Kuasa Hukum Heran, Polisi Tangani Kasus Alfian Tanjung Seperti Teroris dan Pelaku Kejahatan Luar Biasa

Kuasa Hukum Heran, Polisi Tangani Kasus  Alfian Tanjung Seperti Teroris dan Pelaku Kejahatan Luar Biasa

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Setelah divonis bebas, pegiat Anti Komunisme ustaz Alfian Tanjung kembali ditangkap. Selalu (12/9), Ditreksrimsus Polda Metro Jaya kembali memeriksa ustaz Alfian Tanjung sebagai saksi di Mako Brimob Kelapa Dua Pkl.10.00 WIB. Penyidikan terhadap Ust. Alfian ini bermula dari Laporan Polisi bernomor: LP/153/II/2017/Ditreskrimum dengan Pelapor Ifdhal Kasim, S.H.

Kuasa Hukum Alfian Tanjung Abdullah Al Katiri mengaku heran dan terkejut, karena kasus sederhana yang ditudingkan kepada Alfian Tanjung malah ditangani polisi sejajar dengan perkara extra ordinary crime_atau kejahatan luar biasa (teroris, korupsi, _human traficking ).

“Bukan saja Tim Hukum tapi juga masyarakat Indonesia sangat menyesalkan tindakan Polisi yang sangat bersemangat membidik Alfian Tanjung dengan cara-cara yang tidak sesuai ketentuan KUHAP,”katanya.

Divonis Bebas Lalu Ditangkap lagi, Kuasa Hukum : Ustaz Alfian Tanjung Dibawa ke Mako Brimob

Hal tersebut, menurut Abdullah terlihat dari beberapa indikasi seperti ditangkapnya Alfian Tanjung secara tiba-tiba dan secara paksa sebelum dia keluar dari gerbang Rutan Medaeng Sidoarjo dengan puluhan aparat kepolisian Polda Jawa Timur dengan senjata lengkap.

Lau, selama Alfian ditahan di Mako Brimob ia tidak dapat ditemui oleh Kuasa Hukumnya dengan larangan larangan yg tidak jelas, hal ini sangat jelas melanggar hak asasi manusia Alfian karena ia telah ditetapkan sebagai tersangka dan karenanya ia berhak mengubungi dan ditemui Kuasa Hukum dan atau keluarganya sebagaimana diatur dalam Pasal 60, 61, 69, 70 (1) KUHAP.

“Berdasar banyaknya kejanggalan dan pelanggaran KUHAP tersebut kami selaku Tim Advokasi telah dan akan melakukan berbagai upaya extra litigasi untuk menghentikan kriminalisasi terhadap para Ulama khususnya Ust. Alfian ini. Mengapa Polisi sangat gigih menahan orang hanya karena kasus sederhana dan sepele yang ancaman hukumannya di bawah 5 tahun tapi ditahan di Mako Brimob?,” tanyanya.

 

Bagikan
Close X