Tunjukan Solidaritas, 50 Stasiun TV Turki akan Siarkan Kekejaman Pasukan Assad Besok Ahad

TURKI (Jurnalislam.com) – Korporasi Radio dan Televisi Turki (Turkish Radio and Television Corporation-TRT) meluncurkan inisiatif solidaritas dengan kota Aleppo, di bawah slogan “Aleppo tidak sendirian-Aleppo is not alone.”

Sebagaimana yang dilaporkan ElDorar AlShamia, Jumat (16/12/2016) bahwa pada hari Ahad (18/12/2016), 50 saluran Turki akan meluncurkan siaran langsung selama 16 jam, dalam solidaritas bersama Aleppo dan memberitakan kekejaman yang dialami kota itu oleh pasukan Rusia, Iran dan rezim Assad.

Banyak orang Turki bersama warga Suriah menggelar aksi protes di depan kedutaan Rusia dan Iran di Ankara kemarin, saat organisasi bantuan Turki IHH mengumpulkan sumbangan dana untuk kepentingan kota Aleppo.

Iran di Aleppo: Bunuh Semua Orang yang Terjebak

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Sumber media Suriah mengatakan bahwa pejabat militer Syiah Iran, Jenderal Javad al-Ghafari, komandan Garda Revolusi yang juga pemimpin 16 kelompok milisi IRGC yang didukung Syiah berencana membunuh semua orang yang masih terjebak di timur Aleppo, sehingga menghambat penyelesaian operasi evakuasi warga sipil dan pejuang yang tersisa, lansir Al Arabiya News Channel, Jumat (16/12/2016).

Sumber tersebut mengatakan bahwa Jenderal Ghafari telah bertentangan dengan Rusia sejak awal; karena ia tidak ingin warga sipil dan pejuang oposisi dievakuasi dari lingkungan yang dikepung.

Dia menghambat perjanjian Rusia-Turki. Media Iran juga telah mulai menyerang Rusia yang sejalan dengan pembicaraan tentang perjanjian ini.

Media Iran mengisyaratkan tentang konflik kepentingan antara kedua belah pihak di Suriah.

Jenderal Ghafari, yang memimpin Garda Revolusi Syiah Iran dan milisi Syiah internaional yang berafiliasi dengan rezim Syiah Nushairiyah Suirah setelah pembunuhan Jenderal Hussein Hamadani pada bulan Oktober 2015.

#SaveAleppo, Ribuan Umat Islam Solo Turun ke Jalan Kecam Bashar Asad

SOLO (Jurnalislam.com) – Gelombang kecaman untuk rezim Syiah Nushairiyah Suriah bersama koalisi Rusia dan Iran mulai menyeruak. Sebab, mereka telah menghabisi umat Islam di Aleppo, Suriah hingga kini.

Menanggapi itu, ribuan umat Islam Solo berunjuk rasa, mengecam tindakan brutal dan tidak manusiawi itu di Bundaran Gladak, Solo, Jumat (16/12/2016).

“Di Aleppo telah terjadi pemerkosaan oleh milisi milisi Syiah terhadap muslimah yang tertangkap,” ungkap orator aksi, Ali Badres.

Sementara orator lain, Tengku Azhar menegaskan, Aleppo bukan hanya milik penduduk Syam (Suriah -red). Tetapi milik umat Islam.

“Syam adalah bumi yang di berkahi oleh Alloh. Di sana akan terjadi peperangan besar di akhir zaman nanti,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, ia mengimbau umat Islam untuk terus memberitakan apa yang terjadi di Aleppo di berbagai kesempatan, khususnya di Media Sosial.

Selain berunjuk rasa, ribuan massa dari berbagai ormas itu melakukan penggalangan dana untuk muslim Aleppo yang sedang tertindas. Acara ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap oleh Dewan Syuro Kota Surakarta (DSKS).

