Pasukan Divisi Lapis Baja Irak Rebut Kota Kuno Nimrud dari IS

NINIWE (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak telah merebut kembali kota kuno Nimrud dari kelompok Islamic State (IS), militer Irak mengatakan Ahad (13/11/2016), World Bulletin melaporkan.

“Pasukan dari Divisi Lapis Baja Kesembilan telah benar-benar membebaskan kota Nimrud dan mengibarkan bendera Irak di atas bangunan,” General Abdulamir Rashid Yarullah, kepala militer Komando Operasi Niniwe, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Dia mengatakan pasukan Irak telah menimbulkan kerugian jiwa dan peralatan bagi kelompok IS selama operasi untuk merebut kembali kota Nimrud.

Nimrud terletak sekitar 30 kilometer (20 mil) dari utara kota Mosul, yang berupaya direbut kembali dari militan IS oleh tentara Irak.

Perwira militer Mohamed al-Jabouri mengatakan tentara Irak juga telah menangkap desa Numaniya di pinggir kota kuno itu.

“Pasukan kami sekarang membersihkan desa dari ranjau darat dan bom yang ditanam oleh IS,” katanya.

Nimrud adalah ibukota kerajaan Asyur sekitar 1250 SM dan 610 SM.

Pada 2015, militan IS menghancurkan peninggalan bersejarah di kota kuno.

Bulan lalu, tentara Irak – yang didukung oleh serangan udara koalisi pimpinan AS dan sekutu lokal di darat – melancarkan operasi luas yang bertujuan untuk merebut kembali Mosul, yang diserbu oleh IS pada pertengahan 2014, bersama dengan sejumlah wilayah di utara dan barat Irak.

Beberapa bulan terakhir tentara Irak dan sekutunya merebut kembali banyak wilayah dari kelompok IS, terutama di pinggiran Mosul dan di provinsi Anbar, Irak barat.

 

Ribuan Pengunjuk Rasa Anti Trump terus Berlanjut, Jutaan Orang Tanda Tangan untuk Berbalik ke Clinton

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Protes nasional terus berlangsung hari Sabtu memasuki hari keempat saat demonstran meluncurkan protes terhadap Presiden terpilih Donald Trump, Anadolu Agency melaporkan, Ahad (13/11/2016).

Ribuan orang meneriakkan “bukan presiden saya (not my president)” di New York City saat mereka berjalan menuju Trump Tower, dengan protes serupa terjadi di beberapa kota termasuk Chicago, Los Angeles, dan Washington DC.

Meskipun sebagian besar aksi berlangsung damai, demonstrasi berujung penangkapan serta menyebabkan jalan raya dan jembatan harus ditutup. Satu orang ditembak di Portland, Oregon, selama konfrontasi.

Sementara itu, jutaan orang telah menandatangani panggilan bersama untuk anggota Electoral College – diharapkan yang memilih Trump menjadi presiden – untuk berbalik menyetujui Clinton.

Suara ketidakpuasan mereka didengar luas di seluruh penjuru AS setelah kekalahan Clinton yang mengejutkan dalam pemilu yang pahit dan memecah belah tahun ini. Sebagian besar jajak pendapat menempatkan beberapa poin untuk kemenangan Clinton, namun kemenangan jelas diraih mogul bisnis Trump yaitu 290-228.

Presiden terpilih Trump komentar di Twitter menentang protes Kamis malam, menyatakan para demonstran sebagai “pengunjuk rasa profesional yang dihasut oleh media”, dan menggambarkan situasi itu “sangat tidak adil”.

Sebagai pengguna media sosial yang akif, Trump berbalik arah beberapa jam kemudian, mengatakan ia mencintai “fakta bahwa kelompok-kelompok kecil pengunjuk rasa malam terakhir memiliki gairah untuk negara kita yang besar”.

Teuku Nasrullah: Dalam Kasus Ahok, MUI Sudah Terdegradasi

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ahli hukum pidana Teuku Nasrullah menyatakan, sejak dahulu Majelis Ulama Indonesia (MUI) selalu menjadi rujukan pemerintah jika menyangkut perkara hukum yang beririsan dengan agama. Namun, saat ini posisi MUI seolah-olah terdegradasi ketika aparat menangani kasus penistaan agama oleh Ahok.

“Dulu banget, rujukannya ke pendapat MUI. Waktu itu Kabareskrim bilang menunggu pendapat MUI (dalam kasus Ahok, red). Sekarang MUI terdegradasi. Tidak lagi jadi rujukan. Kita lihat saja,” kata Nasrullah, di Rumah Amanah Rakyat, belum lama ini.

