Oposisi Suriah Tembak Jatuh Jet Tempur Rezim Assad di Perbatasan Yordania

SURIAH (Jurnalislam.com) – Oposisi Suriah yang didukung Barat mengatakan bahwa mereka telah menembak jatuh sebuah jet militer rezim Suriah pada hari Selasa (15/8/2017) dan menangkap pilotnya di daerah gurun di Suriah selatan dekat perbatasan dengan Yordania, tempat tentara baru-baru ini maju dan menyita pos-pos perbatasan, Middle East Eye melaporkan.

Pasukan Ahmad al-Abdo menembak MiG-21 pemerintah Suriah dekat Wadi Mahmud di provinsi selatan Sweida, kepala komunikasi kelompok tersebut, Fares al-Munjed kepada AFP.

“Pilot ada di tangan kita, dia terluka dan dirawat,” kata Munjed.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (The Syrian Observatory for Human Rights), sebuah lembaga monitor yang berbasis di Inggris, mengkonfirmasi bahwa faksi oposisi telah menembak jatuh pesawat dan menangkap pilot yang terluka.

Provinsi Sweida tidak termasuk dalam gencatan senjata perantara AS-Rusia yang mulai berlaku di daerah-daerah terdekat di barat daya pada bulan Juli.

Beberapa hari setelah kesepakatan tersebut mulai berlaku, Pasukan Ahmad al-Abdo menyerang sebuah jet rezim Suriah namun pesawat itu mendarat dengan selamat di wilayah yang dikuasai rezim.

Munjed mengatakan kelompoknya telah menggunakan “senjata anti-pesawat tempur 23 milimeter” untuk menjatuhkan pesawat tempur tersebut pada hari Selasa.

“Kami akan merawat pilot yang tertangkap sesuai dengan hukum internasional,” katanya kepada AFP.

Kepemimpinan kelompok opossi masih memperdebatkan apa yang akan terjadi pada pilot setelah perawatannya, katanya.

Pedesaan timur provinsi Sweida berbatasan dengan Yordania di depan di mana tentara Suriah, di samping milisi yang didukung Iran, telah menguasai kontrol atas pos pemeriksaan dan pos perbatasan Kamis lalu.

Pejabat Suriah tidak bisa segera dihubungi untuk memberikan komentar.

Pasukan Pembebasan Suriah (Free Syrian Army-FSA) yang mendapat dukungan dari sebuah komando di Yordania yang dijalankan oleh pendukung Arab dan Barat mengatakan bahwa pertempuran terus berlanjut di wilayah tersebut untuk mencoba mendapatkan kembali tanah yang hilang.

Mereka menyalahkan kerugian baru-baru ini atas mundurnya secara tiba-tiba milisi suku yang didukung Yordania yang dikenal sebagai Jaish al Ashair yang telah berpatroli di daerah perbatasan.

Hal ini memungkinkan tentara untuk segera menguasai pos perbatasan dan menempati sebuah pos perbatasan yang ditinggalkan pada tahun-tahun awal konflik.

Begini Surat Taliban untuk Donald Trump

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Imarah Islam Afghanistan (Taliban) menyuruh Presiden Donald Trump pada hari Selasa (15/8/2017) untuk memikirkan kembali strategi perang di Afghanistan dan mengadakan dialog damai langsung dengan rakyat Afghanistan daripada melibatkan politisi “korup”, lansir Aljazeera.

Ditulis dalam nada negosiasi, Taliban meminta Trump untuk mempelajari “kesalahan historis” pendahulunya dan untuk menarik pasukan dari Afghanistan sepenuhnya.

Surat tersebut mendesak Amerika Serikat untuk berinteraksi dengan rakyat Afghanistan “dengan murah hati” daripada menerapkan perang

“Tampaknya administrasi sebelumnya melakukan kesalahan historis dengan mengirimkan pemuda Amerika untuk membantai rakyat Afghanistan. Namun, sebagai presiden Amerika yang bertanggung jawab, Anda perlu mempelajari kesalahan pendahulu Anda dan mencegah kematian dan cedera pada warga Amerika, yaitu pasukan di Afghanistan,” katanya.

