Banjir Bandang Garut, JFI Minta Pemerintah Sensitif Kebencanaan Nasional

Banjir Bandang Garut, JFI Minta Pemerintah Sensitif Kebencanaan Nasional

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Jurnalis Filantropy Indonesia (JFI) yang berkolaborasi dengan elemen-elemen kemanusiaan di Garut, Jawa Barat, mengajak kepada seluruh anak bangsa untuk membangun sinergi dalam agenda kemanusiaan bersama masyarakat Garut.

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Jendral Jurnalis Filantropy Indonesia, Irawan Djoko Nugroho dalam rilisnya, Senin (26/9/2016).

“Tragedi kemanusiaan berupa bencana alam yang menimpa masyarakat Garut – Jawa Barat menjadi keprihatian semua masyarakat di penjuru negeri ini. Terlebih bencana ini telah menewaskan 30 orang lebih, dan menyebabkan hancurnya rumah penduduk dan rusaknya fasilitas pelayanan umum sehingga aktifitas ekonomi masyarakat Garut menjadi lumpuh.,” terang Irawan.

Menurut Irawan, banjir bandang Garut tidak lepas dari rusaknya alam yang disebabkan eksploitasi alam yang tak terkendali. Untuk itu, JFI meminta kepada pemerintah untuk memiliki tanggap darurat nasional terhadap daerah-daerah yang rawan bencana.

“Jangan sampai sensitif itu muncul ketika bencana terjadi dan korban berjatuhan,” cetusnya.

Dalam kajian JFI, Indonesia merupakan daerah rawan bencana alam baik gunung berapi, kebakaran hutan, tanah longsor, banjir dan abrasi. Melihat besarnya bencana tersebut yang sulit diprediksikan kapan terjadinya, maka perlu sebuah grand strategi pembangunan tanggap kebencanaan yang melibatkan para stakeholder sehingga masyarakat mampu cepat bersikap jika ada bencana alam.

Selain itu, Irawan juga mengapresiasi kerja tim SAR, TNI, Polri serta lembaga-lembaga filantropy yang dengan cepat membantu korban dan rehabilitasi pascabencana di Garut. JIF mendesak pemerintah untuk segera mengirimkan peralatan berat untuk membantu pencarian korban.

“JFI akan terus melakukan monitoring perkembangan tragedi kemanusiaan dan berharap Garut bisa pulih dan masyarakat bisa beraktifitas lagi,” pungkasnya.

Bagikan