Negara Bagian Lagos Tolak Putusan Pengadilan Nigeria Legalkan Jilbab di Sekolah

NIGERIA (Jurnalislam.com) – Negara Bagian Lagos di Nigeria menantang putusan pengadilan banding yang melegalkan pemakaian jilbab Muslim di sekolah-sekolah, meskipun jutaan anak-anak berbondong-bondong kembali ke kelas mereka setelah liburan musim panas.

Tajudeen Balogun, salah satu pengacara untuk siswa Muslim, mengatakan kepada Anadolu Agency, dalam sebuah wawancara telepon pada hari Selasa (20/09/2016) bahwa Lagos mengajukan banding pada 16 September tetapi menambahkan bahwa langkah tersebut tidak berarti siswa Muslim tidak bisa memakai penutup kepala mereka.

“Sebelum permohonan tersebut didengar dan dikabulkan, posisi hukum saat ini adalah jilbab halal di sekolah-sekolah di seluruh Lagos,” menurut pengacara itu.

Jaksa agung Lagos Mosediq Adeniji Kazim tidak menanggapi permintaan Anadolu Agency untuk memberikan komentar. Pemerintah juga menolak untuk berbicara secara terbuka mengenai banding tersebut.

Pengadilan Tinggi Nigeria pada 21 Juli membalikkan keputusan sebelumnya oleh pengadilan yang lebih rendah yang mengizinkan keputusan pemerintah negara bagian untuk melarang pemakaian jilbab Muslim di lingkungan sekolah.

Menurut pengadilan banding, larangan tersebut melanggar hak umat Islam untuk kebebasan beragama dan beribadah.

Pemerintah mengklaim jika beberapa murid diizinkan untuk memakai jilbab akan mengubah keseragaman di sekolah-sekolah. Argumen tersebut ditolak pengadilan.

Saat mahasiswa kembali dari liburan panjang pekan ini, Komunitas Mahasiswa Muslim Nigeria (the Muslim Students’ Society of Nigeria-MSSN) meminta otoritas pendidikan dan guru untuk menghormati putusan pengadilan tentang penutup kepala.

“jika terjadi sebuah situasi di mana seorang pelaku atau guru terlihat menghukum, mengancam, menyerang atau melecehkan mahasiswa karena mengenakan jilbab, setelah pengadilan mengijinkannya, tidak hanya akan menghina pengadilan tetapi juga pengkhianatan terhadap literasi (keaksaraan), mengejek pendidikan dan penyalahgunaan penalaran,” kata Presiden MSSN Saheed Ashafa dalam sebuah pernyataan.

Asosiasi Guru Muslim Nigeria (The Muslim Teachers’ Association of Nigeria) mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Selasa bahwa beberapa pengaduan sudah dilaporkan tentang beberapa guru yang mengarahkan siswanya untuk melepas jilbab mereka.

“Beberapa kepala sekolah dan guru terlihat lucu. Mereka mencoba untuk menghentikan siswa mengenakan jilbab dengan alasan bahwa mereka belum menerima edaran. Apakah sekolah lebih superior dibanding keputusan pengadilan yang sah?” Kata asosiasi kepada Anadolu Agency dalam email.

 

Bendera AS dan PYD Berkibar di Raqqa

RAQQA (Jurnalislam.com) – Bendera AS yang ditampilkan oleh PKK/PYD pada bangunan adat di Suriah utara selama hampir satu minggu memicu reaksi warga Suriah yang sebelumnya tinggal di daerah itu, Anadolu Agency Rabu (21/09/2016).

Ali Sultan adalah warga Suriah yang mengatakan ia harus melarikan diri dari distrik Tal Abyad di Governorat Raqqa di utara Suriah, dimana bendera AS dikibarkan, 18 bulan yang lalu karena PYD.

Dia sekarang tinggal di distrik perbatasan Akcakale, di di provinsi Sanliurfa tenggara, yang terletak sekitar 148 kilometer (hampir 92 mil) di utara Raqqa.

“PYD mencoba untuk memecah Suriah. Kami sebagai warga Suriah tidak ingin bendera AS bersama dengan PYD di wilayah kita [Suriah],” kata Sultan.

