Perancis: Pernyataan Assad 100 Persen Bohong!

PERANCIS (Jurnalislam.com) – Komentar Presiden Suriah Bashar al-Assad bahwa serangan senjata kimia pekan lalu adalah sebuah rekayasa untuk membenarkan serangan militer AS adalah “100 persen kebohongan”, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault mengatakan pada hari Jumat (14/4/2017), lansir World Bulletin.

“Ini adalah 100 persen kekejaman dan kedustaan.”

Menteri Prancis mengikuti bahasa yang digunakan Assad, yang menolak laporan bahwa rezimnya melakukan serangan yang menewaskan 87 warga sipil, termasuk banyak anak-anak.

“Pasti, 100 persen menurut kita, itu fabrikasi (buatan),” kata Assad dalam wawancara tersebut.

Pemimpin rezim Syiah itu mempertanyakan apakah serangan tersebut benar-benar terjadi, dengan mengklaim bahwa “video palsu” dan “propaganda” digunakan untuk melawan pemerintahannya.

Menteri Prancis membuat pernyataan tersebut dalam sebuah konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi.

“Kenyataannya adalah bahwa lebih dari 300.000 orang telah meninggal, 11 juta orang telah mengungsi atau menjadi pengungsi, puluhan ribu telah ditempatkan di penjara Suriah dan sebuah negara telah hancur,” kata Ayrault.

“Itulah kenyataannya, ini bukan fantasi.”

Dia menekankan perlunya mengakhiri konflik dengan “gencatan senjata sesungguhnya, yang membatasi angkatan udara dan militer Suriah dan ditegakkan oleh masyarakat internasional.”

Heboh! Djan Faridz Ikhlas Mati Tak Disalati Demi Ahok-Djarot

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil Muktamar Jakarta, Djan Faridz, menyatakan dukungan kepada pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – Djarot Saiful Hidayat dalam Pilkada DKI. Dia siap menanggung konsekuensi dari pilihannya itu. Bahkan, dia rela jika meninggal nanti jenazahnya tidak disalati.

“Saya ikhlas kalau meninggal enggak disalati,” kata Djan Faridz saat menghadiri acara “Jakarta Berselawat” di Gedung Olahraga Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (14/4/2017) seperti dikutip Tempo.co.

“Nih Djan Faridz ikhlas mati enggak disalati,” tambahnya.

Sosok yang tengah menjadi sorotan akibat sikapnya ini menegaskan, ia rela jika yang mensalati atau mengurus jenazahnya dari kalangan ibu-ibu, asal memenangkan Paslon yang sedang menjadi terdakwa kasus penistaan agama itu.

“Yang salati nanti ibu-ibu saja ya. Mau enggak? Kalau mau, saya enggak takut,” ujar Djan Faridz, kepada peserta selawat yang kebanyakan kaum ibu.

Sebelumnya, sikap PPP melalui Djan Faridz untuk mendukung Ahok banyak menuai kritikan. Banyak pihak menilai, PPP telah mencederai tujuan dasar partai Ka’bah ini.

Bela TGB, Ribuan Umat Islam Tumpah Ruah di Islamic Center Mataram

MATARAM (Jurnalislam.com) – Kasus penghinaan setelah terhadap Gubernur NTB mendapat respon keras dari umat Islam di Mataram. Ribuan massa Aliansi Umat Islam NTB pada hari Jum’at (14/4/2017) berkumpul di Islamic Center Mataram usai shalat Jum’at mengecam penghinaan oleh Steven Hadisurya Sulistya kepada Gubernur NTB, TGB. M Zainul Majdi.

Meski SHS telah mengakui kesalahan dan melayangkan permohonan maaf kepada TGB, namun aksi ribuan massa Aliansi Umat Islam itu untuk menunjukkan bahwa umat Islam senantiasa menjaga marwah para ulama.

“Ini soal marwah dan kewibawaan pemimpin kita apalagi beliau seorang ulama. Boleh beliau memaafkan pelaku, tetapi tetap harus diproses hukum dan kita tidak boleh tinggal diam,” kata ketua AUI NTB, Deddy AZ sebagaimana dilansir suaranw.

