Swiss Selidiki Demonstrasi Anti Turki di Ibukotanya

JENEWA (Jurnalislam.com) – Otoritas Swiss pada hari Ahad (26/3/2017) membuka penyelidikan untuk demo yang diselenggarakan oleh kelompok teror PKK di ibukota Bern.

Direktur Keamanan Municipal Reto Nause mengkonfirmasi penyelidikan kriminal demo hari Sabtu, yang memprotes Ankara.

Nause mengatakan kepada wartawan bahwa otoritas setempat mengambil tindakan karena demo mereka tidak memenuhi persyaratan otorisasi.

Demo kontroversial itu menampilkan spanduk besar bertuliskan “Bunuh Erdogan”, dengan gambar Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan pistol menunjuk kepalanya.

Sekitar 250 anggota PKK dan pendukung berpartisipasi dalam pertemuan di depan gedung Parlemen Federal.

Presiden Erdogan mengatakan di Istanbul pada hari Ahad sebelumnya: “Sangat menarik bahwa organisasi teroris ini turun ke jalan-jalan bersama dengan partai-partai kiri [Swiss] mereka.”

Presiden merujuk Partai Sosial Demokrat Swiss (the Social Democratic Party of Switzerland-SP) dan Partai Hijau Swiss (the Swiss Green Party) yang mendukung demo, dan melihat polisi tidak melakukan intervensi meskipun terdapat spanduk yang menyerukan kematian Erdogan.

Demo ini juga dihadiri oleh para pendukung kelompok teroris sayap kiri DHKP-C, dan YPG, sayap bersenjata PYD, yang merupakan cabang Suriah dari PKK.

Kementerian Luar Negeri Turki pada hari Sabtu memanggil konselor Swiss di Ankara untuk menyampaikan reaksi pemerintah terhadap demo, saat Duta Walter Haffner keluar kota. Haffner dipanggil hari ahad.

Dalam pernyataan bersama hari Ahad, beberapa LSM Turki di Swiss mengutuk penanganan otoritas lokal terhadap insiden tersebut.

Demo dan banner kontroversial “membuat sedih komunitas Turki yang tinggal di Swiss”, kata pernyataan itu, menyerukan akuntabilitas bagi mereka yang terlibat.

PKK, yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa, kembali meluncurkan operasi bersenjata melawan Turki bulan Juli 2015.

Sejak itu PKK bertanggung jawab atas kematian sekitar 1.200 personel keamanan dan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

30 Serdadu Israel Serbu Seorang Kartunis Palestina

YERUSALEM (Jurnalislam.com) – Pasukan zionis pada hari Senin (27/3/2017) menyerbu studio seorang kartunis Palestina di Tepi Barat yang diduduki, menghancurkan banyak karya seni dan peralatan, menurut sang seniman.

Ossama Nazzal mengatakan sekitar 30 tentara zionis menyerbu studionya di desa Kafr Ni’mah sebelah barat Ramallah dan menyita sedikitnya 15 lembar karya seni, termasuk potret mendiang pemimpin Palestina Yasser Arafat.

“Dalam waktu setengah jam, tentara Israel menghancurkan arsip pribadi saya yang dibuat tahun 1988,” kata Nazzal kepada Anadolu Agency.

Menurut Nazzal, dia tidak berada di rumah pada saat itu, tetapi menerima telepon dari saudaranya tentang serangan fajar, di mana tentara mengurung anggota keluarganya dalam satu kamar di rumah mereka.

“Tugas seniman adalah meningkatkan semangat dan moral rakyat dan menjunjung tinggi hak-hak mereka,” katanya.

“Ini adalah hak yang dijamin oleh hukum,” tambahnya. “Tapi pasukan penjajah [Israel] melanggar semua hak.”

Nazzal bersumpah untuk terus memproduksi seni politik untuk mengekspos praktik tangan berat Israel di wilayah Palestina yang diduduki.

Militer Israel tidak menanggapi permintaan komentar mengenai serangan yang dilaporkan itu.

