Perang Suriah: Perundingan AS-Rusia di Lausanne Gagal Pecahkan Kebuntuan

SWISS (Jurnalislam.com) – Sebuah babak baru perundingan diplomatik sekali lagi gagal memecahkan kebuntuan untuk mengakhiri pertempuran di Suriah, saat pertemuan sembilan negara di kota Lausanne, Swiss, atas ketidaksetujuan melakukan tindakan konkret untuk menghentikan perang, Aljazeera melaporkan, Ahad (16/10/2016).

Dengan masih berkecamuknya pertempuran di Aleppo, pembicaraan hari Sabtu, yang diselenggarakan oleh Menteri Luar Negeri AS John Kerry, disimpulkan setelah lebih dari empat jam tanpa kesepakatan bersama dari negara-negara peserta.

Kerry sedang mencari jalan baru untuk perdamaian setelah gagal mengamankan gencatan senjata dalam pembicaraan langsung dengan Rusia di tengah meningkatnya kecaman keras internasional atas pemboman Rusia dan rezim Suriah terhadap Aleppo timur yang dikuasai koalisi pejuang Suriah.

Kerry mengundang Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan tujuh menteri luar negeri dari wilayah Teluk, serta diplomat dari PBB, hanya beberapa pekan setelah runtuhnya gencatan senjata yang ditengahi AS-Rusia.

Setelah pertemuan itu, Kerry mengatakan kepada wartawan bahwa pembicaraan berlangsung “konstruktif,” tetapi mengakui bahwa tindakan konkrit gagal disepakati.

Dia juga mengatakan pertemuan berikutnya antara pihak yang terlibat dalam pembicaraan kali ini akan bertemu kembali pada hari Senin untuk membahas langkah-langkah masa depan.

Lavrov, di sisi lain, mengatakan kepada kantor berita Rusia bahwa negara-negara yang bertemu membahas beberapa “ide yang menarik.”

Editor diplomatik Al Jazeera James Bays, melaporkan dari Lausanne, mengatakan, “Saya pikir Lavrov dan Kerry mencoba mengambil keputusan berani mengenai apa yang terjadi di sini”.

“Mereka datang lagi ke meja perundingan untuk memilah situasi di utara Suriah, khususnya pemboman Aleppo, dan sekali lagi diplomasi ini mengecewakan rakyat Aleppo.

“Tidak ada terobosan, tidak ada perkembangan konkrit sama sekali dari pembicaraan ini.”

Menjelang pembicaraan, Vitaly Churkin, Duta Besar PBB Rusia, mengatakan bahwa tujuan utama pertemuan Lausanne agar negara yang mendukung kelompok-kelompok oposisi “moderat” menggunakan pengaruh mereka untuk mengupayakan gencatan senjata baru.

Kerry dan Lavrov bergabung di Lausanne oleh Staffan de Mistura, utusan PBB Suriah, bersama dengan diplomat tinggi Turki, Arab Saudi dan Qatar – semuanya merupakan pendukung pasukan oposisi Suriah.

Iran, pendukung utama rezim Suriah, juga mengirim menteri luar negerinya, Mohammad Javad Zarif, untuk ambil bagian dalam pembicaraan.

Negara-negara Eropa tidak terwakili pada pertemuan yang digelar di sebuah hotel mewah di Danau Jenewa tersebut.

Namun para pejabat Prancis menegaskan bahwa menteri luar negeri negara-negara yang sehati merencanakan bertemu Kerry di London pada hari Ahad untuk membahas krisis Suriah.

Bays dari Al Jazeera mengatakan bahwa menteri dari Inggris, Perancis dan Jerman diperkirakan akan membahas apa yang terjadi di Lausanne, sekaligus juga “berbicara tentang beberapa masalah yang lebih luas.”

“Inggris dan Perancis membahas opsi militer. Kita tahu bahwa AS di bawah Presiden Obama enggan melihat opsi militer,” kata wartawan kami.

“Kami tahu Perancis mendorong penyelidikan kejahatan perang atas rezim Suriah dan pemboman udara Rusia. Masalah tersebut sekarang akan dibahas di London.”

