Pasukan Irak Rebut Dua Pertiga Timur Mosul dari IS

IRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak telah merebut kembali sekitar dua pertiga bagian timur Mosul dari kelompok Islamic State (IS) sejak awal serangan pada pertengahan Oktober, seorang komandan tinggi mengatakan pada hari Ahad (01/01/2017), lansir World Bulletin.

Ia berbicara dari markasnya di timur laut Mosul, tempat ISIS mendeklarasikan diri sendiri sebagai IS pada Juni 2014 setelah merebut kota.

Pasukan CTS elit Irak adalah kekuatan dengan perlengkapan terbaik, terlatih dan berpengalaman di dalam negeri tetapi operasi berlangsung sulit. Perdana Menteri Haider al-Abadi mengumumkan awal operasi untuk merebut kembali Mosul pada 17 Oktober tahun lalu.

Ratusan ribu warga sipil tertinggal di dalam kota terbesar kedua Irak tersebut, memaksa pasukan Irak dan sekutunya mengambil tindakan pencegahan sehingga memperlambat gerakan mereka.

CTS dan kekuatan lain yang baru-baru ini dikerahkan dalam kota telah bergerak dari rumah ke rumah, menghindari tembakan sniper, bom mobil bunuh mobil dan jebakan untuk merebut kembali beberapa lingkungan satu demi satu.

Sedikitnya 39 Tewas dan 69 Terluka dalam Serangan Bersenjata di Klub Malam Istanbul

TURKI (Jurnalislam.com) – Serangan bersenjata menewaskan sedikitnya 39 orang termasuk seorang polisi dan melukai 69 lainnya di sebuah klub malam Istanbul Ahad pagi (01/01/2017), Anadolu Agency melaporkan.

Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu mengatakan kepada wartawan bahwa 20 korban telah diidentifikasi.

“15 korban adalah orang asing sementara lima lainnya adalah warga Turki,” kata menteri itu, yang menambahkan bahwa upaya mengidentifikasi mayat lainnya terus dilakukan.

Soylu menyatakan pasukan keamanan sedang memburu penyerang dengan mengatakan, “Para penegak hukum kami telah meluncurkan operasi. Kami berharap pelaku tak lama lagi akan ditangkap.”

Menteri Kesehatan Recep Akdag mengatakan kepada wartawan, setelah ia dan Soylu mengunjungi beberapa orang yang terluka di rumah sakit, bahwa 65 orang dirawat di beberapa rumah sakit.

“Empat orang yang terluka berada dalam kondisi kritis,” kata Akdag, menambahkan bahwa sejumlah besar warga negara asing juga terluka.

Menteri Kebijakan Keluarga dan Sosial Turki Fatma Betul Sayan Kaya mengatakan bahwa banyak di antara korban serangan adalah warga Saudi Arabia, Maroko, Lebanon, dan Libya, bersama dengan beberapa warga negara asing lainnya.

“Banyak dari mereka merupakan warga asing yang datang ke Turki berkali-kali. Mereka mengenal Turki. Beberapa korban merupakan warga negara Turki juga tapi kebanyakan dari mereka adalah warga negara asing,” katanya.

Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu melalui akun Twitter-nya mengatakan, “Terorisme bertujuan untuk menyerang persatuan kita.”

Sebelumnya, Gubernur Vasip Sahin menggambarkan serangan di Ortakoy, Besiktas, sebagai “kejam” dan “aksi teror”.

“Pada pukul 01:15, seorang penyerang membawa senjata laras panjang menewaskan polisi yang berjaga di luar, dan kemudian menewaskan warga negara lain untuk dapat masuk ke dalam klub,” katanya.

“Penyerang kemudian melakukan tindakan kekerasan dan kejam ini dengan memuntahkan peluru pada orang-orang tidak bersalah yang sedang merayakan tahun baru,” kata Sahin.

