Inilah Laporan Gencatan Senjata Suriah berikut Pelanggarannya

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat mendukung gencatan senjata yang saat ini berlaku di Suriah serta rencana pembicaraan damai yang akan diselenggarakan di ibukota Kazakhstan bulan depan.

Resolusi, yang disetujui Sabtu malam, menyerukan pengiriman bantuan kemanusiaan yang cepat, aman dan tanpa hambatan di seluruh Suriah.

Rusia, yang mendukung rezim Suriah Bashar al-Assad, menengahi gencatan senjata dengan Turki awal pekan ini dengan harapan membuka jalan bagi perundingan perdamaian di Kazakhstan di tahun baru.

Gencatan senjata menyerukan negosiasi solusi politik untuk mengakhiri konflik yang telah menewaskan lebih dari 400.000 orang dan memaksa jutaan orang lainnya melarikan diri.

Vitaly Churkin, Duta Besar Rusia untuk PBB, memenuhi upaya untuk mengakhiri tahun dengan perjanjian internasional untuk Suriah dan berterima kasih kepada Turki atas kontribusi substantifnya.

“Sangat penting bahwa Dewan Keamanan mendukung upaya ini dengan Rusia dan Turki,” katanya.

“Mendukung resolusi berarti bahwa jika kita semua berusaha bersama-sama mencapai tujuan tertentu daripada mencoba untuk mendapatkan keuntungan, maka kita dapat membuat keputusan penting”.

Namun, dalam sambutannya setelah pemungutan suara, beberapa delegasi menyuarakan keprihatinan mereka, mengatakan perjanjian tersebut mengandung daerah abu-abu dan bahwa pelaksanaannya bersifat rapuh.

Reporter Al Jazeera Mike Hanna, melaporkan dari markas besar PBB di New York City, Sabtu (31/12/2016), mengatakan Rusia terpaksa menerima sejumlah perubahan agar resolusi tercapai.

“Kunci di antara mereka adalah bahwa gencatan senjata yang ditengahi Rusia-Turki adalah bagian dari inisiatif PBB yang lebih luas yang bertujuan memulihkan dialog politik,” katanya.

“Rusia telah menegaskan bahwa resolusi ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan tekanan PBB untuk memulai pembicaraan di Jenewa.”

Staffan de Mistura, utusan khusus PBB untuk Suriah, mengatakan ia bermaksud untuk mempertemukan perwakilan dari pihak yang bertikai untuk menghadiri pembicaraan di Jenewa setelah 8 Februari.

Gencatan senjata sebagian besar tetap utuh pada hari Sabtu meskipun pasukan oposisi melaporkan pasukan loyalis Assad menyerang 33 lokasi di wilayahnya.

Kelompok oposisi mengancam untuk meninggalkan gencatan senjata jika pemerintah terus melakukan serangan ke wilayah yang berada di bawah kendali mereka.

Pemimpin oposisi mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pemerintah Assad mencoba mengambil keuntungan dari situasi untuk lebih memperluas wilayahnya dengan serangan-serangan.

Sedikitnya 10 serangan udara menghantam desa dan kota yang dikuasai oposisi di lembah strategis Wadi Barada di dekat Damaskus, kata aktivis.

Reporter Al Jazeera Hashem Ahelbarra, melaporkan dari Gaziantep Turki dekat perbatasan Suriah, bahwa saat ini adalah momen yang sulit untuk gencatan senjata.

“Mereka [kelompok oposisi Suriah] telah mengirim seruan mendesak kepada PBB dan Turki, yang merupakan pemain kunci dalam gencatan senjata, untuk bernegosiasi dengan Rusia dan mencoba menghentikan serangan rezim Suriah, memperingatkan bahwa jika serangan ini terus berlanjut, tidak akan ada pilihan selain melanjutkan pertempuran,” katanya.

“Persyaratan gencatan senjata bersikeras bahwa saat gencatan senjata mulai berlaku, seharusnya tidak ada operasi militer, tidak ada pihak yang mengambil keuntungan dari gencatan senjata. Dan oposisi Suriah membutuhkan jaminan bahwa senjata tidak lagi bersuara di Suriah.”