Resah Dengan Ritual Asyuro Warga Bogor Undang MUI Ungkap Kesesatan Syiah

BOGOR (Jurnalislam.com)- Menyadarkan dan membentengi umat dari bahaya aqidah sesat Syiah yang berpotensi menimbulkan konfik, Majelis Ulama Indonesia Kota Bogor melakukan silaturrahim bersama tokoh umat Islam dan warga Babakan Sukamantri, Pasir Kuda Bogor. Acara yang diprakarsai oleh warga ini bertempat di masjid At Taqwa sabtu (15/10/2016).

Ketua Majelis Ulama Kota Bogor ketika ditemui jurnalislam.com menyatakan bahwa acara ini diprakarsai oleh warga Babakan Sukamantri Pasir Kuda Bogor, kerena mereka merasa resah dengan adanya kelompok syiah yang mengadakan aktifitas diwilayah mereka.

“Jadi mereka yang meminta dan mengundang kita, meminta bantuan kepada kita untuk menjelaskan sekaligus membantu mengatasi keresahan mereka. Jadi mereka resah terhadap Syiah karena mereka juga sudah banyak yang paham, cuma mereka tidak berani mengambil sikap sendiri-sendiri. Jadi oleh karena itu meminta petunjuk dan meminta bantuan kepada kita,” ujar ustad Dani.img-20161016-wa0024

Warga masyarakat meminta keresahan dan keluhan mereka karena adanya aktifitas Syiah diwilayah mereka didengar oleh pemerintah dan aparat keamanan khususnya agar tidak terjadi aksi anarkis oleh warga.

“Warga meminta suara mereka, keluhan mereka didengar oleh pemerintah Kota Bogor dan aparat keamanan yang bertanggung jawab menjaga keamanan dan ketentraman dimasyarakat, sehingga mereka tidak terjebak untuk melakukan tindakan anarkis terhadap kelompok-kelompok syiah yang memaksakan kehendak untuk melaksanakan kegiatan mereka diwilayah ini,” terang ustad Dani.

Ustad Dani juga meminta kepada aparat keamana jangan sampai salah dalam keberpihakan yang justru melindungi dan mejaga aktifitas kelompok Syiah. Apalagi dalam pertemuan yang telah berlangsung beberapa kali aparat keamanan berjanji tidak akan memberi izin kegiatan Syiah karena khawatir menimbulkan gangguan keaman.

“Kok pada kenyataan justru dibentengi atau dipagari sehingga mereka leluasa melaksanakan kegiatan tersebut. Dan itulah yang menyebabkan kemarin terjadi sedikit friksi dan tekanan dari kelompok umat Islam. Maka dari kita ingatkanlah jangan sampaikan aparat itu berpihak kepada yang benar bukan berpihak kepada yang bayar,” pungkasnya.

Reporter: Wahid al Bughury

 

 

Ulama Dan Tokoh Umat Islam Keluarkan Petisi

JAKARTA (Jurnalislam.com)- Para Ulama dan Tokoh Umat Islam keluarkan Petisi untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang telah melaporkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atas ucapannya yang telah menghina Al Qur’an ke Bareskrim Mabes Polri. Petisi yang ditandatangi oleh para Ulama dan para tokoh umat Islam ini langsung diserahkan ke Bareskrim, jum’at (14/10/2016).

Berikut secara lengkap isi petisi tersebut:

PETISI PARA ULAMA DAN TOKOH UMAT ISLAM KEPADA KAPOLRI C/Q KABARESKRIM MABES POLRI

Sehubungan dengan telah terjadinya hal-hal sebagai berikut:

