SOLO (Jurnalislam.com) – Ketua Pagar Nusa, salah satu elemen NU Surakarta Gus Burhan Hilal, membantah tuduhan soal pengerahan anggotanya dan Banser untuk membubarkan aksi Jalan Sehat Haornas di Kottabarat, Ahad (9/9/2018) nanti.
Sebelumnya, dikabarkan Pimpinan Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Solo Raya melayangkan surat penolakan jalan sehat Haornas tersebut kepada Walikota, Bupati, Kapolres dan Dandim Solo.
“NU se-Solo Raya tidak akan menurunkan Banser dan Pagar Nusa untuk membubarkan Jalan Sehat 9 September, Banser dan Pagar Nusa berkomitmen menjaga kondusifitas kota Surakarta,” sebagaimana keterangan tertulis yang dikonfirmasi Jurnalislam.com kepada Gus Burhan, Senin (3/9/2018).
Gus Burhan juga mengatakan, bahwa NU Solo Raya tidak ikut campur tangan dengan kegiatan jalan sehat Haornas. Menurutnya, saat ini aksi Jalan sehat itu sudah ditangani oleh pihak pihak yang terkait.
“Menanggapi Jalan Sehat 9 September di Kota Barat. NU Se-Solo Raya mengharapkan Pemerintah Hadir, Pemkot , Kepolisian, Pihak terkait. mengkaji dan segera mengambil langkah sesuai tugasnya. Artinya NU tidak ikut campur urusan ( tidak ada urusan nya ) dengan Kegiatan 9 September,” ungkapnya.
Lebih lanjut Gus Burhan menjelaskan, saat ini PCNU Solo Raya masih ada pekerjaan lain yang harus di prioritaskan untuk segera diselesaikan. “NU tetap konsisten hanya mengurusi Masalah Keumatan, Keagamaan, Sosial, Tidak Berpolitik,” jelasnya.
Sebelumnya Pimpinan PCNU Solo Raya menggelar rapat tertutup di kantor Cabang NU Solo Jayengan, Surakarta, ahad, (2/9/2018). Dalam rapat yang dihadiri 7 ketua Cabang NU kota dan kabupaten Solo Raya tersiar kabar akan membahas rencana penolakan jalan sehat Haornas namun, usai rapat, isu tersebut langsung dibantah oleh pihak PCNU Solo.
“Pertemuan PC NU se Solo Ray adalah pertemuan Rutin sebulan sekali,” Ketua PCNU Klaten, Mujiburrahman sebagaimana dikutip dari Tribun Solo, Senin (3/9/2018)
SURABAYA (Jurnalislam.com) – Akhir akhir ini Jarak dan Dolly kembali ricuh dengan munculnya sekelompok kecil masyarakat yang mengatasnamakan warga Jarak dan Dolly telah menggugat pemerintah Kota Surabaya ingin kembali membangkitkan prostitusi di Dolly, Surabaya.
Sekjen Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur M Yunus mengatakan bahwa mereka berdalih adanya kepanjangan tangan para investor.
“Saat ini Jarak dan Putat Jaya , nama baru bagi Dolly sudah menjadi tempat yang baik,nyaman dan ramah bagi tumbuh kembangnya moralitas dan ahlak masyarakat, khususnya anak anak sebagai penerus bangsa yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia dalam bingkai negara Kesatuan Republik Indonesia yang harmonis, toleran, aman , tenteram, tertib serta kondusif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Yunus dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnalislam.com, Ahad (2/8/2018).
Menurut Yunus, JawaTimur adalah merupakan sebuah Provinsi di Indonesia yang memiliki kepedulian terhadap gerakan membangun ahlak bangsa, sebagaimana arah pembangunan nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia.