Sebuah penyelidikan sedang berlangsung dan kantor gubernur akan memberikan update lebih lanjut, ia menambahkan.

Sementara itu, pertemuan keamanan berlangsung di Istana Dolmabahce Istanbul menyusul serangan teror tersebut. Pertemuan dipimpin oleh Perdana Menteri Binali Yildirim, dimulai pada pukul 13:00 waktu setempat (1000GMT) dan berlangsung hampir dua jam.

Wakil Perdana Menteri Numan Kurtulmus dan beberapa menteri juga menghadiri pertemuan tersebut.

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengeluarkan pesan setelah serangan dan mengatakan Turki akan melawan terorisme dan para pendukungnya “sampai akhir”.

Staf Umum Turki juga telah mengeluarkan pernyataan tertulis dari situs resminya, mengutuk serangan itu dan menyatakan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap cepat sembuh bagi yang terluka.

“Perjuangan kami melawan terorisme akan terus berlangsung dengan dedikasi dan usaha yang sama,” katanya.

Serangan itu terjadi tiga pekan setelah pemboman kembar di Istanbul menewaskan sedikitnya 45 orang, kebanyakan dari mereka adalah polisi.

Pemblokiran Situs Islam dan Citra Buruk Jokowi

JURNALISLAM.COM – Sabtu siang (31/12/2016) pemerintah kembali memblokir sejumlah situs berita Islam. Pemblokiran diduga karena kesalahpahaman Menkominfo dalam ‘menerjemahkan’ perintah presiden Jokowi (yang sempat diliput media massa) untuk menindak tegas situs-situs berita penebar fitnah.

Sudah 2 kali pemerintahan Jokowi memblokir media Islam online. Pertama, sejumlah situs berita Islam diblokir pertengahan 2015. Alasanya, media-media internet Islam dituduh BNPT dan Kemenkominfo mempromosikan radikalisme dan terorisme, terutama ISIS.

Saat itu, BNPT dan Kemenkominfo akhirnya terlihat malu karena tidak bisa membuktikan tuduhan sepihaknya. Justru sebaliknya, media-media Islam mampu membuktikan (melalui arsip berita dan artikel) bahwa mereka aktif membantu pemerintah memerangi radikalisme dan terorisme. Media-media Islam korban ‘pembredelan’ justru memberikan edukasi (salah satu fungsi pers) kepada khalayak tentang bahaya ISIS.

Sebab radikalisme dan terorisme adalah kejahatan kemanusiaan yang bertentangan dengan ajaran Islam, karena dapat menimbulkan kerusakan di muka bumi ini. Tidak kurang dari 35 ayat AL Qur’an yang melarang manusia untuk berbuat kerusakan.

Salah satunya adalah firman Allah subhanahu wata’ala, “Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan ditimpa azab karena mereka selalu berbuat kerusakan.” (QS. 6 : 49).

Kesalahan Menkominfo yang beberapa kali salah ‘menerjemahkan’ perintah presiden telah membuat citra Jokowi semakin buruk. Mantan walikota Solo itu dianggap salah memilih menterinya. Sebab Menkominfo sudah semestinya paham betul bagaimana regulasi mengatur media yang dianggap bermasalah.

Menkominfo seharusnya ‘ngerti’ tindakan tegas kepada media bermasalah bukannya ‘main sikat’ begitu saja. Ketegasan wajib dijalankan sesuai koridor hukum. Apalagi Jokowi bukanlah raja berkuasa mutlak. Sebagai presiden, ‘titah’ Jokowi dibatasi oleh hukum dan kedaulatan rakyat republik ini.

Bahkan di negara monarki sekali pun, raja dan keluarga istana tidak bisa ‘main sikat’ begitu saja kepada pers yang dianggap bandel mengganggu ‘ketenangan’ istana. Seperti di Denmark, majalah El Jueves memuat karikatur pelecehan terhadap anak dan menantu raja, yaitu Pangeran Felipe dan istrinya yang bernama Letizia Ortiz.