Menurutnya, sejumlah kasus penistaan agama seperti yang terjadi pada kasus penistaan agama oleh aliran Al-Qiyadah Islamiyah, Gafatar, Lia Eden, Musadek dan sebagainya selalu merunut pada pendapat Majelis Ulama Indonesia.

Di sisi lain, ada pendapat ahli hukum tatanegara yang menyatakan ucapan Ahok adalah kebebasan berpendapat yang dijamin UU. Tapi kebebasan berpendapat juga ada rambunya.

“Jangan sampai kebebasan berpendapat menafikan keberadaan hukum pidana,” ujar dia.

Dosen hukum Universitas Indonesia ini menambahkan penuntut umum tidak perlu membuktikan adanya perasaan ketersinggungan agama dalam pasal 156 a tentang penistaan agama.

“Penistaan itu masuknya delik formil. Penuntut tidak perlu membuktikan unsur kesengajaan karena peristiwanya sudah terjadi. Ditambah lagi, banyak masyarakat yang berdemo (karena ucapan Ahok, red). Ini sudah menunjukkan adanya pelanggaran ketertiban umum,” tambah Nasrullah.

Reporter: Fajar Shadiq

HNW: Aksi Bela Quran III Bukti Umat Islam Tidak Main-main

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Umat Islam direncanakan akan menggelar Aksi Bela Quran III bila Ahok tidak ditangkap. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Hidayat Nur Wahid mengatakan bahwa langkah itu merupakan komitmen ummat Islam dalam penegakan hukum.

“Itu adalah komitmen rekan-rekan yang telah melakukan demo dengan damai, mereka ingin menyampaikan kepada penegak hukum bahwa tuntutan mereka bukan main-main. Tuntutan mereka untuk menegakkan hukum, bukan untuk anarki,” katanya kepada wartawan di Stadion Patriot Candrabhaga Ahad (13/11/2016).

Ia juga berharap, bila Aksi Bela Quran III pada 25 November benar, agar tidak dihadapi dengan represif. Namun kepolisian harus melihat bahwa yang dilakukan Ahok adalah masalah yang serius.

“Maka saya berharap, informasi yang beredar tentang demo 25 November itu jangan disikapi dengan memanas-manasi, atau dirancang untuk melakukan infiltrasi, atau dilakukanya penunggangan tapi betul-betul dianggap sebagai masalah yang serius karena sudah menyangkut pada keadilan publik. Saya sampaikan, beragam kasus penistaan agama bisa ditegakkan hukum,” tuturnya.

“Jangan sampi hanya karena satu orang, teradu domba lah antara TNI/Polri dengan ummat Islam. Masak hanya karena satu orang Indonesia dibikin gaduh,” sambungnya.

Meski demikian, putusan Ahok bersalah atau tidak, ia meminta publik menunggu. Tapi ia menegaskan agar polisi mampu menegakkan hukum dengan seadil-adilnya.

“Kita tunggu saja, karena pak Jokowi menegaskan tidak akan melakukan intervensi dan tidak akan melindungi Ahok, Saya harap rekan-rekan polisi mampu menegakkan hukum setegak-tegaknya,” tandasnya.

Reporter: Taufiq Ishak/JITU

FSA Luncurkan Operasi Militer Baru untuk Bebaskan Al-Bab Suriah dari IS

ANKARA (Jurnalislam.com) – Pasukan Tentara Pembebasan Suriah (Free Syrian Army-FSA) yang didukung Turki telah meluncurkan sebuah fase baru dalam Operasi Perisai Efrat (Euphrates Shield) untuk membebaskan distrik Al-Bab di timur laut Aleppo.

Menurut koresponden Anadolu Agency , Ahad (13/11/2016) di lokasi kejadian, FSA tiba dalam jarak dua kilometer (1,4 mil) dari Al-Bab pada Sabtu malam.

Pasukan FSA juga menguasai enam desa – Hazvan, Susyan, Aldana, Kiyran, Uglan dan Avlan – dan daerah pemukiman lainnya dari Islamic State (IS) pada pukul 02:00 waktu setempat (1100GMT) Ahad, mendekati Al-Bab yang dikendalikan IS.

Langkah ini dilakukan setelah organisasi ekstremis dukungan AS – PKK dan PYD – juga mendekati area yang dikuasai IS.