Reporter: Ridho/Ary

Konvoi ke-3 Rombongan Pengungsi Aleppo Tiba di Benteng Mujahidin di Idlib

IDLIB (Jurnalislam.com) – Konvoi ketiga pengungsi warga sipil Aleppo timur telah mencapai banteng mujahidin di Idlib, seorang wartawan Anadolu Agency di tempat menyaksikan pada hari Jumat (16/12/2016).

Sedikitnya 7.500 warga sipil sejauh ini meninggalkan Aleppo timur telah tiba di Idlib, pejabat dari faksi oposisi bersenjata Suriah mengatakan.

Upaya Turki terus berlanjut bagi masyarakat sipil Aleppo selama proses evakuasi. Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu Kamis mengatakan dua konvoi bus yang membawa warga sipil juga telah berhasil mencapai daerah yang dikuasai para pejuang dan oposisi di Aleppo Barat.

Menurut kesepakatan antara rezim Syiah Nushairiyah Bashar al-Assad dan kelompok oposisi Suriah, warga sipil yang dievakuasi dari Aleppo Timur akan terus menuju ke arah Idlib, yang terletak dekat perbatasan dengan Turki.

Aleppo Tertindas, Anshsrusyariah Semarang Gelar Aksi Sosial

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Jamaah Anshorusyariah Semarang menggelar penggalangan dana untuk kaum muslimin Aleppo yang sedang tertindas oleh rezim Suriah. Aksi sosial itu digelar di Masjid Baiturrahman Simpang Lima Semarang, Jum’at (16/12/2016).

“Pertama aksi ini kita adakan dalam rangka pembelaan saudara kita di Aleppo,” kata Korlap aksi, Danang kepada jurniscom di sela-sela aksi.

Ia mengatakan, sebagai suatu tubuh umat Islam, sudah sepatutnya umat Islam Indonesia khususnya dan dunia umumnya ikut merasakan penderitaan mereka.

“Hadirnya kita disini untuk menggalang dana adalah sebagai hujjah (bukti -red) kita kelak dihadapan Allah, apa yang kalian buat untuk saudaramu di Aleppo,” terangnya.

Sementara itu, otator aksi Amur Huda, mengkritisi pemerintah yang tidak bisa melihat kondisi dengan datangnya Presiden Joko Widodo ke Iran. Sebab, Iran merupakan salah satu bagian dari koalisi yang menyerang habis umat Islam Aleppo.

“Disaat yang sama, saudara-saudara kita meregang nyawa karena pembantaian yang didukung Iran dan Rusia, presiden kita malah berkunjung menemui presiden Iran”, cetusnya

“Kita tak mungkin mengaharapkan pemerintah negri ini untuk membantu saudara kita, hanya diri dan harta kitalah yang dapat membantunya,” pungkasnya.

Diketahui, selain Jamaah Anshorusyariah Semarang, Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) Jawa tengah juga ikut membantu terselenggaranya acara.

Kronologis Pembebasan Pengungsi Aleppo yang Disandera Milisi Syiah

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Teroris Syiah pro-rezim Assad pada Jumat malam akhirnya membebaskan ratusan sandera sipil setelah sempat menahan mereka selama evakuasi dari Aleppo berlangsung.

Empat belas sandera dilaporkan dibunuh oleh para penyandera.

Sementara itu konvoi warga sipil dilaporkan berbalik kembali ke wilayah Aleppo timur yang dikepung.

Jumat sebelumnya, evakuasi warga sipil dari Aleppo sempat dihentikan setelah kelompok milisi asing pro-rezim menghadang konvoi sipil setelah mereka meninggalkan distrik timur Aleppo yang dikepung menuju kota terdekat Idlib.

Menurut koresponden Anadolu Agency di Aleppo, Jumat (16/12/2016) teroris syiah pro-rezim ini menembaki konvoi bus menuju Idlib, yang membawa sekitar 800 warga sipil dari kota Aleppo.

