Otoritas Tolak Rencana Pembentukan Negara Palestina Tanpa Yerusalem

RAMALLAH (Jurnalislam.com) – Otoritas Palestina (the Palestinian Authority-PA) pada hari Selasa (24/4/2018) mengulangi penolakan rencana pembentukan negara Palestina tanpa Yerusalem sebagai ibukotanya.

“Setiap upaya untuk mempromosikan ide-ide yang mencurigakan dari pihak manapun, dan di bawah slogan-slogan yang tidak jelas dan posisi tanpa akhir, kami anggap tidak memiliki nilai atau kegunaan,” juru bicara PA Nabil Abu Rudeina mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh kantor berita resmi Wafa.

“Kami mengatakan kepada mereka yang mencoba untuk menghindari prakarsa perdamaian Arab dan resolusi legitimasi internasional dengan mengajukan proposal atau slogan yang tidak jelas bahwa upaya Anda akan ditakdirkan gagal,” katanya.

“Tidak ada warga Palestina atau Arab yang akan menerima itu,” kata juru bicara itu.

“Tidak akan ada solusi,” kata Abu Rudeina, “tanpa pembentukan negara Palestina merdeka, dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya sesuai perbatasan 1967 dan dengan solusi yang adil untuk masalah pengungsi.”

Konferensi Kota yang Diberkati: Yerusalem dapat Diselesaikan oleh Persatuan Umat Islam di Dunia

Namun juru bicara itu tidak mengungkapkan alasan untuk mengeluarkan pernyataan itu.

Namun sebuah sumber resmi di Otoritas Palestina mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa beberapa negara telah menyarankan kepada PA untuk menerima ide-ide Amerika demi menyelesaikan konflik Palestina-Israel.

“Ide-ide tidak memasukkan Yerusalem Timur sebagai ibukota masa depan,” kata sumber itu dengan syarat anonimitas karena dia tidak memiliki izin untuk berbicara dengan media.

Begini Diskusi Raja Yordania dengan Wapres AS saat Bahas Yerusalem

Sumber itu mengakui bahwa wilayah Palestina “akan sangat kecil untuk menjadi sebuah negara.”

Yerusalem tetap menjadi jantung konflik Israel-Palestina, dimana Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur – sekarang diduduki oleh Israel – pada akhirnya akan berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina.

Kota suci ini telah menarik perhatian dunia pada bulan Desember ketika Presiden AS Donald Trump secara nyeleneh mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, memicu protes dunia dan protes di wilayah Palestina.

Polisi Malaysia Terima Hasil Otopsi Kematian Ilmuwan Palestina

MALAYSIA (Jurnalislam.com) – Polisi Malaysia pada hari Selasa (24/4/2018) menerima laporan otopsi dari Departemen Kesehatan tentang kematian seorang ilmuwan Palestina, yang dibunuh di ibukota Kuala Lumpur pekan lalu.

“Setelah menyelesaikan otopsi, kami menyerahkan temuan kami kepada polisi dan terserah kepada polisi apakah akan mengeluarkan rincian tentang laporan itu,” Menteri Kesehatan Subramaniam Sathasivam mengatakan dalam pernyataan yang dikutip oleh surat kabar lokal New Straits Times.

Menteri memilih untuk tidak mengungkapkan rincian laporan, mengutip bahwa kasus itu masih menunggu penyelidikan.

“Kami tidak akan merilis pernyataan apa pun (tentang itu),” katanya.

Pada hari Sabtu, dosen Palestina yang memiliki kaitan dengan Hamas, Fadi Mohammed al-Batsh, ditembak mati di dekat rumahnya di ibukota Malaysia oleh dua pria bersenjata, yang melarikan diri dari tempat kejadian tanpa cedera.

Begini Cara Mossad Menghabisi Ilmuwan-ilmuwan Islam

Keluarga al-Batsh mengatakan agen mata-mata Israel Mossad membunuh dosen itu, namun Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman membantah terlibat dalam pembunuhan itu.