Pemimpin Militer Myanmar Dukung Aksi Keras Pemerintah pada Muslim Rohingya

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Kepala militer Myanmar pada hari Senin (27/3/2017) mengecam klaim kewarganegaraan Muslim Rohingya di negaranya, dan membela tindakan pembantaian pemerintah pada Muslim Rohingya.

“Kami telah membiarkan dunia tahu bahwa kita tidak memiliki Rohingya di negara kita,” kata kepala militer Min Aung Hlaing dalam pidato menandai hari angkatan bersenjata Myanmar, lansir Aljazeera.

“Bengali di negara bagian Rakhine bukan warga negara Myanmar dan mereka adalah orang-orang yang datang dan tinggal di negeri ini,” tambah Hlaing.

Militer yang kuat sampai saat ini memerintah Myanmar dengan tangan besi dan membangun reputasi hingga terkenal karena melakukan pelanggaran hak asasi manusia berat, terutama ketika melakukan operasi militer di Rohingya.

Penyidik PBB: Pembantaian Muslim Rohingya di Myanmar Benar-benar Paling Sadis

Muslim Rohingya, yang dilucuti kewarganegaraannya pada tahun 1982, sering disebut sebagai imigran “ilegal” oleh para pemimpin Myanmar. Sekitar 1,1 juta muslim Rohingya ditolak kewarganegaraannya dan gerakan mereka sangat dibatasi. Puluhan ribu muslim Rohingya terkurung dalam kamp mengerikan sejak kekerasan mengusir mereka dari rumah mereka pada tahun 2012.

Pidato Hlaing muncul hanya satu hari setelah pemerintah menolak keputusan dewan hak PBB untuk mengirim misi pencari fakta ke Myanmar demi menyelidiki tuduhan pemerkosaan dan pembunuhan masal yang sistemik oleh pasukan pemerintah terhadap Rohingya.

Pada hari Jumat, Dewan HAM PBB sepakat untuk “mendesak” pengiriman sebuah misi internasional independen untuk menyelidiki temuan dari laporan PBB bulan Februari bahwa operasi militer di negara bagian Rakhine terlibat pemerkosaan massal dan pembunuhan.

Pemerintah sipil Myanmar menolak misi penyelidikan, dengan alasan bahwa “misi internasional independen hanya akan lebih banyak memanaskan suasana, bukannya menyelesaikan masalah saat ini”.

Temuan Terbaru PBB: Tentara Myanmar juga Menyembelih Bocah Muslim Rohingya

Puluhan ribu orang telah melarikan diri negara bagian Rakhine Myanmar sejak militer memulai operasi Oktober lalu dalam membalas serangan oleh orang-orang bersenjata Rohingya di pos perbatasan, yang menewaskan sembilan polisi.

“Serangan perlawanan yang berlangsung di Oktober 2016 mengakibatkan gangguan politik,” kata Hlaing pada hari Senin, membela operasi keras pemerintah.

“Kami memiliki kewajiban untuk melakukan apa yang harus kita lakukan sesuai dengan hukum dan kami juga memiliki tugas untuk melindungi kedaulatan kita ketika dirugikan oleh masalah politik, agama, dan ras di negara ini,” tambahnya.

Badan HAM PBB telah berhenti meluncurkan Komisi Penyelidikan – investigasi badan dunia tingkat tertinggi, yang kukuh ditentang Myanmar.

PBB Kirim Utusan Khusus Selidiki Kekerasan Militer Myanmar di Rohingya

Pemimpin negara itu, Aung San Suu Kyi, penerima Nobel perdamaian, meluncurkan penyelidikan domestik terhadap kejahatan yang mungkin terjadi di negara bagian Rakhine dan menunjuk mantan Sekjen PBB Kofi Annan menjadi kepala komisi yang bertanggung jawab untuk penyembuhan konflik panjang yang panas antara pengikut Buddha dan kaum Muslimin.

Awal bulan ini, komisi mengatakan bahwa Myanmar harus menutup kamp-kamp di mana lebih dari 120.000 Rohingya telah mendekam sejak mereka diusir dari rumah mereka setelah gelombang kekerasan antar-agama terjadi di negara bagian Rakhine pada tahun 2012.

