Rezim Assad dan Rusia Masih Terus Gempur Ghouta Timur, 674 Warga Tewas

GHOUTA TIMUR (Jurnalislam.com) – Sebanyak 674 warga sipil telah tewas dalam hampir dua pekan serangan udara tanpa henti di pinggiran Damaskus, di Ghouta Timur, sebuah kelompok relawan Suriah mengatakan.

Pertahanan Sipil Suriah, yang juga dikenal sebagai the White Helmets, mengatakan pada hari Jumat (02/03/2018) bahwa lebih dari 670 orang telah terbunuh sejak rezim Syiah Suriah, dibantu oleh agresor Rusia, melancarkan serangan udara di daerah pedesaan di luar ibukota pada 18 Februari.

Ghouta Timur, yang menampung hampir 400.000 orang, telah dikepung oleh rezim Suriah sejak kelompok oposisi menguasai kawasan tersebut pada pertengahan 2013.

LSM Ghouta: 22 Pusat Kesehatan, 1 Panti Asuhan dan 1 Masjid Diratakan Rezim Assad dan Rusia

Pemboman udara telah meningkatkan kecaman internasional, namun gencatan senjata 30 hari yang dengan suara bulat dipilih oleh anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa Sabtu lalu sebagian besar gagal diberlakukan, karena serangan udara terus berlanjut tanpa henti.

“Sejak gencatan senjata ditetapkan sampai sekarang, 103 orang telah terbunuh,” kata Mahmood Adam, seorang anggota the White Helmets– sebuah kelompok sukarela beranggotakan 4.000 orang.

Diantaranya, kata Adam, ada 22 anak dan 43 wanita.

“Penargetan oleh pesawat tempur rezim Assad dan Rusia secara sistematis di daerah pemukiman di Ghouta Timur belum berhenti,” katanya kepada Al Jazeera.

Kecam Assad, Ribuan Warga Tasikmalaya Gelar Aksi Solidaritas untuk Ghouta

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Pembantaian umat Islam oleh rezim Suriah pimpinan Bashar Al Assad dan sekutunya di Ghoutah Timur, Suriah kian mendapat kecaman dari umat Islam.

Ribuan umat Islam dari berbagai elemen yang tergabung dalam Aliansi Aktivis dan masyarakat Muslim Tasikmalaya (Almumtaz) menggelar aksi solidaritas untuk Ghouta di Tugu Adipura depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Jumat (2/3/2018).

Anggota Dewan Pembina Almumtaz KH Aminuddin Bustomi menegaskan, pihaknya mengutuk pembantaian tersebut.

“Mana suara presiden untuk saudara kita yang sedang dibantai di Ghoutah Timur sana, demikian juga PBB yang tak bergeming. Oleh karena itu Tasik memulainya, dari Tasik untuk Suriah,” tegas KH Aminudin dalam orasinya.

Ia mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah tegas menyelesaikan tragedi kemanusiaan tersebut. Hal itu, kata dia, sebagai amanah pembukaan UUD 1945 yang menolak penjajahan.

“Indonesia harus menjadi yang terdepan, tidak hanya sebatas memutuskan hubungan diplomatik, tapi turunkann pasukan-pasukan khusus ke sana, Densus 88 ditambah Densus 99,” paparnya.

“Tuntutan kami, hentikan pembantaian saudara-saudara kami di Suriah,” sambung Ketua DKM Masjid Agung Kota Tasikmalaya ini.

Aksi solidaritas bertajuk Save Ghoutah itu dimulai dengan orasi-orasi dari perwakilan ormas dan elemen umat dilanjutkan dengan longmarch mengitari pusat Kota Tasikmalaya.

Hingga saat ini, pembantaian di Ghoutah oleh rezim Syiah Bashar Assad dan sekutunya dengan menggunakan serangan udara masih berlangsung.

Serangan itu telah menewaskan 500 lebih wagra Ghoutah Timur yang kebanyakan anak-anak dan wanita.

