Disebut Dukung KH Ma’ruf Amin di Pilpres, Haedar Nashir : Itu Hoax

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Beredarnya potongan video dan tulisan di media sosial yang mengesankan Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir mendukung pencalonan KH Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019, ternyata hoax. Hal ini ditegaskan Haedar ketika dikonformasi terkait soal itu.

‘’Itu tak benar. Hoax. Persyarikatan Muhammadiyah netral dalam Pilpres,’’ tegas Haedar Nasir, melalaui jawaban pesan di Wattsapp, Jumat (28/(9) lansir Republika.co.id.

Sembari menjawab itu dia menyertakan berbagai hoaks yang berisi rangkain berita terkait Muhammadiyah yang seoalah memberikan dukungan kepada KH Ma’ruf atau para calon peserta Pilpres atau calon anggota legislatif lainnya. Gambar di WA itu sebagai berikut:

Klaifikasi Ketua Umum PP Muhammadiyah, DR Haedar Nashir, bahwa dukungannya kepada KH Ma’ruf Amien yeng beredar di media sosial adalah hoax.

Terkait potongan berita dan video tersebut mantan aktivis Ikatan Pemuda Muhammadiyah yang kini menjadi pengacara di Jawa Timur, Fatkhul Huda, mengatakan demi kebenaran pengupload video itu harus diusut. Ini karena memicu perpecahan di kalangan umat Islam.

‘’Saya kaget ketika membaca berita dan potongan video soal pernyataan Pak Haedar di media sosial. Dan setelah saya coba telisik ternyata itu potongan berita dan vidoe yang telah lama tayang namun diunggah kembali. Kami harap pihak polisi mengusut siapa pengungahnya. Ini soal serius pelanggaran UU ITE yang mengancam perpecahan umat,’’ kata Fatkhul Huda.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, pun sudah menegaskan persyarikatannya bersikap netral dalam pilpres mauun pileg pada 2019. Menurut dia, Muhammadiyah tidak memihak kepada pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin (KMA) maupun kepada pasangan Prabowo-Sandiaga. “Muhammadiyah bersikap netral. Tidak memihak salah satu pasangan,” ujar Mu’ti saat lansir Republika.co.id, Rabu (15/8).

Menurut dia, Muhammadiyah memberikan kebebasan kepada para anggotanya untuk menentukan pilihan sesuai hati nurani dengan tetap berpegang teguh pada khittah dan kepribadian Muhammadiyah. Menurut Mu’ti, Muhammadiyah berharap Pemilu 2019 berlangsung aman dan damai.

“Muhammadiyah sangat berharap Pilpres 2019 dapat berlangsung secara aman, damai, tertib, dan lancar serta menghasilkan pemimpin yang membawa bangsa Indonesia meraih kemajuan,” ucapnya.

Karena itu, menurut dia, Muhammadiyah juga mengharapkan kepada setiap anggotanya agar mengajak masyarakat luas untuk menjadi pemilih yang cerdas, arif, dan bertanggung jawab. “Pemilih yang cerdas adalah mereka yang menentukan pilihan secara rasional dan obyektif dengan menganilisis program-program yang ditawarkan oleh para calon presiden dan wakil presiden,” katanya.

Mu’ti menambahkan, pemilih yang arif adalah mereka yang bersikap dewasa dalam menentukan pilihan. Menurut dia, mereka juga senantiasa menjaga kesantunan dan saling menghormati walaupun berbeda pilihan. “Pemilih bertanggung jawab adalah mereka yang memilih dengan penuh kesadaran dan idealisme, bukan pragmatisme. Mereka bersikap kesatria menerima apapun konsekuensi pilihannya, termasuk sikap siap menang dan siap kalah,” jelas Mu’ti.

sumber: republika.co.id

Ketika Kegiatan Nobar Film GS30/PKI Dituding Kampanye Politik

SOLO (Jurnalislam.com) – Panitia sarasehan Nobar film GS30/PKI di Masjid Nurul Iman Kalitan pada Ahad (30/9/2018) Dr Muhammad Taufiq memastikan tidak akan ada atribut partai tertentu dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia juga menegaskan kegiatan yang bakal digelar di halaman parkir itu bukanlah kampanye dan digunakan untuk ajang politik praktis.