Wakil Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, sebelumnya mengatakan: “pemerintah selalu memantau agen asing, tetapi kadang-kadang sulit ketika mereka menggunakan paspor yang memiliki hubungan diplomatik dengan Malaysia.”

Dia mengatakan Kementerian Dalam Negeri melihat agen-agen asing termasuk yang berasal dari “sebuah negara di Timur Tengah” menggunakan paspor negara-negara tersebut untuk melakukan “misi tertentu.”

Malaysia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Polisi Malaysia Rilis Sketsa Wajah Pembunuh Ilmuan Palestina

Pada hari Senin, polisi Malaysia menerbitkan dua sketsa para tersangka di balik pembunuhan sang dosen.

Polisi mengatakan para tersangka bisa berasal dari Timur Tengah atau Eropa dan berbadan tegap.

Israel secara luas diyakini telah membunuh banyak ilmuan, tokoh, aktivis perlawanan Palestina di masa lalu, banyak dari mereka dibunuh di luar negeri.

Pada tahun 1997, para agen Mossad mencoba – dan gagal – membunuh kepala politik Hamas Khaled Meshaal di Yordania dengan menyemprotkan racun ke telinganya.

Mossad juga diyakini berada di balik pembunuhan tahun 2010 atas komandan Hamas Mahmud al-Mabhuh di sebuah hotel Dubai.

Israel tidak pernah mengkonfirmasi atau membantah keterlibatannya dalam pembunuhan Mabhuh.

Pasca Muktamar II, PP LIDMI Gelar Musyawarah Kerja Nasional

MAKASSAR (Jurnlaislam.com) – Pasca kegiatan Muktamar kedua yang diselenggarakan pada akhir bulan Februari lalu, Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia dalam waktu dekat ini kembali akan menggelar Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) yang kedua bertempat di Balai Latihan Masyarakat Kementrian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia kota Makassar. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama dua hari berturut-turut dimulai pada hari Sabtu (28/4) hingga Ahad (29/4) sore hari.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PP LIDMI), Hamri Muin mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya sinergitas yang dilakukan oleh LIDMI dalam penyatuan langkah dakwah kampus di seluruh Indonesia.

”Dengan Tema mewujudkan profesionalitas lembaga menuju visi 2029 kegiatan ini akan menghadirkan perwakilan LIDMI diseluruh Indonesia. Mukernas ini juga merupakan hal yang sangat penting untuk dilaksanakan demi menyatukan langkah untuk menuju cita cita yang di harapkan di tahun 2029,” ungkapnya, Senin (23/4).

Lebih lanjut lagi beliau menambahkan, jika semua persiapan yang dilakukan oleh panitia kegiatan telah dilakukan jauh-jauh hari, agar semua hal-hal teknis utamanya dalam penyambutan peserta Mukernas bisa lebih maksimal lagi.

“Semoga kedepan dakwah sunnah di seluruh kampus Indonesia bisa terus kami jalankan dan peradaban Islam semoga yang mengawali adalah dari kampus itu sendiri, Insya Allah,” tambah Mahasiswa Pascasarjana Universitas Hasanuddin ini.

Diantara rangkaian MUKERNAS ini adalah penyampaian program kerja Nasional LIDMI selama satu periode yang yang akan berjalan. Serta materi-materi kebangsaan yang akan disampaikan oleh beberapa tokoh nasional. []

Detergen Halal Total Almeera Sponsori Fashion Show Muffest 2018

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Tahun 2018 ini merupakan tahun ketiga diselenggarakannya Muslim Fashion Festival (MUFFEST) Indonesia oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC) bersama Dyandra Promosindo sebagai organizer pada tanggal 19-22 April 2018 di area Main Lobby, Cendrawasih & Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta.

Dan Total Almeera sebagai fashion care detergent HALAL pertama di Indonesia yang sangat peduli terhadap perawatan pakaian dan perkembangan fashion muslim di Indonesia pastinya tidak mau ketinggalan untuk turut mendukung perhelatan fashion muslim ini dengan menjadi sponsor Official HALAL Detergent MUFFEST 2018.

