Faksi Perlawanan Suriah Bunuh 15 Pasukan Assad dan Milisi Syiah Hizbullah di Wadi Barada

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan rezim Assad dan milisi Syiah Hizbullah tewas di tangan faksi perlawanan Suriah, saat bergerak maju di wilayah Wadi Barada, Provinsi Rif Dimashq.

Pasukan oposisi menggagalkan serangan tembakan meriam di darat didukung pemboman udara yang diluncurkan oleh pasukan rezim Assad di garis depan desa Wadi Barada dan menewaskan 15 pasukan pro Assad, sebagian besar di sumbu al-Husseiniya dan lembah Mekah, sumber-sumber militer mengkonfirmasi, lansir ElDorar AlShamia, Selasa (03/01/2016)

Faksi militer di daerah Wadi Barada mengumumkan bahwa mereka akan menuntut untuk membatalkan perjanjian gencatan senjata dan akan bertempur jika rezim Nushairiyah Assad terus menyerang orang-orang yang berada di sana.

Faksi-faksi Timur Ghouta juga memukul mundur upaya pasukan al-Assad untuk maju di daerah Hazerma & Midaani.

Pasukan Irak Kuasai Distrik Startegis Mosul

IRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak Selasa merebut sebuah distrik utama Mosul yang dikuasai IS dalam serangan militer yang sedang berlangsung yang bertujuan untuk mengusir kelompok Islamic State (IS) dari kota utara.

“Pasukan Irak telah mengambil distrik Al-Hay al-Senai di tenggara Mosul menyusul bentrokan sengit dengan militan IS,” Khaled al-Saadouni, seorang perwira di lembaga anti-terorisme Irak, mengatakan.

Berbicara kepada Anadolu Agency, Selasa (03/01/2017) al-Saadouni menambahkan bahwa pasukan anti-terorisme Irak telah menyerang kabupaten dari tiga arah.

Menurut petugas, 21 pasukan IS terbunuh dalam bentrokan berikutnya dengan pasukan Irak.

“Pasukan kami juga menangkap dua pasukan IS, menghancurkan lima kendaraan mereka dan menyita senjata dari kelompok mereka,” tegasnya.

Dia menambahkan bahwa seorang tentara Irak tewas sementara tujuh lainnya terluka.

Juga pada hari Selasa, divisi polisi reaksi cepat yang berafiliasi Irak menguasai distrik Al-Mithaq di tenggara Mosul, Kolonel Tentara Irak Mustafa al-Naderi mengatakan kepada Anadolu Agency.

Al-Mithaq dianggap sebagai salah satu benteng besar terakhir IS di Mosul.

Menurut al-Naderi, pasukan khusus Irak juga berhasil merebut area Maaridh, sebuah distrik komersial yang terletak di sebelah timur kota.

Dalam perkembangan terkait hari yang sama, sembilan militan IS tewas dalam serangan udara yang dilakukan oleh pesawat-pesawat tempur koalisi pimpinan AS di Mosul timur.

“Mereka tewas ketika sebuah pesawat udara tak berawak menghantam sebuah rumah yang digunakan militan sebagai markas,” Saleh al-Ezi, seorang perwira polisi Irak, mengatakan kepada Anadolu Agency.

Militer Irak, yang didukung oleh pesawat-pesawat tempur koalisi pimpinan AS dan sekutu lokal di darat, saat ini terlibat dalam serangan besar ditujukan untuk mengusir IS dari Mosul, yang diserbu IS pada tahun 2014.

Sejak operasi dimulai Oktober lalu, pasukan Irak dilaporkan telah merebut kembali lebih dari seperempat wilayah Mosul, yang pernah dianggap kota terbesar kedua Irak dalam hal populasi.

Meskipun awalnya berharap bahwa kota itu akan direbut kembali akhir tahun ini, Perdana Menteri Haidar al-Abadi mengatakan pekan lalu bahwa sedikitnya tiga bulan akan diperlukan untuk benar-benar mengalahkan IS di Irak.

Jumlah Warga Sipil Aleppo yang Dirawat di RS Turki Meningkat

HATAY (Jurnalislam.com) – Jumlah warga sipil dari kota Aleppo Suriah yang terluka dan dikirim ke rumah sakit di Turki telah mencapai 360, menurut otoritas Turki pada hari Selasa (03/01/2017), lansir Anadolu Agency.

Warga Aleppo tersebut tiba di Turki setelah mereka dievakuasi dari kota Suriah di bawah kesepakatan.

