Responsive image

Sedikitnya 20 Tewas dalam Serangan di Restoran Azis Istanbul, Burkina Faso

Sedikitnya 20 Tewas dalam Serangan di Restoran Azis Istanbul, Burkina Faso

SENEGAL (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 20 orang telah terbunuh dan beberapa lainnya luka-luka dalam sebuah serangan terhadap sebuah restoran di ibukota Burkina Faso, kata polisi Senin (14/8/2017).

Serangan dimulai ketika “tiga atau empat” orang bersenjata turun dari sepeda motor mereka di restoran Aziz Istanbul di Ouagadougou sekitar pukul 21.30 Ahad malam (2130GMT) dan mulai melontarkan tembakan.

Menteri Komunikasi Remis Dandjinou mengatakan kepada penyiar televisi Radio Televisi du Burkina bahwa tiga penyerang kemudian dibunuh oleh pasukan keamanan.

Operasi polisi berlangsung hingga Senin pagi.

Dandjinou menggambarkan kejadian tersebut sebagai “serangan teroris”. Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab.

Wartawan lokal Francois Brado mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa polisi mengatakan korban berasal dari negara yang berbeda, termasuk Prancis dan Turki.

Jaksa Jagung Burkina Faso Sereme mengatakan satu orang Kanada, satu Senegal, satu Turki, satu Prancis, delapan Burkina Faso, satu Nigeria, dan dua warga Kuwait berada di antara para korban. Kewarganegaraan dari tiga korban yang tersisa belum teridentifikasi, tambahnya.

Kementerian Luar Negeri Turki mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa salah satu korbannya adalah orang Turki.

“Kami sangat sedih mengetahui bahwa seorang warga negara Turki termasuk di antara yang tewas dan satu lagi termasuk di antara yang terluka,” kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan.

“Kami mengecam keras serangan teroris yang terjadi di ibukota Burkina Faso Ouagadougou kemarin malam, yang menyebabkan jatuhnya korban tewas dan terluka. Kami sampaikan ucapan belasungkawa kami kepada keluarga korban dan semoga cepat sembuh kepada saudara-saudara kami di Burkina Faso.”

Senegal Press Agency (APS) melaporkan Senin sore bahwa seorang warga negara Senegal, Maxene Fenaiche, dan istrinya yang sedang hamil lima bulan termasuk di antara korban tewas. Tidak ada informasi tentang nama wanita itu.

“Seorang pria berusia 32 tahun yang lahir di Rebeuss di luar Dakar mengelola sebuah toko di Ouagadougou. Dia dan istrinya sedang berada di restoran saat serangan tersebut terjadi dan keduanya terbunuh,” kata APS, menambahkan ayah Maxene Fenaiche akan pergi ke Ouagadougou pada hari Selasa untuk mengambil jenazah mereka.

Presiden Senegal Macky Sall juga menyatakan dukungannya dalam memerangi terorisme di wilayah tersebut. “Saya menentang terorisme, dan saya menyatakan dukungan total saya bagi warga Burkinab√© dan saudara laki-laki saya Presiden [Burkina Faso] [Roch Marc] Kabore yang saat ini sedang dalam kesedihan,” Sall tweeted.

Kantor kejaksaan Paris akan menyelidiki serangan mematikan tersebut karena satu warga Prancis termasuk di antara korban, kantor tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron menelpon mitranya di Burkina Faso, Roch Marc Kabore menyampaikan ucapan belasungkawa, menurut sebuah pernyataan di situs kepresidenan.

Uni Eropa juga mengecam serangan tersebut dalam sebuah pernyataan, dengan mengatakan bahwa mereka bertekad untuk melawan “ancaman umum ini”.

 

Bagikan
Close X