PM Zionis Netanyahu Diperiksa Polisi Israel atas Tuduhan Korupsi dan Penipuan

AL QUDS (Jurnalislam.com) – Jaksa Agung Israel pada hari Rabu menyetujui investigasi kriminal penuh terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, media Israel melaporkan, lansir Anadolu Agency, Rabu (28/12/2016).

Menurut Channel 10 Israel, Jaksa Agung Avichi Mandelbit menyetujui penyelidikan kriminal oleh polisi terhadap Netanyahu atas tuduhan suap dan penipuan.

“Netanyahu akan diselidiki oleh polisi untuk dua kasus terpisah, salah satunya didukung oleh bukti-bukti,” katanya.

“Dia [Netanyaha] akan dipanggil untuk ditanyai oleh polisi dalam beberapa hari mendatang,” tambah Channel 10.

 

ALMANAR Cirebon Adakan Kajian Akbar, Mabit dan Subuh Berjamaah

CIREBON (Jurnalislam.com) – Aliansi Masyarakat Amar Ma’ruf Nahi Munkar (ALMANAR) Cirebon, akan menggelar kajian akbar, mabit shalat subuh berjamaah di Masjid Abdurrahim, Kota Cirebon. Acara akan dilangsungkan pada Sabtu, 31 Desember 2016 hingga 1 Januari 2014.

Tema yang dibawakan dalam kegiatan refleksi akhir tahun ini yaitu ‘ Mengkaji Bahaya Konspirasi Syiah Komunis & Zionis Salibis Mengancam NKRI’. Dengan pemateri Ustadz Bernard Abdul Jabar (Ketua Umum Komisi Nasional Anti Pemurtadan) dan Ustadz Abu Thalut (pemerhati Dunia Islam).

Kajian akan dimulai pada pukul 13.00 dan berakhir pukul 22.00 WIB. Dilanjutkan dengan mabit dan shalat subuh berjamaah.

Bom Pinggir Jalan Hantam Mobil Anggota Parlemen Afghanistan di Kabul

KABUL (Jurnalislam.com) – Seorang anggota parlemen Afghanistan merupakan salah satu di antara sedikitnya tiga orang terluka ketika sebuah bom pinggir jalan menghantam kendaraan mereka di Kabul Rabu, kata para pejabat, dalam serangkaian serangan terbaru terhadap anggota parlemen.

Sejauh ini tidak ada kelompok yang telah mengaku bertanggung jawab atas ledakan yang menargetkan Fakuri Behishti, seorang anggota parlemen dari provinsi Bamiyan pusat, yang saat itu sedang dalam perjalanan menuju parlemen.

“Bom ditempatkan di bawah jembatan dan meledak ketika kendaraan anggota parlemen ini sedang lewat,” kata juru bicara kementerian dalam negeri Najib Danish kepada AFP, Rabu (28/12/2016).

“Tiga orang, termasuk anggota parlemen terluka.”

Tapi ketua parlemen Abdul Raouf Ibrahimi mengatakan kepada anggota parlemen bahwa seorang kerabat dari anggota parlemen tersebut tewas.

“Saya mendengar ledakan besar yang mengguncang toko-toko terdekat. Saya melihat tim penyelamat menarik keluar beberapa orang terluka dari kendaraan yang hancur tersebut,” kata Abdul Manan, seorang pemilik toko roti di dekat lokasi serangan.

Serangan itu terjadi saat mujahidin Taliban menekan maju dengan serangan nasional (Operasi Omari) walaupun saat ini adalah awal musim dingin, ketika perlawanan Taliban biasanya surut.

Taliban baru-baru ini meningkatkan serangan terhadap anggota parlemen Afghanistan karena persengkokolannya dengan NATO (AS dan Sekutunya).

Rabu pekan lalu sedikitnya delapan orang tewas ketika pembom Taliban menyerbu kediaman seorang anggota parlemen Afghanistan di Kabul, dalam serangan yang berlangsung hampir 10 jam.

Hadapi Rezim Assad dan Sekutunya, 10 Faksi Revulusioner Suriah Nyatakan Merger Penuh

SURIAH (Jurnalislam.com) – 10 faksi revolusioner terkemuka Suriah mengambil langkah pertama menuju integrasi penuh dengan meluncurkan sebuah inisiatif awal dengan membawa formasi militer serta badan politik dan hukum dalam rangka membangun sebuah blok kuat yang meyakinkan bahwa pintu terbuka bagi semua faksi untuk bergabung.

