Oknum Guru Cabuli Murid di Sumbar, KPAI Turun Tangan

Oknum Guru Cabuli Murid di Sumbar, KPAI Turun Tangan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kekerasan seksual terhadap sejumlah siswa oleh oknum guru kembali terjadi. Kali ini diduga dilakukan oleh oknum guru pengajar seni dan budaya di salah satu sekolah menengah di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Terduga pelaku berstatus guru PNS sejak tahun 2000.

Kasus ini sampai di Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) setelah salah satu orangtua korban melapor ke aplikasi LAPOR yang terhubung langsung dengan Kantor Staf Presdiden (KSP), kementerian/lembaga terkait, termasuk Ombudsman dan KPAI.

Untuk menangani kasus tersebut, KPAI kemudian melakukan pengawasan langsung dan juga meminta pemerintah daerah untuk memfasilitasi rapat koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, dan Polres Pasaman di kantor Bupati. Rakor dipimpin oleh Plt. Sekretaris Daerah Pasaman.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengatakan, proses pengawasan kasus anak diduga korban kekerasan seksual di sekolah dilakukan dengan menggunakan metode observasi dan rapat pembahasan kasus (Case Conference) dengan pihak pemerintah daerah dan OPD Kabupaten Pasaman serta Polres Pasaman

“Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Pasaman bahwa awalnya mereka mengetahui kasus tersebut setelah menerima informasi dari DP3A Provinsi Sumatera Barat,” ucap Retno melalui keterangan tertulisnya yang diterima Jurnalislam.com Rabu (12/12/18).

Lalu, mereka melakukan penggalian informasi mendalam kepada pihak Sekolah dan beberapa pihak terkait. Namun tidak diperoleh hasil sesuai dengan pengaduan salah satu orangtua siswa di LAPOR.

Pihak DP3A Kabupaten Pasaman telah melaporkan secara tertulis kepada pihak DP3A Provinsi terkait hasil penggalian informasinya
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari kepala sekolah dan guru yang mengenal terduga pelaku menyatakan tidak mengetahui kasus tersebut.

Sedangkan kepala sekolah tempat terduga pelaku bertugas menyatakan telah berbicara dengan terduga pelaku, beberapa orangtua siswa, dan siswa.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.