Laporan: Gesekan Itu karena Massa Pro Ahok Provokasi Laskar GNPF

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Bentrokan antara massa pro Ahok dan laskar pro GNPF MUI terjadi sebelum sidang keempat Ahok digelar di Gedung Kementrian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan pada hari ini, Selasa (3/1/2017).

Pantauan reporter dilapangan, terlihat massa pro Ahok sengaja melakukan provokasi yang memancing amarah laskar GNPF.

“Kami mendengar mereka meneriakan kita sesama muslim,” ujar salah satu laskar di sela-sela kericuhan.

Bentrokan itu terjadi cukup lama, sekitar 10 menit. Namun, pihak laskar GNPF memilih untuk mundur mendengarkan arahan dari kordinator GNPF MUI ditempat.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sidang keempat Ahok ini beragenda pemeriksaan saksi pelapor. Sedikitnya sebanyak 7 orang saksi akan memberikan kesaksiannya.

Video Penyiksaan Muslim Rohingya yang Jadi Viral di Myamar Mulai Dilaporkan HAM Internasional

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Pemerintah Myanmar katanya akan menuntut pasukan Myanmar yang diidentifikasi memukuli pria Muslim Rohingya di klip video yang difilmkan selama operasi pencarian di sebuah desa di barat negara bagian Rakhine.

Video memaparkan bukti visual pertama pelanggaran berat aparat militer Myanmar – termasuk pemerkosaan dan penyiksaan – yang dilaporkan kelompok hak asasi manusia telah terjadi terhadap minoritas Muslim yang telah lama dianiaya dalam beberapa tahun terakhir.

Klip – yang difilmkan oleh seorang polisi Myanmar, yang menjadi viral di media sosial – menunjukkan sekelompok besar warga Muslim Rohingya – termasuk anak laki-laki – dipaksa duduk di tanah dengan tangan mereka di atas kepala sambil dipukuli dan ditendang oleh POLISI secara keji.

Pada hari Senin (02/01/2016), kantor presiden mengeluarkan pernyataan melalui media negara mengatakan bahwa video tersebut difilmkan selama operasi pencarian di desa Koe Tan Kauk di kabupaten Maungdaw pada 5 November – dua hari setelah 10 anggota delegasi yang dipimpin PBB mengunjungi daerah, lansir World Bulletin.

Maungdaw berada di bawah kontrol militer yang ketat sejak 9 Oktober ketika sebuah kelompok bersenjata menewaskan sembilan pejabat polisi perbatasan di daerah yang dekat dengan perbatasan barat Myanmar dengan Bangladesh.

Dalam tindakan keras berikutnya, akses menuju daerah mayoritas Muslim Rohingya bagi lembaga bantuan dan wartawan independen ditolak, dan sedikitnya 96 orang – 17 polisi dan tentara, tiga pria Muslim yang bekerja sama dengan otoritas lokal, dan 76 orang yang diduga “penyerang” (termasuk enam yang dilaporkan selama interogasi) – tewas dan sekitar 600 tersangka ditahan karena dituduh terlibat.

Namun kelompok advokasi Muslim Rohingya melaporkan bahwa sebenarnya terdapat sekitar 400 warga Muslim Rohingya yang tewas dalam operasi militer Myanmar tersebut. Kaum wanita Rohingya diperkosa secara massal dan desa-desa mereka juga dibakar. Komunitas Muslim Rohingya dianggap PBB termasuk kelompok minoritas di Myanmar yang paling tersiksa di seluruh dunia.

Di 2017, Militer Turki Lanjutkan Operasi Perisai Efrat di Suriah

TURKI (Jurnalislam.com) – Wakil Perdana Menteri Turki, Numan Kurtulmus mengkonfirmasi pada hari Senin bahwa operasi militer Turki di luar negeri akan berlanjut sampai semua organisasi teroris terusir.

ElDorar AlShamia melaporkan, Senin (02/01/2017), Kortolmos mengatakan dalam sebuah pernyataan pers bahwa Operasi Perisai Efrat (Euphrates Shield) di wilayah Suriah akan berlanjut sampai terusirnya kelompok Islamic State (IS) dan organisasi yang juga dianggap Turki sebagai organisasi teroris mengacu pada Partai Uni Demokratik PYD.