Hampir 1.600 kilometer persegi (617 mil persegi) wilayah di Suriah utara telah dibersihkan dari IS sebagai bagian dari Operasi Perisai Efrat sejauh ini.

Pasukan FSA baru-baru ini mengambil alih lima desa di Mare, sebelah barat laut Al-Bab, dan Manbij, di timur Al-Bab.

Ahad kemarin menandai hari ke-82 Operasi Perisai Efrat.

Banser, LBH, Muhammadiyah Bantah Akan Ikut ‘Parade Bhineka Tunggal Ika’

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kabar akan diadakanya Parade Bhineka Tunggal Ika pada 19 Nopember 2016 meluas di media sosial. Dalam pengumumannya, tertera nama sejumlah tokoh nasional yang akan mengikuti parade yang dinilai sebagai tandingan aksi 411. Namun, sejumlah nama membantah ikut memberi dukugnan.

Seperti pernyataan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr Haedar Nasir yang menolak dirinya disebut ikut ambil bagian dalam aksi pengerahan massa itu.

“Sehubungan dengan acara Aksi Bhineka Tunggal Eka/Pawai Kebhinekaan yang akan digelar 19 November 2016 di Bundaharan HI Jakarta oleh Panitia Pawai Kebhinekaan/Aksi Bhineka Tunggal Ika dan terkait pencantuman nama Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sekretaris Umum Abdul Mu’ti pada kegiatan aksi tersebut, maka diinformasikan bahwa Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti tidak pernah dihubungi dan tidak tahu menahu namanya dicantumkan dalam rancangan daftar rencana Aksi Bhineka Tunggal Ika tanggal 19 November 2016 tersebut,” demikian pernyataan Sekretariat PP Muhammadiyah Dr Abdul Mu’ti, sebagaimana disampaikan anggota Majelis Pustaka & Informasi PP Muhammadiyah Mustofa Nahrawardaya.

Selain Haedar Nasir, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan penyanyi dan presenter Melanie Subono juga membantah keterlibatannya dalam aksi tersebut.

“Dengan ini, LBH Jakarta melakukan klarifikasi bahwa staf kami yang bernama M. Isnur dan Widodo Budidarmo menyatakan tidak mengetahui dan sama sekali tidak terlibat dalam kegiatan tersebut,” ujar Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Alghiffari Aqsa, SH sebagaimana broadcast yang beredar di media sosial.

Meski demikian, LBH Jakarta mengaku tetap mendukung segala gerakan yang merawat Indonesia sebagai negara Bhinneka Tunggal Ika, menjalankan kehidupan bernegara secara konstitutional dan penegakkan hukum yang berkeadilan.

Sementara itu, dalam akun twitternya @melaniesubono, Melanie Subono merasa dicatut namanaya mengaku tak pernah dihubungi, namun namanya tiba-tiba muncul dalam pengumuman rencana aksi.

“Hai @TsamaraDKI anda akan bikin acara tgl 19, KENAPA nama saya ada di blast acara ya? Boro2 kenal, dihubungi, saya bahkan TDK D JKT tgl itu,” tulis Melanie.

Klarifikasi juga disampaikan Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Satkornas Banser). Kasatkornas Banser, H Alfa Isnaeni menegaskan Banser tidak mengikuti aksi Parade Bhineka Tunggal Ika.

“Dengan ini, Satkornas Banser melakukan klarifikasi bahwa Satkornas Banser menyatakan tidak mengetahui dan sama sekali tidak terlibat dalam kegiatan tersebut,” kata dia dilansir nu.or.id, Sabtu (12/11/2016).

Berikut undangan yang tersebar di media sosial:

Dear kawan2,
Hasil perkembangan diluar, utk menyelamatkan kebhinekaan instruksi tunggal : Gerak di tgl 19 nov

Konsolidasi 11 November 2016

Tanggal Aksi: 19 November

Tempat: Parkir Timur Senayan-Bundaran HI (tentatif, lihat massa konkret)

Posko: MAARIF Institute

Nama Aksi: Parade Bhinneka Tunggal Ika
Target Massa: 100rb

Jaringan Relawan 40rb (jangan pakai atribut partai)
Semut Ireng 100rb
Desa 50rb
RelaNU
Banser
RMJ
Jamaah Habib Lutfi (30 Rb)

Tuntutan Isu:
Merawat Indonesia sebagai Negara Bhinneka Tunggal Ika.
Mempertahankan Pemerintah Konstitusional.
Menjalankan Penegakan Hukum yang Berkeadilan.

