Dewan Syariah Desak DPRD Kota Surakarta Sahkan Perda Anti-Miras

SOLO (Jurnalislam.com) – Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) bersama umat Islam mendatangi Gedung DPRD Kota Surakarta Jl. Adi Sucipto No. 143, Jumat (20/1/2017). Mereka meminta agar Dewan segera menerbitkan Perda Anti Miras.

“Kita mewakili masyarakat Surakarta meminta akan segera diterbitkannya payung hukum tentang larangan miras agar dari kepolisian bisa tegas melakukan pemberantasan Pekat (penyakit masyarakat),” kata salah satu oratos dari Kaksi, Sigit.

“Karena miras adalah sumber dari segala kejahatan. Pemerasan, penipuan,pencurian,perampokan pemerkosaan semua satu muaranya yaitu miras,”sambungnya.

Sementara itu, Ustadz Mas’ud Mujahid dari DSKS meminta agar DPRD serius dalam menggodok Perda miras. Ia mengatakan, para ulama di Solo telah memberikan rancangan tentang larangan miras beberapa tahun yang lalu, akan tetapi hingga saat ini belum ditindaklanjuti.

“Kita akan terus akan datang agar segera ada keterangan yang jelas dan segera disahkan undang-undang anti miras. Karena ketika kemungkaran dibiarkan di suatu daerah maka Allah akan murka,” tegasnya.

Senada dengan itu, perwakilan DSKS lainnya, Muhammad Kalono, MH mengatakan, pelarangan miras tidak bertentangan dengan undang-undang namun justru melaksanakan pasal 30 KUHP tentang larangan menjual miras.

‘Maka kita meminta kearifan dan keadilan dari Polresta Surakarta, karena salah satu tugas kepolisian adalah menanggulangi miras dan itu perintah undang-undang,” ujarnya.

Reporter: Arie

Diprotes Umat Islam, Panitia Batalkan Pork Festival Semarang

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Pork Festival (Festival Makanan Olahan Daging Babi) yang sejatinya akan diselenggarakan di Pasaraya Sri Ratu Semarang tanggal 23-29 Januari 2017 akhirnya dibatalkan.

Acara itu dibatalkan setelah dilakukan mediasi antara panitia acara festival dan sejumlah ormas Islam Semarang yang ditengahi oleh kepolisian di Polrestabes Semarang, Jum’at ( 20/1/2017) siang.

Ketua Forum Umat Islam Semarang (FUIS), Wahyu menilai acara tesebut sebagai bentuk pelecehan terhadap kaum muslimin yang mayoritas di Kota Semarang.

“Tindakan tersebut tidak hanya merupakan tindakan munkar tetapi sekaligus tindakan pelecehan secara terbuka terhadap umat Islam yang merupakan warga mayoritas di Kota Semarang,” ucapnya kepada jurniscom, Jumat (201/1/2017).

Mediasi tersebut menghasilkan “Pernyataan Bersama” tentang pembatalan festival yang diselenggarakan dalam rangka menyambut Imlek itu.

Pamflet Pork Festival

“Bersama ini menyatakan dengan tanpa ada paksaan penyelenggaraan Pork Festival dibatalkan dan akan fokus menyelenggarakan perayaan Imlek. Dan kami berjanji tidak akan meyelenggarakan Pork Festival dan sejenisnya di waktu mendatang,” tegas Ketua Panitia Pork Festival 2017, Firdaus Adinegoro.

Tahun sebelumnya, festival makanan olahan daging babi ini yang diselenggarakan oleh Pasar Raya Sri Ratu Semarang juga diprotes dari Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang.

Reporter: Agus Riyanto

 

Jaysh al Islam Serukan Korps Pasukan Kelima untuk Membelot

SURIAH (Jurnalislam.com) – Jaysh al-Islam pada hari Kamis (19/01/2017) memanggil sejumlah anggota Korps Pasukan Serangan Kelima (Fifth Attack Troop Corps) yang baru terbentuk dan baru direkrut oleh rezim Syiah Assad, untuk memecah belah barisan Corps dan memerintahkan agar menghubungi nomor kontak yang tertera dalam pernyataan itu, lansir ElDorar AlShamia, Jumat (20/01/2017).

Faksi Jaysh al-Islam dalam pernyataan sebelumnya, telah mendukung penduduk dari provinsi Rif Dimashq, yang dipaksa bergabung dan direkrut rezim masuk ke dalam Corps, untuk melawan balik pasukan rezim dan bergabung dengan faksi-faksi mujahidin Suriah yang ada disana.

Rezim al-Assad November lalu mengumumkan pembentukan Korps kelima, di mana beberapa tempat yang dikuasai rezim (Assad) membuka perekrutan pemuda, serta menyediakan imbalan dan fasilitas untuk menarik mereka.

