Massa Buddha Serang Masjid di Srilangka Timur, Sejumlah Umat Muslim Terluka

SRILANKA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya lima orang terluka dan beberapa toko dan sebuah Masjid rusak dalam bentrokan antara mayoritas warga Buddha Sinhala dan umat Muslim minoritas di Sri Lanka timur, kata polisi pada hari Selasa (27/02/2018).

Ketegangan baru telah berkembang di antara kedua komunitas tersebut sejak tahun lalu, dengan beberapa kelompok Buddhis garis keras menuduh Muslim memaksakan orang untuk masuk Islam dan merusak situs arkeologi Buddhis, lansir Aljazeera.

Polisi telah dikerahkan di kota Ampara di bagian timur untuk mengendalikan kerusuhan tersebut setelah massa Buddha warga Sinhala menyerang sebuah masjid, empat toko dan beberapa kendaraan pada Senin malam, kata juru bicara Ruwan Gunasekara.

300 Gerombolan Buddha Myanmar Serang Kapal Bantuan Kemanusian di Rakhine Barat

Gunasekara mengatakan bahwa tidak ada penangkapan yang dilakukan sejauh ini.

Dewan Muslim Sri Lanka (the Muslim Council of Sri Lanka-MCSL), sebuah lembaga payung yang mencakup sebagian besar organisasi Muslim di Sri Lanka, mengecam serangan tersebut dan meminta pemerintah melakukan penyelidikan yang tidak memihak dan menangkap pelaku.

“Pemerintah memiliki tanggung jawab penuh untuk menjamin keselamatan dan keamanan semua warganya terlepas dari kepercayaan agama, kasta atau etnisitas,” kata Dewan tersebut dalam sebuah pernyataan.

“Bentuk kekerasan massa ini terus berkembang dan tempat usaha Muslim menjadi sasaran.”

Tahun lalu, para diplomat mengecam kekerasan terhadap umat Islam dan mendesak pemerintah untuk menegakkan hak-hak minoritas dan kebebasan beragama setelah lebih dari 20 serangan terhadap umat Islam, termasuk pembakaran atas bisnis dan Masjid milik kaum Muslim.

HAM Burma: Penyiksaan Sistematis Itu Didukung Pemerintah Myanmar, Biksu Buddha dan…

Presiden Maithripala Sirisena dan Perdana Menteri Ranil Wickremasinghe telah berjanji untuk melindungi kelompok minoritas, namun serangan terhadap umat Islam terus berlanjut.

Muslim berjumlah sekitar 9 persen dari 21 juta jiwa populasi Sri Lanka. Budha berjumlah sekitar 70 persen dan Hindu sekitar 13 persen.

Pemerintah mengakhiri perang sipil 26 tahun dengan mengalahkan sebagian besar kelompok oposisi Macan Tamil pada tahun 2009, dengan klaim kekejaman di kedua belah pihak.

PBB mengkritik Sri Lanka tahun lalu karena lambannya kemajuan dalam menangani kejahatan perang dan pelanggaran hak asasi manusia. PBB dan aktivis hak asasi manusia menuduh militer Sri Lanka membunuh ribuan warga sipil, kebanyakan orang Tamil, dalam pekan-pekan terakhir perang tersebut.

Lebih dari 200 Aktivis, Seniman dan Penulis Keluarkan Surat Terbuka: Hentikan Pembataian di Suriah

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Lebih dari 200 seniman, aktivis, penulis dan pemusik mengeluarkan sebuah surat terbuka yang meminta pemerintah dunia untuk “menghentikan pembantaian di Suriah.”

Penandatangan berasal dari seluruh dunia, termasuk banyak dari Negara aktor utama dalam konflik: Suriah, Rusia, AS dan Turki.

“Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan telah kehabisan kata-kata tentang Suriah, tapi kami, yang bertandatangan di bawah ini, masih memiliki beberapa kata untuk pemerintah, anggota parlemen, pemilih dan pengambil keputusan di dunia,” kata pembuka surat tersebut, yang diterbitkan di New York Review of Books pada hari Selasa (27/02/2018).

Militer rezim Nushairiyah Suriah, yang mendapat dukungan dari pesawat tempur Rusia, saat ini sedang membombardir secara brutal pinggiran kota Gharsa di Damaskus yang terkepung .

PBB, bersama dengan diplomat AS, telah menyerukan segera mengakhiri operasi militer, yang oleh ketua PBB Antonio Guterres disebut “Neraka di bumi.”