  1. Adanya pernyataan penistaan agama Islam yang dilakukan pejabat gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok didepan masyarakat dalam kunjungannya ke Kabupaten Kepulauan Seribu pada tanggal 27 September 2016 yang antara lain, menyebutkan bahwa “Bapak-bapak dan ibu-ibu tidak memilih saya karena dibohongi pakai Al Qur’an surat Al Maidah ayat 51…tidak milih saya karena takut masuk neraka…dibohongi gitu…
  2. Telah dikeluarkannya pendapat pimpinan MUI Pusat pada tanggal 11 oktober 2016 bahwa ucapan Basuki Tjahaja Purnama sebagai mana tersebut dalam poin 1 adalah jelas-jelas merupakan penghinaan kepada Al Qur’an dan ulama yang menyampaikan Al Qur’an…
  3. Telah adanya laporan-laporan masyarakat kepada Bareskrim Mabes Polri terkait poin 1 diatas yang diduga telah melakukan pelanggaran atas pasal 156a tentang larangan penodaan Agama…

 

Maka kami para Ulama dan Tokoh Umat Islam menyatakan dukungan atas pelaporan dalam poin 3 tersebut dan menyampaikan PETISI kepada Bapak Kepala Kepolisian Republic Indonesia c/q bapak Kepala Bareskrim Mabes Polri agar segera memproses hokum saudara Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atas kasus penistaan terhadap agama Islam dan ulamanya tersebut.

Atas perhatian dan tindakan Bapak Kapolri c/q Kepala Bareskrim untuk memproses hukum secara adil dan transparan atas kasus tersebut kami ucapkan terima kasih.

 

Erdogan: Turki Ambil Bagian dalam Serangan ke Mosul

KONYA (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Jumat (14/10/2016) bahwa Turki bertekad untuk menjadi bagian dari pasukan koalisi dalam serangan untuk merebut kembali kota Mosul Irak yang kaya minyak dari Islamic State (IS), lansir Anadolu Agency, Jumat.

“Kami bertekad untuk mengambil tempat di antara pasukan koalisi persatuan dan solidaritas Irak,” kata Erdogan dalam upacara pelantikan massal di provinsi tengah Konya.

“Anda mengundang kami ke [Camp] Bashiqa,” kata Erdogan, mengacu permintaan Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi untuk membentuk sebuah pangkalan militer di negara itu.

Presiden menambahkan bahwa pasukan koalisi di Irak harus menyadari bahwa Turki “bukanlah negara suku.”

Turki dan Irak terlibat dalam perang kata-kata atas kehadiran pasukan Turki di Bashiqa, Irak utara.

Presiden Turki sebelumnya mengatakan, PM Irak “mengetahui batas kemampuannya,” mengingatkan bahwa kehadiran militer Turki di Irak adalah karena permintaan yang dibuat oleh Baghdad sendiri.

Desember lalu, Turki mengirim sekitar 150 tentara dan sekitar dua lusin tank tempur ke Camp Bashiqa, yang terletak sekitar 12 kilometer (7,5 mil) timur laut dari kota Mosul yang dikuasai IS.

Penyebaran pasukan Turki – yang pada saat itu dikritik oleh Baghdad – bertujuan untuk melindungi personil militer Turki yang bertugas melatih relawan Irak untuk melawan IS.

Turki mengatakan pasukannya berada di sana untuk mencegah konflik sektarian yang berpotensi terjadi di dalam dan sekitar Mosul setelah kota diambil dari IS.

Operasi bisa dimulai secepatnya pekan depan jika persiapan selesai.

Negara-negara telah memanggil duta besar masing-masing untuk konsultasi.

Erdogan juga mengecam kerjasama pasukan koalisi anti-IS yang dipimpin AS dengan YPG, yang merupakan sayap bersenjata PYD (PKK cabang Suriah), yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki dan Uni Eropa.

“Kami sulit memahami mengapa pasukan koalisi bertindak bersama-sama dengan PYD atau YPG,” kata Erdogan, menambahkan ada 63 negara di pasukan koalisi dan beberapa dari mereka sekutu NATO bagi Turki.

Washington telah lama mempertahankan bahwa YPG adalah mitra yang efektif dalam memerangi IS, dan selama ini sangat mengandalkan YPG di bawah bendera “Pasukan Demokratik Suriah (Syrian Democratic Forces).”