Pada acara Muffest 2018 ini, Total Almeera mempersembahkan The Beautiful Journey of Hijrah dengan menampilkan 4 fashion designer: Jovian Manage x Ivan Gunawan, Lisa Fitria, Sad Indah, dan Hannie Hananto pada hari Minggu, 22 April 2018 pukul 15.00 – 16.00 WIB.

Sebagai detergen HALAL pertama di Indonesia, Total Almeera ingin memberikan rasa aman dan nyaman terhadap perawatan pakaian para konsumen. Setelah melalui lolos uji dari MUI, Total Almeera mengajak seluruh umat muslim Indonesia untuk hijrah secara total dengan menggunakan detergen Total Almeera, karena HALAL itu harus Total.

Keempat fashion designer yang diusung oleh Total Almeera akan menampllkan gaun rancangannya masing-masing dengan konsep yang sangat erat dengan Total Almeera sebagai Detergen HALAL Pertama di Indonesia yang aman digunakan, lembut di tangan, dan diproses dengan cara-cara yang merepresentaslkan konsep halal: berslh, aman, dan tidak menggunakan bahan yang berbahaya, juga dengan wangl yang segar dan kemampuannya dalam membantu menjaga kelembutan pakaian.

Adapun tema yang diusung yakni A special collaboration like no other (Two countries, two cultures, two different essences, alla in one collection) oleh Ivan Gunawan dan Jovian Manage, Pesan Ayah (Morning Suns(h)ine oleh Lisa Fitria, Wild Praire Rose oleh Sad Indah, dan Lady in The Green City oleh Hannie Hananto. []

Di Muslim Fashion Festival 2018, Zoya Hadirkan Sejumlah Selebritis

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Zoya sebagai brand busana muslim terbesar di Indonesia kembali berpartisipasi dalam gelaran acara busana Muslim bertajuk Muslim Fashion Festival (MUFFEST). Agenda tahunan yang mengumpulkan para pelaku dan pengamat fashion Muslim ini diselenggarakan pada 19-22 April 2018 di Jakarta Convention Centre.

Tak hanya menjadi Sponsor utama untuk ajang Modest Young Designer Competition (MYDC) yang tak lain menjadi salah satu acara penting MUFFEST 2018, Zoya juga ikut memamerkan koleksi teranyar dengan menggandeng empat muse sebagai kolaborator.

Keempat kolaborator yang terdiri dari Eksanti, Medina Zein, Fatin Shidqia serta pemenang MYDC 2017 yaitu Ray Anjas bergantian menarik perhatian pengunjung dengan kegiatan belanja bareng di area booth Zoya. Selain para kolaborator, Zoya pun mengundang beberapa selebritis lndonesia seperti Chacha Frederica, Nina Zatulini, Melody Prima, Vebby Palwinta dan selebgram cantik Hamidah untuk sharing bersama Zoya dan pengunjung lainnya.

“Zoya punya banyak koleksi busana yang sesuai dengan kebutuhan wanita Indonesia. Bukan hanya dibuat dengan bahan yang berkualitas, namun Zova juga menyajikan model yang santun tapi tetap stylish,” ungkap Melody Prima saat mengunjungi booth Zoya.

Senada dengan Vebby, Chacha Frederica yang baru saja mulai berhijab mengatakan bahwa Zoya menjadi salah satu brand hijab yang cocok menjadi pilihan wanita Indonesia. ”Memulai berhijab tidak bisa dikatakan mudah, namun dengan memilih hijab berkualitas baik seperti Zoya bikin aku lebih nyaman. Jadi pas banget kalau wanita lndonesia pilih Zoya.”