Para milisi memaksa kendaraan untuk berhenti di Ramouseh di pinggiran barat daya Aleppo yang dikuasai rezim Syiah Assad dan mengambil semua penumpang sebagai sandera, koresponden melaporkan.

Beberapa jam kemudian, milisi Syiah pro-rezim membebaskan sandera setelah dilaporkan menewaskan 14 dari mereka.

Menurut ketentuan perjanjian sebelumnya antara rezim Assad dan kelompok oposisi Suriah, warga sipil yang terperangkap di Aleppo Timur akan diizinkan untuk pergi ke kota Idlib yang sebelumnya dikuasai oposisi.

Berada di dekat perbatasan dengan Turki, Idlib terletak sekitar 65 kilometer (sekitar 40 mil) dari Aleppo.

Dalam beberapa hari terakhir, sedikitnya 7.500 warga sipil telah meninggalkan Aleppo timur menuju Idlib, menurut sumber-sumber oposisi.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Assad menumpas protes unjukrasa dengan keganasan militer tak terduga.

Pusat Penelitian Kebijakan Suriah, sebuah LSM yang berbasis di Beirut, menyebutkan korban tewas akibat konflik enam tahun di Suriah lebih dari 470.000 orang.

 

60 Lebih Korban Aleppo Tiba di Rumah Sakit Turki

ANKARA (Jurnalislam.com) – Lebih dari 60 orang yang terluka dari kota Aleppo yang kritis akibat serangan brutal rezim Assad dan Rusia kini sedang dirawat di rumah sakit Turki, kepala Bulan Sabit Merah Turki (the Turkish Red Crescent) mengkonfirmasi pada hari Jumat (16/12/2016), lansir Anadolu Agency.

Di Twitter, Kerem Kinik mengatakan, “Lebih dari 60 orang terluka telah dibawa ke rumah sakit Turki dari Aleppo yang terkepung sejauh ini,” tapi tidak memberikan jumlah pasti.

Menteri Kesehatan Turki Recep Akdag juga mengatakan kepada televisi Turki Kanal 24 tentang langkah-langkah yang diambil di perbatasan Suriah Border Gate Cilvegozu, bahwa, “Kami menyiapkan tiga rumah sakit lapangan. Kami memiliki 13 ambulans dengan staf dan tiga tim penyelamat medis di sana.

“Sekitar 50 personil akan menyambut yang terluka dan mengambil tindakan segera. Semuanya sudah siap menerima para korban untuk dirawat ke provinsi Hatay, Adana, dan Mersin yang terletak paling dekat.”

Akdag menambahkan bahwa lebih dari 800 tempat tidur di seluruh negeri telah dicadangkan berjaga-jaga jika korban yang terluka tiba-tiba masuk dari Suriah.

Dia mengatakan telah menulis surat mendesak Organisasi Kesehatan Dunia PBB (the World Health Organization-WHO) untuk terlibat langsung. “Ada krisis kesehatan utama. Ini bukan hanya korban yang terluka. Anak-anak tidak diberi makan. Tidak ada yang mendapatkan vaksinasi. Kami melihat epidemi.”

Secara terpisah, Hasan Aydinlik, kepala Layanan Darurat Turki, mengatakan kepada wartawan di distrik Reyhanli Hatay, “Dari 55 koran terluka yang dibawa ke Turki, satu meninggal karena cedera, dan satu bayi berusia dua tahun dan empat orang lainnya masih dalam kondisi kritis.”

 

Begini Kesiapan Turki Menyambut Pengungsi Aleppo di Idlib dan Sekitarnya

Hatay (Jurnalislam.com) – Turki menyiapkan 10.000 tenda bagi pengungsi Aleppo di kamp-kamp di kota Idlib Suriah, presiden Bulan Sabit Merah Turki (the Turkish Red Crescent) mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Jumat (16/12/2016).

Kerem Kinik mengatakan badan amal Turki telah mulai membangun kota tenda menggunakan alat berat konstruksi sekitar 6 sampai 7 kilometer (sekitar 4 mil) dari perbatasan Turki dekat provinsi Hatay selatan.

