Brigade Al-Qassam Lancarkan Perlawanan Menghancurkan Terhadap Pasukan Israel di Gaza

GAZA (jurnalislam.com)- Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, dalam pernyataan terbarunya pada Selasa (5/12/2023), mengungkapkan perkembangan terkini dalam bentrokan dengan pasukan Israel di Gaza, yang menyebabkan kerugian bagi tentara Israel.

Dalam keterangan yang disampaikan melalui media, Brigade Al-Qassam menegaskan pejuangnya berhasil melenyapkan 10 tentara Zionis dari jarak dekat di poros timur Khan Yunis.

Brigade Al-Qassam juga mengkonfirmasi telah menargetkan dua tank Zionis dan sebuah kendaraan militer pengangkut pasukan dengan peluru Yassin 105 di poros timur Khan Yunis.

Ini menjadi hari yang kelam bagi tentara pendudukan Israel, dengan kerugian besar di pihak Israel dan prestasi luar biasa yang dicapai Brigade Al-Qassam dan kelompok perlawanan lainnya.

Operasi ini dilakukan Brigade Al-Qassam dalam kurun waktu 12 jam dari subuh hingga jam 6 sore.

Lebih lanjut Al-Qassam mengatakan, “Kami menargetkan pasukan khusus Zionis yang terdiri dari 8 tentara dengan peluru anti-personil, sehingga menghasilkan serangan langsung.”

Pasukan mujahidin juga berhasil menembak 6 tentara Zionis dengan senapan sniper Al-Qassam di “Al-Zana” sebelah timur Khan Yunis, dan dipastikan tentara Israel mengalami luka-luka, sebagaimana yang dilaporkan oleh Al Qassam.

Sementara itu, tentara zionis Israel mengumumkan kematian 5 anggotanya, termasuk dua perwira, sejak pagi hari, serta mengklaim kemajuan dalam mencapai tujuannya.

Pada hari ke-60 perang di Gaza, pasukan pendudukan Israel melanjutkan serangan darat, pemboman udara, dan penembakan artileri di berbagai bagian sektor tersebut.

Sementara itu, faksi perlawanan Palestina melakukan beberapa penyergapan terhadap pasukan khusus Israel, sehingga menimbulkan banyak korban di barisan mereka.

Sumber: watan

Reporter: Bahri

Sebut Tidak Ada Tempat Aman di Gaza, PBB: Bantuan Kemanusiaan Dapat Terhenti

PALESTINA (jurnalislam.com)- PBB memperingatkan bahwa skenario yang mengerikan akan terjadi di Gaza dimana bantuan kemanusiaan dapat terhenti begitu saja.

“Kondisi yang memungkinkan untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat Gaza tidak ada,” kata Lynn Hastings, koordinator kemanusiaan PBB untuk wilayah Palestina pada Senin (4/12).

Sejak berakhirnya 7 hari gencatan senjata, pasukan zionis Israel telah masuk ke Gaza selatan, “memaksa puluhan ribu orang ke wilayah yang semakin padat, sulit untuk mencari makanan, air, tempat berlindung dan keselamatan,” kata Hastings.

“Tidak ada tempat yang aman di Gaza dan tidak ada tempat lagi untuk dituju.” imbuhnya.

Hastings menyatakan skenario yang lebih mengerikan mungkin akan terjadi, dimana operasi kemanusiaan diperkirakan tidak dapat membantu pada kondisi tersebut.

Lebih lanjut, Hastings juga menolak ide dibentuknya “zona aman” yang didesak oleh pemerintah AS kepada Israel karena masyarakat masih tidak dapat bergerak dengan bebas.

“Zona-zona ini tidak bisa disebut aman secara kemanusiaan jika diumumkan secara sepihak,” katanya.

“Apa yang kita lihat saat ini adalah tempat penampungan yang tidak layak, sistem kesehatan yang buruk, kurangnya air minum bersih, tidak adanya sanitasi yang layak dan gizi buruk bagi orang-orang yang sudah kelelahan secara mental dan fisik. Hal ini merupakan formula awal terjadinya epidemi dan bencana kesehatan masyarakat.” terangnya.