400.000 Warga Ghoutah Timur juga dikepung oleh blokade militer rezim. Sebagian pengamat mengatakan, Ghoutah adalah neraka di bumi.

 

RBC Sinergi Foundation Buka Layanan Kesehatan untuk Korban Banjir Bandung Selatan

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Sudah beberapa hari ini wilayah Bandung dan sekitarnya diguyur hujan deras. Bahkan beberapa lokasi di kabupaten Bandung mulai terendam banjir hingga setinggi lebih dari 1 meter seperti di Kampung Citeureup, RW 02, Desa Kabupaten Bandung.

Semenjak hujan mengguyur daerah ini malam Jumat kemarin hingga sekarang, banjir setinggi 1 meter itu belum juga terlihat tanda-tanda akan surut.

Melihat persoalan tersebut, Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) Sinergi Foundation menggandeng alumni Pesantren Terapis Thibbun Nabawi (PTTN) berinisiatif untuk memberikan bantuan kesehatan, layanan terapi, dan membagikan 100 paket sembako kepada warga setempat.

“Selain sebagai bentuk syi’ar dari RBC, kami juga mengajak insan peduli agar aware terhadap saudara-saudara kita yang tengah diuji banjir melalui aksi sosial dan layanan kesehatan gratis,” kata RBC Funding Supervisor, Deri Husen Abdullah di Kampung Citeureup, RW 02, Desa Dayeuhkolot, Kec. Dayeuhkolot, Kab. Bandung, Rabu (28/02/2018).

Posko kesehatan yang hanya dibuka untuk hari ini (Rabu, 28/02/2018) dari jam 08.00 sampai 12.00 siang nanti, memanfaatkan 2 rumah warga untuk pemeriksaan kesehatan, pemberian obat, layanan terapi pijat, refleksi, dan totok.

“Sebagian besar warga yang datang mengeluhkan bermacam gangguan kesehatan, mulai dari gatal-gatal, batuk, flu, diare, sakit kepala, pegal-pegal, bahkan kedinginan,” tutur Koordinator Terapi PTTN, Rifqi Zein.

Melalui bakti sosial ini, Rifqi berharap dapat memberikan maslahat lebih besar lagi. “Ke depan, kami berharap dapat memberikan bantuan lebih banyak lagi kepada masyarakat yang tengah mengalami kesulitan.” tandasnya.

Siaran Pers

Ustadz Abu Dirawat di RSCM, Keluarga : Padahal Izinnya Sudah Keluar Sejak Nopember Tahun Lalu

SOLO (Jurnalislam.com) – Dengan penjagaan ketat dari Densus 88, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta pada Kamis (1/3/2018) untuk mendapat perawatan.

Putra bungsu Ustadz Abu, Abdul Rachim Ba’asyir menjelaskan, pengajuan pemeriksaan kesehatan diajukan pihak keluarga pada Oktober tahun lalu dan disetujui satu bulan kemudian.

“Tapi baru bulan Februari ini bisa terlaksana karena waktu BNPT dan Densus beralasan masih sibuk,” kata pria yang karib disapa Ustadz Iim kepada Jurnalislam.com di Solo, Kamis (1/3/2018).

Padahal, kata dia, pihak dokter meminta pemeriksaan kesehatan Ustadz Abu dilakukan satu bulan sekali. “Ini terkait kondisi kaki beliau dan faktor umur juga, jadi penanganannya gak bisa sehari dua hari, makanya harus sering kontrol, tapi ya prosesnya itu susah,” ujarnya.

Berdasarkan hasil diagnosa tim medis Lapas Gunung Sindur dan RS Cipto Mangunkusumo, Baasyir menderita CVI Bilateral atau disebut kelainan pembuluh darah vena berkelanjutan yang menyebabkan pembengkakan pada kedua kakinya.

“Kalau pembengkakannya itu sudah mulai sekitar dua tahunan, tapi mulai parahnya itu setahunan lah,” ujar Ustadz Iim.

Ia menuturkan, ini adalah kali keempat Ustadz Abu mendapat perawatan di Rumah Sakit. Pihak keluarga dibantu tim dokter dari Mer-C untuk memantau kondisi kesehatan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir.