Afghanistan diserang oleh AS pada tahun 2001 dan telah menjadi intervensi militer terpanjang Washington sejak Vietnam. Intervensi di Afghanistan ini juga membutuhkan biaya paling mahal dengan pengeluaran lebih dari $ 100 miliar.

“Pemuda Amerika tidak dilahirkan untuk dibunuh di padang pasir dan pegunungan di Afghanistan hanya demi kepentingan para pencuri dan pejabat korup dan orang tua mereka juga tidak akan menyetujui mereka membunuh warga sipil di Afghanistan,” kata surat tersebut.

Taliban juga menuduh politisi dan jenderal Afghanistan melakukan perang dan pendudukan untuk keuntungan pribadi.

“Sejumlah anggota kongres dan jenderal yang tinggal di Afghanistan menekan Anda untuk memperpanjang perang di Afghanistan karena mereka berusaha untuk mempertahankan hak militer mereka, namun Anda harus bertindak secara bertanggung jawab karena nasib banyak warga Amerika dan Afghanistan terkait dengan masalah ini.”

Kementerian dalam negeri Afghanistan menolak berkomentar saat dihubungi oleh Al Jazeera.

Dalam sebuah konferensi pers pada hari Senin, Menteri Pertahanan AS James Mattis mengatakan semua opsi untuk Afghanistan tetap berada di atas meja, dan penarikan pasukan secara penuh adalah salah satunya.

Trump belum mengumumkan strategi untuk Afghanistan, namun Mattis mengatakan bahwa sudah “sangat, sangat dekat”.

Kemungkinan rencana strategi untuk Afghanistan tersebut termasuk mengirim ribuan tentara lagi ke dalam konflik yang hampir berumur 16 tahun itu, atau mengambil taktik yang berlawanan dan menarik diri, membiarkan kontraktor militer swasta membantu rakyat Afghanistan yang mengawasi situasi keamanan Afghanistan yang rapuh.

Erik Prince, pendiri perusahaan keamanan swasta Blackwater, telah menawarkan kekuatan militer pribadinya untuk Afghanistan, mengusulkan sebuah rencana dua tahun di mana pasukan Amerika – selain beberapa pasukan khusus – akan digantikan oleh tentaranya yang terdiri dari sekitar 5.500 kontraktor yang akan melatih tentara Afghanistan dan bergabung dengan mereka dalam perang melawan Taliban.

Namun, Taliban mengatakan bahwa memprivatisasi usaha perang akan menjadi kesalahan besar.

Jika perang tidak dapat dimenangkan dengan “pasukan profesional AS dan NATO … Anda tidak akan pernah bisa memenangkannya dengan tentara bayaran, perusahaan kontraktor terkenal, dan antek-antek tidak bermoral”, kata surat Taliban tersebut.

Ekonomi Masih Terjajah, Din Syamsuddin: Kita Belum Merdeka

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (PIM) Prof Din Syamsuddin mengatakan, selama ini banyak orang yang masih terjebak pada klaim dan simbol Pancasila tetapi tidak dengan isinya. Keadaaan negara seperti ini, kata Din, berarti masih jauh dari kata kemerdekaan, kemajuan dan kedaulatan Indonesia.

“Jika kita hanya merayakan kemenderkaan sementara membuka diri bagi keterjajahan, penguasaan ekonomi dan energi kita adalah asing, berarti kita belum merdeka. Maka merdekakanlah diri dari sistem ekonomi yang tidak sesuai dengan Pancasila,” kata Din di Jakarta, Selasa (15/8/2017) dilansir AntaraNews.

Din mengatakan selama Indonesia masih menerima kapitalisme maka Indonesia telah mengabaikan sila kelima dalam Pancasila.

“Keadaan negara kita yang hiruk pikuk saat ini, boleh jadi karena kita mengabaikan Pancasila,” ujarnya.

Menurut dia, pemerintah banyak melanggar nilai Pancasila salah satunya mengenai pandangan bahwa agama harus dijauhkan dari negara.

Din mengatakan agama tidak mungkin dipisahkan dari Pancasila dan potlik, karena sila pertama Pancasila adalah “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Jelang 17 Agustus, JIB Ingatkan Peran Umat Islam dalam Memerdekakan Indonesia

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Penerbit Pro-U Media bersama Jurnalislam.com menggelar bedah buku ‘Perjuangan yang Dilupakan’ karya Rizki Lesus bertempat di Gedung Nasional Indonesia Surabaya, Sabtu (14/11/2017). Acara ini menghadirkan penulis buku yang juga founder komunitas Jejak Islam untuk Bangsa (JIB) Rizki Lesus, Sejarawan Dr. Alwi Alatas dan Sekretaris MUI Jatim Muhammad Yunus.