Sebagai bentuk respon atas potensi ancaman keamanan, ketenteraman dan ketertiban masyarakat Jarak dan Putat Jaya (Dolly), dampak dari gugatan mereka atas penutupan lokalisasi prostitusi dan tempat perzinahan di Kota Surabaya, maka, kata Yunus, Gerakan Umat Islam Bersatu Jawa Timur (GUIB Jatim) yang beranggotakan 78 Ormas dan lembaga keIslaman di Jawa Timur akan menolak bangkitnya Dolly.
Ia bersama elemen ormas seperti; Ikatan Da’I Area Eks Lokalisasi (IDEAL-MUI Jatim), persatuan remaja masjid dan musholla putat jaya (PERMATA) , Gerakan Pemuda Anshor (GP ANSHOR), Barisan Serbaguna Anshor (BANSER), Komunitas Mahasiswa Peduli Ahlak Bangsa, akan mensupport Forum masyarakat Jarak dan Dolly (FORKAJI) akan terus menyuarakan aspirasinya untuk melakukan penolakan atas upaya para investor untuk menghidupkan kembali lokalisasi prostitusi dan tempat perzinahan di Surabaya, khususnya Jarak dan Putat Jaya.
“Tolak Upaya menghidupkan kembali Lokalisasi prostitusi dan tempat perzinahan Jarak-Dolly,” pungkasnya.
Reporter: Arie RistyanRedaktur: Ally Muhammad Abduh
BOYOLALI (Jurnalislam.com) – Salah satu panitia penyelenggara ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) di Jawa Tengah, yaitu Masjid Riyadlul Jannah (MRJ) Ngreni, Boyolali membenarkan kabar pembatalan kajian UAS di masjid tersebut.
“Mohon maaf, UAS batal hadir ke Jateng dan Jatim (termasuk MRJ). Semua kegiatan persiapan kami hentikan,” katanya saat di hubungi jurnalislam.com senin, (3/9/2018).
Pengurus MRJ, Ustaz Sayyaf mengaku terpaksa menghentikan seluruh persiapan perhelatan Subuh Berjamaah bersama UAS yang rencananya akan digelar pada Selasa (19/9/2018) nanti karena UAS mendapat intimidasi.
“Kabar tekanan sudah beredar luas sebelumnya. Jadi, kami pun sangat memahami kondisi beliau yang menghadapi intimidasi yang begitu besar,” tutur Ustaz Sayyaf.
Ustadz Sayyaf juga menyampaikan, pihaknya akan mengembalikan seluruh infaq yang sudah masuk untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut. “Semua sedekah yang sudah masuk, akan kami kembalikan atau diakadkan ulang untuk dakwah MRJ yang lain. Doakan kami tetap istiqomah dalam dakwah,” tandasnya.
Kabar pembatalan safari dakwah Ustaz Abdul Somad (UAS) di beberapa kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur diumumkan melalui akun Instagram resmi UAS pada Ahad (2/9/2018). Dalam pesan gambar itu, pihak UAS mengaku mendapat ancaman dan intimidasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.
“Beberapa ancaman, intimidasi, pembatalan dan yang lain lain terhadap tausyah di beberapa daerah seperti Grobokan, Kudus, Jepara dan Semarang, beban panitia semakin berat, kondisi psikis saya sendiri,” tulis pesan gambar tersebut.
Sedianya UAS akan memberikan ceramahnya bulan september di Malang, Solo, Boyolali, Jombang, Kediri, Oktober di Yogyakarta, dan Desember janji dengan ustadz Zulfikar di daerah Jawa Timur.
“Maka saya membatalkan beberapa janji di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta,” ungkap UAS.
UAS juga meminta maaf kepada semua pihak atas pembatalan tersebut. “Harap dimaklumi dan mohon doakan selalu,” tandasnya.
JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ustaz Abdul Somad melalui akun Instagram miliknya mengaku mendapat ancaman dan intimidasi terkait rencana ceramah di beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Ulama melayu asal Riau itu mengatakan intimidasi tersebut membuat beban panitia semakin berat dan mempengaruhi kondisi psikologinya. Maka beliau pun memutuskan untuk membatalkan rencana ceramahnya.
