Ancaman Allah Swt Menjadikan Orang Kafir Sebagai Pemimpin

Islam mengakui kebebasan setiap manusia untuk memilih agamanya dan mengajarkan bahwa tidak ada paksaan dalam beragama, namun dengan konsekuensi bahwa kelak di akherat setiap manusia akan mempertanggung jawabkan pilihannya tersebut di hadapan Allah Swt pencipta alam semesta ini.
Tentunya seorang mukmin harus punya standar, bagaimana bersikap terhadap orang kafir

Di dalam Alqur’an dengan tegas, Allah Swt melarang kaum mukmin untuk menjadikan orang kafir sebagai wali, pemimpin ataupun orang kepercayaan, yang dikarenakan dikhawatirkan mereka akan berkhianat dan membuat kerusakan dengan berbuat dosa di muka bumi.

Allah Swt berfirman:

“Janganlah orang-orang mu’min mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).(QS Ali Imran : 28)

Mengapa Allah mewajibkan kita memilih pemimpin seorang Muslim?

Bahwa dalam pandangan Allah Swt seorang mukmin lebih bisa dipercaya dalam mengemban amanah , karena orang Mukmin dijamin oleh Allah Swt menjadi umat pilihan, yaitu umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf (baik) dan mencegah dari yang munkar (kejahatan),

Sebagaimana Allah Swt berfirman:

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS Ali Imran : 104)

Allah sangat melarang keras mengambil Pemimpin dari kalangan orang kafir.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS Al Maidah : 51).

Apabila perintah Allah untuk memilih pemimpin dari kalangan orang beriman ini tidak dilaksanakan maka akan terjadi kekacauan di muka bumi karena penghianatan seorang pemimpin terhadap suatu amanah yang tidak ditunaikan dan tidak menegakkan keadilan dikalangan kaum muslimin , tentu saja kita ikut bertanggung jawab terhadap dosa dan kekacauan yang ditimbulkan, karena pada dasarnya, apabila ada kemungkaran sedang berlangsung, maka wajib bagi setiap muslim untuk mencegahnya sesuai dengan kemampuan.

Allah Swt berfirman :

“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai orang beriman) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar”. (QS Al-Anfal :73)

Sebagai seorang muslim tentu kita hanya mengikuti arahan dari Allah dan RasulNya sebagai bentuk ketaatan kita dan harapan kelak di masukkan Allah bersama dengan Rasulullah, Para sahabat dan pengikutnya di Jannah.

Pantaskah seorang muslim mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan Allah Swt dengan mengatakan:

“kepemimpina tidak ada kaitanya dengan Agama, Dan laki laki, perempuan, sama selama bisa mimpin. Entah itu di pimpin wong kristen atau wong Hindu”.

Ibnu Katsir menjelaskan surat Al Maidah ayat 51 bahwa Allah mengancam dan memperingatkan bagi orang mu’min yang melanggar larangan ini Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim“” (Tafsir Ibni Katsir, 3/132).

Sangat jelas bahwa orang yang mengatakan seperti itu adalah masuk ke dalam golongan orang kafir yang memusuhi islam, tidak senang dengan tegaknya syariat dan mengikuti hawa nafsu saja karena menginginkan kesenangan dunia sehingga kebablasan dalam memahami toleransi dengan mengorbankan prinsip-prinsip seorang muslim dan mengorbankan aqidahnya.maka sangat Tidak pantas mengambil ilmu darinya karena akan bisa merusak pemahaman dan aqidah umat islam serta menjauhkan dari apa yang di ajarkan Allah dan Rasulnya.

Allah Swt berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi auliya bagimu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman” (QS. Al Maidah: 57)

As Sa’di menjelaskan: “Allah melarang hamba-Nya yang beriman untuk menjadikan ahlul kitab yaitu Yahudi dan Nasrani dan juga orang kafir lainnya sebagai auliya yang dicintai dan yang diserahkan loyalitas padanya. Juga larangan memaparkan kepada mereka rahasia-rahasia kaum mu’minin juga larangan meminta tolong pada mereka pada sebagian urusan yang bisa membahayakan kaum muslimin. Ayat ini juga menunjukkan bahwa jika pada diri seseorang itu masih ada iman, maka konsekuensinya ia wajib meninggalkan loyalitas kepada orang kafir. Dan menghasung mereka untuk memerangi orang kafir” (Tafsir As Sa’di, 236)

Wallahua’lam bisshowab

Ditulis oleh: Hamzah Baya S.Pd.I.

