Ijtima Ulama IV Digelar, GNPF: Murni Demi Urusan Umat

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sekretaris Jenderal Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Edy Mulyadi, menegaskan bahwa Ijtima Ulama IV tidak akan membahas politik terkait Pemilu 2019. Pasalnya, proses pemilu sudah selesai sejak keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu.

“Jadi, Ijtima ini tidak disikapi untuk pertemuan Teuku Umar (Megawati-Prabowo) dan Gondangdia (Surya Paloh dan kawan-lawan). Kami tidak ada urusan sama Prabowo dan Jokowi setelah MK mengeluarkan keputusan,” kata Edy kepada Jurnalislam.com, Senin (5/8/2019).

Edy menyebutkan, keputusan Ijtima Ulama I mendukung calon presiden Prabowo Subianto karena mendapati banyaknya ketidakadilan dan kesewenang-wenangan oleh pemerintahan saat ini. Menurut dia, dari dua capres yang ada kala itu, Prabowo dinilai sebagai figur yang tepat untuk memimpin Indonesia.

“Kenapa di ijtima satu, dua, dan tiga kami mendukung Prabowo, sebab ulama menghendaki petahana tidak jadi lagi (di periode 2019-2024) karena rekam jejaknya yang luar biasa tidak adil kepada umat Islam,” ujarnya.

Tetapi, pascarekonsiliasi kedua belah pihak, ulama tidak lagi terlibat langsung dalam politik praktis. Lantas kemana arah gerakan Ijtima Ulama selanjutnya?

“Posisi GNPF, FPI, dan PA 212 bersama ulama garis lurus. Kami akan tetap dakwah amar makruf nahi munkar, memberikan masukan-masukan kritis dan membangun, apalagi calon yang jadi sekarang adalah lawan kita sebelumnya,” katanya.

Atas hal itu, Ijtima Ulama IV yang digelar di kawasan Sentul Bogor, Jawa Barat, hari ini, tidak menghadirkan tokoh politik, termasuk Prabowo. Edy menambahkan, Ijtima Ulama IV murni diselenggarakan demi urusan umat dan Bangsa Indonesia.

“Ini sudah menjadi hal berbeda, kami tidak ada hubungannya lagi dengan kontestasi (politik). Jadi kalau ditanya soal rekonsiliasi, ya itu sudah menjadi habitat politisi, kalian mau ngapain, monggo,” kata dia.

OJK Targetkan 100 Bank Wakaf Mikro Tahun Ini

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis mampu merealisasikan pertumbuhan hingga 100 Bank Wakaf Mikro (BWM) hingga akhir 2019.

Berdasarkan data OJK hingga Juni 2019, terdapat 51 BWM di seluruh Indonesia.

“Targetnya 2019, diharapkan bisa menjadi 100 BWM, kalau dana sosialnya terkumpul, modalnya dari situ,” kata Direktur Lembaga Keuangan Mikro OJK Suparlan di Banyuwangi, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, pembentukan BWM didasari keinginan dan komitmen OJK bersama pemerintah, berperan dalam peningkatan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Salah satunya, yakni melalui perluasan penyediaan akses keuangan masyarakat yang mudah (tanpa agunan) dan murah (imbal hasil 3 persen), khususnya bagi usaha kecil, mikro, hingga ultramikro.

BWM merupakan salah satu produk Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS). OJK menggambarkan BWM memiliki potensi besar ekonomi. Kendati memiliki kata-kata wakaf, tetapi tidak murni wakaf.

“Intinya di dalam masjid, ada aktivitas ditopang kegiatan ekonomi, agar berjalan baik. Ada kegiatan masjid yang didukung keuangan mikro,” ujar dia.

Suparlan mengatakan potensi besar di Indonesia yang menonjol dari kegiatan berprinsip syariah, hanya sektor fashion Muslim.

Sementara sektor lainnya masih sangat kurang. Menurut OJK, hal itu menjadi tantangan mengembangkan ekonomi syariah, misalnya makanan halal, media dan rekreasi halal, medis halal.

“Ekonomi syariah menjadi mesin pendorong pertumbuhan ekonomi engine of growth,” kata Suparlan.

Sumber: republika.co.id

Media Asing Soroti Listrik Mati di Sebagian Pulau Jawa

LONDON (Jurnalislam.com) — Beberapa media asing memberitakan pemadaman listrik yang terjadi di DKI Jakarta, sebagian Jawa Barat dan Banten pada Ahad (4/8). Terputusnya aliran listrik ini sempat melumpuhkan berbagai pelayanan publik.

BBC melaporkan, pemadaman listrik kerap terjadi di Jakarta. Tapi lama pemadaman kemarin tidak seperti biasanya. Kantor berita asal Inggris ini menjelaskan pemadaman terjadi karena gangguan pada saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) Ungaran-Pemalang.