Proyek itu ditandatangani dalam sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh “Tentara Pembebasan Suriah (Free Syrian Army)” yang menyatakan bahwa langkah itu dilakukan dalam menanggapi perintah Allah Swt dan panggilan rakyat Suriah, yang menyerukan persatuan, dan karena tantangan perjuangan terhadap rezim Suriah akan melalui revolusi.

Penasehat “Osama Abu Zeid” di “Tentara Pembebasan Suriah” mengatakan kepada Eldorar, Rabu (28/12/2016), bahwa apa yang dilakukan oleh faksi adalah langkah eksekutif menuju total integrasi dan dewan kepemimpinan terpadu dalam waktu yang singkat, menekankan bahwa penandatangan pernyataan sepakat melakukan merger tapi berhati-hati untuk tidak mengumumkannya sekarang menjaga pintu tetap terbuka bagi faksi lain untuk bergabung sebagai anggota pendiri dan sebagai dorongan bagi mereka yang belum memutuskan.

Inisiatif merger ditandatangani oleh Suqor Al-Sham, Jabhet Ahel Alsham (Jaysh Al-Mujahiden, Thuwar Alsham, Bayareq Al-Islam) Al-Jabha Al-Shamia, Failaq Al-Sham, Liwa Shuhada Al-Islam (Daria), Jaysh al-Islam (Sektor Utara), Ferqat Al-Safwa, Al-Fawg Al-Awwal, Ahrar Al-Sharqia, dan Liwaa Al-Furqan (Idlib).

Sumber dari dalam faksi yang menandatangani inisiatif memperkirakan bahwa persatuan akan terbentuk dalam jangka waktu satu sampai tiga bulan, seraya menunjukkan bahwa ada formasi lain yang diberitahu dan menghadiri rapat koordinasi, tetapi seperti Jaysh Al-Izzah, Ahrar Al-Sham , dan Jaysh Al-Naser mereka belum menetapkan pikiran untuk bergabung dengan sepuluh fraksi yang telah menandatangani merger, sehingga integrasi penuh belum dinyatakan menunggu partisipasi semua pihak.

Perkiraan jumlah pasukan dari sepuluh fraksi yang menandatangani rancangan merger lebih dari 18.000 ribu pejuang yang berpencar di Aleppo dan Idlib. Suqor Al-Sham, Al-Jabha Al-Shamia, Failaq Al-Sham dianggap memiliki jumlah terbesar.

Polisi China Bunuh 4 Muslim Uighur di Xinjiang

XINGJIANG (Jurnalislam.com) – Polisi China menembak mati empat orang yang diduga menyerang sebuah kantor Partai Komunis di wilayah Xinjiang yang bergolak pada hari Rabu, kata media pemerintah, dalam insiden paling berdarah dalam beberapa bulan tersebut, lansir World Bulletin, Rabu (28/12/2016).

“Empat penyerang melaju ke kantor partai Komunis lokal dan meledakkan sebuah perangkat peledak menewaskan satu orang dan melukai tiga orang lainnya,” kata kantor berita resmi Xinhua, mengutip pernyataan dari otoritas lokal.

Empat penyerang tersebut kemudian ditembak mati oleh polisi, Xinhua menambahkan, tanpa menentukan apakah mereka tewas di tempat atau di kemudian hari.

Xinjiang, tanah air bagi sebagian besar Muslim Uighur, agama minoritas di China – banyak dari mereka diperlakukan diskriminasi dan pengendalian terhadap budaya dan agama Islam mereka – sering terjadi kerusuhan sebagai akibat dari penindasan China terhadap Muslim Uighur.

China menyalahkan separatis kekerasan tetapi kelompok-kelompok hak asasi manusia menunjuk bahwa tindakan Beijing sendiri sebagai pemicu kerusuhan.

Donasi Warga Saudi untuk Pengungsi Aleppo Capai 143 Juta Riyal

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Jumlah total donasi yang dikumpulkan oleh kampanye populer Saudi untuk membantu rakyat Suriah terutama pengungsi Aleppo, sejauh ini telah mencapai 143.100.000 riyal Saudi, menurut Dr. Abdullah al-Rabeeah, pengawas umum Pusat Bantuan Kemanusiaan dan Dukungan Raja Salman (King Salman Humanitarian Aid and Relief Center), lansir Al Arabiya News Channel, Rabu (28/12/2016).

