Mujahidin Suriah Kuasai Pintu Masuk Barat Aleppo dan Rebut Markas Assad di Hamdaniya

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Faksi Jihad dan pejuang oposisi Suriah telah membuat kemajuan dalam operasi yang sedang berlangsung untuk mematahkan pengepungan rezim Nushairiyah Assad yang diberlakukan pada kota utara Aleppo, Anadolu Agency melaporkan Senin (31/10/2016).

Para mujahidin dan pejuang oposisi telah menguasai pinggiran wilayah Assad di pintu masuk barat Aleppo dan menduduki bangunan di distrik al-Hamdaniya, menjadi berada dalam 3 kilometer dari pusat kota Aleppo, menurut sumber-sumber lokal.

Koalisi mujahidin Suriah kini berada beberapa ratus meter dari akademi militer, kubu pasukan Assad dan milisi Syiah sekutu rezim di Aleppo Barat.

“Operasi kami bertujuan untuk memecahkan pengepungan pada Aleppo dan pasukan kita berusaha masuk lingkungan yang diperintah rezim di kota,” kata komandan oposisi Ammar Saqar kepada Anadolu Agency.

Dia mengatakan pasukan oposisi telah menduduki benteng pasukan rezim di Aleppo Barat pada hari pertama operasi, yang dimulai pada hari Jumat.

“Cuaca buruk menghambat pemboman udara pasukan kita oleh rezim Suriah,” katanya.

Saqar mengatakan pasukan oposisi telah mengambil “tindakan pencegahan” untuk mengurangi dampak dari serangan udara rezim.

Dia mengatakan bahwa mujahidin Suriah telah “berjuang melawan kekuatan super seperti Rusia dan Iran serta milisi sektarian yang datang dari seluruh dunia”.

Baraa al-Shami, juru bicara Front al-Sham, mengatakan bahwa tahap pertama operasi militer telah mencapai tujuannya.

“Kami telah memecah garis pertahanan pertama rezim Suriah dan sekutu milisi,” katanya.

“Tahap kedua operasi akan segera dimulai,” katanya, menolak memberikan rincian.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Bashar Assad menumpas protes unjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari “Gerakan Arab Spring” – dengan keganasan militer tak terduga.

Sejak itu, lebih dari 450.000 orang telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya menjadi pengungsi di seluruh negara yang dilanda perang, menurut PBB.

Rudal Balistik Houthi Targetkan Mekkah, OKI Adakan Rapat Segera

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau The Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan bertemu pada 5 November untuk membahas potensi risiko yang disebabkan oleh dugaan serangan rudal pekan lalu oleh kelompok milisi Syiah Houthi Yaman pada kota Saudi Mekkah, Sekretaris Jenderal OKI Iyad Ameen Madani, Senin (31/10/2016), lansir World Bulletin.

Dalam sebuah pernyataan, Madani mengatakan pertemuan itu akan diadakan di Jeddah pada tingkat menteri luar negeri.

Pengumuman ini muncul setelah Arab Saudi mengatakan bahwa mereka telah mencegat “rudal balistik” Jumat lalu sekitar 65 kilometer (40 mil) dari Mekah, yang diduga para pejabat Saudi diluncurkan dari Yaman oleh milisi Houthi.

organisasi-kerjasama-islam-rudal-haouthi

Saudi Press Agency mengutip seorang pejabat tinggi dari koalisi anti-Houthi yang dipimpin Saudi mengatakan bahwa rudal itu ditembakkan dari provinsi Saada di timur laut Yaman, kubu tradisional Houthi.

Yaman telah dilanda kekacauan sejak akhir 2014, ketika Syiah Houthi yang didukung Iran dan sekutu mereka menyerbu ibukota Sanaa dan bagian lain Yaman, memaksa anggota pemerintah Yaman yang didukung Saudi untuk sementara mengungsi ke Riyadh.

Konflik meningkat pada bulan Maret tahun lalu ketika Arab Saudi dan sekutu Muslim Sunni meluncurkan operasi militer besar-besaran yang bertujuan untuk membalikkan keuntungan Houthi di Yaman dan memulihkan pemerintah negara yang diperangi itu.