Menurut informasi yang diterima dari Kantor Perdana Menteri Direktorat Jenderal Pers dan Informasi, 48 dari 360 warga sipil yang terluka telah menyerah pada luka-luka mereka sementara 67 orang lainnya telah keluar dari rumah sakit.

168 orang yang cedera juga berumur di bawah 18 tahun.

Akhir bulan lalu, pasukan oposisi Suriah dan rezim mencapai kesepakatan gencatan senjata, yang ditengahi oleh Turki dan Rusia, untuk mengevakuasi warga sipil dari Aleppo timur ke daerah Idlib yang aman yang dikuasai oposisi.

Sejauh ini, sekitar 44.000 orang telah dievakuasi dari daerah tersebut, menurut pihak berwenang Turki.

Yayasan bantuan dan organisasi kemanusiaan Turki terus memberikan bantuan untuk pengungsi di Idlib.

Suriah telah terkunci dalam perang global yang menghancurkan sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Bashar al-Assad menumpas protes unjuk rasa dengan keganasan militer yang tak terduga.

JFS: Koalisi Internasional yang Menyerang Markas Kami

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pesawat yang diduga milik koalisi pimpinan AS menyerang sebuah markas lokal Jabhat Fath al Syam (JFS) yang sebelumnya dikenal sebagai Jabhah Nusrah di Suriah pada Selasa malam (03/01/2017), kata juru bicara JFS, kantor berita Middle East Eye melaporkan, Selasa.

Hingga 25 anggota Jabhat Fath al-Sham, yang sebelumnya dikenal sebagai Jabhah Nusrah afiliasi al-Qaeda, gugur ketika sebuah bangunan tempat mereka bertemu di provinsi utara Idlib diserang.

Selasa kemarin adalah hari kelima gencatan senjata nasional di Suriah tetapi pihak sponsor, Rusia dan Turki, mengatakan gencatan ini tidak termasuk Jabhat Fath al-Sham beserta koalisinya dan Islamic State (IS).

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (The Syrian Observatory for Human Rights), sebuah lembaga monitor berbasis di Inggris, mengatakan tidak jelas siapa yang melakukan serangan tersebut.

Namun Juru bicara Jabhat Fateh al-Sham, Syeikh Abu Anas al-Shami, mengatakan serangan itu dilakukan oleh koalisi internasional.

“Markas yang ditargetkan oleh koalisi internasional beberapa waktu lalu adalah markas utama untuk wilayah itu dan berisi sejumlah kantor cabang, dan mengakibatkan pembunuhan saudara kami,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Pentagon, yang mengarahkan kegiatan koalisi pimpinan AS di Suriah dan Irak, tidak segera mengomentari pernyataan itu.

Begini Suasana Massa Pendukung Ahok dan Umat Islam di Luar Gedung Persidangan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Persidangan keempat terdakwa kasus penista agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok digelar di Auditorium Kementerian Peternakan, Jl RM. Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2017).

Massa pendukung Ahok dan massa umat Islam berkerumun di luar persidangan. Mereka dipisahkan oleh barikade kepolisian. Kedua kubu tak henti menyemangati massa dengan cara masing-masing.

Dari massa umat Islam, pekik takbir, lantunan ayat suci dan orasi penyemangat terus bersahutan tiada henti.
Sementara massa pendukung Ahok hanya memainkan musik dan berjoged-joged. Mereka hanya berorasi di awal saja. Bahkan saat azan dzuhur berkumandang pun musik masih terdengar.

Menjelang siang, terik matahari mulai menyengat. Massa umat Islam tetap bertahan. Sementara pendukung Ahok memilih berteduh.

Pantauan Islamic News Agency (INA), saat beranjak petang, lagu-lagu kembali diputar. Massa pendukung Ahok yang terdiri dari ibu-ibu itu pun kembali berjoged ria.

“Masih semangat?? Mari kita bergoyang lagi,” seru seseorang dari atas mobil pengeras suara pendukung Ahok.
Di mobil komando mereka terlihat, lelaki yang sesekali menenggak minuman berwarna hitam pekat yang dituang di gelas air mineral.

Massa pendukung Ahok membubarkan diri terlebih dahulu tepat pukul 17.00 disusul massa umat Islam pada pukul 18.00. Usai menunaikan shalat Maghrib berjamaah di Masjid Nurul Falah, massa umat Islam memilih untuk menunggu persidangan yang dijadwalkan selesai pada pukul 21.00.

Reporter: Ally Muhammad Abduh/INA

Saksi Pertama Sidang Keempat Ahok: Unsur Ketidaksengajaan Terbantahkan!