Perang Suriah dimulai saat terjadi aksi unjuk rasa menentang Assad pada Maret 2011, tapi dengan cepat berkembang menjadi konflik bersenjata penuh.

Menghitung korban tewas yang tepat adalah sulit, sebagian karena penghilangan paksa puluhan ribu warga Suriah yang nasibnya tetap tidak diketahui.

Hampir 11 juta warga Suriah – separuh penduduk sebelum perang – telah mengungsi dari rumah mereka.

Bom Kembar di Pasar Baghdad Bunuh 21 Orang

IRAK (Jurnalislam.com) – Bom kembar menewaskan sedikitnya 21 orang dan melukai puluhan lainnya di ibukota Irak, Baghdad, Sabtu (31/12/2016), menurut seorang petugas polisi setempat.

Dua pembom meledakkan diri di dekat toko-toko suku cadang di pasar Al-Sinak di Baghdad tengah, Ahmed Khalaf mengatakan kepada Anadolu Agency, Sabtu.

Dia mengatakan 22 orang terluka dalam serangan itu, memperkirakan jumlah korban tewas bertambah karena banyak korban yang cedera berada dalam kondisi serius.

Pasukan tentara Irak mengepung pasar untuk mengantisipasi serangan lebih lanjut.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas pemboman tersebut.

Jaysh al Islam Gagalkan Serangan Rezim Assad di Rif Dimashq, 2 Kendaraan Militer Hancur

DAMASKUS (Jurnalislam.com)Jaysh al Islam pada Jumat malam mengumumkan bahwa pejuangnya menggagalkan serangan pasukan rezim Syiah Assad yang mencoba maju ke wilayah Ghouta timur di provinsi Rif Dimashq, lansir ElDorar AlShamia, Jumat (30/12/2016)

Menurut Kantor Media Jaysh al Islam, pertempuran sengit meletus di dua titik jalan raya Damaskus-Homs dan daerah Medaani, dan berlangsung selama beberapa jam, di mana pasukan Nushairiyah Assad menggunakan senjata berat, rudal dan artileri. Dua kendaraan militer akhirnya hancur dan beberapa pasukan penyerang rezim tewas.

Kantor Media menambahkan bahwa pasukan rezim Assad menargetkan garis depan “al-Karem” di jalan raya internasional dengan lebih dari 100 peluru artileri dan mortir, melanggar perjanjian gencatan senjata yang diumumkan Kamis malam secara nasional.

Rezim Bashar Assad melanggar perjanjian gencatan senjata, terutama di pedesaan Damaskus, meskipun Rusia memberikan jaminan, melanggar syarat perjanjian di desa-desa daerah Wadi Barada dan pedesaan Hama.

Menyoalkan Gencatan Senjata, JFS: Solusi Politik Seperti Itu Hanya Melahirkan Rezim Kriminal

SURIAH (Jurnalislam.com)Jabhat Fath al Syam pada hari Jumat mengeluarkan pernyataan mengenai perjanjian gencatan senjata yang diumumkan kemarin kepada seluruh oposisi di wilayah Suriah tidak termasuk Jabhat Fath al Syam (JFS) beserta koalisinya dan kelompok Islamic State (IS), ElDorar AlShamia melaporkan, Jumat (30/12/2016)

Juru bicara resmi untuk Jabhat Fath al Syam, Syeikh Hossam El-Shafei, mengatakan bahwa solusi politik, yang tercantum dalam isi perjanjian gencatan senjata akan kembali menghasilkan rezim seperti Bashar al-Assad.

“Sudah jelas bagi mereka yang hadir dan menandatangani, bahwa walaupun tidak ada kata-kata yang mengacu nasib al-Assad, tetapi yang disebut “solusi politik” dalam perjanjian ini sama dengan mereproduksi rezim kriminal,” tegas Hossam El-Shafei.