Pasukan India Kembali Bunuh 4 Warga Sipil dan Lukai 6 Lainnya di Lembah Kashmir

KARACHI (Jurnalislam.com) – Pakistan pada hari Senin melaporkan saingan lamanya, India, membunuh empat warga sipil dan melukai enam orang lainnya dalam insiden penembakan di wilayah sipil Lembah Kashmir yang disengketakan, Anadolu Agency melaporkan, Senin (31/10/2016).

Jumlah korban tewas tercatat sebanyak 20 saat bentrokan perbatasan masih terus berlangsung, dipicu oleh serangan berani di sebuah pangkalan militer di Kashmir yang dipegang India akhir bulan lalu yang menewaskan 18 tentara India.

New Delhi, yang menuduh Islamabad melakukan serangan, sejak itu India membual tentang “serangan bedah” di kamp-kamp yang diduga milik militan di Pakistan sebagai pembalasan.

Namun, Pakistan membantah keterlibatan.

Terkunci dalam serangkaian sengketa darat dan laut, dua tetangga ini terlibat tiga kali perang besar – dua dari mereka memperebutkan wilayah Kashmir – sejak penciptaan Pakistan pada tahun 1947 setelah berakhirnya kekuasaan kolonial Inggris di India.

Jaysh al Islam Hadang Pasukan Assad di Pinggir Damaskus, Tewaskan Puluhan Serdadu

DAMASKUS (Jurnalislam.com)Jaysh al Islam pada Senin pagi menggagalkan upaya pasukan al-Assad yang mencoba maju ke posisi oposisi yang terletak di speedway internasional Damaskus-Homs, menewaskan dan melukai barisan Assad, ElDorar AlShamia melaporkan, Senin (31/10/2016).

Kantor Media Jaysh al Islam melaporkan bahwa pejuangnya membunuh sedikitnya sepuluh pasukan rezim Assad, dan melukai beberapa orang lainnya.

Pertempuran sengit masih berlangsung di pinggiran daerah “Tal Kerdi” di Timur Ghouta saat faksi mujahidin berusaha untuk mendapatkan kembali kontrol wilayah itu setelah pasukan Nushairiyah Assad sempat merampasnya pada hari Ahad.

Serangan militer yang dilakukan oleh pasukan Assad dan milisi Syiah pendukungnya terjadi selama beberapa bulan terakhir di Timur Ghouta, yang menyebabkan hilangnya beberapa daerah.

 

Sebentar lagi AS akan Pimpin Serangan ke Raqqah Bersama PYD, Turki Menentang

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Koalisi anti-IS yang dipimpin AS berencana meluncurkan operasi dalam beberapa pekan untuk mengisolasi kota Raqqa Suriah saat serangan di Mosul, Irak, terus berlangsung, Pentagon mengatakan Senin, lansir Anadolu Agency Senin (31/10/2016).

“Kita semua merasa penting untuk menjaga tekanan pada IS saat ini ketika mereka merasa panas di Mosul,” juru bicara Peter Cook mengatakan. “Upaya untuk membebaskan Raqqah akan dimulai, seperti dikatakan sekretaris [Menteri Pertahanan Ash Carter], dalam hitungan pekan.”

Menanggapi pertanyaan tentang perselisihan antara Turki dan AS mengenai operasi Raqqah, Cook mengatakan Ankara dan Washington akan berusaha memecahkan cara untuk bergerak maju dengan mencabut IS dari ibukota Khilafah yang mereka nyatakan sendiri di Suriah.

Pekan lalu Carter mengatakan bahwa ada kebutuhan segera untuk mengisolasi Raqqah dan AS akan menggunakan kekuatan lokal di darat, termasuk militan PKK/PYD.

Tapi Ankara menentang keterlibatan afiliasi kelompok teror PKK seperti PYD dan sayap militernya, YPG, dalam operasi itu.

Wakil Perdana Menteri Turki dan juru bicara pemerintah Numan Kurtulmus kepada wartawan di Ankara mengatakan bahwa pemerintahnya menyarankan menggunakan orang Arab Sunni lokal dalam operasi dan untuk memegang wilayah.

Dia juga menyarankan bahwa operasi Raqqah harus diluncurkan setelah Mosul dibersihkan dari IS.