Pihaknya Semakin sulit melakukan pengiriman bantuan karena dua jalan utama di Gaza telah dinyatakan terlarang bagi tim dan truk PBB, ungkap Hastings.

Selama ini, Hastings berkantor di Yerusalem. Namun, pekan lalu, Israel memberitahu PBB bahwa mereka tidak akan memperbarui visanya dan menuduhnya tidak memihak pada Israel.

Sementara itu, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan kembali jeda kemanusiaan di Gaza.

“Berlanjutnya gencatan senjata demi kemanusiaan di Gaza dan pembebasan semua sandera yang tersisa tanpa syarat dan segera.” tegasnya.

Sumber : The New Arab

Reporter: Samsul

Hamas Tawarkan Mekanisme Khusus Pertukaran Tawanan Anggota Militer

BEIRUT (jurnalislam.com)- Pejabat senior Hamas Osama Hamdan, pada hari Ahad (3/12), mengatakan, pihaknya akan melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan Israel mengenai pertukaran sandera dan tahanan, ia berharap negoisasi berlanjut ke tahap penghentian agresi dan gencatan senjata.

“Kami menegaskan bahwa dimulainya kembali perundingan pertukaran tahanan bergantung pada penghentian agresi dan gencatan senjata,” katanya kepada wartawan di Beirut.

“Sebelumnya, tidak ada diskusi tentang hal itu,” lanjutnya.

Menurut Hamdan, meskipun ada upaya dari mediator Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat namun Israel tetap bersikap keras kepala dan tidak ada itikad untuk perdamaian sehingga menyebabkan gagalnya gencatan senjata.

Kedua belah pihak saling menyalahkan atas tidak diperpanjangnya gencatan senjata, dari pihak Israel mengklaim bahwa Hamas melanggar ketentuan gencatan senjata.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Hamas belum memenuhi kewajibannya untuk membebaskan semua sandera perempuan.

Hamdan menceritakan bahwa setelah beberapa kali pertukaran tahanan, Israel mengklaim bahwa Hamas masih memiliki tawanan perempuan yang belum dibebaskan, namun ia mengatakan daftar wanita yang belum dibebaskan adalah anggota militer dan bukan warga sipil.

“Mereka semua adalah tentara perempuan yang ditangkap dari lokasi militer,” ungkap Hamdan.

“Untuk melakukan pertukaran para prajurit ini memiliki metode dan mekanisme khusus,” imbuhnya.

Harapan untuk memperpanjang gencatan senjata di Gaza semakin memudar. Israel telah memanggil pulang para perundingnya, dan Netanyahu mengatakan perang akan terus berlanjut sampai semua tujuannya tercapai. Salah satunya adalah menyingkirkan Hamas dari kekuasaan di Gaza.

Sumber: Alarabiya

Reporter: Samsul

Setelah Keluarkan Fatwa Lawan Israel Dengan Militer, Persatuan Ulama Internasional Temui Menhan IIA

AFGANISTAN (jurnalislam.com)- Sekretaris Jenderal, Al-Ittihaad Al-‘Aalami li’ Ulama’i al-Muslimin atau dikenal dengan Persatuan Ulama Muslim Internasional (IUMS), Syeikh DR. Ali Qaradaghi mengadakan pertemuan penting dengan Menteri Pertahanan Imarah Islam Afghanistan (IIA) Mawlawi M. Ya’qub pada Ahad (3/12/2023).

Dalam pertemuan tersebut Menhan IIA menyatakan solidaritas terhadap penderitaan Palestina.

“Derita Palestina adalah derita seluruh umat Islam dunia. Imarah Islam sangat berterima kasih atas kerja sama dan dukungan umat Islam berbagai negeri kepada Afghanistan,” kata M. Ya’kub

Ia juga mengatakan pemboman Gaza yang dilakukan rezim Zionis Israel merupakan tindakan biadab.

“Sebagaimana Mujahidin IIA menang melawan kekuatan besar dunia dengan kekuatan Dien maka Palestina juga akan menang,” tegasnya.

Sementara itu, Syeikh DR. Ali Qaradaghi menegaskan komitmen untuk terus mendukung IIA.

