Mujahidin di Daraa Desak Faksi Perlawanan Wilayah Horan Hadang Pasukan Assad

SURIAH (Jurnalislam.com) – Faksi jihad di kota “Mahaja” di pedesaan Daraa menuntut faksi perlawanan daerah Horan untuk mengambil tindakan segera membantu pejuang Suriah di kota dan melawan pasukan rezim Syiah Assad.

Koresponden ElDorar AlShamia melaporkan, Selasa (27/12/2016) bahwa faksi jihad menuntut segera bentuk formasi militer daerah Horan untuk bergerak melawan pasukan rezim Assad dan memberikan bantuan demi menyelamatkan kawasan itu, terutama setelah kota itu menunda pelucutan senjata dan menyerahkannya dengan tujuan rekonsiliasi hingga Rabu pagi. Jika tidak, operasi militer besar-besaran akan terjadi di kota.

Rezim Syiah Nushairiyah Assad telah memberikan waktu beberapa jam kepada kota utara “Mahaja” untuk menyerahkan kota dan melakukan rekonsiliasi dan menyerahkan senjata mereka, setelah rezim mengirimkan pasukan militer ke daerah itu untuk meneror rakyat.

Kota dengan populasi hampir 23 ribu orang, yang dikelilingi oleh pasukan rezim Assad, juga dikendalikan oleh beberapa faksi jihad dan kelompok perlawanan, terutama faksi jihad Ahrar al-Sham.

Kotak Hitam Pesawat Militer Rusia Ditemukan

ANKARA (Jurnalislam.com) – Salah satu kotak hitam pesawat militer Rusia dengan 92 orang penumpang yang jatuh di Laut Hitam pada hari Ahad, ditemukan Selasa pagi, menurut sumber keamanan Rusia, lansir Anadolu Agency, Selasa (27/12/2016).

“Salah satu kotak hitam itu ditemukan di bawah kabin pesawat selama operasi pencarian,” kata sumber yang tidak disebutkan namanya seperti dikutip oleh kantor berita resmi negara TASS.

Kotak hitam pesawat Tu-154 itu ditemukan sekitar 1,6 kilometer di lepas pantai kota resor Sochi pada kedalaman 17 meter, kata sumber itu.

Kotak akan segera diamankan dan dibawa ke Moskow. Dua kotak lainnya terletak di bagian ekor pesawat, tambahnya.

Setelah kecelakaan itu – yang menewaskan semua penumpang, termasuk perwira dan pasukan Rusia juga semua musisi Red Army Choir – Putin menyatakan 26 Desember sebagai hari berkabung nasional.

Putin mengatakan kepada wartawan pada hari Ahad di St. Petersburg bahwa komisi yang dipimpin oleh Menteri Transportasi Maxim Sokolov akan menyelidiki kecelakaan itu.

“Sebuah penyelidikan menyeluruh akan dilakukan untuk menentukan penyebab kecelakaan pesawat dan segala upaya dilakukan untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban,” kata Putin.

Pesawat itu sedang dalam perjalanan ke Latakia Suriah untuk ambil bagian dalam konser Tahun Baru ketika menghilang dari radar setelah lepas landas dari Sochi.

Selain 64 anggota Paduan Suara Tentara Merah (Red Army Choir atau Alexandrov Ensemble), 92 korban kecelakaan ini termasuk sembilan wartawan, delapan tentara, dua pejabat Kementerian Pertahanan, dan salah satu anggota sebuah LSM.

Faksi Perlawanan Suriah Pukul Mundur Pasukan Assad di Hosseinieh, 15 Tewas

SURIAH (Jurnalislam.com) – Faksi perlawanan Wadi Barada di provinsi Rif Dimash pada hari Selasa memaksa pasukan rezim Syiah Assad untuk meninggalkan beberapa daerah setelah serangan mematikan di Hosseinieh.