Sumber:
– Tafsir ibnu Katsir
– Tafsir As Sa’di

Aktivis Suriah Serukan Kesatuan Faksi-faksi Militer untuk Revolusi Total

SURIAH (jurnalislam.com) – Aktivis menyerukan unjuk rasa besok (hari Jumat, 30/12/2016) di seluruh daerah Suriah yang telah dibebaskan, membawa slogan “Revolusi Membawa Kita Bersama” demi mendesak penyatuan upaya faksi-faksi militer dan komitmen terhadap tujuan dan prinsip-prinsip revolusi Suriah.

“Ahmed Abu Azzam,” salah satu penyelenggara aksi menekankan dalam komentar untuk jaringan berita ElDorar, Kamis (29/12/2016), bahwa tujuan peluncuran slogan ini pada aksi unjuk rasa besok adalah untuk menyampaikan pesan kepada orang-orang Suriah yang bertahan, bahwa revolusioner harus terjadi di segala bidang, serta menegaskan kembali tujuan revolusi.

Unjuk rasa ini juga bertujuan untuk menyampaikan pesan kepada para pemimpin faksi bahwa revolusi lebih besar daripada faksi dan anggota faksi yang muncul sebagai hasil revolusi rakyat, sehingga para pengunjuk rasa besok (jumat) berencana untuk menyampaikan pesan kepada orang-orang terhormat di dunia, bahwa rakyat Suriah berada dalam revolusi hak melawan tirani rezim Assad, dan pesan lain disampaikan kepada agresor (pendukung rezim Suriah dan sekutunya) bahwa tindakan kriminal mereka akan meningkatkan desakan rakyat.

Revolusi Suriah dimulai sejak diluncurkan dengan partisipasi dari sejumlah besar orang dalam aksi unjuk rasa, selama tahun pertama, dimana beberapa peserta aksi hari Jumat mencapai hingga dua juta orang, dengan momentum paling besar terjadi di kota Hama dan provinsi Idlib, Rif Dimashq dan Daraa.

Hadang Pergerakan Pasukan Assad, Faksi Suriah Selatan Bentuk Aliansi Pertahanan Bersama

DAMASKUS (Jurnalislam.com) – Aliansi Pertahanan Bersama (Joint Defense Alliance) yang baru terbentuk di Suriah selatan mengumumkan akan memulai serangan pertama untuk mencegah pasukan rezim Assad dan kejahatan milisinya yang terbaru yaitu memotong sumber daya air untuk kota Damaskus dan mengancam akan menggempur daerah Wadi Barada.

Koresponden Eldorar Alshamia, Kamis (29/12/2016), mengatakan bahwa pasukan revolusioner dan faksi militer di Qalamon timur yang merupakan komponen aliansi akan menargetkan kabel koaksial dan optik, jalur gas, energi dan telekomunikasi milik rezim Assad yang memasok ke bandara militer.

Pasukan mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis akan menghentikan semua bentuk negosiasi dan komunikasi dengan rezim Syiah Nushairiyah Assad dan bersumpah untuk mengejutkan rezim Assad.

Beberapa kota di Pedesaan Damaskus beberapa hari lalu mengumumkan pembentukan komando militer terpadu, dengan nama Aliansi Pertahanan Bersama (Joint Defense Alliance), demi mencapai beberapa tujuan penting untuk menghentikan pemindahan paksa (pengusiran) dan berjaga-jaga di sekitar desa Wadi Barada yang terkena ancaman dan pemboman oleh rezim Assad.

Serangan Mortir Hantam Kedutaan Rusia di Damaskus

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Sebuah mortir menghantam kompleks kedutaan Rusia di ibukota Damaskus Suriah pada hari Kamis (29/12/2016).

“Tidak ada yang terluka setelah bom mortir menghantam kedutaan Rusia di Damaskus pada Kamis sore,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, lansir World Bulletin, Kamis.