Kostum: Merah Putih & baju adat.

Tagline: #BerbedaItuIndonesia
Kepanitian:
Penanggungjawab: Seluruh jaringan.

Ketua Panitia: Tsamara Amany Alatas.

Sekretaris: Teh Nong.

Bendahara: Mayang (TII).

Korlap: Jaringan Relawan (Yustian), Perangkat Desa (orang Desa), Semut Ireng (?).

Acara : Teh Netty, Tommy (timnya mbak Netty (FKI), Ulin Yusron (Netizen), Agnes (ANBTI), Renny, (MAARIF Institute), Farid, Dina, Solihin (Tim Desa), Olga Lidya, Zahra (Jaringan Relawan)

Pendanaan : Hasan (Jaringan Relawan), Toni (MAARIF Institute)

Media: Thowik, Andy Budiman (Sejuk).

Dokumentasi: Pak Kris, Firdaus

Keamanan : Banser

Perlengkapan : Widodo (LBH Jakarta), Alex (Jaringan Relawan)

Perijinan : Isnur (LBH Jakarta)

Kebersihan : Fathony, Milly (Jaringan Relawan)

Medis : dr. Maria Mubarika (JAI)

Konsumsi: Ellen (ANBTI), Henny (MAARIF Institute), Arum (Jaringan Relawan), Dwi Endang Sabekti (ANBTI).

Acara:
Konser
Dzikir
Orasi
Doa Lintas Agama

Nama Tokoh
Buya Syafii (Darraz)
Gus Mus (Teh Nong)
Habib Luthfi (Tsamara)
GKR Hemas (Teh Nia)
Pdt. Eri Lebang (Teh Nia)
Pdt. Yewangoe (Teh Nia)
KH. Ishomuddin (Teh Nong)
Budiman Sudjatmiko (Firman)
Mgr. Ign. Suharyo (Darraz)
Pdt. Gomar Gultom (Teh Nia)
Haedar Nashir (Fajar)
Abdul Mu’ti (Fajar)
Said Agil Siradj (Guntur Romli)
Bikkhu Panyavaro (Darraz)
Uung Sendana (Teh Nia)
Pengeran Jatikusumah (Teh Nia)
Pedanda Tianyar Sebali (Teh Nia)
Shinta Nuriyah (Teh Nia)
KH. Hussein Muhammad (Teh Nong)
Abdillah Toha (Darraz)

Artis/Budayawan (minimal 10 artis)
Iwan Fals
Slank
Tompi
Glenn
Sandi Sandoro
Kevin Aprilio
Tristan
Widi
Giring
Project Pop
Poppy
Sarah Sechan
Joe Taslim
Erwin Gutawa
Gita Gutawa
RIF
Kahitna
Ahmad Albar
Ian Antono
Joki Suryoprayogo
Kla
Maia Estianty
Ernest
Titiek Puspa
Mira Lesmana
Indra Bekti
Gading Martin
Olga Lidya
Anya Dwinov
Michael Idol
Vino G. Bastian
Melanie Subono
Andien
Cinta Laura
Cherry Belle
JKT 48
Uya Kuya
Chelsea Islan

*artis/budayawan yang berhalangan hadir membuat video campaign selama 30 detik dengan tagline yang telah ditetapkan
Rundown
Disusun setelah nama-nama tokoh/artis/budayawan confirm. Dump

Reporter: Nurkholis/JITU

Jika Ahok Tak Ditangkap, Umat Islam NTB Akan Tolak Kedatangan Presiden

MATARAM (Jurnalislam.com) – Aliansi Umat Islam (AUI) NTB akan menolak kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke NTB pada 22-23 November mendatang. Jokowi direncanakan membuka Pameran Teknologi Tepat Guna se-Indonesia yang akan dihelat di Lombok, NTB.

“Langkah penolakan ini merupakan bentuk kekecewaan masyarakat muslim NTB terhadap lambannya penyelesaian kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok),” kata Ketua AUI NTB, Deddy AZ kepada wartawan dikutip dari Samawera, Jumat (11/11/2016).

Ia menilai, pemerintah juga terkesan bertele-tele dalam menyelesaikan persoalan yang pada akhirnya memantik reaksi keras dari umat muslim se-Indonesia. Selain itu, langkah penolakan juga tak lepas dari keengganan presiden menemui jutaan massa aksi dalam demo akbar pada Jumat 4 November lalu.