“Yang pertama sarasehan, kita tahu memasuki tanggal 23 itu sudah masuk massa kampanye, jadi aktifitas ini tidak ada kaitannya dengan kampanye manapun kalaupun diantara peserta atau pembicara mereka pendukung tertentu itu soal lain, yang pasti tidak ada aktivitas politik,” terangnya kepada wartawan di Halaman Masjid Nurul Iman Kalitan, Jum’at, (28/9/2018).

“Karena ukurannya, satu, tidak ada kampanye, yakni tidak ada simbol simbol atau bendera itu tidak ada, kemudian baju atau atribut seperti kaos juga tidak ada,” sambungnya.

Lebih lanjut terkait adanya salah satu pembicara yang menjadi caleg dari partai tertentu, Dr Taufik menjelaskan, bahwa kehadiran Purwanto adalah sebagai warga Solo dan bukan sebagai politisi.

“Ada pertanyaan dari Bawaslu terkait kedatangan Pak Purwanto dalam acara itu, sudah saya saya jelaskan Pak Purwanto adalah orang Solo sebagai warga negara yang memiliki hak politik sama dan tidak sedang dicekal,” tegasnya.

Ia juga mempersilahkan masyarakat untuk ikut hadir dalam kegiatan Nobar tersebut, menurutnya, generasi milenial belum banyak yang tau akan sejarah pemberontakan gerakan PKI pada tanggal 30 Semptember 1965 itu.

“Yang jelas tujuan digelar kegiatan untuk mengingatkan kembali peristiwa bersejarah, sudah sekian lama film ini tidak tayang di televisi, Saya yakin anak-anak SMA saat ini ga mengerti tentang GS30/PKI,” jelasnya.

Rencananya, dalam kegiatan sarasehan dan Nobar itu akan dihadiri sejumlah tokoh yakni tokoh Mega Bintang Mudrick M Sangidoe,  Purwanto, Sri Bintang Pamungkas, dan Mantan Kepala Staf Kostrad, Mayjen (Purn) Kivlan Zein.

Tokoh Nasional Akan Hadiri Nobar Film G30 S PKI Bersama Warga Solo

SOLO (Jurnalislam.com) – Masyarakat kota Soloraya akan menggelar Nonton Bareng (Nobar) film peristiwa Gerakan 30 September oleh PKI atau yang populer dengan sebutan GS30/PKI di halaman Masjid Nurul Iman Kalitan, Solo pada Ahad (30/9/2018) malam.

Ketua Tim Advokadi Reaksi Cepat (TARC) Dr Muhammad Taufiq selaku penyelenggara acara menjelaskan bahwa panitia sudah mengurus segala keperluan terkait persiapan nobar tersebut termasuk masalah pemberitahuan dan perijinan lokasi acara.

“Bahwa karena ini sifatnya sarasehan, maka kita cukup sampaikan pemberitahuan dan surat pemberitahuan sudah kita sampaikan sesuai ketentuan pasal 13 Undang Undang no 9 tahun 1998 tentang penyampain pendapat di muka umum,” katanya kepada wartawan di halaman Masjid Nurul Iman, Kalitan, Jum’at (28/9/2018).

“Acara ini pemberitahuan dan sudah kita sampaikan tanggal 24 September jadi susah jauh juah hari kita sampaikan dan ijin tempat sudah diberikan oleh pengelola kalitan,” imbuhnya.

Dalam Nobar tersebut, kata Dr Taufik, panitia akan menghadirkan sejumlah pembicara Nasional dan pelaku sejarah guna menjelaskan terjadinya sejarah kelam yang pernah dialami bangsa Indonesia kepada masyarakat Soloraya terutama kaum milenial yang belum banyak tau tentang kekejaman PKI pada umat Islam.

“Pembicaranya nanti Mudrick M Sangidoe sebagai tokoh masyarakat Solo, lalu pak Purwanto, Sri Bintang Pamungkas, Mantan Kepala Staf Kostrad, Mayjen (Purn) Kivlan Zein dan saya sendiri yang nanti akan menjelaskan dari sisi hukum terkait TAP MPRS no 25 tahun 1966,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dr Taufik juga menjamin akan keamanan kegiatan Nobar tersebut, menurutnya, panitia sudah berkordinasi dengan elemen umat Islam Soloraya untuk ikut mengamankan jalannya Nobar tersebut.