Kinik mengatakan kota tenda akan dibangun secepatnya.

Bulan Sabit Merah Turki juga bersiap untuk meningkatkan kapasitas kamp-kamp pengungsi saat laporan awal menginformasikan bahwa jumlah orang yang dievakuasi dari Aleppo bisa mencapai hingga 50.000, tambahnya.

Dia mengatakan kamp dekat perbatasan Turki akan menjadi tuan rumah tempat istirahat, sekolah, pusat kesehatan, toilet mobile dan fasilitas mandi.

“Tahap pertama kamp akan selesai dalam waktu tiga sampai empat hari,” tambah Kinik.

Kekerasan meningkat di kota pada hari Senin ketika pasukan rezim Syiah Assad bersama milisi Syiah dukungan Iran maju ke wilayah Aleppo timur yang dikuasai oposisi setelah pengepungan selama lima bulan dan pemboman udara terus-menerus secara brutal ke pemukiman dan fasilitas-fasilitas umum.

Rezim yang juga didukung penuh oleh militer Rusia telah berusaha merebut atas wilayah Aleppo yang empat tahun lalu dikendalikan oleh faksi-faksi jihad dan kelompok-kelompok oposisi bersenjata.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011 ketika rezim menindak protes unjuk rasa dengan keganasan militer rezim yang tak terduga.

Sejak itu, ratusan ribu orang diyakini telah tewas oleh konflik dan jutaan lebih lainnya mengungsi.

Roadshow Relawan Kemanusiaan ‘Dari Saudaramu untuk Rohingya & Aleppo’

Undangan Ikhwatu Iman

“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara .” (Al-Hujurat: 10)

[TABLIGH AKBAR]

@Masjid Istiqamah No 1 Bandung

• Ahad, 18 Desember 2016

• Pukul 09.00 – Selesai

• Tema : “Dari Saudaramu, untuk Rohingya dan Aleppo”

• Bersama :
– Ust. Rizal Dzulqornaen (Da’i Muda Bandung)
– Mas Sutaryo (Relawan Kemanusiaan dari ACT)

Ayo bantu Saudaramu & Siapkan infaq terbaik Anda!

Tabligh akbar ini gratis dan terbuka untuk umum. Mari raih pahala dengan menghadiri dan menyebarkan informasi ini.

Jazakumullah khairan katsiran..

Organized by :
@KODAS
@PEMUDAISTIQAMAH
@ACT

CP. 0857 2053 1120
___________

Imbauan Laskar 212 Tentang Toleransi Hingga Bangkitnya Komunisme

BANYUWANGI (Jurnalislam.com) – Sejumlah ormas Islam di Banyuwangi pada Jumat (16/12/2016) mendeklarasikan Laskar 212. Laskar ini dibentuk sebagai upaya untuk menjaga semangat Aksi Bela Islam 3 (aksi 212).

Berikut ini adalah isi lengkap Imbauan Laskar 212 Tentang Toleransi, Bangkitnya Komunisme, Berkembangnya Syi’ah, Perayaan Menyambut Tahun Baru 2017, dan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah.

Bismillahirrahmanirrahim.
Sehubungan dengan situasi nasional umumnya dan regional Kabupaten Banyuwangi khususnya, terkait dengan masalah toleransi, indikasi bangkitnya paham komunis, perkembangan syi’ah, dan perayaan menyambut datangnya tahun baru 2017, maka kami Laskar 212 Banyuwangi, setelah melakukan pengkajian, menyampaikan sikap sebagai berikut:
1. Al-Quran surah al-Kafirun secara eksplisit mengajarkan tentang makna bertoleransi untuk saling menghormati dan menghargai keyakinan masing-masing warga dalam beragama dan menjalankan ajarannya dengan baik.
2. Al-Quran surah Al-Ikhlas secara eksplisit menjelaskan pentingnya mengakui keberadaan Allah Swt adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Al-Quran surah An-Nisa’ ayat 115 dan Al-Hasyr ayat 7 menjelaskan bahwa ajaran ahlussunnah (sunni) adalah ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga dan seluruh sahabatnya. Jumlah terbesar umat Islam di seluruh dunia ada di Indonesia, adalah umat Islam yang menganut ajaran Ahlus-Sunnah wal Jamaah (Sunni).
4. Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 42 Allah SWT memberikan larangan mencampuradukkan antara yang haq dengan yang batil.
5. “Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)