Wakil Perdana Menteri Turki menekankan bahwa, “Operasi militer di luar perbatasan yang dilakukan oleh Turki terutama operasi Perisai Efrat, yang dibuat sesuai dengan rencana yang sukses dan stabil, melawan organisasi teroris dan agen mereka serta kekuatan di belakang mereka.”

Turki mulai melancarkan operasi militer dengan partisipasi Tentara Pembebasan Suriah (FSA) pada bulan Agustus tahun 2016 dan mengendalikan wilayah besar di utara Aleppo, terutama Jarabulus, dan mengetatkan pengepungan di kota al-Bab dalam bersiap untuk merebut kendali.

Bom Mobil Hantam Kawasan Syiah di Baghdad, 39 Tewas

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Sebuah bom mobil yang dikendarai oleh kelompok Islamic State (IS) menewaskan sedikitnya 39 orang dalam serangan di sebuah area yang sibuk di kawasan Kota Sadr di Baghdad.

20 warga sipil juga tewas di tempat lain di sepanjang ibukota Irak, Senin.

Seorang pembom mengendarai truk pickup menabrak pasar buah dan sayur outdoor, menghantam beberapa pekerja harian dan sebuah pos pemeriksaan polisi.

IS mengambil tanggung jawab atas ledakan melalui website mereka, Amaq, mengklaim ya sebagai operasi militer, lansir Aljazeera, Senin (02/01/2017)

Perdana Menteri Haidar al-Abadi mengatakan pembom itu pura-pura mencari untuk menyewa tenaga buruh harian. Setelah para pekerja berkumpul, ia meledakkan kendaraan.

Milisi Syiah yang setia kepada Muqtada al-Sadr, seorang tokoh penghasut di Irak, terlihat mengevakuasi mayat-mayat di truk mereka sebelum ambulans tiba.

Lagi, Jenderal Garda Revolusi Iran Tewas di Suriah

TEHERAN (Jurnalislam.com) – Media Iran pada hari Ahad mengakui tewasnya salah satu petugas dan komandan Garda Revolusi Iran (the Iranian Revolutionary Guards-IRGC) dalam pertempuran yang sedang berlangsung di Suriah.

Menurut media Iran Fares Brigadir Jenderal Gholam Kalli Zadeh tewas beberapa hari lalu dalam bentrokan dengan tidak menyebutkan tempat dan waktunya secara spesifik.

ElDorar AlShamia mengatakan, Senin (02/01/2017), bahwa sumber-sumber media lokal melaporkan bahwa Brigadir Jenderal tewas selama operasi militer di Wadi Barada di Rif Dimashq, namun pihak militer tidak mengumumkan secara resmi.

Zadeh adalah salah satu pasukan Garda Revolusi Iran dalam perang Iran-Irak 1980 – 1988, dan bertempur dalam beberapa operasi militer di Suriah bersama rezim Syiah Nushairiyah Assad.

Aktivis Nahi Mungkar Dipenjara Pelaku dan Tempat Maksiat Dipelihara

Apa yang akan terjadi seandainya ditengah kehidupan umat Islam tidak ada seorangpun yang melakukan amar ma’ruf nahi mungkar sementara kehidupan ini dipenuhi dengan perbuatan kemungkaran mulai korupsi, judi, tempat-tempat mesum dan prostitusi, perampokan, pembunuhan, narkoba dan segala jenis kemaksiatan telah mewarnai kehidupan umat Islam.

Disaat banyak orang yang sudah tidak peduli lagi akan kebobrokan moral anak bangsa, Ada sebagian orang yang menjalankan perintah agama salah satu syariat Allah Swt yaitu melaksanakan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar, mengamalkan sebuah perintah dari Allah Swt semata ingin kebaikan dalam negeri tersebut, agar Allah menghindarkan penduduk negeri dari bencana dan musibah akibat perbuatan maksiat yang merajalela.