Sementara itu media internasional yang bermarkas di Qatar, Aljazirah melaporkan listrik kembali mengalir setelah 10 juta warga Jakarta hidup tanpa listrik selama sembilan jam. Mereka juga menyebutkan pemadaman terjadi karena masalah teknis.

Media asal Jerman Deutsche Welle (DW) melaporkan tentang lumpuhnya layanan transportasi Mass Rapid Transit (MRT). DW melaporkan pemadaman mengakibatkan lampu-lampu lalu lintas mati.

“Sistem MRT baru dibuka pada bulan Maret untuk membantu mengatasi masalah kemacetan kota yang mengerikan. Jaringan kereta api KRL Commuter line juga terdampak,” tulis DW.

New Delhi Television Limited (NDTV) asal India juga memberitakan tentang pemadaman ini. NDTV melaporkan ada lebih dari 100 juta orang yang terdampak atas pemadaman tersebut.

Pemadaman listrik kerap menarik perhatian media-media asing. Seperti pemadaman yang terjadi di Venezuela pada awal tahun ini. Serta pemadaman yang sempat terjadi di Manhattan, New York pada 14 Juli lalu.

Sumber: republika.co.id

YLKI: PLN Telah Rugikan Masyarakat

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengatakan pemadaman listrik PT PLN (Persero) secara total di wilayah Jabodetabek, Jabar dan Banten pada Ahad (4/8) telah merugikan masyarakat.

Ia mengatakan kerugian ini dengan nilai yang tidak terhingga dan bisa berdampak negatif terhadap investasi.

Pemadaman ini juga menjadi pertanda bahwa infrastruktur pembangkit PLN belum memadai.

“Padamnya listrik, apalagi di Jabodetabek, bukan hanya merugikan konsumen residensial saja tetapi juga sektor pelaku usaha,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, Senin (5/8)

Menurut Tulus, program pemerintah seharusnya bukan hanya menambah kapasitas pembangkit PLN.

Tetapi juga harus meningkatkan keandalan pembangkit PLN, dan infrastruktur pendukung lainnya, seperti transmisi, gardu induk, gardu distribusi dan lainnya.

“Ini bisa menjadi sinyal buruk bagi daya tarik investasi di Jakarta dan bahkan Indonesia. Kalau di Jakarta saja seperti ini, bagaimana di luar Jakarta, dan atau di luar Pulau Jawa?” tegasnya.

Manajemen PT PLN harus menjelaskan pada publik apa penyebab gangguan pembangkit di Suralaya dan pembangkit lainnya.

YLKI juga meminta PLN memberikan kompensasi pada konsumen, bukan hanya berdasar regulasi teknis yang ada, tetapi berdasar kerugian riil yang dialami konsumen akibat pemadaman ini.

 

Bandingkan Mati Listrik di Australia dan Jepang, YLKI: Di Indonesia, Pernahkan Menteri Mundur?

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendukung masyarakat melakukan class action atau gugatan kelompok kepada kepada Kementerian ESDM dan Kementerian BUMN terkait kegagalan operasional sejumlah pembangkit listrik PT PLN (Persero).

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mengatakan bahwa matinya listrik menandakan banyak kendala yang dihadapi PLN.

Pemadaman ini juga, katanya, menjadi pertanda infrastruktur pembangkit PLN belum memadai.

Pemerintah seharusnya bukan hanya menambah kapasitas pembangkit PLN, tetapi juga harus meningkatkan keandalan pembangkit PLN dan infrastruktur pendukung lainnya, seperti transmisi, gardu induk, gardu distribusi dan lainnya.

“Ini bisa menjadi sinyal buruk bagi daya tarik investasi di Jakarta dan bahkan Indonesia. Kalau di Jakarta saja seperti ini, bagaimana di luar Jakarta, dan atau di luar Pulau Jawa?” katanya.

Pemerintah seharusnya berkaca pada kasus serupa di negara lain yang bertanggungjawab atas setiap kegagalan dalam pelayanan kepada konsumen.

Di Jepang, pernah menteri energi harus membungkuk selama 15 menit sebagai permintaan maaf atas kegagalan memberikan layanan kepada publik.

Di Australia pada 2010, listrik padam 30 menit, konsumen diberi kompensasi gratis tagihan selama satu bulan.

