Langsung ke konten

Jurnal Islam

Senin, 22 Jumadal Ula 1448 / 02 November 2026
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik
Internasional

Komando Peshmerga Kurdi: Irak akan Bayar Mahal atas Agresi Militernya di Kirkuk

Komando Peshmerga Kurdi: Irak akan Bayar Mahal atas Agresi Militernya di Kirkuk
Arie Ristyan
17 Oktober 2017, 06:07

IRAK (Jurnalislam.com) – Komando Umum Peshmerga Kurdi mengatakan bahwa pemerintah Irak akan membayar “harga mahal” atas operasi militernya di Kirkuk, yang digambarkannya sebagai “sebuah deklarasi perang melawan negara Kurdistan.”

Peringatan dari Komando Umum Peshmerga (the Peshmerga General Command-PGC) pada hari Senin (16/10/2017) muncul saat pasukan federal Irak, yang didukung oleh milisi Syiah, mengatakan bahwa mereka telah menguasai penuh wilayah Kirkuk yang kaya akan minyak yang di kuasai Kurdi secara cepat, lansir Aljazeera.

PGC menuduh beberapa pemimpin Serikat Patriotik Kurdistan (the Patriotic Union of Kurdistan-PUK) melakukan “pengkhianatan”, menuduh bahwa kekuatan di bawah kendali partai telah menarik diri dari wilayah yang mereka pegang. PUK membantah tuduhan tersebut, menurut portal berita Kurdi Rudaw.

Parlemen Kurdi Tolak Keputusan Pemerintah Irak Tentang Referendum

“Sayangnya, beberapa pejabat PUK membantu plot melawan negara Kurdistan ini dan melakukan pengkhianatan yang hebat dan historis terhadap Kurdistan dan para martir yang mengorbankan hidup mereka untuk Kurdistan di bawah bendera PUK,” kata pernyataan tersebut.

Secara terpisah, Hemin Hawrami, asisten khusus Masoud Barzani, presiden Pemerintah Daerah Kurdi (the Kurdish Regional Government-KRG) dan pemimpin Partai Demokratik Kurdistan, memposting di Twitter yang dia katakan sebagai pernyataan dari sebuah kelompok milisi Syiah utama yang berterima kasih kepada para anggota PUK atas kerja sama mereka membantu penarikan dari beberapa daerah sekitar Kirkuk.

Kemajuan pasukan Irak merupakan bagian dari operasi besar untuk merebut kembali Kirkuk, di tengah perselisihan yang meningkat menjelang referendum 25 September yang kontroversial mengenai pemisahan diri Kurdi yang menurut Baghdad dinyatakan ilegal.

Setelah Referendum Kurdi Irak, Perang Etnis dan Sektarian akan Terjadi

Dengan cepat, tentara Irak menguasai bandara kota tersebut, di samping ladang minyak, pangkalan militer strategis K1 dan distrik Taza Khormatu di sebelah tenggara Kirkuk, sebelum menguasai gedung gubernur di pusat kota.

Saat tentara Irak maju, ribuan orang, termasuk warga sipil dan pejuang Peshmerga, melarikan diri dari kota yang disengketakan tersebut.

Dalam pernyataannya, komando Peshmerga menuduh pemerintah Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi bertanggung jawab karena memulai “perang”, memperingatkan Baghdad bahwa pihaknya akan “membayar harga yang mahal untuk ketidakadilan ini.”

“Kami menyerukan kepada seluruh penduduk asli Peshmerga tersebut dan warga negara yang tahan banting dan mampu mengalahkan musuh untuk mengerahkan semua kemampuan mereka untuk melawan dan mengalahkan penyerang,” katanya.

Sementara itu, al-Abadi mendesak Peshmerga untuk berkolaborasi dalam menjaga perdamaian di Kirkuk.

“Kami menyerukan kepada pasukan Peshmerga untuk menjalankan tugas mereka di bawah kepemimpinan federal sebagai bagian dari angkatan bersenjata Irak,” katanya dalam sebuah pernyataan di Facebook, mendesak “semua pekerja di Kirkuk untuk melanjutkan pekerjaan mereka secara normal dan tidak mengganggu kepentingan warga.”

Al-Abadi mengatakan bahwa dia memenuhi tugas konstitusionalnya “untuk melayani warga dan melindungi kesatuan negara, yang berada dalam bahaya perpecahan karena desakan mengadakan referendum yang diselenggarakan oleh mereka yang berkuasa di wilayah Kurdistan secara sepihak.”

Pasukan Peshmerga Kurdi menguasai Kirkuk yang kaya minyak setelah tentara Irak melarikan diri dari serangan besar oleh kelompok Islamic State (IS) pada tahun 2014.

Sejak saat itu, belum ada kesepakatan antara KRG dan pemerintah federal di Baghdad tentang siapa yang harus mengendalikan daerah tersebut – dan mendapatkan keuntungan dari kekayaan minyaknya yang luas.

Ketegangan antara kedua belah pihak telah berlangsung sengit sejak warga Kurdi Irak mayoritas memilih untuk memisahkan diri dalam referendum bulan lalu.

Jajak pendapat tidak mengikat diadakan di daerah-daerah yang dikuasai KRG dan di beberapa wilayah yang disengketakan, termasuk Kirkuk.