Faksi oposisi di desa Wadi Barada melakukan serangan sengit di basis pasukan rezim Assad dan milisi Syiah Hizbullah hingga menewaskan hampir 15 pasukan rezim, serta merebut kontrol atas dua bukit di posisi strategis daerah Husseiniya, sumber lapangan mengkonfirmasi kepada ElDorar AlShamia, Selasa (27/12/2016).

Rezim Nushairiyah Assad meluncurkan operasi militer disertai dengan serangan udara di desa Wadi Barada untuk memaksa mereka tunduk kepada rekonsiliasi atau pemindahan paksa, sedangkan serangan darat berkonsentrasi pada wilayah “Deir Kanoun, Ard al-Dahra, Jabal Habil dan Basimah.”

Serangkaian kota-kota di Rif Dimashq mengumumkan pembentukan komando militer yang bersatu beberapa hari yang lalu, dengan nama “Aliansi Pertahanan Gabungan (Joint Defense Alliance)” untuk mencapai beberapa tujuan terutama menghentikan pemindahan paksa dan mencegah pasukan rezim Assad membuat kemajuan di daerah “Wadi Barada”.

Raja Salman Luncurkan Bantuan Kemanusiaan 100 Juta Riyal ke Pengungsi Aleppo

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Misi kemanusian ini dimulai pada hari Selasa dan akan meminta bantuan dari seluruh kerajaan, menurut pernyataan dari Arab Saudi Royal Court.

“Mengingat apa yang terjadi pada saudara-saudara kita di Suriah dan mereka yang menderita, terutama yang mengungsi dari Aleppo dan yang terdampar karena keadaan sulit dan peristiwa menyakitkan di tempat tinggal mereka, Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud – atas ijin Allah – telah memerintahkan pelaksanaan misi bantuan kemanusiaan yang akan mencakup seluruh wilayah Kerajaan mulai besok, “pernyataan Saudi Press Agency mengumumkan, Selasa (27/12/2016).

Badan itu mengatakan Raja Salman juga menyumbangkan 20 juta riyal dari uangnya sendiri untuk misi tersebut, Putra Mahkota Mohammed bin Nayef telah menyumbangkan 10 juta, dan Wakil Putra Mahkota Mohammed bin Salman memberikan kontribusi 8 juta.

Pusat Kemanusiaan dan Bantuan Raja Salman (The King Salman Humanitarian and Relief Centre) akan mendukung sebagian besar pekerjaan dan akan berkoordinasi dengan LSM lain di kerajaan untuk membantu tercapainya tujuan dan sasaran misi.

Misi, yang dikenalkan secara aktif di Twitter, mengumumkan bahwa sumbangan dapat dilakukan melalui SMS dari Arab Saudi. 10, 20, atau 30 riyal Saudi dapat dikirim melalui pesan ke 5565. Atau, uang dapat dikirim melalui transfer bank ke Ahli Bank menggunakan nomor rekening SA2310000020188888000100.

Habib Rizieq Dipolisikan, FMI Ajak Elemen Mahasiswa Islam Bersatu Bela Ulama

TANGERANG SELATAN (Jurnalislam.com) – Front Mahasiswa Islam (FMI) mengajak elemen mahasiswa muslim menggalang persatuan dan kekuatan untuk membela ulama menyusul dipolisikannya Habib Rizieq Syihab oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).

“Mengajak semua elemen mahasiswa, khususnya mahasiswa Islam menggalang kekuatan dan menggalang persatuan antar organisasi mahasiswa Islam se-Indonesia, sebagai bentuk pembelaan terhadap ulama,” kata Ketua Front Mahasiswa Islam (FMI) Banten Luthfi Hasbi Hasbullah dalam pernyataan tertulis, Selasa (27/12).

Luthfi juga mengajak semua elemen mahasisiwa Islam antara lain HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), PII (Pelajar Islam Indonesia) untuk ikut mengawal pelaporan yang dilakukan oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI). Di samping itu dia juga mengimbau agar mahasiswa tetap menjaga persatuan NKRI.

“Mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk ikut serta dalam membela kehormatan ulama, habaib, ustadz dan seluruh tokoh agama Islam,” tandas Luthfi.

PMKRI melaporkan Habib Rizieq Syihab ke Polda Metro Jaya pada Senin (26/12). Imam Besar Front Pembela Islam itu dilaporkan atas tuduhan penistaan agama Kristen.

Menurut Katua PMKRI Angelius Wake Kako laporan itu dibuat berdasarkan pernyataan Habib Rizieq saat ceramah di Pondok Kelapa pada tanggal 25 Desember 2016. Dalam kesempatan itu Habib Rizieq mengatakan ‘Kalau tuhan itu beranak, terus bidannya siapa?’

PMKRI melaporkan Habib Rizieq dengan pasal 156 dan 156a KUHP, sama dengan pasal yang dilanggar Ahok. Habib Rizieq juga dilaporakan dengan UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Sumber: Kiblat.net

Ketua MPR RI: Hidayatullah Majukan Bangsa

BATAM (Jurnalislam.com) – Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengapresiasi organisasi massa Hidayatullah yang telah memajukan bangsa dengan beragam kerjanya dan mengingatkan generasi muda Hidayatullah terus melanjutkan kiprah tersebut.

“Saya optimis pemimpin masa depan Indonesia dari Hidayatullah. Penampilannya santai, ceria, dan memancarkan aura kebersahajaan,” kata Zulkifli Hasan ketika berpidato membuka Musyawarah Nasional VI Syabab Hidayatullah di Kampus II Hidayatullah Jl Brigjen Katamso, Tanjung Uncang, Kota Batam, Selasa (27/12/2016).

Pada kesempatan tersebut Zulkifli memuji Hidayatullah yang berkiprah dakwah menebarkan Islam dengan prinsip rahmatan lil ‘aalamiin.

Zulkifli menerangkan, martabat bangsa tidak akan tercapai apabila umat masih meributkan perbedaan dalam masalah yang sebenarnya bukan menjadi persoalan utama. Karena itu ia mendorong semangat dakwah yang merangkul terus menjadi ciri khas Hidayatullah.

“Saya sepakat kita umat Islam meninggalkan perbedaan-perbedaan yang tidak mendasar yang hanya akan menguras energi kita. Jangan sesama muslim tawuran,” imbuhnya.

Zulkifli menambahkan, kalau dengan umat beragama lain saja kita bisa bersatu, dia yakin antar elemen ummat Islam juga bisa saling bersatu dan menepikan perbedaan-perbedaan yang ada. Ia mecontohkan, pada aksi 212 umat Islam bisa menampilkan aksi indah bermartabat karena diantara mereka saling mengedepankan saling penghargaan dan penerimaan.

Lebih lanjut Zulkifli mengatakan umat Islam harus terlibat memasuki alam demokrasi yang memungkinkan siapapun menjadi apapun yang diatur dalam konstitusi.

Sejalan dengan itu, sejatinya demokrasi melahirkan kesejahteraan bagi rakyat. Namun sayangnya, sebut Zulkifli, umumnya lahan tanah di Indonesia hanya dikuasi segelintir orang.

“Padahal dalam UUD 45 bahwa tanah dan kekayaan alam yang terkandung di negeri kita harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Inilah esensi demokrasi Pancasila,” tegasnya.

Dia mengingatkan pemuda Hidayatullah dapat mengambil peran lebih luas dalam membangun bangsa ke depan dengan memasuki ceruk yang lebih luas seperti kewirausahaan.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan umat Islam harus mandiri dengan ekonomi yang kuat. Kalau ekonomi kuat, umat akan maju. Lanjut dia, apabila pemuda tidak siap berkompetisi, maka ia bisa menjadi kuli di negeri sendiri.