El Shafei menambahkan bahwa Jabhat Fath al Syam tidak menghadiri pertemuan untuk bernegosiasi, dan belum menandatangani perjanjian, yang salah satu penjaminnya merupakan penjajah (penghancur) Suriah.

“Solusi di Suriah hanya untuk menggulingkan rezim Bashar al-Assad secara militer, dan solusi politik seperti itu adalah pengkhianatan terhadap penumpahan darah dan sama dengan pembunuhan revolusi,” ElShafei memperingatkan.

Sambut 2017, Sinergi Foundation Rilis Infografis Penyaluran 2016

BANDUNG (Jurnalislam.com) -Membincang jejak langkah dalam membangun umat, Sinergi Foundation (SF) hanyalah satu episode di antara drama kehidupan orang pinggiran di negeri ini. CEO Sinergi Foundation, Ima Rachmalia menjelaskan, apa yang SF lakukan hanya sekelumit dari samudera persoalan yang membelit bangsa.

“SF hanya mencoba menyelami persoalan, lalu berpikir dan beraksi menjadi bagian dari solusi, berikhtiar menuntaskan agenda umat,” kata Ima kepada Islamic News Agency (INA), Jumat (30/12/2016).

Dan selama 2016, imbuhnya, capaiannya cukup menggembirakan. Ima menjelaskan, di ranah kesehatan, sosialisasi Klinik Wakaf Ibu dan Anak (RSIA Wakaf) telah terus berlangsung sejak trimester pertama 2016. Klinik berbasis wakaf produktif ini, kata Ima, sedianya menjadi salah satu penopang keberlangsungan Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) bagi dhuafa.

“RBC sendiri, telah menjejak usia yang ke-12. Ia telah menjadi saksi hampir 7 ribu kelahiran bayi dari keluarga kalangan lemah di negeri ini, dan telah menangani 144.196 layanan kesehatan,” kata Ima.

Masih di ranah wakaf, Ima menjelaskan, Rumah Makan Ampera berbasis wakaf produktif pertama di Indonesia, resmi diluncurkan pada 11 Maret 2016. Tak ketinggalan, Firdaus Memorial Park (FMP) terus berusaha meningkatkan kinerja pelayanan umat. Termasuk, kinerja tim layanan pengurusan jenazah yang siap siaga 24 jam, kapan pun masyarakat membutuhkan.

Infografis Program Penyaluran Bantuan SF Tahun 2016

Pun di bidang pemberdayaan ekonomi. Di pengujung Agustus 2016, SF menggelar Seminar dan Workshop Lumbung Desa (LD) guna memperluas jejaring pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Prof. Ahmad Erani Yustika yang menjadi keynote speaker kegiatan tersebut, mengapresiasi program Lumbung Desa.

Di bidang kemanusiaan, SF bekerjasama dengan Indonesia Humanitarian Relief (IHR) menyalurkan bantuan kepada anak yatim korban konflik Suriah. Penyerahan bantuan ini dilakukan kedua lembaga kemanusiaan tersebut di kamp pengungsian wilayah Reihanly, Turki. Penyaluran dilakukan ke 3 Pos Layanan Yatim di Reihanly yang menampung ratusan anak-anak mulai dari balita sampai usia 15 tahun.

Ima Rachmalia pun menegaskan, SF tengah merancang Rencana Strategis 2017-2022 di penutupan 2016 ini. “Selain sebagai panduan langkah lembaga, Renstra kali ini menjadi cermin optimisme SF menatap masa depan, yang semoga lebih baik dan selaras dengan harapan umat ke depan. Mohon doa selalu,” pungkas Ima

IslamicNewsAgency (INA)

MUI Bukittinggi Akan Dakwah Lapangan pada Malam Pergantian Tahun

BUKITTINGGI (Jurnalislam.com) – Untuk mencegah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bukittinggi, Sumatera Barat akan melakukan dakwah lapangan pada perayaan Tahun Baru 2017. Dakwah lapangan dilakukan untuk mengantisipasi dijadikannya Bukittinggi sebagai lokasi tindakan asusila dan perbuatan negatif lain saat malam pergantian tahun.

