Lebih dar 540 Warga Palestina Ditangkap oleh Pasukan Israel

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Lebih dari 540 warga Palestina ditahan atau ditangkap oleh pasukan zionis yahudi bulan lalu di Tepi Barat yang diduduki Israel, di Yerusalem Timur dan di Jalur Gaza, menurut laporan yang dirilis Rabu (02/11/2016), lansir World Bulletin.

Laporan Bersama yang dikeluarkan oleh komite tahanan dari Organisasi Pembebasan Palestina (the Palestine Liberation Organization-PLO) dan Komunitas Tahanan Palestina (the Palestinian Prisoners Society), sebuah LSM, menyatakan bahwa total 544 warga Palestina – termasuk 130 anak-anak dan 10 wanita – ditangkap oleh pasukan zionis di bulan Oktober.

“Dari jumlah tersebut, 261 ditahan di Yerusalem Timur, 279 di Tepi Barat yang diduduki Israel, dan empat di Jalur Gaza,” laporan itu menyatakan.

Laporan itu juga mencatat bahwa, bulan lalu saja, Israel menahan 120 tahanan Palestina untuk “penahanan administratif” – kebijakan dimana para tahanan dapat ditahan sampai satu tahun tanpa pengadilan atau denda.

Tentara Israel sering melakukan operasi penangkapan di wilayah-wilayah pendudukan yang seolah-olah menargetkan warga Palestina yang dicari (wanted).

Lebih dari 7.000 tahanan Palestina – termasuk 400 anak-anak – saat ini mendekam di penjara-penjara Yahudi, menurut angka resmi pemerintah Palestina

JFS: Pejabat Militer Korea Ikut Operasi Bersama Pasukan Assad Pimpinan Rusia di Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Seorang pejabat militer yang merupakan Letnan pasukan al-Assad ditangkap oleh “Dahyat al-Assad” dari Jabhat Fath al Syam (JFS) di barat Aleppo menegaskan bahwa ada dua pejabat militer lainnya, satu Rusia dan yang lainnya adalah Korea, memimpin operasi militer di kota, ElDorar AlShamia melaporkan, Rabu (02/11/2016).

Petugas menangkap “Shadi Bassam Mualla” dari pedesaan Latakia. Dalam sebuah video JFS mengatakan bahwa “komandan pertempuran sumbu 17 adalah Kolonel Iyad Aflaq, dan Mayor Jenderal Zaid Saleh adalah kepala komite pasukan di Aleppo, dan pada awal penyerbuan,
“Dahyat al-Assad” menangkap petugas Rusia dan petugas Korea disertai dengan seseorang bernama Muhammad, sebagai penerjemah untuk Iyad Aflaq.”

Serdadu lain, Mustafa Delaney, mengatakan bahwa Hizbullah dan milisi Syiah lainnya meninggalkan mereka ketika serangan dimulai dan pindah ke tempat lain, dan ia mengungkapkan ada 200 sampai 300 milisi Hizbullah di daerahnya.

Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya mengkonfirmasi kehadiran pejabat militer dan pasukan yang direkrut dari tentara Rusia untuk bertempur di wilayah Suriah sebagai “penasihat militer”, tapi penangkapan ini mengungkapkan untuk pertama kalinya kehadiran petugas Korea yang bertempur bersama pasukan Syiah Nushairiyah Assad.

 

Koalisi Mujahidin Aleppo Tolak Keras Permohonan Rusia untuk Tinggalkan Kota

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Mujahidin dan pejuang oposisi Suriah menolak tuntutan Rusia agar mereka menarik diri dari kota utara Aleppo pada Jumat malam besok, menurut seorang pejabat di salah satu faksi oposisi.

“Ini benar-benar tidak masuk akal. Kami tidak akan menyerahkan kota Aleppo ke Rusia dan kami tidak akan pernah menyerah,” Zakaria Malahifji, dari kelompok oposisi Fastaqim, mengatakan kepada kantor berita Reuters, Rabu (02/11/2016).