Neraka di Bumi itu Bernama Ghouta Timur

Ghouta Timur adalah benteng oposisi terakhir di dekat Damaskus, ibukota Suriah. Pengepungan dan blockade telah berlangsung sejak 2013.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyerukan gencatan senjata kemanusiaan di daerah kantong yang akan dimulai pada jam 9 pagi waktu setempat hari Selasa, meskipun para aktivis mengatakan kepada Al Jazeera bahwa gencatan senjata sudah dilanggar kurang dari dua jam setelah dimulai.

Turki juga melakukan serangan terhadap milisi PYD Afrin di sebelah utara Suriah, yang telah dibebaskan oleh pasukan Kurdi dari Islamic State (IS) selama perang global lima tahun.

Operasi tersebut telah menimbulkan ketegangan antara Turki dan AS. AS mempersenjatai dan mendukung pasukan PYD dalam perang melawan IS, sedangkan PYD afiliasi PKK, sebuah kelompok teror yang telah memerangi Turki puluhan tahun.

Angkatan udara rezim Syiah Suriah juga membombardir Idlib, sebuah provinsi barat laut yang merupakan pusat populasi besar sebagai benteng terakhir yang dipegang oleh faksi-faksi jihad Suriah.

Mujahidin HTS Tembak Jatuh Pesawat Tempur Rusia di Idlib

Puluhan warga sipil tewas dalam serangan udara baru-baru ini, menurut kelompok pemantau.

“Hari ini, saat Idlib dan Afrin terbakar, hal yang tak terelakkan juga terjadi di Ghouta, kamp konsentrasi besar terbuka yang memasuki tahun kelima di bawah pengepungan. Apa yang akan terjadi selanjutnya dapat diprediksi,” surat terbuka tersebut menyatakan.

Para penulis meminta negara-negara anggota PBB untuk menegakkan “Tanggung Jawab untuk Melindungi” (Responsibility to Protect-R2P) di bawah the UN Office on Genocide Prevention.

R2P meminta para penandatangan untuk mengambil “tindakan diplomatik, kemanusiaan dan damai yang sesuai… untuk membantu melindungi populasi dari genosida, kejahatan perang, pembersihan etnis dan kejahatan terhadap kemanusiaan.”

Langkah tersebut didukung oleh semua negara anggota PBB pada tahun 2005.

“Penghancuran Suriah dapat dicegah, dan sekarang hanya bisa diakhiri oleh anggota badan yang terpilih dan ditunjuk jika memenuhi kewajiban merekadi bawah R2P,” kata surat tersebut.

Langgar Perjanjian Astana, Jet Tempur Rusia Bombardir Zona de Eskalasi di Idlib

Pernyataan Sikap JITU Terkait Pembajakan Website dan Fitnah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Jurnalis Islam Bersatu (JITU) dengan ini mengumumkan bahwa telah terjadi pembajakan yang dilakukan orang-orang tidak bertanggungjawab terhadap website JITU serta akun whatsapp dan facebook Ketua JITU periode 2015-2018 Agus Abdullah.

Akun tersebut dibajak dan tiba-tiba melakukan chatting tanpa sepengetahuan yang bersangkutan.

Sebelumnya, yang bersangkutan sudah menceritakan keanehanannya kepada kami karena nomor akun whatsappnya tiba-tiba diganti dengan nomor lain.

Dan pada hari ini kita mengetahui bahwa ada foto-foto yang dibuat sedemikian rupa oleh pihak-pihak tidak bertanggungjawab yang memfitnah JITU dibiayai oleh pihak tertentu.

Oleh karena itu, JITU menyatakan sikap:

1. JITU memandang ada upaya-upaya sistematis untuk menjatuhkan nama baik JITU sebagai organisasi jurnalis Muslim yang selama ini berupaya konsisten mengawal isu-isu keumatan.

2. JITU tidak berafiliasi dan terlibat dukung mendukung kepada partai manapun, apalagi menerima dana. JITU bahkan dalam kode etiknya melarang anggota untuk mengambil amplop (imbalan) dalam peliputan.

3. Tuduhan ini makin terlihat dusta dengan menyebut JITU didirikan pada tahun 2018 dengan disponsori dan didanai pihak tertentu. Padahal JITU berdiri pada 2012. Maka tuduhan ini adalah fitnah nyata terhadap JITU yang selama ini berusaha menjaga kredibilitas sebagai organisasi jurnalis Muslim.

4. Kami mengharapkan umat Islam tidak terpancing karena hal itu jelas sebagai upaya mendeskreditkan JITU sebagai sebuah organisasi jurnalis muslim dan bentuk adu domba sesama anak bangsa.

5. Terakhir, kami mengharapkan doa dari para ulama dan kaum Muslimin agar kami bisa istiqomah mengawal isu-isu yang berkaitan dengan Islam dan kaum Muslim, serta mampu menjaga marwah serta izzah sebagai seorang jurnalis Muslim yang profesional.

Jakarta, 24 Februari 2018

Ttd.
Ketua Umum JITU
Pizaro

Forum MeDAN Nusa Tenggara Gelar Aksi Bedah Rumah Kaum Dhuafa

BIMA(Jurnalislam.com) – Lembaga kemanusiaan Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me DAN) wilayah Nusa Tenggara (Nusra) menggelar bedah rumah bagi warga Kabupaten Bima yang kurang mampu.

Aksi bedah rumah kali ini dilakukan terhadap rumah Nurdin yang beralamat di Desa Keli RT 08, RW 06, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Nurdin yang dikenal sebagai guru mengaji diketahui menderita penyakit yang membuatnya tidak bisa beraktivitas normal.

“Bedah Rumah ini merupakan salah satu program sosial kemanusiaan dari forum Me-DAN NTB, dan ini adalah kali yang ke tiga kami melakukan program bedah rumah,” kata aktivis Forum MeDAN, Suherman kepada Jurnalislam.com, Ahad (25/2/2018).

“Selain bedah rumah, kami juga melakukan perawatan rutin luka, serta pemberian modal usaha dengan harapan keluarga bisa mandiri serta kembali beraktifitas seperti sediakalanya,”tambahnya.

Suherman mengakui masih banyak masyarakat yang memerlukan uluran tangan dan bantuan di wilayah pelosok NTB. Ia mengajak masyarakat agar aktif membantu, salah satunya dengan berdonasi.

“Kami juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh donatur yang mempercayakan kepada forum Me-DAN NTB untuk kegiatan kemanusiaan, semoga kepedulian ini dibalas dengan kebaikan yang lebih oleh Allah,” pungkasnya.

 

Komunitas Keluarga Kita Gelar Wisuda Mukhoyam Qur’an, Dihadiri Muzammil Hasballah

TANGERANG (Jurnalislam.com) – Komunitas Keluarga Kita menggelar Wisuda Mukhoyam Qur’an di Gedung Serba Guna, Pemda Tangeran, Ahad (25/2/2018).

Acara dimulai pukul 09.30 diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Agenda Mukhoyam Qur’an ini didukung oleh Lembaga Tahfidh Qur’an Ibadurrahman Curug, Kabupaten Tangerang.

Turut hadir pula Drs. H. Amat, M.Si selaku perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Tangerang sebagai pemberi sambutan dan membuka acara secara resmi.

Beliau menyampaikan beberapa pesan singkat yang mana diharapkan ke depan akan banyak Hafizh maupun Hafizhah yang akan menerangi bumi Kabupaten Tangerang.

Acara semakin meriah karena ada sesi hiburan dari tim Marawis SMAN 1 Kabupaten Tangerang. Masuk ke sesi inti Wisuda, sebanyak 16 santriwati melakukan muraja’ah surat An-Naba dan Al-Balad. Setelah itu diumumkan 3 penghafal terbaik. Suasana haru pun tersebar saat prosesi wisuda ini berlangsung.

Hadir pula Ust. Ibah Surahman selaku CEO dari LTQ tersebut. Beliau menyerukan pesan kebaikan agar hendaknya setiap kita mau memperbaiki bacaan, menghafal, maupun mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.

Masuk ke sesi ke dua setelah rehat dan hiburan kedua dari Mutia and Brother. Acara dilanjutkan dengan sesi talkshow inspiratif bersama Muzammil Hasballah (Qur’an Reciter).

Acara yang dihadiri oleh 800 peserta ini antusias menyimak nasihat dan inspirasi dari bintang tamu. Salah satu nasihat dan pengingat dari Arsitek jebolan ITB ini mengingatkan bahwa, saat ini Ummat Islam di Indonesia sedang dijauhkan dengan Al-Qur’an.

Banyak paham-paham di luar konteks ke Islaman yang akhirnya menjadikan para pemuda dan pemudianya jauh dari Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah pedoman, di dalamnya terdapat banyak sekali hikmah dan sumber ketenangan yang seharusnya menjadi pegangan semua orang.