UNESCO Kutuk Israel atas resolusi Masjid al Aqsha

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Resolusi UNESCO mengutuk Israel karena membatasi akses Muslim menuju lokasi Al Aqsha, serta agresi polisi dan tentara zionis. UNESCO juga menyebut Israel sebagai ‘penguasa penjajah’, badan kebudayaan PBB tersebut mengeluarkan resolusi yang mengkritik tajam kebijakan Israel di sekitar kompleks Masjid al Aqsha, serta menolak hubungan Yahudi dengan situs suci di Yerusalem Timur.

“Ini merupakan pesan penting kepada Israel untuk mengakhiri penjajahannya dan mengakui negara Palestina serta Jerusalem sebagai ibukotanya yang memiliki tempat suci bagi Muslim dan Kristen,” kata Nabil Abu Rdainah, juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Namun Israel dan Amerika Serikat mengecam keputusan UNESCO tersebut, Israel menghentikan kerjasama dengan UNESCO.

“Israel sangat marah atas resolusi UNESCO ini karena pada dasarnya membatalkan koneksi Yahudi ke kompleks Masjid al-Aqsha,” kata reporter Al Jazeera Bernard Smith, melaporkan dari Yerusalem Timur yang diduduki, Jumat (14/10/2016).

“Resolusi itu tidak menegaskan bahwa Yerusalem suci bagi tiga agama monoteistik – Yudaisme, Islam dan Kristen – tetapi ada bagian khusus dalam resolusi yang mengatakan kompleks suci Masjid al-Aqsha hanya untuk umat Islam.

“Resolusi itu tidak menyebutkan bahwa Yerusalem juga suci bagi orang Yahudi. Ini yang membuat marah pemerintah Israel.”

Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis bahwa UNESCO telah kehilangan legitimasinya dengan mengadopsi resolusi ini.

“Pertunjukan absurd di UNESCO terus berlanjut dan hari ini organisasi mengadopsi keputusan delusional (khayalan) lain yang mengatakan bahwa orang-orang Israel tidak memiliki hubungan dengan Temple Mount dan Tembok Barat,” kata PM zionis tersebut.

“Menyatakan bahwa Israel tidak memiliki koneksi dengan Temple Mount dan Tembok Barat sama seperti mengatakan bahwa Cihna tidak memiliki koneksi dengan Great Wall of China, atau bahwa Mesir tidak memiliki koneksi dengan piramida.”

Resolusi, yang disampaikan oleh Aljazair, Mesir, Lebanon, Maroko, Oman, Qatar dan Sudan, terpilih pada hari Kamis dengan 24 suara mendukung, enam melawan, dan 26 abstain.

Estonia, Jerman, Lithuania, Belanda, Inggris dan Amerika Serikat menentang resolusi itu, sementara Cina, Rusia, Meksiko, Afrika Selatan dan Pakistan adalah sebagian yang mendukung.

Pada hari Jumat, direktur jenderal UNESCO Irina Bokova menjauhkan diri dari resolusi Kamis.

“Warisan Yerusalem terbagi-bagi, dan masing-masing masyarakat memiliki hak pengakuan eksplisit terhadap sejarah dan hubungan dengan kota mereka,” katanya dalam sebuah pernyataan.

“Kota Tua Yerusalem telah ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia karena nilai-nilai universal … yang merupakan daya tarik untuk dialog, bukan konfrontasi,” kata Bokova.

“Kami memiliki tanggung jawab kolektif untuk memperkuat koeksistensi budaya dan agama ini, dengan kekuatan tindakan dan juga dengan kekuatan kata-kata,” tambahnya.

Setelah pemungutan suara, AS menyuarakan ketidaksenangan mereka dengan mengatakan “sangat menentang” resolusi.

“Kami sangat prihatin dengan berulangnya resolusi yang dipolitisir seperti ini yang melakukan segala cara untuk memajukan hasil konstruktif di lapangan, dan kami tidak percaya bahwa mereka harus diadopsi,” kata wakil juru bicara Departemen Luar Negeri Mark Toner.

Status Yerusalem adalah masalah konflik Palestina yang paling sulit selama puluhan tahun.

Masjid al-Aqsha adalah situs ketiga paling suci dalam Islam. Masjid ini terletak di Yerusalem Timur, yang dicaplok Israel pada tahun 1967 sebagai bagian dari pendudukan Tepi Barat. Langkah Israel ini tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Pemukim zionis Yahudi dan organisasi garis keras Zionis sayap kanan telah menyerukan kontrol atas kompleks Masjid.