Presiden Joko Widodo menyetujui pemindahan perawatan kesehatan Ustadz Abu ke Rumah Sakit dengan pertimbangan kemanusiaan.

“Ini kan sisi kemanusiaan yang saya kita juga untuk semua. Kalau ada yang sakit, tentu saja kepedulian kita untuk membawanya ke rumah sakit untuk disembuhkan,” kata Jokowi di Istana Negara, Kamis (1/3/2018).

Ada Orang Bilang Jangan Bawa Agama ke Politik, Ini Jawaban Wasekjen MUI

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Forum Umat Islam Tawangmangu (FUIT) dan Yayasan Sedekah Merem Community (YSMC) sukses menggelar Tabligh Akbar yang menghadirkan Wakil Sekjen MUI KH Tengku Zulkarnain.

Tabligh Akbar yang bertajuk “Peran Umat Islam dalam Kancah Politik di Indonesia ini” dihadiri lebih dari 3000 jamaah hingga memenuhi Gedung Serbaguna Sepanjang Tawangmangu Karanganyar, Rabu (28/2/2018).

Dalam paparannya, KH Tengku Zulkarnain mengingatkan hadirin bahwa agama Islam mengatur seluruh sendi kehidupan, mulai yang paling kecil hingga hal-hal yang besar.

Bahkan, katanya, syariat Islam telah sempurna mengatur segala urusan.“Agama Islam itu Sudah dicontohkan oleh Rosululloh, dan jangan sampai kita laksanakan sesuka diri kita,”katanya.

Karenanya, ia agak heran ketika ada orang-orang yang tidak mengerti Islam namun malah berkata jangan membawa-bawa agama dalam politik. KH Tengku Zulkarnaen tentu tak sependapat dengan ungkapan tersebut.

“Lho..ndak begitu… Islam itu, jangankan kehidupan bernegara, masuk WC aja sudah diatur oleh agama ini,” katanya.

Lebih lanjut ustaz Tengku Zulkarnain mengatakan bahwa dalam beragama Islam tidak boleh hanya selera kita, dan tentunya harus sesuai dengan sunnah Nabi.

“Kalau seandainya agama ini sesuai dengan Selera kita maka ketika bapak atau ibu kita meninggal maka akan kita mandikan dengan Coca-cola,”pungkasnya.

Jamaah Membludak, FUI Tawangmangu dan YSMC Sukses Helat Kajian Politik Islam

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Forum Umat Islam Tawangmangu (FUIT) dan Yayasan Sedekah Merem Community (YSMC) sukses menggelar Tabligh Akbar yang menghadirkan Wakil Sekjen MUI KH Tengku Zulkarnain.

Tabligh Akbar yang bertajuk “Peran Umat Islam dalam Kancah Politik di Indonesia ini” dihadiri lebih dari 3000 jamaah hingga memenuhi Gedung Serbaguna Sepanjang Tawangmangu Karanganyar, Rabu (28/2/2018).

“Alhamdulillah, Acara yang kami gelar sore ini sukses dan bahkan melebihi target dari yang panitia targetkan,”kata Ketua FUI Tawangmangu yang juga Ketua Panitia Tabligh Akbar, Ustaz Warseno.

Ia berharap, dengan digelarhnya acara ini, umat Islam khususnya daerah Tawangmangu yang hadir semakin ‘melek’ politik di Tanah Air.

“Kami berharap dengan digelarnya Tabligh Akbar ini semakin mempererat ukhuwah dan juga memahamkan umat akan pentingnya politik bagi umat Islam dan jangan sampai kita hanya menjadi orang yang dipolitiki,” pungkasnya.

Menjadi Orang Tua Remaja Zaman Now ala Burhan Sodiq

MAGELANG (Jurnalislam.com)- Guna memahamkan para orang tua akan perilaku remaja di masa kini, Mah’ad Tahfidzul Qur’an An-Nahl Magelang bekerja sama dengan Rumah Shodaqoh gelar kajian remaja bertajuk “Menjadi Orang Tua Remaja Zaman Now” bersama Ustaz Burhan Sodiq di Gedung Margoutomo, Rabu, (28/2/2018).