Sebelumnya masyarakat Indonesia, khususnya warga Nusa Tenggara Barat (NTB) dibuat geram dengan kejadian tak mengenakkan yang dialami oleh ulama’ sekaligus Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi yang mendapatkan umpatan kasar dari seorang pengusaha muda bernama Steven Hadisurya Sulistyo. Peristiwa ini terjadi saat Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi ini melakukan atrian di Bandar Udara Changi, Singapura pada 9 April 2017 lalu.

Dimana Steven Hadisurya Sulistyo yang merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia itu mengeluarkan makian dan umpatan yang sangat tidak etis kepada Gubernur yang hafal Al Qur’an tersebut. Diawali salah paham antrian di bandara, Steven Hadisurya Sulistyo terus memaki-maki Muhammad Zainul Majdi. Bahkan setelah tahu yang dia maki adalah seorang gubernur, namun Steven terus melakukan penghinaan.

Reporter: Sirath

Penutupan STQ Ke-15 Jabar, Aher Ajak Masyarakat Jadikan Al Qur’an Sebagai Pedoman Hidup

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heriawan (Aher), resmi menutup penyelenggaraan Seleksi Tilawatul Qur’an (STQ) ke-15 tingkat Provinsi Jawa Barat pada Kamis (13/4/17) malam, di Plaza Pusdai Bandung. Penutupan dilakukan dengan prosesi pemukulan bedug.

Dalam kesempatan itu, Aher berpesan agar Al Qur’an dijadikan sebagai pedoman hidup umat Islam untuk melahirkan generasi-generasi terbaik.

“Kita berharap pada momentum ini kita bisa menjadikan Al Quran sebagai rujukan pedoman hidup, karena kalau Al Qur’an sudah dijadikan pedoman hidup, maka insha Allah akan melahirkan generasi-generasi terbaik yang memiliki moral baik,” kata Aher kepada wartawan.

Hasil STQ ke-15 ini melahirkan 72 orang juara dari 6 kategori yang dilombakan. Juara terbaik I/II/II akan mendapat pembinaan sebelum nantinya mewakili Jawa Barat pada STQ nasional yang akan dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Utara mendatang. Ahmad Heriawan juga memberikan hadiah paket umroh pada empat orang qori dan qoriah melalui nama yang ditentukan. Hal tersebut dilakukan untuk menambah semangat pada peserta yang telah menjadi juara.

Juara terbaik I/II/III nantinya akan mendapat pembinaan terlebih dahulu sebelum berlaga di tingkat nasional. Pembinaan ini akan mulai dilakukan oleh panitia seleksi sebelum memasuki bulan Ramadhan nanti.

“Insha Allah sebelum memasuki bulan Ramadhan kita suda akan mulai pembinaan,” jelas Dadi Iskandar selaku ketua panitia STQ ke 15 kepada wartawan.

Berikut ini daftar pemenang STQ ke-15 Provinsi Jawa Barat. Dari enam kategori yang dilombakan melahirkan 72 orang juara, terdiri dari juara terbaik I/II/II sebanyak 36 orang dan juara harapan I/II/II sebanyak 36 orang.

Dari hasil yang diumumkan, menghasilkan juara terbaik I sebagai berikut: Juara Harapan I Qori anak-anak atas nama Ma’bad Maula dari Kabupaten Bandung Barat. Untuk qoriah, Nadia Nur Fatimah dari Kota Bandung. Golongan dewasa, untuk Qori, diraih Suryadi Suryanulloh dari Kota Bandung, sedangkan qoriah diraih Syifa Aulia dari Kota Tasikmalaya. Untuk cabang musabaqoh hifdzil qur’an 1 juz, pada Muhammad Faisal Fadhil dari Kota Bandung, dan untuk hafidzah, Dini Kurniati dari Kabupaten Pangandaran.

Untuk 5 juz, hafifz, M. Tsabit Banani dari Kabupaten Cianjur, hafidzah, Fara Maftuhah dari Kabupaten Bekasi. Untuk 10 juz: hafidz, M. Nabil Haqqi Maulana, untuk Hafidzah, Binta Zakiya dari Kabupaten Bandung. Untuk 20 juz; Hafidz, H. Moh. Mafruf Baidhowi dari Kabupaten Sukabumi, untuk hafidza, dari Kabupaten Tasikmalaya. Untuk hafidz 30 juz: hafidz, Hadian Akbar dari Kabupaten Bandung, hafidzah, Idah Saidah dari Kabupaten Indramayu.

Pada cabang mufasir Bahasa Arab jatuh pada Mifthah Farid dari Kota Bandung dan mufasiroh diraih oleh Ulfiarurrohman Azizah dari Kota Cimahi.