Hadang Kristenisasi, FUIS Gelar Baksos di Desa Payungan Semarang

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Forum Umat Islam Semarang (FUIS) dan Dai Salimah Sukoharjo mengadakan bakti sosial (Baksos) di desa rawan kristenisasi Payunggan, Kaliwungu, Semarang, Ahad (26/3/2017). Selain berdakwah dan menjelaskan adanya upaya pemurtadan dari gereja, mereka juga membagikan 115 bungkus paket sembako, sarung, sajadah, mukena, dan buku tulis kepada warga.

Koordinator aksi dari FUI Semarang, Agus, mengatakan, warga desa Payungan yang mayoritas berekonomi rendah kerap menjadi sasaran pemurtadan para misionaris. Berdirinya 3 gereja di desa tersebut, kata Agus, menjadi bukti nyata bahwa gerakan pemurtadan dilakukan sangat masif.

“Maka kami lakukan penguatan aqidah keimanan sebagai benteng pemurtadan. Di Desa ini kita melihat ada tiga Gereja di mana sering mereka mengajak dengan dalih adanya baksos juga. Kita kali ini juga memberikan televisi dan DVD player untuk pembelajaran anak-anak TPA,” kata Agus kepada Jurnisom di lokasi, Ahad (26/3/2017).

Lurah Payungan, Sunyoto, menegaskan siap membantu dan memfaslitasi gerakan-gerakan dakwah atau Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) yang ingin membantu menanggulangi pemurtadan di desanya. Sunyoto mengaku kekuarangan personil untuk membendung gerakan para misionaris.

“Memang di lingkungan sini diapit gereja, saya sendiri juga muslim, jadi penggerak juga. Tapi memang di sini lebih banyak Kristennya. Tapi di sini juga ada pendeta yang masuk Islam, namanya Muhammad Yesaya Suyamto,”

Sunyoto merasa terbantu dengan adanya aksi dari FUIS itu. “Kita pemerintah desa bisanya juga bersama-sama dan senang, ini kan dalam rangka memakmurkan jamaah dan pengajian,” ujarnya.

Setelah pembagian paket sembako, acara dilanjutkan dengan pengajian yang disampaikan oleh Ustadz Suro Wijoyo selaku pembina Dai Salimah. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan materi tentang kandungan surat Al Kautsar di hadapan warga Payungan.

“Islam itu nikmat yang paling besar, kita dilahirkan jadi Islam kok menyia-nyiakan rugi sekali. Karena agama yang diterima disisi Allah hanya Islam,” tuturnya.

Desa Payungan terdiri dari di enam dusun dengan statistik penduduk muslim sebagai berikut: Dusun Nanggulan dengan muslim 80%, Randu Sari dan Payungan dengan muslim 70%, Karang Tengah dan Tawang Sari hampir semua muslim, sementara di Dusun Prampogan muslim tinggal 50%.

Reporter: Arie Ristyan

Di Tugu Pahlawan, Ansharusyariah Surabaya Ajak Masyarakat Shalat Berjamaah di Masjid

SURABAYA (JurnalIslam.com) – Jama’ah Ansharusy Syariah Surabaya pada Ahad (26/3/2017) pagi menggelar dakwah on the street di Monumen Tugu Pahlawan, Surabaya. Dengan membentangkan spanduk berisi kutipan surat Al Mudatsir ayat 42-43, “Apa yang menyebabkan kalian masuk neraka? DULU KAMI TIDAK SHOLAT”, mereka mengajak masyarakat untuk menunaikan shalat berjamaah di masjid.

“Dakwah on the street ini dilaksanakan karena Muslim yang sholat berjamaah di Masjid-masjid mulai sedikit dan sepi. Padahal Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam mewajibkan bagi laki-laki yang sudah baligh untuk sholat berjamaah di Rumah Allah,” kata koordinator aksi, Andik kepada Jurniscom di lokasi, Ahad (26/3/2017).

Kegiatan ini pun mendapat respon positif dari masyarakat. Sebagaimana yang dituturkan oleh Rohmat.