Kantor berita AKI Italian mengungkapkan bahwa jumlah anggota Korps sejak awal sampai sekarang tidak melebihi 2500 anggota, dan anggota mendapatkan kursus pelatihan intensif dari militer Rusia.

Seorang petugas yang membelot, dalam sebuah wawancara dengan ElDorar, menekankan bahwa alasan mengumumkan pembentukan Korps seperti itu adalah keinginan rezim al-Assad untuk mengembalikan kebanggaan tentara seperti sebelum pecahnya revolusi, terutama milisi Syiah Iran, Irak dan Lebanon yang mengendalikan militer di wilayah Suriah, sehingga Rusia kemungkinan menjadi sponsor dari Korps ini.

Komandan Syiah Hizbullah Tewas dalam Pertempuran di Homs

SURIAH (Jurnalislam.com) – Media resmi yang setia kepada milisi Syiah Hizbullah Lebanon mengakui terbunuhnya salah satu pemimpin mereka di Suriah, selama pertempuran yang sedang berlangsung di pedesaan timur Homs, lansir ElDorar AlShamia, Jumat (20/01/2017).

Sumber tersebut mengatakan bahwa pemimpin yang mati tersebut berasal dari kota Jyah di daerah Jabal Lebanon. Ahmad Rabei Nabih yang dijuluki al-Haj Abu Ali Nuh tewas dalam pertempuran yang sedang berlangsung di kota Palmyra di pedesaan timur Homs selama pertempuran untuk mempertahankan kuil Syiah Sayeda Zeinab seperti yang dinyatakan oleh media tersebut.

Sumber yang sama sebelumnya meratapi kematian anggota lain dari milisi Syiah Zine El Abidine Bakjaji dalam pertempuran Deir al-Zour, selama serangan ke daerah-daerah yang berada di bawah kendali rezim Nushairiyah Assad.

Media outlet Lebanon mengungkapkan pasukan Syiah Hizbullah yang tewas di Suriah sejak pertama mereka bergabung bersama rezim Assad selama pertempuran, dimana korban tewas mencapai lebih dari 1700 milisi, termasuk pejabat tinggi dari tingkat pertama dan kedua, ditambah hampir 4.000 lainnya terluka.

Pasukan Assad Tangkapi Puluhan Pemuda di Kota al Tall untuk Lawan FSA

SURIAH (Jurnalislam.com) – Puluhan anak muda kota al-Tall ditangkapi oleh pasukan rezim Syiah Assad kemudian diseret ke provinsi Rif Dimashq untuk melawan pejuang FSA di garis depan daerah Wadi Barada yang terkepung, ElDorar AlShamia melaporkan, Kamis (19/01/2017).

Milisi Syiah Assad dari “Qalmoun Shield” yang dipimpin oleh “Abu Zaydoon Shamma” menangkap 85 pemuda yang telah memasuki kota untuk mengatur status mereka sebelum memaksa mereka ke garis depan di Wadi Barada, sumber media melaporkan.

Faksi FSA di kota al-Tall mencapai kesepakatan dengan rezim Assad November lalu yang menginginkan jalan keluar bagi faksi perlawanan dan para pemuda yang ingin meninggalkan kota.

Perlu dicatat bahwa kekuatan cabang keamanan politik rezim telah memulai tindakan keras terhadap rumah tak berpenghuni di kota al-Tall untuk mereka rebut.

Pasukan dari Negara-negara Afrika Barat Memasuki Gambia Dukung Presiden Terpilih

GAMBIA (Jurnalislam.com) – Pasukan dari blok negara-negara Afrika Barat telah memasuki Gambia mendukung Adama Barrow, tak lama setelah presiden Gambia baru tersebut meminta dukungan internasional menyusul pelantikannya di negara tetangga Senegal, Aljazeera melaporkan, Kamis (19/01/2017).

Presiden sebelumnya, Yahya Jammeh, yang berkuasa lama sejak kudeta tahun 1994, menolak untuk mundur meski kalah dalam pemilihan presiden 1 Desember atas Barrow, dan memperdalam krisis politik.

Dalam sebuah pernyataan, militer Senegal mengatakan pada hari Kamis bahwa pasukan dari ECOWAS, blok regional Afrika Barat, memulai serangan sebagai bagian dari sebuah operasi yang ditujukan untuk menegakkan hasil pemilu bulan lalu.

Kolonel Abdou Ndiaye tidak menentukan jenis serangan, tapi mengatakan sumber serangan darat, udara dan laut secara signifikan telah tersedia.

Adama Barrow
Adama Barrow

Sebelumnya pada hari Kamis, Barrow, yang baru saja mencari perlindungan di Senegal, mengambil sumpah jabatan dalam upacara yang buru-buru diatur di kedutaan Gambia di ibukota Senegal, Dakar.