Muzammil juga bercerita saat dahulu ia menghafal Al-Qur’an, cara awal yang harus dilakukan agar kemudian kita tertarik untuk menghafalkannya adalah mengumpulkan rasa ingin tahu terhadap kandungan dan Al-Qur’an.

Selama acara berlangsung, para peserta juga dikejutkan dengan berbagai doorprize dari para sponsor. Acara diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Muzammil Hasballah.

Siaran Pers

Bangun Kembali Kepercayaan dengan Hamas, PLO Kirim 3.000 Pasukan ke Gaza

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Organisasi Pembebasan Palestina (the Palestine Liberation Organization-PLO) telah meminta pengiriman 3.000 pasukan dari Tepi Barat ke Jalur Gaza, seorang pemimpin PLO senior mengatakan kepada Anadolu Agency.

“Langkah ini bertujuan untuk mengontrol stasiun-stasiun polisi Gaza (Gaza saat ini dikelola Hamas),” kata Wasil Abu Yousef, seorang anggota senior Komite Eksekutif PLO yang berwenang, Senin (26/02/2018).

Akhir tahun lalu, Gerakan Perlawanan Islam Palestina – Hamas – di Gaza dan Fatah (yang memimpin PLO) di Tepi Barat menandatangani sebuah kesepakatan rekonsiliasi penting di Kairo untuk mengakhiri satu dekade pembagian politik yang suram.

Wujudkan Persatuan Palestina, Hamas dan Fatah Sepakati Rekonsiliasi

Kesepakatan tersebut menetapkan beberapa langkah membangun kepercayaan, termasuk pengiriman 3.000 polisi dari pemerintah Palestina yang berbasis di Ramallah ke Gaza.

Namun langkah-langkah tersebut belum diimplementasikan, terutama karena adanya perbedaan mendalam antara faksi-faksi tersebut mengenai masalah administratif dan keamanan.

Tanggapi Ancaman AS dan Israel, Hamas: Kami Tidak akan Tinggalkan Perlawanan Bersenjata

Setelah pertemuan di Ramallah bulan lalu, Komite Eksekutif PLO menyusun sebuah panel khusus yang bertugas – antara lain – menindaklanjuti proses rekonsiliasi yang macet.

Rekomendasi panel sekarang diharapkan dipresentasikan pada pertemuan Komite Eksekutif yang dijadwalkan pekan depan.

Fatah Bantah Lucuti Persenjataan Hamas

Namun, tetap tidak jelas apakah Komite Eksekutif – yang dipimpin oleh Presiden Palestina dan pemimpin Fatah Mahmoud Abbas – akan menerapkan rekomendasi panel tersebut.

Hamas, yang tetap mengendalikan Jalur Gaza yang diblokade oleh penjajah zionis Yahudi Israel secara de facto, belum secara resmi mengomentari rekomendasi tersebut.

UEA Bentuk Pasukan Kesukuan untuk Perangi Pemerintah Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Seorang menteri pemerintah Yaman menuduh Uni Emirat Arab mencoba untuk memisahkan negara tersebut dengan menciptakan tentara regional dan kesukuan di selatan, lansir aljazeera Senin (26/2/2018).

Menteri Perhubungan Yaman Saleh al-Gabwani mengatakan pasukan yang didukung UEA mencegat konvoi pada hari Ahad (25/02/2018) saat dia dalam perjalanan untuk meresmikan sebuah pelabuhan baru, di Balhaf, sebuah kota yang menjadi tuan rumah pabrik gas alam terbesar di Yaman dan merupakan sebuah terminal utama – yang sekarang diduduki oleh pasukan UEA.

Dia mengatakan bahwa Shabwa Elite Force, satu dari beberapa unit yang hanya tunduk pada pasukan UEA, mengatakan kepadanya bahwa orang-orang Emirat memerintahkan agar menghentikan dia mencapai pelabuhan.

200 Polisi dan Tentara Pendukung Presiden Yaman Terguling Diculik Syiah Houthi

“Ada tentara kesukuan dan daerah yang dibentuk oleh Emirati,” Gabwani kemudian mengatakan di depan sebuah pertemuan pejabat lokal dan pemerintah. “Kita sebagai negara tidak bisa menerima kelanjutan dari situasi ini.”

Yaman telah dilanda perang sejak tahun 2015 antara sebuah koalisi pimpinan-Saudi yang mencakup UEA melawan pemberontak yang dikenal dengan Houthi untuk mengembalikan pemerintahan yang diakui secara internasional menduduki kembali tampuk kekuasaan.