Penerintah Denmark tidak asal membredel El Jueves. Keluarga kerajaan, terutama Felipe – Ortiz harus mengikuti sidang tuntutan mereka kepada majalah tersebut. Setelah persidangan yang melelahkan, pada 13 November 2007, hakim menjatuhkan hukuman denda masing-masing sebesar 3.000 Euro kepada 1 wartawan El Jueves yang melecehkan Felipe – Ortiz dalam karikatur.

Jika pemerintah menilai beberapa situs Islam seperti ‘petunjuk’ Jokowi menebar fitnah, maka tidak perlu langsung memblokirnya. Cukup pimred media-media tersebut dipanggil menghadap Dewan Pers untuk dikonfirmasi benar-tidaknya. jika terbukti salah, maka media dinasehati dan diberi teguran tertulis. Setelah teguran tertulis berkali-kali tidak ‘mempan’ baru ditindak tegas, diproses hukum, hingga diblokir bahkan dilarang ‘online’ lagi.

Namun kalau situs-situs Islam itu benar, Dewan Pers membuat pengumuman kepada pemerintah dan khalayak, bahwa media-media tersebut tidak bermasalah.

Jadi, ketegasan tidak identik dengan langsung memblokir. Sebab pemblokiran akan membuat media online tidak bisa lagi menjalankan jurnalistik tahap akhirnya (menyebarluaskan berita). Dengan demikian, sama artinya pemerintah (Kemenkominfo) membredel media Islam online.

Padahal pembredelan media merupakan pelanggaran konstitusi (UUD 1945) dan regulasi terutama UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Dalam sejarah pers Indonesia merdeka, pembredelan media karena alasan politik hanya terjadi pada masa rezim orde lama dan orde baru yang dikenal diktator. Pemerintahan reformasi (sejak Habibie, Gus Dur, Megawati, hingga SBY) tidak pernah membredel pers karena alasan politik.

Pemerintahan Jokowi telah 2 kali ‘membredel’ media-media Islam online karena alasan yang cenderung politis. Rakyat yang melek media pun akan bertanya, “Apakah Jokowi yang dulu dikenal suka ‘blusukan’ dan akrab dengan media, ternyata adalah diktator bagi media di kemudian hari?”

Jika ternyata benar, maka Jokowi sepantasnya segera bertaubat kepada Allah subhanahu ata’ala dan meminta maaf kepada khalayak, khususnya kepada media-media Islam yang diblokirnya.

Pemerintah yang membredel (termasuk memblokir) media karena alasan politik akan memperburuk citra mereka sendiri. Namanya akan tertulis buruk dalam sejarah jurnalisme.

Jokowi hendaknya ‘berguru’ pada Thomas Jefferson. Ketika memimpin AS, banyak media massa partisan milik lawan-lawan politiknya yang ‘menyerang’ dan berusaha merusak citranya. Namun dia tidak pernah membredel media-media tersebut. Jefferson adalah pelopor presiden yang tidak menekan media, meskipun dia sendiri mampu menggunakan kekuasaannya untuk hak itu (Tebbel, 2000).

Namun jika pertanyaan rakyat salah. Maka Jokowi perlu menegur Menkominfonya. Karena ‘kreativitas’ Menkominfo, citra Jokowi menjadi buruk akibat pemblokiran situs-situs Islam tersebut.

Wallahua’lam.

Oleh: Muh. Nurhidayat

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Ichsan Gorontalo

Awali 2017, Tagar #StopBlokirMediaIslam Jadi Trending Topic

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Warga jejaring internet pada Ahad, 1 Januari 2017 membuka tahun baru dengan meramaikan dunia maya dengan tagar #StopBlokirMediaIslam.

Tagar ini diramaikan netizen menyusul pemblokiran 11 situs dakwah dan media Islam.

