Resimen Baru Pasukan Irak Tiba di Dekat Kota Mosul untuk Serangan

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Resimen baru pasukan Irak telah dikerahkan di tenggara Mosul dalam persiapan operasi bersama melawan Islamic State (IS) di kota itu, kata seorang pejabat militer Irak Selasa, lansir World Bulletin Rabu (12/10/2016).

Dalam pernyataan yang dikeluarkan hari Selasa, Kolonel Abdul Sahib al-Daraji mengatakan: “Resimen pertama dan kedua dalam brigade 76 divisi 16 [tentara Irak] tiba di kabupaten Makhmur, 25 kilometer [15,5 mil] dari pusat kota Mosul.

“Resimen akan bergerak besok Rabu ke arah sumbu timur Mosul dan akan diposisikan di dekat Mosul Dam, yang merupakan titik mobilisasi divisi 16, yang ditugaskan melakukan operasi militer melawan IS dari sumbu al-Khazir,” kata al Daraji.

“Pasukan ini memiliki kesiapan militer tingkat tinggi dan akan memiliki peran penting dalam menembus garis pertahanan pertama IS di sumbu timur kota Mosul,” tambahnya.

IS meningkatkan serangan di daerah yang dikuasai pemerintah Irak dalam beberapa bulan terakhir setelah mengalami penurunan di wilayah utara dan barat Irak.

Baghdad mengatakan akan mengalahkan IS pada akhir tahun ini.

Pembantaian Massal Baru di Aleppo pada Hari Asyuro

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Kota Aleppo Suriah menjadi tempat pembantaian massal pada hari Rabu yang bertepatan hari Asyuro bagi penganut Syiah, dengan sedikitnya 81 warga sipil tewas dalam serangan udara rezim Syiah Assad di lingkungan yang dikuasai pejuang Muslim Sunni Suriah.

Kelompok penyelamat lokal mengatakan sektor timur Aleppo dibombardir oleh lebih dari 50 serangan rudal Rusia dan rezim Syiah Assad sepanjang hari itu yang juga melukai lebih dari 87 orang – beberapa dalam kondisi kritis. Aljazeera melaporkan, Rabu (12/10/2016).

“Sampai saat ini Pertahanan Sipil masih bekerja untuk mengeluarkan orang-orang dari reruntuhan,” Ibrahim Abu Leith, seorang juru bicara kelompok penyelamat yang juga dikenal sebagai White Helmets yang berbasis di Aleppo, mengatakan kepada Al Jazeera.

Sebelumnya pada hari itu, serangan udara pada sebuah pasar yang sibuk di lingkungan Fardous menewaskan sedikitnya 22 orang.

Menurut Abu Leith, 45 orang tewas di Fardous saja.

“Kami hanya memiliki tiga dokter dan sekitar delapan perawat di rumah sakit kami. Kami tidak bisa menerima semua yang terluka pada saat yang sama,” Modar Sheikho, perawat darurat di Fardous, mengatakan kepada Al Jazeera.

Russian Su-27 jet fighters and MIG 29 jet fighters fly over Red Square during the Victory Day military parade in Moscow on May 9, 2016. Russia marks the 71st anniversary of the Soviet Union's victory over Nazi Germany in World War II. / AFP PHOTO / KIRILL KUDRYAVTSEVKIRILL KUDRYAVTSEV/AFP/Getty Images

Menurut badan amal global, Doctors Without Borders, hanya ada 11 ambulans tersisa untuk 275.000 orang yang masih berada di sektor yang dikuasai pejuang Suriah. Hanya 35 dokter yang masih tersisa.

Pasukan pro-rezim Nushairiyah Assad telah membuka sedikitnya tujuh area yang berbeda di seluruh kota Aleppo.

“Pekan lalu tentara rezim Suriah mengatakan akan mengurangi serangan udara mereka sehingga warga di Aleppo timur yang dikuasai kelompok oposisi dapat pergi. Ada beberapa hari yang tenang, tapi tidak ada koridor bagi warga sipil untuk mengungsi ke daerah lain yang dikuasai oposisi,” reporter Al Jazeera Zeina Khodr melaporkan dari Gaziantep di sepanjang perbatasan Turki-Suriah.

