Turki Desak Jerman Tangkap 2 Tersangka Kelompok Gulen Profil Tinggi di Negaranya

BERLIN (Jurnalislam.com) – Ankara telah meminta pihak berwenang Jerman untuk menemukan, menangkap dan menyerahkan dua Gulenists profil tinggi yang dituduh merencanakan upaya menggulingkan pemerintah Turki.

Kedutaan Turki di Berlin baru-baru ini mengirim nota diplomatik ke Kementerian Luar Negeri Jerman dan menuntut penyelidikan atas keberadaan mantan jaksa Zekeriya Oz dan Celal Kara, seorang pejabat senior Turki mengatakan kepada Anadolu Agency, Senin (26/09/2016).

Langkah diplomatik Turki pekan lalu muncul setelah laporan media melaporkan dua buronan tersebut , yang melarikan diri dari Turki pada akhir 2013, saat ini berada di kota Freiburg, Jerman selatan.

Pejabat, yang berbicara dengan syarat anonim karena pembatasan berbicara kepada media itu, mengatakan Turki telah secara resmi meminta Jerman untuk menyelidiki validitas laporan media tersebut, dan jika ini terbukti benar, segera menangkap dan menyerahkan dua tersangka untuk dituntut di Turki.

Dua tokoh kontroversial Zekeriya Oz dan Celal Kara yang diduga anggota senior jaringan Gulenist, juga dikenal sebagai teroris Organisasi Fetullah (Feto), yang dipimpin oleh Fetullah Gulen yang berbasis di AS.

Feto dituduh menginfiltrasi lembaga negara dan mengatur upaya kudeta 15 Juli di Turki untuk menggulingkan pemerintah yang terpilih secara sah.

Oz dan Kara memainkan peran kunci dalam penyelidikan anti-korupsi yang kontroversial pada akhir 2013, yang menargetkan tokoh politik senior di Turki. Mereka kemudian dituduh merekayasa bukti palsu, sebagai bagian dari rencana untuk menggulingkan pemerintah.

Kedua mantan jaksa tersebut belum terlihat di depan umum sejak mereka melarikan diri dari Turki pada akhir 2015, namun berbagai laporan media mengklaim bahwa mereka bersembunyi di selatan Jerman.

Tahun lalu, pemerintah Jerman mengatakan kepada rekan-rekan Turki mereka bahwa mereka tidak memiliki informasi yang mendukung klaim bahwa dua tersangka bersembunyi di negara ini.

Jerman adalah salah satu negara di mana Gulenists melaksanakan kegiatan yang signifikan melalui puluhan sekolah swasta, asosiasi bisnis, dan organisasi media.

Meskipun kecurigaan meluas, pemerintah Jerman sejauh ini enggan mengekang kegiatan Gulenists, menggarisbawahi bahwa mereka hanya akan bertindak jika menerima bukti nyata yang menunjukkan bahwa lembaga-lembaga ini terlibat dalam kegiatan yang melanggar konstitusi dan hukum Jerman.

Banjir Bandang Garut, JFI Minta Pemerintah Sensitif Kebencanaan Nasional

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Jurnalis Filantropy Indonesia (JFI) yang berkolaborasi dengan elemen-elemen kemanusiaan di Garut, Jawa Barat, mengajak kepada seluruh anak bangsa untuk membangun sinergi dalam agenda kemanusiaan bersama masyarakat Garut.

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Jendral Jurnalis Filantropy Indonesia, Irawan Djoko Nugroho dalam rilisnya, Senin (26/9/2016).

“Tragedi kemanusiaan berupa bencana alam yang menimpa masyarakat Garut – Jawa Barat menjadi keprihatian semua masyarakat di penjuru negeri ini. Terlebih bencana ini telah menewaskan 30 orang lebih, dan menyebabkan hancurnya rumah penduduk dan rusaknya fasilitas pelayanan umum sehingga aktifitas ekonomi masyarakat Garut menjadi lumpuh.,” terang Irawan.