“Kemenangan Imaroh Islam adalah harapan yang menginspirasi. Dengan barokah sistem Islam, sekarang masyarakat Afghan benar-benar hidup aman,” ungkapnya.

“Kami selalu mendukung program Imarah Islam dan rakyat Afghanistan juga akan selalu didukung negeri-negeri Islam,” sambung Syeikh DR. Ali Qaradaghi.

Pertemuan ditutup dengan seruan untuk memperkuat persatuan umat Islam dan doa bersama untuk kesejahteraan umat Islam di seluruh dunia.

Sebagaimana diketahui, pada 31 Oktober 2023, IUMS mengeluarkan fatwa yang menyerukan persatuan bagi faksi-faksi perlawanan Palestina di Tepi Barat. Termasuk negara-negara yang berbatasan dengan Israel, seperti Mesir, Yordania, Suriah, dan Lebanon serta seluruh negara Arab dan Muslim lainnya, untuk melakukan intervensi militer guna membantu Hamas melawan Israel.

Sumber: RTA Pashto

Reporter: Bahri

Ribuan Warga Muhammadiyah Hadiri Tabligh Akbar Milad Muhammadiyah ke-111 dan Resepsi Milad PKU Muhammadiyah Solo ke-96

SOLO (jurnalislam.com)- Dua ribu warga Muhammadiyah hadir dalam acara tabligh akbar Milad Muhammadiyah ke-111 dan Resepsi Milad PKU Muhammadiyah Solo ke-96.

Kegiatan yang digelar pada Ahad (3/12/2023) di halaman parkir karyawan rumah sakit PKU Muhammadiyah Solo menghadirkan Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ustaz H. Fathurrahman Kamal, Lc., M.Si.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Solo, K.H. Drs. Anwar Sholeh, M.Hum. menjelaskan kegiatan tabligh akbar dalam rangka milad Muhammadiyah ke-111 diselenggarakan bersama dengan resepsi milad rumah sakit PKU Muhammadiyah Solo ke-96 agar jalinan kerja sama semakin erat sehingga Muhammadiyah semakin menyejahterakan dan mencerahkan masyarakat.

“Kita mengetahui bahwa rumah sakit PKU Muhammadiyah Solo merupakan satu-satunya rumah sakit bertaraf internasional di antara rumah sakit PKU Muhammadiyah di Indonesia. Semoga Muhammadiyah semakin menyejahterakan dan mencerahkan masyarakat. Semoga PKU Muhammadiyah Solo semakin hari semakin baik pelayanan kesehatannya,” jelasnya saat memberikan sambutan acara tabligh akbar yang bertema Ikhtiar Menyelamatkan Semesta.

K.H. Anwar Sholeh menambahkan kehadiran peserta tabligh akbar yang berjumlah kurang lebih dua ribu jamaah ini benar-benar membanggakan PDM Solo. Kehadiran warga Muhammadiyah hari ini juga sebagai bentuk loyalitas kepada Muhammadiyah.

Saat tausiyah di depan ribuan jamaah warga Muhammadiyah, Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ustaz H. Fathurrahman Kamal, Lc., M.Si mengajak kepada jamaah untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT. Hal itu karena pentingnya hidayah dari Allah SWT dan tidak ada karunia yang besar kecuali dari hidayah Allah SWT.

“Sebagai warga Muhammadiyah, kita harus memiliki visi yang jauh ke depan. Kita yakin bahwa kita akan masuk surga manakala istikamah dan konsisten mengamalkan ajaran Islam,” ajaknya.

Ustaz H. Fathurrahman Kamal, Lc., M.Si juga mengajak jamaah untuk totalitas dalam bekerja apalagi di Amal Usaha Muhammadiyah.

“Muhammadiyah kita jadikan jalan untuk kita kembali kepada Allah SWT. Namun, kita juga harus hati-hati terhadap kesombongan, tamak, dan hasad,” ungkapnya.

Sementara itu, Dr. Mardiatmo, Sp. Rad, Direktur PKU Muhammadiyah Solo menekankan pentingnya tabligh akbar untuk menunjukkan eksistensi Muhammadiyah. Muhammadiyah itu organisasi yang beradab, berkemajuan, kaya raya, dan mencerahkan. Jumlah ribuan peserta yang hadir dalam tabligh akbar menunjukkan warga Muhammadiyah banyak jumlahnya.