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Saksi pertama sidang keempat terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Novel Bamukman menegaskan unsur ketidaksengajaan yang diucapkan Ahok sudah terbantahkan.

“Dalam e-book buatan dia halaman 40 paragraf 1 2 3 itu sudah menyerang Al Maidah,” jelasnya seusai memaparkan kesaksian di Gedung Kementan, Ragunan, Jaksel, Selasa (3/1/2017).

“Itu dibuat sudah sejak 2008,” tambahnya.

Menurutnya, Ahok tidak pernah kapok menista agama. Bahkan, imbuhnya, sehari setelah pelaporan dirinya, Ahok masih menista.

“Saya ingat sekali pada tanggal 6 Oktober dia saya laporkan. Tapi, keesokan harinya sudah melakukannya kembali di Balai Kota dengan menyebut ‘yang membela Al Maidah itu pengecut,” cetus Novel.

Sekjen Dewan Syuro DPD FPI Jakarta itu menyatakan, Ahok ini telah diistimewakan dengan belum ditahan hingga kini. Sebab, ia satu satunya penista agama yang belum ditahan.

“Saya sudah sampaikan kepada pengacara, kami sudah melaporkan 9 kali Ahok. Sudah cukup untuk Hakim menahan Ahok,” pungkasnya.

Walau Sidang Ahok Hingga Malam, Anshorusyariah: Kami Amankan Hingga Usai

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Puluhan laskar Jamaah Anshorusyariah ikut mengamankan persidangan keempat terdakwa penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Kami mengamankan persidangan Ahok agar jalannya sidang lancar dan tuntutan Ahok untuk ditahan segera terlaksana,” kata Korlap Ansharusyariah, Yudo di depan Gedung Kementan, Ragunan, Jaksel, Selasa (3/1/2017).

Ia mengatakan, setidaknya ada 30 personil dari wilayah Banten datang mengamankan sidang.

Pria asal Jawa Timur itu menegaskan, aparat kepolisian harus mengambil sikap tegas kepada siapa saja yang melakukan provokasi, baik dari kubu Pro dan Kontra Ahok. Sebab, sejak pagi tadi sudah terlihat percikan kericuhan.

“Pihak keamanan harus tegas, tangkap provokator,” ujarnya.

Sementara itu, Jamaah Anshorusyariah berjanji akan tetap mengawal sidang yang disebut-sebut akan memakan waktu hingga sore hari itu.

“Kami sudah mengatakan kepada anggota untuk berniat ikhlas dan siap mengamankan hingga sidang selesai,” tandasnya.

“Bahkan jika sidang hingga malam,” tegasnya lagi.

1 Meninggal, Sidang Keempat Ahok Hanya Dihadiri 4 Saksi

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jakarta Utara (Kejari Jakut) hanya mengajukan 4 orang saksi untuk menjalani pemeriksaan kasus penistaan agama terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sebab, satu orang lainnya bernama Nandi sudah meninggal tanggal 7 Desember 2016 kemarin.

“Samsul Hilal, Gus Choi, Nandi saksi pelapor sudah meninggal tanggal 7 Desember yang lalu, ada satu lagi, tapi saya lupa,” ujar Dedi Suhardi, tim Advokasi GNPF MUI saat keluar dari Auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Ragunan, Jakarta, yang dijadikan tempat sidang oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (3/1/2017).

Ia mengatakan, keempat saksi itu adalah Syamsul Hilal, Gus Joy Setiawan, Novel, Muh Burhanuddin. Namun, Burhanuddin belum terlihat memasuki ruang persidangan.

Saat ini, lanjut Dedi, masih pemeriksaan Novel Bamukmin. Sedangkan saksi lainnya belum dipanggil oleh majelis hakim untuk menjalani pemeriksaan untuk terdakwa Ahok.

“Masih Habib Novel,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, mayoritas wartawan tidak bisa meliput jalannya sidang yang berlangsung di Auditorium Kementan karena pihak aparat kepolisian tidak memperbolehkan para jurnalis baik cetan maupun elektronik untuk memasuki ruang sidang.

Tidak ada alasan pasti kenapa polisi melarang media meliput jalannya sidang kasus dugaan penistaan agama yang membelit terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan agenda pemeriksaan saksi dari jaksa penuntut umum Kejari Jakut.

Mitra Bisnis Trump di Indonesia Incar Posisi Presiden

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Mitra bisnis Donald Trump di Indonesia telah mengungkapkan, bahwa ia mungkin mengikuti contoh miliarder kurang ajar asal AS tersebut dan mencalonkan diri sebagai presiden, kata sebuah laporan Senin (02/01/2016), lansir World Bulletin.