“Syabab Hidayatullah harus mengerti entrepreneuer. Kejayaan Islam mudah-mudahan dari Indonesia, dan kejayaan Indonesia tercinta ini dari Hidayatullah,” harapnya di hadapan ratusan hadirin.

Pembukaan Munas VI Syabab Hidayatullah ini turut dihadiri Ketua Umum PP Syabab Hidayatullah Naspi Arsyad dan sejumlah tokoh diantaranya Ketua Umum DPP Hidayatullah Nashirul Haq, Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro, sejumlah anggota DPRD, Ketua Hidayatullah Batam KH Jamaluddin Nur dan anggota DPD RI Muhammad Asri Anas yang juga mengisi acara sosialisasi empat pilar kebangsaan dalam rangkaian acara Munas tersebut.

Sumber: Pers Rilis Hidayatullah

Sinergi Foundation Tegaskan Bantuan Diterima Pengungsi Suriah

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Sinergi Foundation (SF) tegaskan bantuan yang dikirim bersama Indonesia Humanitarian Relief (IHR) dan IHH (İnsan Hak ve Hürriyetleri İnsani Yardım Vakfı), diterima pengungsi Suriah. Demikian yang disampaikan Ketua Dewan Pembina SF, KH. Prof. Miftah Faridl atas tudingan yang beredar di dunia maya.

“Tidak benar bahwa penyaluran bantuan tidak sampai kepada sasaran,” ucap KH. Prof. Miftah Faridl kepada Islamic News Agency (INA) di Bandung, Senin (27/12/2016).

“Amanah kemanusiaan untuk rakyat Suriah dilakukan bersama IHH, lembaga kemanusiaan yang sangat kredibel di Turki,” lanjutnya.

Ketua MUI Bandung ini menjelaskan bantuan tersebut dikirimkan di tiga pos layanan yatim kamp pengungsian wilayah Reihanly, Turki, Kamis (30/6/2016) waktu setempat.

Pertama, Pos Layanan Yatim Shafa, yang terdiri dari anak-anak yatim usia pra sekolah dan sekolah dasar. Kedua, Pos Layanan Yatim Halimah Sa’diyyah, yang berisi anak-anak balita sekira 40 orang, dan diasuh oleh 14 halimah. Kemudian, Pos Layanan Yatim Ikrimah, yang hanya berisi anak-anak perempuan, mulai usia balita sampai remaja 15 tahun. Pos Ikrimah diasuh oleh 20 pengasuh.

“Pos-pos layanan yatim ini, selain dijadikan tempat tinggal, juga difungsikan sebagai tempat belajar. Pengajaran dikhususkan pada kajian keagamaan dan Al Qur’an,” terang guru besar ITB ini.

Prof. KH. Miftah Faridl berpendapat, penyebarluasan informasi di dunia maya hanya berdasar sepenggal informasi, tidak melakukan proses konfirmasi dan verifikasi merupakan bagian dari teror terhadap kemanusiaan.

“Upaya teror ini, dilakukan dengan mendiskreditkan, bahkan cenderung menargetkan pembunuhan karakter lembaga kemanusiaan yang selama ini bersama-sama ormas Islam, ulama, dan aktivis kemanusiaan menggalang semangat berbagi,” kata KH. Prof. Miftah.

“Teror ini dilakukan oleh pihak-pihak yang bersuka cita di atas penderitaan rakyat Suriah. Mereka tak ingin, air mata rakyat Suriah mengetuk nurani kemanusiaan kita,” pungkasnya.