Meskipun Washington dan Ankara mengungkapkan perbedaan posisi, Cook mengatakan Turki dan AS berada pada tujuan yang sama, mencatat “percakapan sedang berlangsung” antara kedua negara.

Memberi info terbaru kepada wartawan tentang operasi melawan IS di Irak, Cook mengatakan bahwa di beberapa tempat pasukan Irak berada dalam jarak kurang dari 1 kilometer dari Mosul.

Setelah Desa Terakhir Dikuasai, Pasukan Gabungan Irak Siap Memasuki Kota Mosul

IRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan gabungan Irak bersiap memasuki Mosul dalam serangan untuk melawan kelompok Islamic State (IS) setelah menyapu desa terakhir di ujung timur kota tersebut pada hari Senin, Aljazeera melaporkan Senin (31/10/2016).

Pasukan mengatakan mereka menangkis bom mobil tanpa kehilangan seorang prajurit pun.

Kendaraan lapis baja mengeluarkan tembakan dari mortir dan senjata ringan saat mereka bergerak di desa Bazwaya dalam serangan yang dimulai pada waktu fajar, sementara artileri dan serangan udara menghantam posisi IS. Menjelang malam, pertempuran berhenti dan unit mengambil posisi kurang dari satu mil dari perbatasan timur Mosul dan sekitar 5 mil (8 kilometer) dari pusat, dua minggu menjelang serangan untuk merebut kembali kota kedua terbesar Irak tersbut.

“Kami akan segera memasuki kota Mosul dan membebaskannya dari IS,” kata Brigadir Jenderal Haider Fadhil dari pasukan khusus Irak.

Dia menambahkan bahwa lebih dari 20 pasukan IS terbunuh sementara pasukannya hanya satu orang yang menderita luka ringan akibat terjatuh.

Tiga pembom mobil mencoba menghentikan sebelum tentara Irak mengambil alih Bazwaya, tapi pasukan Irak menghancurkan mereka, katanya. Militer mengatakan unit lain, Divisi 9, telah bergerak menuju Mosul dan berada sekitar 5 kilometer (3 mil) dari pinggiran timur, lingkungan Gogjali.

Pada satu titik, sebuah Humvee yang dikemas dengan bahan peledak melaju kencang dan mencoba menghentikan pasukan, tapi tentara Irak melepaskan tembakan, meledakkan Humvee itu. Gumpalan asap naik dari posisi IS yang terkena artileri dan serangan udara yang militer katakan berasal dari koalisi pimpinan AS.

TV Negara menggambarkan operasi itu sebagai “pertempuran penting” untuk mengambil kota, yang dirampas oleh IS dari kekuatan Irak pada tahun 2014.

mosul-diserang-pasukan-iarak

Beberapa warga menggantungkan bendera putih pada bangunan dan jendela sebagai tanda mereka tidak akan menolak pasukan pemerintah, kata Mayor Salam al-Obeidi, anggota operasi pasukan khusus di Bazwaya. Dia mengatakan pasukan meminta warga untuk tinggal di rumah mereka saat pasukan Irak bergerak melalui jalan-jalan – sebagai tindakan pencegahan terhadap kemungkinan pelaku bom bunuh diri.

Atap beberapa bangunan runtuh akibat serangan udara. Tentara memperkirakan ratusan keluarga berada di desa, tapi beberapa memberanikan diri keluar.

Sejak 17 Oktober, pasukan Irak dan sekutu Kurdi mereka, pasukan Sunni dan milisi Syiah telah berkumpul di Mosul dari segala arah. Memasuki Gogjali bisa menjadi awal dari kerja keras baru bagi pasukan, karena mereka akan dipaksa untuk terlibat dalam pertempuran sulit dari rumah-ke-rumah di daerah perkotaan. Operasi ini diharapkan berlangsung beberapa minggu, jika tidak beberapa bulan.

Pasukan Irak telah membuat kemajuan yang tidak merata. Kemajuan berjalan lambat di selatan kota, dengan pasukan pemerintah masih berada dalam jarak 20 mil (35 kilometer).