Kelompok Yahudi merujuk situs tersebut sebagai Temple Mount dan serangan mereka yang meningkat terhadap kompleks Masjid telah memicu protes keras Muslim Palestina di Tepi Barat yang diduduki, termasuk di Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza.

Komandan Senior Syiah Hizbullah Lebanon Tewas di Aleppo

SURIAH (Jurnalislam.com) – Media Pro Syiah Hizbullah Lebanon melaporkan, pada hari Kamis, atas tewasnya seorang pemimpin milisi terkemuka, “Mahmoud Ahmed Muzannar” dari Mayfadun, Libanon selatan, lansir ElDorar AlShamia, Jumat (14/10/2016).

Media Lebanon melaporkan bahwa al-Muzannar meninggal secara alami setelah berjuang melawan penyakit, sementara media lain melaporkan ia tewas dalam pertempuran di kota Aleppo.

Milisi Lebanon Syiah Hizbullah menderita ratusan kematian di Aleppo, termasuk kehilangan sejumlah komandan senior mereka selama pertempuran di Suriah; saat Hizbullah bersikeras mendorong Syiah Lebanon untuk berjuang bersama rezim Nushairiyah Assad dan didukung oleh Rusia-Iran.

Pasukan Syiah Hizbullah terlibat dalam perang bersama pasukan Syiah Assad sejak 2012, dan telah memusatkan pasukannya secara efektif dalam ” pertempuran al-Qsir, pertempuran Western Qalmoun dan Damaskus, serta Aleppo Suriah Utara.”

Pernyataan Sikap Dewan Syariah Kota Surakarta untuk Ahok

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Pernyataan kontroversi petahana Ahok di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu mengundang gelombang tanggapan. Mulai kalangan bawah hingga kalangan atas mengecam pernyataan ‘dibohongi oleh surat al-Maidah ayat 51’ itu.

Dalam hal ini Dewan Syariah Kota Surakarta turut mengecam keras ucapan yang mengundang kegaduhan serta kerukunan umat beragama.

Berikut pernyataan sikap Dewan Syariah Kota Surakarta;

Setelah membaca pendapat dan sikap Majelis Ulama Indonesia pusat yang ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Dr.KH. Ma’ruf Amin dan sekertaris jendral MUI Dr.H.Anwar Anbas, MM.M.Ag pada tanggal 11 oktober 2016 tentang pernyataan Basuki Tjahaja purnama terkait dengan Al.Quran surat Al Maidah ayat 51 yang disampaikan dikabupaten kepulauan seribu pada tanggal 27september 2016 serta telah disimpulkan oleh MUI pusat bahwanya pernyataan Basuki Tjahaja Purnama ( alias ahok) dikategorikan: (1) menghina Al Quran dan atau (2) menghina ulama yang memiliki konsekwensi hukum.

Untuk itu Dewan Syariah Kota Surakarta menyatakan:

1. Pendapat MUI sebagai lembaga resmi yang mempunyai otoritas di bidang keagamaan haruslah menjadi referensi bagi ummat islam. menjadi salah satu alat nukti yang sahdi Pengsdilan dan menjadi pertimbangan bagi DPRD Provinsi DKI Jakarta untuk mempertimbangkan mekanisme politik untuk melakukan hak hak selaku lembaga legeslatif termasuk hak untuk bertanya untuk mendalami kemungkinasn adanya dugaan melanggar sumpah jabatan

2. Meminta Kapolri untuk jujur, independen dan segera melakukan tindakan hukum kepada semua pelaku tindak kejahatan terlebih yang menyangkut hajat hidup orang banyak termasuk proses hukum terhadap Ahok.

3. Meminta kepada Anggota DPRD Provinsi DKI Untuk memanggil Ahok untuk mempertanggungjawabkan pernyataannya.

4. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi main hakim sendiri serta menyerahkan penanganannya kepada aparat penegak hukum, disamping tetap mengawasi aktivitas penistaan agama dan mengawalnya hingga di Pengadilan.