Sejalan dengan itu, Dr. Suyanto, M.Pd. selaku ketua panitia Milad Muhammadiyah 111 PDM Solo menyampaikan berbagai lomba sudah digelar dalam rangka menyemarakkan Milad Muhammadiyah ke-111 di Solo. Kegiatan tersebut seperti lomba solo vokal, video kreatif, futsal, dan badminton. Sebelumnya, juga telah digelar Apel Akbar Hizbul Wathan di lapangan Sumber dengan menghadirkan tujuh ribu peserta.

Dapur Umum KITA Palestina dan Laznas WIZ Bagikan Ribuan Porsi Makanan Siap Saji di Khan Yunis Gaza Selatan

GAZA (jurnalislam.com)– Momen gencatan senjata selama sepekan dimanfaatkan oleh Komite Solidaritas (KITA) Palestina dan Lembaga Zakat Nasional Wahdah Inspirasi Zakat (Laznas WIZ) untuk membuka dapur umum di Khan Yunis, Gaza Selatan, Palestina.

Dapur umum tersebut diharapkan bisa mensupport kebutuhan makanan bagi para pengungsi, pasien, anak-anak, perempuan dan warga sipil terdampak perang.

Dapur umum itu memanfaatkan barang-barang yang masih tersisa seperti alat masak yang dari tungku dan wadah bekas yang masih layak digunakan.

Ketua KITA Palestina Ustaz Syaibani Mujiono mengatakan bahwa berbagai upaya kita lakukan untuk membantu warga Palestina, salah satunya menyediakan makanan siap saji bagi mereka dan juga pakaian yang layak.

“Alhamdulillah kita terus berupaya untuk mengirimkan bantuan kepada rakyat Palestina, salah satunya dengan membuka dapur umum disana untuk memenuhi kebutuhan makan masyarakat. Awal bulan kemarin kita juga sudah mengirimkan pakaian anak-anak dan orang tua serta pangan melalui TNI Angkatan Laut, semoga segera sampai dan dapat dimanfaatkan oleh warga Gaza,” tuturnya, Senin (4/12/2023).

Direktur Laznas WIZ Syahruddin juga menjelaskan bahwa dapur umum ini adalah bantuan tahap keempat dari masyarakat Indonesia melalui WIZ setelah pertempuran tanggal 7 Oktober 2023 yang lalu, meskipun ia menjelaskan bahwa peranan WIZ dalam mendukung Palestina telah dilakukan sejak dua dasawarsa sebelumnya.

“Melalui relawan lokal, gencatan senjata ini kita manfaatkan untuk membuka dapur umum. Perlu diketahui bahwa prosesi penyampaian bantuan ini memang tidak mudah karena berada pada situasi perang,” ujarnya,

Tidak hanya mengupayakan makanan, melainkan juga sedang ikhtiar agar bisa memenuhi kebutuhan musim dingin bagi para pengungsi.

“Mari kita saling rangkul untuk meringankan beban saudara kita yang ada di Gaza,” pungkasnya.

 

Gagal Cegat Roket Hamas, Rudal Iron Dome Berbalik Arah Serang Israel

YERUSALEM (jurnalislam.com)- Tentara Israel mengatakan pada hari Sabtu (9/12/2023) bahwa mereka akan membuka penyelidikan terkait kegagalan rudal iron dome yang berbalik arah jatuh di Israel tengah.

Dilansir dari situs berita Times of Israel, yang mengutip pernyataan militer Israel, mereka mengatakan sedang memeriksa kemungkinan adanya “kerusakan teknis” sebagai penyebab jatuhnya rudal tersebut.

Insiden itu terjadi ketika sistem pertahanan pencegat rudal Iron Dome berusaha mencegat rentetan roket dari Jalur Gaza menuju Tel Aviv dan sekitarnya pada Sabtu malam.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan rudal tersebut jatuh di Israel tengah. Namun, Israel tidak melaporkan korban dan dampak dari insiden tersebut.