“Di kegiatan ini akan dijaga sekitar 200 laskar umat Islam Soloraya, saya menjamin tidak ada sampah yang tercecer pada hari ahad nanti dan untuk parkir kita juga telah bekerjasama dengan pihak karang taruna setempat,” tandasnya.

Iran Publikasikan Video Ancaman Rudal Balistik ke Arab Saudi

RIYADH (Jurnalislam.com) – Sebuah gerai media Iran yang dekat dengan Garda Revolusi Syiah garis keras mempublikasikan sebuah video pada hari Selasa (25/9/2018) yang mengancam serangan rudal di ibukota Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, Al Arabiya melaporkan Kamis (27/9/2018).

Video itu, dalam sebuah tweet oleh kantor berita semi resmi Fars yang kemudian dihapus, muncul ketika Pemimpin Tertinggi Syiah Iran Ayatollah Ali Khamenei menyalahkan Riyadh dan Abu Dhabi atas serangan di kota Ahwaz pada hari Sabtu, yang menewaskan sedikitnya 24 orang dan melukai 60 orang.

Baca juga: 

Video tersebut menunjukkan rekaman file dari rudal balistik sebelumnya yang diluncurkan oleh Guard, kemudian grafik dari sniper rifle scope yang dilatih di Abu Dhabi-Uni Emirat Arab dan di Riyadh-Arab Saudi.

“Era hit-and-run telah berakhir,” Khamenei terdengar mengatakan dalam video klip dari pidato pemimpin tertinggi tersebut pada April. “Hukuman berat sedang berlangsung.”

Fars tidak mengatakan mengapa video itu turun. Namun, itu terjadi tepat sebelum Presiden Hassan Rouhani berbicara kepada Majelis Umum PBB di kemudian hari.

The Guard, pasukan paramiliter Syiah yang hanya dapat tunduk pada Khamenei, memiliki kendali tunggal atas program rudal balistik Iran.

https://twitter.com/twitter/statuses/1044781857840263169

Video Fars itu mengikuti tradisi panjang film-film propaganda bela diri dari Teheran.

Iran merilis sebuah video pada tahun 2016 yang menunjukkan pasukan Iran menang atas armada angkatan laut Amerika setelah mereka menembak jatuh sebuah pesawat, mengacu ke USS Vincennes yang menjatuhkan penerbangan Iran Air pada tahun 1988, yang menewaskan semua 290 orang di dalamnya.

Serangan hari Sabtu menargetkan salah satu dari banyak pawai di Iran menandai dimulainya perang panjang negara itu dengan Irak tahun 1980, sebagai bagian dari peringatan yang dikenal sebagai “Pekan Pertahanan Suci (Sacred Defense Week).” Para militan menyamar ketika tentara melepaskan tembakan ketika barisan pasukan Iran berbaris melewati para pejabat di Ahwaz.

Baca juga: 

IS mengklaim serangan hari Sabtu, awalnya menawarkan informasi yang salah tentang hal itu dan kemudian menerbitkan sebuah video dari tiga orang yang diidentifikasi sebagai penyerang. Namun, orang-orang dalam video itu tidak membaiat atau mengidentifikasi diri mereka sebagai pengikut IS.

Kementerian Intelijen Iran pada hari Selasa mengidentifikasi para penyerang sebagai Hassan Darvishi, Javad Sari, Ahmad Mansouri, Foad Mansouri dan Ayad Mansouri. Dikatakan dua dari mereka adalah bersaudara dan yang lainnya adalah sepupu mereka.

Darvishi dan Ayad Mansouri keduanya muncul dalam video IS. Orang ketiga dalam video itu mirip dengan Ahmad atau Foad Mansouri.

TV Negara melaporkan Senin malam bahwa pihak berwenang telah menahan 22 tersangka terkait dengan kelompok di balik serangan itu dan menyita peralatan amunisi dan komunikasi.