“Tidak hanya listrik, air, layanan bandara dan seluruh layanan terkait publik jika ada kegagalan wajib diberi kompensasi. Kompensasi ya, tapi pejabat penanggungjawab layanan pun tetap harus mundur. Di Indonesia, pernahkah Menteri ESDM mundur, pernahkah Dirut PLN mundur karena pemadaman listrik. Ini yang harus menjadi perhatian semua publik, agar tidak selalu dirugikan,” ujar Tulus.

sumber: republika.co.id

Bisa Menggugat, Masyarakat Diminta Jangan Pasrah Soal Listrik Mati

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendukung masyarakat melakukan class action atau gugatan kelompok kepada kepada Kementerian ESDM dan Kementerian BUMN terkait kegagalan operasional sejumlah pembangkit listrik PT PLN (Persero).

Gangguan itu mengakibatkan pemadaman selama tujuh-12 jam di Jabodetabek, Jawa Barat dan Banten, Ahad (4/8).

“Peristiwa pemadaman seperti ini tidak bisa dibiarkan, karena telah merugikan masyarakat dengan nilai tidak terhingga. Harus ada class action dari masyarakat sebagai konsumen,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, ketika dihubungi Antara di Jakarta, Senin (5/8).

Gugatan ke Kementerian ESDM sebagai kementerian teknis terkait energi listrik. Sedangkan ke Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham Pemerintah di PT PLN.

Menurut Tulus, masyarakat dipersilakan menghitung kerugian material atau nonmaterial sebagai dasar melakukan gugatan.

“Kalau tidak ada gugatan besar-besaran, pelayanan listrik saya yakin akan terus terulang. Harus ada keberanian mengkritisi akibat pelayanan yang merugikan masyarakat,” ujar Tulus.

Ia menjelaskan, di era modern, energi listrik menjadi keniscayaan yang harus tersedia. Semua aktivitas manusia tidak ada yang tidak tergantung listrik.

sumber: republika.co.id

Ustaz Wahyudin Dimakamkan di Kompleks Ponpes Nurussalam Ciamis

CIAMIS (Jurnalislam.com) – Ribuan pelayat dari berbagai daerah menghadiri prosesi pemakaman pimpinan Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Ustaz Wahyudin di Dusun Cintaharja, Desa Kujang, Cikoneng, Ciamis, Jawa Barat, Senin (5/8/2019).

Acara pemakaman juga dihadiri oleh unsur muspida Kabupaten Ciamis dan kepolisian dari Polres Ciamis.

Jenazah tiba di Pondok Pesantren Nurussalam Ciamis pukul 06.00 WIB setelah diberangkatkan dari Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo tadi malam.

Usai dishalatkan, jenazah dimakamkan di pemakaman keluarga di Dusun Cintaharga, Cikoneng tak jauh dari komplek Pesantren Nurussalam. Sesuai permintaan terakhirnya, Ustaz Wahyudin ingin dimakamkan di kampung halamannya di Ciamis.

“Masya Allah, jumlah pelayat yang sedemikian banyak ini menunjukkan amal shalih beliau. Mudah-mudahan amal shalih beliau diterima oleh Allah Subhanahu wa ta’ala,” tutur Sekretaris Ponpes Nurussalam, Ustaz Abu Yahya.

Selain menjadi Ketua Yayasan di Ponpes Al-Mukmin Ngruki Sukoharjo, Ustaz Wahyudin juga tercatat sebagai salah satu pendiri Ponpes Nurussalam Cikoneng, Ciamis.

Ustaz Abu Yahya mengatakan, Ustaz Wahyudin adalah sosok pejuang yang gigih dan ikhlas.
“Semuga progamnya beliau selalu mengawali dari dirinya sendiri, beliau selalu memberikan contoh hingga ke hal-hal kecil sekalipun,” katanya.

Ustaz Abu Yahya atas nama keluarga dan Ponpes Nurussalam mengucapkan terimakasih kepada para pelayat.

“Kami mengucapkan jazakumullahu khairan katsiran,” tutupnya.

Aman Palestin Hadirkan Imam Palestina di Yogyakarta

YOGYAKARTA(Jurnalislam.com)–Dalam rangka agenda Road Show Imam Palestina yang diadakan oleh Aman Palestin Indonesia (API) wilayah Yogyakarta, di Gelanggang Olah Raga (GOR) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Yogyakarta, jumat malam (02/08/2019), Relawan API melakukan aksi sosial dengan membagikan air mineral kepada pengunjung.

“Kami mengadakan aksi ini (bagi-bagi air mineral-red), selain acara road show Imam Palestina juga untuk mensosialisasikan API kepada para pengunjung,” jelas Muharromi, Eksekutif Humas dan Kaderisasi API Yogyakarta kepada Jurniscom sabtu, (3/8/2019).

Menurut Muharromi, pembagian air mineral juga disertai dengan pembagian brosur yang berisi program-program dari API. Yaitu Kurban untuk Palestina, Wakaf pembangunan masjid Ijlin dan Wakalah atau Santunan untuk anak yatim Palestina.