Sebagaimana diketahui sejak Jum’at pagi, tentara Israel melanjutkan serangannya terhadap Gaza setelah mereka menolak memperbarui jeda kemanusiaan yang sudah berlangsung selama tujuh hari. Sementara itu, Brigade Al Qassam, sayap militer Hamas, membombardir Tel Aviv dengan rentetan rudal.

Dilaporkan Kementerian Kesehatan Gaza, setidaknya 193 warga sipil Palestina telah terbunuh dan 652 terluka akibat serangan udara Israel sejak Jum’at. Lebih dari 15.000 warga Palestina, sebagian besar anak-anak dan perempuan, telah terbunuh dalam serangan Israel sejak 7 Oktober lalu.

Sumber: Anadolu Ajansi

Reporter: Bahri

Serangan Brigade Al-Qassam di Juhr Al-Dik, Tewaskan 60 Tentara Israel

GAZA (jurnalislam.com) – Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, mengumumkan bahwa puluhan tentara Israel dilaporkan tewas akibat ledakan bom anti-personil di sebelah timur Juhr al-Dik pada Ahad (3/12/2023).

“Saat fajar hari ini, pejuang Al-Qassam dapat memantau posisi puluhan tentara pendudukan (60 tentara) di dalam tenda di titik posisi mereka di sebelah timur Juhr Al-Dik.” kata Al Qassam dalam pernyataanya.

“Mujahidin memasang 3 bom anti-personil dengan pola melingkar di sekitar posisi tenda, dan tepat pada pukul 4:30 bom diledakkan di antara tentara pendudukan. Kemudian salah satu mujahidin maju untuk menghabisi anggota pasukan yang tersisa,” sambung Al Qassam.

Brigade Al Qassam juga mengatakan, mujahidin mundur kembali ke posisi mereka dengan selamat setelah berhasil menghabisi sejumlah besar tentara penjajah.

Sumber: albawaba

Reporter: Bahri

Anak-anak Gaza Bertanya-tanya, “Apakah Ini Perang Lagi, Ayah?”

DEIR EL-BALAH, JALUR GAZA (jurnalislam.com)- Setelah sepekan senyap dalam gencatan senjata, sayangnya serangan udara Israel kembali menggema. Masa tujuh hari yang sementara menghamparkan ketenangan telah usai.

Dan kini, dentuman-dentuman familiar merajai lagi, bukan hanya sebagai suara, melainkan simfoni kehancuran: gemuruh pemboman, ledakan yang memilukan, sayap pesawat yang menari di angkasa, dentuman artileri sebagai langkah-langkah perang, ombak laut yang menjadi saksi bisu di depan kapal perang, dan peluru tajam yang kembali berbisik di antara keheningan kota yang minggu lalu sempat terhenti.

Ini adalah pengalaman kami sehari-hari selama tujuh minggu sebelum gencatan senjata, dan kami sudah mahir membedakannya, seperti dentuman khas roket dari Gaza dan deru pemboman Israel.

Pagi ini Jum’at (01/12/2023), ketika jarum jam menunjukkan pukul 07.00, seruan kekerasan dari darat, langit, dan ombak laut kembali mengisi udara, membangkitkan kenangan kesedihan baru di wajah keluarga saya.

Dengan gemetar, kakak saya membuka jendela, mata yang mencari tahu memandang ke luar. “Pengeboman merajalela di segala penjuru,” ucapnya, suaranya menyiratkan kegelisahan yang mendalam.

Dalam usianya yang delapan tahun, Banias memandang ayahnya dengan mata yang penuh tanya, “Apakah ini perang lagi, Ayah?”. Kemudian Ayahnya, dengan bijaksana, menjelaskan bahwa hari-hari tenang yang baru saja mereka nikmati hanyalah sebatas gencatan senjata sementara, dan perang belum berakhir. Pikiran anak-anak Banias berusaha merangkai makna di balik siklus aneh ini: perang, jeda, dan kembali perang.

Lima puluh enam hari pertempuran telah berlalu, namun, tampaknya tidak cukup untuk menjamin gencatan senjata.