Reporter : Aghniya Ilma Hasan/INA

Pernyataan Sikap IHR Terkait Fitnah dari Media dan Aktivis Pro Syiah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sehubungan dengan beredarnya fitnah yang dialamatkan kepada Indonesian Humanitarian Relief Foundation (IHR) bahwa bantuan kami tidak diberikan kepada rakyat Aleppo, maka kami menilai tuduhan ini adalah tudingan serius. Dengan ini, IHR menyatakan sikap:

1. Melihat polanya, arus fitnah ini tampaknya bukan barang baru. Upaya propaganda ini dilakukan oleh pihak-pihak yang memang sejak awal tidak ingin nestapa warga Suriah terdengar mengetuk hati nurani warga Indonesia.
Caranya dilakukan dengan berbagai pola, salah satunya adalah membunuh karakter NGO-NGO kemanusiaan yang selama ini bersama-sama ormas Islam, ulama, dan aktivis kemanusiaan menggalang semangat berbagi.

2. Tuduhan IHR tidak menyalurkan untuk warga Suriah jelas tuduhan fitnah dan tidak benar. Pihak-pihak yang melakukan propaganda ini hanya menyandarkan kepada satu potongan berita, tanpa mau melihat informasi secara utuh. Padahal bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Suriah kami lakukan dengan bekerjasama dengan lembaga kemanusiaan yang sangat kredibel di Turki, yakni İnsan Hak ve Hürriyetleri İnsani Yardım Vakfı atau dikenal dengan nama IHH. IHH adalah organisasi lembaga kemanusiaan internasional yang telah diakui oleh PBB. Dalam kiprahnya, IHH pernah menjadi inisiator konvoi kemanusiaan Freedom Flotilla menuju Gaza, Palestina, yang diikuti lembaga dan aktivis kemanusiaan dunia.

3. Adalah kewajiban semua kaum Muslim membantu saudaranya di dunia yang sedang menderita dan pengalami penindasan. Sebab adalah wujud kemanusiaan Universal dalam Islam. Kami menilai tudingan ini adalah bagian dari upaya melemahkan semangat kemanusiaan masyarakat Indonesia untuk membantu sesama saudaranya di Suriah.
Namun tidak semua usaha kemanusiaan masyarakat Indonesia terhadap masyarakat Suriah ini disukai oleh pihak-pihak tertentu yang memang sejak lama berupaya menutup-nutupi fakta krisis kemanusiaan dan kekejaman yang terjadi di Suriah.

4. IHR adalah lembaga yang didirikan para aktivis kemanusiaan dari banyak elemen umat. Dengan membawa-bawa nama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI), kelompok penfitnah – yang diduga jejaring gerakan Pro Rezim Bashar al Assad di Indonesia ini – ingin berusaha melakukan usaha memecah ukhuwah umat Islam yang saat ini sedang solid.

5. Jika pihak-pihak penebar fitnah tersebut tidak menghentikan tuduhannya setelah pernyataan resmi kami ini, maka kami akan ambil langkah hukum terhadap para penebar fitnah tersebut.[]

Bantuan Suriah Difitnah, Sinergi Foundation: Teror Dunia Maya dan Ujian Kemanusiaan Kita

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Air mata rakyat Aleppo belum juga surut, beredar fitnah terhadap Lembaga- Lembaga Kemanusiaan yang selama ini giat menggalang kepeduliaan atas derita rakyat sipil korban perang di tanah lahir para nabi itu.

Kabar yang beredar di dunia maya itu, menuding bantuan kemanusiaan tidak sampai ke sasaran, korban perang.

Sinergi Foundation (SF) dan Indonesia Humanitarian Relief (IHR) di antara Lembaga Kemanusiaan yang disebut-sebut dalam fitnah itu. Karenanya, sebagai lembaga milik publik, penting kiranya bagi SF untuk mengklarifikasi sekaligus menyampaikan pernyataan sikap, sebagai berikut:

1. Adalah benar bahwa dalam hal penyaluran kepedulian untuk Suriah, SF menggandeng Indonesia Humanitarian Relief (IHR) pimpinan Ustadz Bachtiar Nasir, yang bermitra dengan IHH (Insani Yakdim Vakhfi) NGO kemanusiaan terbesar di Turki.