“Aksi seperti ini sangat bagus, hari ini banyak muslim terkhusus di Surabaya yang meninggalkan sholat berjamaah di Masjid, jumlah yang sholat pun bisa dihitung dengan lima jari,”ujar pria yang setiap harinya beraktifitas di kawasan itu.

Reporter: Maksum Marzuki

Dakwah On the Street Jamaah Ansharusy Syariah Surabaya Ajak Masyrakat Shalat berjamaah di masjid, Ahad (26/3/2017).

 

DDII dan BKS PPI Luncurkan Gerakan Nasional Wakaf Mushaf Syariah

SOLO (Jurnalislam.com)Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Jawa Tengah dan Badan Kerja Sama Pondok Pesantren Indonesia (BKS PPI) meresmikan Gerakan Nasional Wakaf Mushaf Syariah di Ruang Abdullah Siti Aminah, Jajar, Laweyan, Solo, Sabtu (25/3/2017). Acara ini juga sekaligus menjadi ajang silaturrahmi segenap pimpinan pondok pesantren se-Soloraya.

Ketua DDII Jawa Tengah, Ustadz Aris Munandar, Lc menyampaikan dalam sambutannya bahwa gerakan tersebut diluncurkan untuk menjaga kesucian mushaf Al Qur’an dari proses pencetakannya yang tidak sesuai tuntunan syariat. Dari mulai bahan baku yang digunakan hingga produsennya agar tetap berada di tangan umat Islam.

“Yang menjadi inti gerakan kita itu adalah menyelamatkan mushaf Al Qur’an ini, agar terjaga kesuciannya dan kemuliaannya kemudian tetap berada di tangan umat Islam dengan harapan agar bahan bakunya bisa memastikan halal dan SOPnya yang sesuai Islam dan juga kepimilikannya 100 % orang islam, maka diharapkan gerakan ini kita tidak lagi mencetak ke percetakan non muslim,” jelasnya.

Ia juga berharap, kedepannya percetakan Al Qur’an harus tersertifikasi untuk menghindarkan dari proses produksi yang menyalahi syariat. Sebab, kata dia, ada Al Qur’an yang dicetak dengan bahan baku yang tidak dijamin kehalalannya.

“Untuk mewujudkan kembali ke cara yang benar dan menyelamatkan dari bahan baku yang syubhat, maka kita namai dengan percetaan Quran Syariah bukan pada kontennya, kalau konten sudah pasti syariah tapi bahan harus sesuai kaidah dan tersertifikasi,” imbuhnya.

Selain itu, gerakan itu juga untuk menjawab meningkatnya permintaan mushaf Al Qur’an yang mencapai 3,6 juta mushaf pertahun.

“Raiso kebutuhannya 3,6 juta pertahun kemudiaan akan menuju ke 5 juta. Jika melihat keadaan itu pangsa pasar peluangnya masih besar sekali maka tidak menutup kemudian percetaan lain untuk menangkap peluang ini, dengan kita standarkan bersama sama sesuai dengan kaidah agar kita ke tujuan semula yaitu memuliakan Al Qur’an,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BKS PPI, Ustadz Wahyudin mengungkapkan kekhawatirannya apabila mushaf yang diproduksi oleh non muslim. Ia menyarankan pesantren harus dilibatkan dalam pengelolaanya.

“Tentu 100 persennya penggunanya orang Islam, kalau mushaf ini diproduksi orang kafir, tentu ada bahan yang tidak syar’i, mungkin lemnya, kertasnya, atau perlakuan tentu tidaklah syari,” ujar sesepuh ponpes Al Mukmin Ngruki itu

Reporter: Arie Ristyan

Bermalam dan Beramal di Daarul Muthmainnah

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Asrama Yayasan Daarul Muthmainah (DM) adalah penginapan berbasis syariah milik Teh Ninih yang tidak lain merupakan istri dari ulama tersohor KH Abdullah Gymnastiar. Penginapan yang terletak di dalam komplek Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung ini awalnya adalah rumah pribadi milik Aa Gym dam istrinya Teh Ninih yang difungsikan sebagai pondok yatim dan dhuafa.