Warga Suriah lainnya, Havle Mushadene juga mengatakan bahwa mereka tidak ingin organisasi teror apapun di negara mereka dan mengecam bendera AS yang dikibarkan.

“Kami tidak ingin AS atau benderanya.”

Pada tanggal 15 September, PKK/PYD mengibarkan bendera AS pada fasilitas di distrik Tal Abyad di Raqqa. Pada tanggal 17 September, PKK/PYD menurunkan tiga bendera mereka kecuali yang dikibarkan di atas rumah adat.

Bendera di rumah adat tersebut dapat dilihat dari kabupaten perbatasan Akcakale di Provinsi Sanliurfa tenggara.

Pada 2 September, beberapa milisi ektremis PYD/PKK mengibarkan bendera Amerika di desa Rafe, di utara kota Manbij yang telah dibebaskan, 25 kilometer (15 mil) dari tepi barat sungai Efrat.

Menurut sumber pejuang oposisi anti Assad, bendera tersebut digunakan untuk mencegah serangan.

Dengan menampilkan bendera AS, mereka mengirimkan sinyal yang salah bahwa pasukan AS juga hadir, menurut sumber yang berbicara dengan syarat anonim karena khawatir atas keselamatan mereka.

16 Pasukan Boneka Tewas dalam Pertempuran di Kunduz, Pasukan AS Culik 23 Warga Sipil

KUNDUZ (Jurnalislam.com) – Di akhir hari Rabu, Mujahidin Imarah Islam (Taliban) memukul mundur pasukan boneka AS, ANA (Afghanistan National Army), dalam pertempuran sengit penyergapan Taliban di sekitar ibukota Kunduz, menewaskan satu pasukan boneka dan meninggalkan banyak lainnya terluka, sementara empat pasukan boneka tewas dan satu lainnya terluka dalam serangan bom di distrik Qala-i-Zal, Al Emarah News melaporkan, Rabu (21/09/2016).

Juga di hari Rabu, Taliban memaksa pasukan boneka termasuk sejumlah besar tank dan kendaraan untuk berhenti setelah melepaskan tembakan di distrik Dasht-i-Archi, menewaskan sedikitnya 6 pasukan boneka dan lebih dari 13 lainnya terluka daan menghancurkan 2 tank lapis baja.

Kemudian masih di hari Rabu, Taliban menewaskan lagi 8 pasukan boneka dari konvoi militer yang dipaksa berhenti di distrik Dasht-e-Archi, di mana dua mujahidin juga terluka.

Sebagai balasan, pasukan penjajah AS membom daerah tersebut, menargetkan rumah sakit dan sejumlah rumah milik warga sipil, kemungkinan menyebabkan korban berat bagi warga sipil.

Selain itu, pasukan penjajah gabungan AS dan pasukan boneka mereka dalam serangkaian agresi terbaru mereka menculik 23 warga sipil di distrik Archi Dashti provinsi Kunduz pada Selasa malam hingga Rabu pagi.

Polisi Turki Tembak Penyerang Pisau di Depan Kedutaan Israel

ANKARA (Jurnalislam.com) – Polisi menembak dan menahan seorang pria Turki yang membawa pisau yang mencoba memaksa masuk ke kedutaan besar Israel di ibukota Ankara, Turki, Aljazeera melaporkan Rabu (21/09/2016).

Pria, yang dipersenjatai dengan pisau 30 cm, berlari menuju kedutaan sambil meneriakkan slogan-slogan dan ditembak di kaki, kantor gubernur di Ankara mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.

Para pejabat mengatakan penyelidikan awal menunjukkan bahwa pria yang diidentifikasi sebagai Osman Nuri Caliskan, 41 tahun, dari pusat kota Anatolia di Konya, “tampaknya terganggu mentanyal” dan tidak ada catatan memiliki hubungan dengan kelompok yang terorganisir.

Kedutaan Israel di Ankara mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tersangka “mencoba untuk menusuk seorang polisi Turki” di depan kedutaan.

Televisi NTV Turki mengatakan karyawan kedutaan Israel berlindung di tempat penampungan saat kejadian.