Sebelumnya pada hari Rabu, Rusia mengatakan kepada oposisi di Aleppo untuk pergi sebelum Jumat malam, menandakan bahwa Rusia akan memperpanjang moratorium serangan udara terhadap sasaran-sasaran di dalam kota.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pejuang oposisi akan diizinkan untuk keluar Aleppo dengan aman dan dengan membawa senjata mereka sejak pukul 09:00 pagi hingga 07:00 malam melalui dua koridor khusus.

Presiden Vladimir Putin telah memerintahkan jeda dalam pertempuran “untuk menghindari korban tidak masuk akal,” kata kementerian itu, mengatakan bahwa pihak berwenang Suriah akan memastikan bahwa tentara Suriah akan ditarik mundur dari dua koridor yang ditunjuk untuk oposisi tersebut.

Namun, Malahifji mengatakan tidak ada koridor jalan keluar yang aman, sebagaimana Rusia nyatakan.

“Itu tidak benar. Warga sipil dan para pejuang tidak akan pergi. Warga sipil takut akan kekejaman rezim, mereka tidak percaya dengan rezim. Dan para pejuang tidak akan pernah menyerah,” katanya.

Aleppo telah dihantam oleh beberapa pertempuran terburuk dalam konflik Suriah yang berlangsung lama, memutar balikan wilayah yang dulu pernah menjadi simbol ekonomi yang ramai kini menjadi wilayah perang yang terbagi-bagi dan hancur akibat pengeboman Rusia dan rezim Nushairiyah Assad.

Pada saat ini, garis depan Aleppo terbentang melalui jantung kota, membagi mujahidin dan pejuang oposisi di sisi timur dan pasukan rezim Assad dan sekutu Syiahnya di barat.

Jeda kemanusiaan di masa lalu banyak berhasil, baik dalam mengirimkan bantuan ke Aleppo timur maupun mengeluarkan penduduk dari kota.

Koalisi mujahidin Suirah melancarkan serangan besar pada hari Jumat, didukung oleh bom mobil dan salvo roket, untuk menerobos garis pertahanan rezim dan mencapai 250.000 orang yang terkepung di timur Aleppo.

Sejak itu, faksi-faksi jihad dan oposisi telah berkumpul di pinggiran barat Aleppo untuk mengakhiri pengepungan tiga bulan diktaktor Syiah Bashar Assad di distrik timur kota.

“Rusia menghentikan serangan udara terhadap Aleppo pada pertengahan Oktober untuk memungkinkan jeda kemanusiaan sehingga warga sipil dan oposisi dapat meninggalkan kota dengan aman,” reporter Al Jazeera Mohammed Adow, melaporkan dari Gaziantep, di sisi Turki perbatasan Suriah-Turki.

“Tapi jet tempur dan helikopter rezim Suriah terus menyerang mereka dengan bom barel, bom cluster dan busters bunker yang dijatuhkan ke kota.”

Serangan terbaru terjadi di lingkungan oposisi di Aleppo Barat baru-baru ini, kata wartawan kami.

“Semoga Allah menghukum mereka karena serangan udara yang terus menargetkan kami selama berjam- jam,” Abu Ahmad, seorang warga Aleppo Barat, mengatakan kepada Al Jazeera.

“Serangan artileri dan tank tidak berhenti siang dan malam, tapi kami tidak berencana untuk melarikan diri, tetap di Aleppo.”

Militer Turki Mulai Kirim Tank Dekat Perbatasan Irak

ANKARA (Jurnalislam.com) – Tentara Turki mengirim tank ke kabupaten Silopi di tenggara provinsi Sirnak dekat perbatasan dengan Irak pada Selasa (01/11/2016), sebuah sumber militer dan menteri Turki mengatakan Selasa pada Anadolu Agency.

Menurut sumber, yang meminta untuk tetap anonim karena pembatasan berbicara kepada media, sejumlah besar tank dari Brigade Infanteri Mekanik 28 terlihat meninggalkan Ankara menuju Silop.

Tentang gerakan tank, Menteri Pertahanan Fikri Isik kepada wartawan di Ankara mengatakan: “Kami sekarang dalam pertarungan serius terhadap kelompok ekstremis, baik di dalam Turki maupun di luar perbatasan kita. Langkah ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi ancaman tersebut.”

Isik juga mengatakan Turki “perlu bersiap untuk setiap kemungkinan yang akan terjadi.”