Asrama ini pada awalnya hanya terdiri dari 2 orang santri, namun semakin hari santri semakin bertambah dan DM berubah menjadi yayasan sejak tahun 2012. Saat ini jumlah santri yayasan Daarul Muthmainah
sebanyak 48 orang.

“Mengingat jumlah santri yang bertambah kami pindahkan asrama ke Cianjung dan Cibalong, Bandung,” tutur Teh Khonsa, salah seorang pengurus DM.

Santri yang tinggal di asrama DM mulai dari tingkat SD hingga SMA. Saat ini DM juga sedang menguliahkan 2 orang santrinya di Yaman.

“Santri yang tinggal di Asrama mulai tingkat jelas 1 SD hingga kelas 6 SD, adapun tingkat SMP dan
SMA kami pondokkan ke luar daerah, dan saat ini ada 2 santri yang kami kuliahkan ke Yaman,” timpal
Teh Nisa, pengurus DM lainnya.

Asrama yayasan Daarul Muthmainah yang berada di dalam komplek Daarut Tauhid, Gegerkalong, Kota Bandung saat ini difungsikan sebagai penginapan.

Penginapan DM terdiri dari 10 kamar dengan 1 aula kecil di lantai dua. Hasil dari penginapan ini dialokasikan untuk kebutuhan santri yatim, piatu dan dhuafa yang ada di yayasan Daarul Muthmainah.

“Jadi dengan bermalam di asrama ini sudah dapat bersedekah dan
beramalan untuk membantu operasional yayasan daarul muthmainnah,” tutup Teh Nisa.

Reporter: Adit, Rusdin

Keamanan Inggris Targetkan Enkripsi WhatsApp Setelah Serangan di London

LONDON (Jurnalislam.com) – Pemerintah Inggris mengatakan pada hari Ahad (26/3/2017) bahwa layanan keamanan harus memiliki akses ke aplikasi pesan terenkripsi seperti WhatsApp, mengungkapkan bahwa aplikasi seperti itu digunakan oleh pembunuh di balik serangan parlemen.

Sekretaris parlemen Amber Rudd kepada Sky News mengatakan, “Benar-benar tidak dapat diterima jika polisi dan dinas keamanan belum mampu memecahkan layanan yang sangat dienkripsi.”

“Tidak boleh ada situasi di mana teroris berbicara satu sama lain – melalui pesan WhatsApp – dan tidak dapat diakses,” katanya, lansir World Bulletin.

Polisi mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka masih tidak tahu mengapa Masood, seorang mualaf dengan tindak pidana kekerasan di masa lalu, melakukan serangan itu dan mengatakan ia kemungkinan bertindak sendirian, meskipun ada klaim dari kelompok Islamic State.

4 Orang Tewas dalam Serangan Brutal di Dekat Parlemen Inggris

“Seharusnya tidak ada tempat bagi mereka untuk bersembunyi,” kata Rudd dalam wawancara terpisah dengan BBC.

“Kita perlu memastikan bahwa organisasi (grup) seperti di WhatsApp – dan ada banyak lagi yang lain seperti itu – tidak menyediakan tempat rahasia bagi penyerang untuk berkomunikasi satu sama lain.”

Dia mengatakan enkripsi end-to-end penting bagi keamanan cyber, untuk memastikan bahwa bisnis, perbankan dan transaksi lainnya berlangsung aman – tetapi mengatakan juga harus dapat diakses.

“Ini tidak bertentangan. Anda boleh memiliki sistem dan kita dapat mendapatkan akses jika benar-benar diperlukan,” katanya kepada Sky News.

Rudd mengatakan dia belum berniat untuk memaksa pihak industri dengan undang-undang baru, tapi akan bertemu dengan para pemain kunci pada hari Kamis untuk membahas masalah ini, serta “melancarkan pertempuran terus-menerus” terhadap video ekstrimis yang diposting online.

“Orang-orang terbaik adalah yang mengerti teknologi dan menghentikan hal ini,” katanya kepada BBC.