“Beberapa ancaman, intimidasi, pembatalan, dan lain-lain terhadap taushiyah di beberapa daerah seperti di Grobogan, Kudus, Jepara, dan Semarang,” tulisnya dalam gambar yang diunggahnya seperti dilihat Jurnalislam.com, Senin (03/9/2018).
Pemberitahuan pembatalan agenda ceramah UAS di Jateng dan Jatim yang diunggah di akun Instagramnya
Dalam postingannya, beliau menyebutkan beberapa janji ceramah yang dibatalkan akibat tekanan yang diterimanya. Ceramah tersebut rencananya digelar di bulan September-Desember.
Pada Bulan September, Ustaz Somad mengaku membatalkan rencana ceramahnya di Malang, Solo, Boyolali, Jombang, dan Kediri. Sementara di Oktober, membatalkan ceramahnya di Yogyakarta. Sedangkan di Desember, janji dengan Ustaz Zulfikar di daerah Jawa Timur.
“Mohon maaf atas keadaan ini, harap dimaklumi, dan mohon doakan selalu,” ujarnya.
Postingan ini dibuatnya pada Minggu kemarin. Hingga hari ini, postingan tersebut telah mendapatkan 185.373 likes dan 10.154 komentar dari netizen.
AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Jenderal Angkatan Darat Scott Miller telah mengambil alih komando pasukan AS dan NATO di Afghanistan, dan tiba bersamaan dengan ketika Washington menghadapi pertanyaan yang berkembang mengenai strategi untuk memohan pada Taliban mengadakan pembicaraan guna mengakhiri konflik 17 tahun.
Miller, mantan komandan Komando Operasi Khusus Gabungan militer AS, mengambil alih pimpinan pada saat bercampurnya harapan dan ketakutan di kalangan pemerintah yang didukung Barat di Kabul.
“Untuk menjadi sukses, kita harus terus belajar dan beradaptasi dengan musuh dan lingkungan,” kata Miller pada hari Ahad (2/9/2019) saat upacara pergantian komando di markas besar Misi Resolute Support pimpinan NATO di Kabul, lansir Aljazeera.
“Tidak ada tempat untuk status quo. Kita tidak bisa berpuas diri.”
AS kini memasuki satu tahun dalam strategi untuk meningkatkan tekanan terhadap Taliban dengan meningkatkan serangan udara dan mengirim ribuan pasukan lagi untuk melatih dan memotivasi pasukan Afghanistan, tetapi tanda-tanda keberhasilan yang jelas sejauh ini terbukti masih sulit diharapkan.
Korban sipil semakin meningkat hingga bisa mencapai rekor, juga terjadi serangan berulang di kota-kota besar seperti Kabul dan Jalalabad, dan, walaupun Taliban belum berhasil mengambil pusat kota besar, mereka mengendalikan wilayah besar pedesaan.
Pada bulan Juni, laporan oleh inspektur jenderal Pentagon menawarkan pandangan suram, mengatakan ada sedikit bukti yang tersedia secara publik bahwa “tindakan untuk meningkatkan tekanan pada Taliban memiliki dampak yang signifikan”.
Sementara itu pasukan Afghanistan kekurangan tenaga kronis karena korban besar dan desersi tingkat tinggi, dan terus menghadapi masalah dengan organisasi dan logistik yang telah lama menghambat efektivitas mereka.
Harapan akan sebuah terobosan dalam mencapai pembicaraan damai kembali bangkit oleh gencatan senjata yang belum pernah terjadi sebelumnya selama hari raya Idul Fitri pada bulan Juni tetapi optimisme berbalik oleh serangan dramatis para pejuang di kota Ghazni bulan lalu.