Kemarin, di antara tenda-tenda yang melambai di bawah bayangan Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Jalur Gaza, suara-suara dari para pengungsi menggema. Kesusahan, ketakutan, dan keputusasaan melintas di wajah-wajah yang haus akan perdamaian. Mereka tidak menginginkan gencatan senjata sementara; mereka merindukan gencatan senjata abadi agar bisa kembali ke rumah mereka, meski rumah-rumah mereka telah dilanda kerusakan.

Ketakutan mereka bahwa dimulainya kembali perang akan berarti Israel akan melakukan pengeboman di wilayah selatan. Pagi ini, kekhawatiran mereka menjadi kenyataan ketika pasukan Israel menyebarkan selebaran, memaksa masyarakat dari Khan Younis timur untuk meninggalkan tanah itu dan bergegas ke Rafah, di tepi selatan Gaza.

Dalam bayang-bayang serangan udara yang terus berkecamuk dari Gaza utara ke selatan, refleksi mendalam menyelinap ke dalam pikiran saya. Masyarakat Gaza menghadapi deretan peperangan: pengungsian yang menyedihkan, pemandangan kehancuran yang menyayat hati, penghinaan yang tak terhitung, kehidupan di tenda-tenda yang rapuh, kehausan, kelaparan, dan rasa cemas yang menyergap saat jeda sementara, yang diikuti dengan pemboman yang kembali terjadi.

Apa yang harus dilakukan masyarakat Gaza agar dunia merasakan simpati mereka?, Bagaimana dunia bisa membiarkan genosida terus berlanjut?, Bagaimana kita bisa kembali ke pertumpahan darah dan khawatir kehilangan orang yang kita cintai? Bagaimana, bagaimana dan bagaimana?

Pertanyaan-pertanyaan ini, saya sadari, tidak akan menemukan jawaban. 56 hari terakhir telah mengajarkan saya, seperti yang telah mereka tunjukkan kepada seluruh masyarakat Gaza, menjadi pengingat bahwa ketakutan, kehidupan, rasa sakit, harapan, dan impian kita, tidak termasuk dalam perhitungan dunia ini.

Sumber: Al Jazeera

Reporter: Bahri

Hamas Sebut Zionis Menolak Tawaran Pembebasan Tahanan Untuk Perpanjang Gencatan

GAZA (jurnalislam.com)- Dalam pernyataan terbarunya pada Jum’at (01/12/2023), gerakan perlawanan Islam Hamas mengatakan bahwa pendudukan Zionis memilih untuk terus melakukan perang genosida di Jalur Gaza. Israel tegas menolak semua tawaran pembebasan tahanan.

Negosiasi dilakukan setiap malam untuk memperpanjang gencatan senjata, dengan Hamas mengusulkan pertukaran melibatkan tahanan, orang lanjut usia, dan penyerahan jenazah tahanan Israel yang meninggal akibat serangan Zionis. Namun, penjajah, yang didorong oleh keputusan sebelumnya untuk melanjutkan agresi kriminal, tetap tidak merespon.

“Pemerintahan Biden dan Presiden Biden bertanggung jawab langsung atas kejahatan perang Zionis yang berlanjut di Gaza,” tegas Hamas.

Dalam pernyataannya, Hamas juga menyalahkan Amerika Serikat atas serangan yang terjadi di Gaza,

“Dengan dukungan mereka dan lampu hijau yang diberikan selama kunjungan Menteri Luar Negeri Blinken ke Israel. Persetujuan AS terhadap rencana baru penjajah untuk meningkatkan agresi telah menyebabkan kematian ratusan warga sipil dan anak-anak yang tak bersalah,” terangnya.

Hamas menegaskan bahwa rakyat Palestina yang teguh, yang berakar kuat di tanah air mereka dan didukung oleh Brigade Al-Qassam yang gagah berani, secara aktif akan melawan agresi zionis di semua lini sambil melanjutkan operasi heroik, dengan keyakinan bahwa mereka akan menggagalkan agresi kriminal ini.

“Menghadapi pasukan teror Zionis yang didukung AS, rakyat kami yang teguh akan menang,” pungkas Hamas dalam pernyataannya.

Sumber: Hamas Online

Reporter: Bahri