Proses pemberangkatan tim kemanusiaan pun digelar secara transparan dalam sebuah gelaran konferensi pers bersama, yang mengundang media massa, pada Jumat 24 Juni 2016, di AQL Center, Tebet, Jakarta Selatan.

2. Adalah tidak benar bahwa penyaluran bantuan tidak sampai kepada sasaran. Amanah kemanusiaan untuk rakyat Suriah dilakukan bekerjasama dengan IHH (İnsan Hak ve Hürriyetleri İnsani Yardım Vakfı), lembaga kemanusiaan yang sangat kredibel di Turki. IHH adalah organisasi lembaga kemanusiaan internasional yang telah diakui oleh PBB. Dalam kiprahnya, IHH pernah menjadi inisiator konvoi kemanusiaan Freedom Flotilla menuju Gaza, Palestina, yang diikuti lembaga dan aktivis kemanusiaan dunia.

Bersama dengan Indonesia Humanitarian Relief (IHR) yang menggandeng IHH, Sinergi Foundation salurkan bantuan di kamp pengungsian wilayah Reihanly, Turki, Kamis (30/6/2016) waktu setempat.

Bantuan terdistribusi di 3 Pos Layanan Yatim di Reihanly yang menampung anak-anak, mulai dari balita sampai remaja usia 15 tahun di Reihanly. Pertama, Pos Layanan Yatim Shafa, yang terdiri dari anak-anak yatim usia pra sekolah dan sekolah dasar.

Kedua, Pos Layanan Yatim Halimah Sa’diyyah, yang berisi anak-anak balita sekira 40 orang, dan diasuh oleh 14 halimah. Kemudian, Pos Layanan Yatim Ikrimah, yang hanya berisi anak-anak perempuan, mulai usia balita sampai remaja 15 tahun.

Pos Ikrimah diasuh oleh 20 pengasuh. Pos-pos layanan yatim ini, selain dijadikan tempat tinggal, juga difungsikan sebagai tempat belajar. Pengajaran dikhususkan pada kajian keagamaan dan Al Qur’an.

3. Penyebarluasan informasi di dunia maya yang hanya berdasar sepenggal informasi, dengan tidak melakukan proses konfirmasi dan verifikasi adalah bagian dari teror terhadap kemanusiaan. Upaya teror ini, dilakukan dengan mendiskreditkan, bahkan cenderung menargetkan pembunuhan karakter lembaga kemanusiaan yang selama ini bersama-sama ormas Islam, ulama, dan aktivis kemanusiaan menggalang semangat berbagi. Teror ini dilakukan oleh pihak-pihak yang bersuka cita di atas penderitaan rakyat Suriah. Mereka tak ingin, air mata rakyat Suriah mengetuk nurani kemanusiaan kita.

4. Kemanusiaan adalah panggilan nurani berlandas iman yang kokoh. Yang tak mudah goyah oleh teror dalam bentuk apapun. Bahwa kewajiban kaum beriman membantu sesamanya di sudut-sudut dunia yang terdera nestapa. Maka kami mengajak segenap insan peduli, untuk merapatkan barisan, melawan “Teror Kemanusiaan” yang tengah terjadi, dengan mencermati dan menelaah arus informasi yang silih berganti datang, sebelum kemudian menjadikannya sebagai rujukan kebenaran. Sehingga daya dan semangat berbagi, tak akan lekang tergerus fitnah teroris kemanusiaan.

5. Sinergi Foundation (SF) sendiri adalah Lembaga Pengelola Wakaf, Zakat dan Infak-Sedekah yang concern di ranah Sosial – Pemberdayaan masyarakat lemah, termasuk isu-ius kemanusiaan. Berkiprah sejak tahun 2002, beberapa program masterpiece SF yang telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat antara lain: Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC), Taman Wakaf Pemakaman Muslim “Firdaus Memorial Park” (FMP), Lumbung Desa (LD), Green Kurban dan beberapa lainnya.