Sebagai puncaknya, di penghujung MUFFEST 2018 Zoya memamerkan koleksi teranyar yang masing-masing diwakili oleh para kolaborator. Fatin Shidqia mewakili koleksi Rengganis (puteri jelita), Medina Zein untuk koleksi Campernik (kecil dan menarik), Eksanti dengan keanggunanya mewakili koleksi Lana (abadi) sedangkan Ray Anjas mewakili koleksi Hapa (hampa) sebagai wujud keseimbangan dalam kehidupan.

Dengan partisipasinya kali ini, Zoya berharap dapat membuka pintu karir para desainer muda sekaligus membuka peluang usaha baru di dunia fashion lndonesia bahkan dunia. Selain itu, koleksi baru yang dihadirkan juga diharapkan dapat memberikan pilihan yang makin beragam untuk kebutuhan wanita Indonesia.

Semua koleksi terbaru Zoya bisa langsung didapatkan di Muffest dan juga belana online di zoya.co.id yang menawarkan belanja cepat, aman dan nyaman. []

Pemerintah Sebut Perpres TKA Dapat Tingkatkan Ekonomi Indonesia

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri berdalih Perpres 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing dapat meningkatkan perekonomian Indonesia.

“Ini salah satu upaya pemerintah untuk menggenjot perekonomian, menarik minat investasi, membutuhkan kemudahan di bidang perizinan di segala bidang. Salah satunya adalah bidang tenaga kerja,” katanya dalam diskusi Forum Merdeka Barat bertema ‘Perpres 20/2018: Kepastian Izin TKA dan Perbaikan Iklim Investasi di Indonesia’ di Aula Kominfo, Jakpus, Senin (23/4/2018).

Selain itu menurutnya, kekhawatiran akan banjir TKA, khususnya TKA China, adalah tidak beralasan. Perpres nomor 20 justru untuk menguatkan TKI.

“Dengan kemudahan perizinan TKA, dimaksudkan untuk meningkatkan investasi yang ujungnya adalah meningkatkan lapangan kerja bagi TKI,” pungkasnya.

Kenapa harus disederhanakan? Agar investasi meningkat dan lapangan kerja meningkat. Agar daya saing kita sebagai bangsa juga meningkat, karena kita masih kalah dengan negara-negara tetangga di ASEAN,” katanya.

Menaker Hanif Dhakiri pun membantah adanya banjir TKA selama ini. Meski tidak memungkiri, mayoritas TKA berasal dari China, namun jumlahnya tidaklah mencapai jutaan orang sebagaimana yang tersebar di media sosial.

Dia menjelaskan? jumlah tenaga kerja asing (TKA) hingga saat ini meningkat di bandingkan akhir 2016. Selain, pekerja berasal dari China, TKA itu banyak berasal dari Jepang, Amerika Serikat, dan Singapura.

Reporter: Gio

Pemimpin Politik Tertinggi Pemberontak Syiah Houthi Yaman Tewas

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pemimpin politik pemberontak Syiah Houthi Yaman telah tewas dalam serangan udara yang dipimpin Saudi di provinsi Hudaida, kata kelompok itu.

Jaringan TV Al-Masirah yang dikelola Houthi melaporkan pada hari Senin (23/4/2018) bahwa Saleh al-Sammad, presiden Dewan Politik Tertinggi yang menjalankan ibukota Yaman, Sanaa, dan daerah-daerah yang dikuasai pemberontak lainnya, terbunuh pada hari Kamis.

Kelompok itu mengatakan telah memilih Mahdi al-Mashat sebagai penerus Sammad.

Dalam pidato yang disiarkan televisi Senin malam, pemimpin Houthi, Abdul Malik al-Houthi, mengatakan bahwa, secara keseluruhan, tujuh orang tewas dalam serangan udara hari Kamis.

“Kejahatan ini tidak akan merusak kehendak rakyat dan negara kita … [dan] tidak akan berlalu tanpa pertanggungjawaban,” tambahnya.

“Kekuatan agresi yang dipimpin oleh Washington dan rezim Saudi secara hukum bertanggung jawab atas kejahatan semacam itu dan semua implikasinya,” pungkasnya.