Allah Swt berfirman:
وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang zhalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksanya.(Q.S al-Anfal:25)

Adzab Allah Azza wa Jalla itu sangat pedih. Jika adzab itu diturunkan pada suatu tempat, maka ia akan menimpa semua orang yang ada di tempat tersebut, baik orang shaleh maupun thalih (keji). Dalam ayat ini, Allah Azza wa Jalla memperingatkan kaum Mukminin agar mereka senantiasa membentengi diri mereka dari siksa tersebut dengan melaksanakan ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya serta menyeru manusia kepada kebaikan dan melarang mereka dari kemungkaran.

Menegakkan amar ma’ruf nahi munkar merupakan salah satu bentuk iqamatul hujjah (penyampaian hujjah, keterangan yang jelas akan kebenaran dari Allah Azza wa Jalla ) bagi seluruh umat manusia secara umum, dan para pelaku maksiat secara khusus. Sehingga ketika turun musibah dan bencana mereka tidak bisa berdalih dengan tidak adanya orang yang memberikan peringatan dan nasehat kepada mereka. Mereka juga tidak bisa beralasan dengan hal yanga sama di hadapan Allah Azza wa Jalla kelak.

Allah Azza wa Jalla berfirman :
رُسُلًا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا
Rasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasu-rasul itu diutus. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Q.S An-Nisa’:165)

Amar ma’ruf nahi munkar adalah salah satu sebab terbesar untuk mendapatkan kepemimpinan (penguasaan) di muka bumi. Allah yang telah menciptakan bumi, maka hanya Allah yang berhak mengangkat penguasa di muka bumi tersebut. Allah Azza wa Jalla berfirman menyebutkan ciri-ciri para penguasa pilihan-Nya:

وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ
Allah pasti akan menolong orang-orang yang menolong (agama)-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (yaitu) orang-orang yang jika Kami beri kedudukan di muka bumi, mereka menegakkan shalat, menunaikan zakat, memerintahkan kepada kebajikan dan mencegah dari yang munkar, dan kepada Allah lah kembali segala urusan.”(Q.S al-Hajj:40-41)

Penguasa yang adil adalah yang selalu menegakkan shalat, menunaikan zakat, memerintahkan kepada kebajikan dan mencegah dari yang munkar, artinya penguasa itu adil dalam segala hal dan mampu menjalankan apa yang diperintahkan Allah Swt dan juga menjauhi apa yang dilarangNya.

Akan tetapi di waktu yang sama pula umat islam yang melaksanakan perintah Allah yaitu Amar Ma’ruf Nahi Mungkar dikatakan sebagai perusak kebebasan, perusakan kedamaian, perusak keberagaman, merusak sendi-sendi kehidupan bernegara serta kebhinekaan.bahkan dilakukan upaya Kezaliman dan kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis Islam dengan berbagai macam cara, mereka ditangkap dipenjara bahkan mereka dibunuh karena ingin menegakkan keadilan.

Sedangkan para pelaku MAKSIAT dan perusak moral anak bangsa malah sebaliknya dilindungi, di jaga dan di agung-agungkan, diberikan fasilitas yang istimewa bahkan diberikan jaminan. Tidakkah mereka sadar bahwa apa yang mereka lakukan itu justru berada pada posisi ingin berhadapan dengan Umat Islam yang melawan kemungkaran demi menjaga keutuhan agama dan bangsa agar tidak rusak oleh pelaku kemaksiatan. Apakah mereka menilai gerakan amar ma’ruf nahi mungkar itu adalah gerakan kejahatan besar yang merusak kedamaian dan persatuan umat, sehingga mereka tidak bisa melihat bahwa sebenarnya kemungkaran dan kemaksiatan yang dilindungi dan dilegalkan itu akan bisa merusak ajaran agama dan menghancurkan sebuah negara.

Amar ma’ruf nahi mungkar adalah Syariah yang di turunkan Rabbul ‘alamin zat yang maha kuasa, yang menciptakan langit dan bumi ini, sangat ironis jika aktifis islam dan ulama penegak syariah melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar justru dipenjara dan diperlakukan sangat tidak adil. Sehingga orang-orang kafir dan munafiq menampakkan permusuhanya membuat fitnah terhadap kaum muslimin dengan tuduhan teroris, pemecah belah umat, merusak toleransi dan lain sebagainya kepada para penegak syariah. Amat ironis penguasa yang mayoritas penduduknya muslim kini menjadi paranoid terhadap umat islam yang melaksanakan tuntunan agamanya sesuai ajaran Allah dan RasulNya.