Meskipun banyak “kritik” dari masyarakat internasional, Khodr mengatakan hanya ada “tindakan kecil… kini persediaan makanan menurun dan tenaga medis kewalahan.”

Serangan terbaru menghancurkan rumah sakit, tempat penampungan bawah tanah, dan bangunan lain.

Lonjakan serangan pada Rabu terjadi saat Rusia mengumumkan akan mengadakan pembicaraan perdamaian baru dengan AS dan kekuatan-kekuatan regional akhir pekan ini.

MMI: Syiah Lebih Besar Penistaanya kepada Al Quran Dibanding Ahok

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ratusan masa yang terdiri dari Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) dan Jamaah Ansharusy Syariah Jakarta (JAS) rabu siang (12/10/2016) mendatangi Panti Prajurit Balai Sudirman Jakarta Selatan dalam rangka melakukan aksi pembubaran terhadap perayaan Asyuro yang digelar kelompok Syiah yang berkedok aksi sosial donor darah.

Wakil Amir Majelis Mujahidin Indonesia ustad Abu Muhammad Jibriel Abdurrahman dalam orasinya menyatakan Syiah lebih besar penistaannya dan penentangannya terhadap Al Qur’an dari pada Ahok, karena menurutnya kelompok Syiah menganggap Al Qur’an yang ada saat ini semua palsu.

“Kalau Ahok menyatakan Al Maidah ayat 51 adalah pembohongan, Syiah ini bukan hanya surat Al Maidah saja, seluruh Al Qur’an dianggap tidak asli, Syiah menyatakan Qur’an yang asli yang dibawa oleh imam mereka. Jadi lebih besar lagi penentangannya orang Syiah,” terangnya.

Abu Jibriel meminta Majelis Ulama Indonesia dengan tegas mengelurkan fatwa sesatnya Syiah agar umat sadar akan dusta-dusta yang dilontarkan kelompok Syiah ketengan-tengah masyarakat dengan dalih sebagai kelompok pencita Ahlu Bait Rasul.

“Jawa Timur sudah mengharamkan Syiah, Pekan Baru sudah mengharamkan Syiah dan kita menuntut Majelis Ulama Indonesia untuk mengharamkan Syiah karna mereka bukan Islam,” Tegasnya.

Dari pantauan Jurniscom dilapangan perayaan Asyuro yang dilaksankan oleh kelompok Syiah ini dihadiri bukan hanya dari wilayah Jakarta saja, akan tetapi juga datang dari luar kota seperti Bandung, Bogor, Bekasi. Perayaan yang berakhir pukul 16.00 wib ini mendapat pengawalan ketat dari aparat Kepolisian.

 

Laskar Umat Islam Semarang Datangi Acara Asyuro, Ratusan Penganut Syiah Batal Hadir

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Ratusan laskar Islam yang tergabung dalam Laskar Umat Islam Jawa tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta mendatangi ritual Asyuro Syiah di Masjid Yayasan Nuruts Tsaqolain, Petek, Kota Semarang, Selasa (11/10/2016) siang. Aksi itu berhasil menekan jumlah peserta Asyuro Syiah menjadi bagian kecil.

Dengan pengawalan ketat dari pihak umat Islam, gabungan laskar melakukan orasi sekaligus dakwah tentang kesesatan Syiah didepan para laskar umat Islam dan warga sekitar yang turut hadir.

Ustadz Surowijoyo, salah satu orator menyampaikan kesesatan dan bahaya Syiah. Dalam orasinya ia mengatakan Syiah melecehkan Nabi Muhammad Saw.

“Syiah mengaku Islam tapi mengina Nabi Muhammad. Saya beri tahu istrinya nabi yang namanya Aisyah itu disebut pezina, anda orang Islam rela apa tidak? itulah Syiah,” cetusnya.

223Aktifis asal Solo itu melanjutkan, Syiah kerap memfitnah istri-istri nabi Muhammad, Hafsoh istri dari Nabi dituduh meracuni Rasulullah Saw. “Terus garwane sing setunggale namine hafsoh niku didakwo peracun Nabi, bener opo mboten? (Terus istri yang satunya yang bernama hafsoh itu dituduh meracuni Nabi, benar apa tidak? -red)” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Aksi Lutfi mengatakan, mayoritas warga sekitar tidak mengetahui apa itu Syiah serta bahaya laten yang akan ditimbulkan. Namun, dengan fakta yang ada ia berharap seluruh kaum Muslim Jawa Tengah khususnya Semarang dapat bergabung, cegah perkembangan Syiah.