Militer AS memperkirakan IS memiliki 3.000-5.000 pasukan di Mosul dan 1.500-2.500 lain di sabuk pertahanan luarnya. Jumlah ini mencakup sekitar 1.000 pasukan asing.

Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi muncul di televisi pemerintah pada hari Senin mengenakan seragam tempur dan mendesak IS di Mosul untuk menyerah.

“Kami akan mengepung IS dari semua sudut dan, In sya Allah, kita akan memotong kepala ular,” katanya saat mengunjungi pasukan di kota Syura, selatan Mosul. “Mereka tidak akan memiliki jalan keluar, dan tidak ada cara untuk melarikan diri … Entah mereka mati, atau menyerah,” kata Abadi.

Pada hari Ahad, ribuan pasukan berbondong-bondong bergabung dengan milisi Syiah yang didukung Iran untuk memotong Mosul dari barat. Dalam serangkaian serangan balasan selama seminggu terakhir, bom meledak di lima lingkungan yang sebagian besar Syiah Baghdad.

“Ini akan menjadi pertarungan yang sulit,” kata reporter Al Jazeera Stefanie Dekker, melaporkan dari timur Mosul. “Berbicara kepada komandan di lapangan, mereka akan memberitahu Anda bahwa pertempuran itu bisa berlangsung berpekan-pekan, dan mungkin bahkan berbulan-bulan.”

Bela Islam: Jika Ahok Tidak Segera Diadili…

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Ratusan umat Islam yang tergabung dalam Bela Islam melakukan orasi di depan Polda Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang, Jum’at (28/10/2016).
Aksi itu dilakukan setelah sholat Jum’at di Masjid Baiturrahman Simpang Lima Semarang, dilanjutkan long march menuju kantor Polda Jateng.

Korlap acara, Ustadz Syihabudin mengatakan aksi itu menuntut Kapolda Jateng segera membuat surat kepada Kapolri untuk menangkap Gubernur DKI Jakarta, Ahok karena dinilai menghina Alquran dan melecehkan ulama.

“Tuntutannya agar Kapolda Jawa Tengah membuat surat kepada kapolri untuk segera menangkap Ahok yang jelas-jelas menghina Alquran dan melecehkan ulama,” katanya di sela-sela aksi.

Sesampainya di depan Polda Jateng, Orator mulai menyampaikan aspirasinya. Abu Ayyas misalnya, ia mengatakan jika sampai tanggal 4 Nopember tidak ada perubahan status hukum Ahok, maka umat Islam akan menggunakan hukumnya sendiri.

“Negara boleh bubar pilkada boleh ditunda, tapi kemulyaan Alquran jangan disia-siakan saudara,” ungkapnya.

Ditemui ditempat yang sama, ketua advokasi FPI Jawatengah, Zainal Petir mendesak Kapolri untuk tegas menghukumi petahana DKI Jakarta itu. Sebab, Ahok sudah jelas melanggar pasal 156 A tentang penistaan agama.

“Kapolri tidak usah takut karena Ahok sudah jelas-jelas melanggar pasal 156 A tentang penistaan agama” tegasnya.

Sementara massa berunjuk rasa, perwakilan ormas Islam melakukan audiensi dengan Kapolda. Audiensi itu menghasilkan keputusan untuk memberi dukungan kepada Kapolri agar tidak mendapat intervensi dari Presiden. Perwakilan massa menilai, jika Ahok tidak diadili, akan terjadi kerusuhan besar.

Aksi itu diwarnai dengan derasnya air hujan. Namun demikian massa yang terdiri dari Jama’ah Ansharusy Syariah, FPI, GPK, FUI, HTI, Santri pondok kiayi Rofi’i, Pelajar dan Mahasiswa tetap bersemangat menyampaikan aspirasinya secara damai.

Dua Koalisi Besar Faksi Jihad Suriah Bergabung, Luncurkan Serangan Baru di Aleppo

SURIAH (Jurnalislam.com) – Cabang resmi Al Qaeda yang merubah namanya di Suriah dan sekutu jihad al Qaeda telah berjuang bersama faksi jihad dan oposisi lainnya dalam serangan untuk mematahkan pengepungan rezim Assad dan sekutunya di Aleppo. Operasi militer ini ditujukan bagi pasukan rezim Bashar al Assad, serta milisi syiah pendukung Assad yang didukung mitra Rusia dan Iran, The Long War Journal melaporkan, ahad (30/10/2016).

