Iran Tetap Lanjutkan Program Rudal Kekuatan Besar

Iran Tetap Lanjutkan Program Rudal Kekuatan Besar

A ballistic missile is launched and tested in an undisclosed location, Iran, March 9, 2016. REUTERS/Mahmood Hosseini/TIMA ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. REUTERS IS UNABLE TO INDEPENDENTLY VERIFY THE AUTHENTICITY, CONTENT, LOCATION OR DATE OF THIS IMAGE. IT IS DISTRIBUTED EXACTLY AS RECEIVED BY REUTERS, AS A SERVICE TO CLIENTS. FOR EDITORIAL USE ONLY. NOT FOR SALE FOR MARKETING OR ADVERTISING CAMPAIGNS. NO THIRD PARTY SALES. NOT FOR USE BY REUTERS THIRD PARTY DISTRIBUTORS. - RTSA0IN

TEHERAN (Jurnalislam.com) – Iran akan menekan dengan program rudal dengan kekuatan penuh berdasarkan kebutuhan keamanan nasional, juru bicara kementerian luar negeri seperti dikutip Sabtu, menambahkan bahwa komentar kritis pemimpin Jerman tidaklah membantu, Al Arabiya melaporkan Sabtu (09/07/2016).

Kanselir Angela Merkel mengatakan kepada parlemen di Berlin pada hari Kamis bahwa rudal yang diluncurkan Iran awal tahun ini tidak konsisten dengan resolusi PBB yang mendesak untuk menahan diri selama delapan tahun dari pekerjaan rudal yang dirancang untuk membentuk senjata nuklir.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Bahram Qasemi, mengatakan pernyataan Merkel tersebut tidak konstruktif dan akan tidak berpengaruh pada program, menurut kantor berita IRNA.

Mengulangi pernyataan Teheran bahwa rudal tersebut tidak dirancang untuk membawa senjata nuklir, ia menambahkan: “Iran dengan kekuatan penuh akan meneruskan program rudal berdasarkan rencana pertahanan dan perhitungan keamanan nasional.”

Pada hari Jumat, Iran menolak laporan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon yang mengkritik peluncuran rudal tidak konsisten dengan kesepakatan dengan kekuatan dunia untuk mengekang aktivitas nuklirnya yang sensitif dalam pertukaran untuk bantuan sanksi. Teheran menganggap kritik tersebut sebagai “tidak realistis.”

Reuters melaporkan pada hari Kamis bahwa laporan rahasia Ban telah menemukan bahwa tes tersebut tidak konsisten dengan semangat konstruktif dari perjanjian Juli 2015.

Menanggapi laporan intelijen Jerman bahwa Iran telah berusaha untuk memperoleh teknologi nuklir di Jerman, Berlin mengatakan pada hari Jumat bahwa pasukan tertentu di Iran mungkin mencoba untuk meruntuhkan kesepakatan nuklir.

Badan intelijen dalam negeri Jerman mengatakan dalam laporan tahunannya bahwa upaya Iran untuk mendapatkan teknologi secara ilegal, terutama di daerah nuklir, telah berlanjut pada tingkat tinggi di tahun 2015.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

 

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X