“Jika tidak ada yang saya percaya dapat memperbaiki masalah negara, saya mungkin mencoba untuk mencalonkan diri sebagai presiden,” kata media mogul dan pengembang properti, yang memiliki partai politik sendiri di Indonesia.

“Kita perlu pemimpin dengan integritas yang dapat membawa solusi bagi negara,” sumbar milyuner berusia 51 tahun itu lagi.

Jika Tanoesoedibjo sukses, berarti ada dua pemimpin dunia yang menjadi mitra bisnis, meningkatkan kekhawatiran baru tentang potensi konflik kepentingan yang terkait dengan kerajaan bisnis Trump.

Trump yang dikenal Anti Islam, akan resmi menjadi presiden AS pada 20 Januari, telah berupaya untuk meredakan kekhawatiran dengan menyatakan bahwa “tidak ada penawaran baru” selama kepresidenannya dan kedua putranya yang akan mengelola perusahaan.

Di Indonesia, Tanoesoedibjo bekerja pada sebuah proyek Trump di luar Jakarta dan satu lagi di pulau resor Bali yang memasuki tahap awal.

Proyek yang terletak dekat dengan Jakarta ini merupakan pengembangan 700 hektar (1.700 acre) yang mencakup hotel mewah, lapangan golf, country club dan villa, menurut situs Trump Hotels.

Resor Bali akan dibangun di atas bukit yang menghadap sebuah kuil Hindu yang terkenal.

Dalam wawancara sebelumnya dengan New York Times, Tanoesoedibjo menegaskan ia tidak percaya bahwa proyek tersebut mewakili konflik kepentingan untuk presiden terpilih.

“Keluarga dan anak-anaknya memiliki kebebasan untuk melakukan bisnis selama tidak terkait dengan posisi presiden,” katanya.

Pengusaha, yang kepemilikannya termasuk perusahaan media MNC Group, mengatakan ia memiliki akses langsung ke Donald Trump meskipun kontak sehari-harinya sebagian besar adalah dengan anak-anak Trump.

“Saya memiliki akses ke dia (Trump), tentu saja, karena kita bekerja sama, tapi aku harus membatasi kerjasama dan interaksi,” katanya kepada ABC.

Tanoesoedibjo telah lama memiliki ambisi politik. Dia gagal memenangkan nominasi sebagai calon wakil presiden untuk pemilu 2014 dan sekarang telah memiliki partai sendiri.

Kerjasama Me-dan, Dokter Muslim Indonesia dan AQL Center Intensifkan Pengobatan Keliling di Bima

BIMA (Jurnalislam.com) – Pasca banjir bandang yang melanda Kota Bima pada Rabu (21/12/2016) dan Jum’at (23/12/2016) yang menyebabkan ribuan warga kota Bima harus mengungsi kini menderita sakit.

Sebagai sebuah aksi tanggap, Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me_Dan) Wilayah Nusa Tenggara (Nusra) yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan, setelah membagikan paket bantuan kemanusiaan berupa makanan, pakaian, dan sembako, kali ini Me_Dan Wilayah Nusra melakukan pengobatan keliling ke seluruh perkampungan warga kota Bima yang menjadi korban banjir, lapor tim Medis pada Jurniscom, Senin (02/01/2016).

“Alhamdulillah kami sebagai forum dan lembaga kemanusiaan terus akan berupaya semaksimal mungkin untuk bisa membantu saudara kami yang menjadi korban banjir,” ujar Suherman A.Mk, selaku ketua Me_Dan wilayah Nusa Tenggara.

Kami bekerja sama dengan AQL Center untuk selalu senantiasa berupaya untuk memberikan pelayanan medis yang terbaik bagi masyarakat, kata dia.

Mengenai maksud dan tujuan aksi kemanusian, Suherman menjelaskan bahwa, “Pengobatan medis keliling ini adalah karena kami merasa terpanggil setelah melihat kondisi masyarakat yang semakin banyak menderita sakit pasca banjir bandang,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Suherman, “Kami melihat Rumah sakit dan beberapa Puskesmas yang berada di kota Bima juga belum bisa kembali beroperasi dan memberikan pelayanan secara maksimal pasca terkena banjir, sehingga masyarakat juga banyak yang merasa kebingungan mereka mau berobat dimana.”

Ucapan terimakasih tidak lupa disampaikan kepada AQL Center yang sudah bekerjasama sama dengan tim medis dari Me_Dan.

“Semoga kerjasama ini bisa bermanfaat dan ke depan bisa diteruskan lagi,” harapnya.