Zakharova mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mortir mendarat di dekat pintu masuk bagian konsuler.

“Ledakan itu menyebabkan kerusakan material tapi tidak ada yang terluka,” katanya.

Zakharova mengatakan serangan lain terhadap misi diplomatik Rusia “tidak bisa diterima” dan pantas mendapatkan kutukan “kuat”.

“Upaya tersebut untuk mengganggu upaya yang bertujuan memastikan gencatan senjata di Suriah, harus dicegah,” tambahnya.

Kedutaan di Damaskus ditargetkan dua kali pada hari Rabu. Ini bukan pertama kalinya kedutaan diserang. Pada tanggal 28 Oktober, dua mortir juga telah menhantam kompleks kedutaan.

Diketahui Rusia adalah partner bagi rezim Bashar Assad dalam serangan udara brutal dibanyak lokasi di Suriah, khusunya di Aleppo, hingga mengakibatkan ribuan warga sipil tewas dan hancurnya infrastruktur dalam jumlah besar.

 

Turki: AS Terbukti Berkali-kali Kirim Senjata ke Kelompok Teroris di Suriah

TURKI (Jurnalislam.com) – Amerika Serikat telah mengirimkan pasokan senjata ke milisi Partai Uni Demokrat (PYD), afiliasi kelompok teror PKK di Suriah, berkali-kali di tahun 2016. Tapi hanya beberapa dari pengiriman senjata ini yang bisa dipastikan kebenarannya, World Bulletin melaporkan, Kamis (29/12/2016)..

Pada tanggal 7 April, militer AS telah mengirim pasokan pertama untuk kelompok teror ini di pangkalan udara Rumeylan di kota Ayn al-Arab timur laut Suriah, menurut seorang koresponden Anadolu Agency di provinsi Al-Hasakah.

Sejumlah besar amunisi dibawa ke pangkalan dengan pesawat kargo AS dari kota Erbil Irak utara.

Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa Pentagon terus mengirimkan pasokan senjata ke pangkalan udara tersebut, yang didirikan oleh tentara AS di Oktober 2015.

Selama operasi musim panas untuk merebut kota lain di utara Suriah, Manbij, AS telah mempercepat pengiriman senjata di pantai barat Sungai Efrat.

Bahkan sebelum operasi yang sedang berlangsung di Raqqa, yang diluncurkan beberapa hari sebelum pemilihan presiden 8 November di AS, kelompok teror PYD menerima sejumlah besar senjata termasuk senjata berat.

Dalam dua pekan terakhir, pesawat kargo AS telah tiga kali mengirimkan senjata di pangkalan udara Rumeylan: yaitu pada 13, 23 dan 27 Desember.

Pasokan terakhir adalah yang terbesar.

Sementara itu, puluhan truk sarat senjata berat telah memasuki Suriah dari kota Erbil Irak melalui perbatasan Simarka.

Meskipun terbukti semua mobilitas tersebut di darat, pejabat AS terus menolak tuduhan dukungan senjata Pentagon bagi teroris PYD / PKK.

Duta besar AS untuk Turki John R. Bass mengatakan dalam sebuah wawancara pada 23 Desember bahwa negaranya tidak mendukung mereka secara langsung.

“Kami tidak secara langsung membantu PYD, tidak dengan senjata atau amunisi,” tegasnya.

Tapi hanya beberapa jam setelah pernyataannya, militer AS melakukan lagi pengiriman baru untuk kelompok teror tersebut.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Causoglu pada hari Kamis mengecam duta besar AS dan mengatakan bahwa AS “jelas diketahui” telah memasok senjata bagi cabang PKK Suriah tersebut.

“Sampai hari ini, AS telah memberikan senjata kepada YPG. Titik,” katanya dalam sebuah reaksi terhadap pernyataan Bass.

“AS telah memasok senjata bagi PYD maupun YPG. Itu sangat jelas. Baik mereka [AS] maupun kami tahu dengan baik bahwa senjata dipasok dengan alasan memerangi IS,” kata Cavusoglu.

YPG adalah sayap bersenjata dari – yaitu cabang Suriah dari milisi komunis bersenjata PKK, yang ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Turki dan Uni Eropa.