Reporter: Riyanto

Ribuan Umat Islam Solo Raya Desak Seret Ahok ke Meja Hijau

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Ribuan umat Islam Surakarta gelar aksi long march dari Masjid Kota Barat menuju Mapolresta Surakarta di Jln Adi Sucipto No. 2 Banjarsari Solo, Jum’at (14/10/2016). Mereka mendesak aparatur pemerintah untuk menyeret Ahok kepengadilan.

Sekjend Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Ustadz Tengku Azhar, Lc mengatakan, orang-orang seperti Ahok sudah ada sejak dulu. Mereka senantiasa melecehkan al-Quran dan menjauhkan umat Islam darinya.

“1400 tahun yang lalu sebelum dan jauh dari diciptakannya Ahok, Alloh lewat lisan Nabi-Nya telah berpesan akan tingkah dan polah laku orang kafir yang mengatakan janganlah kalian mendengarkan Al Qur’an,” ujar Ustadz Tengku dalam orasinya.

“Belum lama ini ucapan yang tidak mengenakan bagi umat Islam terucap dari mulut Ahok,” tambahnya.

Sementara Orator lainnya, Edi Lukito menegaskan orang seperti Ahok sangat berbahaya bagi kerunan umat beragama.

“Kita harus berhati-hati Saudara karena Ahok ini ada singkatanya A adalah awas, H hati-hati, O omongan Orang, K kafir, maka kita harus Awas Hati-hati Omongan Orang Kafir,” cetus ketua LUIS itu.

Dalam orasinya itu Edi melanjutkan, ketegasan penegak hukum harus dilakukan. Sebab, akan berdampak pada tindakan represif masyarakat yang cenderung anarkis.

“Jangan sampai para aparatur negara terutama pihak Kepolisian terlena. Sehingga, rakyat mengambil tindakan sendiri-sendiri jika Ahok ini tidak di seret ke penjara,” pungkasnya.

Acara di tutup dengan doa oleh Ustad Halim dari Takmirul Mukmin dan NU kota Solo.

Lebih lanjut, sebelum ribuan masa membubarkan diri, DSKS yang diwakili Sekjend membacakan pernyataan sikap DSKS.

JAS Jakarta: Tidak Ada Hukuman Lain Terhadap Penghina Islam Kecuali Hukuman Mati

JAKARTA (Jurnalislam.com)- Puluhan ribu umat Islam dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) Islam mendesak pihak kepolisian untuk segera melakukan proses hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atas kasus penistaan terhadap agama.

Ditemui ditengah aksi puluhan ribu umat Islam menuntut dipenjarakan Ahok, Amir Jamaah Ansharusy Syariah Jakarta menyatakan bahwa umat Islam Indonesia punya harapan untuk bangkit.

“Kita punya harapan yang sama, umat Islam bangkit menuntut hal yang sama agar Ahok dihukum seberat-beratnya bahkan kita semua berharap Ahok itu dihukum mati,” ungkapnya kepada jurnis, Jum’at (14/10/2016) didepan Balaikota Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Menurut Ustad Haris Amir Falah apa yang telah dilakukan Ahok dengan menyebut dibohongi pakai Al Maidah ayat 51, itu sudah masuk kedalam penghinaan terhadap Islam dan menurutnya Ahok harus dihukum mati.

“Penghinaan kepada Al-Qur’an, Allah, dan Rasulnya hukumannya tidak lain kecuali hukuman mati. Minta maaf ataupun tidak minta maaf hukuman terhadap Ahok akan terus berjalan,” Tegasnya.

Sebelumnya puluhan ribu umat Islam dari berbagai ormas yang terdiri Forum Umat Islam (FUI), Front Pembela Islam, Persatuan Islam, Majelis Mujahidin Indonesia, Jamaah Ansharusy Syariah, dll melakukan aksi longmarch dari Masjid Istiqlal menuju Bareskrim Polri dan Balaikota Jakarta.