“Harapan kami ditahun yang akan datang, bukan hanya kami yang mengadakan aksi serupa. Tapi bersama warga kita cegah perayaan Syiah yang sangat menyesatkan,” pungkasnya.

Lebih lanjut Ketua GPK Yogyakarta, Fuad Andreago mengapresiasi langkah yang sudah dilakukan gabungan laskar Umat Islam. Sebab, aksi itu dapat menekan jumlah ribuan peserta Asyuro Syiah menjadi puluhan peserta.

“Hasil maksimal yang kita capai di Semarang tadi yaitu menggeser acara Syiah laknatullah ke tempat yang lebih terbatas yaitu di markas mereka di Petek, menekan jumlah mereka yang biasanya ribuan, jadi kurang dari seratus orang, kita juga memaksa mereka untuk membubarkan diri sebelum waktunya selesai,” pungkasnya.

Sebelumnya perwakilan ormas-ormas Islam sudah melakukan audiensi di kantor Gubernuran yang dihadiri wakil-wakil kementerian agama, ketua MUI, wakil permerintahan dan aparat. Hasil diskusi itu berujung dengan diadakan diskusi lanjutan yang mendalam antara para ulama MUI dan kemenag menegenai kesesatan ajaran Syiah.

Ormas Islam Se-Jateng dan DIY Desak MUI Jateng Bubarkan Asyuro dan Keluarkan Fatwa Sesat Syiah

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Sejumlah Pimpinan Ormas Islam se Jateng dan DIY melakukan audiensi bersama dengan jajaran Gubernur Jateng, Kemenag, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Semarang, membahas perayaan Asyuro Syiah di Kantor Gubernur Jateng, Jl Pahlawan 9, Semarang, Selasa (11/10/2016).

Disaksikan Kombes Pol. Abiyoso Seno Aji (Kapoltabes Semarang), Ahmad Daroji (MUI Jateng), dan jajaran Gubernur Jateng, pimpinan Ormas diantaranya, Ustadz Fuad Al Hadizi (JAS), Ustadz Umar Sa’id (AM FUI Jogja), Ustadz Said Sungkar (FPI Pekalongan), Ustadz Bernard Abdul Jabbar (ANNAS), Ustadz Aris Munandar (DDII Jateng) mendesak dikeluarkannya fatwa Syiah sesat dan dibubarkannya Perayaan Asyuro di Semarang.

Ustadz Bernard menjelaskan bahwa Syiah sudah berkembang di Indonesia dan meresahkan umat Islam. Bernard mempertanyakan sikap MUI, Depag, Polda Jateng yang saling lempar, tidak bertindak hanya karena tidak ada fatwa MUI.

“Syiah sudah meresahkan umat Islam di Indonesia. Kemudian fatwa MUI tentang Syiah itu sesat belum ada, kemudian bapak biarkan saja, ini tanggung jawab bapak dihadapan Allah,“ tegas Ustadz Benard.

Tanggung jawab yang besar yang akan kalian pertaruhkan, lanjut Bernard, sebagai pemimpin yang mengemban amanat untuk amar ma’ruf nahi munkar. Apa kalian takut jabatan kalian hilang, sehingga kemaksiyatan, kesesatan dibiarkan saja,” tandas mantan misionaris itu.

Desakan juga datang dari Ustadz Umar Said, ia mengatakan ritual ajaran Syiah sudah merecoki ajaran Islam, takiyah atau berbohong menjadi bagian penting ajaran Syiah yang bisa mengelabuhi orang lain.

“Kalau sepanjang jaman Syiah berbuat ulah, maka kita katakan ini sumber konflik dimana-mana. Kalau bapak katakan ohh ini tidak ada kesesatan, tidak ada melukai diri, karena mereka takiyah. Bapak percaya ndak kalau mereka takiyah (berbohong), karena takiyah adalah bagian terpenting agama Syiah” kata pimpinan AM FUI.