Menurut Turki, YPG dan PYD adalah organisasi teroris juga, karena mereka adalah afiliasi dari PKK.

Namun, AS menganggap YPG / PYD sebagai sebuah “partner terpercaya” di medan tempur Suriah dan terus mendukung mereka di lapangan.

Kelompok teroris komunis tersebut saat ini beroperasi di Suriah utara dan mengontrol sebagian besar wilayah dekat perbatasan Turki.

Gelombang Penyerbuan Tahap Kedua ke Kota Mosul Digelar, Begini Serangannya

MOSUL (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak telah memulai tahap kedua pertempuran untuk merebut kembali Mosul dari kelompok Islamic State (IS) pada hari Kamis di beberapa kota di tenggara Mosul, lapor koresponden Al Arabiya, Kamis (29/12/2016).

Melanggar gencatan pertempuran dua pekan, pasukan Irak yang didukung oleh serangan udara koalisi dan artileri pimpinan AS mendorong lebih dalam ke Mosul timur dalam serangan multi-cabang terhadap basis IS di Mosul.

Pasukan elit khusus mendorong ke dalam lingkungan Karama dan Quds, sementara pasukan tentara dan polisi federal maju ke dekat wilayah Intisar, Salam dan Sumor. Asap gelap membumbung setelah ledakan mengguncang kota dan senapan mesin api berat bergema melalui jalan-jalan.

Perlawanan IS, warga sipil yang terperangkap di dalam rumah mereka dan cuaca buruk memperlambat kemajuan serangan yang telah berlangsung lebih dari dua bulan untuk merebut kembali kota terbesar kedua Irak, yang merupakan benteng kota terakhir kelompok IS di negara itu. Ini adalah operasi militer terbesar Irak sejak invasi 2003 pimpinan AS.

Pertempuran dimulai sekitar pukul 07:00 di hari yang cerah tapi dingin di bulan Desember dan berlanjut sampai sesaat sebelum matahari terbenam.

Pasukan khusus Irak, juga dikenal sebagai Golden Brigade, merebut sekitar setengah dari lingkungan Quds di sore hari.

Sebuah pernyataan oleh koalisi pimpinan AS mengatakan serangan hari Kamis membuka dua front baru di Mosul timur, meningkatkan tekanan pada militan untuk mengurangi kemampuan IS menghimpun kekuatan, menggerakkan atau memasok pasukan.”

Pasukan khusus Irak 'Golden Brigade'
Pasukan Khusus Irak ‘Golden Brigade’

Dikatakan bahwa, atas permintaan dari pemerintah Irak, pesawat-pesawat tempur koalisi telah “menghantam kembali” dua jembatan di atas Sungai Tigris di Mosul pada hari Selasa, dan sehari sebelumnya “merusak” jembatan penyeberangan terakhir di kota.

“Serangan itu dilakukan untuk mengurangi kebebasan pergerakan IS, dan untuk lebih mengganggu kemampuan IS dalam memperkuat, mengirim pasokan, atau menggunakan kendaraan penuh alat peledak di Mosul Timur,” kata pernyataan itu.

Dalam sebuah wawancara dengan The Associated Press, Selasa, Letnan Jenderal Abdul-Wahab al-Saadi, komandan pasukan khusus di Mosul timur, mengatakan pasukannya telah didukung oleh bala bantuan dan berada kurang dari 3 kilometer dari Sungai Tigris, yang membelah kota menjadi dua.

Sementara itu pada hari Kamis, serangan terpisah di dan sekitar Baghdad menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai 35 lainnya, kata polisi. Serangan paling mematikan terjadi di lingkungan Maalif di barat daya ibukota ketika rompi bahan peledak diledakkan di dekat pasar luar, menewaskan tujuh orang dan melukai 12, kata polisi.

Para pejabat medis mengkonfirmasi jumlah korban.

Semua pejabat berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang untuk mengeluarkan informasi.