Begini Laporan PBB Tentang Pelanggaran HAM Koalisi Arab dan Houthi dalam Perang Yaman

Tidak ada komentar langsung dari koalisi pimpinan Saudi.

Syiah Houthi yang berbasis di barat laut Yaman, menyerbu banyak wilayah, termasuk Sanaa, pada tahun 2014, memuntahkan kemarahan terhadap pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Pada bulan Maret 2015, sebuah koalisi negara-negara Arab yang dibentuk oleh Arab Saudi meluncurkan operasi pemboman besar-besaran untuk menggulingkan kemajuan para pemberontak.

Sejak itu, Saudi telah melakukan lebih dari 16.000 serangan udara, yang mengakibatkan korban sipil massal yang menargetkan acara pernikahan, rumah sakit dan acara pemakaman. Amerika Serikat membantu koalisi dengan dukungan persenjataan dan logistik.

Pada hari Ahad, dua serangan udara koalisi pimpinan Saudi menewaskan sedikitnya 20 orang dan melukai puluhan orang di Yaman barat laut, menurut warga dan personil medis.

Sebagian besar korban tewas adalah wanita dan anak-anak yang sedang berkumpul di tenda dalam acara pesta pernikahan di distrik Bani Qays Hajjah, seorang pejabat medis mengatakan kepada Al Jazeera.

Serangan Udara Koalisi Arab Hantam Tenda Pernikahan, 20 Tewas

Hakim Almasmari, pemimpin redaksi the Yemen Post, mengatakan kematian al-Sammad adalah perkembangan yang “sangat signifikan.”

“Dia adalah presiden yang bertindak di daerah-daerah yang dikuasai Houthi di Yaman, jadi ini dianggap sebagai pukulan terbesar bagi Houthi, secara politik, sejak perang dimulai,” katanya kepada Al Jazeera.

Almasmari mencatat bahwa lokasi kejadian itu juga penting.

“Hudaida dianggap sebagai tempat paling aman untuk Houthi, di mana mereka menempatkan semua agen intel mereka,” katanya.

“Ini adalah pukulan besar bagi Houthi, juga bagi keamanan,” tambahnya.

Sudah 3 Tahun Konflik, Berikut Sejumlah Fakta Kunci Perang di Yaman

“Sudah bukan rahasia lagi bahwa Hudeida jauh lebih aman daripada Sanaa, jadi jika dia tewas di Hudeidah, dengan semua langkah keamanan ekstrim yang mereka tempatkan di sana, [menimbulkan pertanyaan] apakah ada penyusup di internal provinsi Hudeida itu sendiri atau dalam aparat intelijen pada umumnya.”

Almasmari juga mengatakan tidak mengherankan bahwa al-Sammad telah digantikan oleh al-Mashat, yang ia gambarkan sebagai “tokoh yang sangat berpengaruh di sekte Syiah Houthi.

Penasihat Keamanan AS yang Baru, Bekas Pemimpin Lembaga Think Tank Anti Islam

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Penasihat keamanan nasional Presiden Donald Trump yang baru diangkat sebelumnya adalah pemimpin sebuah lembaga think tank yang bermarkas di New York, yang membuat “berita-berita anti-Muslim yang menyesatkan dan salah,” menurut sebuah laporan berita yang diterbitkan Senin (23/4/2018).

John Bolton memimpin Gatestone Institute dari 2013 hingga ia mendapat posisi di Gedung Putih pada awal bulan ini, NBC News melaporkan, lansir Anadolu Agency.

Pada halaman beranda situs webnya, institut tersebut telah menempatkan artikel dengan judul seperti “Belgia: Negara Islam Pertama di Eropa?”, Dan “Inggris: ‘Buku Pegangan Guru’ yang Mendukung Ekstremisme?”

Kini Proyek Politik Eropa-AS Gambarkan Muslim Seperti Iblis

Kelompok ini menggambarkan dirinya sebagai “dewan kebijakan dan think tank internasional non-partisan dan non-profit” yang didedikasikan untuk “mendidik masyarakat tentang apa yang gagal dilaporkan oleh media mainstream.”