Ketua MUI setempat Aidil Alfin di Bukittinggi menegaskan, tidak ada aksi “sweeping” atau pembersihan paksa dalam kegiatan tersebut karena hanya memiliki tujuan agar tetap terjaganya norma-norma yang berlaku di daerah itu.

“Sebagai daerah tujuan wisata kami menyambut baik pengunjung yang datang namun tidak ingin ada perilaku yang melanggar norma adat dan agama sehingga dilakukan dakwah lapangan,” ujarnya.

Kegiatan itu sudah dibicarakan dengan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Bukittinggi, organisasi masyarakat dan telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat. Menurutnya, meski pemerintah daerah hanya memberi izin tempat hiburan beroperasi hingga pukul 24.00 WIB tetapi tetap perlu diwaspadai warga yang masih berada di luar hingga lewat tengah malam.

“Bentuk kegiatannya bila nanti ditemukan anak muda yang berduaan di tempat sepi melewati pukul 24.00 WIB akan langsung didatangi dan diberi nasihat bahwa tindakan yang dilakukan salah dan menjurus pada pelanggaran norma,” katanya.

Dia mengatakan, MUI telah memberikan imbauan melalui masjid-masjid agar warga Muslim tidak ikut serta merayakan tahun baru karena bukan tradisi Islam. “Sekiranya lebih baik diisi dengan kegiatan yang lebih bermanfaat seperti menggelar tausyiah di masjid-masjid,” ujarnya.

Wali Kota Bukittinggi, M Ramlan Nurmatias mengatakan, saat perayaan tahun baru memberi izin tempat hiburan buka hingga pukul 24.00 WIB.

“Lewat dari waktu yang ditetapkan, Satpol PP bersama tim Satuan Kerja Keamanan Ketertiban Kota (SK4) akan langsung mengambil tindakan tegas,” katanya.

Ia mengimbau, masyarakat setempat bila ingin merayakan tahun baru hendaknya diisi dengan kegiatan bermanfaat di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Kami mendorong masyarakat melakukan kegiatan positif di lingkungan tempat tinggal seperti kegiatan keagamaan. Hal ini akan membantu mengurangi kepadatan yang selalu terjadi di Jam Gadang saat pergantian tahun,” ujarnya.

Sumber: Antara

Ikutilah Subuh Berjamaah 01.01 di Masjid Asy-Syuhada Harapan Indah Bekasi

|MELANJUTKAN #SPIRIT 212|

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله
وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

ﺭﻛﻌﺘﺎ ﺍﻟﻔﺠﺮ ﺧﻴﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﻣﺎ ﻓﻴﻬﺎ

” Dua rakaat shalat fajar (qabliyah subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.”

[HR. Muslim, At-Tirmidzi, dan An-Nasai]

Hadir dan Semarakkanlah..!!

•Subuh Berjamaah Nasional 01.01 | Konsolidasi #Spirit 212 Bekasi•

Bersama Para Ulama dan Tokoh Bekasi.

?Hari : Sabtu-Ahad
?Tanggal : 31 Desember 2016-1 Januari 2017
?Pukul : 18.00 (Sabtu) – 06.30 WIB (Ahad)
?Tempat : Masjid Asy-Syuhada, Harapan Indah, Bekasi.

Map:
https://goo.gl/maps/ABoeb8yByiS2

?Orasi/Tausyiah Insyaa Allah akan di isi oleh:

1. Ustadz Ahmad Salimin Dani
2. Ustadz Abu Al Iz
3. Ust Anwar Ansori Mahdum
4. Ust Ahmad Khan
5. Ustadz Dr Amin Fauzi
6. Syech Khalid Al Amri

MC : Ustadz Wildan Hasan

Imam Qiyamul lail & Sholat Subuh : Ustadz Hasanudin Sinaga(Imam Sholat Masjid Istiqlal)

Mari kita bangkit,satukan barisan, kekuatan, dan ketaqwaan untuk menegakkan agama Islam..!!

Allahu Akbar..!!✊?✊?✊?