Dengan berpedoman ayat-ayat Al-Quran dan Sabda Nabi Muhammad Saw. di atas dan mencermati fenomena sosial saat ini maka Laskar 212 Banyuwangi menhimbau kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk melakukan kebijakan, sebagai berikut:

A. Menjaga Toleransi:
1. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan masyarakat wajib menjaga harmoni dan toleransi kehidupan umat beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
2. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi wajib mencegah setiap adanya penodaan dan penistaan agama dengan tidak melakukan pembiaran atas perbuatan tersebut.
3. Meminta Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengeluarkan himbauan yang berisi tentang:
1. Larangan kegiatan keagamaan yang bersifat ritual dengan mengundang orang lain yang memiliki keyakinan agama berbeda, misalnya Perayaan Natal Bersama mengundang umat Islam.
2. Larangan pemakaian atribut dan simbul-simbul agama bagi pemeluk agama lain, misalnya atribut dan aksesoris natal bagi karyawan muslim yang bergerak dalam bidang usaha hotel, perbankan, mal, perkantoran, rumah makan, dan lainnya.

B. Mengantisipasi Bahaya Laten Komunisme
1. Indonesia adalah negara yang didirikan atas landasan moral luhur, yaitu berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa (UUD 45 pasal 29) dan adanya larangan menyebarkan paham komunis (PKI) di Indonesia berdasakan Ketetapan MPRS Nomor 25 Tahun 1966, maka kami Laskar 212 Banyuwangi mendesak Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk terus mewaspadai bahaya bangkitnya paham anti ketuhanan tersebut. Hal tersebut perlu segera dilakukan mengingat tanda-tanda bangkitnya ideologi komunisme di Indonesia nyata adanya.
2. Meminta Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengeluarkan himbauan kewaspadaan terhadap bangkitnya paham komunisme kepada semua elemen dan lapisan masyarakat, termasuk kepada lembaga pendidikan formal dan non formal. Hal tersebut perlu segera dilakukan untuk melawan lupa, bahwa bukti sejarah telah mengungkap kekejaman komunis (PKI). Bukan saja pembantaian massal terhadap kaum muslim (orang beragama) tetapi juga telah membunuh para jenderal TNI.
3. Meminta Pemerintah Kabupaten Banyuwangi secara intensif dan massif menyelenggarakan seminar, workshop, kelompok kerja masyarakat, penyuluhan, dan lain-lain yang bertema tentang bahaya laten komunisme dengan mengaitkan fenomena sosial politik saat ini.

C. Mengantisipasi Berkembangnya Paham Syi’ah
1. Mengingat bahwa dalam banyak hal paham Syi’ah menyelisihi dan bertentangan dengan paham Ahlussunnah, bahkan juga bertentangan dengan Islam. Ahlussunnah telah sepakat bahwa manusia yang terbaik dari umat ini setelah Rasulullah adalah Khulafaurrasyidin. Sedangkan menurut Syi’ah mereka (khulafaurrasyidin) adalah kafir dan dilaknat oleh Allah, para malaikat dan manusia. Maka bagi kami, Syi’ah bukanlah Islam.
2. Sepanjang sejarah pergolakan Sunni-Syi’ah menunjukkan bahwa kaum Syi’ah sangat bengis dan kejam terhadap kaum Sunni. Tidak sedikit para ulama dan umat Islam yang telah dibunuh pengikut Syi’ah. Apa yang saat ini terjadi di Suriah adalah gambaran nyata, puluhan ribu umat Islam telah dibantai oleh Presiden Bashar al-Assad yang menganut Syi’ah.
3. Tidak dipungkiri bahwa keberadaan pengikut Syi’ah di Indonesia semakin berkembang dan nyata adanya, dengan berbagai cara – termasuk melalui sandaran politik – kelompok Syi’ah pelan tapi pasti terus memperluas pengaruhnya di Indonesia.
4. Meminta Pemerintah Kabupaten Banyuwangi turut berperan dalam mengantisipasi berkembangnya paham Syi’ah di wilayah Kabupaten Banyuwangi, mengingat sama bahayanya dengan paham komunisme.