Gencatan Senjata Secara Nasional akan Dimulai Nanti Malam, Menteri Suriah: Tidak Termasuk JFS

ANKARA (Jurnalislam.com) – Kementerian Luar Negeri Turki mengumumkan hari Kamis bahwa pihak yang berperang di Suriah telah menyepakati gencatan senjata secara nasional yang dijadwalkan dimulai 30 Desember pada pukul 12 tengah malam waktu setempat (2200GMT), Anadolu Agency melaporkan, Kamis (29/12/2016)

Kementerian itu mengatakan rezim Suriah dan oposisi telah memutuskan bahwa kelompok yang ditunjuk sebagai teroris oleh Dewan Keamanan PBB tidak termasuk dalam kesepakatan.

Turki dan Federasi Rusia akan bertindak sebagai negara penjamin dalam mendukung gencatan senjata, pernyataan Turki menambahkan.

“Dengan pemahaman ini, semua pihak berkomitmen untuk menghentikan semua serangan, termasuk serangan udara, dan menahan diri saling merebut wilayah satu sama lain / memperluas wilayah di bawah kendali mereka satu sama lain.

“Turki dan Rusia sangat mendukung dan akan bersama-sama memantau gencatan senjata / penghentian permusuhan ini,” kata kementerian itu.

Pernyataan itu menambahkan bahwa Turki akan terus berupaya memastikan transisi politik di Suriah atas dasar Deklarasi Jenewa dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2254, yang mengamanatkan pembicaraan intra-Suriah.

Turki mengatakan rezim Bashar al-Assad dan oposisi akan segera bertemu di Astana, Kazakhstan dengan kehadiran negara penjamin, untuk mengambil langkah-langkah signifikan terhadap revitalisasi proses politik yang dipimpin PBB.

Menteri Luar Negeri, Mevlut Cavusoglu menyatakan di Twitter: “Kami menyambut kesepakatan yang dicapai antara pihak yang bertentangan / bertikai di Suriah mengenai gencatan senjata nasional.”

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Suriah mengatakan Jenderal Komando Angkatan Bersenjata rezim telah menyatakan akan mematuhi penghentian komprehensif tersebut yang dimulai tengah malam – tidak termasuk Jabhat Fath al-Sham (sebelumnya Jabhah Nusrah) ditambah koalisinya dan kelompok Islamic State (IS).

Faksi Jihad Jabhat Fath al-Sham
Faksi Jihad Jabhat Fath al-Sham

“Langkah ini bertujuan untuk menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk mendukung jalannya politik krisis di Suriah,” tambah pernyataan militer Suriah.

Di Washington, AS, yang tidak terlibat dalam negosiasi, mengatakan akan menyambut “setiap upaya yang menghentikan kekerasan, menyelamatkan nyawa, dan menciptakan kondisi untuk negosiasi politik baru dan produktif.”

“Masyarakat internasional berharap gencatan senjata ini berhasil sehingga transisi Suriah yang dipimpin ke arah yang lebih representatif, bersatu, dan pemerintah damai bisa dimulai,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Mark Toner dalam sebuah pernyataan kepada Anadolu Agency.

Ikutilah! Deklarasi dan Pengukuhan Pengurus ANNAS Solo Raya

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Dalam rangka menjaga dan memelihara semangat Bela Islam oleh ummat Islam atas penodaan 1 ayat Al Qur’an oleh penista Al Qur’an yang disusul adanya gerakan Aksi Bela Islam 1, 2 hingga aksi ke-3 pada Aksi 212 yang lalu, kini Formatur Aliansi Nasional Antii Syiah (ANNAS) Solo Raya menggelar Tabligh dengan tema: Pembentengan Aqidah Ummat dari Paham Sesat Syiah.

Usai Tabligh dilanjutkan Deklarasi dan Pengukuhan Pengurus ANNAS Solo Raya Wilayah Jawa Tengah yang akan dilaksanakan pada:

Hari / Tanggal : Ahad, 1 Januari 2017

Waktu : Pukul 07.30-11.30 WIB.