Sementara itu kantor berita IRNA yang dikelola negara melaporkan korban tewas dari serangan itu sedikitnya 24, mencatat angka awal 25 termasuk salah satu penyerang. Dikatakan serangan itu melukai sedikitnya 68 orang.

Bantai Muslim Rohingya, Kanada: Cabut Gelar Kehormatan San Suu Kyi

TRENTON (Jurnalislam.com) – Parlemen Kanada pada hari Kamis (27/9/2018) memilih untuk mencabut  gelar kehormatan kewarganegaraan pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi, lansir Anadolu Agency.

Langkah ini mengikuti mosi Kanada baru-baru ini untuk menunjuk kejahatan militer Myanmar terhadap minoritas Muslim Rohingya sebagai genosida dan mendukung misi PBB untuk memetakan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh militer.

Baca juga: 

Dalam laporannya, badan pengungsi UNHCR mengatakan hampir 170.000 orang kemungkinan meninggalkan Myanmar pada tahun 2012 saja.

Sejak 25 Agustus 2017, hampir 24.000 Muslim Rohingya telah dibunuh oleh pasukan negara Myanmar, menurut Badan Pembangunan Internasional Ontario (the Ontario International Development Agency-OIDA).

Dalam laporan baru-baru ini, Migrasi Paksa Rohingya: Pengalaman yang Tidak Terungkap (Forced Migration of Rohingya: The Untold Experience), OIDA meningkatkan perkiraan jumlah Muslim Rohingya yang dibantai menjadi 23.962 (± 881) dari angka laporan Doctors Without Borders sebesar 9.400.

Baca juga: 

Lebih dari 34.000 orang Rohingya juga ditembak senjata api, sementara lebih dari 114.000 lainnya dipukuli, kata laporan OIDA, menambahkan bahwa 17.718 (± 780) wanita dan gadis Rohingya diperkosa oleh tentara dan polisi Myanmar. Lebih dari 115.000 rumah Rohingya juga dibakar dan 113.000 lainnya dirusak, tambah OIDA.

Menurut Amnesty International, lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, sebagian besar anak-anak dan perempuan, telah melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan tindakan biadab terhadap komunitas Muslim minoritas tersebut.

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai kelompok Muslim yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat sejak ratusan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.

Baca juga: 

PBB telah mendokumentasikan perkosaan massal, pembunuhan, mutilasi  – termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal, dan penghilangan yang dilakukan oleh pasukan negara Myanmar. Dalam laporannya, penyelidik PBB mengatakan bahwa pelanggaran tersebut kemungkinan bisa ditetapkan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

Banyak negara, termasuk Kanada, mengkritik Suu Kyi karena tidak bertindak untuk mencegah penganiayaan dan pertumpahan darah.

Kanada hanya memberikan segelintir kewarganegaraan kehormatan dalam sejarahnya, termasuk Nelson Mandela, Dalai Lama, dan anak perempuan Pakistan Malala Yousafzai pada tahun 2014, sehingga jumlahnya menjadi enam.

Suu Kyi, pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, menerima kehormatan Kanada pada tahun 2007.

Baca juga: 

Tapi diamnya dia saat Rohingya dibantai meski ada desakan dari Kanada dan negara lain untuk berbicara memprovokasi Kanada untuk mengambil tindakan.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, yang hadir di House of Commons ketika mosi berlalu, mengatakan pada hari Rabu bahwa “Parlemen memberinya kewarganegaraan kehormatan” dan tentu saja Parlemen juga dapat mencabutnya.

Tuntut Myanmar di Pengadilan, PBB Siapkan Bukti Pembantaian Muslim Rohingya

JENEWA (Jurnalislam.com) – Dewan Hak Asasi Manusia PBB memutuskan membentuk badan untuk mempersiapkan bukti pelanggaran hak asasi manusia di Myanmar – termasuk genosida terhadap Muslim Rohingya – untuk penuntutan di masa depan.

Dewan yang beranggotakan 47 negara itu memilih setuju dengan 35 suara melawan tiga suara yang tidak setuju, dengan tujuh suara abstain, pada hari Kamis (27/9/2018) mendukung resolusi yang dibawa oleh Uni Eropa dan Organisasi Kerjasama Islam.