Menurut Irawan, banjir bandang Garut tidak lepas dari rusaknya alam yang disebabkan eksploitasi alam yang tak terkendali. Untuk itu, JFI meminta kepada pemerintah untuk memiliki tanggap darurat nasional terhadap daerah-daerah yang rawan bencana.

“Jangan sampai sensitif itu muncul ketika bencana terjadi dan korban berjatuhan,” cetusnya.

Dalam kajian JFI, Indonesia merupakan daerah rawan bencana alam baik gunung berapi, kebakaran hutan, tanah longsor, banjir dan abrasi. Melihat besarnya bencana tersebut yang sulit diprediksikan kapan terjadinya, maka perlu sebuah grand strategi pembangunan tanggap kebencanaan yang melibatkan para stakeholder sehingga masyarakat mampu cepat bersikap jika ada bencana alam.

Selain itu, Irawan juga mengapresiasi kerja tim SAR, TNI, Polri serta lembaga-lembaga filantropy yang dengan cepat membantu korban dan rehabilitasi pascabencana di Garut. JIF mendesak pemerintah untuk segera mengirimkan peralatan berat untuk membantu pencarian korban.

“JFI akan terus melakukan monitoring perkembangan tragedi kemanusiaan dan berharap Garut bisa pulih dan masyarakat bisa beraktifitas lagi,” pungkasnya.

Dinilai Sesat dan Menyimpang, MUI Probolinggo Selidiki Ajaran Padepokan Dimas Kanjeng

PROBOLINGGO (Jurnalislam.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI)Probolinggo mulai menyelidiki ajaran Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Sebab, kuat dugaan aliran sesat dan ajaran menyimpang dalam padepokan itu.

Sekretaris MUI Probolinggo H. Yasin membenarkan penyelidikan internal yang dilakukan MUI terhadap ajaran Padepokan milik Taat Pribadi. Ia mengatakan ada Desakan dari MUI Jatim untuk menguak padepokan dengan pimpinan terkenal sebagai Pengganda Uang Gaib.

“Ini dilakukan setelah ada beberapa laporan yang masuk ke MUI. Selain itu, kami juga mendapat perintah dari MUI pusat dan Jatim untuk memeriksa ajaran Dimas Kanjeng ini,” katanya seperti yang dilansir dari surya.co.id, Senin (26/9/2016).

Terkait hal ini pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Koordinasi Penanggulangan Penodaan Agama (Bakorpa) Probilinggo untuk menyelidiki.

“Kami masih mengumpulkan bukti-bukti di lapangan. Termasuk memeriksa para saksi – saksi yang sempat belajar agama di Padepokan Dimas Kanjeng ini,” ujarnya.

Saat ini, kata dia memang ada beberapa indikasi menyimpang di Padepokan. Salah satunya bacaan yang harus sesuai dengan bahasa arab yang sesungguhnya, sebab salah membaca membuat arti berbeda.

Menurutnya, penyelidikan ini tidak boleh dilakukan secara gegabah. Artinya, Tim penyidik harus memiliki data dan fakta yang kuat di lapangan. Data yang diperoleh harus valid sebelum MUI mengeluarkan fatwa bahwa ajaran di Padepokan Dimas Kanjeng ini sesat.

“Fatwa ini kan tidak boleh main – main. Sekali dikeluarkan tidak bisa dicabut. Makanya kami harus teliti dan jeli sebelum memutuskan hal ini,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, pemilik Padepokan Dimas Kanjeng, Taat Pribadi tertangkap petugas keamanan terkait dugaan otak pembunuhan atas manta santrinya. Ia juga pernah dinobatkan sebagai Raja Probolinggo dan terkenal sebagai Pengganda Uang Gaib.