Amar ma’ruf nahi munkar merupakan kewajiban yang dibebankan Allah kepada Ummat Islam sesuai kemampuannya. Ditegaskan oleh dalil Al Qur’an dan As-Sunnah serta Ijma’ para Ulama. Allah SWT Berfirman:
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan Ummat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung.” (Al-Imran:104).

Ibnu Katsir berkata dalam menafsirkan ayat ini,”Maksud dari ayat ini, hendaklah ada sebagian Ummat ini yang menegakkan perkara ini“. (tafsir Al Quran Al Karim karya Ibnu Katsir 1/339-405).

Asy-Syaukaniy berkata: ”Amar ma’ruf nahi munkar termasuk kewajiban, pokok serta rukun syari’at terbesar dalam syari’at. Dengannya sempurna aturan Islam dan tegak kejayaannya“. (Asy-Syaukaniy, Fathul Qadir, 1/450).

Syeikh Abdul Aziz bin Baaz memandang amar makruf nahi munkar menjadi fardhu ‘ain dengan sebab perubahan kondisi dan keadaan, beliau berkata:
“Ketika sedikitnya para da’i. Banyaknya kemunkaran dan kebodohan yang merata, seperti keadaan kita sekarang ini, maka dakwah menjadi fardhu ‘ain atas setiap orang sesuai dengan kemampuannya“. (Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz, Ad Dakwah Ila Allah wa Akhlaqud Du’at, hal. 16).

Melihat realitas Ummat Islam sekarang maka nampaknya amar ma’ruf nahi munkar menjadi kewajiban atas setiap orang. Hal ini tentunya membutuhkan pengorbanan harta dan jiwa dalam menegakkannya. Apalagi Islam yang paripurna ditetapkan Allah untuk kemaslahatan makhlukNya dan menghilangkan semua jenis kemudhoratan. Oleh karenanya dalam amar ma’ruf nahi munkar tidak mungkin lepas dari permasalahan maslahat dan mafsadat, yang tentunya didasarkan dengan timbangan syari’at bukan sekedar prasangka dan dugaan semata.

Semoga Allah azza wajalla menolong dan memberi kemenangan kepada kaum muslimin yang berusaha melaksanakan syariatNya, diberikan kesabaran dan tetap istiqomah dalam berdakwah dan berjihad beramar ma’ruf nahi mungkar sehingga mendapatkan kemuliaan hidup di dunia dan mewafatkanya sebagai syuhada fi sabilillah.

Wallahua’lam bisshowab

 

Ditulis oleh: Hamzah Baya S.Pd.I

IHH Siapkan Gugatan Hukum Kelompok yang Sudah Tuduh Lembaganya Bantu Terorisme

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Insani Yardim Vakfi atau IHH, badan kemanusiaan internasional berpusat di Turki menyatakan takkan berdiam diri atas beredarnya tuduhan pihaknya terlibat bantuan kelompok teroris di Suriah.

Pernyataan disampaikan Sekretaris Jenderal IHH, Yavus Dede, kepada Aksi Cepat Tanggap (ACT) saat bertemu dalam pengukuhan kerjasama antar ACT dengan IHH, di kantor IHH di Istanbul, Jum’at (30/12/2016) kemarin.

Yavus menjelaskan, pihaknya juga mendapatkan informasi serta terus memantau perkembangan lontran isu-isu bernada tuduhan kelompok tertentu atas kiprah aksi memanusiaan lembaga ini di Indonesia.

Terkait tuduhan oknum tertentu di Indonesia yang beredar viral, IHH menyiapkan tim pengacara di Jakarta untuk menggugat pencemaran nama baik lembaganya.

“Kalau dibiarkan, maka orang akan menganggapnya sebagai kebenaran. Harus diambil langkah hukum untuk menjaga nama baik kami,” ujar Yavus Dede kepada Senior Vice President ACT, Syuhelmaidi Syukur.