Cina, Filipina, dan Burundi menentang langkah itu.

Setahun yang lalu, pasukan Myanmar memimpin penumpasan brutal di negara bagian Rakhine sebagai balasan atas serangan balasan oleh Arakan Rohingya Salvation Army di 30 pos polisi Myanmar dan pangkalan militer.

Baca juga: 

Lebih dari 700.000 warga Rohingya melarikan diri dari pembantaian tersebut dan sebagian besar kini tinggal di kamp-kamp pengungsi di negara tetangga Bangladesh.

Resolusi itu menetapkan sebuah badan untuk “mengumpulkan, mengkonsolidasi, melestarikan dan menganalisis bukti kejahatan internasional paling serius dan pelanggaran hukum internasional yang dilakukan di Myanmar sejak 2011, dan untuk menyiapkan file guna memfasilitasi dan mempercepat proses peradilan yang adil dan independen”.

Lembaga baru ini akan bekerja sama dengan penuntutan masa depan yang dibawa oleh Pengadilan Kriminal Internasional, yang mengatakan awal bulan ini bahwa mereka memiliki yurisdiksi atas deportasi Rohingya dari Myanmar ke Bangladesh.

Duta Besar Myanmar Kyaw Moe Tun mengatakan resolusi itu didasarkan pada laporan misi pencari fakta PBB yang ditolak oleh pemerintahnya, dan merupakan resolusi yang tidak seimbang, berdasar satu sisi dan mendorong perpecahan negara itu.

Baca juga: 

“Rancangan resolusi ini didasarkan pada tuduhan dan rekomendasi yang serius tetapi tidak terverifikasi … yang bahkan dapat membahayakan persatuan nasional negara itu,” katanya.

Kyaw Moe mengatakan bahasa dan permintaan yang mengganggu resolusi tidak akan berkontribusi untuk menemukan resolusi yang langgeng terhadap situasi yang rumit di negara bagian Rakhine.

Laporan PBB mengatakan militer Myanmar melakukan pembunuhan massal dan pemerkosaan massal terhadap Rohingya dengan “niat genosida” dan menyerukan panglima tertinggi Min Aung Hlaing dan lima jenderal untuk dituntut atas kejahatan yang paling parah.

Baca juga: 

Dalam resolusi Kamis, dewan mengatakan ada cukup informasi untuk menjamin pengadilan yang kompeten “demi menentukan tanggung jawab mereka atas genosida”.

Diplomat Cina Chen Cheng mengatakan kepada dewan bahwa Beijing menentang resolusi karena itu sangat mungkin memperburuk ketegangan. “Ini bukan kepentingan siapa pun,” katanya.

Abbas Bantah Keras Israel dan AS di Majelis Umum PBB

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Presiden Palestina Mahmoud Abbas berbicara dengan keras dan tegas menentang Israel dan AS di Majelis Umum PBB di New York pada Kamis (27/9/2018), sementara Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu menggunakan platform itu untuk sekali lagi mencap kesepakatan nuklir Iran sebagai “kebohongan”.

Abbas memulai pidatonya dengan menyatakan bahwa “Yerusalem tidak untuk dijual”, menarik tepuk tangan dari ruangan. Dia kemudian berbalik untuk mengecam undang-undang negara bangsa “rasis” Israel, dukungan pemerintah Trump yang tidak kritis terhadap Israel, dan bagaimana kedua negara itu menolak untuk mematuhi perjanjian internasional dan resolusi PBB.

“Undang-undang ini pasti akan mengarah pada penciptaan satu negara rasis, negara apartheid, dan dengan demikian membatalkan solusi dua negara,” katanya, lansir Aljazeera.

Baca juga: 

Dalam pidato pertamanya kepada PBB sejak AS memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem, Abbas mengatakan warga Palestina sekarang melihat AS “dengan mata baru” dan tidak lagi sebagai mediator yang adil dalam proses perdamaian.

“Pemerintahan ini telah mengingkari semua komitmen AS sebelumnya dan merusak solusi dua negara,” katanya.