Caliskan dibawa ke Rumah Sakit Pelatihan dan Penelitian Numune (Numune Training and Research Hospital), di Ankara, menurut Anadolu Agency yang dikelola negara Turki.

Jalan di sekitar kedutaan ditutup setelah insiden dan polisi spesialis dikirim ke tempat kejadian.

Harian Hurriyet melaporkan bahwa penyerang mengatakan kepada polisi yang menginterogasi dia di rumah sakit bahwa ia “melakukannya untuk menghentikan pertumpahan darah di Timur Tengah.”

Misi asing di Turki berada dalam keadaan siaga tinggi menyusul serentetan serangan di seluruh negara tahun ini yang disalahkan pada kelompok Islamic State (IS) dan separatis Kurdi.

Kedutaan Besar Inggris di Ankara ditutup dari hari Jumat atas kekhawatiran keamanan.

Tiga bulan lalu, Turki dan Israel menandatangani kesepakatan untuk memulihkan hubungan mereka yang memburuk setelah serangan tahun 2010 oleh pasukan komando zionis terhadap kapal bantuan Turki untuk Gaza yang menewaskan 10 orang Turki.

Berdasarkan kesepakatan itu, kedua negara memulai proses pertukaran duta besar untuk sepenuhnya memulihkan hubungan diplomatik mereka, meskipun pemulihan hubungan diplomatik ini bersyarat dan belum berlangsung secara resmi.

Angkatan Laut Rusia Kerahkan Kapal Induk Andalannya ke Mediterania Timur, Suriah

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Menteri Pertahanan Rusia mengatakan pada hari Rabu (21/09/2016) bahwa Moskow telah mengirimkan kapal induk andalannya untuk memperkuat pasukannya di Mediterania timur di luar Suriah, lansir World Bulletin.

“Saat ini kekuatan angkatan laut Rusia ke Mediterania timur terdiri tidak kurang dari enam kapal perang dan tiga atau empat kapal pendukung,” katanya.

“Dalam rangka meningkatkan serangan militer, kami berencana menambah kapal induk Admiral Kuznetsov,” kata Shoigu, tanpa menentukan kerangka waktu.

Rusia telah meluncurkan operasi pemboman di Suriah selama setahun terakhir dalam mendukung rezim Bashar al-Assad dan telah mengerahkan kontingen angkatan laut untuk mendukung operasinya.

Ini adalah pertama kalinya bahwa kapal induk era Soviet, Kuznetsov, satu-satunya kapal induk Rusia yang merupakan bagian dari armada Utara yang berbasis di Murmansk – akan bergabung dengan kekuatan Rusia di Mediterania setelah menjalani perbaikan.

Rusia memiliki basis di wilayah Suriah yang dikuasai rezim Nushairiyah yang telah menerbangkan sebagian besar serangan bom di negara itu.

Rusia telah meluncurkan serangan bom jarak jauh dari pangkalan di Rusia dan menembakkan rudal jelajah dari kapal di Laut Kaspia dan kapal selam di Mediterania.

Pasukan Assad Serang Staf Medis dan Warga Sipil, 25 Tewas

SURIAH (Jurnalislam.com) – 25 korban sipil tewas di Suriah pada hari Selasa, akibat dari serangan pasukan rezim Assad pada sejumlah kota Suriah, dan ledakan ranjau yang ditanam oleh kelompok Islamic State (IS), ElDorar AlShamia melaporkan rabu (21/0/2016).

12 Korban, seluruhnya staf medis, dokter, petugas medis dan pengemudi tewas dalam serangan udara yang menargetkan titik medis di daerah Khan Tuman di pedesaan selatan Aleppo, tiga anak tewas dalam ledakan sisa-sisa ranjau darat yang ditanam kelompok IS di kota Manbej di pedesaan timur Aleppo, sementara empat orang lainnya tewas saat pasukan Nushairiyah Assad menargetkan kota Tabysa Homs di pedesaan utara.

Seorang wanita dan anak juga tewas akibat pemboman yang menargetkan distrik lama Aleppo, dua lainnya tewas di Deir Ez-Zour, satu di Hasakah dan satu lagi di Rif Dimashq.