D. Perayaan Menyambut Tahun Baru
1. Bulan Desember 2016 sebentar lagi berakhir dan akan berganti dengan tahun baru 2017. Bagi banyak kalangan tahun baru adalah momen yang dinanti-nanti. Di malam pergantian tahun baru, perayaan biasanya akan dibuat semeriah mungkin. Di malam pergantian tahun itu tempat-tempat hiburan dan lokasi wisata menjadi sasaran utama dikunjungi untuk meluapkan kegembiraan dan “kegilaan” sekaligus, kamar-kamar hotel penuh telah dipesan pasangan yang bukan berstatus suami istri. Tampak juga pesta kembang api, tradisi tiup terompet, konser musik yang menghadirkan tampilan seronok, konvoi/balap motor, pesta miras, seks bebas, kongkow larut malam hingga pagi hari dan sebagainya seakan menjadi lumrah dilakukan.
2. Bagi umat Islam merayakan tahun baru masehi itu bukan budaya Islam, itu budaya dan ritual non-muslim. Sedangkan penduduk Banyuwangi mayoritas beragama Islam dan berbasis pesantren. Islam telah memiliki tahun baru sendiri yaitu 1 Muharram tahun hijriyah dan dua hari raya: idul fitri dan idul adha yang setiap tahun dirayakan dengan suka cita, berdimensi keshalehan sosial dan mempererat silaturahim.
3. Perayaan malam pergantian tahun baru masehi identik dengan kemaksiatan dan tidak sesuai dengan norma-norma agama. Perayaan tahun baru masehi berpotensi merusak tatanan sosial, merusak moral dan akhlak anak-anak muda, menimbulkan jatuhnya korban akibat pesta miras/narkoba dan kebut-kebutan/balapan motor, pemborosan dan kegiatan sia-sia.
4. Mengingat sedemikian parah potensi negatif perayaan tahun baru masehi bagi masa depan kehidupan anak bangsa, kami mendesak Pemerintah Kabupaten Banyuwangi membuat regulasi pelarangan perayaan tahun baru masehi khususnya yang berpotensi secara negatif dan merusak kehidupan sosial masyarakat. Regulasi dimaksud mengikat kepada semua warga yang pelaksanaannya didukung penuh oleh aparatur pemerintah hingga ke tingkat RT/RW, dan tentu diback up oleh Kepolisian dan TNI.