Reporter: Saifal

Rangkaian Kegiatan ‘Subuh Ukhuwah’ Diikuti Ratusan Warga Desa Cemani

SOLO (Jurnalislam.com) – Forum Silaturahmi Komunikasi Antar Masjid Cemani (FOSIKOM) bekerja sama dengan ‘Melangkah Dengan Sedekah (MDS), dan Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) menggelar kegiatan Subuh Ukhwuah di masjid Baitussalam, Sukoharjo, Jumat (14/4/2017). Acara yang dihadiri ratusan umat Islam Soloraya ini diawali dengan shalat subuh berjamaah dan dilanjutkan dengan sarapan bersama serta pengobatan gratis untuk masyarakat sekitar.

“Dengan mengadakan subuh berjamaah yang dirangkai dengan tausyiah dan pengobatan gratis ini, kami berharap ukhwuah untuk masyarakat sekitar ini dapat berjalan rutin, dan semoga dengan ukhwuah ini yang Insya Allah kita lanjut ke masjid-masjid sekitar Cemani khususnya dan bisa menular ke tempat lain dan menjadikan kita, umat Islam kuat, membahana serta menggentarkan musuh-musuh Allah,” kata Perwakilan MDS, Abu Adam Al-Banna kepada Jurniscom di sela-sela kegiatan.

Sementara itu, Ustadz Widiasih dari Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, dalam tausyiahnya menyampaikan tentang pentingnya shalat berjamaah terutama shalat subuh. Ia menjelaskan, berjamaah shalat subuh akan menjadi sumber kekuatan bagi umat Islam.

“Shalat berjamaah sangat ditekankan oleh Rasulullah, baik dalam kondisi damai maupun kondisi konflik (perang-red). Bahkan Rasulullah pernah memberikan ancaman bagi para pemuda yang tidak shalat berjamaah dengan membakar rumahnya, dan umat Islam tidak akan bisa dikalahkan apabila shalat subuhnya sama dengan shalat jum’at,” paparnya.

Kegiatan juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis dari tim Forum Me-Dan. Puluhan warga diperiksa kesehatannya, mulai dari tensi darah, cek gula darah dan asam urat.

“Kami berterima kasih bisa berpartisipasi dalam subuh ukhwuah ini, dan kami Me-DAN akan terus mengikuti roadshow gerakan subuh berjamaah atau subuh ukhwuah ini,” kata Sekjen Forum Me-DAN Soloraya, Muhammad Nahar.

Reporter: Arie Ristyan

Dituding Perusak dan Anti Pancasila, Deklarasi FPI Semarang Dijegal

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Rencana pembentukan Front Pembela Islam (FPI) di kota Semarang, Kamis (14/4/2017) mendapat reaksi penolakan oleh beberapa ormas. Mereka menuding FPI anti Pancasila dan dapat merusak kota Semarang.

Menanggapi itu, Zainal Petir, ketua advokasi FPI Jawa Tengah mengatakan, penolakan tersebut tidak berdasar. Menurutnya FPI adalah organisasi kemasyarakatan yang sedang memperjuangkan moral Pancasila.

“Penolakan itu menurut saya tidak berdasar yang katanya anti pancasila, padahal FPI itu adalah organisasi kemasyarakatan yang pancasilais,” tegasnya saat ditemui jurniscom di rumahnya, Jl Pergiwati I no. 19 Bulu Lor Semarang Utara, Kamis (13/4/2017).

“Seringkali kita menghalau kegiatan-kegiatan yang berbau komunis,” tambahnya.

Ia mengatakan, sikap anarkis yang disematkan juga oleh berbagai ormas ini salah alamat. FPI, kata dia, sudah membangun organisasi yang lebih humanis dan menjauhi sikap anarkis.

“Kalau anarkis itukan oknum, makanya saya selalu minta teman-teman FPI jangan anarkis, kita sudah bangun FPI yang humanis,” terangnya.

Diketahui, pihak kepolisian datang untuk menjembatani penolakan ormas dan FPI sendiri. Kendati FPI sudah membantah dengan tegas alasan berbagai ormas, FPI lebih memilih untuk membubarkan diri untuk alasan keamanan dan kondusifitas.