Tapi pemerintah, yang sekarang berbasis di kota pelabuhan selatan Aden, berselisih dengan pasukan UEA yang berbasis di sana walaupun UAE adalah sekutu resmi mereka melawan Houthi.

UEA telah melatih dan membiayai pasukan Yaman yang hanya tunduk pada Emiratis dan juga mendukung dewan pro-separatis yang baru, Southern Transitional Council. Pendukung dewan tersebut bertempur di jalan-jalan Aden bulan lalu, meminta pengunduran diri pemerintah Yaman.

Perang Yaman juga telah memicu krisis kemanusiaan terburuk di dunia dengan lebih dari dua juta orang mengungsi dan jutaan orang hidup bergantung pada bantuan kemanusiaan.

Organisasi Kesehatan Dunia (the World Health Organization-WHO) pada hari Senin (26/02/2018) memperingatkan bahwa epidemi kolera di Yaman yang menewaskan lebih dari 2.000 orang dapat kembali menyerang di musim hujan.

Masjid Bersejarah Abad ke 8 Dibombardir Syiah Houthi Yaman dengan Artileri

Peter Salama, wakil direktur jenderal WHO untuk Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat, mengatakan bahwa jumlah infeksi kolera telah menurun di Yaman selama 20 pekan terakhir setelah mencapai satu juta kasus yang dicurigai menghidap gejala kolera.

“Namun, masalah sebenarnya adalah kita memasuki fase lain musim hujan,” kata Salama kepada kantor berita Reuters di sela-sela sebuah konferensi bantuan internasional di Riyadh, Arab Saudi.

“Biasanya kasus kolera meningkat bersamaan dengan musim hujan, jadi kita memperkirakan satu gelombang kolera pada bulan April, dan potensi kenaikan lainnya di bulan Agustus.”

Yaman juga sangat bergantung pada impor makanan dan berada di ambang kelaparan. Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan lebih dari 22 juta dari 25 juta penduduk Yaman membutuhkan bantuan kemanusiaan, termasuk 11,3 juta orang yang membutuhkannya secara akut.

Masjid Bersejarah Abad ke 8 Dibombardir Syiah Houthi Yaman dengan Artileri

YAMAN (Jurnalislam.com) – Milisi Syiah Houthi membombardir Masjid Ashrafiya di Taiz pada hari Ahad (25/2/2018) dengan menggunakan artileri Howitzer hingga merusak peninggalan sejarah tersebut, lansir Al Arabiya News Channel, Senin (26/2/2018).

Penduduk setempat mengatakan bahwa Syiah Houthi menargetkan sebuah Masjid saat mereka akhirnya benar-benar merusak menara terakhir Masjid itu.

Warga telah menyerukan untuk menyelamatkan masjid ini dan mengatakan pemberontak Houthi dengan sengaja merusak sisa sejarah negara tersebut dan tidak menghormati kesucian masjid tersebut.

Komandan Senior Syiah Houthi Tewas dalam Serangan Artileri di Taiz

Masjid Ashrafiya, yang dibangun oleh Sultan Ashraf Ismail bin Abbas di tahun 800 hijriah, merupakan salah satu peninggalan paling terkenal di Taiz karena desainnya yang indah.

Pemerintah selesai melakukan restorasi di masjid tersebut pada bulan Juli 2014, beberapa bulan sebelum Syiah Houthi melakukan kudeta terhadap legitimasi pemerintah yang sah.

Selain ruang sholat, Masjid ini juga memiliki sebuah sekolah dan memiliki area pemakaman dimana beberapa raja dari dinasti Rasulid yang memerintah Yaman dikuburkan.

Rezim Assad Tidak Mampu Rebut Sejengkal Tanah Pun dari Faksi Jihad Ghouta Timur

GHOUTA TIMUR (Jurnalislam.com) – Pada hari Ahad (25/2/2018), pasukan rezim Syiah Bashar al-Assad melancarkan serangan darat terhadap kelompok oposisi dari berbagai arah, berupaya untuk menembus wilayah kantong yang terkepung, yang berada di bawah kendali oposisi sejak 2013, lansir Aljazeera Senin (26/2/2018).

Dua faksi oposisi utama di Ghouta Timur adalah Jaish al-Islam dan Failaq al-Rahman. Hayat Tahrir al-Sham, aliansi faksi jihad Suriah, juga memiliki kehadiran di sana.

Zeina Khodr dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Beirut di negara tetangga Lebanon, mengatakan bahwa pemerintah belum dapat menguasai “bahkan satu sentimeter pun wilayah di Ghouta” sejak serangan darat dimulai.