Netanyahu Bertemu Trump di New York Bahas al Quds sebagai Ibukota Israel

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah bertemu secara terpisah dengan calon presiden Amerika Hillary Clinton dan Donald Trump di New York pada hari Ahad, seorang pejabat di kantornya mengatakan, lansir World Bulletin Senin (26/09/2016).

“Pertemuan tersebut pertama kali disepakati dengan Trump, kemudian kami segera mencapai kamp Clinton untuk keseimbangan,” kata pejabat itu kepada AFP tanpa mengatakan siapa yang pertama kali mengusulkan pertemuan.

Netanyahu sudah di New York, di mana ia berpidato di hadapan Majelis Umum PBB, Kamis.

Para pengamat mengatakan perdana menteri Zionis itu sedang mencoba untuk menghindari kesan turut campur dalam kampanye pemilu Amerika.

Trump telah berencana untuk mengunjungi Israel pada Desember lalu, tetapi menunda perjalanannya setelah mengeluarkan proposal untuk melarang umat Islam memasuki Amerika Serikat yang mendapat kecaman dari seluruh dunia.

Kandidat Partai Republik anti Islam ini berjanji pada hari Ahad untuk mengakui Yerusalem (Al Quds) sebagai ibukota Israel “secara penuh tak terbagi” jika ia terpilih sebagai presiden, saat bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang juga bertemu dengan Hillary Clinton malam itu.

“Trump mengklaim bahwa Yerusalem telah menjadi ibukota abadi orang-orang Yahudi selama lebih dari 3000 tahun, dan bahwa Amerika Serikat, di bawah pemerintahan Trump, akhirnya akan menerima mandat kongres lama untuk mengenali Yerusalem sebagai ibukota tak terbagi dari negara bagian Israel,” isi kampanyenya dalam sebuah pernyataan.

Kantor Netanyahu mengeluarkan pernyataan tentang pertemuan sekitar satu jam tersebut tapi tidak menyebutkan janji Trump atas Yerusalem.

Trump mengatakan ia berjanji pada Netanyahu bahwa Amerika Serikat akan memberikan Israel “kerjasama strategis, teknologi dan militer yang luar biasa” jika dia terpilih.

“Mr. Trump mengakui Israel sebagai mitra penting Amerika Serikat dalam perang global melawan terorisme radikal,” katanya.

Pernyataan ini juga mengatakan keduanya membahas pengalaman Israel membangun pagar di Tepi Barat. Trump telah berjanji dalm kampanyenya untuk membangun tembok di sepanjang perbatasan AS-Meksiko.

Clinton bertemu secara pribadi dengan Netanyahu di Hotel W di New York, di mana pemimpin Zionis tersebut menghadiri Majelis Umum PBB sebelumnya.

Dalam sebuah pernyataan kampanye yang penuh harap Gedung Putih menekankan “kepentingan strategis menyeluruh” antara kedua negara dan menegaskan dukungannya untuk kesepakatan bantuan militer yang kuat yang baru-baru ini dijanjikan AS kepada Israel.

Kurang dari Sepekan 200 Warga Aleppo Tewas oleh Serangan Brutal Rezim Assad dan Rusia

SURIAH (Jurnalislam.com) – Petugas rumah sakit berjuang di Aleppo, saat jet tempur rezim Suriah dan Rusia terus membom kota yang dikuasai para pejuang Suriah di timur Aleppo, menewaskan lebih dari 200 orang dalam waktu kurang dari sepekan, lansir Aljazeera Senin (26/09/2016).

Reporter Al Jazeera Amr al-Halabi, melaporkan dari sebuah rumah sakit darurat di kota, menggambarkan sebuah situasi suram saat rumah sakit penuh sesak dengan puluhan orang tewas dan terluka.

“Orang yang sudah mati berada di lantai rumah sakit darurat ini,” kata Halabi. “Situasi di sini sangat putus asa.”