Ustaz Rino, salah satu pengajar di Mahad An-Nahl berharal, dengan diadakannya kegiatan yang dihadiri ratusan siswa beserta orang tuanya ini, bisa menjadikan orang tua lebih bijak lagi dalam mendidik dan lebih memperhatikan lagi perilaku anak-anaknya.

“Saya berharap acara ini bisa menjadikan para remaja lebih waspada menghadapi zaman kekinian dan juga menjadikan orangtua lebih berhati hati dalam mendidik anaknya,” katanya.

Sementara itu, dalam paparannya ustaz Burhan mengatakan, bahwa saat ini, sangat banyak remaja yang dirusak oleh gadget sehingga lupa waktu untuk beribadah dan belajar.

“Baca al Quran satu menit, setelah itu buka instagram tiga jam. Cari artikel untuk tugas setengah jam, buka facebook 3 jam,” terang penulis buku ‘Ya Allah Aku Jatuh Cinta’ ini dihadapan siswa dan orang tua yang hadir.

Kontributor : Hasan Shoghir

Mengapa Iran Tingkatkan Perannya di Suriah?

SURIAH (Jurnalislam.com) – Seiring dunia yang terus gagal dalam menghentikan tumpahnya darah warga sipil di Suriah, Iran mempertahankan dua tujuan utama untuk menyelamatkan muka mereka di tanah airnya dan menaikkan harga kesepakatan yang sangat mungkin akan terjadi di masa depan.

Rezim Assad terus-menerus membom warga yang tidak bersalah di Ghouta Timur dekat Damaskus, menewaskan sedikitnya 500 orang. Petugas penyelamat terus-menerus menarik warga sipil yang tewas di bawah puing-puing bangunan. Karena Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menetapkan sebuah resolusi gencatan senjata 30 hari, jelas bahwa untuk mendukung tuntutan tersebut diperlukan tindakan yang kuat.

Neraka di Bumi itu Bernama Ghouta Timur

Karena pembunuhan itu mengerikan, kita harus ingat bahwa Teheran adalah kekuatan pendukung yang mempertahankan rezim Suriah sebagai bagian dari kerajaan Syiah-Persia yang diimpikan. Iran terus memperluas pijakan di Suriah, sementara negara-negara Arab di seberang Teluk, yaitu Jerman dan Prancis juga terdengar membuat tuntutan yang kuat. Uni Eropa secara keseluruhan juga harus membuat Iran mengerti bahwa kekejaman semacam itu tidak dapat diterima.

Sejak Assad mengobarkan perang melawan rakyatnya sendiri, rakyat Suriah pada tahun 2011, Iran telah menempatkan seluruh dukungannya di belakang kediktatoran Assad, dan meminta dukungan udara Rusia pada tahun 2015 untuk memastikan kelangsungan rezim tersebut, karena mengetahui kekuasaannya sendiri akan terancam jika kehilangan Damaskus.

Iran Dibalik Pembantaian Aleppo

Setelah jatuhnya Aleppo dan setelah IS diusir dari Raqqa, dan terutama setelah menikmati pendekatan penuh hormat dari Obama, sumbu Teheran-Moskow-Damaskus ini sekarang memiliki jalur yang berfokus pada markas oposisi Suriah yang tersisa.

Aliansi ini akan berusaha untuk membangun kembali kendali Assad atas Suriah melalui perdamaian yang disponsori oleh Rusia, yang merendahkan upaya dukungan PBB yang sudah lemah. Rusia akan menuntut mempertahankan pangkalan militernya, dan Iran berusaha mencapai keinginan panjangnya untuk membangun pengaruh yang berarti di seluruh wilayah tersebut hingga ke Laut Tengah (Mediterranean).

