JAKARTA (Jurnalislam.com)—Wakil Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat KH Fahmi Salim menanggapi isu pelaporan Ustaz Abdul Somad (UAS) yang dituding menghina agama lain.
Menurut KH Fahmi Salim, apa yang dilakukan UAS merupakan edukasi kepada internal umat Islam, sehingga kaum agama lain tak perlu merasa tersinggung.
“Tidak pada tempatnya memperkarakan tokoh agama yang berceramah agama ditujukan kepada penganut agamanya sendiri apalagi disampaikan di tempat khusus seperti rumah ibadah. Tujuannya adalah memperkuat keimanan pemeluknya,” kata KH Fahmi Salim, Ahad (18/8/2019) dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnalislam.com.
Menurutnya, UAS sudah tepat dengan menyampaikan hal tersebut di kalangan umat Islam saja.
“Ayat yang menyatakan jangan kamu mencela sesembahan orang-orang musyrik yang menyembah selain Allah itu sangat jelas maknanya larangan mencela secara terbuka dan tanpa landasan ilmu pengetahuan,”tambahnya.
Apa yang dilakukan UAS menurut KH Fahmi adalah peneguhan akidah disampaikan kepada internal ummat dengan membandingkan dengan konsep tuhan agama lain.
Saya sebagai seorang muslim kecewa dengan pernyataan MUI di atas. MUI seharusnya berusaha mendinginkan suasana dan bukan memperuncing perbedaan yg dapat memicu konflik. Saya berharap masalah ini dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya, karena umat Nasrani adalah saudara kita juga yaitu saudara sebangsa dan senegara. Hidup di bawah naungan bendera yg sama yaitu sang merah putih.