MUI Banten: Diperlukan Tindakan Persuasif Untuk Menghadapi LGBT

SERANG (Jurnalislam.com) – Menanggapi isu LGBT tengah menyeruak, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten, Dr. KH A.M Romly mengatakan, untuk menghadapi kaum Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) dibutuhkan tindakan persuasif.

“Pelaku LGBT itu beda dari orang-orang pada umumnya, artinya kelainan, kelainan tingkah laku dan pola pikir,” katanya usai memberi sambutan pada acara Tabligh Akbar di Masjid At Taubah Jalan Raya Jakarta KM 02, Kemang, Serang, Banten, Ahad (14/2/2016).

Kyai Romly menjelaskan, ada dua pendekatan yang harus dilakukan untuk menghadapi kaum LGBT. Pertama, pelaku dan pegiat LGBT harus dibimbing dengan nasihat keagamaan.

“Tindakan mesti persuasif, tidak boleh dengan cara-cara yang kasar, tidak boleh menggunakan cara-cara yang justru akan menjauhkan mereka dari agama,” terangnya. Kedua, jika itu menyangkut penyakit, maka harus ditangani secara medis.

MUI Banten sendiri mengaku belum mendapat laporan terkait perkembangan LGBT di Banten, karenanya pihaknya belum melakukan aksi nyata untuk menghadapi kasus tersebut.

“Belum ada, karena belum tahu siapa dan dimana LGBT berada, paling kita terus melakukan dakwah, terutama di nasihat-nasihat perkawinan, bahwasannya fitrah manusia itu kepada lawan jenis,” ujarnya.

Menurutnya, para ulama dan umaro harus bersinergi untuk menghadapi gerakan kaum LGBT. “Tokoh-tokoh agama diminta untuk memberi arahan-arahan kepada mereka, pelatihan-pelatihan rohani yang berlandaskan Islam. Yang penting jangan dikucilkan sama masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Kyai Romly menilai, kaum LGBT memerlukan perhatian khusus dari umat agar mereka bisa kembali menjadi manusia yang normal.

“Mungkin kita melihat mereka adalah orang-orang yang perlu dikasihani, walaupun kadang mereka juga tidak perlu dikasihani. Tapi tetap kita sebagai sesama muslim harus peduli dengan mereka,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Fajar | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.