?Siapkan Infaq Terbaik Untuk Saudara Kita di Bima?

?Contact Person:
Kris Tatang : 0813 1897 0375
Abu Rafi : 0813 8123 2032

?Sunduqul Ummat, Silahkan Transfer ke No Rekening,

BNI Syari’ah 0331506124 a.n Yayasan Bhakti Syi’ar Islam

BNI Syari’ah 0263150218 a.n Asy-Syuhada

?Konfirmasi Transfer :
0813 8123 2032 (Verry)

Presented By :
-Muslimin Bekasi Raya
-DKM Asy-Syuhada

Supported By :
– GNPF-MUI
– Front Anti Pemurtadan Bekasi
– Front Pembela Islam (FPI)
– Koperasi Syariah
K- Wahid
– Komisi Nasional Anti Pemurtadan

Media Partner By:
– Tabloid Syi’ar Islam
– Panjimas
– Radio Dakta
– Madanitv.net

#SAVE ALEPPO
#SAVE BIMA
#SAVE ACEH

Forum Me-DAN Fokus Bantu Korban Banjir Bima

BIMA (Jurnalislam.com) – Pasca banjir bandang yang melanda kota Bima dan sekitarnya pada Rabu (21/12/2016) dan Jumat (23/12/2016), Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) Nusa Tenggara Barat langsung mendirikan posko pengobatan dan penyaluran bantuan di Masjid Khusnul Khatimah, Jalan Wolter Monginsidi, Melayu, Kota Bima.
“Kami merasa sangat terpanggil untuk membantu saudara kami yang terkena musibah banjir bandang ini, apalagi mereka adalah saudara kami di lingkungan lokal kota Bima,” kata Ketua Forum Me-DAN NTB, Suherman A.Mk kepada Jurniscom, Jumat (30/12/2016).
Setelah banjir susulan pada Jumat (23/12/2016), posko Me-DAN dipindahkan ke Amahami, Kota Bima untuk menghindari banjir susulan mengingat curah hujan masih tinggi di kawasan Bima dan sekitarnya.
“Kami menyalurkan bantuan berupa paket sembako, nasi bungkus sebanyak 2000 perhari, air mineral, termasuk pengobatan medis secara gratis,” ungkapnya.
Sementara untuk layanan kesehatan, Forum Me-DAN bekerjasama dengan tim kesehatan dari RSUD Sonsoia Kabupaten Bima dan Puskemas Madapangga.
“Untuk tim kesehatan ini kami bagi menjadi dua tim, yang pertama tim kesehatan mobil yang bertugas untuk keliling ke rumah-rumah warga yang sakit, sedangkan yang kedua adalah tim pelayanan kesehatan posko yang bertugas melayani dan mengadakan pemeriksaan di posko,” papar Suherman.
Suherman memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Direktur Rumah Sakit Sonsosia DR. H. Adi Winarko dan DR H Titien Sumarni dan jajarannya, tim Puskesmas Madapangga, tim perawat, apoteker, dan bidan yang sudah ikut andil dalam melayani korban banjir bersama Forum Me-DAN.
“Semoga apa yang kita lakukan ini bernilai ibadah di sisi Allah, serta kedepannya kerjasama kita tetap terjalin selalu bukan hanya ketika ada bencana tetapi ketika ada kegiatan-kegiatan sosial lainnya,” tuturnya.
Reporter: Sirath

Ulama adalah Pemimpin Umat Bukan Pelayan Penguasa

Umat Islam, yang kini telah sampai pada perjalanan yang demikian panjang jarak antara mereka dengan zaman risalah semakin jauh. Jarak antara mereka dengan zaman keemasan umat ini telah demikian panjang, sehingga kualitas mereka dengan kualitas umat yang hidup di masa keemasan itu pun demikian jauh berbeda. Kebodohan demikian merajalela, para ulama Rabbani semakin langka, dan semakin banyaknya orang bodoh yang berambisi untuk menjadi ulama. Keadaan ini merupakan peluang besar bagi pelaku kesesatan untuk menjerumuskan umat ke dalam kebinasaan.