Deddy melanjutkan, akan ada dua bentuk aksi yang rencananya dilakukan, dan hal ini tergantung sikap presiden dalam menyelesaikan persoalan Ahok.

“Kalau (Ahok) ditangkap sebelum tanggal 22, kita aksi simpatik dan terima kasih telah menangkap. Kami akan sambut Jokowi dengan karangan bunga,” ujarnya.

Akan tetapi, ia katakan, apabila sampai 22 November belum ada penangkapan terhadap Ahok, AUI NTB dengan tegas dan keras menolak kedatangan presiden ke NTB.

“Kalau belum ditangkap sebelum tanggal 22, kita aksi menolak Jokowi datang dan menginjakkan kaki di NTB,” tegasnya.

Reporter: Sirath

Pertempuran Jalanan Berkobar di Kota Mosul

MOSUL (Jurnalislam.com) – Kelompok Islamic State (IS) telah meluncurkan beberapa serangan balik terhadap pasukan Irak di kota Mosul, menggarisbawahi pertempuran seterusnya akan berlangsung intens saat pasukan pemerintah Irak dan sekutu mereka bergerak masuk ke lingkungan padat penduduk, lansir World Bulletin, Sabtu (12/11/2106).

Seorang pembom mobil IS menargetkan tentara Irak di lingkungan Qadisiya di timur Mosul Sabtu dini hari, menimbulkan pertempuran sengit yang melibatkan mortir, tembakan, dan granat berpeluncur roket.

Petugas Irak mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa pertempuran juga berlangsung di daerah Arbajiya.

“Pertempuran berlangsung intens pagi ini. Kami sedang berusaha untuk membentengi posisi kami di Arbajiya sebelum melanjutkan serangan kami ke al-Bakr,” Kolonel Muntadhar Salem dari unit kontraterorisme mengatakan.

Salem kemudian menjelaskan bahwa tujuan mereka adalah mengelilingi kawasan al-Bakr, tapi tidak untuk saat ini.

Di sebelah selatan kota, polisi Irak setingkat militer mengatakan mereka datang dari jarak sekitar 5 km dari bandara Mosul, yang ditunjukkan gambar satelit telah dijaga ketat oleh ISIL.

Gambar, yang diambil awal bulan ini oleh perusahaan intelijen swasta Stratfor yang berbasis di AS, menunjukkan pasukan IS membersihkan medan dan meratakan bangunan di sekitar bandara dan bekas pangkalan militer terdekat di tepi barat Sungai Tigris.

Deretan barikade beton, gundukan tanah dan puing-puing bisa dilihat memblokir rute utama ke pusat kota.

Puluhan Orang Tewas dalam Serangan Bom di Kuil Sufi Pakistan

KARACHI (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 43 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka dalam sebuah ledakan besar di sebuah kuil di barat daya Pakistan pada Sabtu malam, Menteri Dalam Negeri Balochistan, Sarfaraz Bugti mengatakan kepada wartawan Andolu Agency, Sabtu (12/11/2016).

Puluhan orang telah tewas dan lebih dari 100 lainnya luka-luka di barat daya Pakistan setelah ledakan bom yang diklaim oleh kelompok bersenjata Islamic State (IS) merobek sebuah kuil penuh jamaah Sufi, lansir Aljazeera.

Ledakan itu terjadi di tempat kelompok sufi Shah Noorani yang terletak di kawasan terpencil Lasbela di provinsi barat daya Balochistan, yang dikunjungi setiap tahun oleh ribuan orang dari seluruh Pakistan.

Tidak ada komentar yang segera muncul menanggapi ledakan itu. Namun, media lokal mengutip sumber-sumber intelijen menyatakan bahwa ledakan itu adalah tindakan seorang pembom yang meledakkan diri dengan rompi peledak di tengah pertemuan di halaman kuil.

Presiden Mamnun Hussain dan Perdana Menteri Nawaz Sharif mengutuk serangan biadab tersebut.

Ledakan itu menewaskan sedikitnya 30 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya, Hakeem Laasi, seorang pejabat dari Edhi Foundation, sebuah lembaga bantuan kemanusiaan yang bergerak dalam operasi penyelamatan, mengatakan kepada wartawan.

Komisaris Kalat Hashim Gulzai menyebutkan korban tewas berjumlah 25 dan lebih dari 50 lainnya terluka.

Laasi mengatakan banyak yang terluka meninggal karena luka-luka mereka karena tidak dapat segera dialihkan ke rumah sakit karena terpencilnya lokasi kejadian.