Sementara Ustadz Fuad Al Hadzimi membacakan tulisan H. Asad Said Agil wakil ketua pengurus besar NU, di www.NU.or.id bahwa Syiah telah membuat sayap militer. Dia mengatakan dalil kesesatan Syiah justru dari orang Syiah sendiri.

“Ini yang ngomong orang kedua dari BIN, Marja’ at Taklit dewan Syariah Syiah sudah membuat sayap militer. Dan masih banyak lagi dalil sesat Syiah justru dari ulama mereka. Jadi kalau dikatakan dari kami, bukan, kami mendasarkannya dari sumber Syiah itu sendiri” jelas Fuad Hadzimi.

Menanggapi masukan tersebut, Ahmad Daroji, MUI Jateng mengatakan, bahwa Syiah tidak hanya Imamiyah, dan mempertanyakan yang harus dikeluarkan fatwa sesat yang mana?

“Jenengan sudah pelajari ada berapa Syiah, lha yang ini Syiah yang Imamiyah atau yang mana? Saya tanya Syiah ada berapa macam? Panjenengan tidak setuju yang Imamiyah, itu bahan kami. Tentu kami tidak boleh grusak-grusuk, ada yang mengatakan Syiah sesat, ada yang bilang Syiah kafir, lha yang diikuti sing endi?” ucap Ahmad Daroji.

Pimpinan Ormas mulai kesal dengan keterangan Ahmad Daroji yang berbelit-belit. Dia mengatakan akan membahas di jajaran MUI dan hanya mempersilahkan satu orang utusan dari pimpinan Ormas Islam yang hadir.

“Karena ini sudah audiensi, jadi saya tidak punya waktu lagi, monggo saya disalahkan. Ini bahan sudah ada (Materi Syiah) atau mau diberi tambahan, kami akan bahasnya ya dengan buku ini. Nah saya mohon maaf nanti diskusi MUI itu saya hanya beri ijin satu orang, mau datang njih monggo, siapa yang mewakili ndak dateng ya ndak apa-apa” ujarnya saat menerima buku Kesesatan Syiah dari DDII Jateng.

Sementara itu di luar Gedung nampak Ribuan Laskar Se-Jateng dan DIY melakukan Aksi Orasi yang menuntut untuk di bubarkannya acara Asyuro yang di adakan oleh Yayasan Nuru Tsaqolain yang perpusat di Jln. Petak gang Layur Kuningan Semarang.

img20161011091529

Operasi Militer Terbaru: Taliban Rebut Kabupaten Ghormach

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)Mujahidin Imarah Islam (Taliban) merebut Kabupaten Ghormach di provinsi Faryab barat-laut Afghanistan, Selasa, setelah pertempuran sengit dengan pasukan Nasional Afghanistan (ANA), Aljazeera melaporkan, Selasa (11/10/2016).

Anggota dewan provinsi mengkonfirmasi ke Al Jazeera bahwa Taliban merebut kendali dari kabupaten Ghormach setelah pasukan Afghanistan mundur, menambahkan bahwa beberapa tentara telah tewas dan senjata disita.

“Juru bicara Pemerintah provinsi mengatakan bahwa pagi ini sejumlah besar Taliban menyerang pusat kota dan merebut kota … Dia mengatakan Taliban mengambil posisi di daerah pemukiman dan bahwa pasukan Afghanistan harus mundur dari pusat kota untuk menghindari jatuhnya korban sipil,” kata reporter Al Jazeera Qais Azimy, melaporkan dari Kabul.

“Ghormach adalah kabupaten yang sangat strategis karena berbatasan dengan Turkmenistan dan sangat penting untuk mengontrol perbatasan dengan negara Asia Tengah. Kami perkirakan pertempuran akan terus berlangsung selama beberapa hari mendatang.”

Taliban telah melancarkan perlawanan terhadap pemerintah Kabul yang didukung Barat (AS – NATO) sejak digulingkan dari kekuasaan oleh invasi pimpinan AS pada tahun 2001. Taliban telah mengintensifkan serangan dan menekan pasukan nasional Afghanistan dukungan AS di berbagai bidang di seluruh negeri dalam beberapa bulan terakhir.

Di distrik Tirankot provinsi Uruzgan, sedikitnya 100 polisi Afghanistan menyerah dan bergabung kepada Taliban pada hari Selasa.

“Mereka dikepung oleh Taliban selama sedikitnya satu bulan dan tidak mendapatkan dukungan yang cukup dari pemerintah pusat, anggota parlemen provinsi mengatakan, dan itu sebabnya mereka menyerah kepada Taliban membawa serta peralatan tempur mereka,” kata Azimy.

“Kami juga mendapatkan laporan dari Afghanistan barat di provinsi Farah bahwa ratusan Taliban telah berkumpul untuk menyerang pusat provinsi di kota Farah dan bahwa pasukan ANA mengalami kesulitan memerangi mereka.”

Sedikitnya 96 tentara ANA tewas dalam sepekan terakhir dalam pertempuran dengan Taliban, menurut kementerian pertahanan Afghanistan.

Sementara itu, ratusan pasukan komando Afghanistan yang didukung oleh kekuatan udara NATO pada hari Selasa dikerahkan untuk mendorong mujahidin Taliban dari kota selatan Lashkar Gah setelah 14 orang Serdadu Kabul tewas dalam serangan terkoordinasi Taliban.

Serangan Senin merupakan upaya terbaru Taliban untuk merebut ibukota provinsi Helmand, menggarisbawahi terbukanya keamanan saat Talibanmemperluas kendalinya di seluruh provinsi tersebut.

“Lebih dari 300 pasukan komando … telah dikerahkan ke kota untuk mencegah kemajuan Taliban,” kata Abdul Jabar Qahraman, utusan khusus pemerintah untuk keamanan di Helmand.

Juru bicara provinsi Omar Zwak mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa pasukan komando tersebut dikirim dari Kabul dan provinsi tetangga untuk meluncurkan “operasi sapu bersih” di Lashkar Gah setelah serangan Taliban, yang menewaskan 10 pasukan lokal dan empat orang serdadu lainnya.

“Pasukan keamanan segera akan menetralisir seluruh kota dari Taliban,” kata Zwak.

Sekitar 30.000 orang telah mengungsi dari Helmand dalam beberapa pekan terakhir dan sebagian besar telah mengungsi diri ke Lashkar Gah. Tapi kota itu praktis telah dikepung, dan jalan-jalan di kabupaten tetangga dikuasai oleh para mujahidin Taliban.

Intervensi di Helmand telah memicu persepsi bahwa kekuatan asing semakin sering ditarik kembali ke dalam konflik saat pasukan Afghanistan berjuang untuk bertempur melawan Taliban.

Serangan Senin pagi itu juga menggarisbawahi dorongan Taliban yang berkelanjutan ke dalam pusat-pusat kota, yang terjadi seminggu setelah mereka sempat menyerbu ke Kunduz di utara dan menguasainya.

Pada hari Sabtu Jenderal John Nicholson, komandan militer NATO di Afghanistan, terbang dengan menteri pertahanan Afghanistan ke Lashkar Gah untuk meyakinkan para tetua provinsi bahwa kota Lashkar Gah tidak akan jatuh.

Taliban secara efektif mengontrol atau memperebutkan 10 dari 14 kabupaten di Helmand, provinsi paling mematikan bagi pasukan Inggris dan AS selama dekade terakhir dan dirusak oleh panen opium besar yang membantu mendanai pemberontakan.

Pada bulan Agustus, Washington mengerahkan sekitar 100 pasukan khusus AS ke Lashkar Gah, yang merupakan penyebaran pasukan besar pertama AS ke kota sejak pasukan asing menarik diri pada tahun 2014.

Dalam beberapa bulan terakhir, para mujahidin Taliban telah menyerbu ibukota provinsi lainnya, mulai dari Kunduz dan Baghlan di utara hingga ke Farah di barat.

4 Juta Pengikut Syiah Iran Rencanakan Kudeta di Nigeria

NIGERIA (Jurnalislam.com) – Gerakan Syiah yang dibiayai dan dilatih Iran, Gerakan Syiah Nigeria (the Islamic Movement of Nigeria-IMN), berjanji akan menciptakan “tragedi monumental” jika pemimpin kelompok fanatik mereka yang dipenjara, Zakzaky, terus berada dalam tahanan.

Pekan ini, gerakan sekte Syiah radikal, yang diperkirakan beranggota lebih dari empat juta, bermaksud untuk turun di Abuja untuk menghasut pemberontakan Khomeinist. Mereka mengklaim bahwa aksi itu akan berlangsung damai, tetapi kelompok yang didukung Iran tersebut siap melepaskan konfrontasi kekerasan dengan warga Muslim (Sunni) untuk menegaskan kontrol mereka atas jalan-jalan. Banyak yang takut kekacauan berdarah akan terjadi saat radikal Syiah berjanji untuk “menyerbu” ibukota.

Zakzaky ditahan sejak Desember 2015 menyusul bentrokan antara tentara dan preman bersenjata Syiah IMN, yang memblokir dan menyerang konvoi pemimpin militer. Kaum Muslim yang tinggal di daerah kubu IMN menuduh IMN menjalankan pemerintahan paralel penuh pemerasan dan teror.

Sebuah penyelidikan komisi yudisial yang dibentuk oleh pemerintah negara bagian Kaduna untuk menyelidiki bentrokan menyalahkan Zakzaky atas insiden yang menyebabkan hilangnya 348 nyawa pengikut sekte Syiah. Penyelidikan melaporkan bahwa “IMN terkenal karena sering melontarkan pidato kebencian dan berbahaya yang memprovokasi umat Islam … Anggota IMN berutang kesetiaan mutlak kepada pendeta Sekte Syiah El-Zakzaky.

Karena itu ia memikul tanggung jawab untuk semua tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh IMN sehingga harus bertanggung jawab, diselidiki dan dituntut sepenuhnya.”

Tapi insiden tersebut termasuk kecil dibandingkan dengan kemampuan kelompok ekstremis Syiah yang kuat dan beranggota empat juta orang, yang berencana meniru revolusi Syiah di Iran. Iran mengkooptasi Zakzaky – segera setelah Revolusi 1979 dan ia telah menjadi bagian penting dari strategi rezim untuk mengidentifikasi rekrutan dan menciptakan serta memperluas sel militan Syiah.

Kemajuan yang diperoleh Iran di Nigeria adalah hasil penggunaan soft power Republik Syiah Iran di Afrika selama lebih dari tiga dekade.

 

Berbayaha Bagi Aqidah Islam, Puluhan Laskar Islam Bogor Bubarkan Ritual Asyuro Syiah

BOGOR (Jurnalislam.com)- Puluhan Laskar Umat Islam Bogor Raya mendatangi lokasi yang digunakan pengikut Syiah untuk menggelar ritual Asyuro, selasa (11/10/2016). Lokasi yang beralamat di Jalan Siti Hasanah Pasir Kuda Bogor ini, dijaga ratusan aparat Kepolisian yang dibantu Satpol PP dan Banser.

Kordinator lapangan ustdaz Abu Fida kepada Jurniscom menyatakan aksi yang dilakukan malam hari ini dalam rangka penolakan terhadap aktifitas kelompok Syiah diwilayah Bogor Raya khususnya, karna sangat berbahaya bagi aqidah Islam dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kita ini Ahlussunnah dianggap kafir, karena kalau kita tidak hentikan ini sangat berbahaya. Kita meminta agar tidak ada lagi Syiah di Wilayah Bogor Raya, kalau bisa diseluruh Wilayah Indonesia tidak ada Syiah. Karena Syiah mengancam NKRI, Syiah membahayakan NKRI, Syiah bukan Islam,” tegasnya.

Sementara itu perwakilan dari Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) ustadz Abu Anas, meminta kepada umat Islam jangan lengah dari musuh-musuh Islam khususnya Syiah. Jagan sampai kejadian pemberontakan dan pembantaian terhadap umat Islam oleh Syiah di Yaman terjadi di Indonesia.

“Maka dari itu umat Islam harus hati-hati dan waspada, tetap bersiap siaga, karna mereka sedang mempersiapkan diri. Jangan sampai kejadian seperti di Yaman yang awalnya mereka tidak masuk politik hanya bersifat sosial, dan ketika mereka kuat mereka memberontak sampai sekarang, umat Islam habis dibantai oleh mereka,” ujarnya.