Pesawat tempur pada Rabu telah menargetkan titik medis milik Serikat Pemulihan dan Organisasi Perawatan Medis (the Union of Relief and Medical Care organization) di selatan Aleppo, menewaskan semua orang yang berada di lokasi, termasuk kendaraan medis ambulans mereka hancur.

 

Dukung Ahok, Ketua Forum Mitra RT/RW: PDIP Tak Lagi Berpihak pada Wong Cilik

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Bergabungnya Partai Demokrasi Indonesi Perjuangan (PDIP) dengan koalisi partai politik pendukung Gubernur Petahanan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, menunjukkan bahwa PDIP sudah tidak lagi berpihak kepada wong cilik. Pernyataan itu disampaikan Ketua Forum Mitra RT/RW, Mustqim Dahlan.

“PDIP kita tahu dengan marhaenisnya berkiblat kepada Soekarno kan tentu dia bersama rakyat. Tetapi kalo hari ini sudah bersama Ahok sebagai calon Gubernur, yang kita tahu kebijakannya Ahok itu tidak populis, kemudian kemudian kebijakan Ahok itu merugikan masyarakat kecil, berarti sudah tidak berpihak lagi kepada wong cilik,” terangnya kepada Jurniscom, Rabu (21/9/2016).

Pria yang karib disapa Alan ini menilai dukungan PDIP kepada Ahok akan mengakibatkan partai berlambang kepala banteng itu terpecah belah.

“Dibeberapa simpul sudah mengembalikan KTA, kemudian membakar atribut PDIP dan kemudian banyaknya penolakan dari gras root atas kebijakan Mega Wati ini, sudah jelas perlawanan semakin keras dibawah,” ujarnya.

Ia menegaskan, apapun alasan PDIP, mencalonkan Ahok sebagai cagub DKI membuktikan bahwa PDIP sudah bukan milik wong cilik lagi.

“Masyarakat menolak reklamasi, masyarakat menolak penggusuran paksa, kemudian ada RT/RW yang dahulu memenangkan PDIP hari ini Forum RT/RW, kemudian Mitra RT/RW bersama masyarakat melawan kebijakan itu,” pungkasnya.

Ketua DSKS: Zakat Hak Umat Islam, Tak Bisa Dibagikan Seenaknya

SOLO (Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Syari’ah Kota Surakarta (DSKS), Ustadz Dr Muinuddinillah Basri menegaskan bahwa zakat adalah hak kaum muslimin. Menurutnya, pandangan syari’at tentang zakat sudah jelas bagi siapa saja peruntukkannya.

“Kalau pemerintah dengan program yang katanya ingin mengentaskan kemiskinan di tanah air namun kemudian inginkan dana zakat, hal ini menjadi permasalahan baru bagi umat Islam,” katanya kepada Jurniscom, Selasa (20/9/2016).

“Tapi kalau digunakan untuk memberikan fakir miskin dari dari kaum muslimin dan ada jaminan, hal itu bisa saja,” sambungnya.

Ustadz Muin mengatakan, dana zakat tidak bisa diberikan seenaknya, apalagi Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) berada di bawah koordinasi pemerintah yang sangat rawan korupsi dalam pendistribusiannya.

“Belum lagi kategori kemiskinan merupakan masyarakat majemuk yang tidak hanya didominasi umat Islam. Meski masuk kategori miskin, kalau itu untuk orang kafir juga tidak boleh, karena zakat itu hak kaum muslimin,” tegas pimpinan Ponpes Ibnu Abbas, Klaten itu.

Ia menilai, kondisi keuangan pemerintah saat ini sedang krisis dan pemerintah kebingungan mencari sumber dana. Jika pemerintah melalui Bappenas berhasil menggunakan dana zakat, Ustadz Muin mempertanyakan tehnis pengawasannya.

“Tapi siapa yang jamin transparasinya,” ujarnya.

Seperti diketahui, Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro menginginkan program zakat disinergikan program penanggulangan kemiskinan pemerintah. Di era pemerintahan Jokowi hingga akhir 2015, hutang Indonesia telah mencapai Rp 3.089 Triliun.

Bidik Global Foundation dan JITU Gelar Pelatihan Jurnalistik: Strategi Membangun Ghirah Jurnalis Muslim

Dengan semangat Muharram 1438 Hijriah, Bidik Global Foundation bekerjasama dengan Jurnalis Islam Bersatu (JITU) menyelenggarakan seminar dan pelatihan jurnalistik Islami dengan tema “STRATEGI MEMBANGUN GHIRAH JURNALIS MUSLIM”.

In sya Allah acara tersebut akan diselenggarakan pada:

Hari/tanggal : Sabtu, 1 Oktober 2016

Waktu : Pkl. 08.00 – 15.30 WIB

Tempat : Hotel Salak The Heritage Bogor

Pembicara :

– Surya Fachrizal Ginting (Jurnalis Media Hidayatullah / Relawan Palestina)

– Beggy Rizkiansyah (Pemerhati Media / Pegiat Sejarah Islam)

– Dr. Erma Pawitasari M.Ed (Penulis Buku)

– Syaiful Falah (Redaktur Suara Islam)

– Ustaz Iyus Khaerunnas (Direktur Bidik Global Foundation)

Pasca seminar dilanjutkan dengan pelatihan (praktek menulis, reportase, wawancara dan teknik fotografi)

Infak peserta Rp.100.000 (fasilitas: sertifikat, snack dan makan siang)

Peserta terbatas, segera daftar ke:

Sinta 0877 7012 0182 / 0857 7743 0279

Agun 0812 8621 427

Atas perhatianya kami ucapkan terima kasih. Jazakumullah khairan katsiran.

 

Sinergitas NU-Muhammadiyah untuk Pengelolaan Zakat

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah sebagai 2 ormas Islam besar di Indonesia, meminta pemerintah untuk memperkuat regulasi pengelolaan zakat seiring dengan keinginan pemerintah menyelaraskan program pengentasan kemiskinan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

NU Care LAZISNU mewakili NU serta LAZISMU mewakili Muhammadiyah dalam pernyataan bersamanya di Jakarta, Selasa, menyatakan aturan yang menempatkan zakat sebagai pengurang penghasilan kena pajak dalam UU No. 23 Tahun 2012 harus diubah.

“Klausul inilah yang menjadikan wajib pajak dan wajib zakat harus menambah beban pengeluaran jika ingin menunaikan kewajiban agama dan negara,” kata Direktur Utama NU Care LAZISNU Syamsul Huda bersama Direktur Utama LAZISMU Andar Nubowo lansir ANTARANews, Selasa (20/9/2016).

zakat-barangMenurutnya, jika pemerintah benar-benar ingin melakukan intervensi dalam pengelolaan zakat di Indonesia maka hal fundamental yang harus dikuatkan adalah mengubah regulasi zakat sebagai pengurang penghasilan kena pajak menjadi zakat sebagai pengurang pajak.

Ormas besar Islam itu yakin apabila status zakat itu diubah akan ada perubahan secara signifikan terhadap peningkatan perolehan nilai zakat yang selama ini belum optimal.

“Dengan melakukan perubahan mendasar ini pula, sinergi antara pajak dan zakat dapat terjalin karena para wajib pajak sekaligus dapat menunaikan zakatnya tanpa harus menambah beban pengeluaran,” kata Syamsul.

Ia mengatakan, potensi dana zakat di Indonesia sangatlah besar. Bahkan menurut BAZNAS, potensi zakat pada tahun 2016 mencapai Rp217 triliun, setara dengan 10,4 persen dari APBNP 2016 yang mencapai Rp2.082 triliun.

Untuk itu, semua Lembaga Amil Zakat (LAZ) harus bersedia untuk melaporkan kondisi keuangannya secara publik dan periodik serta bersedia diaudit secara profesional untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“Hal ini selain untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas LAZ, juga sebagai alat kontrol pemerintah dalam memastikan penyaluran dana zakat sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, yakni untuk tujuan mengurangi angka kemiskinan di Indonesia,” pungkas Syamsul.

Sementara itu, NU dan Muhammadiyah sepakat akan membangun sinegitas untuk menjadi satu wadah pemanfaatan dana zakat. Karena kebangkitan zakat yang tengah didengungkan umat Islam di Indonesia, merupakan momentum tepat untuk NU dan Muhammadiyah saling memberi dukungan.