“Saya percaya bahwa beberapa Taliban menginginkan perdamaian juga tetapi mereka didorong untuk terus berjuang,” Jenderal John Nicholson, seorang komandan, mengatakan pada upacara tersebut.
“Sudah saatnya perang di Afghanistan ini berakhir,” katanya.
ISLAMABAD (Jurnalislam.com) – Islamabad pada hari Ahad (2/9/2018) membantah klaim AS bahwa AS telah membatalkan bantuan ke Pakistan.
Sebelumnya pada hari Ahad, media AS dan Pakistan melaporkan bahwa Pentagon telah memutuskan untuk membatalkan $ 300 juta bantuan kepada Pakistan atas dugaan kegagalan Pakistan untuk mengambil tindakan tegas terhadap kelompok bersenjata, lansir Anadolu Agency.
“Tidak ada bantuan yang Pentagon putuskan untuk dibatalkan tetapi semua itu adalah uang kami yang kami habiskan dari sumber daya kami sendiri dan sekarang Washington harus menggantinya,” Qureshi menjelaskan.
“Pakistan telah mengorbankan ribuan nyawa dan menghabiskan uang dalam jumlah besar dari sumber daya mereka sendiri melawan terorisme dan sekarang AS harus mengganti jumlah itu di bawah Dana Dukungan Koalisi (the Coalition Support Fund),” Shah Mehmood Qureshi, menteri luar negeri Pakistan mengatakan kepada para wartawan di ibukota Islamabad.
Menteri luar negeri menambahkan bahwa dia akan membawa masalah ini dengan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo selama kunjungannya ke Islamabad pada 5 September.
“Saat ini hubungan antara Pakistan dan AS ditangguhkan tetapi kami akan berusaha meningkatkan hubungan antara Islamabad dan Washington selama kunjungan Sekretaris Pompeo ke Islamabad,” kata Qureshi.
Hubungan antara dua sekutu dalam perang melawan terorisme itu telah memburuk sejak Januari tahun lalu, setelah Presiden AS Donald Trump mengambil alih jabatan, terutama karena benturan kepentingan di Afghanistan yang dilanda perang.
Washington menuduh Islamabad menyediakan tempat persembunyian yang aman bagi jaringan Haqqani yang kuat, yang disalahkan atas sejumlah serangan terhadap pasukan asing di Afghanistan.
Namun, Pakistan membantah tuduhan itu dan mengatakan mereka perlu pengakuan atas pengorbanannya dalam perang melawan teror.
DHAKA (Jurnalislam.com) – Perdana menteri Bangladesh Sheikh Hasina pada hari Ahad (2/9/2018) mengatakan Myanmar menunda proses pengembalian warga Rohingya tanpa alasan khusus.
“Ketika kami berbicara, Myanmar selalu mengatakan siap untuk mengambil kembali warga negaranya […]. Tetapi kenyataannya adalah bahwa mereka mengatakannya, tetapi tidak melakukan [yang mereka katakan] itu,” katanya pada konferensi pers yang diadakan di Dhaka setelah kunjungan dua hari ke Nepal untuk menghadiri KTT BIMSTEC (Bay of Bengal Initiative for Multi-Sectoral Technical and Economic Cooperation), blok ekonomi tujuh negara Asia Selatan dan Asia Tenggara, lansir Anadolu Agency.
Hasina mengatakan masalah Rohingya tidak dibahas pada acara itu tetapi dia telah bertemu Presiden Myanmar Win Myint di KTT tersebut.
“Dia mengakui perjanjian yang kami tandatangani. Myanmar mengatakan mereka siap untuk mengambil kembali warga negara mereka,” kata Hasina.
Desember lalu, Bangladesh dan Myanmar menandatangani perjanjian untuk memulangkan Rohingya tetapi prosesnya belum dimulai.
Perdana menteri Bangladesh Sheikh Hasina
Dalam laporannya, badan pengungsi UNHCR mengatakan hampir 170.000 orang Rohingya kemungkinan melarikan diri dari Myanmar pada tahun 2012 saja.
