Ormas Islam Se-Jateng dan DIY Desak MUI Jateng Bubarkan Asyuro dan Keluarkan Fatwa Sesat Syiah

Ormas Islam Se-Jateng dan DIY Desak MUI Jateng Bubarkan Asyuro dan Keluarkan Fatwa Sesat Syiah

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Sejumlah Pimpinan Ormas Islam se Jateng dan DIY melakukan audiensi bersama dengan jajaran Gubernur Jateng, Kemenag, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Semarang, membahas perayaan Asyuro Syiah di Kantor Gubernur Jateng, Jl Pahlawan 9, Semarang, Selasa (11/10/2016).

Disaksikan Kombes Pol. Abiyoso Seno Aji (Kapoltabes Semarang), Ahmad Daroji (MUI Jateng), dan jajaran Gubernur Jateng, pimpinan Ormas diantaranya, Ustadz Fuad Al Hadizi (JAS), Ustadz Umar Sa’id (AM FUI Jogja), Ustadz Said Sungkar (FPI Pekalongan), Ustadz Bernard Abdul Jabbar (ANNAS), Ustadz Aris Munandar (DDII Jateng) mendesak dikeluarkannya fatwa Syiah sesat dan dibubarkannya Perayaan Asyuro di Semarang.

Ustadz Bernard menjelaskan bahwa Syiah sudah berkembang di Indonesia dan meresahkan umat Islam. Bernard mempertanyakan sikap MUI, Depag, Polda Jateng yang saling lempar, tidak bertindak hanya karena tidak ada fatwa MUI.

“Syiah sudah meresahkan umat Islam di Indonesia. Kemudian fatwa MUI tentang Syiah itu sesat belum ada, kemudian bapak biarkan saja, ini tanggung jawab bapak dihadapan Allah,“ tegas Ustadz Benard.

Tanggung jawab yang besar yang akan kalian pertaruhkan, lanjut Bernard, sebagai pemimpin yang mengemban amanat untuk amar ma’ruf nahi munkar. Apa kalian takut jabatan kalian hilang, sehingga kemaksiyatan, kesesatan dibiarkan saja,” tandas mantan misionaris itu.

Desakan juga datang dari Ustadz Umar Said, ia mengatakan ritual ajaran Syiah sudah merecoki ajaran Islam, takiyah atau berbohong menjadi bagian penting ajaran Syiah yang bisa mengelabuhi orang lain.

“Kalau sepanjang jaman Syiah berbuat ulah, maka kita katakan ini sumber konflik dimana-mana. Kalau bapak katakan ohh ini tidak ada kesesatan, tidak ada melukai diri, karena mereka takiyah. Bapak percaya ndak kalau mereka takiyah (berbohong), karena takiyah adalah bagian terpenting agama Syiah” kata pimpinan AM FUI.

Sementara Ustadz Fuad Al Hadzimi membacakan tulisan H. Asad Said Agil wakil ketua pengurus besar NU, di www.NU.or.id bahwa Syiah telah membuat sayap militer. Dia mengatakan dalil kesesatan Syiah justru dari orang Syiah sendiri.

“Ini yang ngomong orang kedua dari BIN, Marja’ at Taklit dewan Syariah Syiah sudah membuat sayap militer. Dan masih banyak lagi dalil sesat Syiah justru dari ulama mereka. Jadi kalau dikatakan dari kami, bukan, kami mendasarkannya dari sumber Syiah itu sendiri” jelas Fuad Hadzimi.

Menanggapi masukan tersebut, Ahmad Daroji, MUI Jateng mengatakan, bahwa Syiah tidak hanya Imamiyah, dan mempertanyakan yang harus dikeluarkan fatwa sesat yang mana?

“Jenengan sudah pelajari ada berapa Syiah, lha yang ini Syiah yang Imamiyah atau yang mana? Saya tanya Syiah ada berapa macam? Panjenengan tidak setuju yang Imamiyah, itu bahan kami. Tentu kami tidak boleh grusak-grusuk, ada yang mengatakan Syiah sesat, ada yang bilang Syiah kafir, lha yang diikuti sing endi?” ucap Ahmad Daroji.

Pimpinan Ormas mulai kesal dengan keterangan Ahmad Daroji yang berbelit-belit. Dia mengatakan akan membahas di jajaran MUI dan hanya mempersilahkan satu orang utusan dari pimpinan Ormas Islam yang hadir.

“Karena ini sudah audiensi, jadi saya tidak punya waktu lagi, monggo saya disalahkan. Ini bahan sudah ada (Materi Syiah) atau mau diberi tambahan, kami akan bahasnya ya dengan buku ini. Nah saya mohon maaf nanti diskusi MUI itu saya hanya beri ijin satu orang, mau datang njih monggo, siapa yang mewakili ndak dateng ya ndak apa-apa” ujarnya saat menerima buku Kesesatan Syiah dari DDII Jateng.

Sementara itu di luar Gedung nampak Ribuan Laskar Se-Jateng dan DIY melakukan Aksi Orasi yang menuntut untuk di bubarkannya acara Asyuro yang di adakan oleh Yayasan Nuru Tsaqolain yang perpusat di Jln. Petak gang Layur Kuningan Semarang.

img20161011091529

Bagikan
Close X