Organisasi Yahudi asal Austria Tayangkan Film Dokumenter Anti Israel

WINA (Jurnalislam.com) –  Sebuah organisasi Yahudi independen di Ibukota Austria Wina menayangkan sebuah film dokumenter anti entitas Zionis Israel penjajah. Film itu mengungkap kejahatan-kejahatan yang digelar oleh penjajah dan pembantaian yang dilakukannya terhadap bangsa Palestina.

Organisasi independen yang menamakan diri Perempuan Bersorban Hitam ini menayangkan film itu di kantor pusatnya di Wina malam Rabu kemarin  dengan judul “Di Sisi Jalan” produksi warga keturunan Yahudi Lia Tracansky. Isi film itu berupa gambaran negative tentang sejarah entitas zionis.

Dengan berani film ini mengungkap sejarah kelam Israel terutama terkait bencana Nakba Palestina di tahun 1948 dimana digambarkan bagaimana mafia dan organiasi-organisai zionis menghancurkan desa-desa dan kota Palestina dan membantai, membunuh dan menyembelih warga Palestina serta mengusir ratusan ribu dari mereka.

Film ini membiarkan para ‘bintangnya’ dari kalangan Israel dan warga Arab (Palestina) berbicara tentang diri mereka di siang bolong; di antaranya Eitan Bronstein, kepala organisasi Zocor (non pemerintah), Khalil Abu Hamdah, pengungsi Palestina dan Amnon Naimon, serdadu Israel.

Film ini menayangkan sisi pandangan berbeda baik dari kalangan Palestina yang menegaskan hak mereka terhadap tanah Palestina dimana mereka diusir dari sana di tahun Nakba juga dari pandangan Zionis yang terbelah antara pendukung hak Palestina dan penentangnya.

Scene sejarah juga ditayangkan oleh film ini di tahun Nakba, perkembangan politik terkair konflik selama 67 tahun, puluhan peristiwa pembantaian beringas, perampasan terhadap warga Palestina, penghancuran lebih dari 500 desa dan penghancuran kota-kota Palestina utama dan diubah menjadi kota Yahudi. Sebagian besar warga baduwi Palestina yang hidup di Neveg yang diusir juga ditayangkan dalam film ini. Bahkan juga ditayangkan usaha penghancuran identitas Palestina, penghapusan nama-nama geografis Arab dan diubah menjadi nama ibrani, penghancuran symbol Arab menjadi symbol Yahudi.

Sementara itu, produser film ini, Lia Trancansky menegaskan kepada kantor berita Turki Anadolu bahwa pesannya dalam film ini bertujuan agar warga Eropa bertanggungjawab membentuk opini dan orientasi apa yang terjadi di sana yakni tindakan Israel terhadap bangsa Palestina.

Lia merasa tanggunjawab utamanya sebagai produser adalah menjelaskan apa yang terjadi di lapangan realita atas kasus ini. “Film ini tidak berhenti kepada kejadian nyata di dalamnya namun justru ini awal mula dari segalanya. Israel bukan negara demokrasi sebagaimana klaimnya. Rasisme dan diskriminatif yang ditempuh Israel terhadap Yahudi barat dan yahudi timur dimana Yahudi barat mendapatan perlakuan istimewa dalam segala bidang.” Tegas Lia.

 

 Deddy | Infopalestina | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.