Rusia Panik Negara Balkan Gabung ke NATO

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Kementerian luar negeri Rusia pada hari Kamis (13/4/2017) memprotes Amerika Serikat bahwa aksesi Montenegro ke NATO adalah “kesalahan fatal” yang menciptakan perpecahan di Eropa.

Keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menandatangani aksesi oleh negara Balkan ke Pakta Pertahanan Atlantik Utara pada hari Selasa “mencerminkan logika konfrontasi di benua Eropa dan menciptakan garis pemisah yang baru,” kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan, lansir World Bulletin.

“Kami menganggap bergabungnya Montenegro dengan NATO sangatlah keliru, secara fundamental melawan kepentingan masyarakat di negara ini dan membahayakan stabilitas di Balkan dan di Eropa secara keseluruhan,” katanya.

Populasi Montenegro, di Laut Adriatik, kebanyakan adalah Orthodox Slavia dan Moskow telah lama menganggapnya sebagai wilayah yang berada di bawah pengaruhnya.

Gedung Putih pada hari Rabu berbalik menuduh Moskow berada di balik percobaan kudeta selama pemilihan Montenegro bulan Oktober, yang mengakibatkan sekelompok warga Serbia dipenjara bulan lalu.

Jet Tempur AS Bunuh 18 Pasukan Koalisinya di Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Serangan udara oleh koalisi yang dipimpin A.S. menewaskan 18 pejuang Kurdi di Suriah, kata militer Amerika dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (13/4/2017).

Serangan tersebut salah menargetkan posisi IS dan malah mengarah ke posisi Pasukan Demokratik Suriah di selatan Tabqah, Komando Pusat A.S. mengatakan insiden “tragis” tersebut. Pasukan Demokratik Suriah (the Syrian Democratic Forces-SDF) yang sebagian besar Kurdi didukung oleh AS dalam pertempuran untuk merebut Raqqa dari IS.

“Ucapan dukacita kami sampaikan kepada anggota SDF dan keluarga mereka,” kata pernyataan tersebut. “Koalisi berhubungan erat dengan mitra SDF kami yang telah menyatakan keinginan kuat untuk tetap fokus pada perang melawan IS meski terjadi kejadian tragis ini.”

Serangan tersebut merupakan ketiga kalinya dalam sebulan A.S. atau mitranya menyerang warga sipil atau pasukan sekutu mereka dengan konsekuensi mematikan.

Pada pertengahan Maret, puluhan warga sipil dilaporkan tewas saat sebuah masjid di Aleppo dibom jet tempur AS. Militer A.S. mengatakan bahwa pihaknya menargetkan sebuah pertemuan al-Qaeda di daerah tersebut namun salah sasaran, penyelidikan atas kematian puluhan warga sipil yang sedang sholat sedang dilakukan.

Bunuh 58 Anggota Jamaah Tabligh Sedang Shalat, Rusia: Serangan Udara di Masjid Aleppo oleh AS

Beberapa hari kemudian serangan udara lain di Mosul, Irak, dilaporkan membunuh lebih dari 100 warga sipil saat serangan udara A.S. diyakini telah menghancurkan sebuah bangunan. Serangan itu juga sedang diselidiki.

Komandan koalisi Letnan Jenderal Stephen Townsend mengatakan pada akhir Maret bahwa militer A.S. “mungkin memiliki peran dalam jatuhnya korban ini” karena organisasi internasional telah mendesak koalisi untuk menghentikan meningkatnya korban sipil.

Serangan yang salah arah tersebut menimbulkan pertanyaan tentang apakah peraturan kerja sama dalam operasi di Suriah menjadi lebih santai di bawah Presiden Donald Trump, yang menjanjikan sebuah operasi yang tak henti-hentinya di sana.

Pasukan Irak Kuasai Benteng Strategis IS

NINEVEH (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak telah menguasai beberapa wilayah Al-Tanak di kota Mosul, Irak utara, kata seorang pejabat polisi kepada Anadolu Agency, Kamis (13/4/2017).

Pasukan khusus yang berafiliasi dengan tentara Irak terlibat bentrokan selama lebih dari 13 jam hingga Kamis siang dengan gerilyawan Islamic State (IS) di lingkungan tersebut, yang dianggap sebagai salah satu benteng terpenting IS di bagian barat kota, Kapten Polisi Said Kamel al-Alusi mengatakan.