RBC misalnya. 12 Tahun berkiprah (2004-2016), RBC telah menjadi saksi kelahiran hampir 7000 bayi dari keluarga kalangan dhuafa.

Adapun Firdaus Memorial Park, adalah salah satu inovasi program Wakaf di bidang layanan pemakaman, yang menjawab masalah keterbatasan lahan, serta mahalnya biaya pemakaman di perkotaan. Mengusung tagline “Asri, Nyaman, Ramah Lingkungan dan Sesuai Syariah”, hingga kini sudah 70 Jenazah dari kalangan Wakif (Pewakaf) dan kalangan dhuafa yang dimakamkan Taman Wakaf Pemakaman Muslim Firdaus Memorial Park.

Di ranah kemanusiaan, SF turut serta menggalang kepedulian, antara lain: Tsunami Aceh (2004), Gempa Jogja (2006), Tsunami Pantai Selatan (2006), Gempa Nepal, Banjir Pantura, Derita Muslim Rohingya, Palestina, Suriah dan belahan dunia Islam lainnya.

Demikian klarifikasi cum pernyataan sikap kami, Sinergi Foundation. Semoga Allahu Ta’ala berkenan melindungi kita dari fitnah keji teroris kemanusiaan.

Wassalamualaikum warahmatullah
Prof. Dr. KH. Miftah Faridl
(Ketua Dewan Pembina)

Fitnah Lembaga Kemanusiaan, KH. Ahmad Fauzi Tijani: Syiah Lakukan Teror

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pemberitaan sejumlah media dan aktivis pro Syiah terhadap lembaga kemanusiaan Indonesian Humanitarian Relief (IHR) Foundation mulai mendapat perhatian kalangan ulama.

Ulama Madura, KH. Ahmad Fauzi Tijani, menyatakan, tudingan IHR tidak memberikan bantuan kepada teroris adalah fitnah.

“Dengan adanya Kelompok syiah di Indonesia yang mulai menyebar fitnah setelah jatuhnya Aleppo ke tangan Rezim Tirani Bassar Assad, mereka memfitnah bahwa bantuan kemanusiaan yang diberikan lembaga-lembaga kemanusiaan Indonesia diberikan kepada teroris,” ujar pengasuh pondok pesantren Al Amien, Prenduan, Madura ini seperti dilansir Islamic News Agency, Selasa (27/12/2016).

Lebih lanjut Kyai kesohor di Madura ini menyoroti subjektifitas kalangan Syiah dalam mendefinisikan istilah teroris. Menurutnya, Syiah akan selalu menyematkan gelar teroris bagi kelompok yang kontra dengan Rezim Syiah Nushairiyyah di Suriah.

“Maka menurut saya justru sikap memfitnah dari kelompok Syiah itu yang dikategorikan sebagai sikap teror terhadap kemanusiaan dan tidak berkemanusiaan. Bahkan dalam perang sekalipun ada hukum positif internasional dan hukum Islam yang melindungi golongan yang lemah dan memiliki hak mendapatkan bantuan kemanusiaan,” terang Kyai yang juga Ketua Akselerasi Pegiat Ekonomi Syariah ini.

Seperti diketahui, sejumlah media dan akun pro Syiah menerangkan IHR telah memberikan bantuan kemanusiaan kepada teroris, bukan pada rakyat.

Sementara itu, dalam pemberitaan Euronews yang menjadi sandaran situs yang melakukan fitnah tersebut, disebutkan, bantuan kemanusiaan tersebut hendak diberikan kepada warga sipil namun diduga masih disita faksi Jaysul.

Masih dilansir Euronews, menurut kantor HAM PBB distrik al-Kalasa adalah salah satu wilayah di mana pasukan rezim Suriah dituntut karena dengan sengaja menembak mati rakyat sipil.

Reporter: PZ/IslamicNewsAgency (INA)