“Ini adalah hari yang tidak akan pernah dilupakan Gambia seumur hidup,” kata Barrow dalam pidatonya segera setelah dilantik.

Tidak lama setelah pelantikannya, Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat menyetujui sebuah resolusi mendukung Barrow dan menyerukan transer kekuasaan yang damai.

“Rakyat Gambia berbicara dengan jelas di pemilu Desember. Mereka memilih Adama Barrow menjadi presiden mereka. Suara mereka sekarang perlu untuk didengar dan kehendak mereka perlu diperhatikan oleh hanya satu orang,” Peter Wilson, wakil duta UK untuk PBB, mengatakan.

Awal pekan ini, Jammeh mengumumkan keadaan darurat nasional, sementara parlemen memperpanjang masa jabatannya 90 hari. Dia belum terdengar sejak mandatnya berakhir pada tengah malam.

Sedikitnya 26.000 orang telah mengungsi dari Gambia menuju Senegal sejak awal krisis khawatir akan kerusuhan, badan pengungsi PBB UNHCR mengatakan pada hari Rabu, mengutip angka yang dikeluarkan pemerintah Senegal.

Jumlah Korban atas Serangan Bom Mobil di Pangkalan Militer Mali Meningkat, 60 Tewas

BAMAKO (Jurnalislam.com) – Jumlah korban tewas akibat serangan bom mobil yang menargetkan pangkalan militer di Gao di utara kota Mali telah meningkat menjadi 60, bersama dengan 115 luka-luka, presiden negara itu mengatakan.

“Kami akan bangkit dari setiap pukulan … kami akan menang, Anda akan kalah,” kata Presiden Ibrahim Boubacar Keita Rabu malam dalam pidato yang disiarkan televisi, lansir Anadolu Agency, Kamis (19/01/2017).

Serangan bom terjadi Rabu pagi ketika sebuah mobil bermuatan bahan peledak didorong ke kamp Mekanisme Koordinasi Operasional (the Operational Coordination Mechanism-OCM) di Gao pada pukul 09:00 waktu setempat (0900GMT).

Lima pelaku bom yang berada di dalam mobil juga terbunuh dalam serangan itu, menurut pernyataan dari pemerintah Mali.

Presiden telah menyatakan tiga hari berkabung nasional.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan belasungkawa kepada rekannya Keita atas kehilangan tragis tersebut, kata Kremlin.

“Tidak akan ada pembenaran untuk serangan ini,” kata Putin dalam pesannya.

Putin mengatakan Rusia siap mendukung upaya pemerintah Mali untuk melawan kelompok-kelompok jihadis dan memperkuat kerja sama melawannya, Kremlin menambahkan.

Faksi jihad Al-Mourabitoun kemudian mengklaim serangan itu, menurut media lokal.

Al-Mourabitoun adalah kelompok jihadis yang terkait dengan al-Qaeda di Maghreb Islam (AQIM) yang dibentuk pada tahun 2013. Mereka aktif di Mali utara dan wilayah Sahel Afrika.

Al-Mourabitoun dipimpin oleh Mokhtar Belmokhtar, Aljazair. Faksi ini telah mengaku bertanggung jawab atas beberapa serangan dan penculikan warga asing di wilayah ini, termasuk pengepungan hotel di Burkina Faso di Januari 2016 yang menyebabkan kematian sedikitnya 28 orang dalam baku tembak.

Korban tewas tersebut berasal dari delapan belas negara, termasuk dari Perancis, Swiss, AS, dan Kanada.

Mereka juga mengaku bertanggung jawab atas insiden penyanderaan 2013 di sebuah pabrik gas di tenggara Aljazair dan serangan terhadap tempat singgah para pejabat asing Byblos Hotel di Sevare, pusat Mali di Agustus 2015 yang menewaskan 17 orang.

Kelompok ini salah satu diantara sejumlah gerakan perlawanan yang aktif di Mali utara, di mana pasukan Perancis, Mali, dan PBB sedang melakukan operasi militer terhadap cabang-cabang al Qaeda.

Al-Mourabitoun merebut Mali utara pada tahun 2012.

Gedung Komersil di Iran Ambruk akibat Terbakar, 30 Pemadam Kebakaran Tewas

TEHERAN (Jurnalislam.com) – Sebuah bangunan komersial besar ambruk di ibukota Iran, Teheran, pada Kamis setelah dilahap api, menewaskan sedikitnya 30 petugas pemadam kebakaran, menurut laporan media Iran, lansir Anadolu Agency, Kamis (19/01/2017).

Kantor berita Iran Tasnim melaporkan pada Kamis pagi bahwa api berkobar di Plasco Tower yang memiliki 15-lantai, salah satu gedung komersial paling terkenal di pusat Teheran.