Raja Salman Arab Saudi awalnya meluncurkan kampanye bantuan kemanusiaan ini, Selasa, demi mengumpulkan 100 juta riyal Saudi ($ 27 juta) untuk membantu Suriah, terutama pengungsi Aleppo.

Raja Salman menyumbangkan 20 juta riyal dari uangnya sendiri untuk kampanye, Putra Mahkota Mohammed bin Nayef menyumbangkan 10 juta, dan Wakil Putra Mahkota Mohammed bin Salman memberikan kontribusi 8 juta.

“Sumbangan terbatas pada uang dan kami tidak mengumpulkan bantuan dalam bentuk barang, mengingat jarak antara Arab Saudi dan Suriah,” kata Rabeeah, menambahkan bahwa mereka sedang berkomunikasi dengan pihak terkait untuk memberikan sumbangan kepada pengungsi.

“Mengumpulkan uang dalam jumlah sebesar ini selama periode waktu yang singkat menunjukkan kemanusiaan dan iman rakyat Saudi dalam membela saudara-saudara Muslim mereka disana,” dia juga mengatakan.

Rabeeah menambahkan bahwa kampanye ‘Bersama untuk Mendukung Suriah (Together for Syria’s Relief)’, akan berlangsung selama tiga hari di kerajaan.

Menurut Rabeeah, kampanye tersebut merupakan bagian dari program bantuan dan kemanusiaan kerajaan yang disediakan untuk pengungsi Suriah.

Dia menambahkan bahwa kampanye populer tersebut akan memberikan kontribusi untuk mengurangi penderitaan para pengungsi Suriah selama musim dingin ini.

Serangan Penyusup Taliban Rebut 2 Pos Militer di Perbatasan Iran

NIMROZ (Jurnalislam.com) – Menurut laporan Al Emarah News, Selasa (27/12/2016) dari kabupaten Kang provinsi Nimroz, 2 pos militer Afghanistan di sepanjang perbatasan Iran diserbu oleh sekelompok 3 penyusup Mujahidin Taliban pada tengah malam lalu.

Laporan menambahkan, sedikitnya 12 pasukan boneka, termasuk komandan Shah dan Komandan Faiz tewas dengan 5 anak buahnya luka-luka dan sisanya terpaksa melarikan diri ketika penyusup menembaki pasukan upahan mereka dari dalam kedua pos pemeriksaan di daerah Darwishok kabupaten Kang tersebut.

4 senapan mesin berat dengan 7500 putaran, 5 senapan dengan 2500 putaran, 2 peluncur RPG dengan 50 putaran, 2 tabung mortir, 5 radio komunikasi dan peralatan militer lainnya dikuasai mujahidin.

Serangan juga terjadi di pos pemeriksaan pasukan bayaran di wilayah Qara Sheikhi Kabupaten Juma Bazar, menewaskan 4 pasukan boneka seraya merebut 40 kotak berisi berbagai amunisi. Sementara 2 pejuang Taliban juga terluka .

Di akhir sore hari, pos militer lainnya diserbu di wilayah Khwaja Qashri distrik Juma Bazar, menewaskan seorang polisi, melukai 2 orang dan menangkap beberapa lainnya.

Sebuah senapan mesin berat, 3 senapan dan sejumlah besar peralatan perang lainnya juga disita.

Hamas Tolak Ambil Bagian dalam Pertemuan PNC

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Gerakan perlawanan Islam Palestina Hamas tidak memiliki rencana untuk mengambil bagian dalam pertemuan persiapan yang akan diselenggarakan sebelum sidang Dewan Nasional Palestina (the Palestinian National Council-PNC) mendatang, seorang juru bicara Hamas mengatakan, Selasa (27/12/2016), lansir World Bulletin.

“Posisi kami dalam masalah ini jelas,” kata juru bicara Hamas Hazim Qasim.

“Sebelum pertemuan PNC diadakan, kami ingin mengadakan pertemuan kerangka kepemimpinan Organisasi Pembebasan Palestina [Palestine Liberation Organization-PLO] yang akan mencakup para pemimpin dari semua faksi Palestina,” katanya.