Operasi Perisai Efrat Kendalikan Desa Baru di Timur Aleppo

SURIAH (Jurnalislam.com) – Tentara Pembebasan Suriah (the Free Syrian Army-FSA) pada hari Senin menguasai desa “Baileys” di selatan kota “Ghandoura” di pedesaan utara Aleppo setelah pertempuran dimulai kemarin, ElDorar AlShamia melaporkan, Selasa (01/11/2016).

Koresponden ElDorar melaporkan bahwa operasi militer Tentara Pembebasan Suriah yang dimulai kemarin di desa dengan dukungan artileri Turki berakhir saat FSA menguasai desa, saat operasi penyisiran dan pembersihan ranjau berlanjut.

Di sisi lain tentara Turki menargetkan 99 target milik IS dan empat target lainnya yang tergabung dalam Uni Partai Demokrat (PYD) dalam operasi Euphrates Shield, yang diluncurkan pada 24 Agustus tersebut.

Operasi Perisai Efrat menguasai seluruh garis perbatasan antara kota Jarabulus dan Azaz di pedesaan utara Aleppo, sehingga tidak ada daerah yang berdekatan dengan garis perbatasan Turki yang berada di bawah kendali ekstremis PYD atau kelompok IS.

Astaghfirullah, Israel Ratakan Pemakaman Muslim Berumur 1.400 Tahun di Dekat Masjid al Aqsha

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Penjajah zionis yahudi pada hari Selasa (01/11/2016) meratakan pemakaman di wilayah pendudukan Yerusalem Timur di pemakaman bersejarah Bab al-Rahmeh di timur Masjid Al Aqsha, menurut seorang pejabat Palestina.

“Personil ‘Israel Nature Authority’ – yang didukung oleh sejumlah besar pasukan Israel – menyerbu pemakaman bersejarah Bab al-Rahmeh dan merobohkan delapan kuburan,” Mustafa Abu Zahra, kepala komite pelestarian kuburan Islam di Yerusalem, mengatakan kepada Anadolu Agency, Selasa.

“Israel ingin mengubah pemakaman menjadi taman nasional untuk orang Yahudi Israel,” katanya.

Bab al-Rahmeh adalah pemakaman Muslim yang dibangun lebih dari 1.400 tahun yang lalu. Pemakaman ini dianggap sebagai salah satu situs sejarah Islam yang paling penting Yerusalem Timur.

Syeikh Omar al-Qiswani, direktur Masjid Al-Aqsha Palestina, mengecam pelanggaran Israel yang sedang berlangsung terhadap situs Muslim di Yerusalem Timur.

“Israel mengklaim kuburan tersebut terletak di atas tanah yang dimiliki oleh ‘Israel Nature Authority’,” kata al-Qiswani kepada Anadolu Agency.

“Tapi Israel tidak memiliki sejarah apapun – atau hukum – dasar untuk mengklaim hak atas pemakaman,” katanya. “Situs ini adalah sebuah Wakaf umat Islam [endowment], dan akan tetap demikian.”

Zionis yahudi menduduki Yerusalem Timur pada Perang Timur Tengah 1967. Israel secara resmi menganeksasi seluruh kota pada tahun 1980, mengklaimnya sebagai ibukota Israel – langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

AS Kirim Senjata dan Amunisi Canggih ke Milisi SDF di Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Milisi ektremis Pasukan Demokratik Suriah (The Syrian Democratic Forces-SDF) peroleh senjata dan amunisi canggih dari koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat, menurut saluran berita Al-Jazeera.

Al-Jazeera melaporkan Selasa (01/11/2016) bahwa senjata dan amunisi tersebut digunakan untuk melawan kelompok Islamic State (IS) dan membawanya keluar dari kota Raqqa, mencatat bahwa peralatan tersebut datang melalui bandara militer dan pangkalan di Rmelan, Maliki dan Ain al yang berada di bawah kendali milisi Partai Uni Demokratik (the Democratic Union Party).

Al-Jazeera menambahkan bahwa pengiriman senjata dalam jumlah besar tersebut sebagai persiapan untuk Pertempuran Raqqa, yang akan dimulai 3 November mendatang.