Sejak 25 Agustus 2017, hampir 24.000 Muslim Rohingya telah dibunuh oleh pasukan negara Myanmar, menurut Badan Pembangunan Internasional Ontario (the Ontario International Development Agency OIDA).
Dalam laporan baru-baru ini, Migrasi Paksa Rohingya: Pengalaman yang Tak Terungkap (Forced Migration of Rohingya: The Untold Experience), OIDA melaporkan peningkatan perkiraan jumlah Rohingya yang terbunuh menjadi 23.962 (± 881) dari laporan Doctors Without Borders yang berjumlah 9.400.
Lebih dari 34.000 orang Rohingya juga ditembaki dengan senjata api, sementara lebih dari 114.000 lainnya dipukuli, kata laporan OIDA, menambahkan bahwa 17.718 (± 780) wanita dan gadis Rohingya diperkosa oleh tentara dan polisi Myanmar. Lebih dari 115.000 rumah Rohingya juga dibakar dan 113.000 lainnya dirusak, tambahnya.
Menurut Amnesty International, lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, sebagian besar anak-anak dan perempuan, telah melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan tindakan brutal terhadap komunitas Muslim minoritas.
Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai kaum Muslim yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat sejak ratusan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.
PBB telah mendokumentasikan perkosaan massal, pembunuhan, pembakaran – termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal, mutilasi dan penghilangan yang dilakukan oleh pasukan negara Myanmar. Dalam laporannya, penyelidik PBB mengatakan bahwa pelanggaran tersebut bisa dianggap kejahatan terhadap kemanusiaan.
YAMAN (Jurnalislam.com) – Koalisi yang dipimpin Saudi pada hari Sabtu (1/9/2018) menyatakan penyesalan mereka atas “kesalahan” dalam serangan udara mematikan di sebuah bus di Yaman yang menyebabkan puluhan anak mati.
Saudi Press Agency (SPA) mengatakan, “Komando Pasukan Gabungan dari Koalisi mengungkapkan penyesalan atas kesalahan, memperluas simpati, belasungkawa dan solidaritas kepada keluarga korban,” lansir World Bulletin, Ahad (2/9/2018).
Pada 9 Agustus, serangan udara yang dipimpin Saudi menargetkan sebuah bus yang membawa anak-anak di provinsi Saada barat laut Yaman. Sedikitnya 50 orang, sebagian besar anak-anak, tewas dan puluhan lainnya terluka.
Koalisi mengatakan akan melakukan proses hukum “untuk menahan orang-orang yang bertanggung jawab melakukan kesalahan.”
Ia juga menjanjikan bantuan sukarela bagi mereka yang terkena dampak serangan itu.
Letnan Jenderal Mansour al-Mansour, kepala Tim Penilai Insiden Bersama (the Joint Incidents Assessment Team-JIAT), mengatakan dalam konferensi pers di Riyadh bahwa video-video pesawat yang melancarkan serangan itu sedang diselidiki.
“Pihak berwenang diberitahu bahwa ada pemimpin Houthi di bus. Perintah untuk menembak bus di daerah yang jauh dari warga sipil diberikan ketika bus itu bergerak. Karena tidak ada pesawat perang di dekatnya di daerah itu, target tidak bisa ditembak saat itu. Setelah bus berhenti di suatu tempat di mana ada warga sipil di sekitar, perintah lain untuk tidak menargetkan bus diberikan tetapi perintah itu datang terlambat.”
Serangan udara itu adalah yang terbaru dalam serangkaian serangan oleh koalisi pimpinan Saudi yang didukung AS di negara itu. Pasukan koalisi memasuki Yaman tiga tahun sebelumnya untuk memerangi pemberontak Syiah Houthi yang telah mengambil alih pemerintah Yaman di ibukota, Sanaa.