Di antara situs yang diblokir oleh Menkominfo adalah 1. Nahimunkar.com, 2. Gensyiah.com, 3. Kiblat.net, 4. Islampos.com, 5. Suaranews.com, 6. Izzamedia.com, 7. Voa-islam.com, 8. Dakwahtangerang.com, 9. Bisyarah.com, 10. Muqawamah.com dan terakhir abuzubair.net.

Sejak pukul 12.00 WIB, tagar #StopBlokirMediaIslam telah menempati urutan pertama Trending Topic Indonesia.

“Rumput Aja di Jaga, apalagi NKRI. Media Islam itu menjaga NKRI. Jgn asal blokir. Teliti dulu. #StopBlokirMediaIslam,” ujar @bayprio, salah seorang netizen. Cuitannya ini telah di-retweet 743 kali dan disukai oleh 65 orang.

Sementara, akun @jituofficial menyapa Menkominfo Rudiantara terkait pemblokiran. “Hallo @rudiantara_id @kemkominfo Tahun baru 2017, umat Islam dihadiahi pemblokiran media.. #StopBlokirMediaIslam,” cuit @jituofficial.

Hingga pukul 15.00 WIB, sudah ada 11.000 cuitan #StopBlokirMediaIslam.

Menanggapi hal ini Sekretaris Umum Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman mengimbau kepada umat Islam untuk bangkit dan melakukan pembelaan.

“Umat Islam harus sadar dan melakukan pembelaan. Misalnya melalui sosmed dan memberikan dukungan kepada media Islam,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, Pemblokiran situs media Islam ini telah dimulai sejak 30 Desember 2016 lalu. Kendati demikian belum semua penyedia jasa layanan internet (ISP) melakukan pemblokiran.

Di antara ISP yang sudah memblokir situs-situs tersebut adalah Telkom IndieHome, XL, 3 (three) dan Telkomsel.

Reporter: Fajar Shadiq/INA

Waspada Gerakan Syiah, Warga Solo Raya Deklarasikan ANNAS

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Ribuan umat Islam Solo Raya mendeklarasikan Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Solo di Masjid Jami’ MUI, Jl. Serang Pasar Klitikan, Notoharjo, Surakarta, Ahad (1/1/2016). Mengahdirkan sederet tokoh dan ulama besar.

Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Muindunillah Basri menyatakan Syiah merupakan aliran sesat dan harus diwaspadai.

“Siapa saja yang mendukung Syiah harus di waspadai,” katanya.

Sementara tokoh ulama Solo, Abdullah Manaf Amin mengimbau untuk tetap mewaspadai gerak-gerik Syiah. Bukan sekadar isu komunis yang sedang marak dibicarakan.

Habib Zein Alkaff, A’wan Syuriah PWNU Jawa Timur juga turut memberikan materi, ia menegaskan, dialog terhadap aliran sesat Syiah merupakan tindakan sia-sia. Sebab, mereka tidak mengakui kebenaran Al Quran dan sunnah serta para sahabat Nabi.

“Bagaimana mungkin kami berdialog dengan orang yang tidak mengakui sumber kebenaran. Pintu dialog sudah di tutup, sekarang kita harus membuka pintu jihad terhadap Syiah terutama (Syiah) Rafidhoh,” paparnya.

Seusai pemaparan materi dari berbagai tokoh dan ulama yang hadir, acara di tutup dengan pembacaan deklarasi ANNAS Solo Raya.

Reporter: Ridho

Sahabat Yamima: Warga Bima Kesulitan Pangan

BIMA (Jurnalislam.com) – Lembaga sosial dan dakwah, Sahabat Yamima ikut memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban banjir bandang di Bima. Pemberian bantuan tersebut berupa paket sembako serta perangkat sekolah anak-anak di Melayu, Kelurahan Melayu, Asakota, Bima, Sabtu (31/12/2016).