“Dalam buku ini kita sejenak mengingat peran para pendahulu kita yang berjuang dengan ikhlas, berjuang dengan tulus untuk mempertahankan agama dan kemerdekaan negeri ini,” kata penulis buku, Rizki Lesus.

Rizki mengutip pembukaan UUD 1945, bahwa kemerdekaan Indonesia terjadi atas berkat rahmat Allah dan juga dorongan luhur dari para pejuang agar Indonesia menjadi negeri yang berdaulat.

“Karenanya, para pendahulu kita ingin negeri ini menjadi negeri yang bersyukur, karena tidak mungkin kemerdekaan diraih tanpa rahmat dan pertolongan Allah,” tambahnya.

Bentuk rasa syukur, kata Rizki diwujudkan dengan gigihnya para ulama dan pendahulu bangsa seperti KH Wahid Hasyim (NU), Ki Bagus Hadikusumo (Muhammadiyah), Haji Agus Salim, dll mewarnai Indonesia dalam bingkai keIslaman sehingga Pancasila dilahirkan oleh buah pemikiran mereka.

“Dan kita sebagai generasi penerus, jelang kemerdekaan ini ada baiknya kita merenung, mengenang kembali dan mengisi kemerdekaan sesuai cita-cita mereka,” pungkasnya.

Seperti diketahui, komunitas Jejak Islam untuk Bangsa (JIB) sejak tahun 2013 melalui laman jejakislam.net secara berkala menerbitkan tulisan terkait sejarah Indonesia seperti tentang komunisme dan PKI, sejarah perjuangan umat Islam, dll dan juga memiliki program pustaka umat yang mendokumentasikan buku lawas dalam format digital.

Buku Perjuangan yang Dilupakan Ungkap Sejarah dengan Gaya Bahasa Populer

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Penerbit Pro-U Media bersama Jurnalislam.com menggelar bedah buku ‘Perjuangan yang Dilupakan’ karya Rizki Lesus bertempat di Gedung Nasional Indonesia Surabaya, Sabtu (14/11/2017). Acara ini menghadirkan penulis buku yang juga founder komunitas Jejak Islam untuk Bangsa (JIB) Rizki Lesus, Sejarawan Dr. Alwi Alatas dan Sekretaris MUI Jatim Muhammad Yunus.

“Saya mengapresiasi ada anak muda menerbitkan buku ini. Penulisnya bisa memaparkan fakta seolah-olah kita berada di dalam peristiwa tersebut, karena gaya bahasanya ringan, popular dan seperti kita membaca novel,” kata Sekretaris MUI Jatim Muhammad Yunus.

Bahkan, menurut Yunus, dirinya sempat hanyut dan menangis membaca lembar demi lembar mengenang perjuangan para ulama yang gigih mempertahankan agama dan NKRI.

“Kita bisa tahu detail bagaimana para ulama menyusun konsitusi, pengakuan kedaulatan negeri-negeri Arab, hingga perjuangan jihad para ulama di garis depan,” kata Yunus menambahkan.

Karenanya, ia berharap masyarakat agar dapat membaca karya penulis buku Perjuangan yang Dilupakan. “Karena ini sangat ringan sekali, tak terasa membacanya dan juga kaya akan data,” pungkasnya.

Sejarawan Apresiasi Hadirnya Buku Perjuangan yang Dilupakan

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Sejarawan muslim Dr. Alwi Alatas menyambut baik terbitnya buku ‘Perjuangan yang Dilupakan’ karya founder komunitas Jejak Islam untuk Bangsa (JIB) Rizki Lesus. Hal tersebut ia sampaikan pada bedah buku ‘Perjuangan yang Dilupakan’ yang dihelat Jurnalislam.com di Gedung Nasional Indonesia Surabaya, Sabtu (12/8/2017).