Pemimpin PLO meminta lebih banyak negara untuk mengakui negara Palestina dan agar PBB menegakkan resolusi yang telah disahkan terhadap Israel.

“Tidak cukup bagi majelis umum untuk meloloskan reinstitusi tanpa implementasi,” katanya, mengatakan bahwa Israel belum menerapkan satu pun dari lebih dari 700 resolusi yang disahkan oleh majelis sejak 1949.

Baca juga: 

Abbas mengangkat isu UNRWA, yang memberikan dukungan dan bantuan kemanusiaan kepada lebih dari lima juta warga Palestina, dan berjuang untuk bertahan hidup sejak AS menarik dana $ 300 juta untuk organisasi tersebut.

Dia mengatakan AS berusaha “melenyapkan” UNRWA, dan mengaburkan perkiraan bahwa hanya ada 40.000 pengungsi Palestina.

Dia mengulangi beberapa kali bahwa PLO sepenuhnya berkomitmen untuk perdamaian dan menolak semua bentuk kekerasan secara langsung, tetapi menekankan bahwa kerjasama adalah jalan dua arah dan Palestina tidak akan terikat dengan perjanjian yang diingkari oleh negara lain.

Kesimpulannya, Abbas memberi penghormatan kepada para warga Palestina yang gugur dan yang mendekap di tahanan  seraya mengatakan kepada seluruh rakyat Palestina bahwa “kita akan segera mendekati hari kebebasan dan kemerdekaan kita dan bahwa kegelapan penjajahan Israel akan segera lenyap.”

Komisi II Akan Awasi Seleksi Penerimaan CPNS 2018

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera mengatakan Komisi II akan turun mengawasi proses rekrutmen calon pegawai negri sipil (CPNS) tahun 2018 mulai dari pendaftaran, proses tes hingga proses wawancara.

“Kami akan mengawasi proses seleksi CPNS 2018 ini dari praktek-praktek pungutan liar (Pungli) dan kecurangan dalam proses seleksi,” kata Mardani, di Komplek DPR, Rabu (26/09/2019).

Pria kelahiran Betawi tersebut mengatakan praktek pungli merupakan sebuah tindakan kriminal yang jahat, “pungli dalam seleksi penerimaan pelayan publik adalah sebuah tindakan kriminal yang jahat,” tuturnya.

Politisi PKS mengatakan pelayanan publik di Indonesia tidak akan bagus selama masih terjadi pungli, “Saya minta Menpan RB memberikan hukum yang tegas kepada ASN yang melakukan pungli, kalau perlu langsung di pecat,” ujarnya.

Mardani mengajak masyarakat turut proaktif melaporkan pungli ataupun kecurangan lain dalam proses seleksi CPNS 2018, “Monggo masyarakat juga pro aktif melaporkan ke Ombudsman RI atau ke Komisi II DPR RI melalui email set_komisi2@dpr.go.id,” katanya.

Ia juga mempersilahkan masyarkat langsung mengadu kepada dirinya, “Saya sendiri terbuka terhadap pengaduan masyarakat, Silahkan kiranya ada yang mau melaporkan langsung ke saya melalui sosial media Instagram @MardaniAliSera, Twitter @MardaniAliSera, Facebook: Mardani Ali Sera dan Whatsapp di 0811904747,” pungkasnya.

Seperti diketahui, saat ini pemerintah sedang melakukan rekrutmen CPNS pada 2018 sebanyak 238.015 formasi yang terdiri dari 51.271 formasi untuk instansi pusat dan 186.744 formasi untuk instansi daerah.

Sebelumnya, Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei soal tren persepsi publik tentang demokrasi, korupsi, dan intoleransi. Hasilnya, kepolisian, pengadilan, dan PNS menempati indeks korupsi yang tinggi. Survei ini dilakukan kepada warga Indonesia yang punya hak pilih pemilu, yakni yang sudah berusia 17 tahun atau lebih. Survei dilakukan Agustus 2018 dengan sampel 1.520 responden. Metode yang dipilih multistage random sampling. Margin of error sebesar 2,6 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka pewawancara.