“Sebenarnya kami baru pulang juga dari Aceh untuk menyerahkan bantuan kemanusiaan juga disana, dan Insya Alloh karena kami peduli maka kami juga akan menyalurkan bantuan untuk Kota Bima,” kata Koordinator Sahabat Yamima, Rizal kepada jurniscom di sela-sela acara.

Sahabat Yamima, kata Rizal, biasanya memberikan bantuan berupa membangun dan memperbaiki rumah serta fasilitas umum. Namun, ia menilai kebutuhan sembako lebih mendesak sekarang.

“Kami melihat kebutuhan masyarakat yang mendesak terhadap bahan makanan, maka kita mendistribusikan dan membagikan bantuan berupa paket sembako,” ujarnya.

Pantauan jurniscom dilapangan, bantuan awal itu berupa 300 paket sembako, serta 75 paket perlengkapan sekolah berupa tas, buku tulis, pulpen untuk anak-anak.

Ia menilai, bantuan untuk warga Bima masih kurang. Sebab, kendala jarak tempuh menjadi salah satu faktor bantuan itu tersendat.

“Kami juga melihat masih banyak masyarakat yang belum tersentuh, karena disatu sisi, jarak Bima dengan Jakarta juga cukup jauh sehingga sampai sekarang bantuan masih sangat kurang,” paparnya.

Untuk itu, Sahabat Yamima mengaku akan terus berupaya untuk tetap mebantu warga Bima yang sedang mengalami kesulitan.

“Harapannya semoga dengan adanya bantuan ini bisa membantu meringankan beban masyarakat yang terkena musibah, dan semoga bisa bermanfaat untuk kelangsungan hidup sehari-hari,” pungkasnya.

Penguasa Zhalim Sebab Utama Datangnya Bencana

Bencana yang menimpa manusia disuatu negeri, adalah karena perbuatan maksiat dan dosa mereka kepada Allah Swt dan RasulNya dalam merespon dakwah para Nabi dan Rasul-rasul Allah Swt. Selain itu mereka juga mendustakan ayat-ayat Allah, mengkufuri nikmat-nikmatNya dan menukarkan kenikmatan itu dengan kekafiran, serta para penguasa dan pembesar-pembesarnya menukar hukum Allah dengan hukum jahiliyah dan kecenderungan masyarakat memilih serta mengikuti tradisi nenek moyang dengan ajaran sesatnya yang bertolak belakang dari hidayah dan Sunnah Rasulullah Saw.

Al Qur’an menjelaskan, Allah Swt berfirman: “Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.” (QS. Al Qhashash, 28 : 59)

Kezaliman adalah sebab utama datangnya sebuah bencana di suatu negeri atau sebuah kota, Maraknya korupsi, perzinahan, penipuan, pembunuhan terhadap orang tak berdosa bahkan penangkapan oleh penguasa kepada para mujahid pembela kebenaran dan para ulama’ yang ingin menegakkan syariat Allah SWT dimuka bumi ini, menjadikan Allah SWT semakin murka dan akan memberlakukan ketentuanya yaitu mendatangkan sebuah peringatan dengan menghancurkan desa atau kota. Berupa banjir, gempa bumi, tanah longsor, tsunami dan berbagai macam bentuk musibah lainya.

Allah Swt berfirman:

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS. Al Isra, : 16)

‘Ali bin Abi Thalhah menceritakan dari Ibnu `Abbas, ia mengatakan: Kami jadikan orang-orang jahat di negeri itu berkuasa, sehingga mereka berbuat durhaka di negeri tersebut. Dan jika mereka telah melakukan hal itu, maka Allah akan membinasakan mereka dengan adzab.