 

 

Taliban Kuasai 5 Ibukota Provinsi di Afghanistan

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) Imarah Islam Afghanistan (Taliban) kini kendalikan lima dari 34 ibukota propinsi di Afghanistan. Taliban tidak membatasi operasinya untuk satu wilayah negara saja, tetapi aktif dalam semua wilayah. Taliban kedalikan dua ibukota di utara (Kota Kunduz dan Pul-i-Khumri), dua di selatan (Tarin Kot dan Lashkar Gah), dan satu di barat (Farah City).

The Long War Journal mengatakan, Kamis (13/10/2016), untuk mengusai ibukota-ibukota tersebut, Taliban memfokuskan operasinya di daerah pedesaan Afghanistan yang penting untuk pergerakan Taliban. Daerah-daerah tersebut digunakan untuk merekrut dan melatih mujahidin, mengumpulkan dana, resupply, dan melancarkan serangan ke pusat-pusat militer. Strategi ini dijelaskan oleh Mullah Aminullah Yousuf, gubernur Taliban untuk Uruzgan, pada bulan April 2016.

Taliban memperoleh keberhasilan menggunakan strategi ini, namun Jenderal John Nicholson, komandan pasukan AS di Afghanistan dan misi Resolute Support, telah meremehkan kendali mujahidin Taliban atas daerah pedesaan tersebut.

Ibukota provinsi yang berada di bawah kendali Taliban:

Kunduz: Taliban memasuki kota Kunduz pada 3 Oktober dan menduduki sebagian besar wilayah Kunduz selama sembilan hari sebelum didorong mundur oleh pasukan Afghanistan. Resolute Support, komando NATO di Afghanistan, bersikeras Kunduz berada di bawah kendali Afghanistan satu hari setelah Taliban memasuki kota meskipun laporan yang beredar bertentangan. Taliban tetap menguasai pinggiran Kota Kunduz; semua tujuh kabupaten di provinsi ini direbut.

Baghlan: Pul-i-Khumri, ibukota provinsi Baghlan yang berbatasan dengan Kunduz, telah berada di bawah kendali Taliban sejak Mei 2016. Distrik Pul-i-Khumri dan tiga distrik dari 13 distrik Baghlan diperjuangkan oleh Taliban. Taliban secara rutin menutup jalan raya yang menghubungkan Kota Kunduz dan Pul-i-Khumri.

Lashkar Gah: Ibukota provinsi Helmand telah berada di bawah ancaman Taliban selama lebih dari setahun. Pada bulan Oktober 2015, Taliban maju beberapa mil ke dalam Lashkar Gah, dan mengepungnya sejak itu. Awal pekan ini, Taliban menyergap dan membunuh puluhan personel militer Afghanistan setelah 300 dari mereka berusaha melarikan diri ke daerah dekat kota yang dikelilingi. Penasihat AS telah dikerahkan ke Lashkar Gah dan kabupaten lain di Helmand untuk membantu pasukan Afghanistan memerangi Taliban, tapi malah berperang untuk mematahkan ancaman Taliban. Dari 14 kecamatan Helmand, enam telah dikendalikan oleh Taliban dan tujuh lainnya, termasuk ibukota provinsi, dalam kepungan Taliban.

Tarin Kot: Ibukota provinsi Uruzgan telah di bawah kendali langsung sejak awal September, ketika pasukan Taliban memasuki kota dan berjuang melawan personel militer Afghanistan yang didukung pasukan AS. Taliban tetap menguasai sampai hari ini. Dari enam kabupaten provinsi, satu berada di bawah kendali Taliban penuh dan lima sisanya dalam kepungan.

Farah: Pada awal Oktober, Taliban memotong jalan ke Kota Farah dan menyerang dari utara. Komandan militer Afghanistan khawatir kota akan jatuh, pasukan NATO telah dikerahkan ke kota dan meluncurkan serangan udara ke arah Taliban, yang mereka katakan didorong ke pinggiran. Seorang juru bicara Taliban mengaku pada 13 Oktober “meluncurkan serangan ke arah posisi musuh di daerah Baghi Pul di ibukota Farah” dan “Mujahidin mengepung kota dari timur dan utara.” Sedikitnya empat dari 11 kabupaten Farah telah dikendalikan oleh Taliban.