E. Gerakan Shalat Subuh Berjamaah
1. Ada banyak cara untuk mengangkat Banyuwangi ke level nasional, bahkan mancanegara. Secara apresiatif Bupati Banyuwangi saat ini Bapak H. Abdullah Azwar Anas, M.Si telah sukses mengorbitkan Kabupaten Banyuwangi sehingga dikenal luas oleh masyarakah secara nasional, bahkan mendunia. Kesusksesan tersebut berawal dari ide-ide cerdas Bupati dalam “mengeksploitir”, “mengemas”, dan “menyajikan” berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Banyuwangi, mulai dari kekayaan alam, keindahan destinasi wisata, uniknya kultur budaya dan aneka ragam tradisi lokal hingga sumber daya manusia.
2. Bupati Banyuwangi sedemikian sukses mempublikasikan potensi Banyuwangi melalui media massa baik cetak maupun elektronik serta media sosial sehingga menjadi viral dan sangat dikenal di Indonesia. Masyarakat kemudian mengenal Banyuwangi melalui berbagai event dan festival. Puluhan festival digelar tiap tahunnya, mulai festival gandrung sewu hingga festival anak yatim. Maka tak heran jika ada yang menjuluki Banyuwangi sebagai kota festival.
3. Kami mencermati, bahwa dari puluhan festival yang setiap tahun digelar lebih banyak menampilkan hal-hal yang artifisal dan bersifat glamour. Kesan yang kemudian direspon sebagian kalangan menyebutkan, bahwa penyelenggaraan puluhan festival tersebut tidak lain adalah untuk pencitraan, selain pencitraan Banyuwangi juga pencitraan secara personal. Belum lagi terhitung besaran anggaran yang dikeluarkan untuk penyelenggaraan puluhan festival tiap tahunnya tersebut.
4. Mengingat Kabupaten Banyuwangi mayoritas penduduknya adalah muslim dan berbasis pesantren atau mirip kota santri, menurut hemat kami, alangkah tidak eloknya kalau kemudian event atau festival yang digelar lebih banyak berisi tontonan dan hiburan yang justeru menjauhkan orientasi masyarakat akan pentingnya berfiikir secara ukhrawi (akhirat). Oleh karena itu, kami meminta kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk mengambil peran aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan yang bukan bernuansa ritual dan seremonial belaka.
5. Lebih dari itu, kami minta Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memelopori “Gerakan Shalat Subuh Berjamaah” yang melibatkan seluruh elemen umat Islam melalui ketakmiran di masjid-masjid. Sebagai pelopor Pemerintah kabupaten Banyuwangi bisa menghadirkan para pejabat di jajaran Forpimda hingga struktur terbawah. Kegiatan shalat subuh berjamaah tersebut juga bisa diagendakan untuk menampung aspirasi umat Islam dan tentu untuk kepentingan dakwah. Kami menginginkan nantinya, ada kesan mendalam di kalangan umat Islam: “Shalat Subuh bersama Bupati”, “Shalat Subuh bersama Kapolres”, “Shalat Subuh bersama Dandim”, Shalat Subuh bersama Ketua DPRD, Camat, Kapolsek, Lurah, dan seterusnya. Dari situlah tergambar adanya harmonisasi antara umara, ulama, dan umat Islam. Subhanallah… betapa indahnya Islam.
6. Selain menjaga harmonisasi, kita bisa bayangkan seberapa besar pahala yang bisa kita dapatkan bila kita memanfaatkan kesempatan shalat subuh berjamaah dengan sebaik-baiknya. Dari Anas bin Malik Ra, Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa yang shalat Subuh berjamaah kemudian dia duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lantas shalat dua rakaat, baginnya seperti pahala haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. Tirmidzi).
Dari Jabir bin Abdulah Al-Bajali Ra berkata, “Kami pernah duduk bersama Rasulullah Saw, kemudian beliau melihat ke bulan di malam purnama itu. Rasulullah bersabda, ‘Ketahuilah bahwa sesungguhnya kalian akan melihat kepada Tuhan kalian sebagaimana kalian melihat kepada bulan ini. Kalian tidak terhalangi melihatnya. Bila kalian mampu untuk tidak meninggalkan shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, maka lakukanlah!.” (HR Bukhari-Muslim)

Demikian himbauan kami, semoga terjalin komunikasi dan kerjasama yang baik antara kami Laskar 212 Banyuwangi dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Demikian pula himbauan kami, semoga segera ditindaklanjuti. Jika dibutuhkan, kami siap memberikan sumbangsih pemikiran untuk bersama-sama berkontribusi demi memajukan Kabupaten Banyuwangi. Semoga Allah Swt memudahkan i’tikad baik kita dengan keridhaan-Nya. Amin.

Reporter: Adit