Tak lama setelah Jabhah Nusrah, cabang regional Al Qaeda, berganti nama menjadi Jabhat Fath al Syam (Pasukan Penaklukan Syam) pada akhir Juli, para pejuang oposisi melancarkan operasi besar-besaran untuk menerobos kepungan rezim Nushairiyah Assad di Aleppo.

Sebelumnya para mujahidin berhasil memperoleh beberapa kemenangan awal, namun sumbu Assad-Rusia-Iran masih memiliki beberapa wilayah yang mereka ambil kembali di kota. Kini jihadis Sunni, Islam dan pejuang oposisi lainnya mencoba untuk mendobrak sekali lagi dengan kekuatan besar.

Pertempuran ini dipimpin oleh kelompok-kelompok yang tergabung dalam dua koalisi yang sama-sama berusaha mematahkan pengepungan awal tahun ini: Jaysh al Fath (Army of Conquest) dan Fatah Halab (Aleppo Conquest). Dua lusin atau lebih faksi jihad dan oposisi dimiliki atau bersekutu erat dengan koalisi ini. Banyak organisasi konstituen di setiap aliansi telah merilis video dan foto pertempuran di halaman media sosial kelompok.

Jaysh al Fath dibentuk oleh Jabhah Nusrah, Ahrar al Syam, dan organisasi lainnya pada awal 2015. Koalisi maujahidin ini dengan cepat menyapu kota Idlib dan daerah sekitarnya dalam hitungan pekan. Jaysh al Fath telah menyebabkan beberapa pertempuran lain di seluruh Suriah, dengan Jabhah Nusrah (sekarang Jabhat Fath Al Syam, atau JFS) dan Ahrar al Syam selalu memimpin. Ahrar al Syam mengikuti gaya Taliban dan memiliki link sendiri dengan Al-Qaeda.

Pembom istisyhad yang dikirim oleh JFS dan Partai Turkistan Islamic (TIP), yang merupakan kelompok lain berafiliasi pada al Qaeda, memainkan peran kunci dalam pertempuran awal. JFS telah men-tweeted foto dan video dua dari “pejuang syahid”, salah satunya adalah warga negara Mesir dan lainnya Saudi. Keduanya mengendarai kendaraan penuh alat peledak improvisasi (VBIEDs) ke arah posisi pasukan rezim Assad dan sekutunya, JFS juga menggunakan pesawat tak berawak untuk merekam ledakan besar yang disebabkan oleh VBIED mereka.

TIP, yang didominasi jihadis Uighur, juga telah merilis foto dan video tiga pejuang syahid. Dua dari tiga pelaku bom martir tersebut adalah orang Turki, sementara yang ketiga rupanya berasal dari Cina barat. Ketiganya mengarahkan VBIEDs mereka ke dalam proyek apartemen 1070 di Aleppo. Terjadi pertempuran sengit di kompleks apartemen tersebut sejak awal bentrokan.

Ahrar al Syam dan Ajnad al Syam, keduanya milik aliansi Jaysh al Fath, telah merilis beberapa gambar dan infografis Aleppo.

Faksi jihad lain yang terkait dengan jaringan al Qaeda, seperti Ansar al Din dan Ansar al Islam, telah memberikan kontribusi pejuang dan senjata.

Gerakan Nur al Din-al-Zanki, juga berjuang di bawah bendera Fatah Halab selama pertempuran terakhir untuk Aleppo. Zanki, salah satu kelompok oposisi terkuat dalam kota, adalah anggota kunci dari Fatah Halab dan menerima dukungan internasional di masa lalu, termasuk rudal anti-tank TOW buatan Amerika. Tapi Zanki memutuskan untuk secara resmi bergabung dengan aliansi Jaysh al Fath setelah Jabhah Nusrah diluncurkan kembali sebagai JFS pada akhir Juli. Zanki memang mendukung reposisi Jabhah Nusrah ini. Hal ini tidak mengherankan karena Zanki dan Nusrah telah lama saling bekerja sama di Aleppo.