Seperti diberitakan secara luas, di daerah yang sekarang dikuasai oleh Assad, Iran sedang berupaya mengokohkan kehadiran militer Korps Pengawal Revolusi Islam (the Islamic Revolutionary Guard Corps-IRGC), Hizbullah Lebanon, tentara Syiah bayaran dari Pakistan, Irak dan Afghanistan, dan proxy Suriah setempat.

Penasihat Keamanan Nasional AS H.R. McMaster mengungkapkan keprihatinannya pada bulan Desember tentang “kemungkinan Iran memiliki tentara proxy.” Perkiraan menunjukkan bahwa milisi Syiah Hizbullah membangun sebuah armada 100.000 roket yang berbasis di Lebanon dan mungkin juga Suriah. Kekuatan Iran seperti itu di Suriah menimbulkan potensi perang Timur Tengah lainnya, walaupun Teheran pasti akan mundur mengetahui peralatannya tidak memiliki kapasitas seperti itu.

Mata-mata Zionis di Iran: Kerusuhan Saat Ini Tidak Dapat Menggulingkan Rezim

Walaupun Iran secara terbuka mengatakan tujuan akhir mereka adalah “memerangi Israel,” namun pemimpin Quds Force dari IRGC, Qasem Soleimani, baru-baru ini mengatakan bahwa niat utama mereka ada dua.

Kebutuhan Teheran untuk terus berperang di luar negeri meningkat karena demonstrasi baru-baru ini di tanah air. Awal bulan ini ketegangan meningkat di seluruh wilayah tersebut saat militer Israel menembak jatuh sebuah drone yang diluncurkan oleh pasukan yang didukung oleh Iran dari kota Homs, Suriah. Jet tempur juga dikerahkan untuk menargetkan pangkalan yang mengendalikan drone, sejajar dengan target militer lainnya.

Iran: Setelah Aleppo, Kita akan Bantai Bahrain dan Yaman

Eskalasi ini muncul dari mentalitas Iran yang menunjukkan sikapnya di luar negeri untuk mempertahankan pengaruh di antara basis sosial yang sudah semakin berkurang di tanah air. Keadaan hari ini memaksa Pemimpin Tertinggi Syiah Iran Ali Khamenei untuk secara terbuka mengakui bahwa warga mengkritik pemerintah yang berkuasa dan posisinya.

Pada situasi yang luar biasa bagi penguasa Iran, berbohong mengenai posisi yang kuat di luar negeri melawan musuh-musuh asing juga memberikan alasan bagi Teheran untuk menolak perbedaan pendapat domestik.

Bagi Iran, sangat penting bagaimana masyarakat global merespons loncengnya, memahami kapan waktunya untuk mundur dan kapan waktu yang tepat untuk melanjutkan permusuhan.

Menteri Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir, dalam pidato Parlemen Eropa menekankan perlunya kerja sama global untuk mencegah campur tangan Iran di luar negeri, menambahkan bahwa Teheran harus mengakhiri upayanya dan “revolusi telah berakhir.”

Menlu Arab: Iran Sumber Bahaya Terbesar

Di seberang Atlantik, Wakil Presiden AS Mike Pence mengulangi fakta bahwa Teheran tetap menjadi pendukung utama milisi Syiah internasional, memperingatkan Washington tidak akan lagi mentolerir kegiatan destabilisasi Iran di seluruh wilayah Timur Tengah.

Dan saat kembali dari tur Timur Tengahnya, Ed Royce, Ketua Komite Urusan Luar Negeri AS mengeluarkan sebuah pernyataan menekankan ancaman yang diajukan Iran untuk seluruh wilayah Timur Tengah. Tindakan finansial dan diplomatik terhadap program rudal Iran dan dukungan Iran terhadap kelompok bersenjata dibahas dalam pertemuan Royce, menurut sebuah pernyataan.

Kembali ke Benua Hijau, Kanselir Jerman Angela Merkel telah meminta Uni Eropa meningkatkan tekanan pada Rusia dan Iran untuk mengakhiri kekerasan Suriah. Merkel memiliki kesempatan dan pengaruh untuk memimpin Eropa menyingkirkan kebijakan pertarungannya berhadapan dengan Iran dan berdiri seolah-olah pada sisi yang benar.