Yavus melanjutkan, langkah ini juga dilakukan karena Indonesia ‎negara penting dan berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Menurut Yavus, pihaknya perlu menyampaikan hal itu kepada ACT karena ACT menjadikan IHH mitranya.

Terkait hal ini, Senior Vice President ACT, Syuhelmaidi Syukur menegaskan, ACT sendiri sudah lama menjalin kerjasama dengan IHH tak hanya dalam merespon krisis kemanusiaan Suriah. Terkait rencana IHH membawa ke ranah hukum fitnah atas dirinya, ACT siap memberi dukungan maksimal.

“Kerja kemanusiaan ini, sudah cukup berat. Keterlaluan jika dipolitisasi, difitnah dan diseret ke isu terorisme. Tak ada kata lain, harus dilawan dengan hukum. Kita tak boleh membiarkan kekuatan anti-kemanusiaan memfitnah pegiat kemanusiaan seenaknya,” ungkap Syuhelmaidi kepada Islamic News Agecy (INA).

Apalagi, imbuh Syuhel, ACT serius berperan optimal menolong warga Suriah korban konflik yang menjadi pengungsi terutama di wilayah Turki dengan membuka cabang di Turki. “Ini juga meneguhkan peran ACT di ranah global,” ujar Syuhel.

Sementara itu, demi memperkuat kiprahnya untuk para pengungsi Suriah di Turki, ‎ACT sebagai lembaga resmi yang taat azas dan mengusung nama baik bangsa, tak pernah mengabaikan upaya berkoordinasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia di manapun, termasuk di Turki.

Sementara itu, menjelang pengabisan tahun 2016, Tim SOS Suriah XI, Jum’at (30/12/2016), melakukan kunjungan ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Istanbul. Konsuler RI, Abdul Hakim menerima Tim SOS Suriah XI untuk mengoordinasikan kerja ACT dengan perwakilan pemerintah RI di Turki itu.

“Kami ikut senang atas kehadiran ACT dengan kerja kemanusiaan yang luar biasa. Kami turut mendoakan semoga semua program kemanusiaan ACT sukses. Kerjasama ACT dengan IHH sudah tepat karena mereka salah satu NGO yang terpercaya sampai saat ini dan memiliki hubungan baik dengan pemerintah,” ujar Abdul Hakim.

Terkait rencana pembukaan kantor cabang di Turki, pihak Konsulat RI ‎merespon positif.

“Kami sangat senang, semoga ini bisa membawa kebaikan juga untuk Indonesia,” kata ‎Abdul Hakim. Ikut menyambut ACT, Sekretaris Pertama KBRI, Dyah Lestari Asmarani, memberi masukan terkait perkembangan situasi politik di Turki.

“Situasi politik di sini (Turki) setiap saat kondisinya bisa berubah. KBRI siap menjadi mitra bagi setiap aktivitas warga negara Indonesia di wilayah kerja kami di Turki,” ujar Dyah yang menangani urusan penerangan, sosial dan budaya KBRI di Turki. Peluang berkiprah di Turki amat strategis terutama karena posisinya sebagai international hub khususnya ke wilayah Eropa, Afrika, Timur Tengah dan Asia Tengah.‎

Syuhel juga menegaskan, negara yang hingga saat ini membuka diri menolong umat manusia yang dilanda krisis di berbagai belahan dunia adalah Turki.

Turki banyak berbuat untuk kemanusiaan, hal yang tak banyak dilakukan negara lain.

“Dan IHH sebagai badan kemanusiaan di Turki, gamblang menunjukkan peran itu,” imbuh Syuhel. Aksi Cepat Tanggap terpanggil membela sesama badan kemanusiaan. “Semoga kita sadar untuk tidak membiarkan fitnah merajalela,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, IHH adalah organisasi lembaga kemanusiaan internasional yang telah diakui PBB. Dalam kiprahnya, IHH pernah menjadi inisiator konvoi kemanusiaan Freedom Flotilla menuju Gaza, Palestina, yang diikuti lembaga dan aktivis kemanusiaan dunia.[]

Sumber: IslamicNewsAgency (INA)

Tentara Saudi Tewas dalam Serangan Milisi Syiah Houthi di Perbatasan

ARAB SAUDI ((Jurnalislam.com) – Seorang tentara Saudi tewas hari Sabtu (31/12/2017) akibat tembakan senjata berat pemberontak Houthi di sepanjang perbatasan dengan Yaman yang dilanda perang, kata kementerian dalam negeri kerajaan.