Ulama’ yang hari ini menjadi panutan umat membimbing manusia kembali kepada jalan Allah Swt mendapatkan perlawanan dari musuh-musuh Islam, Mereka menggelar permainan cantik, saling mengoper kesesatan. Membuat opini bahwa ulama merusak Negara dan memecah persatuan bangsa. Kaum muslimin yang mayoritas kini berada dalam kondisi terlena, menjadi mangsa yang empuk buat mereka. Satu demi satu sampai akhirnya menjadi banyak yang gugur dalam kehinaan. Cinta kepada dunia dan takut akan kematian

Fungsi ulama’ sebagai pewaris nabi hilang ditengah-tengah umat yang semakin haus akan bimbingan para ulama’ yang lurus untuk kembali kepada syariat Islam, justru mendapatkan seorang ulama yang menjadi bagian dari kekuasaan untuk memaksakan kehendak para penguasa menentang berlakunya syariat Allah Azza wajalla, musuh-musuh Islam terus menggunakan cara yang sangat halus dengan melakukan pendekatan terhadap ulama demi menggapai keinginan mereka dengan mengadu domba umat Islam bahkan menjauhkan dari ajaran yang benar sesuai dengan tuntunan Allah dan RasulNya, Allah Swt berfirman:

وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَٰهُ بِهَا وَلَٰكِنَّهُۥٓ أَخْلَدَ إِلَى ٱلْأَرْضِ وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ ۚ فَمَثَلُهُۥ كَمَثَلِ ٱلْكَلْبِ إِن تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَث ۚ ذَّٰلِكَ مَثَلُ ٱلْقَوْمِ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا ۚ فَٱقْصُصِ ٱلْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir. (QS Al A’raf:176)

Ibnu Katsir mengatakan: Allah ingin mengangkat derajat seorang ulama’ dan memuliakanya tetapi dia lebih memilih dunia yang hina, Malik ibnu Dinar mengatakan bahwa orang itu adalah salah seorang ulama Bani Israil, terkenal sebagai orang yang mustajab doanya, mereka datang kepadanya di saat-saat kesulitan. Kemudian Nabi Musa a.s. mengutusnya ke raja negeri Madyan untuk menyerukan agar menyembah Allah. Tetapi Raja Madyan memberinya sebagian dari wilayah kekuasa¬annya dan memberinya banyak hadiah. Akhirnya ia mengikuti agama raja dan meninggalkan agama Nabi Musa a.s. dan meninggal dalam keadaan kafir. (Tafsir ibnu Katsir)

Di tengah-tengah kehidupan yang diatur dengan aturan-aturan sekuler dan bukan aturan-aturan Islam Munculah sosok ulama’ yang menjadi pelayan bagi umat (Khadimul Ummah) dan ada juga ulama yang menjadi pelayan untuk penguasa (Khadimul hukumah), popularitas mereka sebagian karena ketokohan mereka yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan tingkat ketakwaan ataupun keilmuan Islam.

Seorang ulama menurut pandangan Allah Swt adalah dia senantiasa menegakkan kewajiban dan melarang kemungkaran. Mereka tidak menyembunyikan kebenaran dan memutar balikkan syariat Islam. tidak mengkaburkan ayat-ayat Allah.

Allah Swt berfirman:

“Sesungguhnya mereka yang menyembunyikan keterangan (yang jelas) dan petunjuk yang telah Kami turunkan, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam al-Qur’an, mereka itu dilaknat oleh Allah dan oleh semua mahluk yang dapat melaknat”. (QS Al-Baqarah : 159)

Seorang Ulama dia akan senantiasa takut kepada Allah dalam segala keadaan serta senantiasa berpegang kepada aturan dan melaksanakan syariat islam Allah Swt berfirman:

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba hamba-Nya hanyalah para ulama. (QS Fathir: 28)