Selama serangan baru diluncurkan, Zanki menggunakan watermark Jaysh al Fath pada media resminya, sehingga menyoroti perannya dalam aliansi.

Pada bulan Agustus, Jaysh al Fath memberi nama serangan di Aleppo “Battle of Ibrahim al Youssef.” Pada tanggal 16 Juni, 1979, sebuah kisah sejarah Youssef membantai kadet Alawit di sekolah artileri kota. Pembunuhan itu oleh Ikhwanul Muslimin Suriah, atau sebuah cabang dari organisasi Islam.

Jaysh al Fath mengatakan serangan saat ini adalah “The Battle of Hero Martyr Abu Omar Saraqib.” Saraqib adalah “komandan umum” Jaysh al Fath sebelum syahidnya pada bulan September. Para jihadis melaporkan bahwa Saraqib gugur pada serangan koalisi pimpinan AS, mengatakan bahwa pesawat tempur itu menargetkan ruang operasi yang bertanggung jawab untuk membongkar pengepungan Aleppo.

Para pengusaha kaya dari seluruh wilayah telah memberikan kontribusi dana yang signifikan untuk operasi, menurut Dr. Abdullah Mohammed al Muhaysini, ulama al Qaeda yang merupakan ulama paling senior di Jaysh al Fath. Dalam video yang dirilis pada salah satu feed Twitter resminya, Syeikh Muhaysini menyebutkan pengusaha di Suriah, Qatar, Kuwait dan Arab Saudi telah menyumbang para jihadis. Di akhir video yang sama, Syeikh Muhaysini mengawasi peluncuran 100 “Elephant Rockets,” yang katanya bisa terwujud dari bantuan dermawan kaya Jaysh al Fath.

Selama jam pertama pertempuran, mujahidin JFS asal Belanda yang dikenal sebagai Abu Saeed al Halabi tweeted, “JFS dan faksi-faksi lainnya menyiapkan serangan ini dengan sangat rinci dan melakukan sinkronisasi pasukan dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.” Dia menambahkan, “JFS berperan dalam mempersiapkan serangan ini dan akan menyumbang sebagian besar sumber daya dan pejuang inghimasi. Pejuang Inghimasi adalah jihadis yang bersedia untuk mati dalam pertempuran. Pejuang gerilya ini terlatih menyerbu beberapa posisi selama pertempuran di Aleppo.

Pada bulan Juli, amir JFS, Syeikh Abu Muhammad al Jaulani, menunjukkan wajahnya untuk pertama kalinya saat ia mengumumkan bahwa organisasinya tidak lagi dikenal sebagai Jabhah Nusrah. Syeik Jaulani berpakaian seperti Syeikh Usamah bin Laden dan duduk di samping salah satu letnan lama Syeikh Ayman al Zawahiri saat ia membaca pengumuman. Sekarang Syeikh Jaulani telah menunjukkan wajahnya, JFS mampu mempromosikan perannya dalam perang jihadis. JFS memang merilis tiga foto yang diambil selama pertemuan Jaulani dengan komandan militer mengawasi pertempuran Aleppo.

Koalisi Fatah Halab di Aleppo dibentuk pada tahun 2015. Koalisi ini didirikan oleh lebih dari dua lusin organisasi pejuang oposisi, termasuk Gerakan Nur al Din-al-Zanki, Front Levant, kelompok-kelompok Islam lain dan kelompok oposisi moderat yang menggunakan nama Tentara Pembebasan Suriah (FSA).

Faylaq al Sham (Sham Legion), yang merupakan faksi jihad Islam, bertempur sebagai bagian dari Fatah Halab, tetapi juga telah bergabung dalam operasi Jaysh al Fath di Idlib dan Aleppo.

Pada pendiriannya, Fatah Halab secara eksplisit mengecualikan Jabhah Nusrah. Tetapi beberapa kelompok pendiri Fatah Halab, termasuk Gerakan Nur al Din al-Zanki, telah lama bekerja dengan Jabhah Nusrah.