Juru bicara Kementerian Mansur al-Turki mengatakan pos perbatasan Saudi mendapat serangan senjata api berat dari militan Syiah Houthi yang bersembunyi di daerah pegunungan, menurut kantor berita resmi SPA, lansir World Bulletin, Ahad (01/01/2016).

Ia mengatakan seorang tentara tewas dalam baku tembak dengan pemberontak.

Ia adalah tentara ketiga yang telah dibunuh oleh Syiah Houthi sejak pekan lalu.

Houthi mengkonfirmasi bahwa penembak jitu mereka telah menembak mati seorang tentara Saudi di selatan Arab Saudi, menurut televisi pro-Houthi al-Masira.

Yaman telah dilanda kekacauan sejak akhir 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi dukungan Iran dan sekutu mereka menyerbu ibukota Sanaa dan wilayah lain di Yaman.

Konflik meningkat di pertengahan 2015 ketika Arab Saudi dan sekutu Arabnya meluncurkan operasi udara untuk membalikkan keuntungan militer Houthi dan menopang pemerintah Yaman yang yang didukung Saudi.

FSA Bentrok dengan IS di Timur Qalmoun

SURIAH (Jurnalislam.com) – Faksi Tentara Pembebasan Suriah bergerak maju pada hari Sabtu, memukul pasukan Islamic state (IS) dari wilayah Timur Qalmoun Tal Makhoul setelah pertempuran sengit di pertempuran rehabilitasi.

Serangan dilakukan oleh faksi Osoud alSharqyah dan kekuatan tempur Ahmad al-Abdo di gunung Petra, Be’er al faei dan Tal Makhoul menggunakan senjata berat dan menengah merebut kendali Tal Makhoul dan membunuh sejumlah pasukan IS, serta menghancurkan sebuah kendaraan militer, sumber Media melaporkan, lansir ElDorar AlShamia, Ahad (01/01/2017).

Pertempuran terjadi di gurun timur Qalmoun setiap hari antara faksi-faksi FSA melawan pasukan IS untuk saling merebut posisi.

Fraksi yang sama Kamis lalu menguasai beberapa situs milik Detasemen al-Tees, Zaza juga hambatan al-Heil & al Qastal serta wilayah al-Rahba.

Faksi Perlawanan Suriah Rebut Kembali Batalion Tempur di Kota Hazerna

SURIAH (Jurnalislam.com) – Faksi Timur Ghouta berhasil merebut kembali kontrol batalion militer dari pasukan rezim Syiah Assad pada hari Sabtu setelah pasukan al-Assad melanggar perjanjian gencatan senjata dan membawa bala bantuan ke daerah serta meluncurkan serangan meliputi senjata api berat.

Menurut sumber khusus untuk jaringan ElDorar AlShamia , batalion rudal yang terletak di kota Hazerma di daerah al-Marj kembali jatuh ke tangan faksi-faksi perlawanan Suriah pada Ahad pagi (01/01/2016) setelah sebelumnya didominasi oleh pasukan rezim Assad selama berjam-jam.

Sementara itu, pasukan rezim Assad dan milisi Syiah pendukung mereka terus melanggar perjanjian gencatan senjata di garis depan provinsi Rif Dimashq; di mana pesawat tempur meluncurkan serangan udara di desa Ain al-Fijeh dan Deir Mukren di wilayah Wadi Barada.

Rezim Suriah telah mengurangi intensitas serangan mereka pada hari Sabtu terhadap wilayah Wadi Barada Provinsi Rif Dimashq setelah faksi perlawanan Suriah mengancam akan menarik diri dari gencatan senjata dengan Rusia jika pelanggaran terus berlanjut.