Beberapa hari yang lalu, komandan pasukan AS, Stephen Townsend mengatakan bahwa Amerika Serikat sedang mencoba berperan nyata di Suriah, mencatat bahwa Partai Uni Demokratik, atau PYD yang disebut unit perlindungan bagi orang-orang Kurdi akan menjadi bagian dari kekuatan yang akan mengisolasi kota Raqqa yang merupakan kubu utama kelompok IS.

Turki telah mendesak Amerika Serikat agar Pertempuran Raqqa tidak melibatkan Partai Uni Demokratik.

Amerika Serikat menganggap milisi PYD sebagai sekutu paling penting di wilayah tersebut untuk melawan IS sedangkan Turki menganggap PYD sebagai organisasi teroris seperti PKK.

Pasukan Irak Bergerak Memasuki Mosul, Pertempuran Besar akan Dimulai

IRAK (Jurnaislam.com) – Militer Irak mengatakan pasukannya telah maju ke tepi timur kota Mosul untuk pertama kalinya sejak Islamic State (IS) menyerbu kota lebih dari dua tahun yang lalu.

Komando Operasi Gabungan (Joint Operations Command) negara itu mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (01/11/2016) bahwa pasukannya telah memasuki Judaydat al-Mufti, daerah di pinggiran Mosul yang terletak sekitar 3 km dari bandara kota, lansir Aljazeera.

Sementara itu, Iraqi State TV melaporkan bahwa brigade lapis baja ke-9 telah memasuki distrik Dweikhlah, untuk membuka sebuah front terpisah dalam pertempuran melawan kelompok IS.

Utara kota Mosul adalah hadiah terbesar yang direbut IS ketika menyapu banyak wilayah utara dan barat Irak pada musim panas 2014 dan menyatakan sebuah “khalifah” secara sepihak di wilayah-wilayah tersebut dan wilayah-wilayah yang mereka rebut di Suriah.

Saat pasukan Irak merebut kembali sejumlah besar wilayah dalam satu tahun terakhir, merebut kembali Mosul dianggap penting dalam pertempuran untuk mengalahkan kelompok IS.

Pertempuran juga terjadi pada hari Selasa di distrik timur Gogjali saat serangan udara oleh pasukan koalisi pimpinan AS menimbulkan gumpalan asap tebal hitam naik tinggi ke langit.

Reporter Al Jazeera Stefanie Dekker, melaporkan dari timur Mosul, mengatakan pertempuran berlangsung intens saat IS melontarkan perlawanan keras terhadap pasukan yang mendekat.

“Kami diberitahu oleh pasukan Peshmerga bahwa langit hitam tersebut terjdi akibat IS membakar sumur minyak dan ban di Mosul dan sekitarnya,” katanya.

“Sekarang kita tahu ini adalah salah satu taktik mereka, mencoba mengaburkan posisi dari serangan udara koalisi dan juga untuk mengaburkan wilayah. Asap ini sangat tebal, sehingga mengakibatkan pertempuran yang intens.”

Perkiraan jumlah pasukan IS di Mosul bervariasi mulai dari beberapa ribu hingga “tidak lebih dari 10.000,” menurut pemerintah Irak dan koalisi anti-IS.

Sementara itu, serangan Mosul melibatkan puluhan ribu tentara, polisi federal, pejuang Kurdi, pasukan Sunni dan milisi-milisi Syiah yang ditentang Turki.

Banyak dari milisi Syiah tersebut (yang dianggap didukung oleh Iran) awalnya dibentuk setelah invasi pimpinan Amerika Serikat tahun 2003, untuk memerangi pasukan AS serta pejuang Sunni.

Mereka dikerahkan lagi, dan disahkan oleh pemerintah Irak, ketika IS menyapu Irak pada 2014, tetapi mereka juga telah berulang kali melakukan pelanggaran hak asasi manusia terhadap wilayah yang dihuni minoritas Sunni di negara itu.

PBB memperkirakan bahwa sampai satu juta orang berisiko tumbang akibat pertempuran, yang dikatakan badan-badan bantuan PBB sejauh ini memaksa sekitar 17.500 orang mengungsi, angka ini yang mengecualikan mereka yang dibawa ke Mosul oleh pasukan yang mundur.