Mayat-mayat memenuhi lantai di dalam dan di luar fasilitas, saat relawan dan kerabat menolong orang-orang yang terluka dalam, mencari ruang untuk menempatkan mereka di atas lantai yang sudah penuh dengan korban serangan udara.

“Tidak ada cukup ruang bagi kita. Kita harus segera pergi untuk membuat lebih banyak ruang untuk mereka yang terluka,” kata Halabi saat ambulans berdatangan mengangkut korban yang tewas dan terluka memadati bangsal rumah sakit.

“Suasananya seperti hari penghakiman,” katanya.

Pada pertemuan darurat PBB pada hari Ahad, AS, Inggris dan Prancis mengatakan Rusia sebagai pendukung militer utama rezim Suriah Bashar al-Assad dalam melakukan kejahatan perang.

“Yang dilakukan Rusia bukan mensponsori dan melakukan kontra-terorisme. Ini adalah tindakan barbar,” kata Duta Besar AS Samantha Power.

“Sulit untuk menyangkal bahwa Rusia bermitra dengan rezim Suriah untuk melaksanakan kejahatan perang,” kata Duta Besar Inggris Matthew Rycroft, menambahkan bahwa persenjataan teknologi tinggi telah menimbulkan “neraka baru” pada Suriah yang sudah lelah berperang.

Sejak kesepakatan gencatan senjata berakhir pekan lalu, rezim Suriah Assad dan Rusia telah meningkatkan rentetan serangan udara yang ditujukan untuk mengambil alih wilayah timur kota dari kelompok pejuang.

Duta Rusia Vitaly Churkin mengakui bahwa lonjakan serangan selama beberapa hari terakhir berarti bahwa “membawa perdamaian adalah hampir mustahil sekarang.”

Tapi Churkin menyalahkan runtuhnya gencatan senjata kepada AS, menuduh Washington tidak mampu meyakinkan kelompok oposisi yang didukung AS untuk menjauhkan diri dari kelompok Jihad Jabhat Fath al Syam – yang sebelumnya dikenal sebagai Jabhah Nusrah dan tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata – dan mematuhi gencatan senjata.

Setelah pusat komersial Suriah, Aleppo telah dirusak oleh pertempuran dan dibagi sejak pertengahan 2012 antara kontrol rezim syiah Assad di barat dan kontrol oposisi di timur.

Wilayah timur telah dikepung ketat dan berkelanjutan sejak pertengahan Juli, menyebabkan kekurangan makanan dan bahan bakar. Serangan pada instalasi air dari kedua belah pihak menyebabkan lebih dari dua juta warga sipil tanpa air.

“Tak satu pun dari toko roti bisa beroperasi lagi karena pemboman dan kekurangan bahan bakar dan tepung, sehingga orang-orang mulai membuat roti mereka sendiri,” Imad Habush, 30 tahun, dari lingkungan Bab al-Nayrab mengatakan kepada kantor berita AFP.

“Saya tidak tahu mengapa rezim membom kami dengan cara barbar ini. Kami di sini warga sipil. Kami tidak membawa senjata, dan kami dikepung. Kami tidak memiliki cara untuk melarikan diri.”

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon juga telah memperingatkan penggunaan persenjataan canggih terhadap warga sipil bisa dituduh melakukan kejahatan perang.

Ban menyerukan kekuatan dunia untuk “bekerja lebih keras mengakhiri mimpi buruk” di Suriah yang telah memaksa hampir setengah dari penduduk negara itu meninggalkan rumah mereka dan menewaskan ratusan ribu lainnya.

6 Tentara Turki Tewas di Sirnak

SIRNAK (Jurnalislam.com) – Enam tentara tewas dan dua lainnya luka-luka dalam serangan oleh milisi PKK di provinsi Sirnak di tenggara Turki Senin (26/09/2016), menurut sumber keamanan, lansir Anadolu Agency.