“Ingat musuh kita Syiah,Komunis, Ahmadiyah, LDII, JIL, ini mereka yang sampai saat ini dilindungi oleh konstitusi jadi secara hukum kita masih kalah, memang umat Islam dimanapun teraniaya, maka itu kita jangan lengah,” pungkasnya.

Reporter: Gustama | Miswanto

 

Israel Culik 54 Warga Palestina setelah Penembakan

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pasukan Penjajah Israel (Israeli Occupation Forces-IOF) pada Senin pagi (10/10/2016) menyerang beberapa bagian Tepi Barat dan Yerusalem, menculik puluhan dan melukai beberapa warga Palestina lainnya dalam bentrokan, World Bulletin melaporkan, Senin.

Di desa Azzoun di utara Qalqilia, IOF menculik warga Palestina dan menutup bengkel bubut, menyita peralatan, mengklaim bahwa bengkel itu menghasilkan senjata.

Seorang pria Palestina ditembak mati setelah ia dituduh menembaki pemukim zionis Yahudi, melukai lima orang, dua di antaranya kemudian tewas menyerah kepada luka-luka mereka.

Penembakan itu terjadi di Bukit Amunisi (Ammunition Hill) di Yerusalem pada hari Ahad pagi.

Sumber-sumber zionis mengatakan bahwa seorang warga Palestina, berusia 39 tahun dari kota Silwan di Yerusalem, mengemudikan mobilnya di Yerusalem sambil melepaskan tembakan, melukai satu orang, dan terus mengemudi menuju kawasan Sheikh Jarrah sementara polisi mengejarnya dan menembaknya mati.

Selain itu, IOF masuk ke desa Surif di utara Hebron, menggerebek rumah-rumah dan menculik para pemuda.

Sumber-sumber lokal juga mengatakan tentara zionis menyerbu beberapa tempat di kamp pengungsi Tulkarem, dan lingkungan Thiab di kota, dan bentrok dengan puluhan anak muda yang melemparkan batu dan botol kosong ke arah kendaraan militer.

IMEMC mengatakan bahwa tentara menembakkan puluhan bom gas, peluru baja berlapis karet dan beberapa butir amunisi hidup, menyebabkan banyak orang Palestina menderita luka serius dan efek berat dari inhalasi gas air mata.

Petugas medis memberikan perawatan yang dibutuhkan untuk warga Palestina yang terluka, dan memindahkan seorang anak ke rumah sakit setelah ia tidak dapat bernapas.

 

Lagi, Militer Turki Hancurkan 98 Target IS di Suriah Utara

ANKARA (Jurnalislam.com) – Militer Turki menghantam sedikitnya 91 target kelompok Islamic State (IS) di Suriah utara pada Senin sebagai bagian dari Operasi Perisai Efrat (Euphrates Shield) yang sedang berlangsung, menurut militer, lansir World Bulletin, Selasa (11/10/2016).

Dalam pernyataan yang dikeluarkan hari Selasa, Angkatan Bersenjata Turki mengatakan 91 target IS telah terkena Firtina howitzer (badai) serta tembakan tank, roket dan mortir. Tidak ada informasi lebih lanjut.

Pernyataan itu mengatakan jet Turki juga telah menghancurkan tujuh target IS dalam sebuah operasi udara di kawasan itu.

Operasi Perisai Efrat Turki, yang diluncurkan pada 24 Agustus, bertujuan untuk memperkuat keamanan wilayah perbatasan dan menghilangkan ancaman yang ditimbulkan oleh organisasi-organisasi ekstremis, terutama IS dan PYD (PKK).

Sebanyak 132 daerah pemukiman di zona sebesar hampir 1.100 kilometer persegi (425 mil persegi) di Suriah utara telah dikuasai sejak awal operasi, kata pernyataan itu.

Operasi ini sejalan dengan hak negara untuk membela diri yang tertuang dalam perjanjian internasional dan mandat yang diberikan kepada angkatan bersenjata Turki oleh parlemen pada tahun 2014, yang telah diperpanjang satu tahun lagi di September 2015.