Namun, Ibrahim Hooper, seorang juru bicara Dewan Hubungan Muslim Amerika-Islam (the Council on American-Islamic Relations-CAIR), sebuah kelompok advokasi Muslim, mengatakan kepada NBC bahwa Gatestone Institute adalah “bagian penting dari seluruh industri Islamophobia di internet.”

Muslim di Inggris jadi Target Serangan Islamophobia Media Cetak

Hubungan Bolton dengan Gatestone “sangat mengganggu” terutama mengingat perannya sekarang yang menonjol di Gedung Putih, Hooper menambahkan.

NBC mengutip kelompok itu sebagai salah satu sumber utama artikel yang menuduhkan tentang “zona terlarang (no-go zones)” yang dikendalikan oleh Muslim di Eropa, yang dikutip oleh Senator Ted Cruz selama kegagalannya menjalankan Gedung Putih 2016, dan oleh mantan Gubernur Louisiana, Bobby Jindal pada 2015.

KTT Muslim Dunia: Islamophobia adalah Kejahatan Kemanusiaan

Selain itu, NBC juga menemukan empat kasus di mana berita troll media sosial Rusia di-retweet dari akun Twitter milik Gatestone. Troll adalah postingan online yang secara sengaja dibuat secara tidak menyenangkan atau provokatif dengan tujuan membuat seseorang marah atau memunculkan respons marah.

Semua berita troll itu dibuat untuk Internet Research Agency yang terkait dengan pemerintah Rusia, yang telah dijatuhi sanksi oleh pemerintah AS setelah didakwa oleh grand jury karena diduga ikut campur dalam pertarungan menuju Gedung Putih tahun 2016.

“Dalam memunculkan berita anti-Muslim, Gatestone memiliki tujuan yang sama dengan upaya disinformasi Rusia yang lebih luas yang berusaha untuk menggambarkan masyarakat Barat menghadapi resiko ‘islamisasi’,” NBC melaporkan.

Serangan Udara Koalisi Arab Hantam Tenda Pernikahan, 20 Tewas

YAMAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 20 orang tewas dalam dua serangan udara koalisi pimpinan Saudi di barat laut Yaman, penduduk dan personil medis mengatakan kepada Al Jazeera, Senin (23/4/2018).

Sebagian besar korban tewas adalah wanita dan anak-anak yang berkumpul di tenda yang disiapkan untuk pesta pernikahan di distrik Bani Qays Hajjah pada hari Ahad (22/4/2018), seorang pejabat medis mengatakan kepada Al Jazeera.

Sedikitnya 46 orang terluka dalam serangan itu, 30 di antaranya anak-anak, pejabat itu menambahkan.

Diam-diam Arab Saudi Lakukan Ini dengan Pemberontak Syiah Houthi

Rekaman video seorang bocah yang selamat dari serangan itu menyebar melalui media sosial, menunjukkan si anak menempel pada tubuh yang tampaknya adalah ayahnya yang telah meninggal.

Anak itu menolak untuk meninggalkan laki-laki tersebut.

Koalisi pimpinan Saudi mengatakan akan menyelidiki insiden itu.

“Kami menanggapi laporan ini dengan sangat serius dan akan diselidiki sepenuhnya sebagaimana semua laporan lain yang serupa,” kata seorang juru bicara koalisi.

Koalisi Arab campur tangan dalam perang Yaman pada tahun 2015 terhadap pemberontak Syiah Houthi yang menggulingkan pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang diakui secara internasional.

Komandan Syiah Houthi Tewas Mengenaskan dalam Pertempuran dengan Saudi

Pemberontak Syiah Houthi menguasai ibukota, Sanaa.

Serangan udara koalisi Saudi berulang kali menyerang sasaran sipil ketika mencoba menargetkan pasukan Houthi selama perang tiga tahun. Koalisi mengatakan mereka tidak menargetkan warga sipil.