Otoritas AS tahun lalu bergulat dalam pertempuran hukum dengan raksasa teknologi Apple untuk membuka sebuah smartphone yang digunakan oleh pelaku serangan teror di California.

Ahli FBI sendiri yang akhirnya membobol perangkat tersebut.

Raksasa media sosial juga mendapat tekanan atas konten ekstrimis yang diposting di situs mereka.

Jerman bulan ini mengusulkan denda bagi jaringan sosial seperti Facebook jika mereka gagal menghapus kebencian ilegal dari situs mereka.

Sementara itu Google telah menghadapi boikot oleh perusahaan-perusahaan yang iklannya muncul berdampingan dengan konten ekstrimis pada platform internet, khususnya di situs video-sharing YouTube.

Perang Berlanjut, Tidak Ada Tempat yang Aman Bagi Warga Sipil di Barat Mosul

IRAK (Jurnalislam.com) – Tentara Irak pada hari Ahad (26/3/2017) melanjutkan operasi melawan kelompok Islamic State (IS) di Mosul setelah jeda satu hari, di tengah keprihatinan atas meningkatnya korban sipil yang tewas dalam pertempuran sengit yang menyebar ke daerah paling padat penduduk di kota ini, lansir Aljazeera.

Serangan itu sempat ditunda setelah para pejabat lokal dan warga di Mosul barat mengatakan serangan udara yang diduga dilakukan oleh koalisi pimpinan AS pekan lalu telah menewaskan sejumlah warga sipil di distrik al-Jadida yang dikuasai IS.

Pasukan pertahanan pada hari Sabtu tidak mengizinkan wartawan untuk masuk ke lokasi serangan, tapi koalisi mengakui bahwa mereka menyerang daerah itu pada 17 Maret, dan mengatakan sedang menyelidiki laporan kematian warga sipil.

Rincian tentang apa sebenarnya yang terjadi pada 17 Maret tersebut sulit untuk dikonfirmasi saat pasukan Irak terlibat pertempuran dengan IS untuk merebut kembali wilayah padat penduduk di setengah bagian barat Mosul, benteng terakhir IS di Irak.

Saksi dan pejabat setempat mengatakan lebih dari 200 mayat ditarik dari sebuah bangunan yang runtuh setelah serangan koalisi udara.

Namun dalam sebuah pernyataan hari Ahad, militer Irak mengatakan tidak ada tanda-tanda bangunan tersebut hancur akibat serangan.

“Sebuah tim ahli militer dari komandan lapangan memeriksa bangunan rumah yang dilaporkan media benar-benar telah hancur. Semua dinding terdapat jebakan dan tidak ada lubang yang menunjukkan terjadi akibat serangan udara,” katanya, menambahkan bahwa 61 mayat ditemukan dari reruntuhan.

 

Pemerintah Bahrain Bekuk Sel Teror Bentukan Garda Revolusi Iran

BAHRAIN (Jurnalislam.com) – Pasukan keamanan Bahrain menangkap sebuah sel terror Syiah yang diplot untuk membunuh tokoh pemerintah Senior dan tokoh penting masyarakat.

Para tersangka ditangkap pada hari Ahad (26/3/2017), menurut sebuah pernyataan konfirmasi dari kementerian dalam negeri Bahrain, lansir Al Arabiya News Channel.

Selama operasi keamanan di beberapa kota di seluruh pulau-pulau kecil kerajaan Teluk, penyelidikan mengungkapkan bahwa kelompok ekstremis Syiah bekerja di bawah pengawasan langsung dalam hal pembiayaan, perencanaan dan pelaksanaan serangan oleh dua ekstremis terkenal; Mortadha Majeed al-Sindi dan Qassim Abdullah Ali.

Iran: Setelah Aleppo, Kita akan Bantai Bahrain dan Yaman

Beberapa yang diidentifikasi dan ditangkap terbukti telah menerima pelatihan militer di kamp-kamp di bawah pengawasan Garda Revolusi Iran.

Beberapa lainnya yang ditangkap pada hari Ahad juga bertanggung jawab atas serangan bom pada 26 Februari yang menghantam sebuah bus yang membawa polisi Bahrain hingga melukai empat petugas.