Tempat : Masjid Jami MUI Semanggi Surakarta Jawa Tengah

Sambutan :

  1. Ust. Tengku Azhar Al Muhairy, Lc. (Ketua Formatur ANNAS Solo Raya)
  2. Prof. Dr. dr. Zainal Arifin Adnan, Sp., Pd-KR-FINASIM (Ketua MUI Surakarta)

Orator :

  1. K.H. Athian Ali M. Da’i, Lc. M.A. (Ketua Umum ANNAS Pusat)
  2. Habib Ahmad bin Zein Al Kaff (A’wan Syuriah PW NU Jawa Timur; Ketua Majelis Syuro ANNAS Pusat)
  3. Drs. K.H. Abdullah Manaf Amin (Tokoh Ulama Senior Surakarta)
  4. Dr. K.H. Mu’inudinillah Basri, Lc. M.A. (Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta; Pengurus Majelis Syuro ANNAS Pusat)
  5. Dr. H. Abdul Chair Ramadhan, S. H.,M. H. (Komisi Hukum MUI Pusat; Pengurus Dewan Pakar ANNAS Pusat)

Formatur ANNAS Solo Raya mengundang kaum Muslimin untuk menghadirinya.

Ini Alasan AS Abstain Hingga PBB Mengutuk Israel

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri John Kerry mengatakan pada hari Rabu bahwa masa depan solusi dua-negara berada “dalam bahaya serius”, membela AS yang abstain pekan lalu pada pemungutan suara Dewan Keamanan PBB mengutuk permukiman yahudi di tanah Palestina.

“Amerika Serikat pada kenyataannya bertindak sesuai dengan nilai-nilai kami, seperti yang telah dilakukan administrasi AS sebelumnya di Dewan Keamanan,” kata Kerry dalam sebuah konferensi pers dimana ia menguraikan visi pemerintahan Barack Obama untuk perdamaian Timur Tengah, lansir Anadolu Agency, Rabu (28/12/2016).

Kerry mengatakan pemungutan suara itu ditujukan untuk “melestarikan solusi dua negara” mencatat bahwa dua negara terpisah adalah “satu-satunya cara untuk mencapai perdamaian yang adil dan abadi antara Israel dan Palestina”.

Kerry juga membela komitmen pemerintah Amerika untuk Israel.

“Tidak ada pemerintahan Amerika sebelumnya yang telah melakukan lebih banyak untuk keamanan Israel dibanding Barack Obama,” katanya. “Perdana menteri Israel sendiri telah mencatat kerjasama militer dan intelijen yang belum pernah terjadi sebelumnya. Latihan militer kami lebih maju dari sebelumnya.”

Kerry mengecam para pemimpin Israel yang mengatakan bahwa tindakan AS berlawanan dengan kepentingan AS sendiri. “Sayangnya, beberapa pihak tampaknya percaya bahwa persahabatan AS berarti AS harus menerima kebijakan apapun, terlepas dari kepentingan kami sendiri, posisi kami sendiri, kata-kata kami sendiri, prinsip-prinsip kami sendiri, bahkan setelah mendesak lagi dan lagi bahwa kebijakan tersebut harus berubah,” dia berkata.

Kerry mengatakan, pemerintahan AS telah memblokir “upaya yang tak terhitung jumlahnya untuk mendelegitimasi Israel” di PBB.

Menurut diplomat top Amerika, pemerintahan AS sebelumnya juga memberi jalan resolusi bagi Israel untuk lulus Dewan Keamanan.

Di bawah George W. Bush, kata dia, Dewan melewati enam resolusi yang ditentang Israel, termasuk satu panggilan untuk membekukan permukiman yahudi.

Dia menegaskan keyakinannya bahwa “masa depan Israel adalah negara Yahudi dan demokratis” sekaligus hidup “berdampingan dalam perdamaian dan keamanan dengan tetangga-tetangganya”.

“Mereka [Israel dan Palestina] dapat memilih untuk hidup bersama dalam satu negara atau terpisah menjadi dua negara,” katanya. “Tapi di sini ada realitas fundamental, jika pilihannya adalah satu negara, Israel dapat menjadi Yahudi atau Demokrat, tidak bisa menjadi keduanya. Dan itu tidak akan pernah benar-benar damai.”

Kerry mengatakan ia menyaksikan sendiri “kerusakan akibat konflik” di kedua sisi dan polarisasi mendalam mengamuk di wilayah disertai dengan narasi permusuhan, yang membuat solusi satu negara tidak mungkin.

“Setelah konflik puluhan tahun, banyak pihak yang tidak lagi melihat sisi lain sebagai orang, hanya sebagai ancaman dan musuh,” katanya.