Beberapa kelompok konstituen Fatah Halab ini telah menghasilkan berita pertempuran di Aleppo. Beberapa organisasi yang menggunakan nama FSA telah memposting video pejuang mereka menembakkan rudal anti-tank TOW buatan Amerika ke arah pasukan rezim Assad. Salah satu organisasi ini, Divisi Sultan Murad, berjuang di lingkungan Zahraa di Aleppo Barat. Situs web resmi Sultan Murad termasuk beberapa video orang-orang menembakkan rudal TOW dalam dua hari terakhir.

Kelompok lain yang menggunakan nama FSA dan menggunakan TOWS selama pertarungan adalah Fastaqem Union (FKO Union), yang menggambarkan dirinya sebagai “salah satu faksi paling efektif di Suriah,” yang bertujuan “untuk menggulingkan rezim Al-Assad dan membangun negara bebas dan demokratis untuk semua warga Suriah.” Free Idlib Army juga menggunakan TOWS.

Proyek apartemen 3000 di Aleppo adalah salah satu medan perang utama. Anggota koalisi Jaysh al Fath dan Fatah Halab berjuang berdampingan di daerah itu. Koalisi Fatah Halab seperti Front Levant, the Authenticity and Development Front, dan Uni FKO memberikan kontribusi pasukan. Sementara itu, Jaysh al Fath meluncurkan bom martir di kompleks, sambil juga menembakkan roket dan mengirimkan pejuang.

Kelompok anggota Fatah Halab lainnya di pertempuran Aleppo meliputi: 1st Regiment, the Central Division, dan Jaysh al Islam, juga kekuatan Islam yang berjuang di luar Damaskus.

Beberapa hari kedepan akan membuktikan upaya para faksi jihad dalam pertempuran besar Aleppo.

Turki akan Gempur Milisi Syiah yang Beroperasi di Mosul jika Serang Warga Sunni

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki memperingatkan akan melakukan intervensi serangan jika milisi Syiah yang bertempur lawan IS di Mosul melakukan kekejaman pada warga Sunni di kota Irak utara tersebut.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Ahad (30/10/2016) mengatakan Ankara – yang militer-nya sudah hadir di Irak – akan bertindak tegas jika pasukan Syiah dari Unit Mobilisasi Populer (the Popular Mobilisation Units-PMU) menyalahgunakan warga sipil dalam operasi mereka di kota Tal Afar, lansir Aljazeera Ahad.

PMU yang juga dikenal sebagai milisi Syiah Hashid Shaabi, adalah organisasi payung paramiliter yang didominasi milisi Syiah yang didukung oleh Iran. Erdogan mengatakan pasukan Turki akan melangkah jika milisi Syiah “melepaskan teror” di Tal Afar, yang sedang mereka siapkan untuk direbut dari IS.

Tal Afar dihuni oleh Turkmen – sebuah kelompok etnis dengan hubungan budaya dan sejarah kuat dengan Turki.

“Tal Afar adalah masalah yang sangat sensitif bagi kami. Kami pasti tidak menganggap positif [keterlibatan milisi Syiah] di Tal Afar dan Sinjar,” kata Erdogan.

“Tapi kalau Hashid Shaabi meneror daerah tersebut, respon kita akan berbeda.”

Parlemen Turki bulan lalu memperpanjang pengerahan sekitar 2.000 tentara di Irak utara untuk operasi militer.

Ankara telah berulang kali memperingatkan tentang risiko konflik sektarian jika milisi Syiah diperbolehkan untuk masuk ke Mosul yang mayoritas dihuni Sunni.

Di bagian lain Irak yang telah direbut kembali dari IS – seperti Fallujah dan Ramadi – ada dugaan pasukan Syiah menganiaya warga sipil Sunni.

Meskipun melapor secara resmi kepada Perdana Menteri Haidar al-Abadi, koalisi milisi Syiah sebagian besar terdiri dari kelompok yang dilatih oleh Iran. Mereka memiliki hubungan dekat dengan Jenderal Qassem Soleimani, komandan Syiah Iran Quds Brigade, bagian dari ekstra-teritorial Pengawal Revolusi Iran.

Soleimani terlihat melakukan perjalanan ke garis depan di sekitar Mosul pekan lalu.

Ada rasa kebencian di antara beberapa pasukan Syiah di medan perang pada hari Ahad bahwa Syiah PMU telah salah diartikan dan pengorbanan mereka tidak dihargai.

