MUI Komitmen Tetap Kritik Pemerintah Walaupun Wapresnya Kiai Ma’ruf

MUI Komitmen Tetap Kritik Pemerintah Walaupun Wapresnya Kiai Ma’ruf

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhyiddin Junaidi mengungkapkan, MUI tidak boleh menjadi takut menyampaikan kritik ke pemerintah hanya karena ketua umum non-aktifnya menjabat sebagai wakil presiden RI.

Kritik yang disampaikan tentu harus konstruktif dan membangun.

“Meski ketua umum non-aktifnya wapres tapi tidak boleh MUI ini berdiam diri atau tidak berani mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat,” kata dia di kantor MUI, Jakarta, Selasa (4/2/2020).

Tentunya, lanjut Muhyiddin, kritik tersebut disampaikan dengan cara yang sopan dan santun.

“Namun cara mengkritiknya bagaimana, maka harus pakai bahasa ulama, sehingga mengedepankan bahasa sopan dan santun dalam menyampaikan kritik-kritik yang sifatnya konstruktif dan membangun,” katanya.

Muhyiddin juga mengajak masyarakat Muslim di Indonesia untuk turut mengawal MUI.

“Jika ada masalah yang berkaitan dengan keagamaan, silahkan konsultasi dengan MUI karena kita punya guidance dan counseling yang siap membantu dan memecahkan masalah yang dihadapi umat,” ungkapnya.

Muhyiddin resmi menjabat sebagai wakil ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggantikan posisi Yunahar Ilyas yang telah meninggal dunia.

Posisi Muhyiddin sebelumnya sebagai ketua MUI bidang hubungan luar negeri kini digantikan oleh Sudarnoto Abdul Hakim, yang sebelumnya menjabat ketua komisi pendidikan MUI.

Sumber: republika.co.id

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X