Ustadz Achwan: Penghinaan terhadap Al Qur’an oleh Pejabat Negara Bukti Pemerintah Benci terhadap Umat Islam

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Amir Jamaah Ansharusy Syariah (JAS) menilai pelecehan terhadap Al Qur’an yang dilakukan pejabat pemerintah dalam hal ini Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok adalah sebagai simbol bahwa pemerintah pada masa ini sudah sedemikian bencinya terhadap umat Islam.

“Saya menganggap perkara ini sangat serius, kalau penistaan agama pada jaman Soeharto dilakukan oleh individu, tetapi hari ini pelecehan Al Qur’an dilakukan oleh pejabat pemerintah, ini sebagai simbol bahwa pemerintah sudah sedemikian rupa menghina umat Islam, apalagi sampai nanti Jokowi membela sudah tidak diragukan lagi,” ungkapnya dalam acara Konsolidasi Tokoh Nasional Umat Islam, selasa (01/11/2016) di Hotel Sofyan Jakarta Pusat.

Ustadz Muhammad Achwan menghimbau kepada umat Islam agar perjuangan menuntut Ahok segera diadili jangan sampai berhenti setelah aksi tanggal 4 November saja, perjuangan ini harus berkelanjutan.

“Saya sudah menginstruksikan anak buah kami diberbagai wilayah untuk mendukung MUI Pusat, mendatangi Polres, kalau di Malang Walikota. Oleh karena itu perjuangan ini jangan sampai berhenti, kalau di Jakarta berhenti sampai tanggal 4 daerah-daerah lain tidak boleh berhenti” punkasnya.

Dengan mengusung tema “menghadapi Ancaman Pemurtadan Oleh Asing Dan Aseng” Konsolidasi Tokoh Ulama Nasional yang diselenggarakan Komisi Nasional Anti Pemurtadan ini dihadiri para Ulama dari berbagai daerah diantaranya, ustadz Farid Ahmad Okhbah, ustadz Muhammad Al Khathat, ustadz Haris Amir Falah, ustadz Alfian Tanjung, KH Ahmad Rofi’I, ustdz Hamzah Baya, ustadz Zain Annajah, ustadz Muzayin, ustadz Zaitun Rasmin dan lain-lain.

LUIS Desak Proses Hukum bagi Perobek Al Quran di Solo

SURAKARTA (Jurnalislam.com)Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) desak proses hukum atas perobekan Al Qur’an yang dilakukan warga Solo keturunan Cina bernama Andrew Handoko Putra.

LUIS melalui humas, Endro Sudarsono, yang mendapat informasi bahwa pelaku sudah berada di Polda Jawa Tengah (Jateng), meminta Kapolda memperhatikan kasus tersebut. LUIS berharap Kapolda memperhatikan adanya kasus serupa yang sedang menimpa umat Islam di Indonesia yang dilakukan Ahok, Gubernur Jakarta atas penistaan Al Qur’an.

Kejadian tersebut berawal dari percekcokan dengan Fitri Damayanti alias fafa pada hari Minggu, 31 Oktober 2016 pukul 04.00, di Kost Green Patk Kamar Lavender, Jl Pleret Raya, Sumber, Banjarsari, Solo.

luis-desak-proses-hukum-bagi-perobek-al-quran-di-solo

Atas kejadian itu, kata Endro, Selasa (1/11/2016), “Kapolda harus memperhatikan kasus ini, segera diproses hukum secara profesional Andrew ini. Karena dia telah merusak Al Qur’an”.

Jika kasus ini tidak segera diproses hukum, LUIS khawatir akan ada gelombang protes dan unjuk rasa besar sebagaimana di Jakarta.

“Yo kudu digedhekke, (Ya harus dibesarkan) kalau tidak segera ditangani” imbuhnya.

Sebelumnya, Fafa mengadukan kejadian itu kepada Hani Baraja, orang yang memberikan Al Qur’an tersebut kepada Fafa, karena Al Quran pemberiannya dirobek pelaku maka beberapa warga melaporkan Andrew ke SPKT Polresta Surakarta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan diproses secara hukum pada Senin (31/10/2016) sore pukul 17.50.