Milisi komunis PKK menyerang tentara yang mengamankan pekerjaan konstruksi yang sedang berlangsung di jalan penghubung provinsi Sirnak dan Van, kata sumber, yang berbicara dengan syarat anonim karena pembatasan berbicara kepada media.

Satu ekstremis PKK tewas selama operasi penangkapan.

Sementara itu, militer Turki menewaskan tiga anggota PKK dalam operasi di provinsi Hakkari tenggara pada Senin, kata sumber-sumber militer.

PKK terdaftar sebagai organisasi teroris juga oleh internasional dan melanjutkan operasi bersenjata 30 tahun terhadap negara Turki bulan Juli 2015.

Sejak itu, serangan ektremis PKK menewaskan lebih dari 600 personel Turki dan juga merenggut nyawa banyak warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, sementara lebih dari 7.000 teroris PKK juga tewas dalam operasi militer.

Anak-anak SD di Bima Berikan Santunan untuk Korban Banjir Garut

BIMA (Jurnalislam. com) – Menggandeng Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) cabang Kota Bima, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Tolobali dan SDIT Al Hikmah Asakota, Kota Bima menggelar penggalangan dana untuk korban banjir bandang Garut dan Sumedang, Senin (24/9/2016).

Penggalangan dana tersebut digelar sebagai wujud kepedulian masyarakat Bima atas musibah yang menimpa Garut dan Sumedang pada Rabu (20/9/2016) lalu yang telah menewaskan 27 orang itu.

“Kami merasa perlu untuk melakukan kegiatan ini sebagai sebuah simbol kepedulian serta untuk meringankan beban bagi saudara kita di sana,” kata Ketua Me-DAN cabang Bima, Dian Ramadhan kepada Jurniscom.

Dian juga menegaskan, pihaknya akan terus mengajak kaum muslimin untuk berpartisipasi membantu meringankan korban.

“Kami mengajak kepada seluruh kaum muslimin untuk senantiasa memikirkan juga keadaan saudara kita di sana serta ikut berpartisipasi untuk membantu mereka baik secara moril dan materil serta do’a dari kita semua,” terangnya.

Dana yang terkumpul dari kedua sekolah itu sebanyak Rp 2,5 juta yang akan disalurkan langsung oleh Forum Me-DAN.

“Kami juga berharap bantuan yang sedikit ini akan sangat bermanfaat untuk saudara kita di sana serta mereka diberi ketabahan serta kesabaran dalam menghadapi musibah ini,” pungkasnya.

Taliban: 127 Pasukan ANA dan Arbakis Menyerah, 6 Pasukan Asing Tewas dan 1 Helikopter Jatuh Ditembak

URUZGAN (Jurnalislam.com) – Al Emarah News melaporkan Ahad (25/09/2016) bahwa para pejabat mengatakan sebanyak 127 pasukan bersenjata ANP, ALP dan ANA telah menyerah kepada mujahidin Imarah Islam (Taliban) selama satu pekan terakhir di lingkungan provinsi Uruzgan.

Sambil menyerahkan 90 senapan serbu, 10 senapan mesin berat, 9 peluncur RPG, 90 rompi anti peluru, sejumlah amunisi, juga 5 kendaraan pickup ranger, 1 APC dan peralatan perang lainnya.

Laporan terbaru juga datang dari kabupaten Dand provinsi Kandahar selatan pada sekitar 1:00 waktu setempat dini hari Ahad tank lapis baja milik penjajah multinasional hancur berkeping-keping di daerah Kalamtar dekat pangkalan udara Kandahar, menewaskan 6 agresor asing di tempat.

Kemudian distrik Pasaband di provinsi negara bagian Ghor mengatakan bahwa helikopter pasukan bayaran jatuh setelah ditembak oleh mujahidin Taliban saat melakukan pemboman ke arah posisi mujahidin di sekitar distrik kemarin (Sabtu), menyebabkan semua orang bersenjata tewas dan mengalami luka parah.