Memahami situasi yang sedang dihadapi, Iran menaikkan agresinya di Suriah – seperti pengeboman yang kejam di Ghouta Timur – untuk digunakan sebagai pengungkit kemungkinan pembicaraan di masa depan mengenai program rudal balistiknya dan campur tangan dalam urusan internal negara lain.

AS dan Kanada Dukung Demontrasi Anti Pemerintah Iran

Masyarakat Internasional, dan khususnya Uni Eropa, harus prihatin bahwa Timur Tengah mengalami gelombang baru ketegangan yang berbahaya. Presiden AS Donald Trump berjanji pada Oktober lalu untuk melawan aktivitas “destabilisasi” Iran dan dukungannya terhadap proxy (kelompok bersenjata Syiah global) di wilayah Timur Tengah.

“Sudah saatnya menyadari bagaimana Iran perlu meningkatkan taruhannya di Suriah untuk terus-menerus menolak perbedaan pendapat di tanah airnya dan memperbarui perdebatan sengit.

Jawabannya adalah mendukung pemberontakan rakyat Iran terhadap pemerintah yang berkuasa dan secara signifikan menaikkan nilai peran destruktif Teheran di luar perbatasannya dengan mengancam memberlakukan kembali sanksi melumpuhkan yang menargetkan entitas rezim Suriah.

Wasekjen MUI : Cyber Islam Ditangkap, Cyber Hina Ulama Dibiarkan Saja

KARANGANYAR (Jurnalislam.com)—Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Tengku Zulkarnain turut mengomentari peristiwa terbaru tentang penangkapan orang yang diduga mengatasnamakan Muslim Cyber Army.

“Sejauh ini Cyber Islam empat orang sudah ditangkap sedangkan cyber yang lain tidak. Akun saya dipalsukan sampai delapan, artinya dibiarkan saja. Para Kyai dimaki-maki, dibiarkan,”kata KH Tengku Zulkarnain kepada Jurnalislam.com di Tawangmangu Jawa Tengah, Rabu (28/2/2018).

KH Tengku Zulkarnain mencontohkan seperti akun twitter Aa Gym yang kerap dibully pihak-pihak tertentu, namun para pelaku tetap tidak ditindak. Padahal, penghinaan terhadap tokoh agama di media sosial terjadi terus menerus.

“Akunnya Aa Gym dimaki-maki begitu lembut nya Aa Gym. Saya setiap hari dibilang kunyuk,” pungkas Kiai Tengku.

Tahun Politik, MUI Imbau Umat Islam Pilih Pemimpin Muslim yang Shalih

KARANGANYAR (Jurnalislam.com)—Tahun 2018 dan 2019 disebut-sebut sebagai tahun politik karena helatan pemilihan wakil rakyat, gubernur, bupati hingga presiden terjadi di tahun ini.

Menyikapi tahun politik, Majelis Ulama Indonesia mengimbau agar umat Islam turut berpartisipasi memilih pemimpin yang shalih. Hal ini, agar pemimpin Indonesia ke depan dapat memimpin negara dengan baik.

“Bangsa Indonesia ini sebagian besar umat Islam. Kita harus aktif. Pilih orang shalih dalam pemilu sebagai Presiden, DPR, Gubernur, Bupati,”kata Wakil Sekjen MUI KH Tengku Zulkarnain kepada Jurnalislam.com, Rabu (28/2/2018).

Menurut KH Tengku, sudah cukup sesame umat Islam saling bertengkar urusan pemilu. Kini, menurut Kiai Tengku sudah saatnya umat Islam dapat menjalankan agamanya sesuai dengan UUD 1945 tentang kebebasan menjalankan agama masing-masing.

“Jadi yang begini-begini (rebut_red) sudah. Berhentikan. Kita rebut bangsa Indonesia ini, 88,7 % umat Islam jadi pilih yang shalih. Kalau kita dapat Bupati yang shalih tempat-tempat Maksiat di Kabupaten tersebut ndak dapet izin,” pungkasnya.