Dosen Universitas Ibn Khaldun Bogor Meraih Best Paper Award di Ajang Internasional Conference

BOGOR (Jurnalislam.com) –  Konferensi Internasional “The Second Bogor Internasional Conference on Social Science and Applied Science”, BICAS-BICSS, berlangsung dua hari 25-26 September 2018. Bertempat di Hotel Onih Bogor, dan sebagai penyelenggara Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor.

Seminar yang sangat di nantikan oleh para dosen di Indonesia ini, selain bisa mengangkat  kompetensi sebagai dosen, juga berpengaruh terhadap akreditasi universitas itu sendiri.  Semakin banyak prestasi yang dihasilkan oleh dosen dalam bentuk prosiding atau sertifikat sebagai presenter akan meningkatkan nilai kinerja dosen yang dimasukkan dalam peningkatan perguruan tinggi.

BICAS tahun 2018 mengusung tema “Capacity Empowerment of Local Resources Based On Halal Certification For Global Market. Sedangkan BICASS bertema ” Capacity On Local Resources For Human Well Being Uniquness,Selling Point, Value Creation.

Baca juga: 

Menurut sumber dari panitia konferensi kali ini peserta berasal dari utusan berbagai Universitas se Indonesia. Untuk BICAS ada 66 orang yang mendaftar, namun diterima hanya 25 orang. Sedangkan untuk BICSS ada 246 orang yang mendaftar, tapi hanya 110 diterima dengan paper masing-masing yang wajib dipresentasikan.

Diakhir acara peserta diberikan penghargaan 3 orang dosen peraih Best Paper Award diantara Dr.Dewi Suriyani Djamdjuri, M.Pd dari Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, yang juga sebagai dosen tetap di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan (FKIP).

Baca juga: 

Menurut ibu yang memiliki 6 putra putri ini, salahsatu kunci sukses hingga mendapat penghargaan adalah, ketepatan dalam memilih topik penelitian, ketelitian dalam penyusunan kalimat dan kesesuaian tulisan dengan aturan-aturan yang ditetapkan.

“Paper yang terpilih ini adalah hasil penelitian yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam pengajaran bahasa Inggris”, menurut aktivis Muslimah Wahdah Islamiyah Bogor ini. Hal tersebut sebagai wujud penerapan islamisasi dalam pendidikan bahasa Inggris, pungkas dosen yang mengajar sejak 2013 di UIKA Bogor.

Konferensi ini merupakan ajang bergengsi bagi para dosen di Indonesia, dimana paper terpilih akan dipublikasi dalam jurnal maupun prosiding internasional terindeks Scopus.

Reporter: Pizaro

Akun Denny Siregar Sebar Hoaks Soal Video Haringga

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Warganet ramai membahas teriakan kalimat tauhid (tiada Tuhan selain Allah) – yang belakangan diketahui hoaks- dalam video pengeroyokan Haringga Sirla, suporter Persija, salah satuny akun bernama Denny Siregar.

Dia tak terima lantaran kalimat tauhid digunakan untuk membantai manusia.

“Para supporter itu menghabisi seseorang sambil berzikir Tiada Tuhan Selain Allah. Entah apa yang ada dalam pikiran mereka semua. Apa karena keseringan lihat ISIS menggorok manusia?” tulis Denny, Ahad (23/9/2018).

Menanggapi hal itu, Polda Jabar memastikan bahwa teriakan Laa Ilahailallah dalam video itu adalah hoaks. “Saya memastikan bahwa tidak ada tauhid (dalam video itu),” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo lansir Kumparan.com, Selasa (25/9/2018).

Trunoyudo menjelaskan, pihaknya telah mencermati dua buah video pengeroyokan yang saat ini beredar. Satu video menunjukkan ada teriakan kalimat tauhid, sementara video lainnya tidak. Kedua video itu dalam satu frame yang sama.

Oleh sebab itu, kata dia, pihaknya memastikan tengah memburu siapa pelaku yang mengedit video tersebut. “Kita akan selidiki ke direktorat cyber, kita lakukan penyelidikan terkait siapa yang menyebarkan,” tutupnya.

Sebelumnya, Haringga tewas usai dikeroyok massa beratribut Persib di dekat gerbang masuk Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Minggu (23/9), sebelum kick off Persib vs Persija.

Sumber: kumparan.com