Neraka di Bumi itu Bernama Ghouta Timur

Sedikitnya 16 orang telah terbunuh sejak Senin pagi di Douma Ghouta Timur, aktivis lokal Alaa al-Ahmed mengatakan kepada Al Jazeera dari daerah kantong tersebut.

Sehari sebelumnya, sedikitnya 27 orang warga di pinggiran kota Damaskus meninggal akibat gempuran pesawat tempur rezim Syiah Assad yang didukung agresor Rusia.

Pekan lalu, serangan udara mematikan dan tembakan artileri yang diluncurkan oleh pasukan Syiah Suriah dan sekutu mereka memperburuk krisis kemanusiaan yang mengerikan di daerah wilayah yang terkepung itu, yang menampung sekitar 400.000 orang.

Inilah Ghouta Timur, Wilayah Krisis Kemanusian Terburuk Abad 21 yang Masih Berlangsung (Infografik)

Korban serangan Rezim Syiah Assad di Ghouta Timur
Korban serangan Rezim Syiah Assad di Ghouta Timur

Neraka di Bumi itu Bernama Ghouta Timur

SURIAH (Jurnalislam.com) – Serangan yang terus berlanjut oleh pasukan rezim Syiah Suriah dan Rusia telah menciptakan “neraka di Bumi” bagi warga sipil yang terjebak di daerah pinggiran kota Damaskus yang diblokade rezim Assad, kepala PBB mengatakan pada hari Senin(26/2/2018), saat serangan udara dan operasi darat berlanjut meski gencatan senjata diberlakukan seharian.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin, pada hari Senin, memerintahkan “jeda kemanusiaan” dari pukul 09:00 sampai 2.00 waktu setempat pada hari Selasa (27/2/2018) untuk mengizinkan warga sipil meninggalkan Ghouta Timur, lansir Aljazeera.

AS Salahkan Rusia atas Pembantain Warga Sipil Ghouta Timur

Pemboman terhadap daerah yang dikuasai oposisi selama sepekan terakhir merupakan salah satu yang terberat selama perang tujuh tahun Suriah, yang menewaskan lebih dari 550 orang dalam delapan hari, menurut sebuah perhitungan yang dikumpulkan oleh the Syrian Observatory for Human Rights, sebuah lembaga monitor perang yang berbasis di Inggris.

Pemboman terhadap oposisi telah menyebabkan 36 kematian dan sejumlah korban luka di Damaskus dan daerah pedesaan sekitarnya dalam empat hari terakhir, Zaher Hajjo, seorang pejabat kesehatan pemerintah, mengatakan kepada kantor berita Reuters.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menyerukan segera pelaksanaan resolusi Dewan Keamanan untuk gencatan senjata 30 hari di Suriah yang disepakati Sabtu (24/02/2018).

Beberapa Menit setelah DK PBB Keluarkan Resolusi, Jet Tempur Assad Membom Ghouta Timur

Berbicara di Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa, Swiss, Guterres menggambarkan situasi di Ghouta Timur sebagai “neraka di Bumi.”

“Saya mengingatkan semua pihak tentang kewajiban mutlak mereka serta hukum kemanusiaan dan hak asasi manusia internasional untuk melindungi masyarakat sipil dan infrastruktur sipil setiap saat,” katanya.

“Upaya memerangi ‘oposisi’ juga tidak menggantikan kewajiban ini,” tambahnya.

Ucapan Guterres itu muncul saat para dokter di daerah kantong tersebut mengatakan rezim Syiah Nushairiyah meluncurkan serangan gas klorin di kota Al-Shifaniyah di Ghouta Timur.

Tim penyelamat Pertahanan Sipil Suriah, yang juga dikenal sebagai White Helmets, mengatakan pada hari Ahad bahwa sedikitnya satu anak meninggal karena mati lemas.

Menurut pejabat kesehatan oposisi Suriah, korban menunjukkan gejala yang “konsisten dengan paparan gas klorin beracun.”

Rezim Assad Tidak Mampu Rebut Sejengkal Tanah Pun dari Faksi Jihad Ghouta Timur

Menteri luar negeri Rusia membantah tuduhan bahwa gas tersebut digunakan.

“Sudah ada cerita palsu di media bahwa klorin kemarin digunakan di Ghouta Timur, dengan mengutip seorang individu tanpa nama, yang tinggal di Amerika Serikat,” kata Sergey Lavrov pada sebuah konferensi pers.