ECR dan IDC Gelar Bakti Sosial di Daerah Rawan Kristenisasi

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Untuk menghadang kristenisasi di Kampung Gondosuli, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, Emergency and Crisis Response (ECR) bekerja sama dengan Infaq Dakwah Center (IDC) mengadakan bakti sosial pada Ahad (25/9/2016).

ECR dan IDC membuka posko pengobatan gratis, bekam dan rukyah serta membagikan sembako kepada 140 warga Gondosuli yang kurang mampu. Ada juga Komunitas Tauhid (KOHID) yang menyumbangkan 2 karung beras, santunan uang untuk 10 anak yatim dan mushaf Al Qur’an.

Koordinator ECR, Toha mengatakan, meski kondisi ekonomi warga Gondosuli tergolong menengah namun lemahnya akidah keislaman mereka menyebabkan daerah itu rawan kristenisasi. Dia menyebut ada sejumlah warga yang murtad namun beberapa sudah kembali Islam.

“Bakti sosial ini didukung dari donatur IDC, kenapa kita adakan disini, karena Gondosuli sudah mulai ada penduduk yang murtad, namun juga ada yang kembali masuk Islam lagi. Segi ekonomi memang menengah namun untuk kepahaman Islam masih kurang,” kata Toha kepada Jurniscom di sela-sela kegiatan.

Toha menegaskan akan terus berupaya untuk mempererat silaturahim dan memperkuat dakwah dengan aksi-aksi sosial guna melindungi akidah warga Gondosuli dari pemurtadan. Sebab, dahulu mayoritas penduduk Gondosuli adalah Hindu dan Kristen, tapi saat ini Islam telah berkembang cukup pesat di sana.

Pelayanan kesehatan di daerah Gondosuli pun masih kurang, karenanya warga menyambut hangat bakti sosial yang diadakan ECR tersebut

“Senang mas, hari biasa kalau mau periksa Dokter harus turun jauh,” kata Ibu Fitri, salah seorang warga yang mendatangi posko untuk mendapat pemeriksaan kesehatan.

 

Sejak Awal 2016 Pasukan Zionis Telah Menahan 1000 Anak Palestina di Bawah Umur

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pasukan zionis telah menahan sekitar 1.000 anak Palestina di bawah umur sejak awal 2016, sebuah komite Palestina mengatakan pada hari Sabtu, lansir World Bulletin Ahad (25/09/2016).

Komite tahanan Organisasi Pembebasan Palestina (The Palestine Liberation Organization-PLO) mengatakan beberapa anak di bawah umur ditahan di bawah penahanan administratif Israel, yang memiliki kebijakan bahwa para tahanan dapat ditahan sampai satu tahun tanpa persidangan.

“Beberapa anak di bawah umur tersebut ditahan di bawah penahanan administratif, sementara yang lainnya dihukum penjara atau membayar denda yang besar agar dapat dibebaskan,” kata panitia dalam sebuah laporan.

Berbicara kepada Anadolu Agency, kepala komite Issa Qaraqe mengatakan penargetan anak-anak Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat dan Jerusalem Timur telah meningkat secara signifikan sejak Oktober 2015.

“Anak-anak Palestina mengalami penyiksaan dan pelecehan di dalam penjara-penjara Israel,” katanya, mencoba menarik perhatian organisasi internasional untuk campur tangan “melindungi anak-anak Palestina dari tahanan”.

“Ini membutuhkan tindakan luas dan cepat dari masyarakat internasional,” tambahnya.

Tentara zionis yahudi sering melakukan operasi sweeping penangkapan di wilayah-wilayah penjajahan yang seolah-olah menargetkan warga Palestina yang “dicari” oleh otoritas pendudukan Israel.

Lebih dari 7.000 warga Palestina saat ini mendekam di penjara-penjara di seluruh Israel, menurut pemerintah Palestina.