LBH Pelita Ummat: Kami Dicegah Aparat Ikut Parade Muharram

LBH Pelita Ummat: Kami Dicegah Aparat Ikut Parade Muharram

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Hedro  Dahsyat, perwakilan LBH Pelita Ummat menyampaikan bahwa dirinya bersama rombongan pawai parade Muharram diadang aparat saat sedang start pawai akbar penyambutan tahun baru hijriah di semarang pada Ahad, (1/9/2019)

“Saat kami ingin bergabung dengan rombongan, kemudian satu truk berhenti mengadang kami yang ingin melakukan pawai satu muharram,” ucapnya kepada Jurnalislam.com.

Alasan aparat mengadang parade Muharram dikarenakan membawa bendera dari ormas terlarang

“Dalilnya adanya pelarangan membawa simbol organisasi terlarang, kemudian mereka membacakan SK Kemenkumham HTI,” jelasnya

Tak hanya pengadangan yang dilakukan, aparat juga melakukan upaya-upaya perampasan terhadap bendera tauhid

“Sempat juga terjadi upaya-upaya perampasan,”cetusnya

Menurutnya ini adalah sebuah opini pembodohan masyarakat terhadap panji Rasulullah, padahal bendera ini sudah umum diketahui

“Ini adalah kebodohan yang terus menerus dipertontonkan, “katanya

“Yang ada ini adalah liwa arroya, panji Rasulullah, semua sudah mafhum,” tambahnya

Dari pihak yang melarang, Hendro menyampaikan ada beberapa kemungkinan, diantaranya adalah pesanan pihak-pihak yang tidak menyukai Panji Rasulullah

“Kalau mereka yang tidak paham itu menurut saya ada dua kemungkinan, ada yang benar-benar tidak tahu dan pura-pura bodoh kalaupun ada yang ketiga itu ya pesanan pihak tertentu,”jelasnya

Terakhir sosok yang terjun dilembaga hukum tersebut menjelaskan bahwa yang dilarang pemerintah adalah bendera yang bersimbol logo HTI, karena badan hukumnya telah dicabut

“Pelarangan itu yang saya pahami dalam kacamata hukum, itu adalah bendera yang ada tulisan hizbut tahrir indonesia, yang tidak punya badan hukum sebagai sebuah ormas, disini tidak ada arroya alliwa berlogo HTI, “pungkasnya

 

Reporter Agus riyanto

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X