“Hari ini, selain membagi air mineral untuk pengunjung, kita juga membagikan brosur yang berisikan program-program dari Aman Palestin,” ungkapnya.

Kegiatan road show Imam Palestina di GOR UNY Yogyakarta juga bertepatan dengan acara Islamic Book Fair (IBF) yang diadakan Syakaa Organizer.

Imam Palestina yang dihadirkan, Syekh DR. Hani Rafiq Hamid Awad, asal Gaza, Palestina, yang di dampingi Ustadz “Cinta” Restu Sugiharto, dari Yogyakarta.

 

 

Ustaz Abdul Rochim Ba’asyir: ‘Ustaz Wahyudin Telah Menyelamatkan Ngruki’

CIAMIS (Jurnalislam.com) – Salah satu pengurus Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Ustaz Abdul Rochim Ba’asyir mengungkapkan pandangannya atas sosok Almarhum Ustaz Wahyudin. Menurutnya, Ustaz Wahyudin adalah salah satu pejuang pendidikan dan tarbiyah di Indonesia yang menginspirasi.

“Ustadz Wahyuddin ini adalah salah satu pejuang di dunia pendidikan dan tarbiyah. Luar biasa sekali beliau ini. Beliau memiliki pandangan yang luas terkait dengan dunia pendidikan. Beliau adalah seorang yang mertarbiyah orang lain dari akhlak dan perilakunya. Beliau ini dingin tapi menginspirasi,” kata Ustaz Abdul Rochim kepada Jurnis di komplek Ponpes Nurussalam Cikoneng, Ciamis, Senin (5/8/2019).

Pria yang karib disapa Ustaz Iim ini menilai, Ustaz Wahyudin adalah sosok penting di balik keberhasilan Ponpes Al-Mukmin Ngruki. Di bawah kepemimpinannya, Ponpes Al-Mukmin Ngruki mampu bertahan dan berkembang dengan baik kendati kerap mendapat tudingan negatif karena keteguhannya dalam berdakwah.

“Itu (Ngruki) termasuk bagian besutan tangan dingin beliau. Beliau bisa membantah semua tudingan itu dengan sikap yang baik yang membuat semua tudingan tersebut tidak terbukti. Itu adalah sebuah upaya siyasah yang sangat dalam yang tidak dimiliki sosok lainnya,” papar ustaz Iim.

Ustaz Iim mengungkapkan, Ponpes Al-Mukmin pernah dihadapkan dengan situasi yang berat pada tahun 1995. Namun, lanjutnya, sikap Ustaz Wahyudin saat itu telah menyelamatkan pondok yang berumur hampir setengah abad itu.

“Sikap beliau yang paling dirasakan adalah ketika perpecahan pada tahun 1995, itu situasi yang sangat berat sekali. Atas keputusannya, beliau saat itu dihujat habis-habisan. Namun pada akhirnya kita semua mengetahui bahwa keputusannya ketika itulah justru telah menyelamatkan Ngruki,” tutupnya. 

Ustaz Wahyudin wafat di RS PKU Muhammadiyah Surakarta pada Ahad (4/8/2019) pukul 15.30 WIB. Setelah dishalatkan di Masjid Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo, jenazahnya dibawa ke peristirahatan terakhirnya di Desa Cintaharja, Cikoneng, Ciamis, Jawa Barat sesuai permintaannya.

Ribuan Orang Shalatkan Jenazah Ustaz Wahyudin di Ponpes Ngruki

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)– Ribuan umat Islam umat Islam Soloraya memadati Masjid Baitussalam Komplek Ponpes Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo pada Ahad (4/8/2019) malam untuk mengikuti prosesi pemakaman ketua Yayasan Ponpes Al Mukmin Ngruki, KH Wahyudin.

Proses shalat jenazah dilakukan setelah shalat Isya dengan imam salah satu sesepuh Ponpes Al Mukmin Ngruki ustaz Ilyas. Banyaknya pelayat yang datang membuat shalat jenazah dilakukan hingga 5 gelombang.

Sebelumnya jenazah ustaz Wahyudin tiba di komplek Ponpes Al Mukmin Ngruki pada pukul 17.25 Wib dan langsung dimandikan dan dikafani di rumah duka yang berada di samping masjid Baitussalam.

Jenazah akhirnya diberangkatkan pada pukul 21.00 WIB menuju pemakamanya di Cintaharja, Kujang, Cikoneng, Ciamis, Jawa Barat. Sebelum wafat, Ustadz KH Wahyudin memang berpesan agar dirinya dikuburkan di tempat ia dilahirkan yakni di Ciamis Jawa Barat.