“Kami bertempur untuk membantu orang-orang kembali ke desa mereka dan mereka menyebut kita milisi,” kata Ali Khiali, seorang anggota berusia 40 tahun yang berafiliasi dengan Organisasi Badr. “Apakah itu adil?”

Pengibaran bendera Syiah oleh milisi Syiah dan juga beberapa tentara dan polisi unit reguler di wilayah sekitar Mosul yang sebagian besar Sunni telah menjadi pusat keprihatinan bagi pejabat lokal. Tapi koalisi belum mengaitkan operasi mereka yang dimulai pada 17 Oktober dengan insiden Sunni-Syiah.

Karim al-Nuri, anggota sebuah faksi Syiah PMU, dan Jaafar al-Husseini, juru bicara Brigade Syiah Hizbullah, anggota kelompok yang lain, mengatakan total sekitar 15.000 pasukan Syiah berpartisipasi dalam pertempuran untuk Mosul.

Militer Irak menegaskan ada lebih dari total 40.000 pejuang anti-IS, termasuk unit tentara, polisi militer, dan pasukan khusus.

Mengantisipasi serangan terhadap Tal Afar, pasukan Islamic State telah memperkuat kota dalam 48 jam terakhir, kata seorang pejabat keamanan Irak.

Dua gelombang bala bantuan telah dikerahkan, termasuk kader yang telah berjuang di negara tetangga Suriah dan memiliki pengalaman dalam menggunakan rudal anti-tank.

“Laporan-laporan intelijen menunjukkan bahwa kelompok IS telah memasukkan sistem rudal TOW ke Tal Afar. Mereka jelas melakukan persiapan untuk pertempuran yang lama dan berlarut-larut,” kata pejabat dari pusat komando operasi militer provinsi kepada kantor berita Reuters.

Komentarnya tidak bisa diverifikasi secara independen tetapi penduduk Mosul, berbicara kepada Reuters melalui telepon, mengatakan bahwa kerabat mereka di Tal Afar melaporkan melihat peningkatan jumlah pasukan IS di kota, beberapa dari mereka berpatroli dengan sepeda motor.

Sejak maju menuju Tal Afar pada hari Sabtu, pasukan Syiah Mobilisasi Populer telah mengambil alih beberapa desa.

Sementara itu, Peshmerga Kurdi mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Ahad bahwa mereka telah membersihkan sedikitnya 28 desa utara dan timur Mosul sejak awal serangan.

“Pasukan Peshmerga telah membersihkan lebih dari 500 kilometer persegi dari IS,” katanya, dan menambahkan mereka “telah melancarkan serangan yang menghancurkan terhadap IS, dan membunuh puluhan”.

12 Pasukan AS Tewas dan 2 Tank Hancur di Pangkalan Udara Bagram

PARWAN (Jurnalislam.com) – Sebuah serangan martir dilakukan oleh Abdullah Khosti di pintu masuk ketiga pangkalan udara Bagram menewaskan 12 penjajah Amerika dan melukai sejumlah personel AS Senin malam, Al Emarah News melaporkan Rabu (26/10/2016).

Abdullah, seorang Mujahid tak kenal takut dari skuad martir Imarah Islam Afghanistan (Taliban) mengendarai kendaraan mobil penuh peledak dan menabrak pintu masuk ketiga pangkalan udara sekitar pukul 8:00 malam, menghancurkan dua tank lapis baja berkeping-keping dan menghancurkan pos pemeriksaan keamanan di pintu masuk.

Menurut informasi awal minimal 12 penjajah AS tewas dan banyak lainnya terluka dalam operasi yang akurat dan telah direncanakan sebelumnya tersebut.

Serangan martir kemarin terjadi sehari setelah 4 agresor Amerika tewas di provinsi Khost dengan tambahan 4 lainnya juga tewas di provinsi Helmand selatan, melonjakkan jumlah pasukan pendudukan AS yang tewas menjadi 20 selama tiga hari terakhir.

Mujahidin Imarah Islam akhir-akhir ini memakai strategi untuk menargetkan pangkalan dan safe havens militer AS untuk memastikan korban di pihak pasukan AS-NATO saja.