Yaman telah dilanda perang sejak 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi dukungan Iran menguasai sebagian besar negara, termasuk Sanaa.
Hilangnya ibukota memaksa Presiden Abdrabbuh Mansur Hadi dan pemerintahnya untuk mengambil tempat tinggal sementara di kota pantai Aden di Yaman.
Konflik meningkat pada tahun 2015 ketika Arab Saudi dan sekutu Sunni-Arab – melaporkan Syiah Houthi melayani sebagai proxy Iran – meluncurkan oprasi serangan udara besar-besaran di Yaman yang bertujuan untuk mengalahkan Syiah Houthi dan menopang pemerintah pro-Saudi Hadi.
Perundingan perdamaian yang disponsori PBB yang diadakan di Kuwait tahun berikutnya gagal mengakhiri konflik yang merusak.
Kekerasan telah menghancurkan infrastruktur Yaman, termasuk sistem air dan sanitasi, mendorong PBB untuk menggambarkan situasi di sana sebagai “salah satu bencana kemanusiaan terburuk di zaman modern”.
Reporter: Arie RistyanRedaktur: Ally Muhammad Abduh
SEMARANG (Jjurnalislam.com) – Komandan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Jawa Tengah, ustadz Muhammad Ismail, menginstruksikan kepada Komandan Korem, Kokam Solo Raya dan ranting Solo Raya untuk mengawal jalannya aksi Jalan Sehat Haornas pada 9 September nanti di Kottabarat.
Hal itu dilakukan untuk menjaga kondusifitas dan aset-aset umat Islam dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia memastikan anggota Kokam se-Jateng akan totalitas menjaga aksi itu.
“Ikut mengamankan kegiatan Jalan Sehat umat Islam se-Solo Raya tanggal 9 September 2018, dan untuk memperintahkan semua anggota Kokam untuk terlibat dalam kegiatan tersebut,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnalislam.com, Ahad (2/9/2018).
Ustadz Ismail melanjutkan, Kokam Jateng berkomiten untuk menjaga ulama dan para tokoh bangsa yang akan hadir dalam acara yang rencananya dihadiri oleh Neno Warisman dan Ahmad Dhani tersebut.
“Menjaga Aset SDM atau tokoh Muhammadiyah, ulama dan umat Islam dalam kegiatan tersebut, dalam melaksanakan tugas dikendalikan oleh komandan Korem dan komandan Daerah Solo,” ungkapnya.
“Masyarakat Lombok harus sabar dan bangkit. Jangan pesimis harus optimis Allah pasti akan merubah suatu keadaan”
JURNALISLAM – Tidak terasa sudah, perhelatan akbar olahraga terbesar di Asia telah selesai digelar. Gemerlap cahaya menyilaukan ibukota. Tarian, nyanyian, yang diiringi kembang api menyeruak mewah di stadiun Gelora Bung Karno itu. Wow rasanya.
Belum lagi, sang tuan rumah, Indonesia tampak totalitas dalam melayani puluhan tamu berbentuk negara ini. Dan bonus tak sungkan untuk diberikan kepada para peraih prestasi. Milyaran rupiah, rumah, tawaran menjadi pelayan negeri diberikan oleh sang penguasa. Bukankah sebuah motivasi yang baik?
Namun, sepertinya ada yang ganjil. Sesuatu yang membuat dada ini sesak, otak menjalankan fungsinya lebih dari biasa. Benar, bencana Lombok.
Penutupan acara Asian Games di Jakarta
Sejak peristiwa pertama 29 Juli 2018, telah terjadi tiga gempa yang berdampak korban jiwa dan kerusakan luas.
Gempa pertama berkekuatan 6,4 SR menyasar wilayah Lombok Timur. Gempa kedua berkekuatan 7 SR meluluhlantakkan wilayah Lombok Utara. Sedangkan gempa ketiga berkekuatan 6,2 SR mengguncang Mataram dan sebagian Lombok Tengah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat data sementara mengenai kerugian akibat gempa Lombok telah mencapai Rp8,8 triliun. Angka itu masih terus dikaji dan bisa terus bertambah.