“Hamas menentang sesi atau konferensi yang diselenggarakan tanpa konsensus nasional Palestina,” kata Qasim.

Dua sesi terakhir PNC – yang berfungsi seperti parlemen untuk PLO – masing-masing diadakan di Jalur Gaza dan Ramallah pada tahun 1996 dan 2009.

Kodekteran Forensik Kota Aleppo Bantah Klaim Rezim Assad Terkait Kuburan Massal Sipil

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Direktorat Kedokteran Forensik Gratis di kota Aleppo mengeluarkan pernyataan menanggapi klaim rezim Assad tentang keberadaan kuburan massal warga sipil yang dibunuh oleh para pejuang Suriah, ElDorar AlShamia melaporkan, Selasa (27/12/2016).

Direktorat membantah keras klaim rezim Pemerintah Assad dan menegaskan bahwa kuburan yang telah ditemukan adalah nyata, tetapi mereka tewas akibat pembantaian yang dilakukan oleh rezim Assad melalui bombardir udara yang dilakukan secara brutal saat serangan udara rezim Suriah dan Rusia di Aleppo.

“Kuburan massal ini benar ada, tetapi kematian mereka akibat serangan udara setiap hari dan terus menerus hingga menyebabkan puluhan tewas pada warga sipil, setelah serangan reda, warga beranjak keluar untuk mengubur para korban yang meninggal di kuburan massal,” tegas Direktorat.

Perlu diketahui bahwa rezim Syiah Assad setelah mengusai kendali penuh lingkungan timur Aleppo, mereka mulai menggali kuburan korban sipil yang terkubur kemudian dengan sengaja menggambarkan kuburan massal tersebut dihasilkan dari operasi pembunuhan yang dilakukan oleh para pejuang di Aleppo.

Israel Ngambek pada Negara-negara yang Berikan Dukungan Resolusi PBB

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Kementerian luar negeri zionis kesal dan mengatakan pada hari Selasa bahwa negara Israel akan “mengurangi” hubungan dengan negara-negara yang memberikan suara untuk resolusi Dewan Keamanan PBB pekan lalu menuntut penghentian pembangunan permukiman di wilayah Palestina.

“Sampai pemberitahuan lebih lanjut, kami akan membatasi kontak kami dengan kedutaan Negara-negara tersebut di Israel dan menahan diri melakukan kunjungan pejabat Israel ke negara-negara tersebut, serta kunjungan pejabat negara-negara tersebut ke sini,” katanya, lansir World Bulletin, Selasa (27/12/2016).

Pemeritah zionis telah kembali memanggil duta besar untuk Selandia Baru dan Senegal untuk konsultasi, dan membatalkan program bantuan dengan negara Afrika.

Pada hari Selasa, pemerintah zionis memberitahu Angola bahwa mereka akan membekukan program bantuan di sana, kata Nahason.

Media Yahudi melaporkan bahwa Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu, yang juga menjabat sebagai menteri luar negeri, telah meminta para pejabat untuk sesedikit mungkin saat ini mengunjungi negara-negara yang memberikan suara bagi resolusi.

Sedikitnya dua perjalanan telah dibatalkan atau ditunda, termasuk kunjungan Perdana Menteri Ukraina Volodymyr Groysman ke Israel pekan ini dan kunjungan menteri luar negeri Senegal yang akan datang.

Juga ada laporan bahwa zionis Netanyahu membatalkan pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Theresa May di Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) bulan depan di Davos, namun belum ada konfirmasi resmi.

Wakil menteri luar negeri Tzipi Hotovely pada hari Selasa menyatakan kekhawatirannya bahwa Israel akan kehilangan kesempatan untuk menjelaskan posisinya dengan membatalkan kunjungan.

Netanyahu dan pejabat Israel lainnya merespon terutama dengan bahasa yang keras atas disepakatinya resolusi Dewan Keamanan Jumat kemarin setelah Amerika Serikat abstain dari pemungutan suara.

Netanyahu menuduh bahwa Presiden AS Barack Obama “berkolusi” untuk terciptanya resolusi “memalukan” tersebut menjelang berakhirnya pemerintahannya.

Dengan memutuskan untuk tidak memveto langkah tersebut, Amerika Serikat memberi jalan bagi adopsi resolusi PBB pertama tersebut sejak tahun 1979 untuk mengutuk Israel atas kebijakan pemukiman illegal di tanah Palestina.