“Buku ini menceritakan dengan gaya bahasa ringan dan cerita naratif. Penulis buku bisa menghadirkan fakta sejarah yang mudah dipahami masyarakat luas,” kata Doktor Sejarah IIUM Malaysia ini.

Karenanya, ia menyarankan masyarakat luas menjelang 17 Agustus 2017, 72 tahun kemerdekaan Indonesia agar kembali melihat sejarah bagaimana peran ulama dan umat Islam dalam memerdekakan bangsa ini.

“Dalam buku ini terlihat jelas saham umat Islam yang saat ini terkesan dipinggirkan. Padahal kalau kita melihat fakta sejarah, membicarakan Indonesia tentu saja tidak bisa memisahkan Islam, karena mayoritas penduduk Indoensia adalah muslim,” kata Penasehat Komunitas JIB ini.

Bagi Dr. Alwi, sejarah merupakan kejadian yang bisa berulang dan menjadi panduan bagi masa yang akan datang.

“Sejarah mengajarkan kita agar tidak memulai dari nol lagi, karena sudah ada panduannya,” katanya.

Seperti diketahui, komunitas Jejak Islam untuk Bangsa (JIB) sejak tahun 2013 melalui laman jejakislam.net secara berkala menerbitkan tulisan terkait sejarah Indonesia seperti tentang komunisme dan PKI, sejarah perjuangan umat Islam, dll dan juga memiliki program pustaka umat yang mendokumentasikan buku lawas dalam format digital.

Sidang Buni Yani, Pengacara: Kesaksian Ahok Fitnah

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Jaksa penuntut umum (JPU) membacakan 13 poin kesaksian Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang didasarkan pada berita acara penyelidikan (BAP) dalam sidang lanjutan kasus dugaan pelanggaran UU ITE dengan terdakwa Buni Yani, Selasa (15/8/2017).

BAP itu dibacakan JPU berdasarkan pemerikssaan mantan gubernur DKI Jakarta itu penyidik Ditreskrimus Polda Metro Jaya pada 7 Oktober 2016.

Dalam kesaksian tertulis itu, Ahok mengaku dirugikan oleh unggahan Buni Yani pada akun Facebooknya. Ahok bahkan mengaku pernah diancam dibunuh karena dianggap telah menistakan agama.

“Saya mengalami kerugian antara lain, saya mengalami fitnah di mana banyak orang terutama warga DKI Jakarta menganggap saya menista salah satu agama. Saya juga merasa terancam karena sampai ada seseorang yang ingin membunuh saya, dengan imbalan uang sejumlah satu miliar karena saya telah menistakan agama,” ujar Ahok dalam BAP yang dibacakan JPU Andi M. Taufik, di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Selasa (15/8/2017) dilansir AntaraNews.

Ahok juga mengaku sempat diminta mundur oleh salah satu partai dalam pencalonannya sebagai gubernur petahana pada Pilgub DKI Jakarta.

“Dalam pelaksanaan kampanye saya ditolak di beberapa tempat, dikarenakan saya telah dituduh menistakan agama,” kata dia.

Ahok juga tidak mengakui postingan Buni Yani yang menulis Bapak ibu (pemilih muslim) dibohongi surat al Maidah 51 (dan) masuk neraka (bapak ibu dibodohi) sesuai dengan apa yang diucapkannya di Kepulauan Pramuka.

“Dapat saya jelaskan bahwa kalimat bapak ibu (pemilih muslim) dibohongi surat Al Maidah 51 (dan) masuk neraka (bapak ibu bodohi), tidak sesuai dengan apa yang saya sampaikan saat memberikan kata sambutan di tempat pelelangan ikan di Pulau Pramuka,” kata dia.

Menanggapi pembacaan BAP Ahok, salah satu pengacara Buni Yani Aldwin Rahadian menyebut kesaksian itu tidak berdasar sehingga bisa digugurkan karena dia menyebut ucapan Ahoklah yang membuat masyarakat resah karena menyinggung surat Al Maidah.

“Timbulnya keresahan ini bukan karena postingan Buni Yani, tetapi keresahan itu karena ucapan dari terdakwa sendiri tentang surat Al-Maidah. Jadi jelas, kesaksian ini dapat digugurkan dan ini suatu fitnah kepada Buni Yani,” kata dia.

Ahok kembali urung hadir dalam sidang kesembilan kasus dugaan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang menjerat Buni Yani.