Tujuh jalan di lingkungan tersebut dikuasai kembali, al-Alusi mengatakan, menambahkan bahwa pasukannya membunuh 15 milisi IS dan menangkap tiga lainnya; Mereka juga menghancurkan sebuah mobil penuh bahan peledak dimana seorang pembom mencoba untuk menargetkan tentara Irak.

Seorang kapten polisi juga tewas dan empat lainnya cedera dalam operasi tersebut, tambahnya.

Mengenai koalisi pimpinan A.S. yang berkoordinasi dengan pasukan Irak dalam operasi Mosul, al-Alusi mengatakan: “Kondisi cuaca buruk di kawasan ini mengurangi serangan udara pesawat tempur koalisi internasional terhadap situs-situs yang didominasi IS di Mosul barat.”

Bentrokan diperkirakan akan terus berlanjut di daerah tersebut.

Dalam perkembangan terkait, komando polisi federal mengumumkan pada hari Kamis bahwa pasukan Irak menembus kota tua tersebut hingga Masjid Nuri di bagian barat Mosul.

“Polisi federal menembus kota tua tersebut dan membunuh 13 milisi, serta menghancurkan 7 kendaraan IS yang terjebak dalam kegelapan di Bab al-Jadid menuju Masjid al-Nuri di Mosul barat,” komandan polisi Mayor Raed Shaker Jawdat mengatakan dalam sebuah pernyataan singkat.

Dia menambahkan: “Polisi federal berhasil menembak jatuh sebuah drone IS di distrik Al-Tayaran utara dan meluncurkan serangan artileri yang menargetkan markas besar IS di kota tua tersebut.”

Pada bulan Februari, pasukan darat Irak – yang didukung oleh koalisi pimpinan A.S. – memulai operasi baru yang bertujuan mengeluarkan IS dari Mosul barat, benteng terakhir kelompok tersebut di Irak utara.

Serangan tersebut merupakan bagian dari operasi lebih luas yang diluncurkan Oktober lalu untuk merebut kembali seluruh kota, yang dikuasai IS pada pertengahan 2014.

AS Jatuhkan Bom Non-Nuklir Terbesar di Afghanistan

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Militer A.S. menjatuhkan bom non-nuklir terbesar di gudangnya pada target kelompok Islamic State (IS) di Afghanistan, Pentagon mengkonfirmasi pada hari Kamis (13/4/2017).

Ini adalah pertama kalinya GBU-43 yang dijuluki “ibu dari semua bom” digunakan, juru bicara Pentagon, Adam Stump mengatakan kepada Anadolu Agency.

Lebih dari 21.000 pon Massive Ordnance Air Blast Bomb berisi 11 ton bahan peledak dijatuhkan pada pukul 7.32 waktu setempat (1502GMT) oleh sebuah pesawat militer MC-130 di sebuah kompleks terowongan di distrik Achin di provinsi Nangarhar.

Gedung Putih mengatakan bahwa kompleks terowongan dan gua tersebut memudahkan IS dalam menargetkan perwira militer A.S. dan pasukan Afghanistan.

“Amerika Serikat memerangi IS dan untuk mengalahkan kelompok tersebut, kami harus mematahkan unit operasional mereka, seperti yang kami lakukan saat ini,” kata juru bicara Sean Spicer.

Di Pentagon, Stump mengatakan: “Serangan tersebut dirancang untuk meminimalkan risiko terhadap pasukan Afghanistan dan A.S. yang melakukan operasi pembersihan di wilayah tersebut sekaligus memaksimalkan penghancuran pasukan dan fasilitas ISIS-K.”

ISIS-K adalah singkatan dari cabang Khorasan Negara Islam Irak dan Syria, nama lain kelompok IS.

A.S. “mengambil setiap tindakan pencegahan” untuk menghindari korban sipil, kata Stump.

Taliban Rilis Info Grafik Terbaru Wilayah Imarah Islam Afghanistan

Bom tersebut dikembangkan hanya dalam waktu sembilan pekan di tahun 2003 untuk digunakan selama perang Irak dan diuji dua kali di sebuah pangkalan udara di Florida. Bom ini dilaporkan menghasilkan asap setinggi 10.000 kaki (3.000 meter) yang terlihat sejauh 40 mil (64 kilometer).

Bom buatan AS ini dilaporkan diikuti oleh “bapak semua bom” yang dikembangkan oleh Rusia, yang mengklaim bahwa bahan peledaknya empat kali lebih kuat dari buatan AS.