Allah Swt berfirman:

“Dan demikianlah Kami adakan pada setiap negeri penjahat penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu.” (QS. Al-An’aam: 123)

Kezaliman dan rusaknya penguasa negeri adalah sebab utama datangnya adzab Allah SWT. Apabila para penguasa dan para ulama sudah tidak lagi perduli dengan maraknya kemungkaran dan kemaksiatan yang menyebar ditengah-tengah umat, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat dan negara bahkan para pembesar negeri hidup mewah serta gemerlap dan didukung oleh ulama’nya. Umat islam sudah tidak peka lagi terhadap kemungkaran yang ada disekitarnya bahkan mereka lebih senang hidup dibawah penguasa yang kafir daripada bersama para pemimpin dari kalangan para ulama’ yang mengajak melaksanakan syariat Allah menuju keselamatan di dunia dan akherat. maka Tidaklah mengherankan jika Allah datangnkan bala’ dan bencana di negeri tersebut.

Allah Swt berfirman:

“Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu”. (Q.S Al Maidah:63)

Ibnu Abbas Radiyallahuanhu berkata:
“karena para penguasa dan para pendeta itu mereka tidak melakukan nahi munkar dan mereka mengerjakan hal-hal yang diharamkan, padahal mereka mengetahui bahwa itu diharamkan. Dan tiada suatu ayat pun yang sangat keras celaannya selain dari ayat ini”.

Ali ibnu Abu Talib R.A berkata,
” sesungguhnya telah binasa umat sebelum kalian hanyalah karena mereka mengerjakan perbuatan-perbuatan maksiat dan para pendeta serta para penguasa mereka tidak melarangnya. Setelah mereka berkepanjangan dalam perbuatan-perbuatan maksiat, maka siksaan datang menimpa mereka. Karena itu, beramar ma’ruflah kalian dan bernahi munkarlah kalian, sebelum azab yang pernah menimpa mereka menimpa kalian. Dan perlu kalian ketahui bahwa melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar itu tidak akan memutuskan rezeki dan tidak akan menyegerakan ajal “. (Tafsir ibnu Katsir Q.S 5:63)

Rasulullah Saw bersabda:

: “مَا مِنْ قَوْمٍ يَكُونُ بَيْنَ أَظْهُرِهِمْ مَنْ يَعْمَلُ بِالْمَعَاصِي هُمْ أَعَزُّ مِنْهُ وَأَمْنَعُ، لَمْ يُغَيِّرُوا، إِلَّا أَصَابَهُمُ اللَّهُ مِنْهُ بِعَذَابٍ

Tidak sekali-kali suatu kaum yang di hadapan mereka terdapat orang yang mengerjakan perbuatan-perbuatan durhaka, padahal mereka lebih kuat (berkuasa) dan lebih perkasa daripada dia, lalu mereka tidak mencegahnya, kecuali Allah menimpakan azab kepada mereka karena ulah orang itu
(H.R Ahmad)

Semoga Allah menyelamatkan kita dari azab serta musibah bencana apapun dan menganugrahkan kepada umat ini pemimpin yang adil melaksanakan syariat Allah beramar ma’ruf dan nahi mungkar yang akan bisa menyelamatkan kita didunia dan akhirat.

Wallahua’lam bisshowab

 

Ditulis Oleh: Hamzah Baya S.Pd.I

Miris, Ketua LUIS Nikahkan Putrinya Dipenjara

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Meski dipenjara akibat aksi pemberantasan maksiat di Cafe Sosial Kitchen, Solo beberapa waktu lalu. Ketua Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Ediy Lukito tetap menikahkan putrinya di Masjid Mapolda Jawa Tengah, Sabtu (31/12/2016).

Pernikahan yang terletak di Jl. Pahlawan No. 1, Mugas Sari, Semarang, Jawa Tengah atau tempat ia dipenjara itu mendapatkan pengawalan yang cukup ketat dari pihak Kepolisian.

Walaupun demikian, pernikahan penuh haru biru itu terlaksana dengan baik. Dicatat lengkap oleh petugas dari KUA Kota Semarang Selatan.

Sebelum acara ijab qobul terlaksana, khotbah nikah terlebih dahulu disampaikan oleh Dr. Mu’inidillah Basri, MA, Ketua Dewan Syari’ah Kota Surakarta (DSKS). Dalam pemaparannya Mu’in memberikan pesan bahwa pernikahan adalah sesuatu yang sakral. Bukan permainan.