Beberapa orang tewas dan terluka akibat kepanikan yang disebabkan oleh ledakan, katanya, menambahkan bahwa puluhan yang terluka diangkut ke rumah sakit dengan kendaraan pribadi oleh pengunjung yang selamat dari serangan.

Banyak mayat, dan korabn yang terluka, kata dia, masih tergeletak di lokasi karena kurangnya ambulans.

Mushtaq Ahmed, seorang wartawan lokal mengatakan kepada Anadolu Agency melalui telepon bahwa korban tewas mungkin meningkat menjadi lebih dari 500 orang.

tim penyelamat sedang menghadapi kesulitan dalam operasi mereka karena kegelapan, dan sifat situs yang berada di daerah pegunungan. Pengunjung umumnya harus berjalan dan mendaki bukit untuk mencapai kuil.

Kepala Angkatan Darat Jenderal Raheel Sharif mengatakan bahwa pasukan dan tim medis dikirim untuk bergabung dengan upaya penyelamatan.

Dua Tentara Myanmar Tewas dalam Bentrokan dengan Pejuang Muslim Rohingya

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Militer Myanmar mengatakan pasukannya menewaskan enam orang. Mereka juga kehilangan dua tentara dalam bentrokan dengan penyerang di negara bagian Rakhine, Sabtu, dalam bentrokan terbaru di wilayah yang dilanda krisis kemanusiaan tersebut, World Bulletin melaporkan, Sabtu (12/11/2106

Northern Rakhine, yang merupakan rumah bagi minoritas Muslim Rohingya dan berbatasan dengan Bangladesh, telah berada dalam kekuasaan militer sejak serangan kejutan di pos perbatasan yang menewaskan sembilan polisi Myanmar bulan lalu.

Tentara telah membunuh puluhan orang dan menangkap beberapa orang lainnya dalam memburu penyerang, yang menurut pemerintah adalah pejuang muslim Rohingya yang memiliki link dengan pejuang Islam di luar negeri.

Krisis dan laporan pelanggaran hak asasi berat yang dilakukan bersamaan dengan tindakan brutal tentara Myanmar telah menumpuk tekanan internasional terhadap pemerintah sipil baru Myanmar dan mengangkat pertanyaan tentang kemampuannya untuk mengendalikan tentara.

Pihak berwenang juga sangat membatasi akses ke daerah, sehingga secara independen sulit untuk memverifikasi laporan atau tuduhan pelecehan tentara pemerintah.

Pada hari Sabtu militer mengatakan bahwa mereka mendapat serangan baru di wilayah perbatasan, pertama oleh massa sekitar 60 orang bersenjatakan “senjata kecil dan pedang”.

Bentrokan pecah di pagi hari selama “Operasi pembersihan” di desa Ma Yinn Taung di kota Maungdaw, menurut sebuah pernyataan militer.

“Dalam bentrokan itu, enam mayat penyerang bersama dengan pistol yang dicuri penyerang pada 9 Oktober diambil,” katanya, menambahkan bahwa seorang tentara juga tewas sementara beberapa lainnya terluka.

Pasukan tentara kemudian mengikuti para penyerang ke desa terdekat Gwa Zona di mana mereka menghadapi gerombolan bersenjata sekitar 500 orang, kata militer.

“Tentara kembali menyerang tetapi kelompok itu sangat besar jumlahnya dan tentara harus menggunakan dua helikopter,” kata pernyataan itu, dengan menambahkan bahwa seorang perwira tewas dalam operasi itu.

Lebih dari 100.000 orang, sebagian besar warga Muslim Rohingya, didorong ke kamp-kamp pengungsian dengan pertumpahan darah sementara kelompok-kelompok hak asasi internasional telah berulang kali menyerukan Suu Kyi untuk memikirkan solusi untuk mereka.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan hari Jumat, Zainab Hawa Bangura, perwakilan khusus PBB untuk kekerasan seksual dalam konflik, mengatakan bahwa dia prihatin dengan laporan dan mengatakan sangat penting bagi pemerintah Myanmar untuk mengizinkan akses kemanusiaan ke daerah demi memberikan dukungan bagi korban yang selamat.

“Eskalasi kekerasan baru-baru ini dapat menyebabkan insiden kekerasan seksual yang lebih buruk, dan karena itu saya menyerukan kepada pemerintah Myanmar untuk mengambil langkah-langkah untuk menghentikan spiral kekerasan ini, khususnya terhadap perempuan dan anak perempuan,” katanya.