Antara Ulama’ dan Penguasa

“Diantara kebiasaan para ulama terdahulu adalah mengevaluasi dan menjaga penguasa untuk menerapkan hukum Allah. Mereka mengikhlaskan niat dan fatwa mereka membekas di hati umat. Sebaliknya sekarang, terdapat penguasa yang tamak, namun ulama hanya diam. Andai mereka berbicara, pernyataan yang keluar berbeda dengan perbuatannya sehingga tidak mencapai keberhasilan. Kerusakan masyarakat itu adalah akibat kerusakan penguasa dan kerusakan penguasa itu adalah akibat kerusakan ulama. Adapun kerusakan ulama adalah akibat tamak akan harta,pangkat dan juga jabatan”. (Imam al-Ghazali dalam kitab ihya’ ulumuddin)

Jika keadaan para ulama pada zaman Imam al-Ghazali demikian, tidaklah mengherankan jika dewasa ini keadaannya lebih parah, apa lagi sejak runtuhnya Khilafah Islamiyah dan umat islam hari ini dibawah penguasa yang menerapkan hukum positif hukum buatan manusia sehingga menuntut kita umat islam untuk berjuang menegakkan kepemimpinan menurut syariat kembali kepada Alquran dan Assunnah

Rasulullah Saw bersabda:

Jihad yang paling utama adalah menyatakan keadilan (menyampaikan kebenaran) di hadapan penguasa jahat. (HR. Abu Dawud dan At-Tirmizi)

Al-Imam Abul-Hasan Al-Mawardi (364-450 H.)berkata:

“Imamah (kepemimpinan) dibentuk untuk menggantikan posisi khilafah nubuwwah guna memelihara agama dan mengatur dunia. Mengangkat orang untuk melaksanakan tugas imamah di kalangan umat Islam adalah wajib menurut ijma’ ulama, meskipun AI-Asham menyeIisihi mereka. Namun mereka berbeda pendapat mengenai kewajibannya. Apakah imamah diwajibkan secara akaI atau secara syari’at? Sekelompok ulama berpendapat: lmamah wajib secara akal, karena sesuai dengan tabiat orang-orang berakaI, yang menyerahkan urusan kepada seorang pemimpin yang bisa mencegah mereka dari tindakan saling mendzaIimi.

Sudah waktunya Kepemimpinan umat hari ini idealnya dipegang oleh para ulama yang bertakwa. karena, para ulama adalah pewaris para nabi (waratsah al-anbiya’), sementara para nabi khususnya Nabi Muhammad Saw adalah pemimpin umat. Sebagai pemimpin umat, Nabi Muhammad Saw membimbing umat sekaligus mengurus mereka dengan wahyu Allah Swt. Nabi Saw bukan saja menjalankan fungsi kenabian (nubuwwah), yakni menyampaikan risalah (tabligh ar-risalah), tetapi sekaligus juga menjalankan fungsi kepemimpinan (ri’ayah), yakni mengurus umat dengan menerapkan syariah (tanfidz ar-risalah) atas mereka. Kepemimpinan atas umat setelah Nabi Muhammad wafat diteruskan oleh para khalifah. Dalam sejarah Islam yang panjang, para khalifah utamanya Khulafaur Rasyidin adalah para ulama, bahkan mereka adalah para ulama mujtahid. Umumnya para khalifah pada masa lalu bukan hanya imam (pemimpin) dalam urusan kenegaraan, tetapi sekaligus juga imam dalam urusan keagamaan

Mengapa ulama harus menjadi pemimpin karena Merekalah orang-orang yang paling banyak membaca, memahami dan menguasai Alquran. Merekalah orang-orang yang paling faqih dalam ilmu-ilmu agama. Merekalah yang diharapkan bisa mengurus negara dan umat berdasarkan Alquran dan as-Sunnah. Dengan kata lain, yang mesti menjadi pemimpin umat sejatinya adalah ulama yang melayani umat (khadimul ummah), yakni pemimpin yang alim yang mengamalkan ilmunya, bukan ulama penguasa (khadimul hukumah), yakni ulama yang biasa menjilat para penguasa bukan pula penguasa yang bukan ulama.

Wallahua’lam bisshowab

 

Ditulis oleh: Hamzah Baya S.Pd.I