Acara Zikir dan Tasyakuran 72 Tahun Kemerdekaan Tak Diizinkan Pemkot Solo

SOLO (Jurnalislam.com)- Dalam mengisi dan memeriahkan peringatan kemerdekaan Rebuplik Indonesia ke 72, Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) berencana mengelar acara ‘Dzikir dan Tasyakuran’ di Jalan Sudirman bagian timur, Rabu (16/8/2017).

Namun acara yang sedianya digelar dari pukul 15.00 wib sampai 17.30 wib ini, dibatalkan karena tidak mendapatkan ijin dari Pihak Pemkot Solo dalam hal ini Dishubkominfo. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris DSKS Suwondo menyayangkan sikap Dishubkominfo yang tidak memberikan ijin.

“Kami menyayangkan tidak keluarnya ijin terhadap acara ini, padahal acara ini bersifat kebangsaan, mensyukuri nikmat kemerdekaan dan mendoakan para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan RI,”katanya dalam siaran pers yang diterima Jurnalislam.com pada Senin(14/8/2017).

Lebih lanjut, DSKS meminta umat Islam di Surakarta untuk dapat menerima keputusan tersebut.”Semoga pembatalan ini bisa dimaklumi, walaupun sangat disayangkan,”katanya.

Rencananya, dalam acara zikir dan tasyakuran akan dihadiri oleh tokoh Solo seperti Wakil Wali Kota Surakarta Dr. Achmad Purnomo, Apt, Ketua MUI Surakarta Prof. Dr.Zainal Arifin Adnan, Ketua PDM Muhammadiyah Solo KH. Drs. Subari, Danrem 074 Warastratama dan Kapolresta Surakarta AKBP Ribut Hari Wibowo.

Ratusan Orang Tewas Tertimbun Tanah Longsor di Afrika Barat

AFRIKA BARAT (Jurnalislam.com) – Ratusan orang dikhawatirkan tewas setelah tertimbun tanah longsor di Freetown, pinggiran ibu kota Sierra Leone, pejabat dan saksi mata mengatakan, Senin (!4/8/2017).

Victor Foh, wakil presiden negara Afrika Barat tersebut, mengatakan banyak orang masih terkubur di bawah puing-puing.

“Kemungkinan ratusan orang terbaring mati di bawah reruntuhan,” kata Foh kepada kantor berita Reuters di tempat kejadian tanah longsor hari Senin di kota pegunungan Regent.

Dia mengatakan sejumlah bangunan ilegal didirikan di daerah yang terkena tanah longsor.

“Bencana sangat serius sehingga saya sendiri merasa hancur,” katanya. “Kami mencoba untuk mengawal [daerah] [dan] mengevakuasi orang-orang.”

“Saya menghitung lebih dari 300 mayat dan lebih banyak lagi yang akan datang,” kata Mohamed Sinneh, seorang teknisi kamar mayat di Rumah Sakit Connaught Freetown, kepada kantor berita AFP, yang sebelumnya telah menggambarkan “jumlah korban tewas” yang luar biasa di fasilitas tersebut sehingga tidak ada tempat untuk meletakkan seluruh jenazah.

Petugas penyelamat mencoba menjangkau orang-orang yang terjebak, setelah bangunan terbenam di dua wilayah kota.

Berbicara kepada Al Jazeera, Ishmeal Alfred Charles dari Yayasan Bantuan Internasional Healey, Freetown, menggambarkan situasi tersebut sebagai “bencana”, dengan mengatakan bahwa banyak rumah telah “lenyap” oleh tanah longsor yang deras.

Televisi nasional Sierra Leone menunda program regulernya untuk menunjukkan adegan orang yang mencoba untuk mengambil mayat orang yang mereka cintai.

Yang lainnya terlihat mengangkut sisa kerabat di karung beras ke kamar mayat.

Gambar yang diperoleh oleh kantor berita AFP menunjukkan aliran lumpur berwarna oranye yang menyeramkan menyusuri jalan yang curam, sementara video yang disebarkan oleh penduduk setempat menunjukkan warga dengan pinggang dan dada di dalam air berusaha menyeberang jalan.

Personel militer telah ditugaskan untuk membantu operasi penyelamatan tersebut, kata beberapa pejabat.