Kota yang terkenal dengan kebanggaan 1000 Masjid itu sudah terluluhlantahkan oleh bencana ini. Hampir 99% masjid ambruk, rata dengan tanah. Belum lagi ada ratusan korban jiwa telah mendahului, puluhan ribu rumah ancur, dan sejumlah fasilitas terikut hancur. Mengerikan.
“Saya telah mendatangi beberapa lokasi terparah sudah menjadi luluh lantah, jadi perhatian utama, 99 persen hancur masjid. Simbol Lombok kota seribu masjid dan para penghapal Qur’an sudah tidak bisa dibanggakan lagi,” ucap pimpinan Jamaah Ansharusy Syariah, ustaz Muhammad Achwan di Serang, Senin (3/9/2018).
Pimpinan Jamaah Ansharusy Syariah, Ustaz Muhammad Achwan
Peringatan bukan Fenomena Alam Biasa
Ulama sepuh itu bercerita, sebutan yang baik tersebut patut disyukuri dan dipelihara. Namun apa yang dilakukan pihak berwenang malah terlihat kontradiksi dengan tradisi tersebut.
“Tapi pihak berwenang membuka 30 tempat wisata, bahkan salah satunya tempat wisata wajib telanjang, yang penting kepeng katanya begitu,” ungkapnya.
Bencana Lombok ini dinilai para pemuka agama dan pemda setempat sebuah peringatan dan dengan itu, perlu kiranya dilakukan sholat taubat serentak. Namun, tampak sang penguasa daerah terlalu songkak dengan menolaknya karena mungkin melihat sebagai fenomena alam biasa. Tidak ada yang salah.
“Ini jelas, Insyaallah jika (semua pihak) mengakui kesalahannya, berbenah dan taubat, Allah akan memberikan bantuannya. Akan tetapi jika masih bersikap sombong, susah.”
“Makannya harus diliat dari sudut pandang apa, kalau ini hanya fenomena alam berarti pandangannya sempit, tidak bisa melihat dari sisi realita yang lebih luas, dari sisi ruhiahnya juga. Ini peringatan untuk berbenah,” jelas dia mantap.
Masjid Muhajirin Desa Rempek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. FOTO: Ahmad Jilul/INA
Lombok Bangkit
Getar-getir Lombok Bangkit menyeruak dan menjadi simbol penyemangat warga terdampak. Kepalan tangan disertai warna merah-putih seolah menjadi api penyemangat warga Timur ini.
Meski begitu, tidak semudah itu bro membuat semangat korban bencana dahsyat yang tidak tahu sampai kapan penanggulangannya. Apalagi saat ini bantuan sangat minim dirasakan. Status bencana nasional yang belum diberikan juga mempersulit bantuan dari mancanegara, hanya segelintir kelompok manusia saja yang membuat mereka tersenyum senang.
“Makannya sangat berharga orang-orang dari luar Lombok datang dan peduli.”
Mau tidak mau, sinergitas semua pihak dan golongan harus terjalin mengatasi bencana dahsyat ini. Pemerintah, masyarakat, elemen, dan warga terdampak pun harus bahu membahu mencari jalan keluar yang paling efektif.
Terutama pemerintah yang telah jelas melindungi, bertanggung jawab, serta tempat untuk mengadu para rakyatnya mengambil porsi yang seharusnya diambil.
Jangan justru para segelintir organisasi kemanusiaan, perorangan, dan masyarakat biasa yang mungkin memikirkan apa yang akan dimakan hari ini dan besok terlihat lebih peduli dan berkelanjutan memberikan effort (upaya) maksimal kepada warga Lombok dan sekitarnya itu.
Ayok Lombok Bangkit! Sesungguhnya setelah kesulitan akan ada kemudahan.