Dia menunjukkan bahwa sebagian besar Israel dan Palestina telah mengabaikan kemungkinan perdamaian atau menyerah dengan perubahan di wilayah tersebut.

“Dengan pengunduran diri pasif ini, masalah hanya akan lebih buruk, risiko lebih besar dan pilihan lebih sempit,” katanya. “Jika hanya ada satu negara, akan ada jutaan warga Palestina yang tinggal secara permanen di daerah-daerah kantong yang terpisah di tengah Tepi Barat tanpa hak politik yang nyata, sistem pendidikan dan transportasi legal yang terpisah, perbedaan pendapatan yang luas, di bawah pendudukan militer permanen yang menghalangi mereka mendapatkan kebebasan yang paling dasar.”

Kerry menolak tuduhan Israel bahwa AS adalah kekuatan pendorong di belakang suara PBB tetapi mengatakan Washington telah lama menentang permukiman Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Dia juga menegaskan bahwa kota suci Yerusalem harus tetap menjadi wilayah bersama bagi kedua komunitas.

AS menginginkan solusi dua-negara untuk konflik Israel-Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967, sebelum Perang Enam Hari.

Kerry mengatakan dalam upaya menuju “satu negara dan pendudukan abadi” penduduk pemukim Israel di Tepi Barat telah tumbuh menjadi 270.000 sejak Oslo Accords tahun 1990-an.

Dia mengecam para pejabat sayap kanan Israel yang berpendapat permukiman diperlukan untuk keamanan Israel.

Dia menyatakan bahwa pemerintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai “sayap paling kanan dalam sejarah Israel, dengan agenda yang didorong oleh unsur-unsur paling ekstrim.”

Menjelang pidato Kerry, Presiden terpilih Donald Trump mengambil kebijakan Israel pada pemerintahan Obama.

“Kita tidak bisa terus membiarkan Israel diperlakukan dengan penghinaan dan rasa tidak hormat seperti ini,” kata Trump di Twitter. “Mereka sebelumnya adalah teman yang hebat bagi AS, tapi sekarang tidak lagi. Awal kehancuran ini adalah kesepakatan mengerikan dengan Iran, dan sekarang ini (PBB-UN)!” Trump tweeted. “Tetap kuat Israel, 20 Januari semakin mendekat!,” tambahnya mengacu pada tanggal ia mengambil sumpah jabatan.

Sumber Air Minum Warga Dibom Pasukan Rezim Assad

DAMASKUS (Jurnalislam.com) – Sumber Air minum terputus sepenuhnya dari ibukota Suriah Damaskus beberapa hari yang lalu, karena mata air segar “Fijeh” di daerah lembah Barada tidak bisa beroperasi akibat dua bom barel menargetkan mata air tersebut dijatuhkan dari helikopter tentara rezim Assad dalam serangan bom di wilayah tersebut untuk mengusir penduduk dari rumah mereka, ElDorar AlShamia melaporkan, Rabu (28/12/2016).

Helikopter rezim Nushairiyah Assad menjatuhkan puluhan bom barel di wilayah tersebut, menghantam desa “Basimah” dan kota “Ain al-Fijeh,” yang menyebabkan kerusakan besar bagi mata air dan pompa, dan menyebabkan bercampurnya air dengan minyak. Pemboman juga menyebabkan padamnya listrik yang mengganggu pompa yang memompa air ke kota Damaskus, dan pengeboman juga menyebabkan rumah sakit dan klinik tidak dapat berfungsi, serta rusaknya kantor pertahanan sipil, masjid dan bangunan bagi orang-orang yang terlantar.

Masalah air di ibukota Damaskus memburuk, dan harga air minum yang dijual di mobil atau botol plastik meningkat dua kali lipat. Padamnya listrik juga memperburuk penderitaan penduduk.

Area mata air “Fijeh” dibebaskan tiga tahun lalu, di mana air sebelumnya tidak pernah terputus untuk Damaskus, menjadi sumber kehidupan bagi 30 ribu warga yang tinggal di sana dan menolak pergi, sementara lebih dari 200 ribu orang lainnya tinggal di sembilan desa di Wadi Barada.