Tak lama setelah referendum tersebut, parlemen Irak telah meminta al-Abadi untuk mengirim pasukan ke Kirkuk dan mendapatkan kembali kendali atas ladang minyak di wilayah tersebut.

Tags irak kurdi Referendum

Berita Terkait

Operasi Militer Israel di Hebron Paksa 2.649 Warga Palestina Mengungsi
Berita

Operasi Militer Israel di Hebron Paksa 2.649 Warga Palestina Mengungsi

27 Oktober 2026
Kamp Pengungsian di Gaza Dibakar, Lebih dari 800 Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal
Berita

Kamp Pengungsian di Gaza Dibakar, Lebih dari 800 Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal

27 Oktober 2026
Parlemen Mesir Setujui Otorisasi Bantuan Militer untuk Arab Saudi
Berita

Parlemen Mesir Setujui Otorisasi Bantuan Militer untuk Arab Saudi

27 Oktober 2026
Erdogan Tegaskan Diplomasi Turkiye Tetap Terbuka untuk Perdamaian Dunia
Berita

Erdogan Tegaskan Diplomasi Turkiye Tetap Terbuka untuk Perdamaian Dunia

25 Oktober 2026
Al-Alimi Tak Mundur dari Operasi terhadap Houthi, Janjikan Perlindungan Warga Sipil
Berita

Al-Alimi Tak Mundur dari Operasi terhadap Houthi, Janjikan Perlindungan Warga Sipil

15 Oktober 2026
Puing Rudal Houthi Lukai Empat Warga di Riyadh, 15 Rumah Terdampak
Berita

Puing Rudal Houthi Lukai Empat Warga di Riyadh, 15 Rumah Terdampak

15 Oktober 2026

Terpopuler

Berita

Sorry. No data so far.

Artikel

Sorry. No data so far.

Berita

  1. MUI Desak Polri Berikan Klarifikasi Penggerebekan Pesantren Putri di Sukoharjo
  2. DSKS Soroti Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, Minta Proses Hukum Berkeadilan
  3. Ungkap Kronologi Penggeledahan, Pihak Pesantren di Laban Sukoharjo Sebut Barang Senilai Rp50 Juta Belum Kembali
  4. Sempat Tuai Penolakan MUI, Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar

Artikel

Sorry. No data so far.

Berita

  1. MUI Desak Polri Berikan Klarifikasi Penggerebekan Pesantren Putri di Sukoharjo
  2. DSKS Soroti Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, Minta Proses Hukum Berkeadilan
  3. Ungkap Kronologi Penggeledahan, Pihak Pesantren di Laban Sukoharjo Sebut Barang Senilai Rp50 Juta Belum Kembali
  4. Sempat Tuai Penolakan MUI, Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar

Artikel

  1. Tiga Tahun Gaza: Jangan Lelah Membela Al-Aqsa
  2. Mengapa Negara Mayoritas Muslim Seperti Azerbaijan Membatasi Hijab?
  3. Hari Santri 2026: Setelah Santri Menulis kepada Presiden

Opini

Bullying Potret Buram Generasi Sekuler

Bullying Potret Buram Generasi Sekuler

25 Okt 2026 18:45:30
Karhutla Akan Terus Berulang Selama Menerapkan Sistem Kapitalisme

Karhutla Akan Terus Berulang Selama Menerapkan Sistem Kapitalisme

25 Okt 2026 18:43:18
Ingkar Janji dalam Hukum dan Islam

Ingkar Janji dalam Hukum dan Islam

21 Okt 2026 22:29:28
Pendidikan Politik Jalan di Tempat, Anggaran Parpol Jalan Terus

Pendidikan Politik Jalan di Tempat, Anggaran Parpol Jalan Terus

19 Okt 2026 08:30:25

Internasional

Operasi Militer Israel di Hebron Paksa 2.649 Warga Palestina Mengungsi

Operasi Militer Israel di Hebron Paksa 2.649 Warga Palestina Mengungsi

27 Okt 2026 05:32:21
Kamp Pengungsian di Gaza Dibakar, Lebih dari 800 Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal

Kamp Pengungsian di Gaza Dibakar, Lebih dari 800 Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal

27 Okt 2026 05:29:02
Parlemen Mesir Setujui Otorisasi Bantuan Militer untuk Arab Saudi

Parlemen Mesir Setujui Otorisasi Bantuan Militer untuk Arab Saudi

27 Okt 2026 05:26:52
Erdogan Tegaskan Diplomasi Turkiye Tetap Terbuka untuk Perdamaian Dunia

Erdogan Tegaskan Diplomasi Turkiye Tetap Terbuka untuk Perdamaian Dunia

25 Okt 2026 17:46:43

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

[ INFOGRAFIK ] Azerbaijan, Muslim dan Hijab
[ INFOGRAFIK ] Setahun Gencatan Senjata Gaza dalam Lima Angka
[INFOGRAFIK] Jakarta Understanding 2026: Tujuh Komitmen Imam Besar Dunia dari Jakarta
[INFOGRAFIK] Partai Kepala Daerah Juara Korupsi di Era Jokowi: Golkar Disusul PDIP

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED