebuah perjalanan yang setara seperti ke Eropa, negeri Katolik, di mana mereka mempertaruhkan resiko diperiksa ketat.

Penguasa Ottoman menganggap kemampuan mereka dalam menarik orang untuk berdagang dari semua agama sebagai tanda keberhasilan, bukan kelemahan, dan mengamati konflik Protestan-Katolik dengan pandangan yang terpisah. Banyak orang Inggris masuk Islam, seperti Samson Rowlie, seorang pedagang Norfolk yang berubah menjadi Hassan Aga, kepala bendahara untuk Aljazair, memeluk Islam. Sedangkan yang lain juga melakukannya atas kemauan mereka sendiri, mungkin melihat Islam sebagai agama yang lebih baik daripada keyakinan Protestan, sebuah agama baru yang berada dalam keadaan genting.

Bangsawan Inggris senang dengan sutra dan rempah-rempah dari timur, tapi Turki dan Maroko jelas kurang tertarik dengan wol Inggris. Apa yang mereka butuhkan adalah senjata. Untuk memenuhinya, Elizabeth melucuti logam dari gereja-gereja Katolik yang didekonsentrasi (tidak lagi dianggap sacral dan digunakan untuk keperluan lain yang lebih sekuler) dan mencairkan lonceng-loncengnya untuk membuat amunisi yang kemudian dikirim ke Turki, membuktikan bahwa penjualan senjata Barat kembali lebih jauh dari urusan kontra-Iran. Ratu mendorong kesepakatan serupa dengan Maroko, menjual senjata dan membeli unsur penting bubuk mesiu.

Masuknya gula, sutra, karpet dan rempah-rempah mengubah apa yang orang Inggris makan, bagaimana mereka menghiasi rumah mereka dan bagaimana mereka berpakaian. Kata-kata seperti “permen” dan “turquoise” (dari kata “batu Turki”) menjadi biasa. Bahkan Shakespeare memasukkannya pada karya dramanya, menulis “Othello” tak lama setelah kunjungan pertama duta Maroko selama enam bulan.

Meskipun perusahaan saham gabungan berhasil secara komersial, ekonomi Inggris tidak mampu mempertahankan ketergantungan mereka pada perdagangan jarak jauh. Segera setelah kematian Elizabeth pada tahun 1603, raja baru, James I, menandatangani perjanjian perdamaian dengan Spanyol, yang berakhir dengan pengasingan Inggris.

Kebijakan Islam Elizabeth menahan invasi Katolik, merubah rasa bahasa Inggris dan mendirikan model baru untuk investasi saham gabungan yang akhirnya membiayai Virginia Company, yang mendirikan koloni Amerika Utara permanen yang pertama.

Ternyata Islam, dalam segala manifestasinya – kekaisaran, militer dan perdagangan – memainkan peran penting dalam sejarah Inggris. Hari ini, ketika retorika anti-Muslim mengobarkan wacana politik, sangat berguna untuk diingat bahwa masa lalu Inggris lebih terikat dengan Islam daripada sekarang yang sering kurang dihargai.

Jerry Brotton;
The author of the forthcoming “The Sultan and the Queen: The Untold Story of Elizabeth and Islam.”

 

Turki Tuntut PBB Selidik Pelanggaran HAM Berat Milisi YPG di Suriah

JENEWA (Jurnalislam.com) – Turki pada hari Senin menyerukan kepada PBB untuk menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia berat yang dilakukan di Suriah oleh organisasi teror YPG, cabang bersenjata PYD, yang merupakan afiliasi ektremis PKK Suriah, lansir Anadolu Agency Senin (19/09/2016).

“IS merupakan ancaman besar bagi wilayah tersebut dan sekitarnya. Teror adalah musuh kita bersama, dan tekad Turki untuk memerangi terorisme tetap teguh. Kami juga ingin menarik perhatian atas pelanggaran serius hak manusia yang dilakukan oleh YPG, yang membutuhkan penyelidikan lebih rinci dan terpisah,” duta Besar Turki untuk kantor PBB di Jenewa, Mehmet Ferden Carikci, mengatakan kepada Dewan HAM PBB di Jenewa.

“Tindakan YPG yang seperti mencoba mengubah demografi dan menculik politisi Kurdi lokal dapat menyebabkan Suriah berantakan,” ia memperingatkan.

Meskipun terdapat resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan, rezim Suriah terus memblokir akses kemanusiaan tanpa ada yang menghalangi, Carikci menegaskan, “Mekanisme Investigasi Bersama PBB baru-baru ini menegaskan bahwa rezim Suriah bertanggung jawab atas penggunaan senjata kimia dalam sedikitnya dua kasus, yang merupakan sebuah kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Rezim memiliki pola pikir yang sama seperti IS, yang juga menggunakan senjata kimia.”

“Laporan ini juga merupakan bukti kejahatan rezim Suriah,” tambahnya.

Juga berbicara di hadapan dewan, Paulo Sergio Pinheiro, ketua Komisi Independen Internasional Penyelidikan mengenai Suriah PBB (UN Independent International Commission of Inquiry on Syria), mengatakan: “Saat pengungsi Suriah semakin meninggalkan daerahnya, semakin sulit untuk mengakses informasi baru dari korban dan saksi. Kami meminta kepada negara-negara Eropa yang menjadi tuan rumah bagi pengungsi Suriah yang baru tiba untuk memberikan akses bagi kami dan menghapus hambatan untuk membantu pekerjaan kami.”

“Politisasi bantuan kemanusiaan oleh pihak manapun dalam konflik tidak boleh. Karena, seperti yang telah kita saksikan beberapa kali dan sekali lagi, penghalang jalan yang terbuat dari pita merah sama efektif dengan penghalang jalan yang terbuat dari senjata perang,” tambahnya.

“Sejak awal tahun, 71 fasilitas kesehatan telah diserang. Di Aleppo saja, 25 rumah sakit dan klinik sengaja diserang hingga menjadi puing-puing, kebanyakan oleh serangan udara,” katanya.

Pinheiro menekankan bahwa, “Semua pihak harus menghormati gencatan senjata yang baru,” katanya, “Seolah-olah tidak cukup dramatis, pada awal September situasi di Aleppo diperparah dengan ditutupnya dua akses jalan ke kota yang terakhir, yang secara efektif sama saja dengan mengurung 275.000 warga sipil disana.”

 

Serdadu Israel Bunuh 2 Pemuda Palestina dengan Alasan Penikaman

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Departemen kesehatan Palestina mengumumkan, dua warga Palestina meninggal, syahid, setelah ditembak mati serdadu zionis di dekat Masjid Al-Ibrahimi Hebron, Senin siang (19/09/2016) dengan tuduhan berupaya melakukan aksi penikaman, lansir Infopalestina, Senin.

Kedua warga yang gugur syahid tersebut, masing-masing bernama, Muhind Rajbi (21 tahun) dan Amer Rajbi (17 tahun) keduanya masih belia kakak beradik sepupu dari Kasaroh Hebron.

Menurut sejumlah media, pemuda Amer Rajbi meninggal syahid akibat luka-luka yang dideritanya. Ia terluka bersama saudara sepupunya yang juga meninggal syahid kemudian.

Sementara situs Israel 0404 melaporkan, sejumlah serdadu zionis terluka akibat tikaman dua orang pemuda Palestina yang melakukan aksi penikaman di dekat Masjid Al-Ibrahimi, Hebron.

Juru bicara kepolisian zionis menyebutkan, dua pemuda tersebut asal Hebron dan baru berumur antara 17 hingga 20 tahun, salah satu meninggal dan lainya luka-luka cukup parah.

Terlihat serdadu zionis menghalangi masuknya mobil ambulan Bulan Sabit Merah mendekati tempat kejadian untuk melakukan pertolongan.

Peristiwa tersebut mengakibatkan bentrokan sengit antara para pemuda dan pasukan Israel di Kota Lama Habron.

Bentrokan terjadi di persimpangan jalan sekolah Thariq Bin Ziyad dan sekitarnya. Dimana para pemuda Palestina menghujani tentara zionis dengan batu.

 

Infopalestina