“Nikah adalah sesuatu yang sangat agung, maka perlu adanya niat yang lurus dan ikhlas karena Alloh Subhanahu wa ta’ala,” jelasnya.

Seorang sahabat dekat Edi Lukito itu menyatakan, untuk mencapai tujuan dari pernikahan harus diiringi dengan pengorbanan.

“Untuk menjadikan keluarga yang sakinah mawadah wa rohmah di perlukan pengorbanan,” pesan Mu’in.

Faksi Revolusioner Suriah Ancam Batalkan Gencatan Senjata, Ini Alasannya

SURIAH (Jurnalislam.com) – Faksi Revolusioner Suriah yang menandatangani perjanjian gencatan senjata di Suriah memperingatkan bahwa jika rezim Nushairiyah Assad terus melanggar gencatan senjata dengan serangan-serangan di sejumlah wilayah akan membuat perjanjian batal, Eldorar Alshamia melaporkan, Sabtu (31/12/2016).

Faksi mengeluarkan pernyataan mengomentari beberapa hal tentang gencatan senjata, terutama menuntut Rusia sebagai penjamin rezim Assad untuk bertanggung jawab terhadap operasi pelanggaran yang sedang berlangsung di beberapa daerah, terutama di Lembah Barada.

Faksi juga menegaskan penolakannya terhadap setiap pengecualian dalam perjanjian, mengatakan bahwa pengecualian adalah pelanggaran kesepakatan, menekankan komitmen mereka atas gencatan senjata yang tidak mengecualikan beberapa daerah atau faksi yang ada di daerah oposisi.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa teks kesepakatan yang telah mereka tandatangani bersama pemerintah Rusia tidak mengecualikan area atau faksi militer tetapi versi yang disajikan untuk rezim Assad ternyata tidak sama dan beberapa poin penting yang non-negotiable dihapus.

Fraksi-fraksi juga meminta Dewan Keamanan PBB menunggu mengadopsi perjanjian hingga Rusia melaksanakan kewajiban mereka dan mencapai komitmennya untuk mengendalikan rezim Assad dan sekutunya.

Bom Meledak di Wilayah Muslim Filipina Saat Pertemuan Perdamaian akan Berlangsung

FILIPINA (Jurnalislam.com) – Sebuah bom rakitan meledak di luar sebuah gimnasium kota di wilayah Muslim Filipina selatan saat pertemuan untuk perdamaian dan persatuan diadakan pada malam tahun baru, World Bulletin melaporkan, Sabtu (31/12/2016).

Tidak ada korban akibat ledakan yang terjadi sekitar tengah hari Sabtu, setelah ratusan warga menghadiri syukuran “kanduli” berkumpul di kota Sultan Sumagka di provinsi Maguindanao yang merupakan wilayah konflik.

Penyiar ABS-CBN news mengutip kepala polisi Sultan Sumagka Razul Pandulo yang mengatakan bahwa bom tersebut belum diperiksa forensik, namun ditemukan bahwa bom tersebut dikemas dengan paku dan pecahan peluru serta dilengkapi dengan timer.

Tak satu pun dari sekian banyak kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah selatan Pulau Mindanao yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu.

Walikota Lamitan City, Roderick Furigay, dikutip oleh Philippine Star menuduhkan bahwa Abu Sayyaf telah berusaha mengintimidasi kota, yang belum menyerah pada mereka.

Pada Rabu malam, pemboman terjadi selama perayaan di sebuah kota di provinsi pusat Leyte, mengakibatkan lebih dari 30 orang luka-luka.

Pasukan keamanan di Filipina dan di seluruh Asia Tenggara lainnya telah siaga beberapa pekan terakhir, mengetatkan keamanan untuk musim liburan Natal dan Tahun Baru.