Ramatu Jalloh, direktur advokasi Save the Children di Freetown, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa jumlah korban tewas masih dapat bertambah dari tanah longsor yang dimulai pagi-pagi sekali.

“Ini situasi yang sangat menyedihkan,” katanya saat menggambarkan reaksi panik penghuni daerah tersebut saat banjir mulai terjadi.

Karena skala tragedi tersebut, Jalloh mengatakan bahwa Afrika Barat “membutuhkan lebih banyak bantuan dan dukungan ” untuk membantu korban dalam beberapa hari mendatang.

Banyak daerah miskin di Freetown yang dekat dengan permukaan laut dan memiliki sistem drainase yang buruk, memperburuk banjir pada musim hujan.

Sedikitnya 20 Tewas dalam Serangan di Restoran Azis Istanbul, Burkina Faso

SENEGAL (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 20 orang telah terbunuh dan beberapa lainnya luka-luka dalam sebuah serangan terhadap sebuah restoran di ibukota Burkina Faso, kata polisi Senin (14/8/2017).

Serangan dimulai ketika “tiga atau empat” orang bersenjata turun dari sepeda motor mereka di restoran Aziz Istanbul di Ouagadougou sekitar pukul 21.30 Ahad malam (2130GMT) dan mulai melontarkan tembakan.

Menteri Komunikasi Remis Dandjinou mengatakan kepada penyiar televisi Radio Televisi du Burkina bahwa tiga penyerang kemudian dibunuh oleh pasukan keamanan.

Operasi polisi berlangsung hingga Senin pagi.

Dandjinou menggambarkan kejadian tersebut sebagai “serangan teroris”. Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab.

Wartawan lokal Francois Brado mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa polisi mengatakan korban berasal dari negara yang berbeda, termasuk Prancis dan Turki.

Jaksa Jagung Burkina Faso Sereme mengatakan satu orang Kanada, satu Senegal, satu Turki, satu Prancis, delapan Burkina Faso, satu Nigeria, dan dua warga Kuwait berada di antara para korban. Kewarganegaraan dari tiga korban yang tersisa belum teridentifikasi, tambahnya.

Kementerian Luar Negeri Turki mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa salah satu korbannya adalah orang Turki.

“Kami sangat sedih mengetahui bahwa seorang warga negara Turki termasuk di antara yang tewas dan satu lagi termasuk di antara yang terluka,” kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan.

“Kami mengecam keras serangan teroris yang terjadi di ibukota Burkina Faso Ouagadougou kemarin malam, yang menyebabkan jatuhnya korban tewas dan terluka. Kami sampaikan ucapan belasungkawa kami kepada keluarga korban dan semoga cepat sembuh kepada saudara-saudara kami di Burkina Faso.”

Senegal Press Agency (APS) melaporkan Senin sore bahwa seorang warga negara Senegal, Maxene Fenaiche, dan istrinya yang sedang hamil lima bulan termasuk di antara korban tewas. Tidak ada informasi tentang nama wanita itu.

“Seorang pria berusia 32 tahun yang lahir di Rebeuss di luar Dakar mengelola sebuah toko di Ouagadougou. Dia dan istrinya sedang berada di restoran saat serangan tersebut terjadi dan keduanya terbunuh,” kata APS, menambahkan ayah Maxene Fenaiche akan pergi ke Ouagadougou pada hari Selasa untuk mengambil jenazah mereka.

Presiden Senegal Macky Sall juga menyatakan dukungannya dalam memerangi terorisme di wilayah tersebut. “Saya menentang terorisme, dan saya menyatakan dukungan total saya bagi warga Burkinabé dan saudara laki-laki saya Presiden [Burkina Faso] [Roch Marc] Kabore yang saat ini sedang dalam kesedihan,” Sall tweeted.

Kantor kejaksaan Paris akan menyelidiki serangan mematikan tersebut karena satu warga Prancis termasuk di antara korban, kantor tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron menelpon mitranya di Burkina Faso, Roch Marc Kabore menyampaikan ucapan belasungkawa, menurut sebuah pernyataan di situs kepresidenan.

Uni Eropa juga mengecam serangan tersebut dalam sebuah pernyataan, dengan mengatakan bahwa mereka bertekad untuk melawan “ancaman umum ini”.