Pada 28 September 2015, serangan udara koalisi menewaskan 131 orang yang menghadiri pernikahan di desa Laut Merah al-Wahjiah, dekat pelabuhan kuno al-Mokha.

Pada 7 Oktober 2015, serangan udara lainnya menewaskan 43 orang di sebuah pesta pernikahan di desa Sanaban di Dhammar governorate di Yaman.

Koalisi membantah memiliki peran dalam kedua kasus tersebut.

Polisi Malaysia Rilis Sketsa Wajah Pembunuh Ilmuan Palestina

KUALA LUMPUR (Jurnalislam.com) – Polisi Malaysia telah merilis beberapa sketsa wajah dari dua orang yang diduga membunuh seorang Ilmuan Palestina yang juga anggota Hamas di Kuala Lumpur.

Dua pria dengan sepeda motor menembakkan sedikitnya 14 tembakan ke arah Fadi al-Batsh, seorang dosen teknik, di Kuala Lumpur pada hari Sabtu (22/4/2018), yang seketika membunuhnya di tempat.

Peringatan untuk para tersangka telah dikeluarkan di semua titik jalan keluar negara itu, kata polisi pada hari Senin.

Ilmuwan Palestina Ditembak Mati Intelijen Zionis di Malaysia

Hamas, kelompok pejuang Islam Palestina yang memerintah Jalur Gaza, menuduh agen mata-mata Israel Mossad membunuh al-Batsh. Israel menolak tuduhan itu.

Foto-foto para tersangka yang dihasilkan oleh komputer didasarkan pada deskripsi oleh para saksi, kepala polisi Mohamad Fuzi Bin Harun mengatakan kepada wartawan.

Foto-foto tersebut menunjukkan dua tersangka berkulit terang yang kemungkinan warga Eropa atau Timur Tengah. Kedua pria itu memiliki tinggi badan sekitar 180cm dan berbadan tegap, kata kepala polisi, menurut rekaman komentarnya yang didengar oleh kantor berita Reuters.

Kedua tersangka berada di motor bertenaga tinggi berwarna gelap yang tampaknya adalah BMW atau Kawasaki. Keduanya membawa ransel dan memakai jaket dan helm gelap.

Foto-foto itu menunjukkan seorang tersangka mengenakan helm dan kacamata.

Pemeriksaan forensik menemukan bahwa korban meninggal karena banyak luka di kepala dan tubuhnya.

“Kami akan mengirimkan beberapa peluru yang dikumpulkan ke ahli analisis kami untuk menentukan jenis senjata apa yang digunakan dalam pembunuhan keji ini,” kata Mohamad Fuzi. Dia mengatakan mereka tidak yakin apakah orang-orang itu masih berada di Malaysia.

“Kami tidak bisa menutup pintu keluar kami dan kami tidak memiliki informasi lain selain dari photofit,” katanya, lansir Aljazeera.

Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi mengatakan pada hari Sabtu bahwa para tersangka diyakini orang Eropa yang memiliki hubungan dengan agen intelijen asing.

Begini Cara Mossad Menghabisi Ilmuan-ilmuan Islam

Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman berkelit, menepis klaim peran Mossad dalam pembunuhan itu dan menyatakan bahwa al-Batsh tewas sebagai bagian dari perselisihan internal Palestina.

Keluarga Al-Batsh telah meminta agar mayatnya dimakamkan di Gaza.

Mossad telah dilaporkan melakukan beberapa pembunuhan besar-besaran yang melibatkan warga Palestina di seluruh dunia, meskipun Israel secara konsisten membantah tuduhan tersebut.

Agen mata-mata zionis itu juga mengeksekusi pembunuhan komandan militer Hamas Mahmoud al-Mabhouh di kamar hotelnya di Dubai pada tahun 2010. Pada 2016, Hamas menyalahkan Mossad atas pembunuhan seorang warga Tunisia yang digambarkan sebagai salah satu ahli drone hamas.