Tidak lama kemudian, bangunan runtuh, menewaskan sejumlah petugas pemadam kebakaran yang sedang berusaha memadamkan api.

“Puluhan petugas pemadam kebakaran … tetap terperangkap di bawah reruntuhan bangunan yang roboh,” lapor kantor berita.

“Kebakaran terjadi di lantai sembilan menara,” kata lembaga itu, menambahkan bahwa penyebab timbulnya api “tetap tidak diketahui.”

Menurut kantor berita Iran Fars, sedikitnya 30 petugas pemadam kebakaran tewas ketika bangunan runtuh.

Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan bahwa “sedikitnya 300 petugas pemadam kebakaran dan pemilik toko tetap terperangkap di bawah reruntuhan.”

“Sampai saat ini, belum ada informasi mengenai nasib mereka,” menurut IRNA.

Irak: Komandan Perang IS di Mosul Sudah Banyak yang Tewas

IRAK (Jurnalislam.com) – Mayoritas komandan perang kelompok Islamic State (IS) di Mosul telah tewas dalam pertempuran dengan pasukan pemerintah Irak yang berlangsung selama tiga bulan terakhir di sisi timur kota, seorang jenderal Irak mengatakan pada hari Kamis (19/01/2017), lansir Al Arabiya News Channel.

Pertempuran untuk merebut sisi barat Mosul, yang masih tetap di bawah kendali IS, seharusnya tidak lebih sulit dari merebut sisi timur, Letnan Jenderal Abdul Ghani al-Assadi mengatakan kepada Reuters sebelum mengelilingi daerah yang baru direbut kembali.

Selama kunjungannya, Assadi naik ke lantai atas Masjid besar yang belum selesai dibangun dan menatap keluar ke sisi barat kota Irak utara, yang terbagi menjadi dua bagian oleh sungai Tigris.

Pasukan elit Irak mengumumkan pada hari Rabu bahwa hampir semua bagian timur kota telah berada di bawah kendali pemerintah.

“In syaa Allah, akan ada pertemuan dalam beberapa hari ke depan dihadiri oleh semua komandan yang bersangkutan dengan operasi pembebasan,” katanya, membalas pertanyaan pada saat ia berharap untuk memulai serangan yang telah direncanakan ke sisi barat Mosul.

“Ini tidak akan lebih sulit daripada apa yang telah kita lihat, karena kebanyakan komandan IS telah tewas di sisi timur.” Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Laporan JFS atas Operasi Martir pada Pasukan Rusia di Damaskus, 16 Penasihat Rusia Tewas dan Terluka

SURIAH (Jurnalislam.com) – Faksi jihad Jabhat Fath al Syam (JFS), merilis laporan operasi martir pada pasukan Rusia di ibukota Suriah, Damaskus, malam Kamis lalu (12/01/2017), adapun isi dari laporan tersebut yang dipublikasikan oleh War and Politic Channel, Rabu (18/01/2017) adalah sebagai berikut;

Segala puji hanya bagi Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Setelah dua bulan mengamati dan meneliti dengan tepat sasaran keamanan yang paling penting di dalam lingkup keamanan Kafr Sousa di ibukota Suriah, Damaskus, sekelompok ekspedisi rahasia di belakang garis musuh menetapkan target lebih dari 16 penasehat Militer Rusia.

Pada Kamis malam 14 Rabia II 1438, 12 Januari 2017, sebuah sel unit dari dua bersaudara bernama Abu Musaab Al Muzi dan Abu Thalhah Al Dirani berangkat ke lokasi target, dan melepaskan rentetan tembakan dengan menggunakan senapan mesin mereka hingga menewaskan dan mencederai penasehat Rusia.

Peristiwa itu mengundang kelompok pasukan pertama muncul, Abu Musaab Al Muzi mengumpulkan mereka, bertindak seakan-akan dia adalah salah satu dari mereka dan meledakkan sabuk peledak saat berada di tengah-tengah mereka. Saat kelompok pasukan kedua muncul, Abu Thalhah Al Dirani melakukan hal yang sama dan meledakkan sabuk peledak di tengah-tengah mereka.

Hasil operasi:

  1. 16 penasehat Rusia tewas dan cedera.
  2. Puluhan pasukan bala bantuan yang dikirim tewas dan cedera, dengan meledakkan sabuk peledak.

Pernyataan JFS kepada penjajah Rusia dan rezim Nusairi Assad serta yang bersekutu dengan mereka dari kelompok orang-orang Arab dan orang asing, mengatakan bahwa Sunni (Muslim) di Sham adalah terhormat dan bermartabat, kami tidak akan menyerah atau mengalah, kami akan memanfaatkan setiap kesempatan untuk menyerang musuh kami kapan saja.